JALAN-MENUJU-GIRITIRTA

Wisata Air Terjun 3 in 1 – Banjarnegara #TravelGuide

Setelah kemarin posting jalan-jalan dengan uang saku Rp 100.000 ke Kota Perwira, sekarang saatnya share wisata yang ada di kandang sendiri. Wisata ini lebih murah meriah jika dibanding dengan wisata ke Sanggaluri Park.

Bagi teman-teman yang pernah, atau sering mampir ke Blog ini pasti tahu saat ini saya hidup di kota yang tidak begitu besar. Sebentuk kota yang dikelilingi pegunungan, serta dataran rendah tepi serayu. Adalah Banjarnegara. Meski banyak yang mengatakan ini kota kecil, tapi cukup banyak potensi wisata alam di dalamnya.

Satu diantara potensi alam dimiliki Banjarnegara yakni Air Terjun 3 in 1, atau tiga air terjun dalam satu lokasi waisata. Air Terjun yang dimaksud adalah Air Terjun Genting, Merawu dan Sumber Air Panas. Hayo lho, ada yang masih ingat dengan postingan saya beberapa abad yang lalu, kan? Saya pernah posting air terjun ini. Tapi, kali ini saya posting lagi dalam kemasan #TravelGuide. Ciaat…nggaya pisan, ya. :mrgreen:

Melihat masih sepinya wisata ini, tampaknya belum banyak orang yang menjamah air terjun ini. Bisa jadi ini dikarenakan minimnya informasi, atau minimnya akses transportasi umum ke objek tersebut. Yuk ikut eksplorasi air terjun yang ada di Desa Giritirta!

Lokasi tempat wisata

Air terjun ini berada di Giritirta. Giritirta adalah desa di kecamatan Pejawaran, Banjarnegara, Jawa Tengah. Sebentuk Desa yang cukup jauh dari hiruk pikuk keramaian kota. Ketika kamu mulai masuk Desa yang berbatasan dengan Kecamatan Karangkobar dan Kecamatan Wanayasa, udara dingin mulai terasa.Sebab, Pejawaran termasuk daerah dataran tinggi.

Sebagai ancer-ancer untuk menemukan objek ini, kamu harus mencari Balai Desa Giritirta terlebih dahulu. Karena, objek wisatanya tak jauh dari situ.

Tiket masuk dan tempat parkir

Pada majalah lokal bertajuk Derap Serayu, Bapak Wakil Bupati menyampaikan bahwa objek wisata alam ini akan segera dikembangkan. Jadi, selama belum ada ketok palu, objek wisata ini masih bisa dinikmati secara cuma-cuma, alias gratis!!! Pun ketika saya berwisata ke sana, masih belum ada tiket masuk. Meski demikian, pengunjung tetap menjunjung tinggi harga diri dengan tidak mengotori tempat wisata.

Selain belum adanya tiket masuk, tempat parkir yang dibangun secara permanen juga belum ada. Kamu bisa memarkirkan kendaraan di depan rumah warga, atau di tempat parkir dekat objek dimana atapnya masih menggunakan seng, dan tiang bambu sebagai penyangganya. Tempat parkir ini juga belum ada penjaganya. Jadi, sangat berrisiko. Ada baiknya kunci ganda kendaraan kamu.

Jam buka tempat wisata

Karena ini adalah wisata alam terbuka, dan belum dikelola, kamu bisa datang ke objek ini kapan saja. Tentunya disertai dengan pertimbangan. Menurut saya, jam berkunjung yang paling asyik pada pukul 10.00-12.00 WIB. Jika bisanya jam 12.00 WIB ke atas, kamu harus sedia mantel, ya. Sebab, Pejawaran termasuk kecamatan yang kurang bersahabat dengan matahari. Lebih baik sedia payung sebelum hujan, kan?

Fasilitas yang tersedia di tempat wisata

Air terjun 3 in 1 memang belum resmi menjadi objek wisata. Maka, jangan heran kalau belum ada fasilitas yang berada diseputar objek. Terkecuali tempat parkir yang sederhana tadi. Jadi, kalau ada niat untuk bermain air, atau mandi di sini, ya belum ada tempat untuk ganti baju. :mrgreen:

Kedai, atau warung juga belum ada. Kamu bisa membawa minum, atau camilan dari rumah. Kalau malas membawa, jamu bisa membelinya di warung milik warga. Warung yang paling dekat dengan objek ini berada di sebelah tempat cucian motor, atau jalan besar menuju objek.

Cara mencapai tempat wisata

Wisat Air Terjun Giritirta yang letaknya kurang lebih 35 km kota, jika ditempuh dari kota membutuhkan waktu kurang lebih satu jam. Itu pun kalau kamu menggunakan sepeda motor. Lain cerita kalau kamu menggunakan moda transportasi umum. Bisa lebih dari satu jam. Sebab, Desa Giritirta yang berdekatan dengan Dataran Tinggi Dieng ini masuk daerah pegunungan dengan akses jalan cukup banyak tikungan, dan juga terjal. Berikut detil moda transportasi yang bisa kamu pilih.

Pertama, menggunakan transportasi umum mini bus (mikro) sampai ke Kec. Pejawaran, atau Pasar Pejawaran dengan membayar jasa transportasi sebesar Rp 8.000. Kemudian dilanjut menggunakan mobil bak untuk menuju ke Desa Giritirta dengan tarif Rp 5.000. Tarif ini untuk 1 kali jalan.

Kedua, menggunakan sepeda motor. Jangan lupa, bensinnya di full-kan saja supaya tenang. Sebab, kurang lebih menghabiskan empat liter bensin untuk pulang-pergi. Kelebihan menggunakan moda ini, kamu bisa turun di gang masuk objek wisata. Jadi, akan terasa lebih dekat jangkauannya.Tambahan opsi, bisa menggunakan mobil pribadi. Jika menggunakan opsi ini, mobil bisa diparkirkan di jalan utama menuju desa Giritirta. Jadi, jalan ke objek wisatanya menjadi cukup jauh.

Perjalan yang ditempuh dari kota melewati kecamatan Banjarmangu-Paweden-Karangkobar, barulah sampai ke Pejawaran. Setelah melihat sebentuk gapura bertuliskan SMP N 2 Pejawaran, kamu bisa mengurangi laju kendaraan. Karena, Desa Giritirta sudah dekat. Berjalan pelan, kurang lebih lima menit, kamu akan menjumpai gapura bertuliskan “Selamat datang di objek wisata Curug Genting dan Curug Merawu”.

Keunikan dan keistimewaan tempat wisata

Menjadi daya tarik tersendiri manakala dalam satu lokasi terdapat beberapa objek wisata yang bisa dinikmati. Seperti wisata air terjun ini. Kamu akan merasa takjub, dan senang disepanjang jalan menuju objek.

Kamu bisa melihat pemandangan yang tidak biasa. Seperti; melihat semangat orang-orang yang sedang menggali batu alam, atau para petani di ladang yang sedang asyik memetik kol dan koah hijau.

Air terjun yang menghasilkan sumber air panas merupakan air terjun utama yang bisa dinikmati. Airnya tidak panas-panas banget, dan agak berbau belerang. Di sini kamu bisa melihat kucuran air yang bersumber dari perut bumi. Struktur tanah di sini kuning keemasan, jadi air seakan berwarna keemasan juga.

CURUG MERAWU

Segerreeee. . .

Setelahnya, berjalan melewati jembatan yang terbuat dari bambu, kamu bisa mendengar gemricik Air terjun Genting, dimana disekitar objek banyak terdapat bebatuan yang cukup besar. Pengunjung harus jeli ketika menginjakkan kakinya di atas batu. Karena banyak bebatuan yang licin.

Dan yang ke tiga adalah Air Terjun Merawu. Objek ini seakan menjadi pilihan para pengunjung untuk bersantai, beristirahat. Duduk di atas bebatuan, sembari memasukkan kakinya ke dalam air yang terus mengalir. Di sebelah kanan air terjun ini juga terdapat bebatuan yang tersusun. Biasanya pengunjung (laki-laki) naik untuk mendapat view yang lebih bagus.

Tempat menarik lainnya di sekitar tempat wisata

Selain tiga objek Air Terjun di atas, masih ada satu objek wisata air terjun lagi. Jika kamu masih belum merasa lelah, kamu bisa melanjutkan perjalan ke Air Terjun Sipawon. Air terjun ini sudah terpisah dari ke tiga air terjun. Tapi, masih ada dalam satu Desa.

Namun, kalau sudah cukup lelah, kamu bisa menyapa buruh batu alam, dimana lokasi penambangannya tidak begitu jauh dari objek Air Terjun 3 in 1.

PARA BURUH BATU ALAM

Para Buruh sedang santai serasa di Pantai. .. :mrgreen:

Di desa ini juga terdapat rumah produksi batu alam lempeng yang kini sudah mulai ekspor sampai Jepang. Home industri ini milih salah satu penduduk. Di tempat tersebut ada dua karyawan yang bekerja memotong batu alam menggunakan mesin.

Nah, bagi kamu yang mempunyai rencana wisata ke Dieng, Air Terjun 3 in 1 bisa menjadi alternatif tambahan wisata. Jadi, nanti pulangnya tidak lewat Wonosobo, melainkan lewat Banjarnegara. Dan bisa berwisata kuliner Dawet Ayu Banjarnegara. πŸ™‚

Tulisan ini diikutsertakan dalam event Giveaway #WisataNusantara Komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis

Postingan terkait:

32 thoughts on “Wisata Air Terjun 3 in 1 – Banjarnegara #TravelGuide

  1. pengeeeen kesonoooo……
    setahun yg lalu cuma singgah maksi di alun-alun banjarnegara….. ^_^

    Singgah nggon nyong juga ngesuk2, ya? πŸ˜€

  2. Wah… Sudah banyak perubahan ternyata rumahmu, Dah..
    Lama gak kesini jadi pangling saya. πŸ™‚
    Tapi kok, kombinasi warnanya gak enak dipandang ya? Ada yang Ijo sama ada yang pink. Coba dijadikan satu warna, Ijo saja..pasti adem dimata.. πŸ™‚

    Eh, malah ngritik… **kedip-kedip mata ^-~

    Makasyiik keritiknya, Kak. Masih belum bisa mop on dari pink, nih. πŸ˜€

    • Saya lihat templete aslinya lho, seger banget.. πŸ˜€
      Udah ya, saya pulang dulu. Takut nambah banyak kritikannya, kalo sudah seger, kabar-kabari ya, ntar saya bertamu lagi kemari. πŸ˜€

      Hahaha. .. belum bisa mop on ah!!!

  3. saya menanti mas Wijna di atas hehe pizz… mantap mbak idah potensi alamnya ^-^ pinggir serayu yah, kangen dawetnya saya

    Menanti? Kalian mau merit, ya? Hahaha

  4. Semoga akan tetap alami ya. AKu paling gak suka kalau wisata alam dibanguni ini itu menjadikan kesan alaminya hilang.

    Kalau ini itunya banyak manfaatnya gak apa2, kan?

  5. Wah mantap infonya!

    Salam dari Malaysia, jemput ke blog kami ya πŸ™‚

    Sudah jalan-jalan ke sana. πŸ™‚

  6. Semoga aja tetap terjaga kawasan wisata air terjun tri in wan ini mbak. πŸ™‚
    kalau jadi go internesyonal kan keren juga mbak bisa ngasih pemasukan buat daerah dan jadi lahan pekerjaan baru.

    ya nggak mbak ? *awas aja bilang nggak, tak pukul nanti πŸ˜€

    Iya aja deh, ya. πŸ˜€

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *