OBJEK WISATA GUA PINDUL GUNUNG KIDUL

River Tubing Kali Oyo dalam Dua Musim

River Tubing Oyo dalam Dua Musim – Tak hanya Gua Pindul, masih ada beberapa Gua dan wisata alam lainnya yang berlokasi tak jauh dari Pindul, sebentuk wisata alam di Wonosari yang tiap hari makin banyak pengunjungnya. Sementara itu, aku baru tahu tiga objek saja, yaitu Gua Pindul, Gua Baru dan Kali Oyo. Masih ada Gua Sriti, Gua Glatik, dan Outbound, yang belum pernah aku kunjungi.

“Mumpung sudah sampai sini, sekalian nyobain rafting Kali Oyo, Pak. Dijamin asyik, puas.” Dengan mantap, seorang lelaki yang nampaknya adalah Pemandu Wisata, memberi jaminan kepada Pak Bos beserta anak buahnya. 😆 Dengan adanya jaminan, aku makin penasaran untuk nyobain rafting yang katanya bisa bikin pengunjung bahagia.

Aku belum punya pengalaman rafting di Kali Oyo. Belum pernah membaca ulasannya pula. Ngga tahu arusnya seperti apa, jeramnya asyik atau menggoda. Saat Pak Bos menawarkan tiket rafting kepada kami, rasanya kok mumpung banget, ya. Maksudnya, mumpung belum terlalu siang, kami pun menerima paket lanjutan Gua Pindul-Kali Oyo.

1 WISATA KALIOYO

Lalalala. . .

Harga tijet masuk Gua Pindul Rp 35.000 per orang. Sedangkan Rafting KalibOyo Rp 45.000 per orang. Menurutku, harga tersebut cukup terjangkau. Mengingat harga paket rafting di Kali Serayu Banjarnegara paling murah Rp 120.000 per orang. Meski terjangkau, tapi kalau seluruh anak buah digratisi akan menjadi berlipat juga, ya. :mrgreen:

Usai membayar tiket, Pemandu dari Gelaran Indah mempersilakan kami untuk mengenakan pelampung dan sepatu yang telah disediakan di rak dekat pontu masuk. Aku sok sibuk memilih sepatu yang pas di kakiku ini. Sepatu dengan ukuran yang ngga terlalu besar. Karena, sebagian besar sepatunya jumbo. *padahal sebaliknya* :mrgreen: Kalau masalah pelampung, sih, bisa diatur. 😉

JALAN MENUJU KALI OYO

Melewati pematang sawah. . .

Rafting Kali Oyo baru dimulai setelah susur Gua Pindul selesai ditempuh dalam waktu kurang lebih 45 menit. Dari pintu keluar Gua Pindul, kami berjalan tak lama, menyusuri pematang sawah, kemudian lanjut naik mobil pick-up menuju Kali Oyo.

Saking ngga sabarnya untuk rafting, perjalanan pun terasa cukup lama, padahal hanya 10 menit dari pintu keluar Gua Pindul. Mungkin karena laju mobilnya pelan, soalnya medan menuju Kali Oyo tak semulus kulit wajah Dian Sastro. Kata Pak Sopir, jalan menuju Kali Oyo sudah sering diperbaiki, namun cepat rusak. Grunjal grunjul ora genah. 😆

JALAN MENUJU GUA PINDUL

Beceek, Cyint. . .

Aku mengira rafting di Kali Oyo ini seperti rafting pada umumnya, menggunakan alat bantu perahu karet dan juga dayung. Tapi, ternyata ngga! Tetap menggunakan tubing, bawaan Gua Pindul. 😆 Bukan rafting, namanya. Melainkan river tubing. Tapi, Pemandu tetap mengatakan rafting rafting dan rafting. Aah…sama aja ya, Kak. 😉

Dua musim, dua kali ke Kali Oyo.

Ini pengalaman pertamaku susur kali hanya menggunakan pelampung dan ban dalam. Februari lalu, saat musim hujan, debit air Kali Oyo sedang tinggi. Melihat arus sungai yang cukup deras, aku agak was was. Padahal sudah ada bantuan pelampung, ya. Tapi, perasaan takut tetap menghampiri. *dasar penakut*

“Ini seperti Kali yang ada di Desaku, Mas Hendri. Airnya keruh.” Jelasku kepada Mas Hendri, pemandu wisata kami yang sedang mempersiapkan tubing untuk kami. Menurutnya, saat musim hujan justeru akan mendapat pengalaman river tubing yang tak biasa. Tebing di sepanjang Kali memang nampak ngga begitu indah, karena sangking tingginya air di Kali Oyo. Namun, air terjun pengantin makin cantik saat musim hujan. Begitu juga atraksi lompat dari tebing, makin banyak.

2 WISATA KALI OYO GOA PINDUL

Aksi lompat biasanya dari jembatan ini. . .

RAFTING KALIOYO

Saat sama Pak Bos, Kali serasa milik pribadi. Sepiih. . .

Kali atau Sungai sepanjang 2 km, kami tempuh dalam waktu kurang lebih 2 jam. Ya, dua jam berendam di air tanpa kedinginan, karena pancaran sinar matahari langsung menyapa tubuh. Dari baju yang basah karena man di bawah ari terjun, sampai baju kembali kering.

Saat river tubing ini, kami hanya mendapat satu jeram saja, saat awal terjun di Kali. Derasnya air, serta kedalaman sungai yang mencapai 10 meter, menggugah keinginanku untuk meringankan beban Mas Hendri dengan cara memisahkan diri dari tubing yang saling bergandengan. Sok-sok mau renang, gitu. Tapi, aku pikir ulang, waktu tempuh 2 jam di dalam air itu akan lama. Kemudian ingat punggung, tangan, nanti akan pegal semua. Hahaha Seketika aku mengurungkan niat untuk cipak-cipuk di Kali.

Satu pemandu, paling banyak bertanggungjawab atas tujuh pengunjung. Aku melihat Mas Hendri yang hanya memandu empat orang, iba rasanya. Menggeret kami, bak koper ukuran jumbo yang terisi penuh. 😆 Dia ngga nampak capek, sih. Aktif banget mengajak ngobrol, dan cerita tentang wisata Gunung Kidul sampai menghasilkan suatu project! Hahaha Makanya, perjalanan selama dua jam tak terasa lama.

AIR TERJUN PENGANTIN 2

Tebing, saat musim kemarau. . .

Teman-teman melihat tebing cantik pada foto di atas, kan? Suasana berbeda kudapatkan saat aku berkunjung (lagi) ke Kali Oyo pada bulan ini, September. Ngga hanya di Banjarnegara saja, ternyata sampai Gunung Kidul pun sudah masuk musim kemarau.

Tebing-tebing sekitar Kali nampak indah dari kejauhan. Bersih. Pada beberapa titik, dasar sungai juga terlihat jelas, karena air sungai nampak lebih jernih dengan gradasi hijau tosca. Meski air sedang surut, aku yang saat itu mendapat pemandu spesial, yaitu Pak Tugiono, tetap mendapat pelayanan penuh. Begitu juga teman-teman kantorku. Nampak bahagia dan menikmati Office Trip. *istilahnya keren*

AIR TERJUN PENGANTIN 2

Air menjadi bening. . .

Ngga ada yang berbeda dari pelayanan sebelumnya. Arus sungai yang begitu tenang tidak menyurutkan semangat para pemandu river tubing. Hanya saja, saat musim kemarau, tugas pemandu terlihat makin berat. Ya…arus Kali, kan, ngga deras, tuh. Air lebih tenang, jika dibanding dengan musim hujan. Terasa beratnya menggeret beberapa orang (yang semuanya pasif) saat musim kemarau. Terlebih, mereka tiap harinya mengantar pengunjung minimal tiga kali. *usap-usap punggung pemandu*

Pengunjung yang memilih untuk lompat dari tebing pada musim kemarau ternyata masih tetap banyak. Ngga takut meski sungai nampak dangkal. Ada yang memilih dari jembatan bambu, dengan jangkauan lebih tinggi. Tak sedikit pula yang lompat di sekitar Air Terjun. Aku jadi ngebayangin terjun dari tebing bersama dedek yang masih di dalam perut. 😆 😆 *geleng-geleng*

Dua kali River Tubing Oyo pada musim yang berbeda mendapat pengalaman yang tak sama. Namun, susur sungai dengan ditemani pemandu wisata yang sama, yaitu dari Gelaran Indah, tetap mendapat kepuasan yang sama. Bahkan, untuk musim kemarau ini lebih memuaskan. Banyak mendapat diskon tiket masuk dan fasilitas umum milik Gelaran Indah juga makin lengkap. 😉

Baca juga:

18 thoughts on “River Tubing Kali Oyo dalam Dua Musim

  1. Asyik dan mendebarkan ya
    Saya belum pernah merasakan arung jeram
    waktu di Akabri sih sudah pernah latihan penyeberangan sungai dan renang ponco
    Terima kasih infonya
    Salam hangat dari Jombang

  2. wiiihhh asik banget! apalagi kalo gratis yaaa… heeheheh.. .
    tapi kalo tubingnya penuh banget sampe umpel-umpelan kayaknya ga asik, lebih enak orangnya sedikit kayak gini..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *