Benteng Van Der Wijck Dari Sudut Melihat

Benteng Van Der Wijck Dari Sudut MelihatDikatakan -dari sudut melihat-, karena saya menyusuri Benteng Van Der Wijck tanpa Guide. Inginnya, sih, menggunakan jasa Guide, supaya paham tentang sejarah Benteng tersebut. Tapi, setelah tanya beberapa penjaga pinyu masuk, katanya Guide sedang jalan semua. Jadi, ya, hanya bisa melihat dan membaca. Gak bisa berbagi cerita sejarah euy. Kalau pingin tau sejarahnya, googling saja. Pasti nemu. Hahahaha

Tahun lalu, saya bersama Adik dan empat teman niat banget berwisata ke Kebumen. Karena waktu libur hanya satu hari, kami pun mempunyai rencana mengunjungi tiga tempat wisata di Kebumen. Salah satunya yaitu singgah di Benteng Van Der Wijck.

Benteng Van Der Wijck termasuk salah satu destinasi wisata di Kabupaten Kebumen. Meski terletak di Kecamatan Gombong, tapi kata Kebumen lebih sering disenggol ketika akan berkunjung ke Benteng ini.

Bagaimana kami bisa sampai di Benteng Van Der Wijck? Berangkat dari Banjarnegara, kami memilih jalan tikus Pasar MandirajaWaduk SemporGombong. Kami mengambil jalur ini dengan pertimbangan lebih irit waktu, sepi dan adem. Adem karena melewati pegunungan, meski jalan banyak berkelok dan agak sedikit rusak. Diantara kami belum ada yang tahu persis lokasi Benteng Van Der Wijck. Jadi, banyak bertanya dari orang ke orang dan terakhir ke Bapak Bengkel. Dan, ternyata dekat juga dari Banjarnegara. Cukup 75 menit, sampai Gombong.

PINTU MASUK BENTENG VAN DER WIJCKPINTU MASUK BENTENG VAN DER WIJCK
Kompleks SECATA A Gombong. . .

Ancer-ancer yang paling saya ingat, yaitu dengan terlihatnya sebuah papan bertuliskan Benteng Van Der Wijck di jalan raya utama. Lanjut perjalanan masuk Desa (ikuti isyarat anak panah), sampai menemukan patung TNI yang bawahnya bertuliskan “Selamat Datang di Secata A Gombong”. Nah, ketika sampai sini, alihkan pandangan ke sebelah kanan. Tepatnya di Jl. Sapta Marga teman-teman bisa menemukan Benteng Van Der Wijck. Kurang lebih 100 meter dari patung tersebut.

Apa sih, Benteng Van Der Wijck itu? Sesuai dengan jenis objek wisata, yaitu Benteng. Adalah sebuah bangunan segi delapan yang merupakan peninggalan kolonial Belanda. Benteng ini berada di Kompleks Secata A (Sekolah Calon Tamtama A) Gombong. Benteng yang didominasi dengan cat warna merah bata selalu ramai pengunjung. Terlebih anak-anak. Cat hitam sebagai plisir, serta cat putih untuk jendela besi, menambah kokoh bangunan tersebut.

Benteng ini, dulunya difungsikan sebagai tempat pertahanan, berlindung, bersembunyi, tempat tinggal anggota TNI Angkatan Darat dan sampai pada akhirnya sekarang menjadi taman wisata sejarah dan rekreasi keluarga, dengan didukung dengan banyak fasilitas permainan anak-anak.

Bagaimana caranya masuk Benteng Van Der Wijck? Segeralah kamu memarkirkan kendaraan dengan membayar biaya parkir Rp 2.000 untuk satu sepeda motor. Kemudian, kamu bisa membeli tiket masuk yang berada tepat sebelum pintu masuk. Harga Tiket Masuk saat itu Rp 8.000 per orang. Gratis untuk Batita.

BENTENG VAN DER WIJCK KEBUMEN
Pas Hujan. . .

Fasilitas apa saja yang bisa dinikmati di Benteng Van Der Wijck? Setelah berhasil masuk, saya sama sekali tidak merasa sedang berada di kawasan Benteng. Ramai permainan anak-anak euy! Disambut juga oleh patung raksasa Dinosaurus, Kura-Kura, Monyet, dll. Deretan sebelah kanan pintu masuk, terdapat Kampoeng Kuliner, Toilet dan Gedung Diponegoro yang saat itu sedang digunakan untuk acara pernikahan. Sedangkan, sebelah kiri terdapat hotel wisata.

PATUNG DINOSAURUS
Pacar lama. . .

Skip dahulu area permainan dan perkulineran, kami lanjut masuk kompleks Benteng Van Der Wijck. Nah, masuk kompleks Benteng mulai terasa nyes nyesan. Mulai terasa ketika melihat lebih detail model bangunan, dinding dan juga jendela besi. Di pintu masuk Benteng, terdapat patung seorang lelaki gagah bernama F.A. Kortz sedang memegang senjata. Adakah yang tahu siapa F.A. Kortz?

Kami mulai berjalan menyusuri benteng yang terdiri dari tiga lantai dan alhamdulillaah tidak gelap. Bangunan khas zaman Belanda, tinggi dan dinding yang tebal sudah mulai rapuh karena hiasan lumpur hijau. Pada lantai satu, terdapat beberapa ruang pamer dokumentasi berupa foto Benteng sebelum, saat dan setelah pemugaran. Ada juga beberapa dokumentasi kunjungan wisata tempo dulu. Lanjut ke lantai dua. . .

RUANG KELAS BENTENG VAN DER WIJCK
Ada ruang kelas juga di lantai satu. Kanan pintu masuk Benteng. . .
RUANG BENTENG VAN DER WIJCK
Paku digunakan untuk cantolan baju. . .Hahahaha

Di lantai dua petakan ruang lebih sedikit dibanding lantai satu. Nama ruang masih tertempel rapih dan terlihat jelas. Ruang Rindam, Ruang Kasad, misalnya. Sebatas tahu nama ruangnya saja, dan melihat beberapa foto Panglima Kodam (Pangdam) berjejer di dinding. Dilantai ini, saya juga melihat ada ruang studio yang masih lengkap dengan propertinya. Apa mungkin dimanfaatkan untuk foto prewed, ya? Hahahaha

DAN DINDAM DI BENTENG VAN DER WIJCK
Koleksi Foto. . .
FOTO TOKOH PANGDAM
Bapak Jenderal gak senyum . . .

Entah mengapa, saya merasa sedikit bosan singgah dari ruang ke ruang yang sama sekali tak diketahui fungsinya. Gara-gara gak menggunakan Guide, sih, ya. Jadi, rasanya kurang greget. Setelah dua lantai disinggahi, kami mencoba naik ke lantai paling atas. Dan, ternyata ada beberapa tangga ditutup. Begitu pun pintunya. Tertulis “Jangan Ketok”. Hayooo, merinding ding ding!. Hahaha. Enggak, ding, itu tangga memang sudah tidak berfungsi. Mungkin karena sudah rusak anak tangganya.  Tenang, masih ada dua tangga menuju lantai tiga untuk menikmati kereta wisata atas benteng.

KERETA ATAS BENTENG VAN DER WIJCK
Kereta atas benteng. . .

KERETA KUDA BENTENG VAN DER WIJCK

Sebagai penghibur, karena merasa gagal berwisata sejarah di Benteng Van Der Wijck, akhirnya kami berkeliling menggunakan kereta wisata dan juga kereta kuda. Adem banget rasanya menikmati kereta wisata atas  benteng. Karena, penumpang diajak berkeliling menikmati pemandangan Benteng dari atas. Sedangkan kereta kuda, bisa dinikmati di lantai satu, berputar mengelilingi kompleks Benteng Van Der Wijck. Harga tiketnya bervariasi, mulai dari Rp 10.000 per orang. Sayang banget gak ada tiket terusan, kan biasanya jatuhnya lebih murah. Termasuk terusan ke area kolam renang. Hahahaha. Maunya, ya!

ANEKA KERAJINAN TANGAN OLEH-OLEH BENTENG VAN DER WIJCK
Kerajinan tangan. . . Sepuluh ribu-an. . .

Jika sudah merasa puas mengelilingi Benteng, teman-teman bisa melihat aneka macam oleh-oleh dan segalam macam kerajinan tangan dari kayu di pintu keluar. Harganya mulai dari Rp 10.000. Sebagai pengunjung yang pernah singgah di Benteng Van Der Wijck, saya banyak berharap pihak pengelola lebih meningkatkan lagi fasilitas. Seperti pemeliharaan dinding Benteng bagian dalam, perawatan anak tangga, tanpa mengurangi nilai sejarah. Semoga juga ada penambahan Guide di wisata sejarah Benteng Van Der Wijck, Gombong.

Benteng Van Der Wijck Kab. Gombong

Jenis Wisata: Taman Wisata Sejarah dan Rekreasi Keluarga
Alamat: Jl. Sapta Marga, Kec. Gombong, Kab. Kebumen, Jawa Tengah.
Jam Buka: Tiap hari, Pukul 08.00-16.00 WIB
Harga Tiket Masuk: Rp 8.000 per orang

29 Comments

  1. Benteng ini mungkinkah ada hubungannya dengan film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijkc juga mbk? Hahaaa jadi penasaran. Semoga bisa kesana nanti…
    Good Traveling 🙂

    Aamiin. . . :mrgreen: ^_*<

  2. ini benteng tapi kayak taman wisata yo mbk hehe….kalau ada guidenya kan enak,lebih mudeg aja 😀

    Memang sudah ditambah dengan Taman Wisata. Hahahaha ^_*<

  3. wekekek teteupp yaa dah main kuda-kudaan ^^
    mampir ah ntar klo nyasar di gombong 😀

    Hahahaha. Adanya kuda, sih, Mba. ^_*<

  4. jenk???

    kok bentengnya masih bagusan??
    resepnya apa?
    ntu benteng mirip yang di ngawi, kyknya banyak hantunya deh.

    Untuk tiket masuknya lumayan murah euy…
    Beda ma yang di Solo, malah nggak di buka buat umum.

    BTW, OTW, busweyyyy…
    makasih yak udah komen di blog saya yang kata temen ku dulu lumutan.

    Kenapa gak dibuka buat umum? Sakral ya? Lumut ijoo. . .Hahahaha ^_*<

  5. Sama Kapal Van Der Wijck ada hubungannya gak,,, entah kenapa aku kok kepingin foto sama bangunan yg bercat merah itu,,, keren keknya ^^

    Gak ada. Ke Gombong ajah, Kaka.^_*<

  6. Setidaknya kondisinya jauh lebih mending daripada benteng Vastenburg di kota Solo. Setidaknya juga, anak-anak tidak lagi takut masuk benteng karena di dalam benteng banyak mainannya jadi mereka ingin dikurung di dalam benteng hahaha. 😀

    Pernah posting yang Benteng Vasternburg ya, Mas? ^_*<

  7. Suasana pas hujan di halaman itu agak mistis, Mbak Idah..Jadi membayangkan para serdadu jaman dulu berbaris atau upacara di sana…

    Yang ada dipikiran, “aduuh, bakal gagal ke Pantai”. Hihihi ^_*

  8. Kenapa pas baca judulnya aku malah kebayang, “Tenggelamnya kapal Van Der Wijck…” Apa gara-gara ada Reza Rahardian o.O
    Wisata sambil menyelami sejarah… dapet dua poin plus!

    Penggemar Reza yak. 😀 ^_*

  9. Baru ku tahu ada nama benteng Van Der Wijck 😉
    Yg ku tahu Van Der Wijck adalah nama buku roman Pujangga Baru van Indonesie karya Buya Hamka yg venomenal itu … 😉

    Ciee, pecinta buku. .. 🙂 ^_*

  10. Aku, tahu Benteng ini dulu dari pelajaran sejarah. Abis itu udah lupa lagi. Eh postingan ini bikin teringat kembali. Ternyata asyik ya tempatnya. Aku kira dulu cuma benteng pertahanan aja.

    Postingan yang bermanfaat banget. Terutama untuk anak muda yang sudah jarang ingat sejarah.

    TFS, Mak. ^^

    Ini juga baru bebrapa tahun ini ditambah dengan taman wisata, Mba. Hehehe ^_*

  11. tiga tahun lalu pernah kesana mba, potret2 jg..hiks sayang .. ya sekarang ga tahu lagi filenya kemana.
    Mba Idah Ceris sering travelling ya tiap akhir pekan? hehehe..

    Cari coba, Mba. Kadang2 koq, Mba. ^_*

  12. Saya bantu jawab semua pertanyaan diatas ya,saya kebetulan sedang menyusun skripsi di kab.kebumen dan bertemu dengan pengelola obwis Benteng Vander Wijck,benteng ini ga ada hubungannya sama sekali dengan film itu,besi yang diatas benteng itu untuk menaruh kasur saat masih dijadikan asrama sedangkan besi yang disamping dijadikan untuk tempat menaruh topi atau senjata

    Terima Kasih penjelasannya, Kakaa. Sangat membantu nih. Selamat mengerjakan tugas, ya. ^_*

  13. Woh, udah berkali-kali lewat daerah ini tapi kok baru sekarang tau ada benteng, jadi belum pernah mampir. Untung ada blogger :))

    Lain waktu ya, Mba. ASyiik lho. .. ^_*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *