Galeri Nasional Indonesia

Berawal Dari Mancing Debogan

Tahukah kamu, apa itu Debogan? Adalah batang pohon pisang. Debogan adalah istilah untuk batang pohon pisang. Saya tidak tahu istilah lainnya apa. Yang jelas, kalau di tempat saya tinggal ya Debogan.  Apa kamu punya istilah tersendiri?

Untuk mendapat Debogan, biasanya saya ikut Bapak ke kebun. Mencari pohon pisang yang sudah layak untuk ditebang. Bisa jadi yang sudah berbuah tua atau yang sekiranya sudah tidak produktif.

Kalau pas sampai kebun ternyata tidak ada Debogan, biasanya saya diberi batang tengah daun pisang. Saya terima saja, dong. Yaa. . .daripada enggak mancing, bakal sepi hari-hari saya. Bahasa gaulnya sekarang itu galau! Terus, mancingnya dimana, Dah?

Kegitan memancing ini dilakukan ketika saya berumur empat tahun. Mancingnya di depan rumah saja kok. Sama halnya memancing di kolam pemancingan, saya menggunakan pancing lengkap dengan kailnya. Tapi umpannya diisi dengan Debogan. Terlebih dahulu, Debogan diiris sebesar telapak tangan. Kira-kira, adakah ikan yang menyangkut dikail? Hehehe

Ada satu tujuan dari kegiatan mancing ini. Yaitu, supaya saya tidak mancing di kolam ikan milik Bapak. Soal kalau saya mancing di sana dan mendapat ikan yang kecil, biasanya disuruh dimasukkan kolam lagi. Jadi, kadang kalau tidak bisa melepas kail dengan hati-hati, ikan bisa mati. Makanya, Bapak mengarahkan saya untuk mancing Debogan di sungai denganiming-iming akan mendapat ikan sungai. Hadeeh, Bapak pintar sekali mengelabuhi anaknya, ya. Dosa banget! Hahaha

20140711_153406

ilustrasi sungai. . .

Pernah ada kejadian, disuatu siang aliran sungai sedang besar. Jadi, saya tidak ikut teman-teman adus-adusan di nggili wangan. Lebih memilih untuk mancing. Karena satu aliran, sungai depan rumah pun ikut besar. Saat itu saya mancing dengan salah satu teman. Karena sudah ada teman, Ibu tidak mengontrol saya seperti biasanya.

Saking semangatnya mancing, Debogan dikail teman saya dilepas dan kemudian ditautkan di karung yang saat itu berjalan mengikuti arus. Sampai akhirnya, dia kewalahan scroll pancingnya. Lalu, dilepaslah pancing itu. Dan ia mengejar karung untuk mengambil pancingnya.

Bertepatan dengan kesibukannya, saya juga sibuk sendiri. Saya melihat ada baju yang nyantol dikayu. Saya pun mencoba mengambilnya dengan pancing. Eee. . . ternyata keseimbangan badan saya kurang terjaga. Akhirnya, saya kecebur, terbawa arus sampai ke kolong jembatan.

Saya sudah minum air sungai lumayan banyak. Saya berusaha menepi, pegangan pralon dan selang yang tertempel di dinding sungai. Jongkok dan berjalan sedikit demi sedikit.

Hampir berhasil melewati kolong, saya mendengar suara Ibu yang sedang mencari saya. “Idah idaaaaah iiidaah”.

Berulang kali Ibu menyebut nama saya. Dan, semakin lantang saja suaranya. Saya pun memberi kode dengan tangan. Ya, tangan saya pukulkan ke air. Kan bunyi tuh, meski tidak keras banget. Entah karena mendengar suara pukulan air atau insting seorang Ibu, beliau pun melongok ke kolong sungai.

Yes, akhirnya kami dipertemukan. Ibu turun ke sungai dan memegang tangan saya. Legaa banget rasanya! Meski setelah itu saya dimarahi Ibu, karena mungkin saking khawatirnya beliau. Hahaha

Rasa penasaran atau sekedar ingin tahu menyelimuti pada jiwa anak-anak. Berusaha mendapat apa yang ia inginkan. Tanpa berpikir panjang dan atau bahkan memikirkan segala resikonya. Mungkin malah belum tahu tentang resiko, ya.

Banner-giveaway-silly-moment

Tulisan ibi diikutkan dalam “The Silly Moment Giveaway” Nunu el Fasa dan HM Zwan

26 thoughts on “Berawal Dari Mancing Debogan

  1. Waduuh… jadi ikut deg2an membayangkan situasi saat itu.. Trus, kapok nggak mancingnya? hehe… (emangnya saya yg suka kapokan..hehe..) Oya, batang pisang di daerah saya disebut Gedebog / Debog saja 🙂

    Mancing tetap berlanjut kok, Mba. Hahaha

  2. Bisa ya umpangnnya pakai debogan ? Baru tadi pagi Fauzan sama temennya pengen mancing di kolam belakang rumah, gak dapet cacing buat umpan jadi pakai roti. Besok coba pakai debogan ah ..

    Tapi enggak mungkin ada ikan yang makan, Bu. Hahaha

  3. di tempat saya namanya debog aja..^ ^
    enak ya, masa kecil bisa maen di sungai…

    Lha ada di depan rumah e. . . Hahaha

  4. Yaoloo Daaah.. awakmu ki biyen tomboe banget ya hahahahaha… saiki koyoke jik panggah tomboe ya? Hahaha…

    Tombooooi terooos, Mas. .. 😛

  5. Serem, Dah. Aku sampai sekarang nggak ngebolehin anak-anak main di sungai. Takut klelep akunya nggak bisa berenang

    Sinau renang, Mba. 😀

  6. Sama… ditempatku namanya juga debog :p
    Aku enggak pernah mandi di sungai takut soalnya gak bisa berenang hehhe

    Sesekali nyoba deh, Mba. Hahaha

  7. wahhaha,,itu sungai atau parit,,ilustrasinya,,, :))
    ohya kalau mancing di got besar juga seru,,ga kalah serunya dengan mancing di sungai

    Itu sungai lho. Parit keciil booo. . .

  8. Ya ampuuunnnn mbakkk..eh emg bisa ya pancing pake gedebog..baru tau 🙂

    Terdaftar
    Terima kasih sudah mngikutiGA silly moment
    Salam:)

    Sama-sama, Ka. . .

  9. YA Allah mbak idaaaaah, membahayakan,,, untung banget yaaa,,,

    Hihihi lucu ya kalau mancing pakai debog 😀

    Kenangan, Mba. ..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *