TENTANG BERBAGI MEMBERKAHI

Review Buku Bahagia Bersama: Selalu Ada Berkah dalam Setiap Berbagi

Review Buku Bahagia Bersama: Berkah dalam Setiap Berbagi – Ketika energi positif bertemu dengan energi positif, ketika orang baik bertemu dengan orang baik, jadilah sebuah karya penuh inspirasi dalam bentuk buku dengan judul Bahagia Bersama.

Buku yang merupakan kolaborasi antara Kang Maman, Kartunis Mice, dan PT. Tiki Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), sukses menggerakkan hati aku untuk membiasakan berbagi, memberi, dan menyantuni. Seberapapun nominalnya,  apapun bentuknya karena yang diberi pasti akan merasa bahagia.

Otak aku pun seperti terdoktrin harus menjadi pribadi lebih baik lagi setelah membaca buku Bahagia Bersama. Harus lebih care lagi terhadap orang-orang di sekeliling yang sekiranya membutuhkan. Rasanya pun terus terngiang-ngiang tentang kebiasaan berbagi yang dilakukan oleh JNE. Semoga enggak hanya terngiang-ngiang saja, tapi ikut membiasakan diri untuk lebih rajin lagi dalam berbagi. Aamiiin.

Buku Bahagia Bersama diluncurkan bersamaan dengan Deklarasi Hari Bahagia bersama JNE yaitu pada tanggal 7 September 2021. Banyak hikmah yang dapat dipetik dari tiap kisah yang tertulis dalam buku ini. Sebelum membeli bukunya, yuk baca ulasan atau review-nya dulu!

Judul Buku: Bahagia Bersama
Penulis: Kang Maman (Maman Suherman)
Kartunis: Mice (Muhammad Misrad)
ISBN: 9786020528380
Berat: 0.3 kg
Lebar: 15 cm
Panjang: 21 cm
Jumlah Halaman: 202
Harga: Rp 140.000
Penerbit: PT Grasindo
Tahun Terbit: 2021

BUKU BAHAGIA BERSAMA

Siapa yang tidak kenal dengan Kang Maman? Seorang penulis hebat yang pernah study di Universitas Indonesia dengan jurusan Ilmu Kriminologi pernah menjadi jurnalis pada tahun 1998 dan sempat menjabat sebagai pemimpin redaksi di Kelompok Kompas Gramedia. Kang Maman ini salah satu penulis favoritku. Setiap yang beliau tuliskan, setiap karyanya, selalu menambah pengetahuan. Untuk pemilihan diksinya, Kang Maman ini juara banget karena selalu menarik dan enggak pernah bosan setiap kali membaca hasil karyanya.

Buku Bahagia Bersama sebenarnya isinya membahas tentang kisah perjalanan JNE sebagai perusahaan jasa pengiriman terbesar di Indonesia. Namun di tangan Kang Maman, kisah perjalanan atau karier JNE dikemas sangat apik, jauh dari kata sanjung menyanjung, dan pembaca enggak bakal merasakan jenuh.

Buku Bahagia Bersama terbagi menjadi tiga bagian, yaitu:

Bagian pertama tentang Berbagi Tidak Mengurangi. (Halaman 3-78)

Siapa yang tidak bahagia melihat orang lain bahagia? Atau, pernah merasakan iri hati ketika melihat orang lain bahagia?

Kang Maman menggiring pembaca untuk terus berpikiran positif dan bertekad kuat mengikis habis praduga-praduga negatif tentang orang lain yang mungkin selama ini membuat kita jauh dari rasa bahagia, karena hati kita yang terus berkecamuk panas terbakar api praduga-praduga buruk itu. – halaman 39.

Dengan judul bahagia melihat orang lain bahagia, tulisan tersebut mengajak pembaca untuk menghargai orang lain, untuk tidak iri apalagi sering nyinyir karena merasa enggak kuat melihat kebahagiaan orang lain. Dicontohkan ada seorang Ibu rumah tangga berpikir bahwa seorang Ibu yang memilih untuk bekerja di luar rumah berarti telah menggadaikan masa depan anak-anaknya atau tidak peduli dengan anak-anaknya.

REVIEW BUKU BAHAGIA BERSAMA

Dududuh…zaman sekarang masih ada yang berpikiran seperti itu? Semoga enggak ada, ya. Lebih baik saling berbagi, sharing tips-tips bermanfaat untuk keluarga. Kata Kang Maman, berpikir positif tentang orang lain adalah salah satu kunci bahagia.

Bagian kedua tentang Tiga Serangkai. (Halaman 81-108)

JNE menjadi besar seperti sekarang ini tentu telah melalui proses, enggak tiba-tiba menjadi perusahaan jasa pengiriman terbesar. Karyawan yang dulu hanya hitungan jari, saat ini sudah ada lebih dari puluhan ribu karyawan yang tersebar sampai pelosok daerah.

Tiga serangkai yang dimaksud dalam bagian kedua dari buku Bahagia Bersama adalah para pendiri JNE yaitu ada Mohamad Feriadi (Direktur Utama, Hui Chandra Fireta (Direktur), dan Edi Santoso (Direktur).

Tiga orang di atas berkarir di JNE mulai dari bawah, mulai dari menjadi Sales dan Marketing sekalipun Pak Feriadi adalah anak dari Pak Soeprapto Suparno yang merupakan pendiri JNE. Kang Maman membedah profil dan background mereka bertiga di bagian ini. Namun satu yang menjadi pegangan untuk bersama-sama membesarkan JNE yaitu untuk konsisten dalam berbagi, memberi dan menyantuni, serta untuk mengamalkan Surat Al Ma’un dan Al Baqarah ayat 261. Mereka kompak, sampai Pak Chandra berprinsip:

Kerjakan dahulu apa-apa yang diperintahkan Tuhan, maka apa yang kamu minta akan diberikan-Nya dan tepat pada waktunya. – halaman 102

Yups! Jangan minta-minta terus kepada Tuhan, tapi kerjakan dulu apa yang Tuhan perintahkan. Semoga kita dapat menjalankan perintahNya, ya.

Bagian ketiga tentang Cerita Juara. (112-188)

JNE pernah mengadakan writing competition pada tahun 2020. Peserta yang mengikuti kompetisi ternyata enggak hanya dari kategori umum saja, tapi karyawan pun diberi kesempatan untuk mengirimkan tulisan atau karya terbaiknya berupa pengalaman atau cerita perjalanan selama bekerja di JNE.

Nah, bagi peserta yang tulisannya terpilih atau menjadi juara, Kang Maman menyematkan hasil karya mereka pada bagian ini. Seperti cerita keluarga Paulus Madur untuk Anak Kolong (AnKol) Jakarta sebagai pahlawan edukasi.

Biarpun dicibir orang, Papa dan Mama saya tetap giat mengunjungi para kupu-kupu malam. -halaman 143

Perjuangan keluarga Paulus Madur untuk mencerdaskan AnKol menurutku luar biasa banget. Hidup jauh dari kata mampu, hanya sekadar cukup tapi punya keinginan kuat untuk mendirikan sekolah untuk anak-anak yang tinggal di bawah kolong, anak-anak yang Ibunya menjadi kupu-kupu malam. Kekuatan berbagi dari keluarga ini bisa dijadikan contoh. Apalagi saat pandemi, keluarga mereka masih bertahan untuk tetap memberikan materi-materi pelajaran, memberikan makanan.

Sampai pada akhirnya Paulus Madur meninggal, anak perempuannya yang hanya lulusan SMA tergerak meneruskan cita-cita mulia orang tuanya. Salut banget! Pantas menjadi juara dua, nih. Soalnya menginspirasi.

Selalu Ada Berkah dalam Setiap Berbagi.

Buat kamu yang masih ragu berbagi kebahagiaan dengan orang lain, memberi kepada orang yang membutuhkan, atau menyantuni anak yatim, kaum dhuafa, fakir miskin, coba baca buku Bahagia Bersama. Buku bisa dibeli di Gramedia dan e-commerce. Eh, di Gramedia lagi diskon, lho.

TENTANG BERBAGI MEMBERKAHI

Buku yang recommended buat bacaan ringan ini sebagai persembahan atau kado ulang tahun JNE ke ke-31 yang jatuh pada tanggal 26 November 2021. Dengan tagline “Berbagi, Memberi, Menyantuni”, tiap kisah yang ditulis insya Alloh akan membawa kamu kepada kebaikan dan kebahagiaan.

Btw, selamat hari blogger. Teruslah berbagi karena selalu ada berkah dalam setiap berbagi.

16 thoughts on “Review Buku Bahagia Bersama: Selalu Ada Berkah dalam Setiap Berbagi

  1. Tulisan Kang Maman memang juara! Pertama kali baca karyanya waktu launching buku Re, ya ampun buku itu sukses membuat aku baca berkali-kali. Kang Maman sukses menggugah pembaca

    Kalau Buku Bahagia Bersama ini dijual bebas, Dah? Ada di toko buku? Sekilas pesannya ngena

  2. Keren memang ya JNE mempersembahkan buku Bahagia Bersama ini untuk ulang tahunnya, penasaran juga pengen baca, ceritanya menarik semua kayaknya 🙂

    Dan memang benar, selalu ada berkah di setiap kita berbagi 🙂

  3. Bagi saya, buku ini ditulis dengan segenap hati oleh Kang Maman. Bagaimana konsep berbagi ini disampaikan dengan baik melalui buku ini menjadikan buku ini layak di baca mba

  4. Selalu suka dengan tulisan kang Maman. Kartun dari Mice juga selalu menggelitik. Memang buku ini jadi collabs yang ciamik. Tidak hanya menghibur, tetap bikin saya jadi lebih memahami arti berbagi

  5. Buku ini salah satu buku yang ingin aku baca juga, dari judulnya aja auranya udah membahagiakan. Keren isan pokoknya Kang Maman ini, membahas tentang kisah perjalanan JNE sebagai perusahaan jasa pengiriman terbesar di Indonesia. Ahh, jadi penasaran cara mengemasnya lewat tulisan yang indah.

  6. buku ringan dan asik banget buat dibaca ya mba. Apalagi penulisnya udah penulis senior gini dan lulusan kriminologi wow kebayang diksinya pasti asik. Jadi inget SGA penulis favorit sy juga. Jadi pengen baca bukunya nih ^^

  7. Story telling kang maman memang the best, aku byk terinspirasi juga dengan kutipan-kutipan beliau. Menurutku kata demi kata ngena bgt

  8. Well, terkadang niat baik kita suka ada aja ya halangannya, tuh kaya di salah satu ceritanya yang sering mendatangi para kupu-kupu malam untuk edukasi dan berbagi. Yang orang lain bisa cuma komentar, actionnya mah nol besar. Kaya pepatah tong kosong nyaring bunyinya. Padahal jelas kok, berbagi sama org lain itu gak bikin kita kekurangan loh!

  9. Kurang bersyukur sekali yaa..ketika kita diberikan banyak kelonggaran dan kemudahan, tapi tidak memanfaatkannya untuk berbagi bersama. MashaAllah~
    Membaca buku Bahagia Bersama mengingatkan kita untuk semakin semangat berbagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *