Membentuk Gerbong Kereta Bersama JANGGALA

Saya punya saudara laki-laki yang cukup pandai berpura-pura. Satu misal saat dia akan bermain air; rafting di sungai serayu. Dia sering menyampaikan; jangan pernah mengaku jago renang kepada pemandu, jika kamu hendak “terjun” ke sungai besar. Sungai dengan arus yang begitu deras, dimana kamu membutuhkan banyak energi dan juga mental untuk mengarunginya. Menurutnya, ini mempunyai tujuan, supaya kamu terus mendapat perhatian intensif dari para pemandu.

Imaji saya tiba-tiba lari ke Sungai Kapuas. Mengarungi sungai tersebut bersama banyak teman disertai dua orang pemandu. Ngga mungkin banget, ya. :mrgreen:

Saya pernah sekali mempraktikkannya saat Body Rafting di Green Canyon beberapa abad yang lalu. Ya…pura-pura ngga bisa renang, karena mau Body Rafting menyusuri Sungai Cijulang, Cukang Taneuh, dimana arusnya banyak yang menantang.

Mau olahraga rafting atau body rafting tidak harus pandai renang. Ngga bisa renang sekalipun masih bisa melakukannya. Pak Sarjo, Operator Janggala menyampaikan demikian kepada para peserta body rafting saat breafing. Lima menit sebelun kami berangkat ke Sungai.

Benar banget, Pak Sarjo! Selagi masih ada pelampung, dunia perairan bisa ditaklukkan, bukan? :mrgreen: Selebihnya, kita tinggal mengatur bagaimana cara menaklukkan perasaan cemas, was was dan ngga percaya diri, saat sudah terjun ke dalam sungai. Terlebih Green Canyon yang dengan aliranΒ sungai Cijulang yang memiliki kedalaman mulai dariΒ lima meter. Benar-benar harus mempersiapkan mental.

GREEN CANYON
Antre njebuur!

Janggala atau yang memiliki arti jangan ganggu alam adalah salah satu operator body rafting di objek wisata Green Canyon, Jawa Barat. Pelampung dengan warna biru kombinasi merah dan helm warna merah, menjadi ciri khas Janggala. Mereka adalah operator yang sangat bertanggungjawab; menjaga, memperhatikan, mendampingi, para pengunjung yang telah bergabung dengan mereka.

Jika ada salah satu pengunjung dalam satu kelompok yang tampak lelah, mereka selalu memberi semangat. Entah dengan cara mendokumentasikan lewat kamera, diajak bermain musik lewat air, atau bercerita tentang Green Canyon. Secara, menyusuri sungai selama kurang lebih lima jam! Heboh banget ini tubuh! :mrgreen:

Mereka juga sering memberi tip untuk para peserta. Salah satu tip yang sampai sekarang masih saya ingat, yaitu tentang membentuk gerbong kereta air. Tip ini khusus bagi para peserta body rafting yang ngga bisa renang. Ini semacam teknik agar peserta tetap bisa bertahan, baik di arus tenang maupun deras sekalipun.

GREEN CANYON JAWA BARAT
Kereta siap berjalan!

Operator Janggala menyarankan, ada baiknya yang menjadi kepala gerbong kereta adalah dia yang bisa renang. Meski ngga pandai. Karena, ia bertugas mengendalikan jalannya kereta. Minimal banget, yang berada di depan adalah dia yang ngga takut air. Hahaha Tiap peserta harus rileks, baik tengkurep atau telentang mengapung.

Jika kesepakatan telentang, seluruh peserta body rafting saling berpegang pada pelampung bagian punggung. Kamu bisa juga tengkurep, khususnya saat di arus yang deras. Tapi lain gaya, lho. πŸ˜†

Jika tadi saat telentang bertumpu pada bahu, maka ketika tengkurep, antara satu peserta dengan peserta lain saling memegang kaki. Ya…berpegangan pada telapak kaki teman yang berada di depannya. Buat diri kamu senyaman mungkin saat memegang kaki teman, supaya kamu bisa menikmati wisata air yang cukup memacu adrenalin kamu.

Nah, kalau teman-teman sudah pernah membuat gebong kereta air belom? Uwasyiiiik banget. Bikin pingin lagi, lagi dan lagi. :mrgreen:

29 Comments

  1. disebelah mana itu..?
    aku pernah ke cukangtaneuh kok ga ada yang begituan

    Ya di Green Canyoon, Mas. Mesti ikutnya yang naik perahu tok, ya. πŸ˜›

  2. Saya juga nggak bisa renang, tapi suka sok2an mainan bodyrafting di dalam gua. Pokoknya selama pake lifevest n ikut kata instruktur merasa aman lah hehe.

    Gua mana tuh, Kak? Mau, dong!

  3. dulu sempat mengunjungi green canyon, tapi pas lagi jadi brown canyon, belum rezeki dapat ngeliat green airnya…. seneng banget yak bisa main2 gitu…

    Hihiih…lucu juga ya jadi Brown. πŸ˜€

  4. kenapa harus pake istilah kereta coba? bukankah lebih eksotik kalo pake istilah bus gandeng?

    Kerepe nyooong, ya. πŸ˜€

  5. Kunjungan perdana di blog ini setelah pemiliknya menjadi pengantin baru.
    Saya belum pernah ikutan acara kayak gitu loch
    Kalau renang ponco di sungai di Jawa Tengah sih sudah pernah.
    Salam hangat dari Surabaya

    Haai, Pakde. Makasih sudah berkunjung, ya. πŸ˜€

  6. Baru tahu ada metode sepur kayak gini, padahal aslinya saya gak bisa renang. Ternyata ada cara untuk survive ketika terhempas di air yang dalam. Selama masih ada rekan-rekan, tentu akan mudah menjalankannya.

    Praktikkan bila perlu, Kak. πŸ˜€

  7. pengen sih nyobain olahraga baru, pengen juga seru seruan main air, tapi akunya nggak bisa renang,

    Kan ngga masalah tooo? πŸ˜›

  8. Aaaaa asyik banget! Aku pikir naik kereta api gitu.. Ternyata nyebur rame-rame beriringan.. Hahah πŸ˜€

    HoOh…asyik banget lho, Beb. πŸ˜€

  9. Aku gak iso renang berati diriku akan berada paling depan! Biar semua pada tenggelam bersama sama bhahahahhahaa

    Membawa banyak nyawa lho, Kak. πŸ˜›

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *