Ngobrolin Oleh-Oleh Khas Jember yang Legendaris

Ngobrolin Oleh-Oleh Khas Jember yang Legendaris – Belum lama ini aku dikagetkan dengan kabar bahagia yang datang dari Mbak Wulan, seorang teman domisili Jember yang aku kenal melalui kolom komentar blog ini. Aku pernah menuliskannya di postingan meet up with visitor from Jember. Bagaimana bisa kabar bahagia tapi mengagetkan? Bisa banget, dong! 😆

Ceritanya, awal saya bertemu dengan Mbak Wulan, tuh, kurang lebih sembilan tahun yang lalu. Tentu saat saya masih lajang, begitu juga dengan Mbak Wulan. Tujuan dia datang ke Banjarnegara yaitu karena ada misi. Dan yang bikin saya kaget, misi dari beberapa tahun yang lalu baru completed tahun ini. Yaitu menikah dengan orang Banjarnegara yang ditemuinya sembilan tahun yang lalu. Luar biasa sekali, bukan?

Kami sempat lost contact karena nomor telepon sama-sama sudah enggak tersave di kotak masing-masing. Mbak Wulan pun mengabari aku melalui DM facebook. Alhamdulillah…saat itu aku lagi buka FB, padahal hari-hari biasa aku jarang membuka aplikasi facebook. Ah…namanya jodoh, ya. Mau sepuluh tahun lost contact pun pada akhirnya dipertemukan kembali. 😆

ngobrolin oleh-oleh khas jember

 

Ngobrolin Oleh-Oleh Khas Jember yang Legendaris.

Mbak Wulan ini sebenarnya enggak punya banyak waktu untuk sekadar haha hihi karena emang agenda sudah tersusun selama dia sedang di Banjarnegara. Tapi karena lama enggak ngobrol, jadi dia menyempatkan banget buat ketemu aku. Yasudah, akhirnya aku pesankan tempat ngobrol di Batam Seafood karena kebetulan pertemuan kami di jam istirahat makan siang.

Aku pikir dia datang bersama suaminya, tapi ternyata sama Om-nya karena suami sedang cek up mobil yang sorenya mau digunakan untuk menghadiri acara ke Yogyakarta. Alhamdulillah aku bisa datang tepat waktu dan ternyata Mbak Wulan sudah sampai terlebih dahulu. 😆 Mulai pesan menu sambil ngobrol-ngobrol, aku kaget banget kalau ingatatnnya, tuh, bagus banget. Iya, aku kopdar sembilan tahun yang lalu tapi dia masih ingat situasi sembilan tahun yang lalu. Mulai dari aku yang menemuinya dengan ditemani sepupu, sampai oleh-oleh yang diberikannya saat pertemuan pertama kali.

Uniknya, nih, kemarin pas ketemu pada 8 Mei 2022, dia kembali membawakan aku oleh-oleh khas Jember dengan wujud yang sama yaitu Proll Tape dan Suwar-Suwir. Dia bilang, oleh-oleh ini aku bawakan sama dengan sembilan tahun yang lalu pas pertama kali kami bertemu. Duh…kalau pertemuan saat itu enggak aku tuliskan, sudah dipastikan aku lupa. Beruntung aku pernah menuliskan tentang oleh-oleh khas Jember dari Mbak Wulan. Ah…berasa legendaris banget oleh-oleh yang dia bawakan. 😉

Jumpa kali ini kami enggak lagi ngobrolin panjang lebar perihal kehidupan, melainkan bisnis. Salah satunya yaitu UMKM di Jember karena kebetulan dia punya bisnis itu. Punya toko oleh-oleh khas Jember, gitu. Namun untuk sekarang sudah enggak bisa kelola lagi tepatnya sejak pandemi. Omset yang didapatkan enggak bisa untuk menutup biaya pengeluaran. Miris juga, ya. Dan itu enggak hanya terjadi pada Mbak Wulan saja. Namun teman-teman yang punya usaha toko oleh-oleh dan juga UMKM juga sempat down. Beruntung sekarang banyak banget perusahaan swasta melalui dana CSR mengadakan bantuan untuk upgrade skill bagi karyawan demi UMKM bangkit, ekonomi Indonesia kembali pulih.

Bersama JNE Jember, Dorong UMKM di Pasca Pandemi.

Pandemi Covid 19 memang memberikan implikasi ekonomi, sosial, dan politik hampir di seluruh penjuru negeri utamanya bagi UMKM, tak terkecuali juga dirasakan oleh UMKM Jember. Aku yang kerap berinteraksi dengan pelaku UMKM karena ikut mempromosikan dan menjualkan produknya saja ikut prihatin. Sampai aku bersama teman-teman membuta website khusus yang menyediakan oleh-oleh khas Banjarnegara sebagai etalase online.

JNE melalui kegiatan Goll…Aborasi Bisnis Online 2022 Kota Jember yang telah dilakasnakan pada 20 Mei 2022 memberikan edukasi kepada pelaku-pelaku UMKM di Jember dalam memperkuat branding bagi usaha mereka. Kegiatan ini dikemas dengan lebih efektif melalui webinar. Acara tersebut turut dihadiri oleh dua narasumber palaku UMKM Jember yaitu Nesi Septiani selaku Owner Khadijjah Collection dan Fathurrohman selaku Owner Musae Chips yang bercerita soal perjalanan bisnisnya.

JNE Jember

“Dulu itu saya berawal jadi reseller, dari situ saya dapat keuntungan dan tertarik untuk melakukan bisnis, kunci dari membuka bisnis adalah harus konsisten.” buka Nesi.

JNE juga melaksanakan program dengan para UMKM yaitu memberdayakan UMKM Jember sebagai partner untuk konsultasi bisnis UMKM, selain layanan bisnis terpadu. Selain itu, program UMKM lainnya adalah kolaborasi dengan bank BNI. Kemudian untuk program soslialnya juga terus berjalan di sana.

“Kita perusahaan yang dimiliki oleh putra bangsa. Jujur, bertanggung jawab dan visioner, termasuk dalam tagline kita “Connecting Happines” yang dimana tak hanya mengantarkan barang, tapi juga kebahagiaan”, ujar Agung Fathur R selaku Head of Sales and Marketing JNE.

Melihat peluang UMKM yang akan kembali naik kelas, aku pun menceritakannya kepada Mbak Wulan. Ya….siapa tahu usaha dia bisa kembali dijalankan. Belum lama ini, aku juga membagikan link acara webinar yang terekam di Kanal YouTube JNE. Semoga workshop tersebut mendukung pelaku UMKM untuk bangkit dari kondisi perekonomian yang dipengaruhi pandemi sesuai dengan harapan JNE.

Btw, kalian pernah makan makanan khas Jember? Atau, oleh-oleh khas Jember. Boleh tahu apa favoritnya? 😉

Baca lagi: Proll Tape dan Suwar Suwir, Oleh-oleh Khas Jember.

Kencan Saat Libur Imlek di Dapur Alesha, Yummy!

Kencan Saat Libur Imlek di Dapur Alesha – Libur hari Imlek tahun ini aku merasa kecolongan. Tepatnya sejak tanggal merah yang beberapa kali terpaksa enggak berlaku untuk ASN, aku mulai enggak memperhatikan libur kerja karena tanggal merah. Ya….daripada sudah merencanakan hal-hal yang bakal menyenangkan tapi ternyata tanggal merah enggak berlaku. Jadi, mending anggap saja hari libur kerja kantor adalah Sabtu dan Minggu. 😆

Rasa-rasanya sudah tertanam hari libur cuma weekend saja, tapi enggak tahu kenapa hari libur Imlek kemarin aku merasa kesal banget karena kurang update. Beberapa rekan kerja di kantor juga enggak ada yang colek-colek libur Imlek, nih. Pada santai, tenang, seperti enggak ada libur tanggal merah. Enggak ada yang heboh, gitu. Eh…lha, kok, pas melihat kalender ternyata Selasa libur hari Imlek. Ingin rasanya menertawakan diri sendiri, tapi hati ini kepalang kesuh. Dududuh…kalau tahu ada tanggal merah di Selasa dan itu berlaku menjadi hari libur, aku pasti sebelumnya akan mengajukan cuti. Lumayan banget dari Sabtu sampai Selasa. Ugh….mantap!

Ketimbang di rumah kesal terus-terusaan, akhirnya aku memutuskan untuk keluar rumah dan kencan bareng anak-anak, tanpa suami yang hari libur tetap kerja bagai kuda supaya lebih baik lagi jalannya. 😆 Kali ini, kami kencan di Dapur Alesha, resto yang suasananya asyik banget dan makanannya juga enak-enak banget. 😛

Suka Banget dengan Suasana Dapur Alesha.

Kesan pertama sampai di depan Dapur Alesha begitu menggoda. Selanjutnya, terserah Anda. Hahaha. Itu iklan apa, ya? Sangat familiar pada zamannya, masih melekat, tapi lupa iklan produk apa. 😀

Jujurly, nih. Kami memilih resto ini sebagai tempat kencan karena ramah banget buat keluarga, khususnya anak-anak. Tempatnya luas, segar, rapi, dan terasa sangat nyaman termasuk dari sisi tempat duduknya. Tersedia juga tempat makan khusus balita. Aku sadar diri banget kalau Wildan, anak kedua kami, kadang enggak betah duduk berlama-lama. Makanya, dengan tempat yang luas, dia akan mendapatkan kenyamanan makan di resto.

Di sini juga terdapat kolam kecil yang diisi dengan ikan Koi. Anak-anak yang tahu dan suka ikan, pasti senang. Betah berlama-lama di resto dengan bangunan semi terbuka. Hanya saja yang membuat aku atau pengunjung lainnya merasa kurang nyaman ada pada parkiran yang lokasinya hanya cukup buat parkir motor. Jika pengunjung mengendarai mobil, harus parkir mepet resto karena depan resto merupakan jalan raya.

Makanan Favorit Ada di Dapur Alesha.

Sebelum keluar rumah, aku sempat menanyakan kepada Kecemut perihal pilihan makanan. Belum ngobrolin makanan, dia udah pingin minum Es Milo yang menjadi minuman kesukaannya selain Jus Jambu. Kemudian lanjut memilih makanan, dia lagi pingin Nasi Goreng. Kalau makanan standard seperti ini, sih, bisa dibuat di rumah meskipun rasanya pasti beda. Hahaha.

Sementara makanan yang aku pilih yaitu Capcay kuah! Mau makan di rumah atau di luar, aku lebih suka makanan yang berkuah. Untuk lauknya, sih, belum ada bayangan karena harus melihat menu lengkapnya meskipun sudah beberapa kali makan di Dapur Alesha, enggak mungkin hafal menunya. 😆 Kalau buat Wildan, walaupun dia masih batita, tapi apa saja doyan. Kalau ikut ke mana-mana, sudah ikut makan makanan orang dewasa. Hanya saja, tetap ada kontrolnya.

Sembari persiapan keluar rumah, aku kontak Dapur Alesha melalu akun Instagramnya, dong. Kebetulan aku mengikuti akunnya meskipun mereka jarang update. Jadi, bisa konfirmasi ketersediaan menu-menu makanan yang hendak kami pesan.

 

Menu makanan dan minuman di resto Dapur Alesha sangat beragam. Bukan hanya daging dan ikan saja, tapi tersedia juga Mie Ayam, makanan yang sangat merakyat. Dan setelah sampai, ini menu-menu yang kami pesan!

Oiya, jarak tempuh dari rumah ke resto Dapur Alesha cukup dekat. Lokasinya berada di dekat kota, tepatnya di gang masuk Clincing sebelah timur, Jl. KH Bushaeri No.1, Krandegan. Aku hanya membutuhkan waktu sepuluh menit untuk sampai sana. Ini salah satu pertimbangan kenapa aku memilih resto ini untuk kencan. Selain dekat dengan rumah, mudah dijangkau, harganya pun ramah di dompet. Apalagi di sana sering ada promo. Baru-baru ini juga ada promo Imlek. Lumayan banget bagi emak-emak, kan. 😀

Enggak Hanya Dapur Alesha, JNE Juga Mengadakan Program Double PAO!

Perayaan Imlek identik dengan happy-happy dan ramai. Makanya, banyak yang ingin berbagi kebahagiaan. Enggak hanya Dapur Alesha saja, tapi JNE juga berbagi kebahagiaan dengan semua pelanggan setianya dan juga member JLC agar aktivitas pengiriman paket menjadi semakin menyenangkan.

Ada beberapa program yang digelar oleh JNE yaitu program khusus di 16 kota dengan memasang dekorasi tematik imlek, santunan ke panti asuhan multikultural, membagikan mangkok dan sumpit sebagai tradisi serta simbol rasa hormat dan kemakmuran di tahun berikutnya. Program lain yang bikin happy yaitu #GameSiJoni. Seluruh masyarakat dapat  di game ini di social media @jne_id. Cara bermainnya gampang banget, hanya tebak kata lampion yang bergerak. Jika beruntung, kamu akan mendapatkan merchandise menarik dan angpao.

Selain program di atas, JNE juga menyelenggarakan program “Double Pao” (bagi-bagi bakpao dan angpao). Pemenang akan mendapatkan bakpao frozen dan angpao e-voucher. Program ini akan dilaksanakan di kota Singkawang, Medan, Pontianak, Semarang dan Surabaya.

Nah, khusus buat para member JLC (JNE Loyalty Card), JNE akan memberikan extra poin sebesar 10 poin dengan minimal transaksi Rp 450 ribu per hari dan berlaku akumulasi kiriman, ya. Program ini berlaku pada periode promo tanggal 1-9 Februari 2022 yang berlaku di seluruh titik transaksi secara nasional. FYI, untuk pengiriman ke luar negeri juga ada promo yang diberikan yaitu diskon ongkos kirim sebesar 20% periode promo tanggal 1-15 Februari 2022. Buat para UMKM, ayo manfaatkan program ini. Lumayan dapat tambahan poin, lho. Kapan lagi ngirim barang ke luar negeri dapat diskon ongkir, ya. 😉

Omong-omong, bagimana dengan libur Imlek kalian? Punya cerita apa, nih?

6 Alasan Getuk Frozen Brooo Menjadi Pilihan Camilan

Gethuk Frozen Brooo! – Kami sekeluarga adalah penikmat penganan tradisional dari ubi-ubian, salah satunya yaitu singkong. Banyak olahan dari singkong yang menjadi camilan favorit kami, mulai dari singkong utuh baik direbus maupun digoreng. Atau, beragam olahan singkong lainnya mulai dari getuk, mata roda, sampai dengan lemet. Semuanya enak. Apalagi penganan ini sehat, bukan tipe junk food.

Aku merasa beruntung hidup di desa karena bisa dengan mudah mendapatkan penganan tersebut. Betul, cukup dengan pergi ke pasar tradisional, bisa mendapatkan lemet yang manisnya alami. 😀 Atau, kalau ingin mendapatkan singkong, cukup datang ke pasar tradisional yang khusus menjual hasil pala pendem. Di kota tempat aku tinggal, pasar ini bersebelahan dengan pasar salak yang tak jauh dari Stadion Sumitro Kolopaking, Banjarnegara.

Lho, kenapa enggak ambil dari kebun sendiri?

Meskipun tinggal di desa dan latar belakang orang tua kami adalah petani, kami enggak menanam singkong, dong. 😆 Padahal ya punya kebun, walaupun kebun orang tua tapi sampai saat ini enggak ada yang dimanfaatkan untuk tanam ubi. Yaa…blitung-itung berbagi rezeki lah, ya. 😛

Tepatnya sejak pandemi, aku mengupayakan stok camilan di freezer selalu tersedia. Iya, aku memilih frozen food (khususnya camilan) karena sadar diri dengan keterbatasan waktu, tenaga, dan keahlian dalam membuat camilan untuk keluarga. Harap maklum, emak-emak yang juga pekerja kantoran sangat susah membagi waktunya untuk berkreasi di dapur. Akhirnya, jajan cepat saji menjadi alternatif untuk dihidangkan ketika anak-anak dan suami pingin yang anget-anget tapi selain pelukan Ibuknya. 😀

Gethuk Frozen Camilan Sehat

Ada beragam camilan frozen, tapi yang menjadi favorit kami adalah getuk frozen merek Singkong Brooo. Kenapa memilih getuk frozen Brooo yang O-nya ada tiga? 😆 Berikut 5 Alasan Getuk Frozen Brooo Menjadi Pilihan Camilan.

1. Getuk Salah Satu Camilan Sehat Alami.

Kita semua tahu bahan utama dari getuk adalah Singkong yang mana hasil bumi ini tumbuh tanpa disemprot obat-obatan. Berbekal tanah yang subur dan perawatan yang sangat ringan, seperti memberikan pupuk kompos, akan mendapatkan hasil yang berkualitas.

Singkong yang digunakan sebagai bahan utama Gentuk Frozen Broo tumbuh di tanah subur dan mendapatkan perawatan yang bagus oleh para petani. Mulai dari sini aku yakin bahwa getuk frozen dapat menjadi camilan sehat alami buat keluarga. Apalagi dalam kemasannya tertulis tanpa bahan pengawet.

2. Praktis Banget, Tinggal Goreng!

Aku sangat berterima kasih atas inovasi-inovasi dalam hal penganan atau camilan. Bagaimana tidak, ide atau inovasi terkait makanan sudah pasti sangat membantu Ibu-ibu yang kadang mengaku sibuk, padahal memang enggak bisa atau malas bikin camilan. 😀 Eh…memang benar sibuk karena rutinitas, ya.

Alasan kedua aku memilih getuk frozen Brooo buat camilan yaitu karena praktis banget, tinggal goreng. Meskipun sama dengan produk frozen pada umumnya yang tinggal goreng, tapi produk dari Singkong Brooo ini anti remuk dan ambyar saat digoreng.

3. Produk Berkualitas dan Banyak Varian Rasa.

Kebetulan yang punya produk Singkong Brooo adalah teman SMA aku. Aku tahu dia yang memproduksi getuk frozen Brooo, tuh, dari suaminya yang pernah bekerja satu kantor dengan aku. Dan fakta yang bikin aku kaget, ternyata produk ini sudah dipasarkan sejak tahun 2018. Aku kira produknya baru dipasarkan, loh. 😀

Rahasia usaha getuk ini bisa bertahan sampai sekarang tentu karena sangat memperhatikan kualitas. Terlepas dari packaging yang masih biasa (sesuai dengan harga), getuk dibuat dari singkong pilihan dan dihaluskan sampai betul-betul enggak ada sisa serabut tengahnya, getuk ini sumpah lembut banget dan bikin ketagihan. Kecemut kalau makan bisa habis sampai tiga biji. 😆

Ditambah dengan banyaknya varian rasa yang bisa dipilih, yaitu rasa Gula Jawa, Strawberry, Coklat, Blueberyy, Keju, Mocca, getuk frozen Brooo cocok banget buat camilan harian karena enggak membosankan. Bisa ganti rasa setiap harinya. 😉

4. Produk UMKM Kabupaten Banjarnegara.

Nah, ini yang membuat aku senang beli getuk frozen Brooo karena merupakan produk UMKM Kabupaten Banjarnegara, tepatnya di Desa Linggasari, Kecamatan Wanadadi.

Kita semua tahu bahwa sejak pandemi para pedagang kaki lima khususnya yang menjual jajan anak-anak, tuh, enggak diperbolehkan masuk ke desa-desa. Bahkan di beberapa sekolah atau Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) memasang imbauan dan atau larangan yang ditujukan kepada para pedagang kaki lima untuk enggak berjualan di sekitarnya.

Jajanan yang biasanya bisa dijual keliling kini belum bisa 100% kembali beroperasi atau memperoleh omset normal. Makanya selagi punya rezeki, aku berusaha untuk membeli produk-produk UMKM Indonesia khususnya produk lokal yang dibuat masyarakat Banjarnegara.

Semoga dengan membeli produk-produk UMKM dapat membantu pergerakan UMKM dan dapat kembali tumbuh, semangat.

5. Harga Sangat Istimewa.

Kalau udah ngomongin harga biasanya menjadi alasan yang paling ditunggu-tunggu oleh para konsumen, khususnya emak-emak yang selalu berhitung dalam hal apa pun demi kesehatan dompet. 😀

Produk Singkong Brooo dijual dengan harga Rp 6.000 per bungkus. Satu bungkus isi enam biji. Jadi, harga per bijinha yaitu Rp 1.000 tinggal goreng. 😀 Harga ini menurut aku cukup terjangkau karena kualitasnya bagus banget sampai bikin ketagihan. Sekali lagi, lembutnya itu, lhooo. 😀

6. Gethuk Frozen Bisa Dibeli Online.

Zaman sekarang kalau enggak ikut berjualan dengan memanfaatkan media online bisa tertinggal. Apa pun medianya, entah media sosial maupun market place, jika bisa menggunakannya Insya Alloh bisa menambah pesanan. Meskipun Getuk Frozen Brooo memang belum masuk dalam market place, namun sudah bisa dibeli secara online melalui kontak https://wa.me/+6285227622767. Kamu bisa beli kapan pun karena getuk frozen Brooo produksi tiap hari.

FYI, produk dari Singkong Brooo sampai saat ini masih berusaha untuk dapat terdaftar di BPOM. Semoga diberi kemudahan dalam pengurusannya supaya konsumen semakin yakin dengan produk ini.

Kamu Punya Rekomendasi Produk UMKM? Ayo, Ikut Content Competition 2021. Kompetisi Ini Diperpanjang, Lho!

Bulan lalu, aku pernah menuliskan tentang Content Competition 2021 yang diselenggarakan oleh JNE. Mengangkat tema “JNE bersama UMKM untuk Indonesia“, kompetisi ini mendukung dan menyemangati UMKM Indonesia untuk bangkit kembali. Pelan-pelan UMKM Indonesia sudah mulai bergerak. Semoga semakin banyak masyarakat Indonesia yang bangga dan membeli produk UMKM, ya.

Getuk Goreng Frozen Enak

FYI, pelaksanaan kompetisi ini diperpanjang sampai akhir bulan Januari 2022. Berikut informasi lengkap tentang deadline Content Competition 2021 yang diperpanjang.

Writing Competition 

  • Kompetisi menulis untuk Jurnalis: Periode 6 Desember 2021 – 5 Januari 2022.
  • Kompetisi menulis untuk umum di Kompasiana: Periode 6 Desember 2021 – 5 Januari 2022.
  • Kompetisi menulis untuk Karyawan JNE: Periode 6 Desember 2021 – 5 Januari 2022.

Photo Competition 

  • Kompetisi fotografi untuk umum: 6 Desember 2021 – 5 Januari 2022.
  • Kompetisi fotografi untuk Karyawan JNE: 6 Desember 2021 – 5 Januari 2022.

Video Competition 

  • Kompetisi video untuk Umum: Periode 6 Desember 2021 – 5 Januari 2022.
  • Kompetisi video untuk untuk Karyawan JNE: 6 Desember 2021 – 5 Januari 2022.

Design Competition 

  • Kompetisi design untuk Umum: Periode 6 Desember 2021 – 5 Januari 2022.
  • Kompetisi design untuk untuk Karyawan JNE: 6 Desember 2021 – 5 Januari 2022.

Kamu punya rekomendasi produk UMKM? Boleh banget ikut kompetisinya, lho. Langsung saja klik url https://microsite.kompasiana.com/jne-competition-2021 untuk mengikuti kompetisinya, ya. Kompetisi ini bukan sekadar kompetisi tapi juga cara lain mengenalkan atau mempromosikan produk UMKM yang ada di daerah. Makanya, kamu wajib ikut!

Omong-omong, meskipun orang desa, tapi kami enggak pernah bosan makan singkong, dong. Selain camilan sehat, segala macam olahan singkong ini mengenyangkan. Apakah kamu juga suka getuk frozen? Ayo, bisa order di Singkong Brooo! 😉

Sensasi Menghabiskan Mie Ayam Hot Plate di De Papringan

Kuliner dengan penyajian makanan di atas wadah tebal berbentuk piringan besi yang dilengkapi dengan alas kayu sebagai dudukan memberikan daya tarik tersendiri bagi konsumen. Umumnya, hidangan yang disajikan di atas hot plate yaitu steik yang mana makanan dari bahan daging memang lebih nikmat jika tersaji dalam keadaan hangat. Lalu, bagaimana ketika seporsi mie ayam, kuliner yang sangat merakyat juga dihidangkan menggunakan hot plate seperti yang ada di daftar menu makanan De Papringan? 😉

Berawal dari kebiasaan hunting menu makan siang bersama teman-teman kantor, saya tertarik untuk mencoba makan di De Papringan karena selama ini memang belum pernah mencoba mie ayam hot plate. 😆 Tidak hanya dengan menu makanannya saja, saya juga tertarik untuk mengunjungi De Papringan setelah dengar cerita dari Bu Dwi yang merekomendasikan tempat makan tersebut karena katanya suasananya asyik, tipe semi outdoor, gitu. Ketimbang penasaran, kami pun saat itu sepakat mengunjungi De Papringan saat jam istirahat.

O..o…ou…ternyata rumah makan yang desainnya full bambu ini lokasinya sangat dekat dari tempat kerja kami. Tidak sampai lima menit dengan berkendara sepeda motor. “Wah…bisa jadi langganan, nih!” Gumam saya setibanya di tempat parkir dan mendapati tempat yang sesuai dengan ekspektasi. Semi outdoor, semilir euy! 😆

Seperti Apa Rumah Makan De Papringan?

Singgah untuk pertama kali di De Papringan, saya terpesona melihat bangunan sederhana yang terbuat dari bambu. Bentuk bangunannya letter L. Dalam satu ruang lurus memanjang, terdapat dua sisi. Satu sisi dilengkapi dengan tempat duduk memanjang, satu sisi lagi lesehan untuk kapasitas empat orang. Kemudian untuk satu ruang lagi yang cukup luas, dibuat lesehan untuk kapasitas mencapai 15 orang.

di mana lokasi de papringan

Sebenarnya pengunjung sudah bisa menebak ketika membaca kata Papringan. Orang Jawa bisa jadi langsung paham jika tempat yang dimaksud pasti ada unsur pring atau bambu. Entah dari bangunannya, interiornya, atau sekadar aksesori. Untuk De Papringan ini, selain bangunan utama yang terbuat dari bambu, fasilitas seperti toilet dan mushola juga dibuat dari bambu. Satu yang tak kalah menarik yaitu loket kasir. Desain dinding muka terbuat dari bambu wulung, terkesan manis. Apalagi ditambah dengan benda-benda unik yang terbuat dari bambu tertata rapi di rak bambu. Cantik. Usut diusut meski belum tuntas, ternyata akan dibangun galeri yang lokasinya tidak jauh dari resto ini, tepatnya di samping kanan pintu masuk.

desain rumah makan bambu

Kalau melihat dari bangunan dengan dinding berupa anyaman bambu, rasanya resto ini fix menyajikan makanan khas Sunda, Jawa Barat. Terlebih saat saya masuk area dan mendengar alunan instrumen musik khas sunda, tambah yakin kalau De Papringan adalah rumah makan sunda yang berdiri di tanah Banjarnegara, Jawa Tengah. 😆 Pengunjung pun bisa mengobati rasa kangen dengan masakan sunda seperti nasi tutug oncom, nasi timbel, mie kocok, dan masakan sunda lainnya yang kadang bikin kangen. Tapi ternyata saya salah!

gazebo de papringan

Masuk resto, kami memilih tempat duduk lesehan yang cukup untuk berempat. Seorang laki-laki yang mengenakan kaus krah menghampiri kami dan menyerahkan selembar daftar menu. Saya pun membaca pilihan menunya dari atas sampai bawah dan ternyata perkiraan saya salah! Resto yang mengusung tema tema food, garden, & gallery tidak menawarkan masakan khas sunda sama sekali, malah mie ayam hot plate menjadi menu utama di sana. Salah konsep nih resto. Hahaha.

Baca juga: Ngopi cantik di Kopi Sabin, Banjarnegara.

Saatnya Mencoba Mie Ayam Hot Plate!

Duh…sebenarnya saya bukan anak kampungan banget, ya. Tapi enggak tahu kenapa, mau makan mie saja jadi deg-degan. Apa mungkin karena pengalaman pertama mencoba mie ayam hot plate, ya? Hahaha. Saya jadi ingat saat dulu pertama kali mencoba kuliner Curry Beef di Pepper Lunch, rasanya deg-degan juga. Asli, geli sendiri kalau mau nyobain menu makanan baru tapi pakai jantung berdebar. Norak, tapi enggan disebut kampungan. 😆 😆

Tertera dalam daftar menu, ada beberapa pilihan mie ayam hot plate. Maksudnya, De Papringan tidak hanya menjual mie ayam original saja, namun tersedia juga dengan berbagai pilihan topping. Ada dua pilihan topping yaitu jamur kancing dan katsu ayam. Saya dan Bunda Eling memesan mie ayam jamur, sementara Bu Dwi memesan mie ayam original, dan Bu Widi memesan Mie Ayam katsu.

Kami menunggu pesanan kurang lebih dua puluh menit karena siang itu cukup ramai konsumen. Ah…akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga, laki-laki ganteng penuh kharisma, calon suaminya Bunda Eling. Satu-satunya personil hunting kuliner yang masih single tapi senang banget kalau dipanggil Bunda. 😛 😛 Tapi ngaco. Ini yang datang bukan akhi penuh pesona, tapi mie ayam hot plate. Datang di waktu yang tepat, tapi bukan jodoh. 😆 

Waa..waa…waaa..jantung ini tiba-tiba biasa saja saat mie ayam jamur datang. Sudah tidak ganjen sok dag dig dug karena terlalu fokus dengan mie yang kalau tidak saya aduk sesegera mungkin bakal gosong. Hahaha. Namanya mie di atas wajan yang masih panas dibiarkan begitu saja, pasti gosong. Sedikit minyak, enggak ada air sedikitpun. Fix bakal gosong kalau dibawa melamun. 😆

 

Ternyata e ternyata, harusnya mie ayam diguyur air terlebih dahulu sebelum mulai diaduk. Ini saya bilang diguyur bukan berarti kami diberi air kaldu satu ember, ya. 😆 Dalam satu porsi mie ayam hot plate, De Papringan memberikan satu mangkuk kecil berisi kaldu sebagai kuah mie. Buat yang suka kuah, porsi satu mangkok kaldu ini lebih dari cukup. Kuah kaldunya gurih dan segar karena ada irisan daun bawang. Seperti dalam porsi mie ayam, ada irisan daun bawang yang masih segar. Iya, selain sayur sawi yang pada umumnya menjadi bagian dalam seporsi mie ayam, pada mie hot plate ini juga ditambah irisan daun bawang dan juga ditaburi wijen.

Mie ayam terlihat coklat seperti sudah ditambah dengan kecap saat memasaknya. Rasanya juga manis. Bagi saya yang tidak begitu suka manis cukup tertolong dengan kuah yang gurih dan sedikit saus pedas. Rasa manis pun menjadi buyar. Eh… kok buyar, sih, kayak fokus pandangan ke gebetan saja. 😆

Baca lagi: Amrina Gallery, Banjarnegara.

Lalu, bagaimana dengan pelayanan dan harga?

Sejak kami datang dan duduk di lesehan, waiters langsung menyambangi kami. Gerak cepat. Si waiters pun sabar menunggu kami memilih menu dan menuliskannya di selembar kertas pesanan yang sudah ada menunya. Tinggal centang saja menu yang dipilih, lalu ditambahkan banyaknya pesanan. Btw, kamu bisa menuliskan sendiri pesanannya jika dirasa perlu atau enggak enak dengan pelayannya karena mungkin harus menunggu lama saat memilih menu. Soalnya, selain mie ayam hot plate, ada juga menu lain seperti ayam goreng.

Oiya, saat saya melakukan pembayaran pun, kasirnya ramah banget. Berulang kali bilang makasih dengan memberikan senyuman terbaiknya. Asli, ramah banget. Tidak pemalu pula. Ada komunikasi, gitu.

Harga makanan di De Papringan termasuk ramah di kantong. Untuk mie ayam hot plate, harga mulai Rp 15.000 – Rp 18.000. Untuk menu lain seperti olahan ayam, harga mulai Rp 13.000 – Rp. 20.000. Pun dengan minumannya, harga masih pada umumnya.

Lanjut ke fasilitas di De Papringan, ya!

Fasilitas apakah yang paling kamu cari ketika sampai di rumah makan? Mungkin fasilitas umum berupa toilet, ya. Di sini ada banget toilet, dong. Toiletnya sederhana, semi permanen dari batu bata merah dan pintu dari anyaman bambu. Untuk fasilitas lain, ada mushola dengan ukuran 3×2 meter dan cukup bersih. Di sini menyediakan alat ibadah juga. Jadi, pengunjung tidak perlu khawatir jika tidak membawa mukena atau sarung. 😉

Perihal tempat parkir, di De Papringan punya lahan cukup luas untuk parkir. Ramah untuk parkir mobil, apalagi sepeda motor. Hanya saja karena tipenya semi outdoor, tempat parkirnya panas banget, tanpa atap. Khususnya untuk tempat parkir mobil. Sementara untuk kendaraan roda dua, disediakan tempat khusus dekat lokasi perkebunan.

Generasi millennial atau generasi konten, ketika sampai di kedai atau resto, selain fasilitas di atas, fasilitas WiFi pasti sangat dinanti. Sayangnya di De Papringan belum menyediakan jaringan WiFi. Mungkin ke depannya kalik, ya. Karena ternyata resto ini belum lama berdiri.

tempat parkir de papringan

Saya termasuk generasi konten. Tapi bagi saya tidak ada masalah ketika nongkrong atau sekadar makan-makan di resto namun tidak ada fasilitas WiFi karena saya menggunakan smartfren Unlimited. Sambil menunggu menu makan datang, ada banyak hal yang saya lakukan. Scroll time line sosial media paling sering. Buat nambah mood dan menghindari dari bete karena biasanya yang namanya menunggu, tuh, terasa lama.

Saya enggak pernah mikir kuota saat berselancar di dunia online. Sekalipun itu streaming yang paling terkenal menghabiskan kuota. Kenapa? Soalnya saya bisa internetan sepuasnya sampai pagi, betul-betul terasa banget unlimitednya. Sudah gitu, tidak ada batasan aplikasi. Iya, smartfren unlimited dapat digunakan di semua aplikasi dalam waktu 24 jam dan menjangkau sampai tempat yang minim signal.

Tidak hanya mantengin sosial media dan nonton streaming kegiatan artis-artis terkini juga asyik banget. Selain menambah mood juga, setidaknya bisa buat hiburan lah, ya. Btw, penting banget streaming kegiatan Nyonya Bos karena bikin happy. Banyak ketawanya dan sering bikin geli tingkah lakunya. :D.

Selama duduk santai sambil menunggu makanan datang, kecepatan internet yang saya gunakan sangat stabil. Saya pun penasaran untuk mencoba speedtest internet smartfren unlimited yang sedang digunakan karena streamingnya betul-betul tanpa buffering. 

Wow! Pantes streaming lancar, scroll sosial media pun. Soalnya kualitas jaringan internetnya bagus banget. Melihat kecepatan download sampai 10 Mbps, hasrat untuk mengunduh template desain untuk kebutuhan blog pun makin meninggi. Memang enggak salah memilih provider yang satu ini.   

FYI, buat kamu para pengguna smartfren UNLIMITED akan mendapatkan tambahan benefit yaitu Extra Unlimited Malam Full Speed yang bisa digunakan mulai jam 01.00-05.00. Saat kamu menyalakan paket data internet pada jam tersebut, kuota utama enggak bakal terpotong. Asyik, kan?

Baca lagi tentang Pie Dawet Ayu, Banjarnegara.

Eh, di mana lokasi De Papringan?

Tidak sampai lima menit dari tempat kerja, lokasi De Papringan sangat mudah dijangkau dari jalan raya. Cari saja di google maps dengan kata kunci De Papringan atau kalau kamu sudah paham jalan di Banjarnegara, silakan menuju  Jl. Selomanik, ya. De Papringan sangat mudah dicari karena berada di pinggir jalan raya.

Menunggu pesanan terasa lebih cepat ditemani streaming no buffering. Kamu juga bisa menciptakan pengalaman seru dengan smartfren unlimited seperti saya, lho. Untuk lebih lengkap dan jelas tentang informasi produk smartfren unlimited, kamu bisa buka link http://bit.ly/sfunlimited.

Guys, apakah kamu pernah mencoba mie ayam hot plate? Boleh dong, rekomendasi mie ayam hot plate terendeus di kotamu. ^_*

Lokasi De Papringan, Banjarnegara.

Memposting Kuliner Banjarnegara di Foodie Banjarnegara

Melakukan kegiatan sesuai hobi, tuh, asyik banget. Bebas, lepas, seperti tak kenal lelah untuk melakukannya. Berusaha untuk terus update ilmu baru dan melakukan hal-hal yang sekiranya dapat menambah skill. Pokoknya, apapun akan dilakukan supaya hobi terus  berjalan. Yaaa…sekalipun harus “bakar uang”. Betul apa betul? 😀

So, what’s your hobby, Dah?

Jajan merupakan salah satu hobi saya. Makanya ngga usah heran kalau makin ke sini, body makin seksi karena betul-betul dirawat dengan suplemen yang cukup. 😀 Duhh…siapa coba yang ngga suka ngemil? Siapa yang ngga doyan minuman seger? Siapa yang ngga pingin nyobain kalau lihat ada jajanan baru dan kelihatan endeus marendeus? SIAPAH? 😆

Hobi jajan, terus punya gawai yang lumayan bisa dimaksimalkan, gatal tangan ini kalau ngga mendokumentasikannya. Bikin konten lah, entah cuma foto atau kalau rajin juga ditambah video. Etapi lebih gatal lagi, kalau hasil dokumentasinya cuma nongkrong di file tanpa diunggah di akun Instagram. Rasanya ngga greget kalau ngga pamer, kurang afdhol. 😀 #congkaaak!

Yups, Instagram!

Generasi millenial yang masih belia dan produktif seperti saya ini pastilah akrab dengan platform digital marketing. Diantara sekian banyak platform tersebut, saya paling sering menggunakannya yaitu Instagram. Termasuk untuk membagikan hasil dokumentasi jajanan pun di Instagram. Yaa…gimana, karena sebagian besar teman-teman saya lebih banyak aktif di Instagram. Saya pun ikut lumayan aktif di sana berharap ada interaksi dan juga manfaat. Yaa…biar ngga mlongo banget lah. 😀

APLIKASI BERMANFAAT SAAT DI RUMAH

Geeengs, gue belum punya produk apapun untuk dipromosikan di Instagram. Kebetulan hanya hobi jajan saja. Nah, dari hasil pemburuan jajan, lanjut saya bagikan ke akun instagram khusus jajan yaitu @foodie.banjarnegara. Akun instagram ini saya buat khusus sebagai media promosi jajanan atau kuliner yang ada di Kabupaten Banjarnegara. Akun ini saya buat pada bulan Juli 2019. Sudah cukup lama, namun aktifnya baru-baru ini. Makanya pengikutnya pun belum sampai 100. Hahaha. Tapi saya ngga berharap banyak perihal pengikut karena konten masih terbatas dan update juga masih jarang. Hanya saja, saya berharap semoga akun ini bermanfaat bagi para penikmat kuliner atau orang-orang yang sedang mencari rekomendasi kuliner Banjarnegara. Dan yang paling penting bermanfaat bagi mereka para pelaku usaha jajan, bisa menambah angka kunjungan pelanggan, gitu.

Btw nih, Foodie Banjarnegara ini bukan akun repost. Saya mencantumkan keterarang tersebut di bio. Kenapa? Tentu karena saya ngga bisa merekomendasikan makanan yang belum pernah saya rekomendasikan. Khawatirnya, sih, jajanan atau makanan yang saya repost ternyata ngga sesuai dengan ekspektasi. 😆 Pengecualian untuk masa-masa pandemi covid-19 seperti sekarang ini. Saya bersama teman-teman yang tergabung di Pendora lagi ada misi membantu para pedagang di Banjarnegara dengan cara memposting jajan yang mereka jual. Soalnya, banyak pedagang yang mengeluhkan hasil penjualannya.

Instagram sangat bermanfaat saat di rumah.

Dari tiga platform digital marketing yang sering saya gunakan (FB, Instagram, WhatsApp), Instagram ini paling membutuhkan jaringan yang kuat. Beruntung, jaringan 4G+ sampai di rumah saya. Setelah rutinitas rumah selesai, saya lebih sering buka aplikasi instagram baik untuk memposting konten-konten kuliner, maupun mencari ide-ide untuk kegiatan di rumah termasuk angle atau sudut pandang foto karena saya masih lemah banget untuk perihal memotret. 😆

Hidden Gems Dulu, Pengalaman Mengenyangkan Kemudian!

Hidden gems. Idiom tersebut akhir-akhirnya ini kerap muncul dalam catatan perjalanan, khususnya pada tulisan Blogger. Artinya kurang lebih sama dengan hidden paradise, sama-sama menggambarkan kejutan keindahan yang luar biasa atas sebuah destinasi wisata.

Hidden gems memang belum begitu familier sampai ada beberapa orang yang salah mengartikan sebagai permainan tersembunyi, hidden games, karena salah dalam pengucapan. 😆 Ada yang beranggapan bahwa hidden gems ini sebuah ungkapan berlebihan jika memang tidak sesuai dengan ekspektasi. Namun pada kenyataannya dapat mendatangkan banyak pengunjung hanya dengan menyisipkan idiom tersebut dalam sebuah tulisan. Betul apa betul? 😉

Tidak mau ketinggalan, aplikasi Online Travel Agent  Traveloka pun baru-baru ini menggunakan hidden gems untuk memberikan kejutan kepada para pengguna. Kejutan tersebut diberikan melalui fitur terbaru Traveloka Eats yaitu fitur Treats.

Penasaran, kan, hidden gems yang diberikan Traveloka Eats itu seperti apa? Tunggu duluuuuu, sebelum saya beri tahu cara untuk mendapatkan harta karun, saya akan kasih tahu dulu fitur terbaru dari Traveloka, yaaaa.

HIDDEN GEMS TREAT TRAVELOKA EATS

Apa, sih, Treats by Traveloka Eats?

Tahun 2018, Traveloka meluncurkan fitur bernama Traveloka Eats. Fitur ini merupakan layanan direktori kuliner atau restoran yang dikemas dengan voucher penawaran menu yang tersedia dalam tiap restoran. Melalui fitur ini, pengguna dapat mencari dan menemukan informasi tempat makan yang jumlahnya ribuan dan itu lengkap dengan informasi menu makanan, jam operasional, suasana restoran, review dari pelanggan, dan informasi lain yang dibutuhkan pelanggan. Tapi tenang, meski tersedia banyak restoran, kamu bisa memfilter atau mencari tempat makan sesuai keinginan dengan mengetik kata kunci pada kolom pencarian yang ada pada aplikasi Traveloka Eats.

Lebih lanjut dan lebih menariknya lagi, belum lama ini Traveloka Eats menambah fitur bernama Treats yang kemudian dikenal dengan Treats by Traveloka Eats.

FITUR-TREATS-TRAVELOKATreats merupakan fitur terbaru dari Traveloka Eats yang memberikan kesempatan bagi pengguna aplikasi  mobile Traveloka untuk mendapatkan pengalaman seru saat berkuliner termasuk berburu hidden gems yang tersedia pada fitur Treats! Yups, pada fitur Treats, pelanggan dapat menemukan hidden gems di restoran-restoran yang telah menjadi partner treats. FYI, fitur treats ini baru bisa digunakan di Jakarta, ya. Jadi, kalau kamu ada agenda ke Jakarta, coba lah berburu hidden gems dan ciptakan #PengalamanMengenyangkan versi kamu!

Oiya, kejutan atau hidden gems yang diberikan oleh masing-masing restoran itu beda-beda, ya. Ada yang menawarkan promo, misalnya beli Curry Beef Pepper Rice gratis produk-produk minuman dari Pepsi. Atau, potongan harga dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Bisa juga kamu mendapatkan gratis dessert hingga traktiran ulang tahun yang bisa kamu nikmati tanpa komitmen biaya langganan. Gimana? Makin penasaran pasti, kaaaan? 😉

Fitur Traveloka Eats makin maksimal dengan adanya fitur Special Offers (Penawaran Spesial)dari restoran tertentu dan fitur Cullinary Guide (Panduan Kuliner) yang berisi artikel-artikel menarik seputar dunia kuliner, tip-tip berkuliner, dan rekomendasi tempat kuliner. Dua fitur ini memang sudah ada sebelumnya, hanya saja sekarang makin update.

Lalu, Bagaimana Cara Menemukan Hidden Gems?

Aplikasi Traveloka yang saya gunakan saat ini adalah versi terbaru yaitu versi 3.18.1. Aplikasi ini saya update pada tanggal 4 Februari 2020. Saat update aplikasi ini, muncul fitur terbaru pada Traveloka Eats yaitu fitur Treats. Jadi, buat kamu yang belum menjumpai fitur Treats pada aplikasi Traveloka, saya sarankan untuk terlebih dahulu update aplikasinya supaya bisa menemukan kejutan, ya.

CARA-BERBURU-HIDDEN-GEMS-DI-TREATS-BY-TRAVELOKA-EATS

Nah, berikut langkah-langkah menemukan hidden gems di fitur Treats by Traveloka Eats:

  1. Buka aplikasi Traveloka yang ada smartphone kamu. Lalu, pilih fitur EATS” atau logo yang bergambar sendok dan garpu.
  2. Pilih Logo Treats” (ikon huruf “t” yang berada pada bagian tengah).
  3. Setelahnya, kamu dapat menjelajahi berbagai penawaran menarik dari Treats di restoran favorit kamu.
  4. Pilih Treats yang kamu inginkan dan tekan “Simpan Restoran” atau ikon simpan pada pojok kanan atas. Tahap ini akan memudahkan kamu memesan kuliner ketika tiba di restoran karena tidak perlu mencari lagi. Nantinya, kamu cukup kembali ke fitur Treats, kemudian pilih tab Simpan.
  5. Sesampainya di restoran, tunjukkan halaman rincian deals kepada staf restoran saat kamu hendak melakukan transaksi. Tekan “Dapatkan Deals” untuk konfirmasi penggunaan deals, kemudian tekan “Pakai Deals” untuk membayar pesanan.
  6. Masukan nominal atau jumlah transaksi yang tertera pada struk, kemudian tekan Konfrimasi.
  7. Langkah akhir, pilih metode pembayaran. Pengguna bisa membayar dengan kartu kredit, PayLater, atau cara lainnya! Jangan lupa lakukan pembayaran untuk dapat menikmati hidden gems Treats by Traveloka Eats! 😉

CARA MENDAPATKAN HIDDEN GEMS DI TREAT BY TRAVELOKA EAT

Nyobain Curry Beef di Pepper Lunch!

Jelajah kuliner saat traveling ke Jakarta atau sekadar singgah adalah prinsip! Tapi, kulinernya, tuh, bukan kuliner yang biasa, bukan juga yang anti mainstream. Pokoknya nyobain masakan yang ngga ada di tempat tinggal saya, Banjarnegara, Jawa Tengah. Seperti tempat makan yang menyajikan masakan Jepang, Korea, Vietnam, Thailand, dan beberapa negara lain. Di Banjarnegara masih langka banget, hanya satu dua saja, tapi untuk rasa kurang endeus. 🙁

Sebagai anak rumahan yang tinggal jauh dari perkotaan, jauh pula dari mal yang mana banyak menawarkan berbagai macam kebutuhan salah satunya yaitu kebutuhan perut. Apa lagi kalau bukan tempat makan. 😆 Namanya nyobain, cocok dengan lidah ya alhamdulilaah, ngga cocok ya tinggalin saja, jangan dipaksa. Pokoknya sudah seperti nyari jodoh, gitu. 😀 Tapi bukan berarti habis manis sepah dibuang, lho. 😆 Lagipula kan di mal banyak pilihan tempat makan, jadi ngga perlu bingung. Apalagi sekarang ada fitur terbaru Traveloka yaitu Treats by Traveloka Eats, berkuliner makin mudah dan murah karena ada banyak pilihan lokasi, tawaran promo dan diskon. Seperti beberapa waktu lalu, saya sempat singgah di Fx Sudirman yang beralamat di Jl. Jend. Sudirman, Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat.

HIDDEN GEMS TRAVELOKA

Di sana saya singgah di Pepper Lunch dan nyobain Curry Beef Pepper Rice. Ini pertama kali saya ke Pepper Lunch, dong. 😆 Meski yang pertama bukan berarti harus bingung mau makan apa di sana karena saya sebelumnya sudah mencari informasi tentang menu makanan melalui Traveloka Eats. Kenapa pilihannya Curry Beef Pepper Rice? Saya suka banget bumbu kari, harum, gurih, menambah nafsu makan, gitu. Dan ini juga kali pertama saya nyobain menu tersebut. Dengan kematangan daging yang well done (ini bisa diatur sesuai selera karena masak sendiri), tempat bersih, suasana menyenangkan, puas rasanya. Sesuai review para pelanggan di app Traveloka Eats.

Hunting Hidden Gems di Chongqing Liuyishou Hotpot, Puri Indah Mall, Jakarta.

“Ya ampuun, hunting hidden gemsnya jauh amat sampai Jakarta, Dah?”

Iyaa, dong! Kan sudah saya informasikan kalau fitur treats yang menawarkan hidden gems baru bisa digunakan di Jakarta. Dengan banyaknya mal dan restoran yang berdiri di sana, pantas lah Jakarta menjadi yang pertama mendapat kucuran hidden gems.  😆  Terus, kenapa milih kongkow ke Puri Indah Mal buat nyari hidden gems di Chongqing Liuyishou Hotpot?

Hidden Gems Chongqing Liuyishou Hotpot

  1. Karena banyak pilihan menu dan lagi pingin banget nyobain Hot Pot di situ.
  2. Banyak hidden gemsnya. Ada tiga penawaran hidden gems di sana. Kan nyenengin banget. 😆
  3. Nampak dari foto-foto yang sudah diunggah di Traveloka Eats, suasanya terasa menyenangkan, tempatnya bersih, luas dan instgramable!
  4. Dari banyak review yang saya baca baik di Traveloka Eats maupun review dari food bloggerhampir semuanya bilang kalau masakannya enaaak, gurih guridem, untuk kuahnya segar, dan pedasnya mantap betul. Makin penasaran, dong. Kalau soal harga, sih, banyak yang bilang mahal, tapi semakin banyak yang bilang mahal, saya makin penasaran seperti apa masakan dan tentunya pelayanannya. 😆

Bssttt…ini nama restorannya sumpah susah banget diucapin, ya. Hahaha. Tapi saya ke sini bukan karena melunasi rasa penasaran dengan nama restoran yang ribet itu, melainkan penasaran dengan Hot Potnya. 😆 Ya maklum, selama ini baru bisa nyobain Shabu-shabu, Suki, belum pernah nyobain Hot Pot. Sebagai penikmat masakan berkuah dan pedas, rasanya kudu banget nyobain Hot Pot. Apalagi sampai dapat #PengalamanMenyenangkan karena hidden gems, slurrrp! 😆

HIDDEN GEMS DI JAKARTA 2

Btw gengs, Chongqing Liuyishou Hotpot yang berlokasi di Puri Indah Mall Expansion Lantai 2, Jl. Puri Indah Raya, Kec. Kembangan, Jakarta Barat, menyediakan menu makanan Asia, China, Hotpot, Daging, Mie, dan Sup. FYI, di sini juga meyediakan menu daging babi, jadi bagi yang non muslim boleh banget tanya-tanya atau konfirmasi dulu sebelum memesan atau mendapatkan deals, ya.

Oiya, Kenapa Kamu Harus Nyobain Treats by Traveloka Eats?

Mendapat pengalaman baru termasuk dalam hal berkuliner akan menjadi pengalaman yang menyenangkan. Datang ke restoran, milih menu, makan, bayar, ini terlalu biasa, kan. Di zaman yang serba digital ini, khususnya para generasi millennials suka banget dengan hal-hal baru, apalagi jika dihubungkan dengan suatu kebutuhan dan budget. Mereka pasti akan lari jika tahu ada suatu innovasi yang memberikan kemudahan dan berujung pada hemat. 😆

Kali ini urusan kebutuhan pangan. Diskon atau promo seberapa pun, pasti diburu. Apalagi kalau ada bonus point, langsung dikejar abis-abisan. Seperti halnya innovasi dari aplikasi Traveloka dengan fitur barunya yang bernama Treats by Traveloka Eats.

FITUR-NEAR-MEBanyak keuntungan dan kemudahan yang ditawarkan, antara lain;

  • Filter lengkap, mulai dari lokasi, nama restoran, sampai dengan nama masakan yang disukai.
  • Banyak pilihan tempat makan. Ya, meski baru bisa dinikmati di Jakarta, Treats by Traveloka Eats menawarkan banyak pilihan restoran. Ada ribuan!
  • Harga yang tertera jelas, termasuk informasi promo dan diskon. Pun dengan syarat dan ketentuannya. Ini membuat pelanggan tidak akan ragu buat nge-Treats.
  • Metode pembayaran lengkap. Pelanggan dapat membayar Treats dengan Kartu Kredit, PayLater, Transfer Bank, atau cara lainnya yang ada pada pilihan metode pembayaran.
  • Mendapatkan hidden gems atau kejutan. Ini bikin happy pasti, kaaan?
  • Dan yang pasti, dengan menggunakan fitur Treats, point Traveloka kamu akan bertambah! 😉

Bagi kamu yang malas mengetik atau mikir panjang lebar untuk nyari restoran, fitur Treats memberikan solusi pada tab menu near me atau terdekat. Cukup tekan terdekat, Treats akan memberi rekomendasi restoran-restoran yang ada di sekitar kamu dan kemungkinan besar restoran tersebut juga memberi hidden gems.

Perjuangan untuk menemukan hidden gems di fitur treats ini tidaklah rumit. Ngga seperti perjuangan kamu dalam mencari jodoh. ? Apalagi aplikasi ini sangat user friendly atau mudah digunakan dan simpel.

HIDDEN GEMS TRAVELOKA EATS

Naaah! Sekarang sudah paham, kan, dengan fitur Treats by Traveloka Eats? Buat kamu yang belum install aplikasi Traveloka di smartphone, buruan install, ya! Karena fitur Treats ini hanya ada di app  Traveloka versi mobile. 😉 Yukkk…ciptakan #PengalamanMengenyangkan versi kamu dengan menggunakan fitur Treats by Traveloka Eats.

Ngopi dan Nongkrong Asyik di Kopi Sabin Coffee & Eatery

Kopi Sabin Coffee & Eatery – Kelas Blogging yang diadakan oleh teman-teman GenMile Banjarnegara mengantarkan saya ke salah satu tempat nongkrong yang cukup familiar di Banjarnegara yaitu Kopi Sabin. Adakah di antara kalian yang pernah singgah di sini? 😉

Sebuah Kafe yang berlokasi tak jauh dari tengah kota memang hit banget di Banjarnegara. Tempat nongkrong para kawula muda, gituuu. Apalagi sekarang tempatnya lebih nyaman, adem, lengkap dengan pemandangan sawah yang menjadi ciri khas Kafe tersebut. Makin betah berlama-lama di sana. Namun faktanya, saya baru singgah dua kali ke Kopi Sabin Coffee & Eatery. Harap dimaklumi, working mom makin jarang nongki-nongki, nih. 😆

FYI, Kota tempat saya tinggal, tuh, bukan kota besar yang punya banyak pilihan tempat nongkrong apalagi kafe berkelas. Saya juga kadang bingung merekomendasikan atau memilih kafe, baik untuk nongkrong bareng kawan atau sekadar meet up bersama teman-teman dari luar kota yang kebetulan singgah di Banjarnegara. Namanya juga menjamu, pasti ingin memberikan yang terbaik, kan. 😉

KOPI SABIN BANJARNEGARA 1
Kopi Khas Banjarnegara…

Pertama kali mengunjungi Kopi Sabin, tuh, saat menghadiri acara “ngopi bareng netizen Banjarnegara“. Acara yang diselenggarakan oleh salah satu instansi pemerintahan di Kabupaten Banjarnegara ini tidak begitu formal namun saya kurang menikmati suasana kafe karena terlalu fokus ngobrol, gitu.

Berbeda dengan sebelumnya, pada kunjungan kedua ini saya bersama teman-teman diberi kesempatan untuk ngobrol dengan salah satu pemilik Kopi Sabin yaitu Mbak Ristia. Kenapa bisa ada sesi ngobrol bareng? Seperti yang sudah saya sampaikan di awal, karena saya mengikuti Kelas Blogging Banjarnegara yang mana pesertanya adalah para Blogger. Tahu sendiri, dong, Blogger datang ke suatu tempat pasti butuh story buat konten. Makanya, kesempatan yang baik ini tidak kami sia-siakan. Pun dengan pihak Kopi Sabin, mereka berbagi cerita mulai dari perjuangan merintis usaha sampai dengan perkembangan usahanya yang mana sekarang sudah mendapat investor. Keprokiin, dong!

Sedikit Tahu Tentang Kopi Sabin Coffee & Eatery

Jarang singgah ke Kopi Sabin bukan berarti saya tidak update tempat nongkrong yang satu ini, lho. Saya masih ingat, dulu pernah mengikuti kegiatan meet up bareng teman-teman Blogger Banjarnegara pada tahun 2017 yang bertempat di Culinary Iwak. Sebuah warung makan yang menyajikan beragam olahan menu ikan ini berlokasi di eks. Pasar Ikan Gemuruh atau seberang pintu masuk perumahan Gemuruh Griya Indah. Nah, di tempat ini lah pertama kali saya mengenal Kopi Sabin. Ya, Kopi Sabin menyatu dengan Culinary Iwak yang mana dalam menjalankan bisnisnya mereka menggunakan gerobak semacam angkringan, gitu.

Lewat pemiliknya yaitu Mas Danu, saya tahu keberadaan Kopi Sabin dan mulai mengenal tentang kopi Banjarnegara karena saat itu beliau memberikan materi tentang perkopian. Di sini suasananya segar karena belakang warung adalah hamparan persawahan. Muncul ide nama Kopi Sabin pun karena terinspirasi dari area persawahan ini. Sabin yang dalam bahasa jawa yang berarti Sawah.

KOPI SABIN BANJARNEGARA 1

Tempat nongkrong yang diprakarsai oleh tiga orang yaitu Mas Danu, Mbak Ristia dan Mbak Herlina ini, terus berkembang, mengenalkan brand Kopi Sabin dan produk-produk kopi Banjarnegara melalui event-event. Merasa perlu ada perluasan dan memberi kenyamanan kepada pengunjung, pada tahun 2018 Kopi Sabin membuka cabang di Pucang di mana lokasinya tidak jauh dari perempatan Pucang. Di lokasi yang satu ini, saya merasa ruh dari Kopi Sabin hilang, terasa seperti tempat nongkrong pada umumnya karena tidak ada lagi hamparan persawahan yang dapat dinikmati sambil menyeruput segelas kopi dan ngobrol-ngobrol. Ibarat adonan roti, tuh, hasilnya kurang mengembang. 😀

Nah, kabar baiknya, nih, pada tahun 2019, Kopi Sabin pindah lokasi dari Pucang ke Kutabanjarnegara. Pindahnya Kopi Sabin kali ini dibarengi dengan adanya tawaran dari seorang investor untuk menjadikan Kopi Sabin makin besar. Di tempat yang bisa dibilang baru ini, Kopi Sabin kembali menawarkan pemandangan hamparan persawahan lagi, gaesss. Asique dan menarique! Apalagi lokasinya makin dekat dengan kota, kira-kira 500 meter dari jalan raya utama, dan didukung dengan tempat yang makin nyaman. Kalau kalian mau ke sini, ancer-ancernya yaitu gang masuk Klinik Hasta Bakti. Masuk lurus mengikuti jalan sampai mentok, lalu belok kiri. Kopi Sabin berada di sebelah kiri jalan gang. 😆

Konsep Kafe yang Unik. Desain Atapnya, lho!

Kafe yang menawarkan beragam menu kopi ini berdiri di atas bangunan yang unik dari sisi desain atap bangunan. Kenapa saya bilang unik? Tentu karena jarang dijumpai di tempat lain. Desain dengan atap bangunan miring, Kopi Sabin memanfaatkan rooftop untuk para pengunjung pada sisi kanan atas. Di bagian ini terdapat sampai 3 meja yang dapat digunakan pengunjung dengan posisi duduk lesehan.

KOPI SABIN BANJARNEGARA 1

Bangunan utama bisa dibilang minimalis dengan dinding batu bata merah yang tertata rapih, namun kafe ini tetap menciptakan suasana khasnya Kopi Sabin yang nyaman dan selalu bikin adem alami. Kemudian pada bagian bawah, terdapat empat tempat untuk bersantai para pengunjung. Pertama yaitu bagian dalam gedung yang tentunya area no smooking, kedua yaitu samping kiri gedung yang semilir anginnya bikin betah ngobrol, ketiga yaitu samping kanan gedung semacam joglo, dan yang terakhir yaitu depan gedung persis yang mana tempat ini biasanya baru terisi pada sore hari dan terang. Maklum, ini area luar tanpa atap dan kalau siang hari hot banget. 😀

Satu yang menurut saya kurang match dalam konsep kafe ini yaitu adanya joglo di sebelah kanan kafe. Saya yakin owner pasti punya alasan kenapa ada bangunan tersebut. Hanya saja dengan melihat desain gedung utama, tuh, nampak ada dua konsep, gitu. Minimalis dan kekunoan (njawa), gitu. Sekilas kalau dilihat jadi membuyarkan konsep minimalis pada konsep kafe ini. Menurut saya, joglo tersebut mending dibuat gazebo dengan konsep yang hampir sama dengan gedung utama. Mungkin tambah oke. 😉

Menu Apa Saja yang Bisa di Pesan Kopi Sabin?

Fokus mengangkat kopi lokal, di sini kalian dapat memesan beragam menu kopi sebagai menu utama. Kopi lokal dari Kalibening yang pernah menjadi juara juga ada di sini. Nah, untuk menu andalan di sini yang tidak dapat kalian nikmati di kafe atau tempat ngopi lain yaitu Kopi Pak Tani. Penasaran dengan cita rasa menu andalannya? Datang lah ke Kopi Sabin! 😀

Selain mempromosikan kopi lokal atau kopi khas Banjarnegara, Kopi Sabin punya produk kopi kemasan dengan merek Bimalukar Coffee. Kalau kalian ingin mencobanya, bisa dibeli di online shop. Cari saja dengan kata kunci merek tersebut. Pasti nemuu! Kalau tidak ketemu, bisa hubungi saya, ya. Hahaha.

Sebagai pilihan menu dan juga teman duduk, Kopi Sabin menawarkan Ayam Geprek, Rice Bowl, Mie, dan aneka menu makanan lainnya. Tak lupa untuk camilannya, Kopi Sabin juga menyediakan camilan khas Banyumasan yaitu mendoan. Ada juga pisang goreng dan aneka camilan lainnya buat nemenin kalian ngobrol. Dan untuk harga, kalian jangan khawatir karena harga segala menu kopi dan makanan di sini ramah kantong. 😉

Fasilitas Apa saja yang disediakan?

Gue bakal ke sini lagi, soalnya kafe ini …..?

Selalu ada alasan buat para pengunjung untuk kembali. Salah satunya yaitu dengan adanya fasilitas umum bagi para pengunjung. Tidak hanya sekali atau dua kali mampir, tapi menjadi langganan karena selain nyaman, fasilitas umum mendukung.

Kopi Sabin memiliki halaman parkir yang cukup luas. Tempat parkir pada bagian depan kafe bisa untuk parkir mobil kira-kira sampai 10 mobil. Sementara untuk parkir sepeda motor yang berada di samping kanan bisa untuk parkir sampai 50 motor. Pengunjung tidak akan bingung atau merasa ribet untuk masalah parkir, meski belum ada juru parkir khusus, pihak Kopi Sabin sudah memberi sign board. Jadi tidak perlu khawatir bakal salah tempat parkir. 😉 Hanya saja untuk lantai tempat parkir masih berupa tanah, jadi kalau misal hujan bakal becek, nih. Dan kalau pas musim kemarau, debunya hebat bangett sampai nempel di jok motor. 😀 Mungkin ke depannya dapat dicor semen supaya makin nyaman.

KOPI SABIN TEMPAT NONGKRONG DI BANJARNEGARA

Selanjutnya, fasilitas umum yang biasanya urgent yaitu toilet. Kopi Sabin menyediakan toilet untuk pengunjung sebanyak dua toilet yang berada di samping kanan Kafe, bersebelahan dengan area parkir sepeda motor. Dan buat kalian yang betah banget nongkrong di sini dari Dzuhur sampai Ashar, tidak perlu khawatir tentang ketersediaan Mushola. Meski Kopi Sabin tidak memberikan fasilitas Mushola, namun kurang lebih 5 meter dari Kafe terdapat Masjid milik warga yang bisa kalian manfaatkan untuk ibadah. So, no problem!

KOPI SABIN TEMPAT PARKIR

Emmmhhh…pingin fasilitas apalagi, nih? Delivery order? Adaaaa, langsung cuss ke nomor +6281215033834. WiFi? Adaaaa juga dan lumayan lancar untuk sekadar chatingan. 😉

Jadi, kapan kalian ke Kopi Sabin? 😉

Kopi Sabin Coffee & Eatery

Jam Buka:

Setiap hari pukul 10:00 – 22:30 WIB
Khusus Jumat pukul 15:00 – 22:30 WIB

DO (Delivery Order)

DO time slot 11:00 – 20:00 WIB

Alamat:

Jl. Mayjend. Panjaitan No.117, Kutabanjarnegara, Banjarnegara.

Ini Dia 5 Masakan Berkuah Santan Favoritku

Sehari tidak bertemu dengan yang segar-segar, tuh, rasanya ada yang kurang. Malah kadang bikin tidak semangat melanjutkan aktivitas, khususnya setelah jam istirahat. Segar-segar yang aku maksud di sini bukan berpapasan dengan brondong yang handsome lho. Melainkan masakan berkuah santan dengan bumbu rempah khususnya kunyit. 😉

Sebagai seorang pekerja kantoran yang lebih memilih untuk tidak membawa bekal dari rumah, aku kadang mengharuskan untuk makan siang dengan menu masakan berkuah supaya ada tambahan semangat untuk melanjutkan kerja. Oh no! Ini serius banget asupan masakan mempengaruhi kualitas kinerja selanjutnya? Ooo…serius, gaes. Meski pengaruhnya tidak 100%, yang jelas makan masakan yang segar membuat mata dan pikiran lebih cerah. Ini bukan sugesti lho, memang karena favorit. 😀

Masakan berkuah santan menjadi pilihan kedua bagiku setelah sup. Keduanya sama-sama segar dan ngangenin. Apalagi kalau masaknya menggunakan bumbu rempah, kadang suka kangen sama aroma rempah yang telah menyatu dengan masakan. Yummii…

Nah, berikut 5 masakan berkuah santan yang menjadi favoritku.

Sup Pindang Ceker 

sup-pindang-fix

Aku tahu kuliner yang satu ini yaitu saat makan siang bareng suami di Historia Cafe. Awalnya penasaran dengan nama menunya yaitu Sup Pindang Ceker. “Pindang kok dibikin sup bareng ceker, ya. Gimana jadinya?” Atas dasar rasa penasaran membuat kami harus memesan masakan ini.

Setelah masakan datang, tet toot! Ternyata dalam seporsi menu Sup Pindang Ceker, tuh, tidak ada pindangnya. Hahaha. Hanya berisi ceker yang lunak dengan kuah berwarna kuning yang terasa banget rempahnya, dan irisan cabai setan.

Meski tidak ada pindang di dalamnya, tapi kami sangat menikmati menu tersebut karena segar dan bumbu rempahnya sangat terasa. Udah gitu, pedas pula. Habis sampai tulang-tulangnya. #eh Dan saat ini, Sup Pindang Ceker kerap menjadi menu masakan di rumah. 😀

Sayur Daun Singkong

sayur-ketela
Seger banget ditambah dengan sambel terasi… 😀 Foto by @hm_zwan

Ini salah satu sayur yang ngangenin dan sangat mudah didapat, yaitu daun singkong. Aku sempat geleng-geleng saat harga daun singkong mencapai Rp 3.000 per ikat ukuran sedang. Harga normal sayur ini kisaran Rp 1.000-1.500 per ikat. Karena senang, harga 3 ribu pun aku beli. Padahal aku hidup di desa, lho. Mungkin harga jual di kota bisa mencapai Rp 5.000 kalik, ya. Hahaha.

Aku lebih suka sayur singkong dimasak polosan tanpa tambahan menu lain seperti suwiran ayam atau ebi. Dengan kuah yang tidak terlalu kental, ditambah bumbu rempah dan cabai rawit yang utuh, aaah…sayur singkong ini nikmat banget! Kuah santannya segar!

Opor Ayam

opor-fix
Kuah opornya haruum banget…foto by @uniekkas

Tidak hanya aku, mungkin banyak orang di dunia ini yang menjadikan Opor Ayam sebagai masakan favorit. Kira-kira apa yang menjadi favorit? Ayamnya, Kuahnya atau dua-duanya? Hahaha. Kuah opor ayam ini begitu terasa gurih dan nikmat di lidah karena ada kaldu alami yang dihasilkan oleh ayam.

Kuah opor ini juga kadang ngangenin. Sama halnya dengan kuah sup pindang ceker. Aku masih ingat, dulu untuk menikmati masakan ini, tuh, musti menunggu lebaran. Duuh…anak desa, sih, ya. Hahaha. Lain dengan sekarang, apalagi sudah mulai bisa masak sendiri, tinggal pergi ke pasar untuk  untuk mendapatkannya.

Untuk kuah opor ayam ini aku lebih suka kuahnya kental. Lebih terasa gurih, gitu. Memang jadinya tidak segar, tapi bikin semangat kalau abis makan opor ayam.  😆 Oiya, omong-omong kamu lebih suka makan opor ayam pakai lontong atau nasi? 😀

Nila Bumbu Rempah

ikan-nila-fix

Ikan Nila dimasak nyemek, sedikit kuah dan bumbunya meresap sampai dalam-dalam. Ini kesukaa Ibuku. Aku sendiri lebih suka dimasak dengan santan yang encer, ditambah irisan daun bawang dan cabai. Bumbu rempah lainnya seperti kunyit, serai, menjadi bumbu wajib jika masak Ikan Nila.

Pertama kali merasakan nimatnya Ikan Nila yang berkuah santan yaitu saat singgah di RM. Oemah Tahu Sumedang. Sungguh masakan Nila di sini membius! Dengan harga Rp 15.000 per porsi, tiap singgah di sini pasti pinginnya pesan Nila Bumbu Rempah. Hahaha.

Aku udah beberapa kali nyoba masak nila dengan bumbu rempah, tapi rasanya belum juga klimaks, nih. Masih kurang gereget dan rasa rempahnya juga tet toot banget. Ngga ngangenin sama sekali. 😀

Telur Kuah Santan

rendang-telur-fix
Tambah endeeuus ditambah aroma kemangi…foto by @siti_hairul

Naaah, kalau ini masakan super cepat dan semua orang seisi rumah suka. Khusunya Kecemut, suka banget. 😀 Telur dengan kuah santan ini menjadi masakan alternatif jika sedang tidak ada stok lauk. Dengan kuah yang cukup encer, Kecemut suka banget. Malah kadang mintanya makan sama kuah dowang. 🙁

Oiya, untuk memasak menu ini, kamu lebih suka membuat bumbu kuning sendiri atau cukup pakai bumbu kuning instant (yang sudah jadi)? Apapun itu, yang jelas untuk masakan yang satu ini aku selalu menambahi kunyit supaya lebih beragam rasa kuahnya.

Maskan berkuah santan lebih menarik dan punya cita rasa jika ditambah dengan bumbu rempah salah satunya yaitu kunyit. Kuah santan nampak lebih menggoda jika berwarna kuning, gitu. Dan perlu kamu tahu tahu, kunyit itu bagus banget untuk digunakan sebagai bumbu masakan karena ada banyak kandungan di dalamnya. Diantaranya yaitu:

Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Kita tahu bahwa sistem kekebalan tubuh tiap orang berbeda. Banyak cara untuk melindungi tubuh dari perkembangan penyakit. Tetapi hanya sedikit orang yang menyadari bahwa sebagian besar dari sistem kekebalan berhubungan langsung dengan sistem pencernaan. Dalam hal ini, kunyit mampu membersihkan tubuh dari limbah dan membantu penyerapan nutrisi penting dari seluruh makanan.

Nah, dengan memasukan kunyit menjadi bumbu masakan, sistem pencernaan menjadi lebih sehat sehingga fungsi sistem kekebalan tubuh lebih baik. Rutin konsumsi kunyit dapat membantu menjaga tubuh bebas dari bakteri, virus, dan mikroba, serta kerusakan oksidatif berbahaya dari radikal bebas.

Mengurangi Risiko Kanker

Satu fakta bahwa kunyit dapat mengurangi risiko kanker tuh karena kunyit mengandung antioksidan. Antioksidan adalah bahan utama untuk melawan kanker. Salah satu manfaat kunyit dalam mengurangi risiko kanker antara lain mampu memerangi peradangan kronis dan membantu tubuh melawan penyebaran sel kanker. Antioksidannya yang kuat ini mendukung kekebalan alami tubuh dan mencegah perkembangan kanker.

Sering Dipakai Masak, Apa Manfaat Kunyit bagi Kesehatan_halodoc

Seperti yang dilaporkan dalam Clinical Cancer Research, dengan tambahan  satu sendok makan kunyit per hari, kamu secara alami dan efektif dapat membantu menjaga tubuh terhindar dari kanker. Makanya, ada baiknya tuh membuat sendiri ulekan bumbu kuning untuk masakan. Selain bahan-bahan bumbunya lebih segar, cita rasa masakan pun ikut segar.

Btw, apa masakan berkuah santan favoritmu?

Bersenang Kenyang di Pantai Jetis, Cilacap

Jangankan extend, menjadi tujuan wisata saja sepertinya tidak masuk dalam benak wisatawan. Meski ada banyak destinasi wisata seperti pantai, kuliner, bangunan bersejarah, dan pariwisata lainnya yang bagiku sangat menarik untuk dikunjungi, Cilacap tetap sepi wisatawan.” Mas Pras mengungkapkan keprihatinannya atas minimnya antusias wisatawan untuk berkunjung ke Kotanya.

Antara kaget dan penasaran, kenapa Cilacap bisa sepi wisatawan sementara tujuan wisata di sana menurutku banyak banget dan sangat beragam. Terlebih kulinernya, di sana terkenal dengan kuliner seafoodnya yang murah meriah karena banyak laut di sana. Apalagi jika belinya langsung di TPI (Tempat Pelelangan Ikan) yang ada di beberapa pantai, dijamin tidak ada kata mahal. Eh, tapi ini katanya, sih. Karena aku juga belum pernah kulineran di TPI sana. 😆

Untuk sedikit menghilangkan rasa penasaran akan apa yang telah diceritakan Mas Pras, akhir bulan Juni, aku dan tante sepakat untuk mengunjungi Kabupaten yang jarak tempuhnya tidak begitu jauh dari tempat tinggal kami, kira-kira 60km dari Banjarnegara atau 2 jam. Karena kami tidak ada rencana menginap, tempat wisata yang kami kunjungi pun tidak terlalu jauh dari kota. Bisa dibilang piknik ke Cilacap kali ini sebagai uji coba, merasakan atmosfer Cilacap yang tipis-tipis dulu. 😛

kuliner di pantai jetis (1)

Tujuan kami ke Cilacap hanya ingin ke pantai yang paling dekat dan paling mudah diakses, kemudian menikmati seafood on the spot sampai beneran kenyang. Pilihan destinasi wisata tersebut jatuh pada Pantai Jetis yang beralamat di Desa Jetis, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap.

Motoran ke Cilacap. Let’s go!

Jauh dari rencana yang seharusnya berangkat pukul 07.00 WIB, kami baru bisa berangkat pukul 09.00 WIB dengan mengendarai sepeda motor. 😆 Ini pertama kali aku naik motor ke Cilacap. Sebagai penikmat transportasi umum, sebenarnya aku ingin sekali naik bus atau kereta api menuju Cilacap. Namun, bus menuju Cilacap ini katanya sangat terbatas. Tidak setiap jam ada. Pun dengan Kereta Api dari Purwokerto menuju Cilacap. Ya…meski perjalanan menggunakan Kereta Api hanya 1 jam, tapi setidaknya bisa untuk melepas kangen naik kereta. 😀

Aku kira saat perjalanan menuju Cilacap bakal ada sesi istirahat di rest area karena capek berkendara, eeeh…belum merasa lelah kok tahu-tahu sudah mulai terlihat tambak udang. Alhamdulillaah merasa dekat ke Cilacap hanya berbekal petunjuk online yaitu google maps. Hahaha. Meski sudah tersedia petunjuk jalan, didukung dengan kondisi jalan raya yang bagus tetap saja kurang percaya diri. Mohon dimaklumi kalau tidak paham dengsn rute jalan, ya. 😛

Inginnya kami lewat jalan raya utama, tapi aplikasi dari google maps ini membawa kami melewati jalan alternatif. Tidak masalah, sih, karena pada akhirnya kami sampai juga di tempat tujuan. 😀

Sampai di TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Pantai Jetis, Cilacap.

Eh, ternyata Pantai Jetis ini dikelola oleh Desa Wisata Karangbanar. Aku tahu informasi ini dari karcis parkir yang di dalamnya mencantumkan pengelola obyek wisata dan juga tempat parkir. Ingin rasanya ngobrol-ngobrol dengan pemuda yang menjaga tempat parkiran, namun karena tidak ada keberanian untuk menyapa mereka, aku memilih untuk menuju TPI. Ya, setelah membayar retribusi parkir senilai Rp 5 ribu, mereka mengizinkan wisatawan mengendarai sepeda motor sampai kompleks TPI, bahkan keliling pesisir pantai.

Sesampainya depan TPI, rasa ingin segera menikmati olahan seafood makin tinggi. Tanpa pikir lama dan saking nafsunya, aku keliling pasar untuk membeli udang dan cumi-cumi. Dari kejauhan, lobster dan cumi nampak menggairahkan sekali. Aku langsung menyampaikan niat ke tante kalau aku mau beli 1 kilo untuk dimasak nanti. Bringassssss! 😆 😛 😛

Duh…kenapa udangnya pucat kayak aku, ya?” Aku membatin sambil melirik kiri-kanan kios di mana semuanya menawarkan udang, cumi, dan ikan laut. Karena merasa kurang gereget, aku pindah lapak dengan harapan dapat menemukan yang segar-segar kayak Kecemutku kalau habis mandi. Hasilnya? Sama saja, semua nampak layu tidak menggairahkan. Hahaha.

Mbak, para Nelayan tidak lama lagi mendarat. Belinya di TPI sana saja, lebih segar dan murah.” Seorang laki-laki yang sedang membeli udang bersama isterinya menunjukan tempat pesta seafood alisa TPI yang lokasinya bersebelahan dengan pasar ikan. Yaa….aku kira kami tidak boleh masuk TPI yang lokasinya tidak begitu luas, makanya menyusuri pasar untuk jajan seafood. 

Masakan seafood Bu Masiyah

kuliner dipantai jetis (1)

Menunggu para nelayan lumayan lama, ada 20 menit mungkin, akhirnya kami mendapat udang dan cumi segar! Satu per satu para nelayan membawa hasil tangkapannya. Dan di depan pintu masuk TPI, sudah antre para pelanggan, dong. Ketimbang menunggu lagi, kami masuk lewat pintu samping dan langsung memesan udang dan cumi berukuran sedang untuk dimasak. 😀 Btw, harga udang ukuran sedang di sini yaitu Rp 20 ribu per kilo. Sementara di tempatku biasanya Rp 35 ribu. Hanya selisih Rp 15 ribu. 😆

FYI, di Pantai Jetis ada beberapa warung yang membuka jasa memasak. Salah satunya yaitu warung Bu Masiyah. Warung yang cukup luas dan nyaman ini menawarkan beragam menu masakan seafood. Di sini, antara pedagang dan pemilik warung saling kontak. Pedagang ikan laut menawarkan beberapa warung yang buka pada hari itu dan melayani jasa memasak, kemudian wisatawan berhak memilih.

Kami memilih warung Bu Masiyah ini karena lokasinya paling dekat dengan TPI. Selain itu, warung ini sedang sepi pengunjung. Artinya, kami bisa lebih cepat makan siang! Hahaha. Ya, sudah saatnya makan siang dan perut sudah tidak bisa dikompromi.

Udang saus pedas, cumi goreng dan tumis kangkung menjadi menu makan siang kami. Rencana mau beli udang dan cumi satu kilo untuk dimasak, realisasinya beli setengah kilo saja sudah kenyang banget dan cuminya cuma seperempat kilo. Kenyang makan seafood di pantai rasanya beda banget dengan kenyang makan seafood di resto. Ini betul-betul nikmat kenyang yang tak terkira. Belum lagi ditambah view pantai dengan birunya laut dan langit yang cerah, senang-senang kenyang.

Cita rasa masakan seafood Bu Masiyah tergolong enak. Harumnya jahe di saus udang begitu terasa. Harga jasa memasaknya juga tidak mahal, hanya Rp 15 ribu per menu. Harga jasa memasak tentunya disesuaikan dengan banyaknya olahan. Harga jasa memasak satu kilo udang tentu berbeda dengan dua kilo udang, dong. 😉

PANTAI JETIS

FYI (lagi)aku ke Pantai Jetis pas hari Minggu, hari libur kerja. Namun tempat ini sama sekali sepi wisatawan. Warung-warung yang berada di kompleks pantai juga hampir semua tutup. Sepertinya hanya kompleks warung Bu Masiyah dan sekitarnya yang buka. Itupun hanya beberapa. Aku penasaran, dong, kenapa pantai ini bisa sepi banget padahal hari Minggu.

Usai makan siang, kami menuju pangkalan perahu Maliando Putra. Di sini wisatawan bisa sewa perahu dengan membayar Rp 50 ribu untuk satu perahu. Jika ingin lebih murah, wisatawan harus menunggu penumpang lain. Namun tidak dapat dipastikan juga akan ada penumpang lagi atau tidak. Menurut Pak Mul, salah satu sopir perahu motor, Pantai Jetis memang tergolong sepi. Pantai akan ramai jika musim libur sekolah dan lebaran, itu pun ramainya standard. Duh…ini beneran kunjungan wisatawan ke Cilacap begitu minim? Ini kenapa coba? Masih mencari tahu, tapi tentu bukan karena aksesibilitas karena banyak pilihan transportasi menuju Cilacap, dari pesawat sampai kereta api. Jadi, transpotasi bukan kendala utama, apalagi untuk moda kereta api ini banyak pilihan stasiun tujuan di Cilacap. Stasiun Sidareja, misalnya.

pantai jetis cilacap (2)

Jadi, tinggal menyiapkan waktu untuk kembali ke Cilacap dan mencoba menginap beberapa hari di sana. Traveling sambil cari tahu, kenapa Cilacap dengan ratusan destinasi wisata, wisawatan tetap sepi. Sabar ya, Mas Pras. Nanti akan indah pada waktunya. Sabar duluuuu. 😀

Makan Sepuasnya di GyudaQ Japanese BBQ dengan Harga Minimalis

Berkuliner atau makan diluar saat ini sepertinya sudah menjadi kebutuhan. Minimal sebulan sekali atau bahkan seminggu sekali, banyak yang mengagendakan untuk makan diluar. Alasannya? Ingin mencoba menu baru di suatu resto, atau kangen masakan di resto langganan. Nah, kalau aku sendiri? Emm… 😉

Tentu karena doyan makan! 😆 Bagiku, berkuliner ngga harus di rumah makan mewah, resto mahal, tapi jika ada tempat makan yang menyajikan banyak menu, bervariasi, murah, dan enak banget, ya samperiin lah. 😉 Seperti GyudaQ Japanese BBQ yang berlokasi di Purwokerto.

Jarak tempuh dari Banjarnegara menuju Purwokerto hanya membutuhkan waktu 2 jam menggunakan transpotasi umum Bus. Ngga dibela-belain banget ke sana, sih. Cuma kalau sudah sampai Purwokerto, ya musti mampir dan nyobain Japanese foodnya GyudaQ. 😀

gyudaq bbq - auce

ngabisin ini semua di gyudaq bbq…

GyudaQ Japanese BBQ adalah restoran All You Can Eat pertama di Purwokerto. Restoran ini pertama kali dibuka pada pertengahan tahun 2018. Restoran yang mengusung Japanese Food sebagai spesialisasi hidangannya berlokasi tak jauh dari pusat Kota Purwokerto. Berbagai menu buffet siap memanjakan lidah para penggemar masakan Jepang, termasuk lidah aku yang suka mencoba masakan baru.

GyudaQ Japanese BBQ sebagai restoran All You Can Eat memiliki tiga pilihan paket yang dapat dipilih. Pilihan paket tersebut adalah  standard buffet, regular buffet dan premium buffet. Jika memilih menu standard buffet, kamu dapat menikmati pilihan sajian berupa short plate, chicken fillet, chicken wings, all vegetables, all additional, sushi standard, all appetizer, all furay, all dessert dan all beverages. Paket standard buffet dibanderol dengan harga Rp.101.000,-.

Sementara jika memilih paket regular buffet, kamu dapat menikmati semua item yang ada di standard buffet ditambah sirloin, all seafood, sushi regular, ramen,  chawan musi dan gyudon. Untuk dapat menikmati seluruh varian menu tersebut, kamu cukup membayar Rp. 149.000,-. Gilaaa…langsung ngiler pingin chawan musi. 😀

Nah, jika ingin yang lebih lengkap, maka paket premium adalah pilihan yang tepat. Dengan harga Rp.179.000,- konsumen bebas memilih semua item pada paket regular buffet ditambah premium beef platter, udon, beef sushi, salmon sushi, chicken ramen, dan salmon ramen. Duileeeh…yang lengkap gini lebih menggoda, ya. Hahaha.

Btw, seluruh item di buffet GyudaQ Japanese BBQ bisa diambil sepuasnya untuk kemudian diolah sendiri. Kamu bebas mengolahnya dengan 2 cara yang tersedia, yakni grill dan shabu. Ada banyak dipping sauce yang bisa dipilih untuk melengkapi pilihan menu grill. Sementara untuk shabu disediakan 2 varian kuah, yakni kuah kaldu dan kuah tomyam.

Ughhh…ini sungguh tidak bisa didiamkan begitu saja. Secara, aku hobi banget makan Shabu. Fufufu. Kebayang Shabu dengan kuah Tomyam, pastinya seger banget karena aku lebih suka kuah Tomyam dengan harumnya bumbu yang khas.

gyudaq bbq purwokerto
tempatnya gyudaq bbq purwokerto adem…

Sebelum memesan all yu can eat, kamu harus memahami peraturan yang berlaku di GyudaQ Japanese BBQ, diantaranya yaitu:

  • Waktu meniikmati hidangan selama 90 menit.
  • Jika melampaui batas waktu maka akan dikenakan denda sebesar Rp.50.000,- per 30 menit.
  • Hidangan yang tersisa di meja akan dikenai denda sebesar Rp.50.000,- per 100 gram.
  • Hidangan tidak dapat dibawa pulang, hanya dapat dinikmati di Restoran GyudaQ.

Selain menyajikan hidangan buffet All You Can Eat a la Jepang yang lezat, suasana Jepang juga cukup kental terasa di resto GyudaQ. Pilihan ornamen kayu yang dominan, mural bertema Jepang di dinding, hiasan pohon bunga sakura dan sambutan hangat para pelayan menggunakan Bahasa Jepang membuat nuansa kejepang-jepang-an terasa semakin hidup.

Selama 90 menit bersantap di Restoran GyudaQ Japanese BBQ kamu akan dimanjakan oleh ruangan yang full AC dan wifi. Restoran GyudaQ Japanese BBQ juga menyediakan smooking area dan meeting area. Mau ada acara kantor, bareng taman-teman, keluarga, atau komunitas, tidak perlu bingung lagi. Menu masakan Jepang siap menemani!

Area parkir yang tersedia untuk mobil dan motor juga cukup luas sehingga kamu tak perlu mengkhawatirkan kemanan kendaraannya. Fasilitas umumnya nyaris sempurna, ya.

Kalau udah lihat menu-menu masakan Jepang, rasa-rasanya tidak peduli dengan body yang makin bulet gini. Seperti harus mencicipi masakan Jepang dalam porsi besar, namun harga minimalis. 😀

GyudaQ Japanese BBQ:

Jl. Kongsen no. 24, Karangbawang, Purwokerto Selatan, Banyumas.

Telepon: (0281) 643135.

Jam operasional: 11.00-23.00 WIB.