MENDUKUNG UMKM LOKAL

Pengalaman Mendukung UMKM Untuk Keberlanjutan

Pengalaman Mendukung UMKM Untuk Keberlanjutan – Apa yang terbesit dalam benak kamu ketika ada orang yang membicarakan tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)? Apakah langsung terbayang tentang camilan yang menggoda atau cindera mata yang lucu-lucu? šŸ˜†

UMKM itu sangat luas ya, gais. Enggak melulu tentang kuliner, tapi ada bisnis fashion,Ā pendidikan, otomotif,Ā tour & travel,Ā kecantikan, dan masih banyak lagi macamnya. Hanya saja yang sering disorot adalah produk kreatif dan kuliner. Yups! Ibu-ibu dasa wisma yang lagi semangat-semangatnya belajar bisnis camilan terpaksa membatasi kegiatan produksi karena khawatir makanan ringan yang mereka buat enggak laku di pasaran. Kemudian, Ibu rumah tangga yang memiliki usaha rumahan pun memilih untuk “istirahat” karena pesanan semakin langka. Lalu, para pelaku UMKM yang produknya sudah dikenal masyarakat luas pun ikut mengurangi jumlah karyawan dan juga jumlah produksi karena sepinya warung, mini market atau toko oleh-oleh.

Camilan enggak laku bukan karena enggak enak. Sepinya warung atau toko oleh-oleh pun bukan karena kualitas produk yang menurun. Bukan pula karena toko tersebut enggak melayani pembeli dengan baik. Kita semua tahu bahwa sejak pandemi Covid-19, enggak sedikit masyarakat Indonesia memilih untuk lebih banyak di rumah sesuai imbauan dari pemerintah. Mulai dari bekerja dari rumah (work from home), menambahkan hobi berkebun, sampai memilih untuk lebih produktif membuat camilan dan masakan sendiri untuk keluarga. Ini menjadi salah satu alasan kenapa pelaku UMKM Indonesia membatasi jumlah produksi barang kecuali mereka yang memproduksi peralatan kebun seperti pot tanaman beserta pernak-perniknya. Tentu masih ada beberapa UMKM yang tetap berdiri tegap di tengah pandemi.

“Bener banget, Mbak. Omset jualan camilanku turun nyaris 80%. Baju, sepatu, duh…enggak dilirik sama sekali”. -penggalan obrolanku dengan pemilik warung langgananku.

cara merawat kulit wajah

batik khas Banjarnegara motif Dawet Ayu…

UMKM di Tengah Pandemi.

Awal pandemi Covid-19 melanda Indonesia, ada banyak sektor yang terdampak karena pandemi, salah satunya yaitu UMKM. Minimnya masyarakat yang melakukan transaksi kebutuhan pangan dan sandang, sempat membuat para pelaku UMKM down atau kurang semangat. Dampaknya pun semakin terasa ketika obyek wisata di Indonesia ditutup secara sementara karena pandemi. Produk UMKM unggulan yang biasanya dijadikan oleh-oleh wisatawan terpaksa hanya menjadi pajangan dan pemanis etalase toko oleh-oleh. Parahnya, ada yang memilih untuk menutup usahanya secara permanen karena enggak mampu membayar tanggungan tiap bulannya.

Sedih? Pastinya. Terlebih ketika tahu bahwa mata pencaharian mereka yaitu hanya dari sektor pariwisata.

Masih di tengah pandemi, aku pernah mengobrol dengan seorang teman yang memproduksi kue basah dan gorengan. Dia setiap hari berjualan di pasar. Kue basah buatan temanku ini enak banget meskipun harganya satuannya murah meriah yaitu rata-rata Rp 1.500. Dengah harga yang cukup terjangkau, dagangannya pun selalu laris. Kalaupun ada sisa, itu enggak lebih dari lima biji.

Baca lagi tentang Posting Kuliner di Sosial Media.

Siang menjelang sore, aku ke pasar. Suasana pasar sepi banget dan beberapa ruko ada yang ditutup. Niat mau cari oleh-oleh buat anak-anak di rumah, aku mendatangi temanku yang jualan kue basah. Aku senang ketika melihat loyang sudah kosong. Iya, meskipun aku enggak dapat kue basah buatannya, aku tetap senang karena artinya jualan dia laris.

“Alhamdulillah…laris manis”. Kataku sambil mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.

“Alhamdulillah selalu habis, tapi aku mengurangi porsi. Aku hanya membuat seperempat porsi saja”. Jawabnya sambil menaikkan sedikit bahunya.

Em…penjual kue basah saja terkena dampak pandemi, ya. Minat masyarakat untuk jajan memang di awal-awal Covid-19 betul-betul turun drastis. Enggak heran jika para pelaku UMKM sempat merasa terpuruk kala itu. Enggak bersemangat berjualan karena masyarakat yang datang ke pasar atau mini marketĀ enggak banyak. Namun mereka tentu enggak mau tinggal diam. Enggak mau hanya tiduran di rumah sementara ada kebutuhan yang harus dipenuhi tiap harinya. Mereka mencari solusi, mencari cara supaya jualan mereka kembali laris. Terus berusaha untuk sampai mendapatkan incomeĀ demi keberlanjutan usahanya. Pemerintah pun turut mendukung masyarakat yang memiliki usaha dengan memberikan bantuan secara moril maupun materiil. Ada banyak program-program pemerintah untuk para wirausaha sebagai salah satu bentuk dorongan supaya mereka terus semangat menjalankan usahanya.

MENDUKUNG UMKM LOKAL

Pengalaman Mendukung UMKM Untuk Keberlanjutan.

Tergabung dalam sebuah komunitas yang punya tujuan menyebarkan informasi positif, khususnya informasi di sekitar kota kelahiran membuatku bangga. Kenapa bangga? Nyaris setiap hari ada informasi baru yang dibagikan dan menambahĀ insightĀ buat aku. Belum lagi, mereka adalah orang-orang yang lebih sering tanpa pamrih ketika ada masyarakat yang minta tolong dalam hal kebaikan. Contohnya saat banyak pedagang yang mengeluh melalui direct message (DM) dagangannya sepi saat pandemi. Ada yang langsung meneruskan informasi tersebut melalui WhatsApp Group (WAG) untuk kemudian ditanggapi.

Baca lagi tentang Pendora dan Aksinya Membantu Sesama Saat Pandemi.

SatuĀ groupĀ dengan 20 anggota bersepakat mendukung dan membantu UMKM untuk mempromosikan produk UMKM-nya lewat akun media sosial yang dimiliki. Kadang kami dikirim foto produk untuk dibagikan. Kadang juga kami diminta untuk datang ke warung atau toko untuk memotretnya sekaligus icip-icip. Kalau ditanya seberapa kuat pengaruh sosial media untuk menjangkau pembeli, kami enggak bisa memastikan. Terpenting bagi kami, masyarakat tahu bahwa UMKM di kota kami butuh “sentuhan”. Pengikut kami pun akan paham dengan program yang kami buat melalui tagar dan sedikit informasi yang kami selipkan padaĀ caption.Ā Program ini berjalan enggak hanya di kota kelahiranku saja. Di kota-kota lain juga banyak kolaborasi antara pegiat media sosial, selebgram, blogger, dengan pelaku usaha supaya UMKM berkelanjutan.

Dukungan untuk membangkitkan UMKM masih berlanjut. Kali ini aku bersama Dipsy mendukung penuh untuk menggerakkan UMKM dengan membuatkan website khusus sebagai “etalase online” produk UMKM lokal. Produk-produk yang kami unggah di website adalah produk UMKM yang sudah kami datangi. Kami melihat proses pembuatannya, berkomunikasi denganĀ ownernya, dan berkesempatan mengambil foto untuk bahan promosi. Kegiatan ini memang membutuhkan banyak waktu, tapi kami merasa senang ketika banyak yangĀ check outĀ produk melalui website yang kami buat. Alhamdulillah…

Baca ulang tentang Produk UMKM Khas Banjarnegara.

PENGALAMAN MENDUKUNG UMKM

Yuk, Ikut Dukung UMKM dan Raih Total Hadiah Ratusan Juta Rupiah!

Kamu punya pengalaman dalam mendukung UMKM untuk terus tumbuh? Ayo bagikan lewat tulisan dengan mengikuti JNE Content Competition 2021 yang terselenggara hasil kerja sama JNE dengan Kompasiana. Mengusung tema ā€œJNE Bersama UMKM untuk Indonesiaā€, kompetisi ini terbuka untuk umum, jurnalis, dan juga karyawan JNE yang terbagi dalam writing competition, photo competition, video competition, dan design competition. Berikut aku bagikan periode lombanya, ya!

Writing Competition.

  • Kompetisi menulis untuk Jurnalis: Periode 6 Desember 2021 – 5 Januari 2022;
  • Kompetisi menulis untuk umum di Kompasiana: Periode 6 Desember 2021 – 5 Januari 2022;
  • Kompetisi menulis untuk Karyawan JNE: Periode 6 Desember 2021 – 5 Januari 2022.

Photo Competition.

  • Kompetisi fotografi untuk umum: 6 Desember 2021 – 5 Januari 2022;
  • Kompetisi fotografi untuk Karyawan JNE: 6 Desember 2021 – 5 Januari 2022.

Video Competition.

  • Kompetisi video untuk Umum: Periode 6 Desember 2021 – 5 Januari 2022;
  • Kompetisi video untuk untuk Karyawan JNE: 6 Desember 2021 – 5 Januari 2022.

Design Competition.

  • Kompetisi design untuk Umum: Periode 6 Desember 2021 – 5 Januari 2022;
  • Kompetisi design untuk untuk Karyawan JNE: 6 Desember 2021 – 5 Januari 2022.

Untuk syarat dan ketentuan lomba di atas, kamu bisa buka JNE Content Competition 2021. Ayo, ikut bagikan pengalaman mendukung UMKMĀ versi kamu dan dapatkan total hadiah ratusan juta rupiah! šŸ˜‰

16 thoughts on “Pengalaman Mendukung UMKM Untuk Keberlanjutan

  1. Sebagai pelaku UMKM, saya pun terkena dampak di masa pandemi kemarin, Mbak. Alhamdulillah semangat bantu UMKM yang didengung-dengungkan di dunia digital, sedikit banyak membantu para pelaku bisnis kecil ini. Semoga semakin banyak lagi yang peduli ya Mbak. Semoga gaung memakai produk dalam negeri juga ikut mengangkat UMKM Indonesia dimanapun mereka berada. Amin

  2. Inspiratif Mba..semoga lewat dukungan bersama UMKM bisa bangkit, berkembang dan berjaya… Betul jika kolaborasi antara pegiat media sosial, selebgram, blogger, dengan pelaku usaha juga semua pihak terkaitnya, supaya UMKM berkelanjutan perlu diupayakan dan terus dilanjutkan. Seperti juga yang dilakukan JNE lewat program-programnya ini

  3. Salut dengan pebisnis UMKM yang tetap struggling di masa pandemi.
    Dengan menggunakan berbagai macam strategi dan teknik dalam memasarkan produk UMKM, semoga kita semua bisa tetap bertahan di masa pandemi ini.

    Salut dengan kebaikan yang disebarkan oleh JNE. Karena memilih ekspedisi yang terbaik ini juga salah satu kunci bertahannya UMKM di masa pandemi yaa..

  4. wahh keren banget ini digital competition yang digelar oleh JNE
    semua konten kreator bisa ikutan nih, baik blogger maupun vlogger ya mbak
    Jadi pengen ikut aku

  5. Asik ya mbak kalau punya komunitas yang selalu ngasih energi positif, saling membantu dan menguatkan, berasa ada manfaatnya kita menjalani hidup. Apalagi musim pandemi seperti sekarang, banyak orang yang mengalami hal seperti toko langganan mbak Idah. Semoga makin banyak dukungan dari orang lain ya mbak..

  6. UMKM memang butuh dukungan semua pihak ya. Supaya bisa survive dan berkembang. Apalagi di masa pandemi ini. Baru tahu ada lombanya. Jadi kepengen ikutan. Cus ke Kompasiana ah. Makasih infonya. šŸ™‚

  7. UMKM di Indonesia itu, buanyaaak banget. Dan memang, enggak ada pandemic aja mereka tuh masih butuh sentuhan dan support semua pihak, apalagi saat pandemic, makin terseok-seok. Hanya 1 atau 2 mungkin, ukm yang mampu bertahan di level 2. salut sama teman2 di Banjarnegara, semoga makin banyak blogger/ creator-creator lainnya yang juga siap mendukung keberlangsungan umkm di Indonesia ini

  8. Aku sendiri punya temen jualan, untuk mendukungnya supaya UMKM makin maju, pastinya beli. Apalagi kalau makanan dan cemilan, karena anak suka selalu usahain beli

    Mantep nih banyak lomba dari JNE ya.

  9. Dampak pandemi memang terasa banget untuk pelaku UMKM. Tapi ada juga malah UMKM yang justru mulai merintis usahanya di saat pandemi. UMKM kudu lebih melek lagi dengan digital marketing karena jualannya sekarang serba online ya, baik melalui medsos seperti IG, FB ataupun whatsapp. Semoga UMKM di Indonesia kembali bangkit dan pulih

  10. pengen bikin beginian ikutan lomba buat cerita umkm ku di sini
    biar banyak orang tahu dan mengenal ukmku
    tapi emang bener banyak yang terjadi selama ini pandemi ya tapi tetep saatnya bangkit kembali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *