Menyusuri Gua Petruk, Siapkan Stamina dan Waktu!

Hujan semalaman yang mengguyur kota Kebumen membuat kami ngga yakin bisa melanjutkan rencana piknik esok harinya. Rintik hujan begitu awet sampai pagi. Aku, Ambar dan Lulu, pagi itu cukup nekat mengendarai sepeda motor, beriringan menuju beberapa objek wisata sesuai dengan rencana yang telah kami susun. Salah satunya yaitu Goa Petruk.

Gua yang menurutku cukup unik ini berlokasi di Dukuh Mandayana, Desa Candirenggo, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Kurang lebih sembilan puluh menit dari kota Gombong. Ya, saat itu kami berangkat dari rumah Ambar, Gombong. Perjalanan terasa cukup jauh, sampai boyok melengkung. Maklum, kami ngga bisa ngebut a la Mamas Pedrosa, sih. πŸ˜†

Setibanya di pintu masuk objek wisata, seorang juru parkir mengarahkan kami ke tempat parkir khusus roda dua. Meski sudah ada juru parkir, tapi pada sebentuk papan berwarna putih tertulis: “demi keamanan, harap untuk mengunci ganda sepeda motor!”

Anak solehah harus menaati peraturan, dong. Mengunci ganda motor, sekaligus mengaitkan helm di bawah jok motor supaya lebih tenang saat susur Gua.

GUA PETRUK HALAMAN PARKIR

Terlihat dari pintu masuk, Gua ini ngga nampak seperti objek wisata Gua. Malah seperti kantor Perhutani, ya. Petruk, Punakawan yang memiliki hidung mbangir “mempersilakan” kepada tiap wisatawan yang hendak masuk Gua Petruk.

Untuk sampai Gua Petruk, kami harus melewati lebih dari tiga puluh anak tangga. Ngga nyangka bakal ada banyak tangga yang harus kami lewati. Aku kira, jalannya bakal lurus saja. Ngga naik-naik, gitu. πŸ˜€ *akibat ngga googling* Sesampainya mulut Gua, stamina otomatis telah berkurang. Padahal belum mulai susur Gua. *hosh hosh* Niat menyusuri Gua Petruk sampai tuntas? Harus makan dulu yang banyak, ya!

GUA PETRUK AIR TERJUN

Air terjun sebelum anak tangga. . .

“Mas, beneran ngga, sih, kita akan bertemu Petruk di Gua ini?” Saking penasarannya, Lulu menanyakan tentang keberadaan Petruk kepada Mas Iwan, Guide yang menemani kami menyusuri Gua Petruk.

Namanya saja Gua Petruk, sudah pasti ada Petruknya, ya. Hanya saja, bukan Punakawan sesungguhnya. Melainkan jelmaan! *emangnya siluman* Maksudku, karena Gua identik dengan bebatuan, stalagmit, stalagtit, maka Petruk pun dalam wujud batu, gitu.

Menurut keterangan dari Mas Iwan, kami membutuhkan waktu kurang lebih 2,5 jam untuk menyusuri Gua mulai dari lantai satu sampai bertemu dengan Petruk di lantai tiga. Artinya, untuk memulai sampai kembali lagi ke tempat semula membutuhkan waktu 5 jam. πŸ˜€

LIMA JAM bukan lah waktu yang sedikit. Apalagi, kami masih punya rencana ke beberapa Pantai di Kebumen. Hmmm…sepertinya ngga cukup waktu jika harus sampai lantai tiga. Padahal, pingin melihat hidung Petruk. Hiks

GUA PETRUK AIR PERALATAN

Karena keterbatasan waktu, kami hanya menyusuri Gua lantai satu. Di sini kami berjalan ngga lebih dari 1 km. Jalannya cukup pelan karena licin dan juga becek. Kami melihat penampakan batu kristal, tirai, dan beberapa sendang di sini. Sepanjang susur Gua lantai satu, nikmatnya udara segar khas kelelawar sangat terasa. Sayang banget, masker yang kupakai saat perjalanan, aku tinggal di bagasi motor. Jadi, aroma yang sedap itu begitu menyengat.

Selain udara, lampu pijar sebagai penerang Gua, tuh, ngga ada. Menurut Mas Iwan, dulu pernah dipasang lampu sebagai penerang Gua, tapi sekarang aliran listrik sudah ngga berfungsi. Jadi lah suasana di dalam Gua tambah nyenengin. πŸ˜€

GUA PETRUK SENDANG KATAK

Ngga lebih dari satu jam kami berada di lantai satu. Baru setengahnya saja yang kami lewati. Masih ada lantai dua yang punya nama Gua Semar, di mana ada Batu Taman Gajah, Batu Bapak Jenggot, Batu Ayam dan masih banyak lagi bebatuan dengan berbagai bentuk.

Yang terakhir adalah lantai tiga yang menjadi nama objek wisata, yaitu Gua Petruk. Di lantai ini, Wisatawan bisa melihat wujud Petruk. Bukan wujud utuh, sih. Hanya hidungnya saja yang panjangnya menyerupai hidung Petruk. Tapi itu dulu. Kata Mas Iwan, sekarang sudah ngga begitu menyerupai karena patah akibat ulah tangan orang. Menurut Mas Iwan, di lantai tiga ngga banyak bebatuan dengan wujud tertentu. Jadi, ngga membutuhkan waktu lama di lantai tersebut.

GUA PETRUK TAMPAK DEPAN

Sebelum keluar Gua, cekrek dulu. . .

Sebenarnya sayang banget, sih, ngga bisa menuntaskan objek wisata Gua Petruk karena terbatasnya waktu. Bagi Teman-teman yang berniat piknik ke Gua Petruk, ada baiknya Gua ini menjadi objek pertama yang disinggahi. Sebab, membutuhkan banyak stamina dan juga waktu untuk menyusuri seluruh Gua.

Gua Petruk, Kebumen, Jawa Tengah.

Lokasi: Dukuh Mandayana, Desa Candirenggo, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.
HTM: Rp 7.500
Parkir roda 2: Rp 2.000
Jasa Pemandu: Rp 25.000

Baca juga Goa yang Paling Memesona di Gua Lawa.

15 thoughts on “Menyusuri Gua Petruk, Siapkan Stamina dan Waktu!

  1. Sama seperti Gunungkidul, kawasan Gombong juga kaya banget sama gua. Surganya anak-anak caving tuh. Pengen deh kapan-kapan main ke gua petruk. Seru kayaknya πŸ™‚

  2. Sepertinya goa ini jarang dikunjungi ya.. Bau engap khas goa, aku pernah ke goa maria di jogja itu karena pelajaran biologi. Unik sih.. Tapi aku lebih suka air terjun di dekat goa petruk ini hehe

  3. Wah luas ya guanya, ada tingkatannya juga, jadi memang mesti disiapkan waktu khusus supaya bisa kemari. Sip sip, bertambah lagi satu objek wisata di Kebumen, terima kasih Mbak. Kayaknya wisata ke sana bisa jadi bahan tulisan yang tak habis :hehe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *