Pantai Menganti yang Menjadi Tujuan Kami

Pantai Menganti yang Menjadi Tujuan Kami – Kurang lebih dua puluh menit kami kembali menyusuri jalan. Rasanya cukup lama. Mungkin karena kami belum tahu lokasi persisnya. Atau, karena kami kembali melewati jalan berkelok dan naik turun. Bersyukur, sepanjang jalan Pantai Ayah-Pantai Menganti banyak terdapat pepohonan rindang di kanan-kiri jalan. Ini yang membuat jiwa dan pikiran adem.

Stop, ini sudah masuk Desa Karangduwur!. Suara Lativ begitu mengagetkan. Dia begitu yakin sudah masuk kawasan pantai menganti. Karena, Ia melihat sebuah papan kayu yang bertuliskan β€œDesa Wisata Karangduwur”. Untuk mengurangi keraguan, kami pun bertanya tentang lokasi Pantai Menganti kepada seorang Ibu yang tampak lelah, menggendong sebongkah kayu dipunggungnya.

Baru diketahui keberadaanya. Bahwa ke eksisan Pantai Menganti tuh kurang, dibandingkan dengan Desa Wisata Karangduwur. Maksudnya, jalan menuju pantai menganti satu arah dengan Desa Wisata. Tapi, tidak ada papan atau sekedar penunjuk jalan yang menandakan jika jalan tersebut adalah jalan menuju Pantai Menganti. Kami merasa yakin sebentar lagi bisa menikmati pantai -yang katanya- cantik. Dan, satu-satunya pantai di Kebunen yang memiliki pasir putih.

Dari papan nama desa wisata, kami terus melaju lurus melewati bukit dengan pemandangan nan hijau. Kurang lebih lima belas menit, kami melihat ada beberapa orang tampak sibuk di sebuah pos. Ya, itu pos pintu masuk pantai. Ada yang bertugas mengangkat besi tol tanda mempersilakan mobil dan sepeda motor masuk. Ada juga yang memberi karcis tanda masuk kawasan pantai. Kami pun ikut mengantri untuk mendapatkan karcis. Cukup memberi Rp 5.000 per orang untuk bisa sampai ke lokasi wisata pantai menganti dan perjalanan pun dilanjutkan dengan hati riang.

PEMANDANGAN PANTAI MENGANTI DARI ATAS

Cantik banget dari atas. . .

Rasa puas bertambah, ketika kami disuguhi pemandangan pantai yang terlihat dari atas bukit. Padahal, sebelumnya saya telah dikejutkan dengan penampakan Pantai Logending yang bisa saya nikmati sebelum bukit menganti. Saya lupa tepatnya di tanjakan keberapa penampakan jembatan pantai terlihat jelas dari atas bukit. Rasanya dekat banget. Andai tadi melewati jalan laut, ya. Pasti akan cepat sampai. Hahaha

Masih di atas bukit, tepat di turunan terakhir menuju Pantai Menganti. Sejenak kami menyempatkan untuk menikmati pemandangan lepas pantai dan deretan kapal nelayan yang tertata rapih. Serius, ini pemandangan yang cantik. Saat itu, sekitar pukul 14.30 WIB, pantai tampak sepi. Asyik banget, lebih bisa menikmati.

Melihat keindahan laut dari atas bukit, rasanya sudah tak sabar untuk menyentuhnya, merendam kaki, atau cuci muka supaya debu di wajah luntur. Eh, pencemaran ini namanya, ya. Hahaha

LANDSCAPE PANTAI MENGANTI

Sebelum terjun, foto dolo. . .

Kami merasa beruntung, karena saat itu tidak hujan. Karena, ada beberapa jalan yang masih berupa tatanan batu. Jika hujan, sepertinya jalan akan licin.

Kesabaran dan rasa lelah pun terbayar. Kami langsung menuju tempat parkir. Entah ini tempat parkir umum atau bukan, karena saat itu tidak ada satu orang pun yang mengarahkan kami untuk parkir. Yang jelas lahannya kosong, tepat di depan Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Sayangnya TPI sudah tutup, jadi tidak bisa menikmati masakan laut di Menganti.

Semakin dekat, pemandangan makin membuat greget. Obak kecil sudah melambai-lambai dan pasir putih pun seakan meminta untuk digenggam. Saya menyapa mereka dengan cara duduk di karang yang lumayan besar. Ya, selain perahu nelayan, di pantai menganti banyak terdapat karang yang cukup besar. DisebelahΒ kanan pantai, banyak terdapat karang dengan berbagai ukuran. Sedangkan, disebelah kiri pantai banyak terdapat warung makan yang sore itu kebanyakan sudah tutup.

Masih asyik menikmati cantiknya air laut bergradasi hijau, Sepupu sudah minta pulang. Mungkin dia merasa capek, atau malah lapar? Ternyata waktu menunjukkan pukul 15.30 WIB. Dan, kami belum makan siang. Saya sendiri merasa masih kenyang, karena sudah menyantap lepet. Yasudah, akhirnya kami memutuskan untuk makan dahulu di warung dekat pantai.

PANTAI MENGANTI KEBUMEN

Enggak nyangka, Kebumen mempunyai pantai secantik ini. . .

Warung bambu yang kami singgahi biasanya menyediakan soto, ikan bakar lengkap dengan lalapan. Tapi, saat itu Mba Warung katanya sedang ingin santai. Jadi, menu yang ada pun sangat santai. Tidak menyediakan makanan khas laut. Kami memesan mie kuah plus es teh dan ngemil kerupuk. Mba Warung menyampaikan, kalau masaknya lumayan lama. Daripada bengong di warung, kami jalan-jalan dahulu disekitar pantai. Eladala, tidak menyangka kami menemukan air terjun tersembunyi didekat bukit kapur Menganti. Air terjunnya saya tulis di lain waktu, ya.

BEBATUAN DARI PANTAI MENGANTI

Aslinya enggak mendung lho. . .

Kami rupanya terlena dengan air terjun menganti. Sampai Mba Warung mencari jejak kami sampai lokasi dekat air terjun. Hahaha

Dunia ini indah, Teman. Duduk di warung tepi pantai sambil menikmati kecantikan laut, menyantap semangkuk mie rebus dan menyeruput es teh. Saya tidak menyangka Kebumen memiliki pantai secantik Pantai Menganti ini. Satu-satunya pantai berpasir putih. Pantai yang bersih dan semoga akan terus dijaga kebersihannya oleh orang sekitar dan juga pengunjung. Tepat sekali jika kalian singgah ke Kebumen, lalu memasukkan Pantai Menganti ke dalam daftar kunjungan wisata.

Note

Jika teman-teman berniat untuk bertamasya ke Pantai Menganti Kebumen, harus dipersiapkan segala sesuatunya. Menimbang lokasi dan fasilitas yang disekitar pantai masih minim. Beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, belum ada transportasi umum menuju Pantai Menganti. Akses transportasi umum baru sampai Pantai Karang Bolong. Jika akan melanjutkan ke Pantai Menganti, kalian harus sewa ngojek.

Kedua, disepanjang jalan ke Pantai Menganti belum ada bengkel-bengkel kecil dan atau bensin eceran. Terlebih dahulu periksa kondisi kendaraan dan juga bensin. Ketiga, di sekitar pantai belum terdapat penginapan. Jadi, jika berniat menginap, bisa membawa dome atau kalian bisa menginap di desa wisata Karangduwur.

Tiga poin yang baru saya ingat. Terpenting, selalu tebar ceria tiap tamasya ya, Temans. Supaya aman, terhindar dari godaan syetan dan bahagia selalu. Hahaha

28 thoughts on “Pantai Menganti yang Menjadi Tujuan Kami

  1. ngenes banget kl sampe kehabisan bensin di tengah jalan, ya hihi

    Sedia bensing di botol, Mba. πŸ˜†

  2. pemandangan yang sungguh indah sekali,,,,, cocok dijadikan pilihan tempat berwisata. salam kenal dri kami ikhram.com situs booking umroh nomer 1 di Indonesia

    Terima kasih sudah berkunjung ya, Umroh Murah.

  3. Idah, seneng men jalan-jalan terus. Nek pantaine apik, sayang ya ora nana petunjuk jalanne. Padahal potensi nggo nambah pendapatan daerah..halaaah ngomong apa kiye????

    HoOh, Mba. LAncar temen si ngapake. πŸ˜†

  4. aku baru sampe pantai Karang Bolong … belum ke Pantai Menganti
    liat foto2 kamu bagus banget yah pemandangannya

    Lain waktu ya, Mba. πŸ˜†

  5. wah.. ternyata kebumen ada pantai seindah itu, udah gitu biaya masuknya juga cukup murah…
    boleh juga nih jadi incaran wisata…

    Silakan diincar, Mas Com. πŸ˜†

  6. sangat sulit buat saya untuk menggambarkan dengan kata-kata,kalau begitu indahnya pantai tersebut,indonesia memang kayak dengan pemandangan seperti itu,.. pantasan saja orang bule ngebet pengin berkunjung ke indonesia hehehe

    Yang bukan bule saja ngebet, Mas Zul? πŸ˜†

  7. Saya kalau main ke pantai lebih enak sendiri atau sama rombongan, kalau berdua takut di goda Mba. he,, he,, he,,,

    Salam

    Digoda Gajah laut ya, Pak. πŸ˜†

  8. wah wah wah, baru tahu saya ada pantai namanya menganti, thx ya dah nambahin info tempat wisata, ane demen travelling soalnya hehehe, salam kenal πŸ™‚

    Salam kenal kembali, Mas Android. πŸ˜†

  9. Mbak Idah. Saya sudah pernah susur Kebumen via jalur Daendels tapi kog ga ngeh ya ada pantai ini. πŸ™‚
    Maturnuwun detailnya, saya tak mbaleni ke sana lagi.

    Pelan2 jalannya, Mba. Karena tidak ada papan petunjuk blas. πŸ˜†

  10. wah jadi pengen kesana, kayanya bagus juga, kapan ya bisa kesana, padahal punya saudara disana tapi belum pernah tuh kesitu. mudah2an kalau ada waktu bisa kesana

    Sekalian silaturrahim ya. . . πŸ˜†

  11. Pantai Menganti aku kira di daerahku Gresik mbak,,daerahku Menganti juga namanya,,,hahaha,,indah banget ya pantainya,,aku suka pantai suka banget,,,kapan2 kalau ke kebumen mau melipir ah,,,

    Di sana ada Pantai Menganti juga, Mba? Atau nama kota saja? πŸ˜†

  12. Pantainya masih asri, belum terjamah ya kayaknya.. Bagus nih buat destinasi wisata selanjutnya *liatdompet *Bensinsekarangmahal hehe :D

    Dompet masih tebal. Isi bon bulanan, Mba. πŸ˜†

  13. Kayaknya kamu harus nabung Dah, buat beli kamera SLR. Sumprit, hobimu yg suka nggeladrah ke mana-mana itu harus difasilitasi dengan kamera! hahaha…

    Wkwkwkwk. Yeee, tak nabung yeees! πŸ˜†

  14. Wow … ternyata Kebumen menyimpan mutiara tersembunyi !
    Btw. foto paling bawah ok banget mbak.

    Main ke Menganti, Mas. πŸ˜†

  15. Pantai di Indonesia pokoknya gak kalah cantiknya dengan negara lain…digunung kidul saja ada banyak pantai yang Indah-Indah lo seperti di Bali…kalau yang di kebumen ini malah belum tahu…he..he..he… tapi penampakannya elok…

    Coba singgah ke Kebumen deh, Mba. πŸ˜†

  16. Wah, pemandangan dan suasana alam yang mengesankan. kalau sering-sering ke sana, insya Allah sehat wal afiat. nangkep dan makan ikan, olahraga di pantai, mensyukuri anugrah Tuhan YME, dan semakin semangat bebuat yang terbaik utk Indonesia tercinta ini.. Semangaat! hehe.. Terima kasih sudah share, artikel yg bagus. Salam

  17. kebumen emang keren, dulu diajak maen kesini ke tmpat sepupu tapi ga sempet lg banyak kerjaan di kantor, kayanya ntr lebaran mudiknya kesini aja kali yaa jadi envy XD

Leave a Reply to Novita Eka Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *