Makan-makan di Warung Mie Ongklok Bu Umi

Kurang lebih lima puluh meter dari Masjid Kauman Wonosobo, terdapat sebuah warung dengan bangunan sederhana. Warung Mie Ongklok dan Sate Bu Umi. Warung tersebut berlokasi tepat di sebelah barat masjid. Merupakan satu dari tiga warung mie ongklok yang cukup terkenal di Kabupaten Wonosobo dengan suguhan mienya yang tidak biasa. Sedangkan dua lainnya yaitu Mie Ongklok Longkrang dan Mie Ongklok Pak Muhadi.

Meski mengaku doyan banget sama yang namanya mie ongklok, tapi ini kali pertama saya menuliskannya di notes Blog. Padahal, kan, masuk dalam jajaran kuliner terhits di Indonesia, ya. :mrgreen: Pun dengan singgah di Warung Mie Ongklok Bu Umi. Meski lama tinggal di Wonosobo saat kuliah dulu, tapi tidak pernah ngongklok di Warung Bu Umi. *fffparah*

Warung yang tidak begitu luas ini ternyata mampu menampung kurang lebih empat puluh orang. Cukup banyak, ya. Sebab, duduknya saling berhadapan dengan tempat duduk berupa bangku memanjang yang bisa diisi kurang lebih 4-5 orang. Lebarnya pun secukup pant*t orang saja. Maka dari itu, bisa menampung cukup banyak pelanggan.

Saya singgah di warung ini untuk makan siang usai melaksanakan kunjungan ke Pabrik Carica Yuasa Food, Wonosobo (yang ternyata belum saya tulis hasil kunjungannya) bersama teman-teman yang ikut #FamTripDieng. Dalam agendanya tertulis, bahwa peserta #FamTripDieng akan diajak untuk melihat proses pembuatan mie ongklok. Dengan dipandu oleh Pak Aa, kami pun tanpa ragu masuk warung yang saat itu amat senggang.

WARUNG MAKAN MIE ONGKLOK WONOSOBO
melewati jembatan asri wonosobo. . .qiqiqi

Cukup heran dengan suasana yang tidak ramai pelanggan. Ada apa gerangan? *kepomania* Setelah saya konfirmasi dengan Mas Penjual, ternyata sepinya pelanggan siang itu memang warung sengaja disterilkan khusus untuk menyambut kedatangan peserta #FamTripJateng. Ya hamsyong banget, kan. Sudah seperti tamu kehormatan saja, ya. 😆

Saya sangat antusias saat tahu akan melihat proses pembuatan mie ongklok. Sebab, ada dua hal yang membuat saya begitu penasaran yaitu bagaimana proses pembuatan mie dan jenang sampai mie ongklok ini tersaji di meja dan tinggal lahap.

Ternyata bukan, saya gagal memahami. Proses pembuatan yang dimaksud bukan dari dasar atau bahan mentah. Melainkan, pembuatan mie ongklok saat semua bahan sudah ada, kemudian dimasak. Diongklok-ongklok. :mrgreen:

Tahu gagal paham, saya pun menuju meja yang paling ujung, di pojokan. Sengaja banget memilih tempat duduk yang paling belakang, pojok. Agak jauhan dari tempat membuat mie supaya ngga kena asap sate yang saat itu mulai dibuat. Fresh from oven banget, kan? 😉

Omong-omong, yang menjadikan mie ongklok ini lain dari mie pada umumnya, yaitu ada pada jenis mie, jenang dan komposisi lain yang memang hanya ada pada porsi mie ongklok. Daun kucai, butiran Ebi, misalnya. Sedangkan tambahan bahan lain seperti kobis dan bumbu kacang acapkali kita temui pada porsi mie ayam.

Ini mie cap menjangan, Mbak“. Mas Penjual menjawab pertanyaan saya yang memang ingin tahu jenis mie yang digunakan. Mie cap menjangan dan atau cap kuda menjadi pilihan. Mie dengan bentuk pipih ini, katanya mie zaman dulu banget. Pantas saja saya tidak pernah menjumpai mie tersebut di dapur rumah. Saya kenalnya sama mie burung dara yang enaknya nyambung terus. 😆

Kalau ngomongin mie, sih, sudah merakyat banget. Hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia doyan mie. Tapi, kalau dipadukan dengan kentalnya kuah mie ongklok yang disebut dengan jenang, kira-kira banyak yang suka ngga, ya?

Hmmm..justeru pembeda dari mie ongklok dengan mie lainnya ada pada kuah yang kental-lengket-enak. Iya, kan? Tapi, sih, balik lagi pada selera, ya. Jika sedari awal melihat kentalnya kuah itu ngga enak atau aneh, ya resiko banget kamu ngga bisa menikmati semangkuk mie ongklok yang sudah menjadi kuliner khas Kabupaten Wonosobo. Maka dari itu, nyobain dikit demi sedikit. Supaya kamu punya riwayat pernah nyicipi mie ongklok. 😆

MIE ONGKLOK BU UMU WONOSOBO
Ini lho yang kadang bikin kangen lidah!

Mie ongklok tersaji setelah seluruh bahan mentah; mie, kucai dan kobis direbus dalam panci dan kemudian diambil dengan Ongklok (keranjang kecil yang terbuat dari anyaman bambu. Berfungsi sebagai alat untuk mengambil bahan mie ongklok dari dalam panci yang sudah masak). Kemudian, diguyur dengan jenang dan ditaburi ebi yang sudah matang serta berambang goreng.

Lalu, bagaimana dengan citarasa Mie Ongklok Bu Umi? Kental kuahnya berbeda dengan mie ongklok lain yang pernah saya makan. Setelah diaduk merata dalam mangkuk, ditambah kecap secukupnya, kuah masih kental lengket. Ada beberapa warung mie ongklok yang kental kuahnya hanya ada di awal saja. Berikutnya, Satenya empuk dan bumbu kacangnya gurih, harum. Selanjutnya, level pedas belum masuk kriteria level pedas saya. Mungkin karena lidah ini terbiasa dengan pedas yang cetar kalik, ya. Selebihnya, enak dan cukup nyaman. 😆

MIE ONGKLOK WONOSOBO
naris bareng tiga laki-laki yang sedari awal sudah saya kenal saat #FamTripJateng. . .

Tentang pelengkap menu, jika kamu suka pedas, kamu bisa minta dibuatin sambal, lho. Nah, bagi kamu yang belum doyan sate, bisa request tanpa sate. Kalau memang ngga doyan, harus bilang. Takut mubadzir. Sebagai gantinya, disajikan pula tempe kemul dan geblek. Jajanan paling hits se Wonosobo. Kamu bisa nyobain dua jajan tersebut! :mrgreen:

Pesan akhir, kamu musti sabar saat pesan mie ongklok, ya. Antre lama saat di warung mie ongklok itu sudah biasa. Harap maklum. 😛

Warung Mie Ongklok dan Sate Bu Umi, Wonosobo, Jawa Tengah.

Alamat: Jl. Masjid No. 11, Kauman Utara, Wonosobo
Telp. 081326601714

Mie Ongklok Rp 7.000 per porsi. Sate Rp 15.000 per porsi. Gorengan Rp 600 per biji

27 Comments

  1. Ehhh,.. aku sih ngiler loh idah, beneran penasaran rasanya. Mie tapi pake tambahan sate…endeeuusss kayanya ^_^

    Bangett endeuus sekeleeus. 😀

  2. loh yaaa pagi pagi baca postingan beginian, lafar kan.
    btw rasanya emang aneh, manis banget, mana cabe rawitnya habis lagi. eh tapi enak haha

    Iddiih, ngga konsisten komennya. 😀

  3. Belom pernah ngerasain mie ongklok akuuu.. Ngebayangin rasanya aja nggak bisa.

    Eh, ada ndop, alid dan mawi (?) ya?

    Hihihi…berarti perlu sesekali nyobainlah, ya. 😀

  4. plis lah ya mbk idah..malam2 gini jadi pingin mi ongklok,saya belum pernah makan mi ongklok.fenasaran bangettt…..kebayang maknyusnya^^

    Endeesh! 😀

  5. belum pernah makan mie ongklok tapi jadi pengen coba nih, dari penampakannya enak kayanya yaah

    Enak banget. Karena saya suka. 😀

  6. pesen sate sama mie ongklok kemudian dimakan bareng, pasti enak

    Apalagi dibayarin teman. Tambah enak. 😛

  7. Bila menikmati mie ongklok, saya penginnya nambah satenya 🙂
    Kebetulan tidak jauh dari Candi Sambisari dulu ada yang jual, tapi sayang sekarang sudah tutup.

    Suka sate ya, Pak? 😀

  8. Aku ngak suka mie ongklok titik tanpa koma
    Trauma perna makan, dan di kasih sambel ampe 6 sendok tp tetep manis #AkuKecewa sebagai pecinta pedas hahah

    Bhahaha…kaciaaan banget sih, Kak. *pukpuk Coba ke Mie Ongkloknya Pak Tugi, deh. 😀

  9. kayanya enak itu mi ongklok, mi nya kuning ya? kaya mi serodot bogor ya mbak

    Hampiiir mirip, Kak. Beda kuah, ya. 🙂

  10. wah mie ongklok itu pas disantap kalau dingin. 😀
    aromanya menggoda luar biasa. 😀

    Kalau pas kurang menggoda ya, Kak? 😀 😀

  11. Jadi inget review temen blogger yang bilang mie ongklok di mana gitu yang ngga enak.. 😛 Tapi yang ini keknya meyakinkan deh, Dah.. Pengen jadinya kan! 😀

    Hahaha…kalau yang baru makan dan ngga cocok, langsung kapok pokoknya, Beb. Kuahnya beda, sih. 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *