Floating Market Lembang, Bandung. Akhir bulan Maret ada tanggal merah dan kebetulan harinya harpitnas gitu. Saya pun memutuskan untuk berlibur ketimbang istirahat di rumah. Hari Jum’at, saya bersama si hidung besar memutuskan untuk jeng-jeng ke Bandung. Alhamdulillaah, semua terlaksana dan perjalanan saya dari Banjarnegara pun lancar. Sesampainya di Bandung, kami langsung melakukan perjalanan sesuai dengan route dan apa yang sudah ditulis oleh Dora dalam buku kecilnya. Floating Market Lembang, Bandung adalah tujuan terakhir kami sekaligus Kopdar bersama Blogger Bandung. Personil Kopdar Floating Market Lembang adalah: Pakdhe Cholik Feat Budhe, Teh Dey Feat Keluarga, Teh Nchie Feat Keluarga, Bibi Erry Feat Keluarga, Bang Aswi, Mba Alaika, Mba Fitri, Mba Ika, Mba Anita, Una dan Saya. ;)

Saya sendiri memang penasaran sih dengan objek wisata Floating Market Lembang, Bandung ini. Ketika dengar kata Floating Market tuh rasanya gimana ya, ah pokoknya penasaran aja meski sudah beberapa kali melihat postingan dari beberapa sahabat Blogger Bandung. :P Floating Market Lembang Seperti apa sih keindahan Floating Market Lembang? Anda bisa menikmati suasana yang adem serta keindahan Floating Market Lembang, Bandung melalui postingan saya ini. #semoga bisa menikmati.

Floating Market Lembang, Bandung

Mulai dari gerbang masuk nih. Harga Tiket Masuk (HTM) Floating Market Lembang (FML) yaitu Rp. 10.000,-. Relatif terjangkau, kan? Hampir sama dengan HTM ke Curug Maribaya, Dago Pakar. Setelah mendapatkan tiket, Anda bisa langsung  masuk dengan hati riang. Selain berfungsi sebagai tanda masuk, HTM ini digunakan untuk menukarkan segelas minuman.

Tempat Parkir Floating Marketing

Setelah melewati gerbang masuk, pasti Anda akan mencari tempat parkir, kan? Pastinya dong, masa mobilnya mau dibawa masuk ke area FML. :P Anda tidak perlu khawatir untuk kenyamanan parkir kendaraan, karena di Floating Market Lembang tempat parkirnya sangat luas. Meskipun ramai, tapi tetap saja Anda mendapatkan tempat parkir mobil.

Tata Tertib Masuk FML

Sebelum masuk area Floating Market Lembang, Ada baiknya Anda membaca tata tertib Floating Market Lembang yang terdapat di pintu masuk FML. Saya membaca beberapa tata tertib yang ada, karena keterbatasan memori ingat, jadi saya hanya ingat beberapa tata tertib saja. Diantaranya; tidak boleh membuang sampah di kolam, tidak boleh membawa makanan dan atau minuman ke dalam area FML dan silakan perbesar gambar untuk lebih jelasnya. :P Eh, tapi saya melihat Una dan Teh Nchie menyelipkan pisang dan minuman gitu ke dalam tas. Saat masuk pun masih aman-aman saja dan pisang dari pakde bisa dinikmati di dalam area. :lol:

Pintu Masuk Floating Marketing

Foto di atas diambil di depan pintu masuk Floating Market Lembang, bentuknya seperti rumah joglo yang ada di SPBU Joglo Banjarnegara, persis banget. Di sini tidak menjumpai satpam atau penerima tamu wisatawan secara khusus, jadi tidak salah kalau Una bisa menikmati pisang di dalam, kan?

Memang tidak ada penjaga khusus di pintu masuk sih, karena di pintu masuk atau rumah joglo ini kami langsung disambut dengan mba dan mas yang menawarkan minuman.

Tempat Penukaran Minum

Di sinilah Anda bisa menukarkan Tiket Masuk dengan segelas minuman. Anda bisa memilih minuman sesuka hati, ada milo anget dan dingin, kopi susu anget dan ada minuman jahe juga.

Tempat Penukaran Koin

Selain sebagai tempat untuk tukar tiket minum, di sini Anda bisa menukar uang Anda dengan Koin. Mengapa harus ditukar dengan koin? Karena di Floating Market Lembang, setiap transaksi pembelian harus menggunakan koin, alias tidak boleh menggunakan uang cash. Saat itu, saya hanya menukarkan uang saya Rp. 25.000,- untuk membeli jajan di Floating Market.

Perahu Terapung di Floating Market

Lihatlah penampakan Perahu Terapung. Mereka menjual aneka jajanan persis di atas perahu, Jajanan yang mereka tawarkan seperti; Mie Kocok, Mie Jowo, Tutut, Combro Salju, Serabi Jokowi, Pisang Aroma, Rujak, Tahu Susu Crispy, Ronde Jahe, Otak-otak dan berbagai macam aksesoris. Para penjual pada berjualan di atas perahu kertas gitu. Anda bisa membeli jajan sebanyak mungkin, sepuasnya. Jika Anda belum menukarkan koin, di sini ada tempat penukaran koin juga. Tenang saja, tempat penukaran koinnya tidak hanya satu koq, ada banyak, puluhan, bahkan lebih. :P

Tahu Susu Crispy

Tahu Susu Crispy

Serabi Solo Jokowi

Serabi Solo Jokowi

Perahu terapung ini tidak hanya menyediakan makanan khas Bandung, karena di sini ada Pak Jokowi juga. Adalah Serabi Solo. Pak Jokowi dimana-mana ada tuh ya. Sampai serabi saja dikasih label Jokowi. :lol: Sebenarnya saya ingin sekali mencoba mie kocok sih, tapi sudah diwanti-wanti jangan kekenyangan, karena sudah dipesankan makan siang. Jadilah saya icip-icip Tahu Susu Crispy, Rujak dan Toet-toet. Kemanapun pergi, kalau melihat rujak koq rasanya eman-eman banget kalau gak dibeli ya. Rujak yang sangat pedas, bisa mencairkan suasana.

Reruputan

Perahu Dayung

Perahu Dayung

Sambil menikmati makanan, Anda juga disuguhi pemandangan yang membuat hati adem, karena memang suasananya asri. Banyak pepohonan dan rumput disekitar. Awas, jangan pijak atau memetik rumput di area FML, karena dilarang. :P Anda juga bisa menikmati atau bermain di wahana air. Mereka menyediakan perahu dayung, boat kecil dan angsa air. #Eh, koq angsa air sih. :lol:

Setelah puas duduk dan menikmati aneka jajan di Floating Market, masih ada beberapa pilihan untuk bersantai, bisa beristirahat di gazebo, melanjutkan perjalanan ke sawah, taman kelinci dan bisa menikmati makanan lagi di restaurant atau tempat makan yang sudah disediakan. Lho, koq kemaruk banget ya. :P

Nasi Timbel dan Sop

Ada beberapa menu makanan yang disediakan, soto, seafood dan nasi timbel. Kalau kami  sudah dipesankan nasi sama emak-emak EO. :lol: Sebelum makanan berat datang, kami disuguhi sayur asem. Sayur asem tuh dimana-mana sama, rasanya asem. Eh, itu ada coklat ya. Coklat itu pemberian dari Pakde, jadi sebelum makan Pakde bagi-bagi sembako dulu. Masing-masing warga negara tuh mendapatkan dua coklat, terkecuali para emak-emak dapatnya lebih banyak. :P Makanan berat isinya, nasi, ayam goyeng, tahu, gereh dan beberapa atribut mengelilinginya, termasuk krupuk berbentuk ikan.

Bersama Blogger Bandung

Wah, udah panjang benar postingannya ya. Padalah saya belum menjamah semua isi dari Floating Market Lembang. Belum ke sawah untuk bercocok tanam, taman kelinci dan belum bermain di wahana air. Sebenarnya sebelum makan mau ke Taman Kelinci, tapi ternyata kami salah jalan. Bibi Erry tuh sing nyasarke ke jalan buntu. :lol:

Area BAru di Floating Market

Oh iya, ada satu tempat yang sepertinya masih dalam tahap pengerjaan nih. Entah mau dibuat apa, saya tidak tahu. Yang jelas, ada beberapa kayu dan batu disekitar tempat itu.

Saya akui, konsep dari sebuah objek wisata Floating Market Lembang, Bandung sangatlah bagus. Tempat wisata ini cocok sekali untuk memanjakan anak-anak Anda, cocok juga untuk jeng-jeng bersama AA atau BB, intinya sih cocok untuk sipapun tanpa memandang usia, apalagi jenis kelamin. :P Anda tidak mungkin menyesal, jika berkunjung ke Floating Market. Ucapan Terima Kasih saya haturkan kepada seluruh sahabat Blogger Bandung khususnya dan semua sahabat yang ikut kopdar di FML. :) Maaf ya, jika saya merepotkan kalian, salamin satu-satu. ^_*

Floating Marketing Bandung

Bagaimana, apakah Anda bisa ikut merasakan keindahan Floating Market Lembang, Bandung melaui postingan saya ini? :) #berharap bisa. :P

Floating Market Lembang, Bandung.
Jl. Grand Hotel No. 33E, Lembang. Telephone. (022) 278 22 66

Keterangan:
Beberapa Foto di atas pinjam dari Teh Dey dan Una.