PINTU MASUK PANTAI SAMAS

Abrasi di Pantai Samas

Pantai Samas beserta warga berduka akibat terjadi abrasi di Pantai Samas. . Setahun yang lalu saya masih bisa menikmati sunset di Pantai Samas, begitu indah dan suasana tak begitu ramai. Naik perahu disekitar pantai, saat itu sempurna sekali. Sore hari yang menyenangkan sekaligus bisa menenangkan hari.

Kemarin (13/09), saya niat bermain ke Pantai Samas. Sembari menunggu seorang teman yang sedang ada urusan di sekitar Jl. Janti. Akhirnya saya pun memutuskan untuk pergi ke pantai yang letaknya tidak telalu jauh dari Jalan ini. Juragan Wisata merekomendasikan ke Wonosari, tapi koq saya ragu, ya. Karena berangkatnya sudah sore, kira-kira pukul 16.00 WIB. Takut terlalu sore, nanti pulangnya tidak berani. :mrgreen:

Saya ke Pantai Samas memilih jalan alternatif. Melewati Jl. Parangtritis, kemudian ambil arah kanan stelah lampu merah, lewat Desa Dawetan. Lebih dekat, kurang lebih 45 menit dari Jl. Janti dengan kecepatan 60 km/ jam. Pantai Samas tepat terletak di Desa Srigading, Sanden, Bantul.

Genangan air di Jembatan utama. . .

Masuk jembatan utama arah menuju Pantai Samas, lha koq jembatan ramai. Banyak orang memadati jembatan tersebut. Ternyata mereka sedang melihat sawah yang tergenang air. Ya, seluruh sawah tergenang air dan ternyata air laut sedang pasang. Sampai membludak ke arah utara, memenuhi area kebun dan sawah. Serius, ini para petani pada gagal panen. Kasian.

Meski sudah tahu obak sedang pasang, tapi saya tetap melanjutkan perjalanan ke Pantai Samas. Sudah tidak minat melihat sunset sih sebenarnya, tapi ingin melihat keadaan sekitar pantai. Melewati perkampungan Samas, saya pun melihat para warga sedang mengeruk pasir untuk membuat tanggul. Rumah di perkampungan samas rata-rata dibangun semi permanen, ada beberapa yang permanen.

Banyak ayam di sini lho. .. :mrgreen:

Dari kejauhan, saya melihat ombak laut yang begitu besar. Ombak Pantai Samas memang tergolong besar, tapi dulu saya masih bisa untuk ceburan di sini.

Dari kejauhan tampak sebagian warga sedang membersihkan runtuhan bangunan yang berada tepat di bibir pantai.

ABRASI DI PANTAI SAMAS

Deretan rumah terkena Abrasi. . . 🙁

Empat rumah warga yang sudah dibangun secara permanen terkena abrasi. Tiga rumah temboknya runtuh, tak tersisa apapun. Satu rumah tembok bagian selatan runtuh dan atapnya masih tersisa. Menurut keterangan dari salah satu warga, Abrasi atau proses pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak ini baru pertama kali terjadi di Pantai Samas. Semoga Abarasi ini yang terakhir. Aamiin. . .

Bapak-Bapak (warga) yang disamping saya juga bilang, ketika ombak sedang pasang, biasanya air secara otomatis mengalir ke arah Pantai Depok, atau timur Pantai Samas. Karena memang sudah ada jalan air ke arah Pantai Depok. Tapi kali ini tidak seperti baisanya. Kata Bapaknya tuh, karena sangking besarnya ombak dan membludaknya air laut. Jadilah Abrasi di Pantai Samas.

TANGGUL ABRASI PANTAI SAMAS

Tadinya air mbludak sampai jalan raya. . .

Hari sudah petang, sesekali memandang sunset sembari jalan pulang. Dan saya melihat warga dengan guyup membuat tanggul. Dengan cara meletakkan karung pasir dipinggiran sawah. Begitu kompaknya mereka.

SUNSET PANTAI SAMAS

Banyak anak kecil di pantai. . .

Saya tidak paham persis tentang penyebab terjadinya Abrasi atau Erosi Laut. Memang kejadian alami atau karena ulah manusia juga. Semoga tidak akan terjadi abrasi lagi, kasihan warga di sekitar dan para nelayan.

Teman-teman pernah ke Pantai Samas?

19 thoughts on “Abrasi di Pantai Samas

  1. Arosi terjadi karena beberapa faktor, iklim, topografi, tanah, manusia, dan vegetasi…. trus, kalau dilaut apa yah yang paling besar penyebab abrasi dan erosi ini ?…. 😀

    semoga Allah tidak semakin murkah atas tingkah manusia, yng tdk mampu menjaga kenyamanan pantai 🙂

    Makasih penjelasannya, Mba. Aamiin. .. ^_*

  2. wwaaahhh, ketinggalan zaman ane. malah baru tau ane ada pantai ini di bantul. tapi sepertinya tidak dikelola dengan baik. kapan2 cek TKP ah, 😳

    Hyaaaaaah, biasanya ke Wonosari, ya. :P^_*

  3. Aku malah sudah jarang main ke arah barat. Kalo anak anak minta ke pantai, tujuannya selalu ke arah gunung kidul cari pantai yang masih sepi macam pantai siung atau timang…

    Yang sepi biasanya semakin serjuuuk ya, Mas. 🙂 .^_*

  4. Mungkin ini yang sering diberitakan, kalau efek pemanasan global air laut akan semakin meninggi dan menybabkan abrasi pada pantai Samas 🙁

    Berita di televisi ya, Brade? ^_*

  5. Permukaan laut memang semakin tinggi, karena mencairnya es di kutub utara akibat pemanasan globa. Speertinya di Pantai Samas harus dibangun tembok permanen seperti di kawasan pesisir lainnya, supaya tidak membahayakan warga yang tinggal disekitar pantai…

    Makasih atas penjelasan yang lengkap ini, Jeng. Tentang pembangunan saya kurang paham e. Semoga sih cepat ada tindakan, ya. :)^_*

  6. dulu waktu di jogja asa gak pernah denger pantai ini, kapan2 pingin mampir ah

    Main saja ke Samas, Mba. Panas tapi lho. . :)^_*

  7. sayang sekali, pantai dan alam yang begitu indahnya harus terkena bencana. saya ikut prihatin

    Tapi masyarakatnya sigap koq. . . .^_*

  8. Pantai Samas ini arah-arah Parangtritis juga kan, Mbak? Saya belum pernah ke sana sih..
    Itu abrasinya sudah ngeri ya, rumah-rumah orang bisa tenggelam tuh, ada baiknya mulai ada yang nama mangrove di Pantai Samas..

    Iya, satu jalur dengan paris dan depok. Semoga saja ada tindak lanjut, ya. ^_*

  9. Duh,
    kasian juga itu warga yang rumahnya kena abrasi yah Idaaaah…
    Mudah-mudahan gak kejadian dengan rumah penduduk yang lain deh yah..

    Gak sampai menjorok ke perkampungan warga. . . ^_*

  10. saya aja dah 6 tahun d jogja ndak pernah ke samas oww sekarang kayak gini yah pantai samas

    Kemaneee ajaaah selama inii. 😛 .^_*

  11. Sangat mengenal kota Yogya ya Non, sampai tahu jalan sidhatan/alternatif ke Samas.
    Semoga langkah pencegahan makin aktif termasuk penetapan batas aman yang ditepati. Salam

    Sedikiit tau saja, Bu. Tindakan cepat ya, Bu. 🙂 ^_*

  12. saya suka mampir baca2 di sini mbak… tulisannya enak dibaca…. semangat posting terus….

    Makasih, Mas. Semoga nggak bohong. 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *