VILLA DI BATURRADEN

Petualangan Pagi itu di Wana Wisata Baturraden

“Kamu beneran mau ikut trekking dengan gendong Yasmin? Jauh, lho.” Pungky beberapa kali meyakinkan aku perihal trekking. Dia memang lebih paham medan yang akan dilewati karena cukup sering main ke obyek wisata di sekitar Baturraden. Aku pun menjadi ragu, galau, bingung, dan sejenisnya. Apalagi Suami yang harusnya sudah datang sejak jam 05.00 WIB, belum juga berkabar.

Eh bentar, ini ada drama sebelum ikut tour

Beberapa kali aku sempat berkomunikasi dengan Suami, namun setengah-setengah karena signal di Villa ngga stabil. Antara tetap stay di Villa bareng Pungky dan Jiwo, atau ikut tour. Sungguh pilihan yang sungguh berat. Terlebih Mas Topan sempat bilang bahwa, untuk sampai ke beberapa obyek harus melewati anak tangga yang jumlahnya tak sedikit. Ugh…ini bikin deg-degan makin kencang, dan lutut lunglai seketika. Hahaha.

Dengan clue terakhir yang aku sampaikan ke Suami yaitu Bumi Perkemahan Baturraden, akhirnya dia sampai Villa jam 06.00 WIB dengan segala perjuangannya. Alhamdulillaah…satu-satunya harapan datang juga di hari kedua acara Bloggers Goes To Palawi.

Yeeeey…akhirnya ikut tour!

Telaga Sunyi

Keseruan hari pertama aku rasakan bersama teman-teman blogger saat diajak tim Palawi menuju obyek wisata yang tak jauh dari penginapan kami yaitu Villa Agathis atau kompleks Bumi Perkemahan Baturraden. Adalah Telaga Sunyi.

Perjalanan kami tempuh menggunakan mobil dan membutuhkan waktu kurang lebih 5 menit dari penginapan. Dari tempat parkir, kami hanya berjalan kurang lebih 500 meter untuk sampai Telaga. Legaaa rasanya, tanpa suami mah aku bisaaaaa. Wkwkwk

Telaga dengan air yang sangat jernih ini rekomended banget buat kamu yang suka diving dan cliff jumping. Beberapa teman Blogger yang jago renang juga pada terjun merasakan dunginnya air telaga yang punya kedalaman kurang lebih 2 meter. Brrr… 😆

Telaga yang cukup luas ini juga menyediakan ban dalam. Jadi jangan takut jika kamu ngga bisa renang. Dengan membayar tiket masuk Rp 15 ribu, kamu bisa renang sepuasnya sampai kulit keripuut. 😀

Hari kedua kegiatan Bloggers Goes To Palawi yaitu jelajah obyek wisata yang dikelola oleh PT. Palawi Risorsis Unit Wana Wisata Baturraden. Sesuai rundown, jam 5.30 WIB seluruh Blogger harus sudah menyiapkan diri untuk tour. Mbak Sista dan crew Palawi sengaja mengagendakan waktu sebelum matahari terik karena rencananya tour akan dimulai dari Villa dengan trekking melalu hutan-hutan, gitu. Namun pada kenyataannya, kami baru siap jam 06.30 WIB.

Trekking dimulai dari Villa Agathis menyusuri hutan dan nyeberang kali yang airnya surut. Beruntung Baturraden ngga hujan, akses jalan pun mudah karena tanah ngga becek. Kebayang kalau becek, ya, pacet bakal berkeliaran dimana-mana. 😀

HUTAN TREKKING

Trekking lewat hutan gini…

Trekking kali ini aku memilih jalan santai dan selalu berada di belakang bareng Tante, Ella dan Rois. Beneran sebagai kaum tertinggal karena dikit-dikit capek. Hahaha. Salut sama dua crew pendamping kami yang dengan sabar mendampingi. Yaa…meski sebenarnya ada rasa gemas pastinya. Hahaha.

Dan berikut tujuan wisata yang bikin aku lupa medan trekking saking senangnya mendapati obyek wisata yang tak biasa.

Pancuran 3 (Telu)

Ternyata untuk sampai Pancuran 3, tuh, butuh perjuangan banget. Harus susur hutan yang jauhnya serasa 3km, ini ngga berlebihan, lho. Atau malah lebih, ya. Hahaha. Selain itu, harus melewati anak tangga yang jumlahnya ngga sedikit dan terus menanjak. Ngos-ngosan banget, sampai ditawari mendoan sama Mbak Dev saja ngga bisa menerima. Padahal kan kesukaan banget. 😀

Aku baru tahu, ternyata Pancuran 3 masih satu lokasi dengan Lokawisata Baturraden, tepatnya ada di atas lokawisata. Hanya saja beda pengelola, jadi harus kembali membayar tiketing lagi untuk bisa masuk Pancuran 3. Buat kalian yang ngga demen trekking atau susur hutan, mending naik kendaraan saja menuju lokawisata Baturraden, baru lah melanjutkan perjalanan ke Pancuran 3. Dari lokawisata ini jalannya ngga sampai 1km, kok. Dekeeet bangettt!

Aliran air berbentuk pancuran yang berjumlah tiga berada di kanan kolam pemandian. Aku cukup melihat dari kejauhan karena ngga ada niat mandi di sini. Lalu, aku naik ke area kolam pemandian dan ada beberapa orang yang sedang berendam. Ini agak menggoda, apalagi di samping kolam ada Bapak-bapak yang menawarkan pijat belerang. Kan jadi pingin. 🙁

Sambil menunggu Tante yang lagi beli Pisang Goreng di warung sekitar Pancuran 3, aku mendekat ke petilasan Mbah Tapa Angin. Konon katanya, di sini salah satu tempat pertapaannya. dia seorang penyebar agama Islam yang berasal dari Turki bernama Syeh Maulana Magribi.

Tak lama kemudian, kami kembali melanjutkan perjalanan ke Pancuran 7 yang katanya masih jauh banget sambil ngemil gorengan. Eeeh…kali ini udah punya napsu makan, ngga seperti tadi. Sampai minta mendoan yang saat itu ada di tangan Mbak Olip. ?

Pancuran 7 (Pitu)

Aku kira tanjakan menuju Pancuran 3, tuh, sudah termasuk ekstream. Tapi ternyata belum ada apa-apanya jika dibanding dengan tanjakan menuju Pancuran 7. Hahaha. Iyaaa…setelah susur hutan, kami kembali melewati anak tangga yang jumlahnya puluhan. Ngga langsung banyak, sih. Bertahap, gitu. Tapi tetap saja bikin ngos-ngosan. 😛

Kali ini petualangannya lebih greget karena sempat ada pacet menyerang punggung kaki, tapi aku ngga kerasa. Pas ketahuan itu beneran pacet, aku minta tolong kepada Mas pemandu untuk melepasnya. Beruntung aku ngga pakai kacamata, jadi ngga lihat pacet yang nempel di kaki. Geli banget kalau sampai lihat. 😀 Dan bekas isapan pacet langsung aku tutup dengan tisu yang aku beli di warung sebelum Pancuran 7. Iya, selain jajan dan minuman, di tengah hutan ada warung yang menjual tisue. Penjualnya berpengalaman, ya.

Pengalaman perjalanan paling mengesankan yaitu ketika sampai hutan yang bisa dibilang rest area. Di sini kami beristirahat dengan disambut sajian Badèg atau air nira dan juga serabi yang menul-menul. Setelah trekking jauh, meneguk segelas nira, dan makan serabi sungguh nikmat. Ngga hanya itu, Mbak Sista juga sudah menyiapkan Nasi yang dibungkus dengan daun jati (Nabuti) untuk sarapan kami. Mengasyikan.

Usai bersantai, sarapan, dan gegoleran di atas tikar, kami kembali melanjutkan perjalanan menuju Pancuran 7. Ya, ternyata masih harus berjalan lagi. Bedanya kali ini treking sedikit dimanjakan. Kami dijemput mobil dari Palawi.

Untuk sampai Pancuran 7 hanya membuthhkan waktu 5 menit dari rest area tadi. Namun setelahnya kami kembali trekking dengan jalur yang lumayan. Tak masalah, sih, karena trekking kali ini juga terbayar dengan suguhan obyek wisata yang mewah. Yaitu pancuran 7 yang begitu eksotis. Aliran air hangat di obyek wisata ini membuat kami betah. Apalagi ada pijat belerang, kuliner pecel dan sate di lokasi ini. Dengan membayar HTM Rp 15 ribu, beneran dimanjakan dengan fasilitas pendukung. 😉

Sky Bike dan Hamparan Bunga Panca Warna

Eksplorasi wana wisata Baturraden hari kedua selain ke Pancuran 3 dan 7, kami juga diajak merasakan sensasi naik sepeda melayang atau sky bike dengan ketinggian kurang lebih 2 meter. Ini pengalaman pertamaku naik sepeda di atas ketinggian dan tanpa genjot. 😆

Jarak dari titik awal sepeda sampai pemberhentian kira-kira 2 meter, sungguh jarak ini terasa 1km karena di atas sepeda hanya bisa tegang dan tegang banget. Padahal operator sudah memintaku untuk rileks, tapi tetap saja susah. Teman-teman yang berada di bawah atau yang sedang mengambil dokumentasi terus bersorak ketika sedang ada yang naik sky bike. Ini bersorak bukan untuk menyemangati, melainkan menggoda. Selain deg-degan saking ngga bisa tenang, keringat dingin juga keluar. Pun operator yang mendampingi, mengantar kami sampai finish, dari bawah ngos-ngosan dan keringat gobyos!

Buat kamu yang sudah sampai kawasan wisata Palawi musti nyobain naik sky bike, supaya pengalaman wisatanya lengkap. Cuma bayar Rp 20 ribu per orang. 🙂 Setelahnya kamu bisa berfoto-foto di taman bunga yang berada dalam satu lokasi.

Taman Labirin

TAMAN LABIRIN BATURRADEN

Taman Labirin Baturraden…

Sebelum acara Blogger Goes To Palawi berakhir, kami juga menjajal obyek wisata yang lagi banyak diserbu pengunjung, khususnya mereka yang mengambil paket outbound di sini. Ya, selain Villa, dan Obyek Wisata, Palawi juga menawarkan paket olah raga outbound.

Pada sesi ini, kami terbagi menjadi beberapa tim. Games kali ini memperebutkan hadiah rahasia dari Palawi, makanya jangan heran kalau suamiku serius banget tanpa melihat isterinya yang lari ke sana sini sambil gendong si kecil. Wkwkwk Pokoknya komitmen, dan persaingan ketat. Rute taman labirin ini ngga begitu membingungkan karena sebelumnya kami sudah mencoba untuk menghafalnya. #ups Tapi cukup bikin ngos-ngosan saking luasnya taman.

Kamu bisa juga bertualang di taman labirin tanpa mengambil paket outbound. Hanya dengan membayar tiket masuk Rp 10 ribu per orang, kamu bisa kejar-kejaran dengan selingkuhan sampai puaaaas! #eh

Makan Malam dan Api Unggun

Malam hari di Baturraden, jangan ditanya dinginnya seperti apa. Villa tempat kami menginap pun ngga memberi fasilitas AC karena di sini sudah terlalu sejuk. Makanya aktivitas api unggun ini sangat cocok dilakukan di sini, apalagi ditambah suguhan jagung bakar, mendoan, dan makan malam dengan menu khas Palawi.

Selain Nabuti, Palawi juga menawarkan menu makan malam dengan lauk yang tak biasa. Ada berbagai macam menu yang ditawarkan dan malam itu kami makan dengan lauk ikan mujahir, pecak jantung, oseng dage kuncar, dan sambel terasi. Sungguh ini pengalaman pertamaku makan oseng dage kuncar dan baru tahu kalau kuncar itu sedap juga dioseng. 😀 Jyaan…orang desa tapi tetap kagum dengan menu a la desa. 😉

Makan malam berbalut api unggun ini ngga sekadar makan dan hore-hore dowang. Pihak Palawi memanfaatkan moment ini untuk berbagi informasi seputar PT. Palawi Risorsis dan Wana Wisata Baturraden. Tak hanya itu, mereka juga mengadakan sesi perkenalan sesama Blogger dan juga crew Palawi. Yaa…meski beberapa sudah saling kenal, tapi di sini perkenalannya lebih personal lagi. 😉

Oiya, paket makan malam dan api unggun bisa kamu dapat bila menginap di Villa milik Palawi. Namun dengan catatan, kamu harus request terlebih dahulu karena paket ini ngga termasuk include penginapan.

Bertualang selama dua hari satu malam di Baturraden kali ini memberi kesan yang berbeda. Banyak pengalaman baru yang aku dapat. Setidaknya aku tahu bahwa, Baturraden ngga hanya punya Lokawisata saja, tapi banyak obyek wisata yang lebih menarik dan bikin betah. Semua ini dilengkapi dengan Villa, Camping ground, MICE, dan Outbound area.

Terima kasih atas sambutan yang baik, pelayanan yang luar biasa, dan pengalaman yang berharga. Terima kasih, Palawi. Terima kasih Mbak Sista, Pak Arif, dan Mas Fajar. Terima kasih juga buat para guide atau operator yang dengan sabar mendampingi perjalanan kami. 😉

Notes: sebagian besar foto-foto di atas hasil jepretan Mbak Wening, Rizki, Mas Pradna, Mbak Dian dan Mas Yugo. Makasih atas foto-foto kecenya. Hug hug hug!

2 thoughts on “Petualangan Pagi itu di Wana Wisata Baturraden

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *