Pantai Jetis Cilacap (4)

Sekali Mendayung, Pantai Jetis Terlampaui Juga!

Sekali Mendayung, Bisa Dapatkan Pantai Jetis Juga! – Pandemi belum usai, tapi kalau ada yang mengajak piknik, kok, rasanya susah untuk menolak. Apalagi kalau tujuan wisatanya hanya melintasi satu atau dua Kabupaten saja, ngapain menolak kalau bisa menerima. *eh… πŸ˜† Tentu sudah dengan mempertimbangkan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten tujuan, dong, ya. Seperti beberapa waktu lalu, Om mengajak kami jalan-jalan ke Cilacap.

Menuju Kabupaten Cilacap, kurang lebih 70 km dari Kabupaten Banjarnegara, pukul 08.00 WIB kami bertolak dengan persiapan total dan maksimal. Iya, traveling kali ini aku mengajak anak-anak tanpa suami yang tetap kerja pada akhir pekan, jadi persiapannya harus lebih maksimal. Termasuk persiapan fisik karena membawa dua anak meskipun saat tiba di lokasi, mereka bisa jalan sendiri dan terus dipantau sama mbah uti serta Om dan Tantenya. Ibunya malah santai, gitu. Qiqiqi

Perjalanan ke Cilacap kali ini dengan tujuan utama yaitu ke depot air minum. Yups, Om punya usaha depot air minum isi ulang, terus ada beberapa perlengkapan yang habis. Terus, beli barang persediaannya di Cilacap. Ketimbang cuma ambil barang dowang, kan, kurang gereget, ya. Jadi, malam harinya kami membuat rencana jalan-jalan ke pantai terdekat dengan lokasi depot.

Berbekal Google Maps, Dapat Dua Pantai Terdekat!

Perjalanan ke Cilacap kali ini, kami tidak melewati jalan raya utama alias lewat “jalan tikus”. Sama-sama enggak hafal jalan tembus, tapi Om nekat saja berbekal jalan belokan pertama di wilayah Kabupaten Banyumas, kami lanjut menggunakan bantuan Google Maps.

pantai jetis cilacap (2)

pemandangan Pantai Jetis dari sebelah barat…

Kenapa lebih memilih jalan tembus? Ternyata lokasi depot berada di Cilacap Timur, lebih dekat dengan Kabupaten Banyumas. Kami beruntung karena jalan tembusnya sudah beraspal mulus, jadi aman-aman saja meskipun kadang ada drama-drama sedikit karena jalan yang berkelok dan ada yang naik turun, gitu. Biasa, Mbah Uti kadang memang berlebihan. πŸ˜†

Baca lagi Cerita Liburan ke Pantai Sadranan.

Kurang lebih lima menit lagi sampai di Depot, Tante yang saat itu standby Google Maps memberi pilihan dua pantai yang paling dekat dengan Depot yaitu Pantai Widara Payung dan Pantai Jetis. Kalau masalah pilihan pantai, aku serahkan ke mereka karena bagiku yang terpenting sudah keluar dari rumah, sudah bisa kembali menikmati perjalanan yang cukup jauh kurang lebih 3 jam dan perginya bareng anak-anak. Bagiku ini momen banget karena selama pandemi aku enggak pernah mengajak anak-anak jalan jauh.

Welcome Back Pantai Jetis!

Akhirnya, setelah melewati beberapa pertimbangan khususnya untuk anak-anak, Tante lebih memilih Pantai Jetis karena dirasa lebih ramah ketimbang Pantai Widara Payung yang terkenal dengan ombak besar. Aku malah enggak paham pantai Widara Payung seperti apa karena belum pernah ke sana. Dan kali ini aku enggak kepo-kepo lokasinya, percayakan saja sama Om dan Tante. Sesekali santai enggak memikirkan rundown, pokoknya ngikut saja dan ini nikmat sekali. πŸ˜€

Omong-omong, tiga tahun lalu aku pernah ke Pantai Jetis. Tapi saat itu tujuan utamaku adalah kuliner di sana. Karena Cilacap ini terkenal dengan banyak laut, Seafood pun menjadi pilihan buat kuliner. Makan beragam olahan Seafood kemudian beli yang masih segar juga buat oleh-oleh.

Baca lagi Bersenang Kenyang di Pantai Jetis, Cilacap.

kuliner dipantai jetis (5)

Pantai Jetis yang kami kunjungi ternyata beda dengan yang pernah aku kunjungi sebelumnya. Dulu, kami tiba di Pantai Jetis, tuh, langsung di sebelah kanan-kiri adalah warung-warung yang menjual ikan laut segar, ikan asin, dan olahan seafood. Berbeda dengan yang sekarang, begitu melewati pintu masuk obyek wisata, kami seperti masuk ke dalam hutan, gitu. Baru berjalan kurang lebih 100 meter, baru tercium aroma pantai dan suara perahu motor.

Kami terus berjalan, sampai pada akhirnya tersadar kalau kami berada di seberang Pantai Jetis atau Pantai Jetis sebelah timur. Pantas saja sepi bukan main, yang parkir hanya beberapa mobil dowang. Eh sepinya ini karena pandemi kalik, ya. πŸ˜†

Ngapain Saja di Pantai Jetis? Pandemi, Lho!

Bener, masih pandemi dan pantai sepi, tapi ini di Pantai Jetis sebelah timur. Hanya ada beberapa wisatawan dowang. Bisa dihitung jari. Berbeda dengan Pantai Jetis sebelah barat, terlihat banyak banget wisatawan di tepi pantai yang sedang antre buat naik perahu dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) juga ramai banget.

Buat wisatawan yang berada di sisi timur bisa juga naik perahu, lho. Ada crew yang menawarkan buat naik perahu dengan harga Rp 25 ribu per orang. Aku tertarik banget buat ikut naik perahu, tapi yang lain pada enggak minat. Jadi lah aku sama Kecemut dan Wildan gagal naik perahu. Ini gara-gara Ibuku drama banget karena lihat banyaknya penumpang, khawatir perahunya terbalik. Wildan langsung dikekep terus, cuy! Hahaha. Yaudah, akhirnya kami melakukan aktivitas lain di sekitar pantai yang enggak kalah serunya sama naik perahu yaitu berburu kepiting. πŸ˜›

Baca Gagal ke Pantai Sodong, Bersenang-senang di Kolam Renang Purbasari.

Yups, aku membawa dua anak ke tepi pantai meskipun sebenarnya Mbah Uti terlihat enggak rela cucunya dibawa ke tepi pantai. Duh, sudah sampai pantai mau ngapain, dong? Masa iya duduk-duduk saja, mending di rumah lah. Qiqiqiqi. Dua anak aku sama-sama suka banget lari. Mbaknya yang terlihat happy banget bisa sampai bibir pantai, tiba-tiba melihat kepiting kecil pada berlarian. Saking senangnya, dia mengejar kepiting sampai nyungsep nyium pasir hitam. Ya ampun, padahal panas-panas, lho.

Enggak mau kalah dengan Mbaknya, Wildan juga ikut-ikutan lari. Tapi kali ini dia belum paham kenapa Mbaknya lari begitu cepatnya. Dia cuma ikut-ikutan lari saja dan bahagianya Masya Alloh. πŸ˜€ Terus, setelah tahu kalau Mbaknya mengejar Kepiting, dia pun ikut cari Kepiting. Pukul 11.00 WIB, matahari lagi terik-teriknya dan harus kejar-kejaran sama Kepiting, wow banget pokoknya. Enggak mikirin skincare mahal, ya. Hahaha.

Selain mengejar Kepiting, kami juga mencari Kepiting lewat lubang-lubang kecil bekas galiannya. Iya, lubang kecil itu kalau digali ternyata masih ada Kepiting di dalamnya. Buat rumah Kepiting, gitu. Sambil gali pelan-pelan dengan bilah kayu yang kami dapatkan di sekitar pantai, Kecemut akhirnya berhasil mengeluarkan Kepiting yang lagi istirahat dengan nyenyak. πŸ˜† Sungguh aktivitas yang menyenangkan meski harus panas-panasan. Belum lagi ditambah dengan mencari kerang di pinggir pantai, sungguh keringat bercucuran dan kulit Ibuk menjadi lebih eksotis lagi. πŸ˜€

Akhirnya, Dapat Konten Pikinik Buat CERIS Family!

Aah…rasanya sudah lama banget, nih, enggak piknik bareng keluarga. Sayang banget, sekalinya punya waktu buat piknik, enggak semua bisa ikut. Iya, suamiku enggak bisa ikut karena weekend ini enggak libur. Terus, Bapakku pas banget ada acara nongkrong dengan teman-temannya. Tapi enggak apa, konten tetap dibuat tanpa mereka. πŸ˜€

Konten yang dibuat, sih, konten standar; ada foto dan video. Tapi karena ada momen ngejar-ngejar Kepiting, jadi lah momennya luar biasa banget. Apalagi dengan ekspresi mereka yang kadang bahagia, kadang sedih karena enggak dapat kepitingnya. Hahaha. Nah, kalau konten sudah dibuat ya pastinya dibagikan, dong. Iya, aku sering kali menitipkan hasil konten di sosial media atau media online lainnya. Soalnya kalau cuma disimpan di alat penyimpanan seperti hard disk, khawatir enggak awet.

Oleh-oleh di pantai jetis

Baca tentang Penyimpanan Bahan Konten Online di Google Drive.

Ngomongin upload dan download konten, nih. Aku percayakan sama jaringan internet dari Smartfen yang kuotanya berlimpah dan signalnya stabil. Pelanggan setia Smartfren pasti tahu kalau kuota internet Smartfren itu selau berlimpah. Harga terjangkau, tapi dapat kuotanya bisa unlimited. Kabar bahagianya, pelanggan setia Smartfren bisa dapatkan banyak hadiah dengan sering melakukan transaksi di aplikasi mySF.

Yups, Smartfren punya program baru namanya SmartPoin Mystery Box #OktoBERHADIAH yang berlangsung dari tanggal 13 – 31 Oktober 2021. Pelanggan cukup mengumpulkan poin dan menukarkan SmartPoin untuk mendapatkan hadiahnya. Seperti biasa, semua pelanggan pasti bisa dapatkan hadiah dari SmartPoin Mystery Box. Jadi, buat yang belum punya aplikasi mySmartfren, download dulu aplikasi MySF, ya!

MySF Smartfren

Eh btw, kami masuk pantai ini tanpa tiket masuk, lho. Mungkin karena masih pandemi dan sebenarnya pantai ini belum dibuka untuk umum. Biaya parkir pun enggak ada. Hanya saja, di tempat parkir banyak pedagang berjualan oleh-oleh dan jajan. Di pinggir pantai pun banyak warung yang buka. Uniknya, nih, hampir semua warung menyediakan kupat pecel dan kelapa muda. Lainnya, jajanan ringan dan minuman botol. Lumayan bisa buat ganjal perut.

Kami di Pantai Jetis cukup lama karena sambil menunggu pemilik Depot Air Minum yang ternyata sedang keluar. Setelah keluar pantai pun, kami masih cari oleh-oleh ikan asin. Kami dapat ikan asin di pinggiran jalan raya, gitu. Bener-bener sekali mendayung dapat banyak manfaat. Enggak mungkin cuma menunggu di dalam mobil saja, kan. Bisa-bisa anak pada bosan. Cilacap hotΒ banget, gais.

Pantai Jetis Cilacap (4)

Baca lagi Pengalaman Menginap di Pantai Menganti.

Apakah kalian punya pengalaman mengesankan di sepanjang Oktober? Boleh, dong,Β shareΒ kebahagiaan dengan kami. πŸ˜‰

21 thoughts on “Sekali Mendayung, Pantai Jetis Terlampaui Juga!

  1. Aku pun pandemi ini jalan2nya yg deket2 aja dan jalan2nya ke wisata alam, menyegarkan mata dan pikiran, sumprk kan di rumah terus wkwkk… Tapi bener deh wisata alam itu menyenangkan banget. Di Serang juga banyak pantai dan skrg sudah mulai banyak pengunjung berwisata ke pantau

  2. Nah iya mbak meski lagi berlibur kemanapun mau pantai mau gunung yang penting sinyal harus ada terus, biasanya sebelum berlibur aku cari tau dulu lokasi yang dituju biasanya sinyal yang mudah didapat pakqai provider apa. Sewaktu mudik ke Medan dari Tangerang naik bus jujur nih cuma Smartfren yang on terus.

  3. Wah samaaa… kami juga Oktober ke pantai.
    Meski harus menempuh perjalanan jauh banget.

    Asyik memang ya kalau bisa ke pantai, saya lebih suka view pantai ketimbang gunung, etapi lebih suka hawa gunung ketimbang pantai, hahaha

    btw, makanannya enyak-enyaakkk tuh πŸ˜€

  4. Akhirnya bisa piknik bareng keluarga ya. Pasti seru, anak-anak bisa hepi bermain di pantai. Apalagi ada kuliner yang bisa dinikmati bikin liburan makin asyik. Saya juga pengguna smartfren, sekarang jangkauannya makin luas gak bakal kehilangan sinyal deh meski kita lagi mantai.

  5. seruuu banget ya Dah bisa lihat anak-anak lari kejar-kejar kepiting gitu, apalagi pantainya sepi gitu kok yaa, jadi berasa pantai pribadi gak sih itu πŸ˜€

    anyway itu Tante dan Omnya ya? masih muda banget kelihatannya, Utinya anak-anak juga masih awet muda ya πŸ™‚

  6. piknik ke pantai memang selalu seru dan refreshing banget buat mata, tubuh dan pikiran yaaa mba, duh enaknya memang makan seafood yaaa, mantaaaap itu

  7. Anak-anak pasti senang deh dibawa ke pantai. Orang dewasa saja senang ya hihi.
    Naah, memang kebutuhan kuota itu mutlak ya biar gak dibilang hoax .. eh, biar bisa punya konten. πŸ˜€

  8. Yah jadi pengen main di pantai juga nih mba. Tampak sepi ya mba jadi anak juga lebih bebas main, kita sebagai ortu juga tak perlu kuatir. Untuk oleh oleh makanan asik bisa ada pilihannya

  9. Sampai sekarang aku belum kesampaian ndolani mbakku di Cilacap. Dia enggak di kotanya, jauh arah Kawunganten gitu. Dekat nggak tuh ke Jetis, Dah? Ternyata panas yaaa… ga kalah dong sama Semarang kalau gitu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *