JALAN-MENUJU-GIRITIRTA

Ngojek Ke Omas Maribaya, Kang!

Berpikir keras hanya untuk sekedar mengingat “kapan saya terakhir naik ojek”. Semakin mengingat, lha kok makin tidak terdeteksi dalam memori yang kapasitasnya tingal sedikit ini. Low disk space. Hiist…. ngomong bae malas mengurai ingatan.

Menembus kawasan Dago Pakar, dan memilih trekking menuju Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. Djuanda adalah pilihan cerdas. Apalagi bagi saya yang saat itu bisa dibilang tidak pernah olahraga.

Saya meminta kepada seorang teman untuk jalan santai menuju Tahura. Tak ada maksud lain, kecuali untuk mengirit tenaga. Hahaha…ini bohong banget! Padahal saya memang memiliki riwayat kurang baik dengan naik-naik gitu.

Sesampainya di Tahura yang sejuk banget itu, kami lanjut menemui Ir. Djuanda, goa, dan berlabuh di air terjun. Pada bagian air terjun ini, ada satu air terjun dengan lokasi cukup jauh dari objek lainnya. Adalah air terjun Omas Maribaya. Jadi inget Mpok cantik si Omas itu.

Awalnya, saya mengira Omas Maribaya adalah dua air terjun yang terpisah. Omas dan Maribaya. Tapi, ternyata bukan. Air terjun ini adalah satu kesatuan, bernama Omas Maribaya. Hanya saja, Maribaya adalah nama Jalan yang letaknya tak jauh dari Tahura. CMIIW.

Kamu tidak akan membayar retribusi lagi untuk menikmati air terjun ini. Karena sudah include dengan tiket masuk Tahura. Untuk mencapai air terjun yang berjarak kurang lebih lima kilo meter dari goa, kamu bisa menyusuri jalan yang saat itu sudah cukup rusak. Ampun deh kalau harus jalan lagi.

Mengingat nyawa baterai handphone masih sedikit, kami memutuskan untuk ngojek saja. #apa hubungannya coba? 😳

OMAS MARIBAYA

Ceria maksimum!

Iya, kalau sudah cukup lelah, sebaiknya kamu naik ojek saja. Karena tidak ada Ontang Anting. Lebar jalannya saja tidak ada satu meter.

Akang ojeknya baik-baik. Mereka malah menawarkan, kalau seandainya akan sewa sepeda motor saja boleh, dengan biaya yang sama, Rp 50.000, tanpa sopir. Karena baterai handphone masih 5%, kami menawar Rp 30.000 untuk bolak-balik.

Setelah berpikir keras, ternyata kami tidak berani menanggung resiko kalau seandainya diperjalanan motor mogok, atau malah ketemu Vampire ganteng. Akhirnya, kami memutuskan untuk ngojek ke Omas Maribaya.

Ini naik ojeknya berdua lho. Satu motor buat tiga orang. Saya, seorang teman yang bernama Sitti Rasuna Wibawa, dan Kang Ojek. Kamu bisa membayangkan, enggak? Betapa nikmatnya ngojek bertiga dimana kondisi jalan cukup rusak. Grenjal-grenjol kaya kae laaa. :mrgreen:

Tarik, Kang! :mrgreen:

26 thoughts on “Ngojek Ke Omas Maribaya, Kang!

  1. Aku sih kalau ke Tahura lalu lanjut ke Maribaya gak pernah naik ojeg Mba, mending jalan kaki aja sambil olah raga dan jalannya udah bagus kan? jogging track gitu 😀
    Kapan mau kesana lagi Mba 😀

    Bagus tuh. Makin sehat, Mba. 🙂 Kapan yaa. 😀

  2. kiye jaman kapan maring mBandung, ora ngomong ngomong jiaaan… apa jaman awake dhewek durung kenal ya..

    Hahaha. . kapan kae lah. Wis rada suwiii. Mbuh we. Kelalen koh. 😀

  3. Maribaya nama tempat wisata di Lembang yg isinya emang air terjun.
    Dan jalan dari kota lembang sampai tempat wisata itu diberi nama Jl. Maribaya.
    Ada juga nama toko Maribaya di Lembang.

    Sekarang Maribaya sedang di renovasi oleh swasta, sementara ditutup dulu untuk umum. Kemungkinan nanti jadi lebih bagus lagi.
    Sekian sekilas info langsung dari Lembang 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *