Tips untuk Lebih Produktif di Tempat Kerja

Tips untuk Lebih Produktif di Tempat Kerja – Memiliki stamina yang prima menjadi salah satu bekal bagi para pekerja untuk dapat bekerja dengan baik. Iya, seorang karyawan tentu akan merasa kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaan yang sudah menjadi tanggung jawabnya ketika staminanya mulai turun. Padahal, stamina ini sangat mempengaruhi produktivitas kerja.

Mungkin kamu pernah merasakan baru kerja sedikit tapi badan merasa lelah. Belum lama duduk di depan komputer untuk menyelesaikan pekerjaan tapi otak rasanya sudah enggak bisa diajak kerja. Lebih parahnya lagi, baru sampai tempat kerja tapi sudah enggak punya semangat untuk bekerja.

Duh…bagaimana bisa produktif dan cepat mencapai target kalau stamina menurun ya, Bestie. Hahaha.

Cara Investasi Reksadana

Banyak hal yang dapat mempengaruhi produktivitas dalam menyelesaikan pekerjaan. Meskipun kadang mereka yang sudah bekerja kerap menganggap tempat kerjanya sebagai rumah kedua, tapi itu enggak menjamin bakal terus produkif di tempat kerja. Lalu, bagaimana caranya supaya kita tetap semangat dan lebih produktif di tempat kerja? Baca artikel ini sampai selesai karena aku akan memberikan tips agar kamu lebih poroduktif di tempat kerja. 😉

Tips untuk Produktif di Tempat Kerja

5 Hal yang Dapat Menurunkan Produktivitas Kerja.

Stamina yang menurun tentu bukan satu-satunya penyebab menurunnya produktivitas kerja. Ada banyak hal yang dapat menurunkan kinerja bahkan produktivitas kerjamu. Yuk, simak apa saja hal-hal yang dapat menurunkan produktivitas kerja!

1. Kurangnya Pengaturan Waktu yang Efektif.

Time is money! Istilah tersebut kerap disampaikan khususnya oleh para pekerja karena saking berharganya waktu bagi mereka. Manajemen waktu yang buruk dapat menyebabkan tugas-tugas menumpuk, mengganggu fokus, dan pada akhirnya pekerjaan terbengkelai.

2. Kurangnya Keseimbangan Kerja dan Kehidupan Pribadi.

Hayolo, siapa yang sering “membawa” masalah kehidupan pribadi ke tempat kerja, nih? 😆 Manusia memang enggak ada yang sempurna, ya. Terlalu fokus dengan pekerjaan kadang bisa lalai dengan urusan pribadi. Ini berlaku sebaliknya. Dan akibatnya akan dengan mudah mengalami kelelahan dan kehilangan fokus.

3. Stres dan Kepenatan.

Tingkat stres yang tinggi dan kepenatan dapat mengurangi energi dan semangat kerja. Kamu yang pernah mengalami hal ini tentu enggak mudah dalam menjalani hari-hari, ya. Jangankan untuk tetap produktif dalam bekerja, untuk bangkit dan berdiri saja enggak mudah jika sedang dalam keadaan stres.

4. Gangguan Lingkungan Kerja.

Apakah ada diantara kamu yang berkerja harus dalam keadaan tenang tanpa musik? Jika ada, maka kamu akan merasa sulit menyelesaikan pekerjaan kantor jika ada rekan kerja yang putar musik saat jam kerja. Yaps! Lingkungan kerja yang bising dapat mengganggu konsentrasi rekan kerja. Sepakat, kan? 😉

5. Kurangnya Komunikasi dan Kolaborasi.

Komunikasi yang buruk atau kurangnya kolaborasi antar rekan kerja dapat menyebabkan kesalahpahaman dan menghambat arus informasi. Meskipun antar rekan sudah punya tugas masing-masing yang tertuang dalam job description, jika komunikasi dan kolaborasinya dapat menggangu produktivitas kerja atau penyelesaian pekerjaan. Khususnya pekerjaan yang harus diselesaikan secara bersama-sama atau kerja tim.

6. Teknologi yang Tidak Efektif.

Peralatan dan sistem yang tidak update akan menyebabkan ketinggalan zaman atau tidak efektif dan dapat memperlambat proses kerja. Sementara kita bekerja dituntut untuk bisa menyelesaikannya tepat waktu bahkan ada pekerjaan yang harus segera diselesaikan karena deadline. Kalau teknologi yang digunakan enggak mengikuti zaman dan kebutuhan, penyelesaian pekerjaan pun akan susah tepat waktu.

Tips untuk Lebih Produktif di Tempat Kerja.

Produktivitas yang tinggi merupakan kunci untuk mencapai kesuksesan dan juga tujuan di tempat kerja. Banyaknya tugas dan tanggung jawab, penting bagi setiap karyawan untuk menemukan cara untuk meningkatkan produktivitas dalam bekerja. Berikut aku bagikan tips untuk menjadi lebih produktif dalam bekerja.

1. Manajemen Waktu yang Efisien.

Pengaturan waktu yang efisien adalah kunci kesuksesan produktivitas. Gunakan teknik seperti metode Pomodoro yaitu mengerjakan tugas selama 25 menit dan beristirahat selama 5 menit karena bagaimana pun enggak baik bekerja secara tanpa jeda sekalipun kejar target. Atau, kamu boleh mencoba metode “time blocking” yaitu mengatur waktu untuk tugas-tugas tertentu demi meningkatkan efisiensi kerja.

2. Menetapkan Tujuan yang Jelas.

Manfaatkan waktumu untuk menetapkan tujuan yang jelas. Artinya, sebelum memulai hari kerja, kita harus membuat daftar tugas yang harus dikerjakan karena dengan membuat daftar kerjaan harian, mingguan, bulanan, maupun tahunan akan membantu mengarahkan fokus dan dapat memaatikan pekerjaan berjalan sesuai rencana yang pada akhirnya akan mendapatkan goal atau mencapai tujuan.

3. Hindari Multitasking.

Ingin pekerjaan cepat selesai bukan berarti harus bisa multitasking. Apalagi buat kamu yang bekerja di bagian yang membutuhkan ketelitian. Di bagian keuangan, misalnya. Hindari multitasking, ya. Meskipun terlihat efisien, mengerjakan beberapa pekerjaan dalam satu waktu sering kali mengurangi produktivitas karena fokusnya menjadi terbagi. Fokuslah pada satu tugas pada satu waktu untuk meningkatkan kualitas dan kecepatan dalam menyelesaikan pekerjaan.

4. Singkirkan Hal-Hal yang Mengganggu.

Ada banyak sumber gangguan yang dapat menurunkan produktivitas kerja. Makanya, ada baiknya untuk melakukan identifikasi sumber-sumber gangguan baik dari internal seperti memutar musik dengan suara keras pada jam kerja, perckapan dengan sejawat yang enggak penting, maupun gangguan dari eksternal seperti pemberitahuan smartphone. Matikan notifikasi yang enggak perlu dan kalau perlu beri tanda “sedang sibuk” ketika membutuhkan waktu tanpa gangguan.

Tips untuk Lebih Produktif di Tempat Kerja

6. Fasilitas yang Mendukung.

Produktivitas karyawan susah ditingkatkan ketika engggak mendapatkan fasilitas yang mendukung di tempat kerja. Koneksi WiFi yang lambat atau komputer yang enggak mumpuni untuk bekerja tentu akan menghambat karyawan dalam menyelesaikan tugasnya.

Lebih dari itu, untuk mempercepat proses pelaporan pasti karyawan membutuhkan printer atau alat cetak dengan  kualitas yang bagus seperti printer infus PIXMA Tips dari Canon.

Produk ini hadir dengan fitur multifungsi Print, Scan dan Copy. Karyawan akan dimudahkan dalam pekerjaan cetak dokumen, scan, dan copy hanya menggunakan satu alat saja. Kelebihan printer PIXMA Tips ini diantaranya yaitu pengisian tinta didesain berhenti mengisi secara otomatis ketika penuh. Bye-bye pengisian botol tinta yang merepotkan! 😀

Terus, pada seri tertentu terdapat fitur Wireless. Ini memungkinkan kita untuk melakukan pencetakan dari smartphone di mana saja dan kapan saja dengan PIXMA Printer. Iya, cetak dokumen bisa dilakukan lewat Android dan iPhone. Menambah produktif, bukan?

Tips untuk lebih produktif di tempat kerja yang sudah aku tulis di atas bisa dilakukan siapa saja yang mau pekerjaanya selesai tepat waktu. Omong-omong, apakah kamu tips lain untuk lebih produktif di tempat kerja? Boleh bagikan di kolom komentar, ya!  😉

Pilihan Kursi Kantor Berkualitas dan Ergonomis untuk Kerja

Pilihan Kursi Kantor Berkualitas dan Ergonomis – Apakah kamu tipe orang yang suka membawa pekerjaan kantor untuk di selesaikan di rumah? Atau lebih banyak bekerja dengan sistem Work for Home (WFH)? Biasanya, bekerja di rumah sering kali menghindari berbagai gangguan, baik itu susah mengumpulkan motivasi, anak-anak, dan masalah lainnya. Maka, memiliki home office menjadi alternatif tepat agar bisa bekerja dengan tenang dan nyaman di rumah.

Dengan memiliki home office, tentunya bisa membantu menghadirkan suasana yang nyaman, tenang, dan meningkatkan fokus dalam menunjang pekerjaan. Bagi kamu yang akan membuat kantor pribadi di rumah, ada beberapa perabot yang wajib dibeli, salah satunya kursi kantor. Jika ingin memiliki kursi kantor berkualitas bagus, Kamu bisa memanfaatkan keuntungan kartu kredit agar pengeluaran tetap stabil bahkan lebih irit.

Yups, setiap bank memiliki jenis produk kartu kredit serta kelebihannya yang berbeda-beda. Oleh karena itu, kamu perlu memilih kartu kredit terbaik. Hal yang patut diperhatikan yaitu pihak bank yang menawarkan berbagai program seperti promo diskon hingga cashback, sehingga kamu bisa berbelanja lebih hemat, terutama saat akan membeli kursi kantor untuk home office.

Pilihan Kursi Kantor Berkualitas dan Ergonomis a

Tips Memilih Kursi Kantor.

Ada berbagai jenis kursi kantor yang dijual di pasaran, dari berbagai merek, bahan, fitur serta harga yang variatif. Banyaknya pilihan kursi kantor tentu bisa membuat kamu bimbang, bukan? Nah, sebelum kamu membeli kursi kantor, berikut ini tips memilih kursi kantor agar Kamu tidak menyesal membelinya.

  • Pilih berdasarkan tipenya.

Poin pertama yang perlu kamu tahu bahwa jenis dan tipe kursi kantor itu berbeda-beda. Kamu bisa membeli jenis atau tipe kursi yang membuatmu lebih nyaman dan terhindar dari masalah tulang, seperti mudah pegal, sakit pinggang dan lainnya.

Jika pekerjaan kamu lebih banyak duduk, tipe kursi ergonomis sangat cocok untuk kamu. Pasalnya, kursi tipe ini memang didesain berdasarkan ergonomi tubuh manusia. Kursi ini memiliki bantalan punggung yang membuat punggung tidak mudah lelah meski duduk lama.

  • Perhatikan bahan pelapis kursi.

Saat membeli kursi, hal yang juga perlu diperhatikan yaitu bahan pelapis kursi. Sebab ini tidak hanya menyangkut kenyamanan tetapi juga penggunaan untuk jangka panjang. Misalnya, jika kamu tidak suka kursi yang memiliki tekstur terlalu kaku dan tidak terlalu lembut, maka kamu bisa memilih kursi kantor dengan pelapis dari kain. Namun, ketika kamu menginginkan kursi yang awet untuk jangka lama, kamu bisa memilih kursi yang berbahan dasar kulit.

  • Periksa fungsi-fungsi pada kursi.

Poin terakhir yaitu fungsi atau fitur tambahan pada kursi yang membuatnya lebih praktis dan nyaman saat digunakan. Fungsi-fungsi yang ada pada kursi di antaranya yang dilengkapi pengatur ketinggian untuk menyesuaikan tinggi tubuh kamu saat menggunakannya, fungsi tilt locking jika ingin bersantai di sela-sela bekerja, atau kursi yang dilengkapi lumbar support bagi Kamu yang memiliki masalah sakit punggung.

Rekomendasi Kursi Kantor Berkualitas.

Sejatinya fungsi kursi memang untuk duduk, tetapi ada hal lain yang perlu diperhatikan saat membeli kursi, terlebih untuk bekerja. Jika kamu tidak memilih dengan benar, bisa berpengaruh terhadap kesehatan tulang. Selain itu, rasa nyaman akan menambah fokus kamu dalam menyelesaikan pekerjaan.

Pilihan Kursi Kantor Berkualitas

Berikut ini beberapa rekomendasi kursi kantor dengan kualitas terbaik, mulai dari jenis bahan, tipe kursi, dan fitur. Simak ulasannya:

  • Kursi IKEA Millberget.

Kursi produksi dari IKEA didesain oleh desainer asal Swedia yaitu Ola Wihlborg ini bisa menjadi pilihan untuk ada di home office. Dilengkapi fitur tilt tension yang mampu sesuaikan berat dan gerak tubuh kamu.

Pada bagian bawah, kursi ini memiliki 5 buah roda pada kaki kursi yang memudahkan kamu saat ingin menggeser posisi kursi. Namun tidak perlu khawatir bergeser saat kamu duduk, sebab Ikea sudah melengkapi fitur rem sensitif di setiap rodanya.

Sedangkan bantalan kursi terbuat dari busa poliuretana  cukup tebal dengan kedalaman duduk mencapai 45 cm. Sehingga membuat kamu terbebas dari rasa pegal meski duduk lama. Ikea juga memasang penyangga pinggang di bagian dalam kursi dengan lapisan bagian terluar kursi menggunakan perpaduan 75% polyester serta 25% katun.

  • Kursi Pexio Jervis.

Kursi kantor dari Pexio Jervis juga pilihan yang tepat menunjang pekerjaan kamu. Kursi ini dilengkapi adjustable head dan back support memudahkan kamu mengatur kursi sesuai dengan tulang punggung serta kepala, sehingga kamu duduk menjadi lebih nyaman. Selain itu, juga memiliki sandaran tangan yang presisi. Kamu bisa mengaturnya untuk 4 arah, yaitu naik turun, maju dan mundur, serong kanan-kiri, serta kanan-kiri menyesuaikan kebutuhan dan kenyamanan kamu saat duduk.

Kursi ini dibuat dari material senderan Polyester Mesh Fabric, sedangkan material dudukan High Density Foam, dan fitur  lumbar support yang ramah untuk tulang belakang kamu. Sedangkan bahan kaki atau footbase dibuat dari aluminium terbaik sehingga lebih kokoh.

  • Pira Work – Kylo EC.

Rekomendasi kursi kerja selanjutnya adalah Kylo EC produk Pira Work karena di desain dengan mengutamakan kenyamanan. Kamu bisa mengatur sandaran kepala sesuai dengan kebutuhan. Kursi kantor ini terbuat dari bahan mesh dan kulit sehingga lebih lembut.

Selain itu, dilengkapi juga hidrolik yang memudahkan kamu untuk mengatur ketinggian kursi sesuai dengan kenyamanan saat duduk. Penyangganya sendiri dibuat dari material chrome yang bisa menahan bobot tubuh lebih dari 100kg.

  • Kursi Mjolnir.

Jika pekerjaan kamu mengharuskan banyak duduk selama berjam-jam. Kursi kantor Mjolnir dari Informa bisa menjadi pilihan yang pas. Pasalnya, kamu bisa mengatur ketinggian kursi sesuai dengan ukuran tubuh melalui fitur tuas yang ada di bawah kursi.

Agar aktivitas bekerja lebih nyaman, kursi ini juga memiliki sandaran untuk menopang punggung dan bagian belakang tubuh dengan lebih nyaman dan rileks yang terbuat dari kulit sintetis. Selain itu, kursi Mjolnir ini memiliki penopang lengan dan terdapat roda di bagian bawah kursi yang memudahkan untuk bergerak saat duduk.

  •  Rexus NC-1 Max.

Terakhir yang bisa menjadi pilihan adalah produk dari Rexus dengan seri NC-1 Max. Kali ini Rexus tidak hanya merilis produk kursi gaming saja, melainkan juga kursi kantor yang ergonomis. Kursi ini didesain khusus untuk penggunaan dalam waktu lama. Sandaran yang fleksibel membuat punggung tetap terjaga dan nyaman. Mulai dari kepala, punggung, tangan, bokong, dan kaki.

Fleksibilitas kursi satu ini bisa mencapai 120 derajat. Sehingga, kamu bisa sambil rebahan hingga mencapai posisi yang nyaman. Untuk bantalan kepala dan punggung,  Rexus menggunakan bahan breathable yang berfungsi menyerap keringat.

Menggunakan Kartu Kredit untuk Membeli Kursi Kantor.

Bagi kamu yang pekerjaannya mengharuskan duduk lebih lama, bahkan bisa berjam-jam atau memiliki home office, tentu memerlukan kursi kantor yang nyaman, seperti kursi dengan penopang kepala, tangan, berbahan empuk sehingga membuat punggung tidak mudah lelah.

Harga kursi kantor memang relatif mahal, namun hal itu sebanding dengan fitur dan kenyamanan yang diberikan. Sebab itulah, kamu perlu memanfaatkan keuntungan kartu kredit agar tidak mengganggu keuangan kamu, bahkan dengan kartu kredit bisa belanja lebih hemat.

Salah satu rekomendasi kartu kredit terbaik untuk membeli kursi kantor adalah PermataShoppingCard dari PermataBank. Dengan kartu kredit ini, kamu bisa memenuhi kebutuhan belanja online lainnya dengan lebih irit. Sebab,  ada berbagai promo yang bisa langsung kamu dapatkan, seperti program cashback 5% hingga Rp200 ribu dan diskon di berbagai merchant.

Pengajuan kartu kredit PermataShoppingCard sekarang lebih praktis, cukup lewat mobile banking PermataMobile X yang bisa didownload di Play Store dan juga App Store. selain praktis, kartu kredit ini juga menawarkan berbagai kelebihan lainnya, diantaranya cicilan 0% hingga 12 bulan, bebas iuran satu tahun pertama, bisa diakses lewat smartphone, memiliki fitur contactless card, dan sebagainya.

Bagaimana memiliki kartu kredit ini? Dapatkan Informasi lebih lengkap terkait syarat dan ketentuannya melalui di laman berikut https://www.permatabank.com/id/kartu-kredit-retail/permatashopping-card.

Menekan Pernikahan Dini Ala GenRengers Educamp

Menekan Pernikahan Dini – Dalam perjalanan menuju Purbalingga menggunakan moda transportasi umum, mini bus, aku duduk bersebelahan dengan seorang Ibu yang baru saja mengurus persyaratan perceraian untuk anak perempuannya. FYI, kami sama-sama naik dari depan kantor Pengadilan Agama Banjarnegara.

“Alhamdulillah…akhirnya dapat informasi juga. Mau ke mana, Mbak?” Ibu paruh baya mulai membuka percakapan.

“Mau ke Purbalingga, Bu.” Jawabku simpel dan mungkin terkesan enggak komunikatif.

Jujur, aku agak gugup menjawab pertanyaan dari Ibu yang belum aku kenal. Aku juga merasa khawatir kalau nanti si Ibu akan bertanya perihal perceraian karena saat itu saya mengenakan seragam kantor. Ya…meskipun saya dobel dengan jaket dan enggak terlihat atribut yang menempel pada pakain dinas harian. Tetap saja was was rasanya, takut enggak bisa kontrol batasan komunikasi karena sudah di tempat umum, bukan lagi di tempat kerja. 😀

Pikirku, mending terlihat sok sibuk memegang gadget ketimbang mengobrol dengan orang yang enggak aku kenal. Tapi enggak disangka si Ibu begitu komunikatif sampai pada akhirnya aku tahu bahwa beliau akan mendaftarkan cerai untuk anak perempuannya yang baru beberapa bulan lalu menikah. Dan aku agak kaget juga, saat si Ibu bercerita kalau anaknya saat menikah baru berusia 17 Tahun. Artinya, saat anak tersebut menikah sudah pasti mengajukan Dispensasi Kawin (Diska).

Buru-buru menikah, tapi berakhir pada perceraian. Miris, bukan?

Angka Pernikahan Dini Di Indonesia.

Dasar Hukum Dispensasi Nikah adalah Undang-Undang No.1 Tahun 1974 di dalam Pasal 7 (1) Perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria sudah mencapai umur 19 Tahun dan pihak wanita sudah mencapai umur 16 Tahun. Namun aturan tersebut telah diperbaharui dengan Undang-Undang No.16 tahun 2019 pada Pasal 7 (1) Perkawinan hanya diizinkan apabila pria dan wanita sudah mencapai umur 19 Tahun.

Perubahan Undang-Undang tersebut tentu bukan tanpa sebab. Perkawinan pada usia anak banyak menimbulkan dampak negatif bagi tumbuh kembang anak dan akan menyebabkan tidak terpenuhinya hak dasar anak seperti hak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi, hak sipil anak, hak kesehatan, hak pendidikan, dan hak sosial anak. Ya, perkawinan di usia dini memang rentang dengan masalah.

Membaca artikel di laman web UNDIP, menuliskan bahwa saat ini angka perkawinan anak mencapai 1,2 juta kejadian. Indonesia menduduki peringkat ke-2 di ASEAN dan peringkat ke-8 di dunia untuk kasus perkawinan anak. Dari jumlah tersebut, proporsi perempuan umur 20-24 tahun yang berstatus kawin sebelum umur 18 tahun adalah 11,21 persen dari total jumlah anak. Artinya, sekitar 1 dari 9 perempuan usia 20-24 tahun menikah saat usia anak.

Ada beberapa sebab kenapa angka pernikahan dini semakin meningkat setiap tahunnya. Diantaranya yaitu karena pendidikan rendah dan menyebabkan anak perempuan menjadi putus sekolah. Merasa minim bekal untuk bekerja karena berpendidikan rendah, akhirnya mereka lebih memilih untuk menikah di usia dini.

Banyak masyarakat, khususnya di Desa, memiliki kepercayaan bahwa perempuan menikah di atas dua puluh tahun bukanlah usia yang ideal untuk menikah. Bisa dibilang sudah masuk usia tua. Padahal anak belum tentu siap baik secara fisik maupun mental jika menikah di bawah usia 20 tahun meskipun si anak saat itu juga terlihat dalam kondisi baik dan siap.

peran pemuda dalam dispensasi pernikahan
dokumentasi: https://jayakartanews.com/

Keterlibatan GenRengers Educamp yang Turut Menekan Pernikahan Dini.

Dalam menekan angka pernikahan dini, tuh, enggak mudah. Program-progam dari pemerintah untuk terus menekan angka perkawinan anak tentu enggak dapat maksimal tanpa kerjasama atau kolaborasi dari berbagai pihak. Contohnya program dari Kemenag yaitu mencanangkan pemberlakuan Sertifikasi Nikah pada 2020 yang wajib dimiliki oleh setiap pasangan yang ingin menikah untuk menurunkan angka perceraian, pernikahan di bawah umur, dan terjadinya kekerasan dalam rumah tangga.

Program dari pemerintah tentu akan lebih maksimal jika ada kolaborasi dan sinergi. Seperti yang dilakukan oleh sebuah komunitas dari Kabupaten Kubu Raya – Kalimantan Barat yaitu Komunitas GenRengers Educamp. Meskipun mereka enggak berkolaborasi dengan pemerintah, namun mereka punya visi dan misi yang sama salah satunya yaitu menekan pernikahan di bawah umur.

Berbentuk aktivitas camp yang secara rutin digelar sebagai bentuk pendidikan alternatif, GenRengers Educamp dibentuk untuk melahirkan relawan yang peduli dan paham soal isu-isu kesehatan khususnya pernikahan usia dini dan pola pergaulan remaja. Keren, bukan?

Nordianto, Superhero dari Kubu Raya yang Menggagas GenRengers Educamp.

Tahun 2018, Nordianto menjadi salah satu penerima apresiasi bidang Kesehatan dalam ajang Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia (SATU Indonesia) Awards yang diselenggarakan oleh PT Astra International Tbk.

Memiliki nama lengkap Nordianto Hartoyo Sanan, ia mengaku membentuk GenRengers Educamp karena termotivasi dengan kisah Superhero yang kerap ditontonnya sejak kecil. Karakter Superhero memang kerap menjadi idola bagi anak-anak karena perilaku baiknya yang suka menolong orang. Bayangan untuk membantu orang pun sering hadir dalam benak Nordianto. Ia yakin bahwa siapa pun bisa mengambil peran untuk menjadi pahlawan, minimal di lingkungannya.

Menekan Pernikahan Dini

Lewat kegiatan GenRengers Educamp yang ia gagas pada Tahun 2016, aktivitas menghadirkan jiwa-jiwa kepahlawanan pun ia bangun. Bersama tim ini, dalam dua pekan sekali, Anto sapaan akrabnya, merancang dan mengadakan kegiatan educamp di pelosok daerah Kalimantan Barat yang rentan dengan tingginya angka perkawinan usia dini serta pergaulan remaja yang bebas.

GenRengers Educamp sudah melibatkan 14 kabupaten kota sepanjang 2016. Hebatnya lagi, di tahun berikutnya berhasil melibatkan 5 Provinsi selain Kalimantan Barat. Dan kini, Nordianto sedang menjalankan study di Luar Negeri. Setelah sukses menjadi volunteer untuk program European Union sebagai pengajar Cross Cultural Understanding di Polandia, kini ia berkesempatan untuk study yang masih berkaitan dengan program-programnya bersama GenRengers.

pemuda ini tidak serta-merta melarang anak muda untuk menikah. Akan tetapi ia mengajarkan berbagai hal tentang kesehatan reproduksi, bahaya seks bebas, serta pentingnya kemandirian ekonomi dalam membangun rumah tangga. Hasil akhir yang ia harapkan, anak muda mampu menyerap informasi yang telah ia bagi, hingga menyadari sendiri bahwa perkawinan usia muda memiliki banyak dampak buruk.

Dalam percakapan aku dan Kak Nordianto melalui WhatsApp, ia menyampaikan harapan perihal kegiatan Educamp yang dilakukan oleh GenRengers. Ia berharap akan selalu lahir relawan baru untuk mengambil peran menekan tingginya angka perkawinan dini di daerah masing-masing.

Sosok Nordianto ini betul-betul menginspirasi. Enggak mudah melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat untuk menekan angka pernikahan di usia muda, lho. Apalagi jika kepercayaan masyarakat perihal usia 20 plus itu sudah masuk dalam usia tua dan harus segera menikah, berat. Aku yang bekerja di bagian pelayanan publik seperti penerimaan perkara Dispensasi Kawin kadang “gemas” ketika melihat berkas permohonan Diska yang mana usia calon pengantin di bawah 16 Tahun. 😀

Semoga semakin banyak GenRengers yang terbentuk di Kabupaten/Kota, ya. Supaya anak-anak atau remaja semakin paham bahwa pernikahan yang dilakukan di usia dini, tuh, selalu menyisakan persolan. Selain memengaruhi Indeks Pembangunan Manusia (IPM), perkawinan anak juga memengaruhi Indeks Kedalaman Kemiskinan (IKK).

Dan semoga, mereka yang gagal mempertahankan pernikahan di usia muda bisa melakukan sharing dengan teman-temannya perihal masalah-masalah yang dialaminya. Begitu juga dengan orang tuanya. Seperti si Ibu yang duduk bersebelahan dengan aku, dia juga sempat berbagi pengalaman menikahkan anak di usia dini. Karena nada bicaranya saat itu cukup keras, jadi yang dengar enggak hanya aku. Ya…semoga dapat diambil hikmahnya, ya. 🙂

4 Alasan Pelepasan Ibu Waka Menjadi Istimewa

Pelepasan Ibu Waka atau Wakil Ketua di tempat aku bekerja bisa dibilang mendadak. Persis seperti ungkapan enggak ada hujan, enggak ada angin, tiba-tiba beliau masuk dalam daftar Tim Promosi Mutasi (TPM) pada akhir November lalu. Artinya, beliau pindah tugas.

Iya, mutasi ini terjadi tanpa ada kasak kasuk. Beliau pun kaget karena belum lama menjabat sebagai Wakil Ketua, kurang lebih tiga bulan. Terasa lagi “anget-angetnya” merealisasikan beberapa program kerjasama dan inovasi untuk memudahkan layanan kepada masyarakat, eh…kena mutasi. 😆

Mendapatkan pimpinan yang peduli, dapat berkomunikasi dan juga berkolaborasi dengan baik menjadi kebahagiaan tersendiri bagi bawahan, khususnya aku. Bagaimana tidak, setelah sekian purnama jarang ada gebrakan, datang pimpinan baru langsung diajak terbang. Asyik benar, kan. 😉

persiapan pelepasan ibu wakil ketua

 

Kebetulan yang datang per Agustus lalu adalah Ketua dan Wakil Ketua. Kabar baiknya, mereka sama-sama masih muda. Jadi, pantas kalau enggak suka naik odong-odong. 😀 Iya, mulai dari awal masuk saja langsung rapat koordinasi, melakukan evaluasi pekerjaan sebagai acuan sekalipun tergolong orang baru di kantor, dan lanjut membuat program-program untuk memajukan kantor.

FYI, jabatan Wakil Ketua di kantor aku sudah cukup lama kosong. Sementara jabatan Ketua, belum lama ini terjadi mutasi atau pindah kerja ke satuan kerja lain. Namun sayangnya baru menjabat tiga bulan, Wakil Ketua kami kembali masuk ke dalam daftar TPM. Akhirnya, posisi Wakil Ketua pun kembali kosong di bulan November lalu. Sungguh menyedihkan.

Persiapan Pelepasan Ibu Wakil Ketua.

Ibu Fadiah, namanya. Seorang perempuan yang energik ini telah sukses menginspirasi banyak pegawai di tempat aku berkerja. Suasana kantor betul-betul terasa semakin hangat dan lebih hidup. Dan suasana kantor seperti ini sangat aku nantikan, sangat aku rindukan. Karena lagi-lagi, setelah sekian purnama bekerja lempeng-lempeng bae, gengs! 😆

Setelah ada pengumuman TPM, ternyata awal bulan Desember beliau sudah harus dilantik di tempat kerja yang baru. Enggak terbayang repotnya beliau mengurus ini itu karena tempat kerja yang baru berlokasi di luar Jawa. Dengan ketentuan pelantikan yang harus dilakukan secepat mungkin, Bapak Ketua pun harus membuat acara pelepasan secepat kilat. 😆 Enggak mungkin, dong, sudah sampai Kalimantan harus kembali ke Jawa hanya untuk menghadiri acara pelepasan. Kasihan, berang di ongkos. 😀

Persiapan acara pelepasan yang dilakukan secara mendadak biasanya enggak bisa maksimal. Tapi untuk acara perpisahan di kantor memang bisa dibilang datar-datar saja, sih. Jarang banget membuat acara yang spesial, jauh dari kata mewah apalagi megah. Ya kami ikut kata Pak Jokowi, ASN enggak boleh membuat acara atau bergaya hidup mewah. Seadanya saja, sesederhana mungkin. Hahaha. Tapi siapa sangka persiapan pelepasan yang hanya satu hari ternyata memberikan kesan istimewa.

Pelepasan Ibu Waka Menjadi Istimewa.

Ada teman yang membuatkan video untuk Bu Wakil. Lalu, teman-teman kantor juga mempersembahkan lagu bak paduan suara. Mulai dari teman-teman Hakim yang kesehariannya enggak lepas dari pegang palu saat persidangan, kali ini mereka megang mik untuk karokean. Kemudian, dari para pegawai juga dibagi beberapa group. Pokoknya sudah seperti lomba paduan suara. Bu-Ibu yang pada dasarnya punya suara B aja, percaya diri banget tampil di depan. Pecah banget suasana siang itu. 😆

Pelepasan Ibu Waka

Baru tiga bulan membersamai kami, tapi rasanya kami sudah begitu dekat dengan beliau. Seperti judul artikel aku beberapa tahun yang lalu, seperti enggan berpisah. Khususnya buat para BuIbu. 😆 Kenapa bisa seperti ini? Setidaknya ada 4 alasan kenapa pelepasan Ibu Waka menjadi istimewa.

 

1. Peduli.

Keadaan pantri di kantor memang jauh dari kata bersih. Bisa dibilang jorok karena kurang perhatian. Jarang ada yang peduli dengan kebersihan di area tersebut. Namun, di suatu pagi, saya pernah melihat beliau sedang membersihkan dapur ditemani Bu Ani.

Sikap memperhatikan yang dimiliki beliu bisa dibilang sangat tinggi. Enggah hanya untuk kebersihan kantor saja, tapi juga kepada teman-teman.

2. Bersahabat Seperti Tanpa Sekat.

Saya kerap melihat beliau melakukan komunikasi dengan teman-teman kantor baik melalui pesan singkat, panggilan menggunakan ponsel, maupun mendatangi langsung untuk mendapatkan informasi. Mulai dari penjaga pos, petugas kebersihan, petugas pelayanan, sampai para pegawai, beliau dengan nyaman menghubungi mereka untuk sebuah koordinasi.

Delapan tahun saya mengabdi, baru kali ini saya melihat ada pimpinan yang bisa bersahabat dengan siapa saja, seperti tanpa sekat.

3. Komitmennya Enggak Tanggung-tanggung.

Aku masih ingat betul kegigihan beliau dalam merealisasikan inovasi untuk memudahkan layanan kepada masyarakat. Beliau selalu memantau, memonitoring, sampai inovasi tersebut betul-betul siap dan dapat berjalan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Komitmennya beliau emang enggak tanggung-tanggung, pokoknya apa yang sudah menjadi program diusahakan harus terwujud dengan cepat.

4. Semangat Berbagi dan Memberi.

Banyak orang berpegang pada ungkapan jawa “nguyahi segara” atau memberi garam untuk laut. Kata tersebut biasanya diungkapkan ketika kita akan berbagi atau memberi sesuatu kepada orang yang dianggap mampu. Ya…orang sudah mampu, kenapa harus diberi, sia-sia. Hebatnya, itu enggak berlaku untuk Bu Waka. Beliau semangat untuk berbagi dan memberi kepada siapa saja. Beliau juga kerap memberi jajan, makanan saat ada acara di kantor. Semua diberi, lho. Enggak pandang “bulu”. Dan kami golongan bawahan sering banget mendapatkan tambahan uang jajan dari beliau. Duh…rasanya jadi kehilangan yang teramat, nih. xixixi.

Ketika menjumpai orang yang mau berbagi dan memberi tanpa syarat dan enggak pandang bulu, tuh, rasanya bahagia. Konsep berbagi dan memberi adalah dorongan dalam diri dan kesadaran. Hati nurani tergerak, dan mata terpejam. Kalau kata orang tua aku, memberi karena tresna atau sayang. Dan jatuhnya, tuh, tulus, sekalipun memberi kepada orang yang dianggap mampu. Kalau udah ada label sayang, tuh, enggak ada lagi keraguan, bukan? 😆

Aku merasa dengan datangnya pimpinan baru kali ini, tuh, lebih semangat dalam bekerja. Karena support yang mereka berikan betul-betul sampai ke tulang-tulang. 😆 Selain itu, sebagai bawahan juga aku merasa lebih sering mendapatkan good mood, lebih semangat, dan kesehatan mental pun lebih terasa.

Ngomongin kesehatan mental karyawan, ini sangat penting untuk diperhatikan baik oleh diri sendiri maupun pimpinan. Karena bagaimana pun demi mewujudkan visi dan misi membutuhkan kinerja bagus dari para karyawan atau pegawai. Dan kesehatan mental ini punya pengaruh besar dalam kinerja para pegawai. Saking pentingnya mental health bagi para karyawan, The Golden Space Indonesia berkolaborasi dengan Markplus.Inc menyelenggarakan acara ALIVE Fest 2022 yang bertempat di Multifunction Hall Plaza Indonesia.

Di Acara ALIVE Fest 2022, JNE Berhasil Menjadi Bagian Dari Mindful Company Brand.

Kalian pasti sudah familiar dengan brand JNE. Perusahaan logistik dan ekspedisi barang asli Indonesia ini sudah menjalankan bisnisnya selama 32 tahun. Bisnis ini dapat bertahan sampai di usia ini pastinya hubungan di internalnya sangat bagus. Pondasi dari dalam sangat kuat. Makanya, tidak heran jika JNE dapat menjadi bagian dari mindful company brand 2022.

Era digitalisasi mengharuskan perusahaan semakin kompetitif akan keunggulannya masing-masing. Karyawan atau Talenta perusahaan dituntut untuk semakin produktif dan kreatif dalam bekerja. Sementara itu, enggak semua perusahaan mampu membangun ekosistem yang sehat untuk menjamin kesehatan mental talentanya, lho. Dan faktanya, 20 persen masyarakat tengah mengalami isu kesehatan mental dan sembilan juta diantaranya menderita depresi.

ALIVE Fest 2022

Diwakili oleh Bpk. Yance Arvan selaku Project Brand Specialist, JNE hadir dalam acara ALIVE Fest 2022 yang merupakan festival meditasi terbesar di Indonesia yang memiliki misi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan mental, emosional, dan fisik. Aku baca artikel di https://jnewsonline.com/, JNE sebagai perusahaan yang bergerak di bidang transportasi dan logistik mendapatkan peringkat 1 dengan skor mindful: 0,781. Hebat, bukan.

Tentu di usia yang sudah tidak muda lagi, JNE sudah punya banyak pengalaman dalam dunia bisnis ekspedisi barang. Brand ini pun semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia karena terus memberikan pelayanan terbaik, terus berinovasi, dan yang tak kalah pentingnya yaitu sering bergabung untuk event-event sosial sesuai dengan filosofi JNE yaitu berbagi, memberi dan melayani.

Bandara Kulon Progo

Aku sangat berterima kasih kepada Bu Fadiah karena telah sukses kembali membangkitkan semangat bekerja dan sukses menjadi role model. Ini secara pibadi lho, ya. Tapi teman-teman lain, aku rasa hampir sama. Karena sebelum beliau resmi dilepas pada 28 November lalu, aku sempat mengambil potongan video bertajuk “Satu Kata Untuk Bu Wakil”. Dan aku lihat teman-teman dalam memberikan ucapan satu kata, tuh, penuh ekspresi dengan sejuta arti baik. Kalau kata Andmesh Kamaleng, buat hidupku lebih berarti. 😆

Waktu yang Tepat Untuk “Recharge Battery” Bagi Working Mom

“Recharge Battery” Bagi Working Mom – Aku sangat menikmati akhir pekan pertama di bulan November ini. Kebetulan suami libur kerja hari Sabtu. Artinya, dia bisa bantu aku untuk antar jemput Kecemut. Alhamdulillah…pagi-pagi sudah mendapatkan keringanan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga itu sesuatu ya, Bun. 😉

Sementara Mamas, pagi hari dia fokus dengan Mentari TV. Mulai dari Pororo sampai Titipo, dia pantengin terus sampai kadang enggak menoleh, lho. Aktivitas ini seperti enggak bisa tergantikan kecuali Ibun minta tolong untuk ditemani beli sayuran. Baru lah dia menoleh dan ikut Ibun. Tapi khusus akhir pekan, Ibun memilih untuk enggak mencoleknya. Membiarkan dia menikmati siaran kartun favoritnya.

Lalu, apa aktivitas Ibun di Sabtu pagi? Ehem…gegoleran mandja di atas kasur, dong! 😛 Ah…lagi-lagi, sesuatu banget! 😀

Kadang seorang Ibun memang butuh “biarkan dulu”. Iya, biarkan dulu ketika suami sedang melakukan aktivitas yang dapat membuatnya bahagia. Biarkan dulu ketika anak-anak sedang serius menonton acara televisi. Biarkan dulu ketika anak-anak memilih untuk bermain dengan teman-temannya. Biarkan dulu kalau memang mereka belum mau mandi. Biarkan dulu mumpung akhir pekan karena Ibun butuh recharge battery. 😉

Aktivitas yang Dapat Menambah Semangat

 

4 Aktivitas yang Dapat Menambah Semangat di Senin Pagi.

Setelah lima hari menjalankan pekerjaan sebagai Ibu rumah tangga sekaligus Ibu bekerja, aku kerap memilih akhir pekan untuk kembali recharge battery atau mengisi daya supaya Senin pagi saat kembali masuk kerja paling enggak punya daya 80%. 😀

Enggak muluk-muluk sampai 100% lah, ya. Karena pada Senin pagi sebelum berangkat kerja biasanya sudah hectic duluan karena harus bisa mengondisikan mood anak-anak, Kecemut harus mengikuti upacara bendera, dan suami yang berangkat kerjanya lebih pagi dari pada aku.

Menyiapkan apa-apa yang dibutuhkan mereka kadang bisa menyedot daya yang enggak sedikit meskipun sudah menjadi kebiasanya harian. Betul apa benar? 😀 Maka dari itu, aku berusaha untuk melakukan paling enggak empat aktivitas yang dapat menambah semangat di Senin pagi. Apa saja aktivitasnya? Mari baca sampai tuntas!

1. Melakukan Me Time Sesuka Hati.

Seorang Ibu bekerja harus meluangkan waktu untuk me time. Jangan mau kalah dengan gadis-gadis, working mom harus membuat daftar me time paling enggak untuk satu bulan ke depan. Masa iya, me time-nya mau itu-itu saja, ke salon mulu, treatment mulu, nonton drama mulu, sesekali agendakan untuk belanja kebutuhan pribadi di Mal atau tempat perbelanjaan, jangan window shoping mulu. 😀

Kalau me time harus keluar rumah, lakukan di Sabtu ya, Bun. Minggu masih punya waktu buat me time di rumah yang enggak mengeluarkan banyak tenaga. Tapi ini bukan berarti mager lho, ya.

Lakukan me time sesuka hati, tapi kalau bisa direncanakan supaya me time lebih bervariasi. 😉

2. Menjalankan Hobi yang Enggak Bikin Lelah.

Banyak orang yang berkeyakinan bahwa aktivitas yang berdasar pada hobi enggak bikin capek. Kita melakukannya dengan senang hati, tanpa paksaan, dan endingnya juga biasanya bikin happy. Tapi, jika dijalani secara terus menerus, sekalipun hobi yang dapat menghasilkan uang, bisa berujung pada stress. Ini enggak boleh terjadi ya, Bun.

Sama halnya me time, beri jeda dalam menjalankan hobi. Akhir pekan minggu pertama, sepedaan. Akhir pekan minggu kedua, bikin kue. Dan seterusnya. Jangan sampai melakukan hobi pada akhir pekan tapi masih terasa capek hingga Senin pagi. Jangan sampai. 😀

3. Istirahat Dengan Kualitas yang Baik.

Bagi working mom, mendapatkan kualitas tidur yang baik adalah sesuatu karena itu yang dibutuhkan. Tidur tiga jam, tapi berkualitas itu lebih baik ketimbang tidur dari siang hingga sore tapi malam harinya seperti belum mendapatkan daya. Lemes, say! 😀 Ini sama halnya ketika pagi hari bisa gegoleran mandja tanpa ada yang mengganggu atau menunggu. 😀

Paling aman, sih, ketika anak-anak tidur kemudian kita juga ikut istirahat ya, Bun. Suasana rumah lebih tenang, tidur pun menjadi lebih pulas dan puas. Soalnya kalau tahu anak-anak masih main di luar sana, tidur siang bisa jadi enggak berkualitas.

Ini bisa banget dilakukan pas hari Sabtu dan Minggu. Betul-betul memanfaatkan akhir pekan untuk istirahat. 😉

4. Pilih Bacaan yang Bikin Good Mood.

Ini bagi working mom yang suka membaca, ya. Sekarang semakin banyak Ibu bekerja yang suka membaca. Di tempat kerja sudah disuguhi segudang pekerjaan yang tanpa membaca tapi bisa mengerjakan, bukan? Emangnya dukun! Hahaha.

CARA MENIKMATI WORKING MOM

Memilih bacaan yang dapat membuat perasaan menjadi lebih baik lagi, menambah wawasan, seperti menambah energi positif, atau menjadi lebih semangat karena yang dibaca mungkin menginspirasi. Seperti berita yang aku baca tentang kolaborasi JNE dan PT. BIBU (Bandara Internasional Bali Utara) menjalin kerjasama untuk sinergi bisnis untuk pengembangan jalur logistik dan ekspedisi di Kawasan Indonesia Timur.

Kerjasama Antara JNE dan PT. BIBU (Bandara Internasional Bali Utara) yang Sangat Membantu Distribusi Logistik.

Siapa yang tidak tahu JNE, perusahaan jasa yang bergerak dalam bidang pengiriman barang atau logistik yang mempunyai karyawan lebih dari 50.000 sudah sangat terkenal. Apalagi kalau mengikuti update kegiatannya di akun instagram @jne_id, ada banyak informasi yang bermanfaat. Enggak hanya itu, JNE juga kerap mengadakan kuis dengan hadiah yang menarik. Coba cek saja akun Instagramnya. 🙂

Selain sosial media, aku juga kerap membaca berita tentang JNE karena beritanya sering muncul di beranda atau discover Google. Banyak kerjasama dan kolaborasi yang telah dilaksanakan oleh JNE. Baru-baru ini JNE melaksanakan Penandatangan Nota Kesepahaman antara JNE dan PT. BIBU pada Jum’at (28/10/2022), di Kantor Pusat JNE Jl. Tomang Raya 11 Jakarta Barat.

Penandatanganan Nota Kesepahaman ini bertujuan untuk mempercepat proses pelayanan distribusi logistik di kawasan Indonesia Timur yang semakin berkembang perekonomiannya. Pengiriman barang ke Indoneisa bagian timur belum bisa secepat di daerah Jawa.  Mereka masih memanfaatkan kapal laut untuk pengantaran barang.Recharge Battery Bagi Working Mom

“Kolaborasi antara JNE dan PT BIBU adalah kolaborasi yang sangat positif. Melihat potensi JNE yang bagus, kami berharap kolaborasi ini akan terus ditingkatkan di masa yang akan datang sehingga dapat mendukung dan mempermudah jalur logistik dan ekspedisi di kawasan Indonesia Timur” ~ Direktur Utama PT BIBU Panji Sakti, Ir. Erwanto Sad Adiatmoko Hariwibowo,

Langkah nyata bersama ini dilakukan dalam memberikan kontribusi dan bergotong-royong untuk membantu pemerintah serta dapat memajukan dan meningkatkan pertumbuhan perekonomian masyarakat Bali dan Nasional. 😉

Waktu yang Tepat Untuk “Recharge Battery” Bagi Working Mom.

Mengurus pekerjaan sekaligus keluarga, kadang membuat aku lelah. Apalagi jika sedang banyak deadline di kantor maupun pekerjaan sebagai Bloger, betul-betul harus mencari cara supaya keduanya bisa berjalan berdampingan tanpa ada hambatan. Belum lagi anak-anak yang masih dalam masa perkembangan, tentu sangat menantikan kehadiran aku di tengah-tengah mereka.

foto Working Mom

Akhir pekan, Sabtu dan Minggu adalah waktu yang tepat untuk me-recharge battery bagi working mom setelah selama lima hari bekerja di kantor dan juga melakukan pekerjaan ruma tangga. Pekerjaan rumah tangga memang enggak ada habisnya. Namun seorang working mom haru punya cara untuk mengatur pekerjaan sebagai Ibu rumah tangga saat weekend tiba.

Working mom harus memperhatikan kegiatan yang dikerjakan pada hari Sabtu dan Minggu. Usahakan kegiatan apa saja yang sekiranya dapat membuat badan lelah dapat dikerjakan pada hari Sabtu. Artinya, di hari Minggu Ibu bekerja masih punya waktu untuk melakukan aktivitas-aktivitas yang menambah semangat di Senin pagi.

Bun, jangan lupa untuk lakukan recharge battery, ya. Ini sangat bermanfaat untuk kesehatan kita. 😉

5 Cara Mudah Mengatur Waktu Bagi Working Mom

Cara Mudah Mengatur Waktu Bagi Working Mom – Seorang Ibu yang memutuskan untuk menjadi working mom atau Ibu Bekerja, artinya sudah siap dengan tambahan sederet tanggung jawab yang dalam hal ini adalah urusan pekerjaan. Dan aku telah menjadi bagian dari Ibu yang memutuskan untuk berperan ganda alias Ibu Bekerja.

Kita semua tahu, sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT) enggak bisa mengesampingkan urusan rumah tangga seperti mengurus anak dan suami, menyiapkan kebutuhan keluarga, merapikan rumah, sekalipun sudah ada Asisten Rumah Tangga (ART). Betul apa betul? 😉

Aku pernah merasakan betapa berartinya waktu untuk anak, yaitu ketika Kecemut mulai masuk Sekolah Dasar (SD). Kebetulan jarak tempuh dari rumah menuju sekolahnya itu enggak lebih dari lima menit. Awal-awal masuk sekolah, ada banyak banget penyesuaian waktu termasuk mandi pagi lebih awal dari sebelumnya pas dia masih di TK. Iya, dulu pas di TK jam masuk sekolah pukul 08.00 WIB bisa mandi pukul 07.00 WIB. Sekarang, SD pukul 6.50 WIB sudah harus sampai sekolah karena pukul 07.00 WIB kegiatan belajar mengajar sudah harus dimulai. Artinya, sudah ada perbedaan waktu berangkat sekolah. Dan ini baru salah satu rutinitas harian, ya.

Serba Serbi Anak Masuk Sekolah Dasar

Bun, pernah terbayang jika mengerjakan rutinitas harian sampai bergeser waktu pengerjaannya? Lebih pada mepet waktu, gitu. Enggak mau membayangkan atau justru kerap melakukannya? Hahaha. Aktivitas sebelum anak berangkat sekolah atau suami berangkat kerja, tuh, enggak sedikit. Kalau sampai bergeser waktu pengerjaannya alias mepet waktu, bisa membuat anak dan juga Ibu enggak nyaman.

Duh…ini kalau pagi-pagi sampai ada adegan adu mata antara Ibu dan Anak, efeknya kadang bisa panjang. Padahal anak-anak harus sampai sekolah dengan hati tenang, senang, supaya belajarnya juga lebih semangat. Berikut aku mau sharing cara mudah mengatur waktu untuk working mom yang pastinya versi aku, ya.

1. Mengondisikan Hati. 

Sebelum mulai mengatur waktu, Ibu Bekerja harus bisa mengkondisikan hati. Apalagi buat para working mom yang masih punya Bayi atau Balita. Sungguh akan berat sekali untuk mengatur waktu bekerja. Iya, belum sampai pada mengatur waktu, kadang sudah baper duluan karena naluri seorang Ibu yang tetap ingin mendampingi anak setiap waktu, tuh, kadang muncul secara tiba-tiba. Ngobrol dengan pasangan juga penting untuk sedikit mengurangi perasaan-perasaan tersebut.

Lebih dari itu, orangtua juga harus punya cara jitu untuk mengondisikan hati anak-anak. Harus berusaha untuk menciptakan suasana bahagia, khususnya pada pagi hari supaya mood anak terjaga dengan baik.

2. Berdiskusi Dengan Keluarga. 

Meskipun yang memutuskan untuk menjadi Ibu Bekerja adalah Ibu sendiri, tapi ada baiknya melakukan diskusi dengan keluarga sebelum mulai membuat rencana kegiatan yang disertai dengan waktu pelaksanaan. Ini dilakukan supaya anak dan suami merasa terlibat dan juga merasa ada tanggungjawab dalam melaksanakan rutinitas harian sesuai dengan kesepakatan. Komunikasikan kegiatan harian apa saja yang akan dilakukan, kapan waktunya, dan beri tahu juga konsekuensinya jika sampai enggak tepat waktu.

Baca juga: Nikmatnya Berbagi Pekerjaan Rumah Tangga.

3. Harus Pandai Menentukan Prioritas.

Bukan rahasia lagi kalau Ibu Bekerja, khususnya yang kerja kantoran, tuh, waktunya hampir habis untuk mengerjakan pekerjan kantor. Aku menghabiskan waktu kurang lebih 8.5 jam untuk bekerja di kantor, masuk kerja pukul 08.00 WIB-16.30 WIB setiap hari Senin-Jum’at. Artinya, aku punya dua hari libur kerja selain hari libur nasional dan cuti.

wisata edukasi manasik haji

Dari banyaknya waktu untuk bekerja, Ibu harus pandai menentukan prioritas. Kapan harus memberikan waktu penuh untuk keluarga, quality time dengan suami, kapan waktu yang tepat untuk hang out bareng teman, dan masih banyak kegiatan lain yang mana Ibu harus pandai mengatur prioritas karena kegiatan tersebut akan masuk dalam pembagian waktu sekalipun bukan rutinitas harian.

4. Membuat Daftar Rutinitas.

Nah, ini action-nya, ya! Kunci utama untuk sukses mengatur waktu bagi Ibu Bekerja adalah membuat daftar rutinitas sedetail-detailnya. Mulai dari bangun pagi sampai hendak istirahat malam. Tulis rutinitas secara keseluruhan, kemudian jangan lupa diberi tanda khusus jika kegiatan tersebut masuk pada skala penting dan harus diselesaikan pada hari itu juga. Dalam membuat daftar rutinitas, ini juga terkait dengan poin nomor dua, ya. Dibuat bersama-sama meskipun kendalinya ada pada Ibu. 😛

5. Lakukan Review Atas Manajemen Waktu.

Kadang ada hal yang sudah ditulis, sudah direncanakan, namun enggak bisa terlaksana sesuai dengan rencana karena suatu alasan. Ini pentingnya melakukan review atas manajemen waktu yang sudah dibuat. Cara terakhir ini bisa dibilang keluar dari tema, ya. Namun, jika nomor lima ini enggak masuk pada poin, bisa jadi ada pengaturan waktu yang kurang maksimal tapi tetap dilaksanakan. Ini bisa mubadzir ya, Bun. Seperti pekerjaan rumah tangga yang bisa dilakukan secara bersamaan. Mencuci baju dengan bantuan mesin cuci, masak, dan juga membersihkan lantai dengan bantuan vacuum cleaner robotic super canggih yaitu Avaro LS3000.

Working Mom Juga Harus Pandai Menyiasati Pekerjaan Rumah Tangga. Ayo, Gebet Avaro LS3000!

Ketika seorang Ibu Bekerja sudah mulai menjalankan rutinitas sesuai dengan jadwal, aku yakin enggak sedikit dari mereka yang juga mencoba untuk menyiasati pekerjaan rumah tangga supaya cepat selesai dikerjkan meskipun kita semua tahu bahwa pekerjaan rumah tangga itu enggak ada habisnya. Tapi senang ketika menjumpai suatu pekerjaan yang bisa beres tanpa kita capek. 😆

Salah satu pekerjaan rumah tangga yang bisa diambil alih oleh robot yaitu kegiatan membersihkan lantai agar bebas dari debu dan kotoran. Kali ini Avaro punya produk baru yaitu Avaro LS3000. Nah, berikut spesifikasi vacuum cleaner robotic yang bisa diajak kerjasama.

High Suction Power 3000PA.
Vacuum ini memiliki daya hisap paling kuat 3000pA. Segala jenis kotoran dan bulu hewan dapat dengan mudah diserap. Lantai bisa bersih secara menyeluruh dan tentu lebih efisien.

Tangki Kotoran Lebih Besar yaitu 650 ML
Mampu menampung kotoran lebih banyak karena tangki lebih besar yaitu 650 ml. Jangankan bulu hewan, benda sebesar kacang pun bisa dibersihkan oleh Avaro LS3000.

Body Superslim yaitu 75MM
Vacuum cleaner robotic dengan body superslim hanya 75mm Avaro LS3000 dapat menjelajah setiap sudut rumah yang sulit terjangkau. Dari bawah kasur, sofa, meja dan kursi dapat menjangkau dengan mudah. Pengguna juga dapat mengatur bagian mana saja yang akan dibersihkan dan bagian mana yang enggak perlu dibersihkan.

Daya listrik Lebih Irit.
Ini yang kadang menjadi bahan pertimbangan buat Ibu-Ibu sebelum membeli perabot rumah tangga. Enggak perlu khawatir listrik bakal anjlok ya, Bun. Daya listrik vacuum ini lebih irit listrik, hanya 21,2 watt. Asyiknya, nih, saat daya robot vacuum tersisa 10%, robot ini secara otomatis akan kembali ke dock pengisian daya. Jadi, pengguna enggak harus memantau terus-terusan karena khawatir daya habis.

Impian banget punya Avaro LS3000 karena vaccum cleaner robotic dengan harga terjangkau ini cocok untuk semua jenis medan lantai. Vacuum ini juga bisa berfungsi sebagai sapu yang mampu memutar untuk membersihkan debu dan mengumpulkan sampah ke tengah untuk dihisap.

Vacuum Cleaner Robotic Avaro LS3000

FYI, sikat Avaro LS3000 ini terbuat dari bahan TPU yang lembut dan halus sehingga enggak bakal merusak lantai. Dan jangan khawatir, vacuum ini mudah dipasang dan dibersihkan. Bun, vacuum ini bisa didapatkan di Avaro Official Store Tokopedia dengan harga 2 juta-an. Kalau beli sekarang bisa berkesempatan mendapatkan promo, lho.

Ibu Bekerja akan merasa lebih tenang dan juga senang ketika mendapatkan solusi untuk pekerjaan rumah tangga lebih mudah, praktis dan efisien. Cara ini juga masuk sebagai salah satu cara mudah mengatur waktu bagi working mom dengan mempunyai robot yang bisa menjadi partner dalam menyelesaikan pekerjaan rumah tangga.

5 Hal yang Membuat Working Mom Bahagia. Mana yang Kamu Banget?

Working Mom Bahagia – Definisi working mom atau ibu bekerja adalah wanita yang sudah berkeluarga dan melakukan kegiatan tertentu untuk mendapatkan kemajuan dan akhirnya memperoleh imbalan berupa cuan cuan cuan dan cuan. 😆

Working mom, tuh, bukan hanya kerja di kantoran, ya. Selama ini banyak yang beranggapan kalau istilah working mom, tuh, buat mereka yang bekerja di sebuah kantor. Jangan salah, bekerja sebagai content creator yang kerjanya dari rumah pun disebut ibu bekerja meskipun mereka enggak mengenakan seragam dinas, enggak pakai sepatu dengan hak tinggi, dan enggak nenteng tas. 😛

Pekerjaan bagi seoarang ibu merupakan salah satu sumber stres dan kebahagiaan. Iya, enggak hanya kebagahagiaan saja, tapi juga tak dipungkiri stres bisa menghampiri mereka. Stres karena konflik peran, misalnya. Namun mereka akan bahagia ketika mendapatkan pemasukan (gaji) dan juga bangga kerena memiliki pekerjaan.

Ibu bekerja bisa merasakan stres ketika mulai mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas-tugas rumah tangga dan di tempat kerja. Hal ini pernah aku alami saat Kecemut mulai masuk Sekolah Dasar (SD).

Kegiatan harian aku sebagai Ibu mulai bertambah. Meskipun hanya bertambah beberapa kegiatan saja, tapi mau enggak mau aku harus mengubah jadwal untuk rutinitas harian dengan harapan semua aktivitas bisa berjalan sesuai rencana. Dan kalau sampai merasa ada satu saja aktivitas yang enggak sesuai dengan rencana, pelan-pelan aku mulai mikir dengan durasi agak lama untuk mencari cara jitu. Nah, bagian mencari cara ini kadang tanpa disengaja membuat ibu butuh pergi ke salon. Hahaha.

Cara Meminimalkan Stres Bagi Working Mom.

Ibu bekerja, tuh, selain mengaplikasikan ilmu-ilmu yang sudah didapat di jalur pendidikan formal, mereka juga punya niat untuk mencari penghasilan tambahan untuk membantu perekonomian keluarga. Ada juga yang berpendapat, memilih sebagai ibu bekerja karena ingin mendapatkan penghasilan sendiri, untuk mencukupi kebutuhan pribadi tanpa membebani suami, mendapatkan penghasilan untuk menyenangkan diri sendiri. 😉

Enggak ada yang salah dengan pendapat-pendapat tersebut. Hanya saja kalau diniatkan untuk keluarga, rezeki yang datang insya allah lebih besar. Apalagi yang punya banyak anak dan termasuk keluarga besar, Berdoanya seperti itu. Namun wongking mom harus punya cara jitu supaya ibu bekerja tetap bahagia dan dapat meminimalkan stress. Cara paling efektif untuk mendapat kebahagiaan dalam bekerja yaitu dengan membuat daftar pekerjaan secara teratur. Detail pekerjaan bisa disertakan, terpenting sudah dibuat daftar setiap harinya karena daftar pekerjaan ini sangat membantu untuk lebih terorganisir.

Kemudian, mengidentifikasi pemicu stres juga penting. Selain membuat daftar pekerjaan, working mom bisa mencatat hal-hal apapun yang sekiranya dapat memicu stres. Beban pekerjaan terlalu berat, misalnya. Kalau masalah ini harus ada komunikasi dengan atasan sekalipun sebenarnya tugas yang diberikan sudah sesuai dengan analisis beban kerja (ABK).

saling support di tempat kerja

Terakhir yaitu saling support. Bagaimana pun juga, dukungan dalam bekerja juga penting. Sesama rekan kerja saling membantu dalam pekerjaan atau saling menyemangati. Sudah dapat support dari teman, lalu dapat tambahan support lagi dari keluarga. Ini jitu banget dalam meminimalkan stres. Sebagai manusia biasa yang tak sempurna dan kadang salah, jangan lupa untuk mencari hiburan ketika sudah mulai jenuh, ya. 😉

Lalu, Apa Saja yang Dapat Membuat Working Mom Bahagia?

Kebahagian itu subjektif, ya. Level kebahagiaan tiap orang berbeda-beda. Namun setidaknya berikut ada tiga hal yang membuat ibu bekerja merasa bahagia sekaligus bangga versi aku sebagai ibu bekerja yang alhamdulilah tahun ini masuk 10 tahun mengabdi. 😀

1. Mendapat Partner Sesuai Harapan.

Ngomongin partner atau mitra, seorang working mom sudah dipastikan sangat bahagia ketika mendapat partner sesuai harapan. Eh, partner di sini bukan hanya partner di tempat kerja, ya. Tapi juga partner di rumah, seperti suami dan juga anak-anak. Mendapatkan suami yang mau berbagi urusan rumah tangga, tuh, sesuatu banget kan ya, Bun. Mau membantu mandikan anak-anak, buang sampah, sampai manasin sepeda motor buat kerja. Terus, ditambah lagi sampai tempat kerja mendapatkan partner yang juga asyiknya jedag jedug. Lagi bekerja serasa lagi main karena sambil karokean. 😆 Aww…berasa sempurna!

2. Tambahan Pendapatan untuk Keluarga.

Selain sebagai salah satu cita-cita, seorang perempuan memilih untuk menjadi ibu bekerja karena ingin mempunyai penghasilan tambahan atau membantu perekonomian keluarga. Maka, jangan heran kalau working mom bakal happy banget tiap mendapatkan gaji. Pokoknya, tuh, daftar belanja online yang sudah numpuk di keranjang siap-siap checkout. 😛

3. Memiliki Status Sosial.

Udah ngomongin finansial, sekarang saatnya ngomongin non finansial, ya. Yups, memiliki status sosial yang dihormati di lingkungannya, merupakan salah satu kebahagiaan non finansial yang dapat dirasakan working mom. Selain memiliki status sosial, ibu bekerja juga semakin bahagia karena dapat menunjukkan eksistensi diri. Biasanya seperti itu, biasanya. 😆

4. Menemukan “Charge” yang Tepat.

Memutuskan untuk menjadi working mom itu enggak mudah. Karena selain harus mengurus urusan rumah tangga, ibu bekerja juga punya tanggung jawab atas pekerjaan sebagai working mom.

Iya, tugas kantor yang kadang menumpuk, ditambah dengan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga yang enggak boleh disampingkan, sering banget menjadi hal-hal yang rentan menimbulkan kondisi kelelahan secara emosional. Kalau sudah merasa lelah, harus segera mencari dan menemukan “charge” yang tepat supaya mood kembali baik ya, Bun.

wisata edukasi manasik haji

Charge yang aku maksud tentu bukan charge smartphone, melainkan kegiatan atau aktivitas yang sekiranya bisa membuat pikiran lebih tenang dan hati lebih nyaman. Kebayang bahagianya kalau lagi bad mood, kemudian menemukan “charge” yang tepat. Daya pelan-pelan kembali full dan siap untuk kembali menjadi cat woman. 😆

5. Mendapatkan Penghargaan.

Enggak banyak orang yang bisa mendapatkan suatu penghargaan dari atasan. Karena untuk mendapatkan sebuah penghargaan itu enggak mudah. Ada banyak perjuangan. Makanya, ketika seorang working mom mendapatkan penghargaan, pasti merasa bahagia dan juga bangga.

Dan penghargaan yang diberikan itu enggak melulu berkaitan dengan cuan cuan, ya. Mendapatkan ucapan terima kasih atas dedikasi atau pengabdian atas pekerjaan itu cukup membuat working mom bahagia. Karena sebuah penghargaan diberikan sudah pasti bermakna. Seperti penghargaan yang didapatkan oleh JNE, perusahaan yang bergerak dalam bidang pengiriman dan logistik yang bermarkas di Jakarta.

Atas Kerja Keras, JNE Pun Mendapat Penghargaan Dalam Dua Kategori.

Bertempat di Hotel Santika, Semarang 23/8 JNE mendapatkan penghargaan yaitu Industry Marketing Champion Semarang Solo 2022 dan Sales Person Of The Year dalam ajang  Indonesia MarkPlus Festival 2022 JOGLOSEMAR (Jogja, Solo, Semarang).

Penghargaan kategori Industry Marketing Champion Semarang Solo 2022 diserahkan oleh Hermawan Kartajaya selaku Founder dan Chairman MarkPlus, Corp kepada Marsudi, Head Regional Jateng-DIY JNE. Sedangkan kategori Service Person Of The Year diserahkan oleh Hendrar Prihadi, Walikota Semarang kepada Roky Daniar Amiruliyanto selaku Head Of Sales Corporate JNE Semarang.

yang Membuat Working Mom Bahagia

Kegiatan ini bertujuan mendorong para pemasar agar terus produktif melahirkan solusi bisnis yang inovatif, kolaborasi antara industri, pemerintah, dan komunitas. Dan sebagai perusahaan yang hampir 32 tahun di Indonesia, JNE harus terus mengikuti perubahan khususnya di era disrupsi digital. Enggak heran kalau bisa menyabet dua penghargaan, kan.

Menjadi Working Mom Bahagia Merupakan Sebuah Pilihan.

5 hal yang membuat working mom bahagia versi tentu akan berbeda dengan versi working mom lainnya. Seperti versi Niken Nurmei Ditasari yang menuliskan dalam sebuah jurnal dengan judul “Kebahagiaan Pada Ibu Bekerja” yang mana salah satunya yaitu kondisi fisik yang sehat. Dan memang tidak dipungkiri, mendapatkan kesehatan itu menjadi salah satu hal yang membuat kita semua bahagia, bukan hanya working mom saja.

Menjadi working mom bahagia merupakan sebuah pilihan dan impian setiap ibu bekerja. Enggak ada ibu bekerja yang mau memilih untuk menjadi working mom yang gagal, bukan. 😉

Hobi Baru di Era New Normal

Hobi Baru di Era New Normal – Beberapa waktu lalu, saya sempat melihat seorang teman membagikan grafik perkembangan kasus COVID-19 melalui akun twitternya. Grafik tersebut tidak menyajikan data sesungguhnya melainkan sebagai sentilan untuk masyarakat Indonesia. 😉

Kira-kira pembacaan grafiknya seperti ini; ketika kasus penyebaran COVID-19 sedikit (awal-awal adanya COVID-19), tingkat kecemasan masyarakat Indonesia begitu tinggi. Sebaliknya, ketika kasus penyebaran wabah virus corona meningkat seperti yang terjadi akhir-akhir ini, justru masyarakat Indonesia seperti tidak mengindahkan alias masa bodo. 😀

Banyak yang bilang masyarakat sudah bosan untuk melakukan aktivitas #DiRumahAja. Apalagi bagi para pekerja swasta yang pemasukannya menjadi berkurang atau bahkan tidak berpenghasilan.  Ya, banyak dari mereka yang tidak mendapatkan pemasukan, sementara kebutuhan harian yang harus terpenuhi terus berjalan.

Yuk baca: Pengaruh Covid dalam Kehidupan Sehari-hari

Menyikapi hal ini, pemerintah pun mengambil kebijakan untuk masyarakat kembali menjalankan aktivitas di luar rumah namun tetap dengan menaati protokol kesehatan COVID-19 atau yang lebih familiar dengan new normal.

Pengaruh Covid-19

Bagaimana Saya Sebagai Ibu menyusui (Busui) Dalam Menyikapi Era New Normal?

Saat ini sampai tiga bulan ke depan, saya sedang menjalani masa cuti paska melahirkan. Artinya, saya bisa keluar rumah kapan saja tanpa terbebani pekerjaan kantor. Tapi meski sudah diizinkan untuk melakukan aktivitas di luar rumah, saya masih betah di rumah. 😆 Yups, saya belum tertarik untuk jalan-jalan atau refeshing meski hanya ke kota. Emm…ini bukan karena saya sedang menyusui lantas malas pergi lho, ya. Emang belum berminat. 😉

Ibu menyusui

Aktivitas utama sebagai Busui tentu fokus mengurus si kecil dan menyusui. Tapi masa iya, mau gitu-gitu saja di rumah, ya. Pasti butuh hiburan banget sebagai Busui. Makanya, saya pun mencoba menambah kegiatan supaya aktivitas di rumah makin menyenangkan dengan cara mencari kegiatan yang belum pernah saya lakukan sebelumnya. Yaaa…semacam mencari hobi baru, gitu. 🙂

Hobi Baru di Era New Normal.

Menggali, mencari, mencoba, kira-kira kegiatan apa yang asyik dilakukan untuk Busui. Ternyata ada kegiatan yang biasa banget tapi menjadi tidak biasa karena saya baru pernah mencobanya dan baru pernah merasakan se enjoy ini. Makanya bisa dibilang ini hobi baru. Penasaran dengan hobi baru saya? 😆 Berikut 3 hobi baru sebagai ibu Menyusui di tengah era new normal namun saya tetap memilih untuk di rumah saja. 😆

Memotret Bayi.

Yuhuiii…sudah lumrah ketika memiliki bayi, terus menjadi latah pingin motoin tiap harinya atau bahkan tiap jam. Sebagai mamak muda yang suka mainan Instagram, menjadi kebanggaan ketika bisa update feed. Hahaha. Saya bukan termasuk pengabdi Instagram, sih. Tapi kalau punya “mainan” baru dan lucu masa dianggurin. 😀

Siapa yang tidak takjub melihat gerak-gerik bayi? Uluuuh…ada saja tingkahnya yang selalu sukses bikin gemas. Apalagi kalau sedang bobok, ada banyak mimik yang dia munculkan. Rugi banget rasanya kalau sampai tidak mengabadikan momen si kecil pas bayi. Makanya, motret bayi menjadi salah satu hobi saya saat sedang cuti di era new normal.

memotret bayi

Ehh…saya motret bayi-nya, tuh, motret yang biasa banget. Bukan motret yang menggunakan properti-properti foto baby new born, gitu. Meski sederhana, tapi tetap kegiatan memotret bayi ini menyenangkan banget.

Baca blog post: Selamat datang Wildan!

Baca-baca di Dreame.

Dreame adalah salah satu aplikasi android untuk membaca novel terbaik yang memiliki pembaca tersendiri di Indonesia. Saya tahu aplikasi ini saat sedang scroll facebook dan menemukan iklan dengan cerita yang menyenangkan. Karena ingin tahu ending ceritanya seperti apa, akhirnya saya install aplikasi ini dengan mencarinya terlebih dahulu di Google Playstore. Baru kali ini saya menjadi korban iklan lewat media sosial. Hahaha.

1ON+ Smartfren

Rasanya seperti mimpi saat saya install aplikasi Dreame di smartphone. Kenapa? Karena pada dasarnya saya tidak begitu suka membaca novel, apalagi yang isinya cinta-cintaan, gitu. Menyeek-menyeeekk. Hahaha. Surprisenya setelah saya install, kok, betah baca-baca di Dreame sampai kadang tidak terasa sehari bisa habis, tuh, dibaca. Malah sampai kadang tidak terasa diminta untuk membeli koin karena kelanjutannya atau untuk dapat menikmati endingnya saat itu juga, harus membayar. 😀

Yuk baca Hidden gems bikin menarik.

Nonton Film di Viu.

Nonton film apalagi lewat aplikasi, rasanya bukan gue banget! Tapi karena Ibu menyusui butuh banget hiburan, akhirnya nonton pun menjadi pilihan paling tepat saat si kecil tertidur pulas dan merasa nganggur banget. Dan smartphone juga menjadi pilihan sebagai alat menonton biar lebih simpel, bisa sambil tiduran, masak, bahkan pas menyusui. 😀

langganan aplikasi viu bayar dengan gopay (4)

Aplikasi Viu menjadi pilihan saya karena banyak film terupdate di sana. Btw, ini kali pertama saya menggunakan aplikasi Viu. Aplikasi ini saya unduh di Google Playstore. Karena baru pertama menggunakannya, banyak hal yang baru saya tahu tentang aplikasi ini salah satunya yaitu tentang cara langganan VIU yang ternyata mudah banget.

Kenapa harus langganan?

Biar nontonnya bebas hambatan dari iklan, dong! Emmm…sebenarnya tanpa berlangganan pun saya masih bisa nonton, cuma rasanya kurang nyaman karena ada tayangan iklan yang datang sewaktu-waktu, gitu. Parahnya kalau adegan drama atau film lagi seru-serunya terus muncul iklan. Kesel bangettt!

Lalu, bagaimana cara berlangganan aplikasi VIU?

Ngomongin berlangganan pasti berhubungan dengan pembayaran, dong. Kali ini saya menggunakan GoPay untuk membayar langganan VIU. Ya, untuk membeli segala macam aplikasi melalui Google Play, kalian bisa menggunakan saldo GoPay. Jadi, langkah pertama yang harus dilakukan yaitu mengaktifkan akun GoPay (bagi yang belum punya), kemudian menambahkan metode pembayaran pada Google Play.

Nah, berikut cara mengaktifkan metode pembayaran GoPay di Google Play.

langganan aplikasi viu bayar dengan gopay (1)

  1. Masuk ke Google Play, lalu pilih menu Payment methods.
  2. Klik Add GoPay.
  3. Klik Continue, pastikan nomor ponsel yang didaftarkan untuk pembayaran adalah nomor yang telah didaftarkan pada GoPay.
  4. Proses aktivasi berhasil ketika pada menu payment method atau metode pembayaran tertera pilihan GoPay.

langganan aplikasi viu bayar dengan gopay (2)

Lanjut untuk berlangganan VIU, kalian langsung log ini saja ke aplikasi VIU, kemudian pilih Akun Saya. Berikut langkah mudah untuk berlangganan VIU:

  1. Klik Go Premium;
  2. VIU menawarkan beberapa pilihan paket langganan. Di sini kalian bisa memilih paketnya sesuai kebutuhan dan tentunya isi dompet, dong. 😀
  3. Klik Subscribe untuk melakukan proses pembayaran dengan memasukan pin GoPay.
  4. Dengan mengklik subscribe, artinya akun VIU kalian sudah Premium. Nonton VIU film tanpa iklan-iklan. 😀

langganan aplikasi viu bayar dengan gopay (3)Selain bisa nonton tanpa ada iklan, keuntungan lain dengan berlangganan VIU kalian dapat mengunduh film pada aplikasi VIU untuk jika ingin ditonton offline nantinya.

Oiya, dengan berlangganan VIU menggunakan GoPay, selain praktis kalian bisa mendapatkan cashback dari promo yang ditawarkan google playYups, Promo Google Play khusus untuk pengguna GoPay. Cashback akan diberikan hingga 100% tiap kali membeli aplikasi di Google Play dengan menggunakan GoPay.

Hobi baru yang muncul saat sedang cuti gini rasanya bikin tambah happy. Ya gimana ngga happy, menikmatinya saja sambil leyeh-leyeh santai, kecuali pas motret bayi banyak polah, nih. 😆

Btw, di era new normal ini, apakah kalian punya kegiatan baru?

Baca juga Cara langganan google drive.

Rencana Ngedate Setelah Covid

Rencana Ngedate Setelah Covid – Ini yang bakal aku lakukan jika Covid-19 berakhir. Tema hari ke tujuh #30DayBlogChallenge yang diselenggarakan oleh BPN (Blogger Perempuan Network) memberi angin segar dan optimisme jika wabah virus corona di Indonesia akan segera berakhir.

Rasa-rasanya seperti mimpi setelah beberapa bulan banyak menjalankan kegiatab #DiRumaAja dan sudah mulai terbiasa membatasi kegiatan di luar rumah, tapi nantinya harus kembali menjalankan aktivitas seperti biasa sebelum ada pandemi covid-19. Pasti butuh penyesuaian lagi, kan. Apalagi penyebab untuk tetap di rumah saja yaitu karena adanya wabah virus yang membahayakan, selain membutuhkan penyesuaian, pasti tetap ada rasa was was untuk kembali hidup normal dan bertemu banyak orang termasuk keluarga, saudara, dan teman.

Agenda naik transportasi umum, misalnya. Ya, saya punya agenda bulanan naik Bus bersama kecemut. Tiap bulannya, saya selalu menyempatkan baik untuk sekadar jalan berdua (atau istilah kami adalah ngukur dalan karena hanya mengikuti kemana Bus melaju), maupun untuk pergi keluar kota untuk suatu keperluan.

Ngedate Menggunakan Transportasi Umum.

Saat di dalam Bus, Kecemut punya kebiasaan berdiri di atas kursi sambil pegangan besi supaya tetap aman saat kendaraan melaju. Maklum, sudah besar sukanya ngga mau dipegangin. 😀 Sementara saat ini, masyarakat dihimbau untuk tidak sembarangan memegang benda-benda karena ada kemungkinan virus corona menempel pada benda-benda.

JIKA COVID-19 BERAKHIR

Nampaknya memang sepele perihal himbauan untuk tidak memegang benda-benda di tempat umum. Namun jika sudah tahu dampaknya, ketika wabah berakhir pun sepertinya masih parno untuk hal ini, ya. 😀

Jadi, jika Covid-19 berakhir, saya ingin kembali mengajak Kecemut untuk naik bus. Saya juga punya janji akan mengajaknya naik Trans Jateng dengan rute Purbalingga-Purwokerto. Dalam hal ini, tentu kami tidak hanya berdua, ada Tante Bening yang biasanya menemani perjalanan kami.

Rencana Ngedate Setelah Covid Berlalu.

Pasti ada tujuan karena sebelum datang wabah Covid-19, kami sempat ada janji untuk staycation, renang, termasuk naik Trans Jateng. 😀 Ada keinginan juga untuk mengajak Kecemut ke toko mainan yang lumayan banyak pilihan di Purwokerto karena di Banjarnegara jarang banget toko mainan anak yang lengkap, gitu.

Kalau orang lain sudah menulis banyak keinginan atau bahkan telah menyiapkan sederet whistlist saat Covid-19 berakhir, saya cukup satu saja dulu yaitu ngedate. Kangen rasanya lama tidak tatap muka, jalan bareng meski ujung-ujungnya duduk dowang, ngobrol yang selalu tidak ada muaranya, nyobain kuliner baru, atau dibayarin pas nonton. 😆 Siapa yang lagi punya duit, ya berarti dia yang menanggungnya segala pengeluaran. 😀

Semoga wabah virus corona cepat berakhir, ya. Simulasi akhir pandemi Covid-19 di beberapa negara yang saya baca di website Kumparan, wabah Covid-19 di Indonesia bakal berakhir di bulan Juni. Semoga masyarakat Indonesia mau kerjasama melawan Corona lebih gigih lagi.

Eh, cukup satu dulu whislistnya, selebihnya menyusul kalau sudah ketemu. Soalnya harus berhitung dulu biar ngga tekor, sih. 😀

Penerapan Social Distancing Pada Kantor Pelayanan Publik

Penerapan Social Distancing Pada Kantor Pelayanan Publik – Bekerja pada sebuah kantor yang salah satu tugas utamanya yaitu melayani masyarkat, saya menyadari betul bahwa cukup susah rasanya bagi atasan untuk mengambil kebijakan perihal WFH (Work At Home) atau beraktivitas di rumah saat sedang ada wabah covid-19 seperti sekarang ini. Atasan yang saya maksud di sini adalah Eselon 1. Siapa, sih, Eselon 1? Ayoo silakan googling saja bagi yang belum tahu. 😆

Meningkatnya penyebaran virus corona di Indonesia, Presiden Joko Widodo mengeluarkan kebijakan untuk WFH. Beberapa Kementerian/Lembaga ada yang langsung mengeksekusi kebijakan tersebut, ada pula yang membutuhkan waktu lama dalam mengambil kebijakan karena harus mempertimbangkan banyak faktor. Seperti kantor tempat saya bekerja.

Eselon 1 memang sudah membuat SE (Surat Edaran) yang ditujukan kepada satuan kerja di bawahnya. Namun pengambilan kebijakan tetap diserahkan kepada satuan kerja dengan merujuk pada SE tersebut. Hasilnya? Kebijakan antar satuan kerja di bawahnya pun tidak sama karena menyesuaikan situasi dan kondisi di kota tau kabupaten masing-masing. Hal ini tentu membuat pimpinan kantor pusing! 😀

Etdaah…serius amat yaa dari tadi ngomongin kebijakan. 😛 Yaaaa emang gitu kalau ngobrolin pekerjaan, ngga ada bercandanya. 😀 Lanjut, yaaa!

Social Distancing pada Kantor Pelayanan Publik.

Kantor tempat saya bekerja berjuang untuk menerapkan WFH dan telah melakukan social distancing. Saya mengatakan berjuang karena pandemi covid-19 datang tiba-tiba. Penyebaran virusnya pun tidak dapat diprediksi karena betul-betul bergantung kepada kesadaran masyarakat Indonesia. Sementara pekerjaan yang berhubungan dengan pelayanan masyarakat tidak bisa diberhentikan seketika karena sudah terjadwal dengan rapih.

Lalu, kenapa tidak dijadwalkan ulang?

Sudah, dong. Kami telah menjadwal ulang bahkan menundanya sampai batas waktu pandemi berakhir. Hanya saja yang sudah terjadwalkan pada bulan Maret lalu tidak dapat reschedule karena terlalu mendadak.  SolusinyaTetap ada solusi yang solutif. Kantor membatasi jam pelayanan sebagai salah satu penerapan social distancing.

Istilah social distancing muncul dan makin popular karena dianggap sebagai cara paling efektif mencegah penyebaran virus corona. Social Distancing adalah tindakan menjauhi segala bentuk perkumpulan, jaga jarak antar manusia, dan menghindari berbagai pertemuan yang melibatkan banyak orang.

Penerapan Social Distancing Pada Layanan Publik.

Sebagai salah satu kantor pelayanan masyarakat, sudah dipastikan banyak orang berdatangan tiap harinya. Beruntungnya mulai awal bulan April, pimpinan sudah mulai mengambil kebijakan untuk mulai memberlakukan social distancing dalam pelayanan. Berikut beberapa penerapan social distancing pada kantor pelayanan masyarakat, khususnya tempat saya bekerja:

1. Pembagian tugas internal pegawai.

Tanpa mengurangi tanggung jawab pada pekerjaan, WFH tetap diberlakukan dengan sistem seperti shift. Misalnya, personil Bidang Sekretariat pada satuan kerja dibagi menjadi dua shift; satu minggu bekerja di kantor dan satu minggu WFH. Ini kami terapkan hanya satu minggu saja. Selanjutnya masuk seperti biasa dengan mengurangi jam kerja.

Untuk dapat melaksanakan hal seperti ini sangat mudah, bagian IT cukup mempersiapkan sistem perkantoran sampai bisa diakses dari rumah. Sementara untuk pelayanan yang mengharuskan tatap muka, dilakukan penjadwalan juga. Hanya saja bagi yang WFH, tuh, waktu di rumah digunakan untuk istirahat. 😛

2. Membatasi jam layanan.

Mengedukasi kepada masyarakat perihal pembatasan jam layanan membutuhkan tingkat kesabaran yang tinggi. Banyak yang melayangkan komentar negatif meski sudah tahu bahwa Indonesia masih dalam masa pandemi. Membatasi jam layanan bukan berarti ASN tidak bertanggungjawab, namun lebih pada mematuhi peraturan.

Pembatasan jam layanan ini berlaku untuk bagian pendaftaran dan pengambilan produk. Jadi, jam layanan yang tadinya dimulai pukul 08.00-16.00 WIB, saat ini menjadi pukul 08.00-12.00 WIB. Kantor tidak ada maksud menyusahkan masyarakat lho, ya. Yaaaa…kebayang jika tidak ada pembatasan jam pelayanan, maka akan ada banyak orang berdatangan dari berbagai daerah dan tidak menutup kemungkinan dapat menambah penyebaran covid-19.

3. Memberi ruang khusus dan jaga jarak.

Baik antara yang melayani dengan yang dilayani, maupun antar masyarakat yang datang ke kantor. Ketersediaan ruang khusus dengan jarak interaksi minimal 1.5 meter sebagai salah bentuk penerapan social distancing untuk mencegah penyebaran covid-19. Tentu dibantu dengan alat pengeras suara atau petugas khusus untuk memudahkan komunikasi dan  koordinasi.

Selanjutnya adalah tempat duduk. Jarak antar kursi juga harus diperhatikan. Dengan memberi jarak minimal 1 meter antar kursi dapat meminimalkan penularan virus corona.

4. Menyediakan fasilitas publik sesuai kebutuhan.

Kementerian Keuangan mengeluarkan kebijakan baru terkait penggunaan anggaran pada masa pandemi ini. Mereka menyediakan akun khusus untuk belanja kebutuhan terkait dengan pengadaan fasilitas atau bahan-bahan untuk pencegahan virus corona seperti pengadaan alat cuci tanga, masker, dll.

Social distancing bukan berarti menuntut seseorang mengunci diri sendiri di dalam rumah. Sebab, mengunci diri sendiri di rumah justru kurang baik bagi tubuh karena tidak mendapat paparan sinar matahari. Maka dari itu, pemerintah pun mengganti istilah social distancing menjadi physical distancing dengan harapan setiap orang bisa saling menguatkan dan berhubungan satu sama lain, meski secara fisik tidak bisa berdekatan.

Semoga dengan adanya penerapan social distancing pada kantor pelayanan publik dapat mengurangi penyebaran covid-19. 🙂