Kompleks Masjid Menara Kudus

Jatuh Hati Pada Museum Jenang Kudus

Museum Jenang Kudus – Pada suatu siang, anak perempuanku sedang duduk manis di teras. Penasaran dengan apa yang sedang dia kerjakan, aku pun mendekatinya. Aku kira dia sedang mainan apa, gitu, mau gabung. Eh…ternyata sedang menikmati sepotong jenang oleh-oleh dari kondangan dengan khusyuk. 😆

Dia bilang, jenangnya enak banget. Tiba-tiba aku ingat kalau pernah makan jenang yang juga enak banget. Tapi bukan dari kondangan, bukan. Melainkan jenang asli kudus. Jenang ini aku makan bersama teman-teman Jateng On The Spot 2019 pada bulan April tahun 2019, sebelum tour ke Museum Jenang Kudus.

Sudah lama memang, tapi masih lekat dalam ingatan. Tidak hanya dengan rasa jenangnya saja, aku juga masih ingat betul bahwa segala apa yang ada di dalam museum, tuh, unik dan menarik karena sarat sejarah. Kalau dilihat dari bagian luarnya memang biasa saja, kesannya hanya sebuah bangunan rumah tradisional Kudus, Jawa Tengah. Namun siapa sangka di dalamnya penuh sentuhan seni, ada banyak emas bertebaran (ini agak berlebihan) :lol:, pokoknya terasa mewah banget. Jadi, bukan tanpa sebab aku sampai jatuh hati pada museum jenang. 😉

Pabrik Jenang Kudus

Sebelum melakukan tour ke Museum, kami melihat proses pembuatan jenang Kudus yang bertempat di sebuah pabrik yang dikelola oleh PT. Mubarokfood Cipta Delicia. Saat itu, tidak bayak karyawan yang bekerja, mesin yang digunakan untuk produksi pun hanya beberapa saja. Selain karena akhir pekan, pembuatan jenang lebih banyak dibuat pada hari Senin-Kamis. Sayangnya, pihak pabrik tidak mengizinkan pengunjung untuk mendokumentasikan proses pembuatan jenang. Tapi tidak apa, terpenting sudah melihat mereka membuat adonan jenang dengan cara modern yaitu menggunakan mesin yang mempunyai kapasitas 40 kg, kemudian lanjut sampai packing.

Baca lagi tentang: 5 Destinasi Lasem yang Wajib Dikunjungi.

Kecewa? Enggak begitu, sih. Adanya interaksi dengan karyawan membuat aku lebih senang. Sementara mendokumentasikan kegiatan mereka anggap saja bonus. 😆 Usai tour pabrik, kami masuk toko oleh-oleh Jenang Mubarok. Toko oleh-oleh ini menyediakan produk-produk yang dibuat oleh PT. Mubarokfood, oleh-oleh khas kudus, termasuk cenderamata.

Jenang Kudus Mubarok

Masih asyik melihat dan memilih oleh-oleh, tour guide kami, Mrs. Nane mengajak kami ke Museum Jenang. Aku kira harus keluar terlebih dahulu untuk sampai museum, tapi ternyata enggak. Museum berada tepat di belakangnya toko. Menyatu, gitu.

Lebih dekat dengan Museum Jenang, Kudus.

Citra jenang sebagai oleh-oleh khas memang sudah melekat pada Kabupaten Kudus karena di sana terdapat pabrik besar yang memproduksi jenang. Kegiatan pendistribusian pun sudah tidak diragukan lagi, masuk skala nasional. Jenang Kudus dengan label Mubarok juga dijadikan sebagai snack jama’ah haji maskapai penerbangan Garuda dan Arab Saudi.

Sebagai bentuk inovasi sekaligus untuk menjaga keberadaannya, pada tahun 2017,  dibangun  Museum Jenang yang memiliki tujuan sebagai sarana edukasi kepada masyarakat, khususnya tentang sejarah Jenang Kudus. Terdiri dari dua lantai, lantai satu (bawah) terbagi dalam tiga ruang dan lantai dua (atas) hanya satu ruang yang berisi koleksi benda-beda kuno.

Kompleks Masjid Menara Kudus

Masuk ke dalam lantai satu, tepatnya di ruang pertama, aku mendapati bangunan kompleks masjid menara lengkap dengan pagar keliling. Bangunan ini ditata persis dengan yang ada saat ini. Suprise banget rasanya karena sebelumnya aku enggak mencari tahu seperti apa rupa museum jenang.

Kompleks masjid menara beserta makan Sunan Kudus memang menjadi salah satu daya tarik wisata religi di Kudus. Adanya miniatur menara yang terletak di tengah-tengah bangunan menjadikan miniatur bangunan ini terlihat lebih sempurna. Di ruang ini bagus banget buat foto-foto, lho. Hanya saja karena pencahayaan memang diatur tidak terlalu terang, hasilnya pun kurang maksimal. Tapi enggak masalah, masih bisa minta tolong teman untuk memberikan cahaya ilahi menggunakan lampu smartphone. 😆

Pembuatan Jenang Zaman Dulu

Aku mulai hanyut ketika masuk ruang pamer kedua. Melihat diorama-diorama yang menggambarkan proses pembuatan jenang dari zaman old dengan menggunakan tungku, sampai dengan cara modern yaitu menggunakan mesin yang sebelumnya sudah aku lihat saat jalan-jalan di pabrik. Pada dasarnya aku suka melihat diorama karena memang menarik, ada kisah sejarah dalam bentuk diorama.

Yuk baca tentang Factory Tour ke PT. Dua Kelinci.

Masih dalam satu ruang, terlihat pajangan foto pendiri Jenang Mubarok dari masa ke masa yang menempel di dinding dengan bingkai kayu. FYI, didirikan oleh H. Mabruri beserta Istrinya, pada tahun 1910 jenang ini memiliki label atau merek Sinar33. Kemudian pada tahun 1940, perjuangan diteruskan oleh generasi kedua yaitu H. A. Shochib beserta istri. Kemudian pada tahun 1992 sampai sekarang, diteruskan oleh H. Muhammad Hilmy beserta istrinya. Mereka menjadi generasi ketiga yang mengembangkan bisnis camilan tradisional yang terbuat dari beras ketan, memiliki warna pekat dengan cita rasa manis legit.

Kemudian di ruang pamer tiga terdapat replika rumah adat Kudus atau yang juga dikenal dengan Joglo Pencu. Gebyok ukiran pada rumah adat ini hampir mirip dengan ukiran rumah adat Jepara. Perbedaannya Joglo Kudus hanya memiliki 1 pintu sedangkan Joglo Jepara memiliki 3 pintu.

Sama halnya dengan rumah adat pada umumnya, Joglo Pencu ini memiliki istilah pada tiap bagian rumah, yaitu dalam satu bangunan rumah terdapat satu saka geder (tiang penyangga besar). Kemudian ada  jaga satru yang merupakan bagian depan rumah. Lalu ada gedhongan istilah dari ruang keluarga, dan yang terakhir ada pawon dalam bahasa jawa berarti Dapur. Meski dapur namanya, namun ruangan ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat masak saja, pawon digunakan sebagai tempat belajar dan juga melihat televisi.

Rumah Adat Kudus

Replika rumah adat Kudus…

Tidak hanya diorama proses pembuatan jenang, di ruang dua juga terdapat diorama Pasar Bubar Menara. Sebuah pasar yang sangat bersejarah bagi Jenang Kudus.

Kisah Jenang Kudus di Pasar Bubar Menara.

Seperti pasar pada umumnya, Pasar Bubar Menara dimanfaatkan sebagai aktivitas jual beli hasil perkebunan, pertanian, dan juga peternakan. Terlihat jelas pada diorama, ada kelapa, sayuran, ketela, buah-buahan, dan tentu ada Jenang Kudus. Banyaknya diorama yang dipamerkan, pasar pun tampak ramai. Sebagian besar yang berjualan di sini adalah perempuan. Mereka mengenakan baju tempo dulu dengan bawahan jarit dan dilengkapi selendang serta kerudung. Sementara laki-laki, mengenakan baju sederhana, celana pendek, dan blangkon.

Di pasar yang terletak di selatan Masjid Al – Aqsha Menara Kudus, awal mula jenang kudus mulai dipasarkan. Jenang dijajakan dari tangan ke tangan oleh generasi pertama. Saat itu, jenang masih dalam bentuk lebar memanjang. Kira-kira ukuran 25×50 cm. Penjual akan memotong jenang terlebih dahulu ketika ada yang membelinya. Disesuaikan dengan harga, gitu. Lalu, barulah dibungkus menggunakan daun dan ditaruh di dalam wadah yang terbuat dari anyaman bambu.

Baca juga tentang Bertualang ke Agrowisata Jollong.

Melalui Pasar Bubar, Jenang Kudus mulai dikenal banyak masyarakat. Sekarang pemasaran jenang yang menjadi oleh-oleh khas Kudus sudah lebih luas lagi. Kemasan jenang pun lebih modern dan menarik. Pun dengan variannya, lebih banyak pilihan. Tidak hanya original, tapi juga ada banyak pilihan rasa Durian, Anggur, dll. Untuk produknya sendiri tidak hanya Jenang, ada cokelat dodol dan yang lebih menarik lagi adalah produk browniesnya. Enak banget!

Gusjigang X-Building di Museum Jenang.

Menyusuri lorong yang mana kanan kirinya dihiasi dengan karya seni yang dibuat oleh seniman Kudus, akhirnya kami sampai pada ruang pamer Gusjigang X-Building. Dengan masuk ke ruang pamer ini, aku makin jatuh hari pada museum jenang. Fix!

Gusjigang merupakan nilai kearifan yang diilhami dari ajaran yang diwariskan Sunan Kudus. Gusjigang merupakan akronim dari Bagus, Ngaji, dan Berdagang. Falsafah tersebut seolah menjadi tuntunan agar masyarakat memiliki tekad untuk berkepribadian yang bagus, mau mengaji, dan mau berdagang sebagai salah satu bentuk usaha.

Pintu masuk Museum Jenang Kudus

gebyoknya memsonaaaa, mahaal pasti. wkwkwk

Banyak hal menarik di ruang ini. Salah satunya yaitu literasi falsafah tentang Gusjigang dipasang di dinding dan beberapa puisi tentang Gusjigang yang mana salah satu karyanya yaitu dari Lukman Hakim Saifudin, Menteri Agama pada Kabinet Kerja.

Pertama masuk museum Gusjigang, aku terpesona dengan bunga emas. #eh. 😀 😀 Berbentuk kaligrafi surah Al-Ikhlas yang menyerupai bunga, aku langsung mendekatinya. Ruapanya, kaligrafi ini terbuat dari bahan tembanga dan kuningan. Pantas bikin mata segar. Nuansa gold atau kuning keemasan mendominasi di ruang ini. Ornamen dinding berupa motif segi empat semakin melengkapi nilai keindahan seni.

Setelah berada di ruang yang temaram, melewati lorong yang juga minim cahaya, sampai ruangan ini berasa mendapat cahaya ilahi. 😀 Tak heran ruang ini selalu ramai pengunjung. Aku masih ingat betul, mau foto di depan DINDING EMAS saja antrenya sudah seperti sedang antre di SPBU. 😛

Tepat di depan bunga emas, terdapat relief Gusjigang yang menggambarkan tentang tari Gusjigang.  Tari ini mengangkat nilai luhur warga Kudus yang telah ditanamkan oleh Sunan Kudus. Para penari mengenakan pakaian yang sopan, pun dengan gerakannya. Kemudian di tengah gerakan, para penari menyisipkan beberapa gerakan sholat dan mengaji secara melingkar. Unsur dagang dapat dilihat penyertaan batik Kudus dalam tarian. Para penari memperlihatkan batik Kudus dengan cara berjalan dan menyapa penonton.

Mrs. Nane yang mendampingi kami pun ternyata terkagum-kagum dengan museum Gusjigang. Apalagi ketika Mbak Ika, pemandu lokal Museum Jenang bercerita dengan sangat detail. Teman-teman lain, khususnya mereka para mahasiswa dari luar negeri juga terlihat sangat tertarik mendengar sejarah Kudus. Banyak hal yang dia tanyakan ke Mrs. Nane karena rasa ingin tahunya tentang Gusjigang begitu tinggi. Beruntung Mrs. Nane cekatan banget, tiap kali Mbak Ika bercerita. Melihat Mrs. Nane mentranslete dalam Bahasa Inggris, rasanya aku ingin belajar Bahasa Inggris. 😆

Relief Museum Gusjigang

Jam Operasional dan Harta Tiket Masuk.

Seperti yang sudah aku sampaikan, museum Jenang menyatu dengan toko oleh-oleh Jenang Mubarok. Untuk jam operasional pun sama dengan jam operasional toko yaitu pada hari Senin-Minggu, pukul 09.00-21.00 WIB. Sementara untuk harga tiket masuk yaitu Rp 5 ribu per orang. Tiket masuk termasuk sangat terjangkau karena pengunjung akan mendapat banyak pengetahuan baru di Museum Jenang Kudus.

Ingin sekali rasanya untuk kembali menyambangi wisata Kudus dan sekitarnya. Ziarah ke Makam Sunan Kudus, lanjut ke objek wisata lainnya yang tentunya mudah dijangkau. Btw, Kecemut sangat tertarik untuk mengunjungi Kudus. Asyik juga, bisa buat jadi teman explore.  😆

Duh, Jadi Kangen Traveling!

Kembali menuliskan catatan perjalanan, tuh, bikin kangen jalan-jalan. Sudah dua tahun ini, tepatnya sejak hamil anak kedua dan dilanjut dengan datangnya wabah virus corona di Indonesia, aku memilih untuk tidak pergi untuk traveling. Aku lebih memilih untuk menjaga diri dan keluarga dari paparan virus yang menurut aku mengerikan banget. Jangankan pergi untuk traveling, ada tugas dinas luar dari kantor saja aku selalu meminta ke atasan untuk tidak  diikutkan. Maklum, punya baby. 😉

Jujur, rasanya ingin kembali untuk menghirup udara perbukitan, menginjak kaki di pasir putih sampai terhempas air laut, menyusuri lorong-lorong gua, dan masih banyak lagi kegiatan traveling lainnya yang bikin kangen. Sabar ya, sabar! Sekarang sabarnya tidak hanya karena menunggu pandemi berakhir, tapi juga harus sabar karena personil sudah bertambah. Artinya, harus menyiapkan kendaraan untuk kenyamanan traveling. 😆

Bermain Pasir di Pantai

Belum Punya Mobil Ingin Traveling Bersama Keluarga? Klik Trac To Go Saja!

Yuhuii…zaman serba apa-apa ada, apa-apa dimudahkan oleh teknologi, mau traveling bersama keluarga tapi belum punya mobil, sewa mobil saja di Trac To Go, dong! 😉

TRAC To Go adalah aplikasi mobile yang menawarkan layanan rental mobil dengan pengemudi, rental bus, dan airport transfer. Aplikasi ini memudahkan kamu yang ingin melakukan perjalanan dinas, traveling, dan keperluan lain yang membutuhkan transportasi.

SEWA MOBIL TRAC TO GO

Aku memilih dan merekomendasikan aplikasi mobile Trac To Go bukan tanpa alasan, ya. Ada banyak keunggulan aplikasi ini. Berikut aku bagikan fitur-fitur yang memudahkan pengguna untuk sewa armada di Trac To Go.

  • Tampilan desain new clean.

Hal pertama yang membuat pengguna merasa nyaman menggunakan aplikasi karena user interfacenya mudah dipahami dan tampilannya simpel. Iya, tampilan aplikasi Trac To Go lebih simpel, fresh (dominan warna putih biru) dan ikon-ikon yang ditampilkan juga mudah dipahami.

  • Lokasi penjemputan lebih tepat.

Aku pernah bete maksimal ketika memesan mobil untuk ke kantor tapi sopirnya tanya-tanya terus padahal titik jemput aku sudah jelas banget. Padahal si driver ini domisili di kota setempat. Ingin marah tapi engga tega. 😆 Lain cerita kalau pesan mobilnya menggunakan Trac To Go, pemindaian lokasi customer, titik jemput, dan alamat pengantaran yang lebih akurat menggunakan pin point maps. Lokasi terlihat lebih detail sehingga yang menjemput pun tidak banyak tanya.

  • Memungkinkan melakukan 2 pemesanan atau lebih.

Buat kamu yang sering ngasih gift “tumpangan” buat teman atau keluarga, di Trac To Go terdapat fitur baru yang memudahkan customer untuk melakukan sewa layanan 2 order atau lebih sekaligus dalam 1 kali pembayaran, bahkan untuk produk layanan yang berbeda. Sebagai contoh, kamu sedang rental mobil tapi ingin lanjut sewa airport transfer, itu cukup lanjut oredernya dalam 1 kali transaksi. Artinya, tidak harus sampai end tracsaction dulu baru sewa lagi. 😉

  • Terdapat banyak pilihan metode pembayaran.

Ini yang paling aku suka! Terdapat banyak pilihan metode pembayaran untuk sewa kendaraan di Trac To Go. Layanan ini dilakukan untuk membuat customer lebih nyaman dalam bertransaksi. Adapun pilihan metodenya mulai dari ATM transfer (VA) ke bank-bank utama, kartu kredit, dan juga E-wallet seperti OVO, Gopay, Dana, dan Linkaja.

  • Real time notification.

Suka penasaran si driver sudah mulai jalan atau belum, sudah sampai mana, apakah masih lama atau tinggal hitungan detik. Tidak perlu khawatir karena pelanggan akan mendapatkan notifikasi serta dapat memantau langsung status order dan status perjalan dengan driver di dalam aplikasi TTG.

  • Pembatalan pesanan lewat aplikasi.

Selain metode pembayaran, hal lain yang pasti dicari pelanggan dalam aplikasi adalah fitur pembatalan pesanan. Tenang, untuk permintaan atas pembatalan order, pelanggan dapat melakukannya dalam aplikasi sebelum waktu pemesanan dimulai. Untuk dana yang sudah ditransfer akan dikembalikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Fitur-fitur keren aplikasi Trac To Go tentu tidak hanya di atas, masih banyak lagi fitur yang membuat pengguna atau pelanggan makin percaya dan nyaman untuk menggunakannya. Sebelum memesan transportasi, jangan lupa untuk selalu cek promo karena aplikasi ini selalu memberi penawaran promo yang menarik. Sekarang untuk pergi ke suatu tempat baik dalam kota maupun luar kota, untuk keperluan dinas maupun traveling, tidak usah bingung. Masalah rental mobil serahkan saja kepada TRAC To Go!

Apakah kamu sudah pernah merasakan kemudahan sewa mobil menggunakan aplikasi TRAC To Go? Yuk…download dulu aplikasinya di GooglePlay Store untuk pengguna Android dan untuk pengguna iPhone bisa unduh aplikasinya di Apple App Store. Siapa tahu butuh sewa mobil untuk menuju Museum Jenang atau tempat wisata lain. 😉

Alamat: Jl. Sunan Muria No.33, Glantengan, Kec. Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah 59313.

Nomor Telepon: (0291) 432606

24 thoughts on “Jatuh Hati Pada Museum Jenang Kudus

  1. menyenangkan sekali berwisata di Kudus lalu mengunjungi Museum Jenang, banyak hal yang bisa didapatkan dari melihat semua isi museum ya. Trus kalo ke Kudus rasanya aku mau kulineran deh

  2. Idaaah, seru sekali melihat proses pembuatan Jenang di Museum Jenang nih. Aku pun kalo baca tulisan travelling gini jadi suka mendadak kangen travelling huhu

    Wah, ternyata sekarang bisa menyewa mobil secara online via aplikasi TRAC yah, jadi lebih nyaman dan praktis deh

  3. Wah, saya baru tahu ada museum jenang di Kudus. Sebagai penggemar segala jenis jenang tulisan ini bikin saya tertarik banget. Apalagi interior dan penataan museumnya keren begitu. Mudah-mudahan ada rezeki ke sana juga deh…

  4. Banyak yang menarik di Museum Jenang yaaa, jadi ingin menjejak kesana jugaaaa. Apalagi sekarang ada aplikasi untuk sewa kendaraan yang memudahkan saat kita perlu kendaraan tambahan dengan berbagai tipe tentunya ya, traveling makin menyenangkaaan

  5. wah legend banget deh iniiih jenang kudus al mubarak. ternyata ada museumnya segala ya mba…”bagus nih bisa jadi bagian wisata sejarah juga yaa…
    pantesan mba idah jatuh hati

  6. Jenang kudus Mubarok, saya seneng banget kalau ada yang ngasih oleh-oleh ini. Walau dulu pas tinggal di Jogja, bisa sih beli di supermarket, tapi beda dong tentunya kalau beli sendiri sama dikasih oleh-oleh.

    Ternyata ada museum jenang kudus juga ya. Selama ini saya tuh pengennya kalau berkesempatan ke kudus, pengen ke masjid menara kudus. Sekarang jadi nambah deh pengennya, ke museum jenang kudus

  7. Kapan kita traveling bareng lagi bun? hihihi gpp lah ke museum Jenang juga bisa puas makan jenang kan?
    Kita sewa mobil pakai aplikasi Trac aja yuk nanti

  8. Dari sebentuk makanan seperti jenang, teruarai banyak cerita sarat makna ya. Mengingatkan pada suatu tempat dan ingin kembali lagi kesana. Apalagi sekarang ada aplikasi yang memudahkan untuk rental mobil menuju kesana. Cuss, berangkat! 🙂

  9. Baru tau ada museum jenang Kudus ni, konsepnya mirip kayak museum coklat di KL yang pernah aku datengin dimana sebelahnya ya emang toko coklat.. bagus lah selain niilai histori jenang juga jualan hehehe

  10. Rindu travelling banget jadinya yaa, kak..
    Tapi beneran loo…kak Ida berbesar hati banget ketika gak boleh direkam. Alhamdulillah, semoga jenang kudus semakin maju dan museumnya semakin mendunia. Menjadi destinasi andalan Kota Kudus.

  11. Dududuh, asyik banget itu deh jalan-jalan ke museum. Kepengen deh nanti jalan-jalan ke museum juga. Pastinya, order transport sekarang lebih mudah dengan aplikas Trac to Go ini

  12. Merk jenang mubarok ini yang paling sering dibawa bapak kalau pulang dari Kudus. Menurutku udah yang paling enak pokoknya. Gak pernah ganti ganti. ternyata ada museum jenang ya, pasti seru banget kalau bisa jalan kesitu satu saat nanti.

  13. jenang mubarok ini kalau ga salah packaging zaman dulu warnanya dominan hitam. Sekarang lebih modern ya. Trus proses mengaduknya udah enggak manual lagi, udah pakai mesin 40kg. Wow mantuuul! kebayang legitnya makan jenang kudus.

    Eh trus aku baru ngeh gusjigang itu singkatan, heheh. Ini cara sunan menyebarkan agama Islam lewat kesenian. Kreatif banget yaaa

  14. jenang kudus merk Mubarok, itu mash khas Kudus banget. Dulu ada teman yang aslinya Jateng, gakjauh dr Kudus (lupa), tiap mudik bawa oleh-olehnya jenang kudus Mubarok ini. Lha ternyata ada museum Jenang juga tho..

  15. Wah, Jenang Mubarok selalu jadi oleh-oleh andalan. Biaanya kalau mudik juga mampir ke sini. Anak-anak suka dodolnya yang emang beda. Btw, TRAC To Go aku udah nyobain, Mbak. Nyaman dan murce dengan mobil yang oke punya.

  16. Jenang kudus ini memang terkenal enak ya. Aku kaget kemasannya lebih modern. Hiks sama mbak kangen traveling. Kadang ambil hikmahnya oh biar lbh banyak waktu buat keluarga, apalagi ada bayi juga aku tuh. Moga ke depan nya kalo bayi2 kita udah gede bisa traveling lagi y emaknya. Hehe. Trac to go reviewnya bikin penasaran euy, some day kalo traveling sekeluarga mau coba sewa di kota yg kami tuju

  17. Bagus juga museumnya, bolehlah di masa pandemi kita jadi explore kota sendiri atau yang dekat-dekat ya.
    Baru tahu kalau Trac sekarang ada aplikasinya. Bagus ini, jadi gampang kalau mau sewa mobil dari penyedia yang memang sudah terpercaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *