Akhirnya Ketemu Youtap! Aplikasi yang Cocok Untuk UMKM

Youtap, Aplikasi Ini Cocok Untuk UMKM – Bestie, kalian pernah pesan menu di warung makan tanpa menulis sendiri? Iya, enggak menulis sendiri tapi dituliskan sama pramusajinya. Biasanya warung makan yang seperti ini, tuh, full service. Mulai dari pengunjung datang langsung didampingi sampai mendapatkan tempat. Setelahnya, mereka memberikan daftar menu makanan. Pilih-pilih makanan ditungguin sampai mendapatkan pilihan menu. Kalau sudah dapat, pengunjung tinggal bilang ke pramusajinya.

“Kak, pesan 3 Ayam Goreng, 4 Nasi, 5 Lemon Tea, 2 porsi Mendoan, ya.”

Kira-kira seperti itu pesannya. Tapi, kali ini Pramusaji tidak lagi menulis di atas kertas. Melainkan pilih menunya menggunakan TabletDi Tabletnya sudah tersedia beragam menu pilihan lengkap dengan harga karena si pemilik warung sudah menggunakan aplikasi khusus untuk memudahkan dalam mengelola usahanya.

Ini enggak hanya di warung makan, ya. Aku juga pernah melihat di warung yang jual sembako dan Toko Oleh-Oleh. Mereka enggak lagi menggunakan kalkulator dan enggak lagi menulis di atas nota hanya untuk mengetahui total bayar. Mereka hanya mengandalkan gadget untuk merekap apa saja yang dibeli dan tak lama kemudian keluar struk pembayaran. Ada yang lebih canggih lagi, nih. Untuk membayarnya enggak harus menggunakan cash atau tunai, tapi bisa terima pembayaran non tunai dengan cara scan kode QRIS. Awhh…qeqinian anedd yha, Bestie!

Baca tentang Pengalaman Mendukung UMKM Berkelanjutan.

Aplikasi POS untuk UMKM

Youtap POS, Solusi Kelola Usaha Apapun Hanya Dengan Satu Aplikasi.

Youtap Indonesia dengan salah satu aplikasinya yang sangat membantu para pelaku usaha yaitu Youtap POS menyediakan platform dan solusi digital untuk semua bisnis dan perusahaan. Youtap Indonesia sebagai pelopor solusi usaha digital semakin memperkuat komitmennya dalam menghadirkan solusi bisnis yang menyeluruh untuk semua pelaku bisnis dari berbagai skala usaha, mulai dari UMKM hingga enterprise.

Siapapun yang punya usaha baik online maupun offline biasanya mencoba mencari aplikasi bantuan seperti aplikasi Point of Sales atau POS untuk memudahkan dalam mengelola usahanya. Sekali pun levelnya baru memulai seperti halnya aku dan teman-teman yang saat ini mengelola usaha toko online yaitu Toko Oleh-Oleh Khas Banjarnegara.

Baca tentang Toko Oleh-oleh Khas Banjarnegara, Dipayuda.

Biaya untuk membuat aplikasi berbasis Android itu enggak murah, ya. Apalagi sekelah aplikasi POS, bisa jutaan rupiah. Rasa-rasanya kalau baru memulai usaha, mengeluarkan uang jutaan rupiah itu belum berani. Makanya, aku yang sampai saat ini belum bisa membuat aplikasi untuk Dipayuda memilih menggunakan aplikasi yang sudah ada seperti Youtap POS.

Aplikasi POS yang dikembangkan oleh Youtap merupakan aplikasi POS terbaik yang bisa dimanfaatkan untuk UMKM atau usaha apa pun yang sedang kamu kelola. Asyiknya, nih, di dalam aplikasi ini tersedia berbagai fitur yang dapat digunakan untuk segala jenis usaha. Fitur-fitur yang ada di Youtap dirancang untuk mempercepat dalam mengelola usaha dengan output pelaporan yang rapi.

Aplikasi ini bisa diakses di mana saja dan support untuk perangkat Android dan Apple. Jadi, betul-betul menjadi solusi untuk kelola usaha apapun hanya dengan satu aplikasi.

Baca juga tentang Komunitas untuk UMKM Indonesia, Teman Kreasi.

Lebih Dekat Dengan Fitur-Firut Youtap POS.

Aplikasi Youtap POS atau biasa dikenal sebagai aplikasi kasir digital betul-betul bikin kepincut karena banyak fitur yang betul-betul dibutuhkan oleh para pelaku usaha. Ada banyak fitur yang bisa digunakan secara gratis. Ada juga fitur-fitur tambahan yang sebenarnya juga penting banget tapi harus upgrade terlebih dahulu dengan memilih Do More Extra. Kalau memang usahanya masih rintisan, mending pakai fitur yang gratisan dulu, pilih paket Basic Non Verified enggak apa-apa.

Aplikasi Youtap Adalah

 

  • Kasir Digital.

Fitur ini membuat kamu lebih praktis dalam mengelola dan mengontrol usaha melalui Mobile POS, kapan pun dan dimana pun.

  • E-Menu (Buku Menu Digital).

Fitur ini bisa digunakan oleh merchant untuk menampilkan produk yang dijual dimana tampilan di e-menu sama dengan katalog produk yang sudah diupload merchant di aplikasi Youtap secara online dengan cara Scan QR e-menu Youtap. Selain melihat Produk, customer juga dapat melakukan pemesanan melalui e-menu tersebut pada fitur PHP.

  • Pembayaran QRIS & Semua Cashless.
Enggak perlu ribet dengan banyak QR. Cukup dengan satu QRIS Youtap, bisa terima semua pembayaran dari e-wallet dan m-banking.
  • Analisa Pintar.
Fitur canggih ini dapat sangat bermanfaat untuk menganalisa laporan metode pembayaran, riwayat disertai grafik penjualan.
  • Kalkulator Digital.
Fitur ini ada bagian yang paling menggelitik yaitu adanya tombol “uang pas”. Jadi, jika ada pembeli yang menggunakan uang pas, klik saja tuh tombol uang pas. Enggak perlu ngetik lagi nominalnya. 😀 Firut ini sangat memudahkan pelaku usaha untuk menghitung penjualan, kembalian, dan membuat tagihan secara manual.
  • Pembayaran Tunai.
Semua pembayaran tunai akan otomatis tercatat di laporan penjualan harian. Memudahkan untuk kontrol uang cash.
  • Laporan Penjualan Harian via WhatsApp.

Selain bisa mencetak laporan sendiri, pelaku usaha akan mendapatkan laporan harian via WhatsApp. Lagi-lagi fitur ini sangat membantu pelaporan keuangan, ya.

  • Belanja Stok.

Pelaku usaha dapat dengan mudah melakukan Belanja Stok dengan fitur ini. Dan yang bikin happy, belanja stok lewat Youtap akan lebih banyak mendapatkan keuntungan. Harganya lebih terjangkau.

Dan juga ada fitur tambahan lainnya yang mana pelaku usaha harus melakukan upgrade ke Do More Extra jika ingin menggunakannya. Fitur tersebut antara lain:
1. Add On Product
2. Inventory Stok
3. Open Bill
4. Custom Receipt
5. Php (Pesan dari HP)

Karena aku masih memanfaatkan fitur yang gratisan, aku belum eksplor 5 fitur yang ada di Do More Extra. Ya….semoga bisa segera upgrade karena sebenarnya harganya juga terjangkau, mulai dari Rp 50 ribu.

Belanja Stok Barang Mudah dan Banyak Untung.

Pelaku usaha mana yang enggak ingin mendapatkan untung lebih banyak? Normal banget jika pelaku usaha melakukan survey untuk membandingkan harga dan tentu kualitas produk yang ingin dibelinya. Bagaimana tidak, belinya kan enggak hanya satu atau dua biji tapi dalam jumlah banyak. Jadi, harus bisa berhitung untuk mendapatkan produk yang berkualitas atau sama kualitasnya dengan harga yang lebih rendah.

Melalui fitur ini, belanja grosir online menjadi lebih mudah. Kamu cukup buka halaman browser https://portal.youtap.id/belanja-stok, lalu pilih barang yang diinginkan, dan lakukan pembayaran secara cashless. Berikut cara menggunakan fitur Belanja Stok melalui Portal Usaha Youtap:

Cara Menggunakan Fitur Youtap

1. login portal usaha youtap kamu (pastikan sudah aktivasi sebelumnya ya)
2. klik menu “belanja stock”
3. lalu pilih produk di salah satu supplier yang tersedia
4. setelah produk sudah berhasil ditambahkan ke keranjang kamu bisa klik tombol keranjang
5. lalu klik “bayar” dan lakukan pembayaran
6. setelah itu produk akan dikirimkan oleh pihak supplier pada H+1 pemesanan ke alamat kamu

FYI, untuk ketersediaan barang tergantung alamat yang kamu sertakan di alamat tujuan atau alamat pengiriman karena fitur Belanja Stok belum menjangkau ke seluruh daerah di Indonesia. Pengiriman dilakukan setiap hari, langsung dari pabrik. Kemudian, untuk sistem pengiriman akan disesuaikan dengan ketentuan masing-masing supplier.

Kenapa Belanja Stok di Youtap lebih untung? Selain barang langsung didapat dari pabrik, Youtap kerap memberikan harga menarik dan promo. Ahh…sudah dapat harga murah dari pabrik, masih ditambah penawaran harga terbaik dari Youtap. Banyak untung, ya.

Akhirnya Ketemu Youtap! Aplikasi yang Cocok Untuk UMKM.

Ngomongin kekurangan dalam diri, tuh, sebenarnya malu. Asli, malu banget. Ceritanya, Toko Oleh-Oleh Khas Banjarnegara dengan label Dipayuda ini meskipun sudah memiliki etalase Toko Online di https://dipayuda.id, kami juga melayani penjualan offline.

FYI, sampai saat ini kami belum memiliki Toko Offline, ya. Jualannya hanya mengandalkan website dan media sosial @dipayuda_id. Tapi kalau ada teman dekat yang beli, pasti minta tolong dicheck out kan. Sudah diberikan link menuju produk pun masih minta dibantu untuk check out. Nasib. 😀 Yasudah, namanya pembeli adalah raja, dilayani saja dulu. Parahnya, kadang belum sempat check out, barang sudah diberikan. Pas lagi rekapan akhir bulan, semua puyeng dan ramai. Tertuduhlah aku yang memang lebih sering melayani penjualan offline tanpa check out terlebih dahulu. Duh, memori udah hampir habis, pelupa banget. Ini salah satu kekurangan aku. 😛

Youtap Aplikasi yang Cocok untuk UMKM

Niat bikin aplikasi untuk memudahkan usaha, tapi sampai saat ini baru sebatas niat. Belum ada pergerakan sama sekali. Ya sudah, ada aplikasi POS dari Youtap Indonesia, gebet saja! Eh…cocok! 😉

Dengan kekurangan aku sebagai si pelupa, aku merasa sangat terbantu dengan Aplikasi Youtap POS dalam transaksi. Pelan-pelan aku masukan satu per satu produk Dipayuda di Youtap. Akhirnya sampai saat ini produk-produk yang ada di website sudah terunggah di Youtap. Alhamdulillah.

Sejauh ini aku baru memanfaatkan fitur E-Menu dan Kasir Digital. Karena memang belum lama aku mengenal aplikasi POS dari Youtap. Nanti kalau sudah ada sebulan, aku akan mencoba melihat hasil laporannya lewat fitur Analisa Pintar. Baru menggunakan dua fitur saja merasa sangat terbantu. Bagaimana kalau bisa segera mencoba fitur gratis lainnya, ya. 😆

Review Aplikasi Youtap

Senang banget bisa ketemu dan menggunakan aplikasi Youtap! Aplikasi yang bisa dimanfaatkan untuk usaha online seperti Dipayuda. Nanti bakal eksplor fitur lainnya, ah. Omong-omong, kalian sudah nyobain belum?

Baca lagi tentang Belajar Membuat Content Marketing.

KRAFT Crolette, Menu Sahur Praktis yang Nutrisinya Pasti

KRAFT Crolette, Menu Sahur Praktis yang Nutrinya Pasti – Seperti bulan Ramadan tahun-tahun sebelumnya, aku kembali menantang diri untuk masak menu makanan yang enggak biasa dimasak sehari-hari. Menu makan untuk buka puasa dan sahur kalau bisa ada yang beda. Enggak estafet, gitu. Maksudnya sudah dinikmati pas buka puasa, eh berlanjut dimakan pas sahur. Khawatir menurunkan semangat sahur, Bestie. 😛

Pada penasaran enggak, bahan makanan apa yang terpaksa aku blacklist dari daftar menu makan harian selama bulan Ramadan? 😆 Sayuran yang sering banget banget banget (ini bangetnya sampai tiga kali lho, ya) aku masak setiap hari ada sayur kacang panjang, buncis, waluh jipang, kara, dan beberapa sayur lainnya yang emang aku merasa enggak ada feel-nya untuk dimasak pas puasa ramadan ini. Hahaha. Padahal kacang-kacangan ini banyak mengandung vitamin, folat, kalium, dan masih banyak lagi manfaat lainnya yang bagus untuk kesehatan tubuh. Tapi gimana lagi sudah menjadi santapan sehari-hari mulai dari dimasak secara utuh sampai di mix dengan sayur lainnya.

Mungkin ada yang berkomentar aneh atau sok yes! 😛 Apalagi teman-teman yang tahu kalau aku pada sejatinya enggak bisa masak dan enggak kreatif mix match menu makanan. Tapi ketimbang menurunkan selera buka puasa atau sahur, bahkan menurunkan semangat memasak, mending enggak belanja bahan makanan yang udah masuk dalam daftar hitam, dong. 😆

Menu Makan Sahur Harus Diperhatikan untuk Keberlanjutan Hidup 13 Jam. 😆

Berlebihan enggak, sih? Hahaha. Sebagai seorang Ibu, aku adalah satu-satunya orang yang memastikan kebutuhan nutrisi keluarga tercukupi. Ini enggak hanya aku dowang, ya. Seluruh Ibu di dunia juga berusaha memberikan makanan yang halal, bergizi, empat sehat lima sempurna.

Rekomendasi Menu Sahur

Kebetulan di keluarga kami ada si kecil yang sedang berlatih berpuasa. Iya, tahun ini anak pertama kami mulai serius ikut puasa Ramadan. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang sehari puasa, tiga hari bolong, terus ngambek kalau diminta belajar puasa lagi. Pokoknya semau gue banget lah. Namanya anak-anak lebih sering tergantung mood, kan. Alhamdulillah di usianya sekarang, enam tahun sudah mulai belajar komitmen berpuasa di bulan penuh berkah ini. Terhitung sampai artikel ini aku terbitkan, dia belum pernah absen dari sahur untuk kemudian ikut puasa meskipun baru bisa sampai beduk duhur. Iya, break di duhur buat minum dan makan jajan, gitu. Jarang banget dia minta makan berat seperti nasi disertai lauk. Paling ngemil-ngemil, kemudian lanjut lagi puasanya. 😀

Anak-anak kami alhamdulillah jarang ribet soal makanan. Karena mereka mau-mau saja diberi hidangan apa pun, aku sebagai orang tua harus memberikan makanan yang padat nutrisi. Apalagi untuk bulan ramadan yang makannya hanya dua kali saja, aku merasa harus memperhatikan menu makan sahur dan juga buka puasa. Antara buka puasa dengan sahur, aku memilih untuk lebih fokus pada kebutuhan makan sahur tanpa mengabaikan menu buka puasa.

Berdasarkan pengalaman di keluarga kami, apa pun menu yang disajikan saat buka puasa pasti diambil. Mulai dari takjil sampai dengan menu makanan dan juga lauk. Setelahnya kadang mengeluh mengantuk karena kekenyangan. Berbeda dengan menu saat sahur yang enggak semuanya dilirik. Iya, ibaratnya dilirik saja enggak, apalagi dimakan, ya. Makanya aku berusaha untuk membuat menu yang beda dengan menu saat buka puasa.  Apalagi kita semua tahu, apa yang dikonsumsi saat sahur akan dikeep di dalam tubuh untuk bekal selama kurang lebih 13 jam. Jadi, enggak ada alasan untuk memberikan menu sahur seadanya.

Eh…seadanya yang aku maksud di sini, tuh, asal ada tanpa memperhatikan kebutuhan gizi, ya. Duh…sayang banget kalau sampai ini terjadi bisa jadi kebutuhan nutrisi tubuh enggak terpenuhi. Sedih banget. 🙁

Hari Gini Enggak Kreatif Masak, Bisa Recook. Jangan Bingung Apalagi Galau! 😛

Ngobrol dengan emak-emak muda sekarang enggak jauh-jauh dari orbrolan seputar tumbuh kembang anak, skincare dan makanan. Ini di circle pertemanan aku lho, ya. Mereka sudah mulai mengurangi ghibah, nih. Padahal, kan, ngomongin orang lain seru juga. Kadang suka kangen ngomongin orang lain. Eh…Astaghfirullohal’adzim. Hahaha.

KRAFT Crolette

Ramadan tahun ini banyak yang sharing ide menu makanan di WAG, alhamdulillah. Aku juga merasa beruntung banget hidup di zaman digital, Bestie. Bisa mendapatkan informasi apa saja yang dibutuhkan secara cepat termasuk ide-ide masak. Ini salah satu yang aku manfaatkan dari Internet yaitu untuk mencari referensi menu makan mingguan sampai sebulan. Jadi, kalau ada yang tanya, enggak mau masak sayur kacang dan buncis, mau masak apa? Jawabannya masih banyak banget ragam sayuran, euy! Kalau merasa masih membutuhkan kacang-kacangan, masih ada kacang merah yang bisa dibuat sop atau sayur bening. Kandungan nutrisinya jelas enggak jauh beda. 😉

Buat beberapa Ibu pekerja ada yang lebih memilih pesan makanan lewat catering. Ini juga solusi, lho. Enggak repot harus masak sendiri. Tapi meskipun pesan, engah lewat catering milik tetangga atau pesan online, tetap saja harus memperhatikan menunya, ya. Selain dari sisi gizi, menunya enggak itu lagi, itu lagi. 😀 Selain pesan, Recook juga menjadi solusi buat emak-emak yang ingin memasak tapi bingung atau galau mau masak apa.

Ayo! Recook Kraft Crolette untuk Menu Sahur Praktis yang Nutrisinya Pasti! 😉

Merasa masakan yang dimasak sendiri lebih terasa nikmatnya meskipun rasanya belum sempurna, aku sering melakukan recook dari berbagai resep yang dibagikan di Internet. Indahnya hidup ini, mau masak apa pun sekarang bisa. Tinggal googling terus baca artikel masakan. Atau, nonton cara masaknya lewat video. Pokoknya perempuan sangat dimanjakan dengan adanya recook ini. 😆

Mulai awal ramadan, aku sudah menyiapkan menu sahur praktis selama satu minggu. Iya, menyiapkan per minggu saja cukup, kok. Nanti terus lanjut update untuk menu minggu kedua, ketiga, dan selanjutnya. Nah, di minggu kedua bulan suci ini, aku recook Kraft Crolette untuk lauk sahur yang nutrisinya pasti.

Crolette adalah menu Omelette yang diberi tambahan Crown Keju Kraft Cheddar yang nutrisinya pasti. Kebetulan anak-anak, tuh, suka banget makan keju. Anak kedua kami, Wildan kalau makan keju 30 gram bisa langsung habis dalam sekejap. Begitu juga dengan Mbaknya. Makanya, saat menemukan resep Kraft Crolette, aku langsung masukkan ke daftar menu sahur, dong. Berikut aku tuliskan resep Kraft Crolette, ya. Siapa tahu ada yang mau bikin juga, Omelette Bermahkota. 😀

Resep Kraft Crolette.Keju KRAFT Cheddar

  • 2 butir telur.
  • KRAFT Cheddar Mini ukuran 30 gram.
  • Minyak goreng secukupnya. Atau, bisa juga menggunakan margarin, ya.

Cara Membuat KRAFT Crolette.

  1. Kocok telur hingga rata;
  2. Panaskan teflon, tuang minyak secukupnya;
  3. Masak telur sampai matang, lalu sisihkan;
  4. Parut Kraft Cheddar Mini di atas pan teflon hingga merata;
  5. Letakkan Omelette di atas parutan keju, masak dengan api sedang selama 2 menit;
  6. Angkat Kraft Crolette dengan spatula sambil dientuk Crown hingga keju kaku.
  7. Kraft Crolette siap disajikan, Bestie! 😉

Tips Agar Crown Sempurna!

Membuat Crown itu enggak semudah gulung-gulung Omelete ya, Bestie. Ada cara khusus supaya mahkota Omeltte tampil sempurna. Berikut aku share tips supaya Crown sempurna, ya.

  • Crown Omelette hanya akan berhasil jika menggunakan KRAFT Cheddar yang mengandung protein dan kalsium tinggi supaya crown mudah dibentuk dan engak gampang patah saat dipanaskan.
  • Gunakan KRAFT Cheddar Mini yang berukuran 30 gram sesuai takaran yang pas;
  • Angkat Crown Omelette saat parutan keju sudah betul-betul kering. Jangan buru-buru angkat, ya. Karena kalau belum kering betul bisa patah;
  • Semangat mencoba! 😉

Kita semua tahu, satu butir telur dadar saja mengandung zat besi 11% dari kebutuhan harian, Kalium 161 mg, Protein 14 gram, Karbohidrat 0,9 gram, Kalori 221 kalori, dan masih banyak lagi kandungan nutrisi lainnya. Gimana kalau dua butir telur ditambah 30 gram keju asli? Sudah pasti semakin banyak nutrisi yang didapatkan tubuh, ya.

Lauk yang terbuat dari Telur dan Keju ini bisa menggugah selera makan anak dan suami dan dapat memenuhi kebutuhan nutrisi mereka. Apalagi kalau dilihat dari bentuknya yang unik, mereka pasti penasaran dengan mahkotanya. Iya, Crown yang ada di atas Omelette ini bak mahkota. Menu ini pun menjadi viral banget karena cara membuatnya penuh dengan sensasi. Hahaha.

Alasan Memilih Recook Kraft Crolette Menggunakan Keju KRAFT Cheddar. 🙂

Kraft Foods Indonesia adalah perusahaan makanan dan minuman dari Indonesia yang berkantor pusat di Jakarta yang dimiliki oleh Kraft Heinz Company dan Ultrajaya. Perusahaan ini sangat terkenal dengan produk Kejunya yang asli dan bernutrisi tinggi. Makanya ketika tahu ada menu makanan yang dibuat dari keju Kraft Cheddar aku penasaran banget.

Menu Kraft Crolette sangat menginspirasi karena menggunakan keju Kraft Cheddar yang nutrisinya pasti. Setelah viral recook menu ini, buat yang suka masak pasti membuat menu lain yang lebih unik lagi. Penikmat keju yang kebetulan kurang kreatif dalam membuat menu akan mencoba untuk recook lagi. 😀 Apalagi kalau kejunya menggunakan Keju KRAFT Cheddar, tambah semangat recook, dong! Berikut alasan aku memilih Keju KRAFT Cheddar:

#KejuAsliCheck, Karena Bahan Utama Keju Asli pada Urutan Pertama.

Perihal konsumsi keju, aku memilih untuk lebih selektif. Maklum, anak-anak suka banget ngemil keju di rumah. Makanya, aku berusaha untuk selalu stok keju asli di kulkas ketimbang anak-anak membeli keju yang lebih banyak komposisi air dan tepung ketimbang komposisi keju asli. Iya, ada lho keju yang komposisi kejunya lebih sedikit. Artinya, nutrisi yang ada dalam keju pun berkurang.

Tagar #KejuAsliCheck merupakan kampanye yang diinisiasi oleh KRAFT guna membantu para Ibu dalam memilih keju. Saking banyaknya merek keju cheddar di tanah air, sebagai Ibu harus paham dan memilih keju terbaik untuk keluarga, dong. Dan Keju KRAFT Cheddar adalah keju di urutan nomor satu yang memenuhi semua kriteria yang dibutuhkan sesuai dengan kampanye #KejuAsliCheck.

Keju KRAFT Cheddar Telah Memenuhi Kriteria #KejuAsliCheck.

Keju KRAFT Cheddar dibuat dari bahan utama keju asli New Zealand pada urutan pertama (bukan ari atau tepung) dan dilengkapi dengan nutrisi Calcimilk yang kaya akan kalsium, serta sumber protein dan Vitamin D. Iya, mengkonsumsi keju cheddar KRAFT secara rutin bisa membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian, karena mempunyai kandungan yang dapat memenuhi 30 persen kebutuhan kalsium harian, sumber vitamin D dan protein yang merupakan salah satu komponen esensial dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Keju KRAFT Cheddar selalu ada di dalam kulkas karena keju ini te;ah memenuhi kriteria yang dibutuhkan.

Keju Cheddar Asli

Tertera Informasi Label Pangan, #KejuAsliChek!

Slain memiliki komposisi bahan baku yang tepat dan berkualitas, dalam kemasan Keju KRAFT Cheddar tertera informasi label pangan. Informasi ini sangat penting dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) selalu menganjurkan untuk melihat label pangan pada kemasan sebelum membelinya. Label pangan adalah setiap keterangan mengenai pangan yang berbentuk gambar, tulisan, kombinasi keduanya, atau bentuk lain yang disertakan pada pangan. Perlu digaris bahawi, nih. Sebelum membeli pangan khususnya keju, lihat label pangan pada kemasan, ya!

Terdapat Banyak Pilihan Kemasan Sesuai Kebutuhan.

Kebutuhan keju untuk camilan tentu beda dengan kebutuhan untuk masak atau bikin kue. Jika memang butuh banyak, aku langsung beli Keju Kraft Cheddar yang 165 gram. Sementara untuk camilan anak-anak, aku beli yang kemasan paling kecil yaitu 30 gram. Aku memilih Kraft Cheddar karena banyak pilihan kemasan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Selain berat 165 gram dan 30 gram, tersedia juga ukurang sedang dengan berat 70 gram. Soal harga, Keju asli ini termasuk terjangkau mulai dari 5 ribuan.

Cara Mudah Mengenali Keju Cheddar Asli, #KejuAsliCheck!

Ada banyak merek keju yang dipasarkan di Indonesia, termasuk Keju Cheddar. Saat menghadiri acara Virtual Press Conference peluncuran kampanye #KejuAsliCheck, Dra. Indriemayatie Asri Gani,Apt selaku Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Konsumen Badan POM mengimbau kepada masyarakat untuk lebih teliti lagi sebelum membeli produk keju dengan terlebih dahulu membaca label pangan olahan.

Cara Mudah Mengenali Keju Cheddar Asli

Ada dua cara mudah mengenali keju cheddar asli, yaitu:

1. Memastikan keju pada urutan pertama komposisi (bukan air atau tepung).

Kalian para penikmat keju pasti bisa merasakan mana keju asli dan mana keju yang komposisi utamanya bukan keju melainkan air dan tepung. Terlihat dari segi tekstur sebenarnya sudah beda, ya. Hanya saja untuk memastikan itu keju asli atau bukan, kalian harus mengecek bagian komposisi pada kemasan. Jika komposisi keju cheddar ada pada urutan pertama, berarti keju asli. Akju baca di kemasan Keju Kraft Cheddar, Keju Cheddar ada para urutan pertama komposisinya. Setelahnya baru air, susu, dan minyak nabati.

2. Memiliki klaim nutrisi pada kemasan.

Masih pada kemasan produk, ya. Setelah mengecek komposisi produk, kalian juga harus mengecek ada klaim nutrisi atau enggak pada kemasan. Klaim nutrisi yaitu informasi tentang berapa banyak kandungan zat makanan pada produk tersebut. Aku cek pada Keju Kraft Cheddar, pada kemasan bagian belakang tertera informasi takaran saji lengkap dengan jumlah persajian yang meliputi lemak, kalori, protein, kolesterol, karbohidrat, vitamin dan mineral, gula dan garam. Dengan adanya klaim nutrisi pada kemasan, artinya produk keju cheddar dapat dinyatakan asli.

Dari resep recook KRAFT Crolette, aku jadi semakin paham bahwa pemenuhan nutrisi harian bisa dengan mudah didapatkan. Dengan konsumsi keju KRAFT Cheddar saja nutrisinya sudah pasti dapat, lho. Apalagi jika ditambahkan menu lain atau kolaborasi menu seperti Crolette (Crown Omelette), dua butir telur ditambah dengan parutan keju yang kemasan 30 gram. Insya Alloh nutrisi keluarga aman tercukupi mulai dari awal sahur.

Eh, kalian sudah pernah recook KRAFT Crolette belum? Ayo cobain resep recook yang sudah aku tulis di atas dan rasakan sensai membuat omelette yang ada mahkotanya. 😆 Disajikan sebagai menu sahur lebih menggugah semangat sahur. Silakan mencoba!

4 Tempat Ngabuburit Asik di Banjarnegara

4 Tempat Ngabuburit Asik di Banjarnegara – Suasana ramadan di masa pandemi tahun ini ternyata enggak se sepi tahun lalu, ya. Aku lihat yang ngabuburit juga lebih banyak. Istilah ngabuburit memang identik dengan bulan ramadan. Aku baca di wikipedia pengertian ngabuburit yaitu kegiatan menunggu azan magrib menjelang berbuka puasa pada waktu bulan suci Ramadan. Kegiatan ngabuburit dapat berupa banyak hal, seperti jalan-jalan, bermain, bercengkerama, mencari takjil, mendatangi pasar kuliner atau menghabiskan waktu di taman.

Setelah aku berkeluarga dan punya anak, ngabuburit menjadi kegiatan yang enggak harus dilakukan. Kadang kami lebih memilih menunggu azan magrib di rumah saja, bermain dengan anak-anak. Aku enggak pernah menjadi orang pertama yang mengajak mereka untuk ngabuburit keluar rumah. Ya gimana, pulang kerja jam 15.00 WIB, lanjut menyiapkan menu buka puasa, terus beres-beres. Oh…lelah ya, Bun? Hahaha. Ya…kira-kira begitulah. 😆

Meskipun jarang ngabuburit, aku cukup tahu tempat-tempat ngabuburit asik di tempat tinggalku, Banjarnegara. Aku termasuk mama muda yang enggak mengikuti trend, sih. Cuma karena lahir dan besar di Banjarnegara ya pastinya paham lah tempat-tempat yang asik buat ngabuburit meskipun hanya beberapa saja rekomendasinya. 😛

Kriteria Tempat Ngabuburit Asik.

Kriteria tempat ngabuburit asik tentu tiap orang berbeda, ya. Ada yang cukup dengan duduk-duduk di taman yang penting sama tersayang. 😆 Lalu, ada juga yang harus keluar rumah karena ngabuburit bisa menjadi salah satu bentuk refreshing setelah seharian di dalam rumah mengurus urusan rumah tangga dan menyiapkan kebutuhan buka puasa. Namun aku lihat sebagian besar masyarakat, khususnya anak muda atau keluarga yang belum banyak personilnya, memilih kegiatan ngabuburit ke luar rumah meskipun hanya sekadar jalan-jalan menyapa jalan raya dengan mengendarai sepeda motor.

Ada 4 Tempat Ngabuburit Asik di Banjarnegara Versi Aku. 

1. Tempatnya Selalu Ramai Karena Ada Tempat Kuliner Juga yaitu Alun-Alun Banjarnegara.

Hampir dua tahun, kawasan alun-alun Banjarnegara steril dari pedagang kaki lima. Tempatnya menjadi bersih dan enggak begitu ramai kalau enggak ada event yang diselenggarakan di sana. Namun, setiap bulan ramadan di timur alun-alun tepatnya di Jl. Dipayuda banyak pedagang kaki lima berderetan menjajakan apa saja yang dibutuhkan masyarakat. mulai dari jajanan ringan seperti cilor, takjilan puasa, sampai dengan makanan berat seperti paket menu ayam geprek dan olahan makanan berat lainnya yang siap saji. Meskipun jumlahnya enggak sebanyak saat ada gelaran Kampung Ramadan Kauman, tapi menjadikan alun-alun semakin ramai.

alun-alun banjarnegara

2. Pasar Ramadan, Salah Satunya Ada di Kampung Ramadan Wanadadi.

Sebelum ada pandemi, hampir setiap bulan suci ramadan selalu digelar kampung ramadan kauman yang bertempat di sekitar alun-alun Banjarnegara. Ada penyelenggaranya, gitu. Kalau enggak salah yang menyelenggarakan yaitu para pengurus Masjid Agung An-Nur. Namun, semenjak pandemi kampung ramadan ditiadakan karena pasti mendatangkan kerumunan.

Baca lagi Perubahan Kebiasaan Puasa Saat Pandemi Tahun Ini.

Kampung ramadan di tengah kota memang ditiadakan, tapi di beberapa desa tetap diselenggarakan salah satunya yaitu Kampung Ramadan Wanadadi yang lokasinya enggak jauh dari waduk Panglima Besar Soedirman. Sama seperti kampung ramadan pada umumnya yang dibuat dalam bentuk pasar, kampung ramadan ini juga menyediakan berbagai macam jajanan, takjil, dan jajanan desa khas setempat karena melibatkan umkm se kecamatan Wanadadi. Oiya, di sini juga ada yang jualan baju lebaran, lho.

3. Taman Sokanandi, Tempatnya Enggak Begitu Ramai, Ada Kulinernya dan Ramah Buat Anak-anak.

Sebenarnya ada beberapa taman yang asik buat dikunjungi untuk ngabuburit. Yaitu ada Taman Sokanandi, Taman Korpri, Taman Srikandi, dan Taman Kardjono. Namun yang menurutku paling rekomen buat ngabuburit yaitu Taman Sokanandi. Lokasinya memang cukup jauh dari kota, tapi bisam menjadi alternatif buat ngabuburit soalnya di sini disediakan mainan dan ada juga replika hewan-hewan yang biasanya bikin anak-anak senang. Ramah buat anak-anak. Selain itu, Taman Sokanandi ini enggak terlalu ramai dan di pinggiran taman biasanya ada pedagang kaki lima yang menjual berbagai macam jajanan termasuk dawet.

Taman Limbangan Sokanandi Banjarnegara

4. Kawasan Pinggir Kali Serayu: Mau Pilih The Pikas, Historia Cafe atau Jembatan Kenteng.

Kalau ini tempat favorit kami, nih. Duduk-duduk di pinggir kali serayu, segar. Kami memilih The Pikas untuk menikmati segarnya kawasan pinggir kali serayu. Di sini kami bisa main-main di bibir sungai kalau debit air sedang rendah. Selain itu, kami juga memilih untuk jalan-jalan di sekitar The Pikas melihat pemandangan sekitar yang memuat mata segar. Kalau anak-anak suka ke PIKAS karena mereka bisa melihat Rusa di sana.

Alternatif lain ada Historia Cafe yang letaknya memang di pinggir kali serayu juga asik. Kalau di sini, sih, ngabuburit sekaligus buka di luar. Hahaha. Sementara yang di Jembatan Kenteng, biasanya anak-anak muda pada duduk-duduk di atas motor, menunggu bedug magrib sambil ambil foto, gitu. Untuk tahun ini, yang memilih ngabuburit di pinggir kali serayu lebih banyak ketimbang tahun sebelumnya. Ini menjadikan suasana ramadan di masa Covid lebih hidup.

Bestie, boleh lah share tempat ngabuburit asik di daerah kamu!

Puasa Saat Pandemi, Adakah Perubahan Kebiasaan dari Tahun Lalu?

Puasa Saat Pandemi, Adakah Perubahan Kebiasaan dari Tahun Lalu? – Hello, Bestie! Bagaimana puasanya, nih? Semoga tambah sehat, lancar-lancar dan tambah semangat untuk terus melakukan amalan-amalan di bulan ramadan, ya. Kalau dengerin pengajian-pengajian, sih, katanya kalau di ramadan enggak dapat gereget untuk ibadah, termuk golongan orang merugi. Betul begitu kan Bestie? 😆

Ngomongin tentang pandemi, sebelum menulis artikel ini aku sepat browsing perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia. Aku iseng-iseng saja, sih. Sekadar ingin tahu karena sekarang aku sudah enggak pernah update berita Corona. Ternyata per 1 April 2022, kasus baru masih ada, ya. Orang meninggal karena Covid-19 pun masih ada. Terlihat jelas dari data yang disajikan oleh JHU CSSE COVID-19 data dalam bentuk grafik, di Indonesia muncul kasus baru rata-rata 4.000an setiap minggu. Kalau dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya tentu grafik ini sudah sangat landai meskipun faktanya pada Februari lalu kasus baru sempat melonjak parah.

Masih pada ingat tentang artis-artis yang pada liburan ke luar negeri terus pulang ke Indonesia membawa Omicron, kan? Hahaha. Tenang, puasa enggak mau julid karena sudah “kenyang” ikut misuh-misuh pas bertinya lagi ramai berseliweran di media sosial. 😆 Kalau enggak salah ingat, sih, pada masa-masa itu kasus baru melonjak sampai pemerintah sempat memberlakukan PPKM juga.

ramadan saat pandemi

Ramadan 1443 H Masih Harus Banyak Prihatin.

Pemberitaan tentang virus yang menyebabkan keadaan ekonomi dunia sempat terpuruk tampaknya sudah jarang disiarkan di televisi, ya. Makanya enggak banyak masyarakat Indonesia khususnya yang tahu perkembangan kasus baru, meninggal, dan juga sembuh dari covid-19 setelah menjalankan isoman. Tapi bukan berarti kita semua sebagai warga +62 merasa sudah terbebas dari yang namanya pandemi. Karena pada faktanya kita harus kembali prihatin karena hal lain. Salah satunya yaitu karena kebutuhan bahan pokok harganya terus naik.

Iya, harga kebutuhan pokok terus naik, tapi penghasilan masih sama. Makanya masih harus banyak prihatin, bukan?

Menjelang ramadan, hampir seluruh kebutuhan harian harganya naik. Enggak hanya itu, beberapa kebutuhan pokok rumah tangga pun barangnya langka. Sudah mahal, ditambah lagi kelangkaan barang. Butuh minyak goreng saja harus antre. Sudah antre panjang, tapi hanya dapat membeli dua liter pula. Asli, puasa saat pandemi tahun ini prihatin banget rasanya. Seingat aku, tahun lalu enggak ada drama tentang minyak goreng atau pertamax yang belum lama ini juga naik harga, ya. Hahaha.

Perubahan Kebiasaan Puasa Saat Pandemi. Antara Puasa Tahun 2022 dengan Tahun Lalu, Adakah Perubahannya?

Belum lama ini, Indonesia baru saja menjadi tuan rumah ajang balap MotoGP di Sirkuit Mandalika. Teman-teman pasti mengikuti perhelatan akbar kelas dunia yang mana semakin ramai dengan kehadiran Mbak Rara. 😆 Aku sendiri enggak begitu mengikuti event tersebut, tapi kalau beritanya Mbak Rara aku mengikutinya berkat kekuatan netijen Indonesia yang mengantarkan aku mengikuti meme-meme si pawang hujan itu.

Dengan digelarnya event besar itu, banyak juga yang berdoa dan berharap jika ramadan tahun 2022 boleh tarawih di masjid, boleh mudik, boleh berkumpul-kumpul layaknya puasa sebelum adanya pandemi. Beda banget dengan keadaan puasa saat pandemi tahun pertama dan kedua yang mana masyarakat betul-betul sangat menjaga dan taat pada peraturan pemerintah.

Bukan, bukan berarti tahun ini masyarakat enggak taat dengan aturan pemerintah, hanya saja alhamdulillaah perubahan kebiasaan saat puasa sudah mulai terasa, suasana ramadan di masa covid mulai mengalami perubahan. Berikut adalah beberapa perubahan kebiasaan puasa saat pendemi tahun 2022.

1. Sudah Boleh Sholat Tarawih di Masjid.

Kegiatan tarawih menjadi salah satu kegiatan yang sangat ditunggu-tunggu oleh kaum muslim saat ramadan. Tahun lalu, pemerintah tidak mengizinkan untuk melakukan sholat tarawih berjama’ah di Masjid. Disarankan untuk tarawih di rumah saja bersama keluarga demi menghindari penyebaran virus Covid-19 yang saat itu masih tinggi. Namun tahun ini pemerintah memperbolehkan melakukan tarawih berjamaah di masjid asalkan tetap mematuhi protokol kesehatan.

perubahan kebiasaan saat ramadan di masa pandemi

2. Boleh Melakukan Kegiatan Pengajian, Tadarus Al-Qur’an, dan Amalan Lain di Bulan Puasa.

Ramadan tahun ini, di tempat tinggal aku sudah percaya diri mengadakan pengajian bakda subuh dan menjelang buka puasa dengan menggunakan pengeras suara. Tahun lalu, aku masih ingat banget ketika hendak tadarus Al-Qur’an menggunakan pengeras suara, tuh, takut didatangi orang polsek. 😆 Tapi sekarang karena sudah ada edaran dari Kementerian Agama tentang Pedoman Resmi Ibadah Ramadan 2022, masyarakat pun merasa aman ketika hendak mengaji atau beriktikaf. Terpenting tetap memperhatikan protokol kesehatan, ya.

3. Boleh Mudik, Tapi dengan Syarat!

Nah, kalau ini kabar gembira buat para perantau, nih. Puasa kali ini pemerintah memperbolehkan umat muslim merayakan lebaran di kampung halamannya tapi dengan syarat. Syaratnya yaitu calon pemudik harus sudah mendapatkan dua kali vaksin, melakukan satu kali booster, dan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketatTerus, kalau ternyata belum booster, calon pemudik harus melakukan tes PCR untuk penerima vaksin pertama dan tes Antigen untuk penerima vaksin kedua.

4. Kebijakan Karantina Dihapus.

Kita semua pasti akrab banget dengan istilan Karantina khususnya bagi mereka para pelaku perjalanan baik Luar Negeri maupun Dalam Negeri. Baru-baru ini, khususnya puasa tahun ini pemerintah menghapus kebijakan karantina ya, Bestie. Pertimbangan menghapus karantina karena kasus positif Covid-19 dari luar negeri jauh lebih kecil dibandingkan persebaran di dalam negeri. Makanya, pemerintah resmi menghapus kebijakan karantina bagi pelaku perjalanan dari luar negeri (PPLN) namun mereka masih diwajibkan tes PCR.

Setidaknya ada empat perubahan kebiasaan puasa saat pandemi tahun ini sesuai dengan peraturan dari pemerintah. Peraturan yang dari tahun-tahun sebelumnya masih berlaku sampai tahun ini yaitu tidak diperbolehkannya menggelar open house atau buka bersama bagi ASN. Para ASN justru diminta untuk turut menjaga agar kondisi kurva terus melandai.

Puasa Hari Pertama di Awal Bulan, Atur Waktu Biar Enggak Ngos-ngosan

Puasa Hari Pertama di Awal Bulan – Selembar jadwal imsakiyah ramadan 2022 sudah saya dapatkan dari salah satu petugas bank yang biasa ke kantor. Pada jadwal tertera jika awal ramadan jatuh pada hari Sabtu, tanggal 2 April 2022.

Sebelumnya aku memang enggak ngeh kalau puasa ramadan dimulai hari Sabtu. Aku kira tanggal 2 April, tuh, hari Ahad. Yaudah, dengan percaya diri aku chat suami dengan maksud mengajak jalan-jalan sebelum ramadan ke Serulingmas karena HTM cuma Rp 10 ribu dan berlaku hanya 2 hari saja di tanggal 2-3 April 2022. Terus dia balas chat aku dengan emotikon ketawa, dong.

Hello, Sabtu udah puasa! 😆 😀

Aku pun kembali melihat jadwal imsakiyah. Tercetak tanggal 2 April mulai puasa, dan ternyata memang hari Sabtu. Hahaha. Lagi pupus-pupusnya, suami kembali chat kalau puasa hari pertama ramadan 2022 belum jelas masih menunggu sidang isbat. Iya, sebagian umat muslim memang ada yang sudah fix memulai puasa di hari Sabtu, namun kami memilih menunggu keputusan dari pemerintah. Tapi, meskipun puasa pertama hari Minggu, kami tetap enggak bisa jalan-jalan karena Ayah Wildan hari Sabtu tetap masuk, liburnya Minggu. Qiqiqi. Nasib.

Ketimbang di rumah cuma rebahan dowang, anak-anak juga lagi asyik main sama mamak ART, aku kembali melakukan review jadwal harian. Pikirku mumpung ada kesempatan dan di bulan penuh ampunan ini memang harus pintar-pintar membagi waktu supaya bisa mendapatkan goal dari apa yang sudah ditargetkan di bulan ramadan. 😉

Mengatur Waktu Saat Ramadan

Kenapa Harus Kembali Mengatur Waktu di Bulan Ramadan?

Sudah menjadi kebiasaan aku ketika ramadan tiba yaitu mengatur kembali waktu atau semacam membuat jadwal baru layaknya anak yang baru masuk sekolah supaya enggak telat. 😆 Sebenarnya aku bukan termasuk orang yang sibuk, sih. Tapi karena di bulan suci, kan, ada banyak kegiatan atau aktivitas yang enggak seperti hari-hari bisa. Menyiapkan menu sahur atau menu buka puasa, misalnya. Meskipun waktu masak yang biasanya dimulai pukul 6 pagi sebenarnya sama saja ketika digeser menjadi pukul 3 pagi, sih. Artinya, sama-sama masak hanya beda jam. Tapi masak untuk sahur membutuhkan effort yang sangat tinggi. Hahaha. Belum lagi waktu memasak menjelang buka puasa. Biasanya setelah mandi sore langsung mainan sama anak-anak, ini sepulang kerja langsung buru-buru ke dapur untuk menyiapkan takjil dan menu buka puasa, ya. Repot amat, Ibun. Tinggal pesan antar masakan saja, lho. 😛 😛

Bagi aku penting banget mengatur kembali waktu untuk memulai kegiatan dari puasa hari pertama supaya ada geregetnya. Apalagi kita semua tahu kalau bulan ramadan adalah bulan penuh ampunan. Rasanya enggak ingin menyia-nyiakan bulan suci ini. Dalam benak dan batin juga rasanya sudah melekat untuk terus perbanyak ibadah, ibadah, dan ibadah karena pahalanya akan dilipat gandakan. Jadi, enggak hanya mengatur waktu saja, tapi juga menentukan target-target selama bulan suci ramadan termasuk target ibadah.

Tetap Menerima Pekerjaan Tambahan di Puasa Hari Pertama.

Ramadan perbanyak ibadah, woy. Kerja mulu! 😆

Duuh…siapa yang enggak senang ketika diberi pekerjaan? 😉 Ini salah satu alasan aku untuk kembali atur waktu. Sekali pun di bulan ramadan, menerima pekerjaan tambahan, tuh, sama sekali enggak mempengaruhi waktu ibadah asalkan bisa mengatur waktu. Makanya di ramadan tahun 2022 ketika ada beberapa penawaran pekerjaan tambahan sebagai Blogger dan Influencer yang rata-rata deadline-nya bulan ini, aku kembali mengatur waktu supaya tetap bisa menikmati pekerjaan, biar enggak ngos-ngosan juga! Kerja dalam kejaran itu enggak enak kan, gengs! 😆

Puasa Hari Pertama

Memilih untuk tetap menerima pekerjaan di bulan ramadan tentu sudah aku pikirkan jauh-jauh hari. Mungkin kalian juga demikian, ya. Etapi, pekerjaan yang datang mendadak pun beberapa tetap aku terima asal enggak memberatkan atau merasa berat dengan task yang harus diselesaikan. Bagi aku, bekerja itu asyik. Sama halnya dengan beribadah. Sama-sama mendatangkan kebahagiaan. Jadi, jika masih bisa berjalan dua-duanya di bulan ramadan, kenapa enggak! 😉

Ya gimana, bekerja sudah menjadi passion! *eehhh 😆

Belum lagi Insya Alloh aku mengikuti challenge dari Blogger Perempuan (BP) yang mana dalam waktu 30 hari akan menulis di blog ini dengan tema yang sudah ditentukan oleh tim BP. Tulisan ini menjadi blog post pertama challenge dari BP dengan tema Puasa 2022. Terbayang ngos-ngosannya kalau enggak mengatur waktu dari puasa hari pertama, kan. 😛

Hikmah Ramadan di Masa COVID-19

Hikmah Ramadan di Masa COVID –  Siapa yang menginginkan suatu musibah menghampiri kita? Siapa yang mau negeri ini dihampiri virus corona sampai berdampak pada perekonomian masyarakat? Siapa yang mau dunia ini ramai membicarakan musibah?

Siapa yang mau?

Saya yakin tidak ada yang mau. Dalam setiap doa yang dipanjatkan setiap harinya saja, kita meminta untuk selalu dijauhkan dari segala musibah dan bahaya. Meminta untuk terus sehat, selalu dilimpahkan banyak rezeki yang halal dan baik. Namun, ketika Alloh sudah berkehendak, kita hanya bisa berdoa, memohon yang baik-baik kepadaNya.

Saya sempat syok dengan datangnya wabah COVID-19. Merasa tidak bisa biasa saja karena saat wabah ini datang, tepatnya Maret lalu, saya sedang hamil dengan usia kandungan 7 bulan. Panik sering menghampiri. Apalagi ketika mengikuti update berita tentang penyebaran virus ini, nyaris ketakutan saban harinya. Kerap khawatir jikalau sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dengan kehamilan ini. Na’udzubillaah. 🙁

Pelan-pelan saya mencoba untuk biasa saja menyikapi datangnya musibah ini. Biasa, namun tetap waspada dan tetap mengikuti himbauan-himbauan yang dikeluarkan pemerintah. Saya atau bahkan kalian pasti sampai saat ini ada yang masih belum bisa menerima hadirnya virus corona di tengah-tengah kehidupan ini. Banyak yang bilang, virus ini menyusahkan umat. Banyak juga yang menyalahkan virus corona tanpa menyadari bahwa sebenarnya penyebarannya ini bergantung pada kesadaran manusia.

Semakin hari, kasus penyebaran virus corona di Indonesia terus meningkat. Mulai dari ODP, PDP, dan OTG. Sampai dalam suatu percakapan dengan seorang teman, dia sempat berkeluh; kenapa, sih, virus ini harus menyebar di Indonesia? Kenapa tidak menetap saja di China?

Menerima musibah yang seperti ini memang tidak mudah. Namun saya yakin selalu ada hikmah di balik musibah. Terlebih musibah ini masih berlangsung saat bulan ramadan tiba. Kira-kira, apa hikmah yang dapat kita ambil dengan adanya musibah COVID-19 yang masih terus “bergerak” sampai bulan ramadan?

Salah satunya yaitu masyarakat lebih fokus beribadah.

Ramadan di tengah pandemi ini betul-betul sepi karena seluruh masyarakat diminta untuk tidak sering keluar rumah kecuali ada keperluan yang sifatnya penting. Masyarakat diminta untuk tetap di rumah saja dan banyak beraktivitas dari rumah. Hasilnya, tempat ibadah yang biasanya dipenuhi jama’ah pada bulan ramadan, saat ini tidak ada aktivitas apapun.

Masyarakat fokus beribadah di rumah masing-masing. Saya yakin, banyak orang yang memohon, memanjatkan doa agar pandemi ini segera berakhir. Apalagi kita tahu, keika memanjatkan doa di bulan ramadan ini insya alloh banyak terkabul.

Hikmah selanjutnya yaitu makin peduli dengan kesehatan.

Selain bulan untuk meningkatkan ibadah, Ramadan identik dengan kuliner. Berbeda dengan ramadan tahun lalu yang mana masyarakat masih bisa bebas pergi kemana saja untuk mencari takjil atau bekal buka puasa, tahun ini dengan segala pertimbangan, masyarakat membuat hidangan sendiri untuk bekal buka puasa. Artinya, asupan lebih terjamin dari sisi kesehatan, lebih higienis.

Di area kota tempat saya tinggal, saya masih melihat warung-warung yang menyediakan takjil dan masakan buat buka puasa, namun tidak seramai tahun lalu. Pun dengan pembelinya.

Kesehatan tidak hanya pada masakan, namun masyarakat juga terlihat makin peduli dengan kesehatan lingkungan,  dan juga kebersihan rumahnya.

Btw, bagaimana suasana ramadan di kotamu, Gengs?

Suasana Ramadan di Masa Covid-19

Suasana Ramadan di Masa Covid-19 – Minggu lalu, tepatnya setelah USG, saya dan suami berniat untuk buka puasa di luar. Yaaa…mumpung sudah di kota, ya. Sesekali dalam ramadan ngga masalah. Haaah…sesekali? Iya, tahu sendiri masyarakat Indonesia saat ini diminta untuk prihatin atas adanya wabah virus corona yang sampai saat ini belum juga reda.

Ramadan tahun sebelumnya, paling tidak seminggu sekali pasti kami buka bersama di luar. Belum lagi ditambah ajakan dan undangan buka bersama dari teman dan kerabat, nambah tuh jatah buka bersama di luar. Lha sekarang? Boro-boro seminggu sekali, ya, kemarin saja masuk rumah makan agak was was, gitu. Mau balik rumah, tapi sudah keburu bedug dan lapar. 😀

Suasana ramadan di area kota saat bedug puasa ternyata tidak seramai dulu. Saya tidak melihat orang-orang pada ngabuburit di sekitaran kota. Paling terlihat beberapa para pesepeda yang sedang istirahat di area alun-alun. Selebihnya, para pedagang sayur dan jajajan, gitu.

Masyarakat yang keluar rumah untuk membeli jajan tetap ada. Namun, untuk berbuka di luar rumah, saya lihat tidak banyak. Di warung makan tempat kami berbuka saja, hanya ada tiga keluarga. Sampai kami pulang, tidak bertambah lagi pembelinya.

Antara kasihan dan alhamdulillaah. Yups, kasihan karena warung sudah menyediakan banyak menu, tapi sepi pembeli. Mereka mungkin dilema juga. Jika warung tutup, maka tidak ada pemasukan. Warung tetap buka, yang terjual tidak banyak. Apa iya, mereka tetap bisa bertahan membuka warung sementara penghasilan mungkin pas-pasan atau bahkan tekor? 🙁 Namun di sisi lain, saya senang. Alhamdulillaah. Artinya, masyarakat taat pada peraturan dan himbauan pemerintah.

Ini baru suasana di kota dan buka bersama di luar yang sebenarnya menjadi tradisi atau ajang silaturahim bersama teman-teman. Anak rantau khususnya, ya. Mereka pada mudik kampung pasti ingin bertemu dengan teman lama.

Lanjut suasana ibadah di tengah pandemi covid-19.

Himbauan dari pemerintah umtuk berkegiatan di rumah, tuh, di dalamnya termasuk beribadah di rumah. Kita semua tahu, banyak kegiatan atau amalan ramadan yang diselenggarakan di masjid. Masyarakat berbondong-bondong untuk beribadah bersama-sama mulai dari sholat berjama’ah, taraweh, tadarus, pengajian rutin, dll. Tidak sedikit orang muslim yang menunggu-nunggu kegiatan ini. Hampir semua umat muslim menantinya. Secara, kegiatan tersebut hanya diselenggarakan pada bulan ramadan. Rasanya kangen menjalankan tadarus al-qur’an di masjid.

Puncak bulan ramadan tepatnya satu syawal juga sangat ditunggu-tunggu umat muslim. Bahkan paling ditunggu-tunggu. Apalagi kalau bukan momen lebaran idulfitri.

Sebelum lebaran tiba, biasanya diselenggarakan takbir keliling pada malam harinya. Di desa saya, anak-anak dan para remaja sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Siang hari sebelum dilaksanakan takbir keliling, mereka sibuk mencari pohon bambu yang berukuran kecil untuk dijadikan obor.

Betapa persiapan takbir keliling ini menjadi salah satu momen yang menggembirakan bagi anak-anak. Sayangnya pada ramadan tahun ini, kegiatan takbir keliling ditiadakan. Pemerintah kembali menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan yang sifatnya mendatangkan kerumunan. Takbir keliling, sholat idulfitri, silaturahim atau salam-salaman, semua kegiatan pada idulfitri terpaksa ditiadakan guna mencegah penyebaran virus corona.

Meski sudah ada himbauan, ada saja masyarakat yang tetap menjalankan kegiatan idulfitri. Namanya warga +62, ya. 😀 Buat kalian yang masih ngotot buat mengadakan takbir keliling, sholat idulfitri berjamaah, atau silaturahim, semoga tetap mematuhi protokol kesehatan covid-19, ya.

Suasana ramadan tahun ini boleh berbeda, tapi semangat untuk beribadah jangan sampai kendor, ya. 🙂

Tempat yang Ingin Saya Kunjungi Setelah Covid-19 Berakhir

Pada hari ke tujuh tantangan #30DayBlogChallenge yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network, saya menuliskan sebuah keinginan ketika Covid-19 berakhir. Keinginan sederhana, sih, namun yang sederhana biasanya akan memberi kebahagiaan dan menjadi momen tak terlupakan.

Dududuh…baru berandai-andai saja, bahagia rasanya. Ya bagaimana tidak, virus yang sejak Maret lalu masuk ke Indonesia, tuh, telah mengubah kehidupan nyaris 180 derajat terutama dalam perilaku keseharian dan gaya hidup.

Pemerintah tak henti-hentinya menghimbau kepada masyarakat untuk tetap di rumah. Tagar #DiRumahAja terus berseliweran baik di poster maupun linimasa sebagai salah satu kampanye sekaligus pengingat bahwa untuk saat ini masyarakat lebih aman di rumah saja sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Tema hari ke 14 #30DayBlogChallenge yaitu tentang tempat yang akan dikunjungi saat sudah bisa keluar rumah dengan bebas. Bisa dibilang tema ini memberi optimisme jika pandemi ini akan segera berakhir. Saya pun semangat untuk kembali merencanakan apa saja yang akan saya lakukan, tempat mana saja yang akan saya kunjungi nantinya. 😀

TEMPAT YANG INGIN DIKUNJUNGI SAAT COVID BERAKHIR

Nah, karena sekarang sedang dalam kondisi hamil tua, saya pun tidak berandai-andai terlalu tinggi dalam hal ini. Mau traveling? Mauuu dan sudah kangen banget! Tapi tunda dulu, baru punya bayi pasti lebih membutuhkan istirahat ketimbang traveling. Meregangkan otot-otot, gitu. 😀

Jadi, mau kemana setelah pandemi ini berakhir?

Staycation 

Salah satu rencana yang sempat tertunda adalah staycation. Lhooo, katanya tidak mau traveling? Eyyiim…tenang, tenaaang, ini murni staycation dan tidak akan menambah beban seorang Ibu yang baru melahirkan, apalagi bikin capek. 😀 Yups, salah satu cara meregangkan otot setelah melahirkan yaitu dengan melakukan staycation atau bobok cantik di hotel. 😀

Saya pernah punya rencana staycation sebelum ada wabah covid dan sebelum perut ini tambah buncit. Apa, tuh? Yaitu mengajak Kecemut staycation di salah satu hotel yang tidak begitu jauh dari tempat tinggal yaitu di Purbalingga. Bobok cantik di hotel sekaligus babymoon ala-ala, gitu. Untuk lebih tepatnya hotel mana, rencanya sih di Hotel Owabong. Tapi ngga tahu nanti laah. 😀

Sumpeh, ya, hamil anak kedua ini rasanya lebih anteng. Dulu, pas hamil anak pertama, nyaris tiap bulan saya bikin rencana keluar kota buat sok yes babymoon, gitu. Malah kadang tiap akhir pekan sudah sok mikir mau kemana biar tambah sehat karena banyak gerak, gitu.

Aaah…semoga rencana staycation tidak menjadi wacana, ya. Udah pingin gendong bayi kemana-mana, dong.  😀

Silaturahim 

Siapa yang sudah mulai kangen nongkrong bareng teman-teman? Rumpi-rumpi asyik laaah, ya. Atau, buat yang sudah berkeluarga dan beda tempat asal seperti saya, siapa yang sudah kangen berkunjung ke rumah mertua? 😆 Silaturahim sekarang menjadi salah satu hal yang dikangenin karena memang terasa banget efek dari physical distancingYaaa…jangankan lintas daerah, silaturahim ke tetangga saja sudah mulai susah. Apalagi untuk lebaran besok sudah mulai keluar himbauan untuk tidak melakukan sholat idul fitri berjamaah dan tidak berkunjung ke rumah tetangga juga. Rasanya tambah kangen berkumpul.

Jadi, ketika nanti sudah ada pengumuman bahwa covid-19 di Indonesia telah berakhir, saya ingin bersilaturahim ke Wonosobo yaitu ke tempat mertua dan nongkrong asyik bareng teman-teman untuk kembali produktif. 😀

FESTIVAL KRAKATAU LAMPUNG (4)

Banyak hikmah yang saya rasakan dari masa pandemi seperti sekarang ini. Satu yang paling terasa yaitu tubuh lebih sehat karena banyak mengurangi aktivitas keluar termasuk jalan-jalan yang kadang membutuhkan tenaga lebih. 😆 Tapi bukan berarti di rumah cuma leyeh-leyeh dowang, ya. Tetap beraktivitas, hanya saja tidak terlalu berat. Termasuk saat akhir pekan tiba, yang biasanya selalu merencanakan pergi jalan-jalan, kali ini tetap di rumah saja dan melakukan kegiatan seru bersama keluarga supaya tetap betah di rumah. 🙂