kolam-renang-di-banjarnegara

Gagal ke Pantai Sodong, Bersenang-senang di Kolam Renang Purbasari

Nak, ngga lama lagi kita akan main ke Pantai. Di sana ada banyak pasir, lho.” Puteri kecilku, Syaquita, lagi senang-senangnya mainan pasir di sebelah rumah kami. Bukan gundukan pasir utuh, sih. Hanya timbunan pasir dan tanah yang telah menyatu. Dia mengeruk pasir pelan-pelan dengan sendok, lalu dituang ke dalam gelas plastik berukuran kecil. Lalu setelah penuh, baru lah ditumpahkan di atas papan dan dibuat berjejer, gitu. Eeeh…ada yang masa kecilnya mainan suka mainan pasir seperti Syaquita? 😀

Mainan pasir nampaknya akan makin asyik jika dilakukan di tepi pantai. Bisa mengumpulkan, mencetak seberapapun karena memang ketersediaan pasir di sana, tuh, tak terbatas. Ngga seperti di samping rumah kami. Makanya saat punya rencana untuk menghadiri event ke Pantai Sodong, Cilacap, aku mencoba sounding kepada Si Kecil dengan memberi pandangan bahwa dia bisa mainan pasir degan leluasa di pantai. Sekali mendayung lah, ya.

Melihat ekspresi kebahagiaan dengan meloncat-loncat, lalu memeluk Ibunya. Ini sungguh mengejutkan. Uwwh…bikin terharu saja ini bocah. Betapa mudahnya membahagiakan anak kecil, ya. Baru dibisikin rencana saja langsung sumringah. Ditambah lagi saat packing, kami memasukan beberapa peralatan yang biasa digunakan untuk mainan pasir. Dia tambah bahagia, dong. Mungkin dalam benaknya sudah ada semacam gambaran bermain pasir di pantai. Padahal, ya, dia belum pernah ke pantai. Hahaha.

SODONG CULTURE FESTIVAL

Gagal ke Sodong Culture Festival…

Sayang banget, niat untuk ke Pantai Sodong bersama teman-teman GenPI Banyumasan gagal karena suatu musibah. Malam hari sebelum hari H, hujan deras mengguyur Pantai Sodong dan sekitarnya. Beberapa teman yang standby di sana mengabarkan bahwa, hujan sempat diikuti angin kencang. Hujan badai, gitu. Makanya kami gagal ke Cilacap karena segala sesuatu yang telah dipersiapkan mereka ternyata hancur, termasuk panggung yang akan digunakan untuk acara Jazz. Dengan berat hati, mereka membatalkan event bertajuk Sodong Culture Symphony (SCS). Pun denganku, dengan berat hati mencoba menyampaikan juga kepada Syaquita bahwa, kami gagal ke Pantai. Kali ini, dia ngga merespon apapun. Hanya menatapku dalam, lalu memegang kedua pipiku. Duuuh…jangan-jangan aku dikira PHP-in dia, nih. Eeeeh…anak kecil mana paham PHP. 😀

Ngga tahu kenapa, ada yang mengganjal dalam hati ketika aku menyampaikan kepada Syaquita kalau kami gagal ke pantai. Seperti ada rasa bersalah, gitu. Merasa tak ingin membuatnya sedih, Sabtu lalu aku mengajak dia jalan-jalan ke Purbasari Pancuran Mas bersama Tante dan Ella. Aku mengajak mereka karena pada hari itu mereka sudah terlanjur izin kerja. Ketimbang pada santai di rumah, mending jalan bareng Syaquita selagi belum pada punya gebetan. Hahaha.

Kolam Renang Purbasari

Bersenang-senang di Kolam Renang Purbasari

Purbasari Pancuran Mas adalah obyek wisata buatan yang terkenal dengan Aquarium Ikan Raksasa Arapaima Gigas. Aku mengajak Syaquita ke sini bukan hanya untuk melihat koleksi ikan dan aneka satwa lainnya, tapi juga mengajaknya renang. Berbekal tiket masuk Rp 18.000 per orang, kami bisa jalan sampai gempor keliling Purbasari dan renang sampai kulit keriput.

Selain mainan pasir, Syaquita juga bahagia jika diajak renang. Pikirku, renang ini sebagai ganti mainan pasir. Sebenarnya ini nekat banget, sih, karena kondisiku saat itu sedang datang bulan hari kedua. Artinya, ngga mungkin aku ikut renang. Makanya sebelum berangkat, aku minta tolong ke Tante untuk membawa baju renang supaya Syaquita ada temannya. Aku juga sempat tanya-tanya toko yang jual baju renang anak di daerahnya, tapi nampaknya jarang.

Sesampainya di Purbasari, aku lihat Tante hanya membawa dompet saja. Ngga bawa perlengkapan renang. Yasudah, akhirnya aku putuskan untuk tetap mendampingi Syaquita renang meski hanya dipinggir. Pun dengan Tante, ikut turun ke dalam kolam renang, bergantian dengan aku. Sementara Ella, dia keprok-keprok hore aja di pinggir kolam. 😀

Purbasari Pancuran Mas

Uwwh…ketemu kolam renang saja bahagia banget…

Beruntung, kolam renang di Purbasari ngga mengharuskan para perenang untuk memakai baju renang. Soalnya, setelah aku buka ransel, ternyata baju renang Syaquita ngga aku bawa. Karena aku ngga melihat toko yang jual baju renang anak di sana, terpaksa lah dia renang pakai kaus dalam dan celana pendek. Hihihi. Tapi tenang, untuk kaus dalam, pempers, perlengkapan mandi, dan baju ganti, available di ransel Ibuk. 😉

22 thoughts on “Gagal ke Pantai Sodong, Bersenang-senang di Kolam Renang Purbasari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *