JATENG-ON-THE-SPOT-2019

Nostalgia Sekaligus Piknik ke Kota Solo

Tidak terasa hampir penghujung tahun, ya. Masih tiga bulan, sih. Tapi perjalanan menuju tiga bulan pasti akan terasa sangat cepat. Apalagi bagi para pekerja yang akrab dengan deadline, tahu-tahu sudah ganti bulan, tahu-tahu sudah ganti tahun, namun masih juga bersahabat dengan deadline karena tanpa deadline hidup kurang asyik. *baca: kurang duit. 😆

By the way, apakah kalian selalu punya agenda atau rencana tiap akhir tahun? Sudah dua tahun ini, aku menikmati malam pergantian tahun di rumah saja, berkumpul bersama keluarga. Rasanya sudah di level malas keluar rumah ketika akhir tahun karena pasti lalu lintas macet. Maka dari itu, tiap punya rencana apapun bersama keluarga yang intinya agenda tahunan piknik bareng keluarga, aku mengambil bulan ke sepuluh atau sebelas, tergantung bisa nego kerjaannya pas bulan apa. 😆

Tahun ini, aku ada rencana piknik ke Solo. Piknik keluarga satu tahun sekali dan ambil kota yang bisa dibilang dekat dengan tempat tinggal aku yaitu Banjarnegara. 😆 Bukan tanpa sebab aku memilih Kota Solo. Ibuku, tuh, ingin kembali menikmati kota Solo dalam waktu yang tidak sebentar. Mungkin ada rencana menginap nantinya. Aku lebih memilih untuk menggunakan transportasi umum ketika sudah ada rencana untuk menginap. Supaya tidak repot, kereta api menjadi transportasi pilihan. Apalagi sekarang tarif kereta api sangat terjangkau, termasuk kereta dari solo ke semarang murah. Yaaa…siapa tahu Ibuku juga ingin lanjut piknik ke Semarang, kan.

Nostalgia di Kota Solo

Kota Solo dan Jakarta pernah menjadi tempat tinggal Ibuku selama bertahun-tahun. Namun, lebih banyak menghabiskan masa mudanya di Solo ketimbang Jakarta. Tak heran kalau Ibu punya banyak kenangan di sana, khususnya di pasar gede Solo.

KERETA API

Tiap pagi aku diajak Ibu pergi ke pasar. Kami lebih suka jalan kaki. Kalau sendirian, lha, baru naik sepeda.

Sosok Ibu yang dimaksud oleh Ibuku yaitu Ibu Bos. Ceritanya, Ibuku dulu sempat kerja di  rumahan, gitu. Katanya, Bu Bosnya kaya raya dan baik banget. Tidak pernah sekalipun Ibuku kena marah meski beberapa kali bikin kesalahan. Teguran, sih, tetap ada. Hanya saja karena orang Solo, menegurnya pun dengan suara lembut dan bahasa yang halus. Selain itu, orangnya perhatian dan sering memberi uang tambahan, membelikan baju, jajan, dll. Asyiknya, nih, Ibu bosnya juga akrab banget dengan Ibuku. Tiap kali hendak pulang kampung, pasti Ibu bos menangis. Apalagi saat Ibuku dijemput Bapakku untuk pamitan karena mau nikahan, diantar lah sampai rumah. Hahaha.

Memang baik banget, ya. Pantas saja Ibuku ingin sekali ke Solo. Katanya, Ibu ingin silaturahim ke rumah Ibu Bos karena setelah pamit, Ibuku tidak pernah lagi silaturahim ke rumah Ibu Bos.

“Memangnya Ibu masih hafal lokasinya di mana?” Aku bertanya kepada Ibu, memastikan sebelum akhirnya nanti ke Solo.

“Tidaaaaak. Tapi kalau sudah sampai Solo, Ibu Bakal paham jalan menuju rumahnya”.

Hahaha…terdengar aneh memang. Mungkin dulu, Ibu tidak terpikir untuk sekadar mencatat alamat, ya. Aku juga maklum, dulu masih jarang yang namanya alat komunikasi handphone. Berbekal ingatan Ibuku saja, nih. Kalau sampai tidak ketemu rumahnya, yang penting Ibuku sudah sampai Solo sesuai dengan keinginannya.

Eeeh…aku juga pingin nostalgia juga. Naik Sepur Jaladara atau ke Loji Gandrung. Aku terakhir ke sana pada tahun 2013. Sudah lama banget, ya. Hahaha.

Sudah Sampai Solo, pikniknya ke mana?

Nah, ini yang harus disusun dengan rapih. Kenapa? Karena kami menggunakan transportasi umum. Jadi, susunan rundown betul-betul rapih supaya tidak terjadi arus bolak balik. Hahaha. Bagiku pemilihan kereta api menjadi pilihan tepat karena seingat aku, Ibuku belum pernah naik kereta api. Sementara kalau naik mobil dengan jarak yang lumayan jauh, dikhawatirkan mabok darat. Hahaha.

Kami rencananya akan stay di Solo selama dua hari satu malam atau dua malam tiga hari. Sementara untuk destinasi wisata Solo, aku pingin ke Kebun Binatang Taru Jurug, Pandawa Water World, Taman Sriwedari, pokoknya wisata ramah anak dulu, deh. Setelahnya baru menuju Keraton, Mangkunegaran, Museum, dan tentunya Pasar Gede Solo yang pastinya bikin Ibuku nostalgia. 😛 Rencana wisata yang simpel dengan destinasi wisata yang maenstream banget. Hahaha. Aku perlu tanya-tanya kepada teman di Solo perihal perjalanan wisata selama di Solo supaya lebih efekif dan efisien.

Rencana ke Solo ini, aku tidak hanya mengajak Ibu. Ada Syaquita juga yang mau aku ajak, plus bosku yang selalu siap yaitu Tante. Ini kalau dia mau, ya. Soalnya aku pernah mengajak Tante ke Solo, tapi dia menolak. Ugh…syakitnya…. 😆

5 thoughts on “Nostalgia Sekaligus Piknik ke Kota Solo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *