BANNER REVIEW ONLINE SHOP

Sleeping Bag Warna-Warni

β€œIdaaah, malam tahun baru sudah punya acara belum? Muncak, yuk!”

Aku masih ingat ajakan Rosita sehari sebelum tahun baru kemarin. Ia mengajakku bermalam di puncak gunung. Puncak yang selalu aku rindukan hampir tiap akhir pekan.

Aku memang ada niat untuk menikmati malam pergantian tahun di suatu puncak. Entah itu puncak Gunung Prau, Gunung Bisma, atau puncak hatinya Mamas Nicholas. Sayang sekali, cuaca di sini sedang tidak mendukung.

Aku memang kurang nyaman jika sedang bermalam di puncak tiba-tiba byur!!! Hujan turun dengan lebatnya. Meski sudah pernah mengalaminya beberapa kali, sih. Tapi saat ini sedang tidak ingin berjumpa dengannya saat di puncak. Dingin banget euy! Dengan berat hati, aku menolak ajakannya.

Di luar sana boleh saja gerimis seharian, hujan sekalipun saat malam tahun baru. Tapi, tidak dengan teras rumah saya yang luasnya tidak seberapa. Puncak gunung memang belum bisa aku nikmati. Tapi, mendirikan dome di sebelah kanan teras, tepatnya dibelakang pohon naga, tetap bisa aku lakukan.

Kata Ibu, aku mulai sinting. Ya biarin, sih. Ngga merepotkan orang lain ini. Paling cuma bikin pemandangan tambah cantik karena dome punyaku warnanya manis banget. Perpaduan orens-hijau-merah. Warna yang manis, bukan? :mrgreen:

Beberapa perlengkapan yang biasa aku bawa saat muncak telah aku siapkan. Ada matras, bantal kura-kura, air minum, camilan dan juga sleeping bag. Perlengkapan standard.

www.blanja.com

Merah jambuu!

Terlepas dari ngeDome di teras, dari seluruh barang yang aku sebut tadi, ada satu barang yang wajib aku bawa saat naik gunung. Adalah sleeping bag! Kenapa? Yaaa…supaya bisa bobo nyenyak, tidak kena angin malam.

Selain itu, sleeping bag, kan, termasuk barang yang sangat susah untuk digunakan berdua, apalagi bersama-sama. Sangat susah dan bisa jadi mustahil. Kalau matras, dome air minum, camilan, mungkin masih bisa numpang teman, ya. Tapi, kalau sleeping bag? Rela dipakai buat berdua? πŸ˜†

Aku lebih suka memilih perlengkapan camping dengan warna yang tidak biasa. Warna terang yang aku pilih. Seperti warna sleeping bag yang ada di atas tadi. Harapannya, supaya ngga mudahΒ  tertukar dengan teman lainnya yang kebanyakan sleeping bagnya satu warna, yaitu gelap.

Sleeping bag yang aku bawa paling ngga dari berbahan polyester, supaya bisa tetap merasa hangat pada suhu -10. Kuat pada bagian luar, anti air, dan soft di bagian dalam. Dan yang tak kalah penting, mempunyai zipper dua arah pada bagian bawah untuk sirkulasi udara.

Selain wana merah muda di atas, teman-teman bisa melihat koleksi lengkap sleeping bag dengan aneka warna dan pilihan di www.blanja.com. ^_*

36 thoughts on “Sleeping Bag Warna-Warni

  1. Lucu juga tuh sleeping bag warna pink. Apalagi kalau ada gambar Hello Kitty nya, hehehe πŸ˜€

    Hahaha…Request sama pembuatmya, Mbak. πŸ˜€

  2. Kayak gitu ya saking kangennya sama gunung, lama2 nanti hidup di tenda, trus kangen rumah tidur di rumah haha

    Habitatnya emang di rumah, Mas Rifki. πŸ˜›

  3. SB nya wara pink yaaa.. hehe .. πŸ˜€ ,, pas buat cewek .. he.. mlm tahun baru di tmptku jg hujan, rencana muncak d mlm prgantian tahun pun batal ! πŸ™

    Emang rencana muncak kemana, Kak?

  4. pilihan warna tidak biasa alias tidak mainstream ya mbak, selain ga tertukar, bisa jadi pusat perhatian yg laen heheheh πŸ˜€

    Intinya, msih, itu. Sok2an pingin jadi pusat perhatian. wkwkw

  5. pingin nyobain tidur di sleeping bag, buat di dalam rumah boleh kan idah πŸ™‚

    Tidak ada yang melarang, Mbak. πŸ˜€

  6. Kalau jalan-jalan outdoor, memang rasanya sedikit kurang nyaman kalau hujan. Pengennya cerah, ya. Btw, unyu2 warna sleeping bagnya πŸ™‚

    Menunggu musim duren saja lebih enak ya, Mbak. πŸ˜€

  7. Ahahahaha, tahun baru kemaren aku juga ngajakin suami buat pasang dome di halaman depan, di bawah pohon rambutan. Dia nggak ngerespon cuma pasang tampang jutek hihihi.

    Andai jadi pasang dome, pasti nanti suami ngikut. πŸ˜€

  8. Kalau sudah ada sleeping bag, tanpa tenda pun sudah gak masalah. Cukup mblusuk ke dalam semak-semak bisa tertidur pulas di ujung gunung (asal gak hujan)

    Serius? Kalau saya mah ngga bisa. Harus ada tenda. πŸ˜€

  9. wiiih empuknya sleeping bag-nya, bakal nyenyak deh tidurnya meski di tanah lapang hehehe……

    Tidurnya di dalam tenda, Mbak. πŸ˜€

  10. rasanya pasti angeeet meski cuaca diluar dingin menusuk tulang ya non. Semua berkat sleeping bag merah jambu πŸ™‚

    Apalagi ada secangkir teh. Tambah angeet! πŸ˜€

  11. terakhir pake sleeping bag jaman kuliah semester awal pas acara kampus, abis itu gak pernah lagi hauahhaha..
    mbake kalo jadi ke Baduy aku mau ikut.. ntr kabarin aku yaaaa

    Insya Allah nanti dikabari ya, Yuuu. . .:D

  12. wah, sleeping bagnya cerah banget! Warnanya aku sukaaaa. Ih, jadi pengen camping dan beralas-selimutkan sleeping bag cantik gituh deh, Idah. Hiks, kapan yaaa?

    Weekend besok, Mbak. πŸ˜€

  13. Kok jadi inget cerita lima sekawan yg sering camping ya, sambil bawa limun dan roti selai haha. Klo campingnya dalam rumah sih aku mau, tapi klo di luar takut ada ular πŸ˜€

    Ular yang kayak apa yang ditakuti, Mbak Li? πŸ˜€

  14. Warna-warni sleeping bag nya bikin jalan-jalan akan tambah ceria ya Idah πŸ™‚

    Makin ceria dan semangat bobok. πŸ˜€

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *