PESISIR PANTAI KARANG BOLONG

Inilah Pantai Buayan yang Kami Cari

Aku mempunyai kebiasaan yang akhirnya aku jadikan kewajiban. Yaitu sebelum berangkat berpetualang ke objek wisata wajib mencari informasi sedetil mungkin, referensi sebanyak-banyaknya agar bisa menikmati wisata dengan tertib, nyaman dan aman. :mrgreen:

Saat mempunyai niat untuk berpetualang ke Kabupaten Kebumen, saya sudah mengantongi tiga destinasi yang akan saya singgahi dalam waktu satu hari. Benteng Van Der Wijck, Pantai Buayan dan Pantai Menganti.

Beberapa waktu yang lalu, Benteng Van Der Wijck sudah saya tulis di sini. Jadi, sekarang lanjut ke destinasi berikutnya, yaitu Pantai Buayan.

Alasan memilih Pantai Buayan, karena diantara kami masih asing dengan nama pantai ini. Saya mendapat informasi pantai ini dari Wikipedia. Browsing sana-sini, enggak menemukan keterangan tentang pantai tersebut. Ya sudah, namanya mau berpetualang, nantinya juga insya Allah ketemu.

Bagaimana kami bisa sampai ke Pantai Buayan?

Pantai Buayan, kurang lebih 20 km dari Benteng Van Der Wijck Gombong. Dari Gombong kami hanya mengikuti jalan utama beraspal, dengan jarak tempuh kurang lebih 40 menit menggunakan sepeda motor. Berbekal panduan arah yang ada ditiap lampu merah, jalan raya dan atau tikungan, sampailah kami di Kecamatan Puring.

Di sinilah kami hampir saja terkecoh untuk singgah ke Pantai Petanahan, yang lokasinya tak jauh dari jalan raya. Tapi, kami tetap meneguhkan hati. Karena, Pantai Petanahan tidak masuk dalam list kami. Masih memanfaatkan plang atau petunjuk jalan, sampailah kami di Kecamatan Buayan.

Terlihat loket pembelian tiket masuk. Kami bertanya kepada petugas tentang lokasi Pantai Buayan. Dan, setelah berdiskusi, ternyata di Kecamatan Buayan, sama sekali tidak terdapat Pantai. Apalagi Pantai Buayan. Dan, yang ada adalah Pantai Karang Bolong.

Maybe, Pantai Buayan yang dimaksud Paman Wikipedia adalah Pantai Karang Bolong. Seperti halnya Pantai Indrayanti yang mempunyai nama lain Pantai Pulang Syawal. Mengapa Wikipedia menamainya Pantai Buayan? Mungkin, karena Pantai tersebut ada di Kecamatan Buayan. Hahaha

Seperti apa, sih, Pantai Buayan atau Pantai Karang Bolong saat ini?

Karena kami sudah didepan pintu masuk Pantai Karang Bolong, jadi kami putuskan untuk membeli tiket masuk seharga Rp 3.500. Lumayan lah, ya. Maksud saya, lumayan untuk income Pemda Kebumen.

Masuk area pantai, kami langsung parkir motor. Parkir di sini insya Allah aman, karena ada Bapak Parkir yang menjaganya. Tempat parkir yang dibangun secara tidak permanen cukup untuk dua puluh motor. Jika sedang ramai, pengunjung bisa memarkirkan kendaraannya di sekitar area pantai bagian luar.

OMBAK PANTAI KARANG BOLONG

Ombaknya dahsyat. . .

Melihat pemandangan pantai ini cukup lah, ya. Maksud saya, cukup enggak enak. Pantai yang memiliki pasir hitam memiliki pemandangan sampah yang cukup memprihatinkan. Saat itu, pemandangan sebelan kiri, lumayan penuh dengan sampah. Dominan sampah-sampah kayu atau batang-batang pohon. Tampak beberapa warga sedang memilah sampah, khususnya batang kayu yang cukup besar. Mungkin akan dimanfaatkan untuk kayu bakar.

PANTAI KARANG BOLONG KINI

Katanya, sampah berserakan tuh manusiawi. . .

Sesuai dengan namanya, Karang Bolong. Ada banyak karang disekitar pantai. Karang besar yang ada dipinggir pantai banyak dipilih oleh para wisatawan untuk berfoto. Satu ciri khas dari pantai ini, adalah adanya Karang yang berlubang atau bolong. Lalu, kami memutuskan untuk mendekat ke arah karang bolong.

Kami Singgah Di Goa Karang Bolong

Pemda tidak memberi izin kepada para pengunjung untuk bermain dengan ombak, karena ombak Pantai Karang Bolong tergolong besar. Selain itu, airnya pun keruh, cokelat. Enggak cocok banget buat ceburan. Karena hari sudah siang, cubitan matahari begitu terasa. Adik meminta untuk shalat dzuhur di area pantai karang bolong. Lumayan banget, di pantai ini terdapat mushola, toilet dan kamar mandi yang cukup memadai.

PANTAI KARANG BOLONG KEBUMEN

Hijaunya Goa Karang Bolong. . .

Namun, sebelum menuju Mushola, kami singgah dahulu di Goa Karang Bolong. Goa yang lumayan panjang ini terletak di sebelah timur pantai. Tepat di mulut Goa terdapat tempat duduk dan meja yang berisi aneka makanan dan cemilan. Mereka ramah, menawarkan aneka cemilan dengan cara mendekati kami. Tapi, sayang banget, saat itu saya belum ingin membeli jajan.

GOA KARANG BOLONG

Penjual agak mengganggu pemandangan, ya. . .

Jujur, keadaan mereka yang berada tepat di mulut goa membuat pemandangan karang menjadi kurang apik. Coba kalau mereka agak geser ke utara dikit, tidak tepat di depan goa. Karena, dari jauh goa akan tampak sedikit banget.

Membaca di situs pemda kebumen, Goa Karang Bolong memiliki panjang kurang lebih 30 m, lebar 10 m dan tinggi sekitar 5 m. Goa ini sampai sekarang masih berfungsi sebagai sarang walet. Sayang sekali, saat itu sedang tidak ada kegiatan unduh walet. Di sekitar pantai dan goa, dijumpai banyak Bapak-Bapak sedang memancing. Menurut mereka, ikan-ikan di Pantai Karang Bolong lumayan melimpah.

GOA KARANG BOLONG LEPAS

Ngintip Karang Bolong lepas. . .

Objek wisataΒ Pantai Buayan atau yang lebih dikenal dengan Pantai Karangbolong kini sudah ada retribusi atau tiket masuk khusu ke kawasan pantai. Untuk itu, saya banyak berharap ada petugas khusus yang menjaga kebersihan pantai ini. Tentunya, didukung para pengunjung juga, ya. Agar sampah tidak berserakan dan pantai tetap terlihat cantik, bersih.

Pantai Buayan atau Pantai Karang Bolong

Jenis Wisata: Pantai Pasir Hitam dan Goa
Tiket Masuk Per Tahun 2013: Rp 3.500 per Orang. Anak-anak Rp 2.500,-
Parkir Roda 2: Rp 2.000,- Roda 4 Rp 5.000,- Roda 6 Rp 10.000,-
Fasilitas: Tempat Parkir, Mushola, Kamar Mandi, Toilet dan Warung

28 thoughts on “Inilah Pantai Buayan yang Kami Cari

  1. Oooh Pantai Buayan nama lain Pantai Karang Bolong yang kesohor ya Non.
    Goanya hijau teduh ya.
    Lihat atraksi panen sarang burung walet alaminya gak Non Idah. Salam hangat

    Iyaa, Ibu. Sayang banget, saya ke sana pas gak ada atraksinya e. . . ^_*

  2. sampah berserakan manusiawi? ckc ckc ck speechless deh πŸ™
    Sepertinnya deras juga ya arus airnya?

    HoOh, ombake guedee, Mba. .. ^_*

  3. wiii…. asyiknya jalan-jalan…. wah, sayang pemandangan pantai jd berkurang indahnya karena tumpukan sampah yaa… πŸ™

    Cari yang indah yuk, Mba. . . πŸ˜€ ^_*

  4. main ke pantai ayah ga mba? disana katanya lebih bagus sih..pulangnya mampir ngicipin sate ambal ga?? bagus tuh buat review jalan2..kirim aja mba ke leisure republika rubrik jalan2..:)

    Hanya lewat dowang. Waktunya gak cukup, Mba. .. πŸ˜€ ^_*

  5. Saya benar melihat di tivi dan membaca koran ttg perjuangan warga yang mencari sarang walet di gua itu. Kasihan sekali mereka.

    Sayang banget, pas saya ke san sedang gak ada atraksinya. ^_*

  6. Nice beach! Itu kalo dari Jakarta mau naek kereta tujuannya kemana ya? Ada kereta yang langsung ke Kebumen ngga? Thanks before mbak, salam kenal =)

    Di Kebumen ada Stasiun, sih. Tapi, gak tahu ada tiket Jkt-Kembumen apa enggak. Salam kenal kembali. ^_*

  7. Kok bisa kotor lho ya pantainya? >.<
    Apa di dekat sana ada muara sungai mbak? Jadinya kotor karena air sungai? Mosok kotor karena penduduk dekat pantai sih?

    Waah, saya gak tahu, Mas. PErlu cari tahu, ya. ^_*

  8. di pulau jawa sebenarnya banyak pantai indah ya. Sayang gak didukung pemerintah untuk dijadikan tempat wisata. Banyak yang gak terawat.

    foto nya cakep2

    Ada beberapa yang sudah didukung lho, Mba. Hihihih ^_*

  9. Bukitnya kelihatan indaah ya, tapi lihat sampahnya ngeselin. pengen pasang tulisan besar-besar di situ “yang buah sampah adalah iblis” *upsss..*

    Lihat bukitnya saja ya, Mba. Bair gak kesal. Hahaha ^_*

    -_-

  10. Aku justru sebaliknya Dah, kalau mau liburan, aku sengaja nggak ngeliat foto2nya di google, biar surprise saja. Kalau mencari info paling ya rutenya mungkin ya.. hahaha..

    Bukannya pas lagi cari rute itu kek udah sepaket lihat lokasi, Mas. Weks

  11. sy orang buayan. sy seneng baca tulisan ini. cuma mungkin ada beberapa yg perlu sy kasih masukan. pantai karangbolong memang kotor karena di sebelah timur terdapat sungai besar. Di sebelah barat pantai juga terdapat sungai walaupun kecil. dari sungai itulah sampah banyak terdampaar di pantai karangbolong. Tapi sampah itu kebanyakan sampah berupa kayu dan bambu. sampah itu di satu sisi sangat mengganggu, tapi di sisi lain memberi hikmah bagi warga karangbolong karena menjadi alternatif penting untuk kayu bakar. setiap ada banjir masyarakat mendapatkan berkah dari melimpahnya sampah kayu yang terdampar di pantai. ber-truk2 kayu diangkut dari pantai itu oleh warga. PErlu dicatat di sini, warga karangbolong mayoritas berprofesi sebagai penyadap nira kelapa sehingga sangat butuh kayu bakar. banyak penduduk yang menyadap sampai 50 pohon, bahkan ada yg sampai 80 pohon setiap hari. Bayangkan kebutuhan kayu bakarnya.

    Tapi terkait dengan kebersihan pantai bagaimana pun tetap menjadi kewajiban pemerintah (dan tentu juga masyarakat) untuk menjaganya. Di pantai karangbolong sekarang ini terdapat petugas kebersihan yabng rutin membersihkan pantai. dan sy rasa kondisinya sekarang lebih bersih.

    pada tahun2 1990-an katanya pantai karangbolong adalah pantai yag paling ramai. Tapi seiring waktu, tergantikan oleh pantai suwuk yang berada tepat di seberangnya. Jika kita menengok sebelah timur atau masuk ke guwa karangbolong kita sudah lihat pantai suwuk. dan banyak juga penbunjung dari panatai suwuk yang menyempatkan diri untuk menyeberang ke pantai karangbolong memakai perahu yang disewakan.

    OK. selamat menikmati

    Hai, Pak Hasan, Terima kasih sudah menambahi ya, Pak. Nanti saya posting buat tambahan referensi. πŸ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *