OBJEK WISATA GUA PINDUL GUNUNG KIDUL

Jasa Jemput Pengunjung Menuju Gua Pindul

“Biasanya akan ada banyak orang yang menawarkan jasa, jika kamu melewati gerbang masuk kawasan Gua Pindul.” Seorang teman yang katanya pernah menjadi tarjet penjaringan jasa jemput-antar saat berwisata ke Gua Pindul memberi informasi penting kepadaku.

Bagiku wis lumrah atau sudah biasa. Apalagi jika objek wisata tersebut termasuk wisata ngehits, di mana lokasinya cukup jauh dari jalan raya utama, ya memungkinkan banget tercipta ladang baru yang insya allah memberikan manfaat untuk penduduk sekitar dan pengunjung.

Ada yang menyebut mereka, orang yang menawarkan jasa jemput-antar sebagai Calo. Jiaah…Calo! Syeram sekali, ya. Terkesan mavia banget, ya. Tukang jemput ke objek wisata dikatakan Calo. Jalan tiap manusia dalam mencari rejeki mencari rejeki tuh jarang banget yang sama. Banyak cara dan upaya. Kecuali, mereka sangat agresif, terlalu memanfaatkan profesi. Itu yang kadang bikin ngga enak hati, ya.

Sebagian besar bagi mereka yang berprofesi sebagai tukang jemput-antar, biasanya memiliki komitmen, kesepakatan mengenai pelayanan dan juga tarif. Sebelum terjadi akad, ada baiknya kamu mengkonfirmasikan tentang jarak tempuh sampai lokasi wisata. Ini bertujuan untuk melegakan kamu, biar ngga menyesal nantinya.

Jarak tempuh kisaran sepuluh kilo meter, misalnya. Jika tahu jarak tempuh, kita bisa memprediksikan berapa biaya yang pantas diberi untuk mereka. Termasuk untuk bahan bakar bensin, jika mereka menggunakan alat transportasi. Atau, sekadar tenaga dalam.

1 PERJALANAN GUA PINDUL

Bebekal GPS bisa banget. . .

Jasa jemput pengunjung menuju Gua Pindul rata-rata dipatok dengan uang lelah senilai Rp 50.000 per rombongan. Kalau kata temanku, sih, mending uang tersebut digunakan untuk kulineran khas Gunungkidul. Pengunjung tidak perlu repot-repiit menggunakan jasa jemput. Ya…meski perjalanan dari gerbang utama kawadan Gua Pindul menuju Objek Wisata masih jauh, tapi kemungkinan untuk tersesat sangat kecil.

Adanya banyak papan petunjuk menuju objek wisata Gua Pindul, akan memudahkan para pengunjung untuk sampai lokasi wisata. Pengunjung bisa banget ngga menggunakan jasa tersebut asal bisa menyampaikan alasan yang tepat kepada para penjaga gebang wisata Gua Pindul. πŸ˜†

Alasan yang tepat, tanpa berbohong kepada mereka. πŸ˜‰ Semusal berbohong, dikhawatirkan banget, kamu akan bertemu dengan salah satu dari mereka saat tengah asyik berCave Tubing. Hahaha. Contoh kebohongan kecil; kamu menyampaikan kepada mereka kalau akan ke rumah teman yang ada di Kecamatan Karangmojo, lokasi wisata Gua Pindul. Padahal, sudah jelas niat kamu akan berwisata ke Gua Pindul. Nah…cari alasan yang lebih baik lagi, ya. πŸ˜›

Agumentasi yang baik, didukung dengan bukti akan memperkuat alasan. Semisal, kamu mengatakan kepada mereka, bahwa dengan bantuan GPS (Global Positioning System), kamu yakin bisa sampai Objek wisata Gunung Kidul tanpa salah belok.

Sewaktu aku bersama keluarga Bos Umam dan Lulu ke sana, di mobil Pak Umam telah terpasang GPS. Kami yakin ngga akan tersesat untuk sampai Gua Pindul. Namun, karena pertimbangan lain, kami tetap menggunakan jasa jemputan.

Gunakan Penduduk Setempat, yang merupakan plesetan dari Global Positioning System juga bisa menjadi alternatif lain jika kamu memang ingin mempergunakan lima puluh ribu untuk berkuliner atau membayar tiket masuk wisata.

TRANSPORTASI KE GUA PINDUL

Sriwing-sriwiiing. . .

Andai Februari lalu, aku berwisata ke Gua Pindul tanpa Keluarga Pak Umam, mungkin tidak akan menggunakan jasa jemput menuju objek wisata Gua Pindul. πŸ˜† Ya…kan bisa memanfaatkan GPS yang ada di handphone. Lalu, lima puluh ribu-nya kupakai untuk membayar biaya retribusi masuk lokasi wisata dan membeli tiket Cave Tubing Gua Pindul. πŸ˜›

Menggunakan jasa jemput pengunjung atau tidak, terpenting adalah kenyamana dan keamanan. Kalau tanpa mereka dirasa sudah aman dan nyaman, ya, ngga usah menggunakannya. Tapi, jangan berbohong, apalagi sampai bermusuhan dengan mereka, ya. Ya…merka juga manusia. Butuh makan, minum, refreshing, punya rasa dan hati. :mrgreen:

"Cave Tubing ini terlaksana sebelum Gue hamil ya, BroSist." Hihihi

24 thoughts on “Jasa Jemput Pengunjung Menuju Gua Pindul

  1. Lha dulu itu kan udah aku tulis gimana cara buat terbebas dari keberingasan para pemandu jalan ke Gua Pindul itu Dah. >.<

    Kalau dari lubuk hatimu yang terdalam nggak setuju dengan aksi bohong-membohong, bisa juga dengan bercakap-cakap seperti ini:

    Warga: "Mau ke Gua Pindul mbak? Sini saya antar."
    Kamu: "Ini mau ke arah pasar Semin / Karangmojo. Maaf ya."

    Gituh.

    Tapi klo dipikir2 ya nggak bakal nyasar kok kalau mengikuti jalan raya. Malah yg bikin nyasar itu ya rambu-rambu nggak jelas yang mengarah ke jalan2 kecil.

    Kayak dari Banjarnegara ke Dieng aja emang bisa nyasar? :p

    • Bhahaha. . .
      Udah ditulis kamu ama mas ndop. Pasangan paling hiits. πŸ˜›

      Kamu dari Banjarnegara menuju Dieng kesasar? Ya Allah. πŸ˜› Gunakan Penduduk Setempat, Mas. Wkwkw

      • Etapi kadang emang berbagi rejeki sama penduduk setempat juga gapapa loh Dah, seperti aku masuk ke Lawang Sewu,

        Udah jelas itu kampung halamanku sendiri, tapi kan males banget gitu nyasar nyasar di dalam, plus bengong cantik.. mending dengerin si guide itu buat cerita plus minta tolong dia fotoin…

        Itu aku looooh…

  2. Ah, kalau aku mending bayar 50 ribu yang pasti aman dan cepet sampai. Etapi kalau jalur yang dilewati indah dan banyak yang jual makanan ya mending jalan kakilah. Sakjane 50 ribu per rombongan itu murah meriah, seh haha

  3. Aku pertama masuk Pindul tahun 2009, saat masih jdai buruh di pabrik kata-kata. Termasuk gerombolan orang pertama yang explore Pindul dan mempublikasikannya ke media. Dulu bener-bener masih asyik, beda dengan sekarang. Kalo sekarang mah males ke Pindul, mending ke Kalisuci πŸ™‚

  4. sayang banggeeettt.. masak pake jasa jemput.. kurang greget nanti liburannya..
    selama di bali pun aku cuma andelin gps dan nanya2 orng di jalan…

  5. Semarang kemaren sempat ada water tubing, di atas waduk jatibarang, eh, ada warga di bawah waduk jatibarang yang belum diresmikan ikutan menawarkan jasa water tubing, trus pengelola waduk diluar jadwal biasanya menggelontorkan air waduk, ada yang tewas dah peserta water tubing, dan buntutnya water tubing di semarang dinyatakan terlarang baik yang dibawah waduk atau di atas waduk dududuududu

  6. Di Bandung juga banyak “guide” dadakan aka calo ini mbak, dan bagaimanapun juga saya masih belum menemukan titik temu hahaha… Abisnya kadang mereka nawarnya ngga kira-kira sedangkan kita sendiri juga ngga yang buta-buta amat. Ntar kalo ditolak takut preman bertindak, jadi yahhh.. Masih galau aja kalo ke tempat wisata lokal di sini, hihihi…

  7. Rata-rata ketika mau main air kayak di gua pindul itu dijemput πŸ˜€ hehe,, trus di ujung di jemput juga.. kalo nggak pasti capek Binggo kak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *