OBYEK-WISATA-DI-SEMARANG-JAWA-TENGAH

Asyik Juga Traveling Manja di Semarang

Menghadiri acara di Semarang dengan durasi waktu tidak sampai dua jam rasanya tidak sebanding dengan perjalanan dari rumah, Banjarnegara, yang telah menghabiskan waktu 4 jam. Berdiri dengan prinsip tidak mau rugi, usai acara aku bersama Tante lanjut piknik manja keliling kota yang menjadi Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah.

Destinasi wisata yang kami kunjungi kali ini adalah wisata yang Semarang banget alias landmarknya Kota Semarang yaitu Lawang Sewu, Sam Poo Kong dan mencicipi kuliner legendaris Mie Kopyok “Pak Dhuwur”. Yups, cuma tiga tujuan wisata dan jarak antar destinasi pun tidak terlalu jauh.

Meski wisata ikonik, pada kenyataannya Tante belum pernah mengunjunginya. Keliatan banget jarang minggat, nih. 😀 Sementara aku, baru sembilan tahun yang lalu berkunjung ke Lawang Sewu dan Sam Poo Kong. Ya, sembilan tahun silam. Hahaha. Udah lama banget, ya. Yaaa…ketimbang gabut cuma gegoleran di hotel nungguin travel, mending piknik tipis nan manja lah, ya.

Saat raga sudah siap dengan segala “alat tempur”, begitu keluar hotel yang kami cari adalah transpotasi umum. Yups, karena dari Banjarnegara menuju Semarang kami menggunakan transportasi umum berupa Travel, piknik pun lanjut dengan moda transportasi umum. Nah, karena waktu yang kami punya tidak banyak, kami memilih menggunakan transportasi online yang selalu ada setiap saat.

DEPAN-HOTEL-PURI-GARDEN-SEMARANG

Kami memesan transportasi online lewat aplikasi yang sudah terinstall di smartphone. Zaman sekarang, tuh, apa-apa dimudahkan dengan gadget dan koneksi jaringan internet, ya. Cukup dengan menentukan titik penjemputan dan titik tujuan, sekali klik dan tanpa menunggu lama transportasi pun bisa didapat.

Tujuan pertama piknik kali ini yaitu Lawang Sewu. Kalian pasti sudah tidak asing lagi dengan wisata yang satu ini lah, ya. Bangunan kuno bersejarah dan megah berlantai dua ini setelah kemerdekaan dipakai sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau sekarang PT. Kereta Api Indonesia. Bangunan ini juga terkenal menjadi salah satu wisata yang ramah untuk foto-foto. Iya, selain membaca sejarah beberapa stasiun di Indonesia lewat media yang ditempel di beberapa papan, banyak wisatawan yang ke sini cuma foto-foto dowang. Meski bangunan kuno, Lawang Sewu ini bersih, nyaman, dan memang ramah buat berfoto. Instagramable, gitu.

Satu hal yang dari dulu ingin aku jelajahi di Lawang Sewu yaitu menyusuri bagian bawah tanah. Dulu, kira-kira tahun 2011, aku ke sini pas malam hari. Malam itu susur bagian bawah tanah masih dibuka, aku melihat beberapa orang sedang siap-siap mengenakan sepatu boot karena di bawah tanah ini ada genangan air. Sayang banget waktu itu aku tidak punya nyali. Hahaha.

LAWANG-SEWU

Kebetulan kunjungan kali ini kan siang hari, tuh, jadi aku berniat menyusuri bawah tanah, gitu. Setelah cari tahu di bagian informasi, ternyata kegiatan tersebut sudah tidak ada lagi. Wisatawan tidak diperbolehkan masuk ke area bawah tanah. Genangan air di bagian bawah pun sudah tidak ada. Yasudah, dengan membayar tiket masuk Rp 10.000 per orang, kami hanya foto-foto saja di Lawang Sewu. 😀

Kira-kira 60 menit kami di Lawang Sewu. Setelah merasa puas dan mengantongi konten, kami melanjutkan perjalanan menuju Sam Poo Kong. Oiya, kami tidak hanya berdua, ada Mas Sitam yang juga hari sebelumnya menghadiri acara yang sama. Mas Sitam ini dengan sabar hati menjadi teman jalan sekaligus tukang jepret. Asyik banget minggat kali ini pokoknya. 😆

Jarak tempuh dari Lawang Sewu sampai Sam Poo Kong tidak sampai 20 menit karena lalu lintas saat itu tidak begitu padat. Apalagi kami menggunakan transportasi online, lebih cepat ketimbang transportasi umum lainnya.

SAM POO KONG

Sesampainya di lokasi, kami malah tidak minat masuk. Hahaha. Melihat loket tiket masuk yang begitu senggang, akhirnya Mas Sitam membeli tiket. Intinya, ke Sam Poo Kong itu cuma numpang sholat duhur dan minum Es Dawet. 😆 Ini sungguh piknik yang manja, santai banget! Niat mau masuk bagian dalam Sam Poo Kong pun terpaksa kami cancel karena lebih tertarik duduk-duduk di area kuliner. Padahal dari awal aku pingin banget melihat dan tahu relief-relief yang ada di bagian dalam Sam Poo Kong itu.

Aku tidak paham bagian dalam itu namanya apa, yang jelas kalau masuk bagian dalam itu, wisawatan harus membayar tiket masuk lagi senilai Rp 25.000 per orang. Yups, dari tiket awal masuk yaitu Rp 20.000 per orang, di dalam ada loket tiket lagi. Lain waktu lagi kalau ke sini beli tiket terusan! 😉 Pada akhirnya, lagi-lagi ke Sam Poo Kong dan tidak foto dengan kostum a la China padahal juga sudah diniatin dari awal mau ke sini. Hahaha.

Ini sepertinya karena sudah kekenyangan dengan kuliner Mie Kopyok “Pak Dhuwur”. Ya, sebelum ke Sam Poo Kong, kami mampir makan siang di Mie Kopyok dan kekanyangan! 😀 Beruntung saat itu kami menggunakan moda transportasi online, jadi tinggal pesan, jalan, sampai dan pesan, jalan, sampai!

MIE KOPYOK PAK DHUWUR

Ngomongin tentang transportasi online, beberapa waktu lalu sempat ada keresahan perihal penggunaan moda transportasi ini, ya. Contohnya yang pernah santer diberitakan di media yaitu tentang begal. Aku yakin kalian pasti tahu dan sering dengar berita ini. Tidak hanya lewat media elektronik saja, kejadian begal sempat terjadi di sekitar tempat tinggalku. Para orang tua pun makin posesif kepada anak-anaknya yang tiap hari pulang kegiatan sampai sore.

Kasus tersebut berimbas sampai pada transportasi online yang mana banyak kawula muda memanfaatkan moda tersebut. Apakah kalian pernah diwanti-wanti orang tua, suami, isteri, untuk lebih hati-hati jika menggunakan transportasi online terutama ojek online? Aku sering banget! Apalagi kalau sedang keluar kota untuk piknik karena aku pasti lebih sering menggunakan jasa transportasi online.

Wajar banget jika orang terdekat khawatir ketika kita pergi atau jalan tanpa mereka. Harus memaklumi juga kalau sering kontak. Tapi mulai sekarang, pengguna transportasi online tidak perlu khawatir, #UninstallKhawatir kalau kamu menggunakan transportasi online GOJEK dengan versi terbaru.

Kenapa #UninstallKhawatir?

Pertama, sudah tersedia fitur Emergency Button atau Tombol Darurat.

 

GJ-LB-1-EDITT

Fitur Tombol Darurat adalah layanan yang memungkinkan pengguna mendapatkan rasa aman karena GOJEK kini telah menyediakan tombol yang dapat digunakan untuk keadaan atau situasi darurat. Fitur tersebut akan langsung terhubung pada Unit Darurat GOJEK yang siap melayani 24/7 Sehingga pengguna dapat merasakan keamanan karena GOJEK sudah menyiapkan pertolongan untuk kondisi terburuk.

Kabar baik, nih, Tombol Darurat sudah bisa diakses customer GO-CAR seIndonesia. Semoga bisa segera diakses di GO-RIDE juga ya. Dan semoga kita selalu aman di perjalanan dan enggak akan pakai fitur ini ya.

Kedua, Share Trip atau Bagikan Perjalanan.

Buat jaga-jaga dan supaya yang di rumah juga merasa tenang karena bisa memantau, aku sering banget menggunakan layanan ini. Sebuah layanan yang memungkinkan pengguna membagikan tautan kepada keluarga atau kerabat melalui Whatsapp, LINE, SMS, atau aplikasi bertukar pesan lainnya.

GJ-LB-2 EDIT

Tautan yang dikirim berisi informasi Titik Pickup dan Drop off, Informasi pengendara secara detail (Nama, nomor & jenis kendaraan dan nomor pemesanan), Status perjalanan ( status perjalanan (menunggu driver, dalam perjalanan, sudah tiba), dan Live location. Fitur ini betul-betul membantu pengguna lebih merasa aman saat dalam perjalanan.

Ketiga, Passenger Insurance atau Asuransi GO-RIDE.

Asuransi penumpang merupakan bentuk nyata GOJEK dalam memberikan rasa keamanan, kenyamanan, hingga memastikan bahwa penumpang telah terlindungi dari kecelakaan dan pencurian selama dalam perjalanannya. GOJEK memberikan Asuransi GO-RIDE, mulai dari penjemputan hingga tiba di lokasi tujuan. Layanan ini sudah berlaku diseluruh area di Indonesia untuk GO-RIDE.

Terakhir nih, GOJEK selalu mempersiapkan para driver dengan berbagai cara terbaik. GOJEK melakukan proses rekrutmen yang ketat untuk menyeleksi driver-driver pilihan serta GOJEK juga menyediakan modul pelatihan pada setiap driver, yang berisikan informasi mengenai cara menggunakan aplikasi pengarah jalan, cara merawat kondisi kendaraan, patuh pada peraturan lalu lintas, dan cara memberikan pelayanan yang baik. Drivernya GOJEK betul-betul Driver Jempolan.

Keempat, Driver Jempolan!

Driver merupakan mitra yang dapat mencerminkan GOJEK. Tak heran, GOJEK selalu berusaha mempersiapkan para driver dengan berbagai cara terbaik. GOJEK juga melakukan proses rekrutmen yang ketat untuk menyeleksi driver-driver pilihan sekaligus menyediakan modul pelatihan pada setiap driver, yang berisikan informasi mengenai cara menggunakan aplikasi pengarah jalan, cara merawat kondisi kendaraan, patuh pada peraturan lalu lintas, dan cara memberikan pelayanan yang baik.

GJ-LB-3 EDIT

GOJEK bekerja sama dengan Rifat Drive Labs (RDL) dalam penyelenggaraan pelatihan bagi para driver.  Program pelatihan tersebut dinisiasi Duta Keselamatan Berkendara, Rifat Sungkar. Selain itu, GOJEK memberikan edukasi kepada mitra driver melalui #Trikngetrip, sebuah program edukasi yang menyampaikan pesan, dengan cara yang menyenangkan, untuk para mitra driver dalam memberikan pelayanan terbaik dan tips dalam berkendara serta perjalanan.

Tak hanya itu, GOJEK juga menyelenggarakan serangkaian workshop dalam upaya meningkatkan keterampilan mitra driver melalui Bengkel Belajar Mitra. Program ini rutin diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia dengan menggandeng para profesional di bidangnya masing-masing untuk membahas topik yang relevan dengan keselamatan berkendara sebagai driver GOJEK.

Nah, para mitra driver yang telah memberikan pelayanan terbaiknya dan memberikan kontribusi positif dalam masyarakat, GOJEK turut mengapresiasi dengan memberikan sebuah penghargaan, bernama Driver Jempolan. Penghargaan ini diberikan GOJEK untuk memotivasi para mitra driver untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanan mereka. Penghargaan ini disematkan pada driver berupa pin pada jaket GOJEK mereka.

Nah, untuk dapat menggunakan fitur-fitur di atas, kamu cukup klik ikon checklist yang berada di pojok kanan bawah. Cukup satu kali klik nanti akan keluar pilihan fitur terbatu GOJEK yang pasti akan membantu dan membuat aman serta nyaman para pengguna transportasi online, khususnya ojek online.

LAWANG SEWU SEMARANG

Ada satu alasan kenapa aku lebih memilih GOJEK karena titik penjemputan via aplikasi GOJEK ini selalu tepat, sesuai titik dan drivernya tidak banyak Tanya untuk titik penjemputan karena titik koordinat di aplikasi sudah sesuai dan sangat jelas. Kalau sudah begini, rasa khawatir pakai transportasi online atau ojek online hilang ditelan fitur! 😆

Yuk, #UninstallKhawatir dan segera update aplikasi GOJEK ke versi terbaru supaya kalian bisa menggunakan fitur terbarunya sehingga perjalanan bersama GOJEK menjadi aman dan nyaman. Seperti perjalanan wisata kami saat di Semarang. Begitu dimudahkan, merasa aman dan nyaman saat perjalanan.

32 thoughts on “Asyik Juga Traveling Manja di Semarang

  1. Asyik banget kalau traveling tanpa khawatir ya, bisa nikmat banget rasanya. Dan terasa banget lho, munculnya transportasi online ini. Mau ke mana tinggal panggil saja, dan harganya sangat rasional.

  2. Uninstall khawatir membuat para pengemudi bangga dengan mendapatkan pin pada jaket mereka.

    Hal ini pastinya akan membuat Mpo tertarik untuk jadi penumpang nya

  3. Ke Lawang Sewu Semarang aku belum pernah mbak, kemarin enggak sempat kesana. Btw saya baru tahu fitur terbaru dari GOJEK, wah keren juga ya bisa share trip ke orang terdekat jadi bisa tetap aman dan nyaman. Memang GOJEK selalu jadi idola ku terkhusus mamak-mamak galau ditinggal suami dinas luar kota untuk antar anak-anak atau pesan makanan hehe.

  4. Sama mba aku pas ke LAwang sewu itu malam-malam tahun 2012-an cuman ga lama karena temanku sampe keringet dingin minta pulang dia ngeliat yang “uka-uka” gitu soalnya pas persis foto di pintu kayak mba ada yang lempar pintunya dan temenku ngacir wkwkwk pengalaman banget ke situ malam :p

    btw aku juga suka gojek andalan banget buat aku sekarang fiturnya nambah keren aja yah mba

  5. Waw keren gojek smakin inovatif…bagikan perjalanan penting tuh utk estimasi kalau janjian sama temen hehe. Apalagi tombol darurat, bikin kita jd lebih percaya. Btw…aku juga sering kayak mbak, udah di tempat tujuan malah lebih tertarik leyeh2 hahaha

  6. Traveling di kota2 besar makin mudah berkat gojek. Coba dulu ya mba, mau pesen makanan, mau berpindah lokasi wisata tentu perlu usaha dikit lah hehe kini makin mudah dan praktis :))

  7. Aku pas ke Semarang tuh gak tau apa-apa kan…tentang kisah-kisah Lawang Sewu.
    Jadi gak ada perasaan macem-macem.
    Pas sampai rumah, suami bilang, “Tadi Abi mau bilang ke umi kalau di tempat mee foto auranya berbeda…Tapi takut Umi takut.”

    Jjjeng~
    Baru dikasih liat banyak video yucub mengenai misteri Lawang Sewu.

    Ternyata bener yaa…
    Manusia itu berani, karena tidak tahu.

    Kak Ida seru banget siih..ke mana-mana #UninstallKhawatir bareng GOJEK.

  8. Wah, aku ke Semarang cuma mampir2 aja. Jadinya belom sempet main2 ke Lawang Sewu atau pun Kuil itu. Harus deh nanti kalo ke sana lagi. Btw, dengan naik Gojek dan ada fitur baru ini, perjalanan jadi bebas khawatir ya. Buat wisatawan sekali pun.

  9. Kalau ke kota lain emang kudu jalan2 singkat biar gak rugi yaaaa. Dan di Semarang tuh Gojek udah banyak apalagi fitur terbarunya kece gini ya. Semarang yang ramai, enggak perlu khawatir lagi deh

  10. Iya ya, satu yang bikin aku belum ke suatu tempat karena nggak tahu jalannya ke mana. Lawang sewu yang sering lewat saja aku belum sempat ke sana, masuk ke dalam. Sam Poo Kong baru bulan kemarin deh pas piknik bareng sama teman-teman sekolah.

    Kalau sekarang sudah ada Gojek, enak ya. Tinggal pesan juga sudah sampai.

  11. Nah akutu pengen jalan2 ke kota lain tapi males bw mobil sendiri, maksudnya naik pesawat aja gitu, tp trus galau juga gimana ntr keliling2nya, tapi enak sekarang ya ada gocar dan fiturnya bertambah terus makin komplit

  12. Aku kepo sama Mie Kopyok, Idaaah!!
    Hiks, belom pernah explore Semarang nih,palingan cuma lewat2 tho.
    Btw emang Gojek nih membantu banget yaa kalo gi jelong2 di negeri orang, apalagi sekarang banyak fiturnya..

  13. Aku di Sam Po Kong juga niat foto2 pake baju itu gak pernah jadi, sayang duit haha. Kalau di Lawang Sewu, aq prindang prinding jadi gak lama2 haha. Enak lo udah ada ojol gini, aq sekarang kalau DL ke kab lain juga gak perlu minta bantuan orang dinas, enak pake ojol.

Leave a Reply to Susie Ncuss Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *