Ikan Bilih Danau Singkarak
Ikan Bilih Danau Singkarakini oleh-oleh dari Bapak Pansek, ketika beliau singgah ke Padang untuk menghadiri pelantikan Bapak Damsyi di PTA Padang. Ikan Bilih…
Segala Hal beraroma Kuliner
Ikan Bilih Danau Singkarakini oleh-oleh dari Bapak Pansek, ketika beliau singgah ke Padang untuk menghadiri pelantikan Bapak Damsyi di PTA Padang. Ikan Bilih…
Oseng-Oseng Mercon Cengis, yuuuuk!. Sore hari, saya mengajak Uut yang sedang harap-harap cemas menunggu HPL. Supaya tidak ada penolakan, saya mengajaknya dengan cara…
Ongseng Daun Pepaya H. Slamet sering banget gawe klangenan, ngangenin! Sudah pada tahu H. Slamet, kan? Adalah pemilik rumah makan yang sudah cukup…
Resep dan Cara Membuat Jamur Crispy Kriuk saya buat sesimpel mungkin. Mudah banget, tinggal menyiapkan beberapa properti saja. Semenjak belajar budidaya Jamur Tiram,…
Saya kembali teringat akan Oleh-Oleh Khas Jember berupa Proll Tape dan Suwar Suwir Primadona. Two days ago, ada teman yang menawarkan Proll Tape kepada saya by Phone. Dan tiba-tiba saja saya teringat pada Mba Wulan.
Adakah diantara kamu yang masih ingat dengan Mba Wulan? Itu lho, Mba Cantik yang beberapa bulan yang lalu datang ke Banjarnegara. Ya, otomatis saya ingat pada Mba Wulan. Karena, saat dia berkunjung ke Banjar, dia membawa oleh-oleh khas Jember yang bernama Proll Tape dan Suwar-Suwir.
Proll Tape dan Suwar-Suwir adalah cemilan khas Jember yang berbahan dasar Tape Singkong. Rasa Proll Tape milik Jember tuh makcethar banget. Saat itu, Mba Wulan membawa Proll Tape bertabur kacang. Menurutnya, proll tape bertabur kacang ini paling enak. Masih ada rasa lainnya, seperti; rasa keju, coklat, kismis dll. Pernah saya mencicipi cemilan ini, oleh-oleh kondangan. Tapi oleh-oleh dari kondangan itu rasanya tak secethar proll tapenya Jember. Tidak bermaksud membandingkan lho, ya. Kalau soal rasa, memang gak bisa bohong. Padahal, saya sih gak bisa buat. Hahahaha



Proll Tape khas Jember rame rasanya, nano nano. Gak hanya manis saja, rasa tapenya lebih terasa di lidah dan juga ada sedikit rasa kecut. Tapi kecutnya kecut seger, bukan kecut basi lho. Kue yang dicampuri dengan telor, susu dan baking powder ini terbungkus cantik dan rapih. Dibalut dengan kardus warna hijau, lalu bagian pojokan terdapat sedikit plastik yang memudahkan pembeli untuk mengintip si proll tape.
Pas saya intip dari luar, koq rasanya udah langsung pingin makan saja. Hihihi. Mba Wulan juga mempersilahkan untuk diicip dulu, tapi saya bilang kalau kami gak membawa pisau. Lalu Mba Wulan senyum manis gitu. Karena, ternyata di dalamnya sudah ada pisau plastik. Hahahaha. Pantesan, Mba Wulan senyumnya merekah banget. Hihihihi. Efek negatif dari ngintip ya gini, malah jadi malu-maluin. Hihihi
Rasa suwirnya juga rada kecut. . .
Saya pun langsung mengiris Proll Tapenya kecil-kecil, dimakan bareng sama Mba Wulan. Desi malah gak ikut icip-icip Prollnya, dia malah penasaran sama suwar-suwirnya. Jadi, dia milih makan suwar-suwir yang masih terbungkus.
Suwar-Suwir Khas Jember juga berbahan dasar dari Tape. Kalau kata Ibu saya tuh hampir mirip dengan Dodol. Bedanya kalau Suwar-suwir rada keras, gak lembek. Jadi, ya tetap beda kan, ya? Hahaha.

Menurut Mba Wulan, Proll Tape yang banyak diburu pembeli adalah Proll Tape milik Primadona. Toko yang menjual oleh-oleh khas Jember. Katanya, Oleh-oleh Khas Jember tidak hanya Proll Tape dan Suwar-Suwir Primadona Jember saja yang dijajankan. Ada Pie Tape dan aneka kreasi penganan berbahan dasar Tape. Oya, untuk harga Proll Tape silakan cari informasi sendiri, ya. Karena kan saya gak beli, jadi gak tahu berapa harganya. #MalasTanyaGooG.
Kalau kamu berani makan Proll Tape sambil Koproll gak? Atau makan Suwar-Suwir sambil Nyinyir. Bagi para sesepuh, penganan ini cocok untuk Anda! Hihihihi.

Inilah Bakpao dengan Aneka Rasa – Postingan tentang Bakpao ini terinspirasi dari postingannya Mba Ika. Adakah diantara kamu yang menjadi pecinta Bakpao? Rata-rata kadar kesukaan pada makan yang satu ini biasa saja, ya. Sukanya gak suka banget dan kayaknya gak ada yang benci dengan makanan empuk dan mengenyangkan ini. Saya termasuk yang biasa-biasa saja.
Bakpao merupakan makanan tradisional Tionghoa. Sering saya perhatikan, Bakpao ini banyak dijual di terminal bus. Biasanya para penjual Bakpao ini masuk bus, menawarkan dagangannya kepada para penumpang. Jarang banget melihat penjual Bakpao keliling desa apalagi standby di suatu tempat. Bakpao empuk banyak digemari oleh orang tua dan anak-anak.
Di Banjarnegara sendiri, saya jarang banget melihat orang yang berjualan Bakpao. Entah memang sudah langka, atau sayanya yang jarang menjumpainya. Suatu waktu, ditempat kursusan saya melihat penjual Bakpao. Tampilan bakpao ini gak seperti bakpao pada umumnya, yang bunder klweeer. Hihihi. Tampilannya lebih cantik, warna-warni dan mengundang perhatian. Kata si penjual, warna-warninya Bakpao ini sehat. Gak pakai pewarna yang membahayakan itu. Bakpao dijual dengan harga Rp 2.000 per buah, untuk semua rasa.

Kalau di daerah saya, ini bukan bakpao biasa. Mungkin di daerah kamu sudah biasa banget, ya? Selain tampilan, terdapat beberapa aneka rasa Bakpao. Rasa Susu, Kacang, Coklat, Ayam dan Nanas. Saya paling suka rasa Nanas. Manisnya gak terlalu, pas banget. Begitu juga rasa lainnya, pas menurut saya. Ini menandakan sebuah kreasi Bakpao. Terkesan tidak monoton bunder klewer, jadi yang makan gak bosen melihat bentuknya dan gak bosen dengan rasanya.
Penjual Bukan Bakpao Biasa ini aseli orang Wonosobo. Setiap pagi sampai sore dia berkeliling ke sekolah-sekolah, keliling kota dan sesekali standby di alun-alun. Banyak banget stok bakpao yang ia bawa. Dan uniknya, bakpao yang disajikan ini selalu anget. Karena sebelum dikasihkan pembeli, bakpao ini diangetkan dulu. Jadi, bakul Bakpao berkelilingnya tuh tidak hanya mendorong gerobak saja, tapi terdapat panci pengukus dan kompor didalam gerobak.

Tentang Bakpao ini, saya jadi ingat satu kejadian. Pernah lagi dingin-dinginnya, pas di terminal bus Mendolo ditawari Bakpao sama penjual. Suara penjual keras banget, Bakpao anget. . .Bakpao anget. . .Bakpao Anget. Karena pagi itu dingin banget, jadi tertarik untuk beli yang anget-anget, kan? Saya beli dua Bakpao bunder klewer rasa coklat, harganya Rp 3.000 per buah. Daaan, saya tertipu saudara-saudara. Saat Bakpao ditangan saya tuh sudah dingin, mungkin angetnya sejam yang lalu, pas Pak Bakul baru nyetok. Aaah, itu trik penjual. Dan pembeli hanya bisa ndoplong kalau kena trik, kan. Hahahaha.
Kalau kamu suka Bakpao Anget gak?

Sudah lama gak posting tempat nongkrong plus-plus yang ada di Banjarnegara. Plus-plus yang saya maksud di sini tuh plus makan lho, ya. Weeks.…
Eng ing eng. Yuuuk mari, ngeBlog lagi aah. Lesehan di Angkringan KR, Jogja membuka pintu masuk Langkah Baruku pada bulan Desember. Ada kesalahan…
REPOST PERKEDEL TAHU Perkedel Tahu. Di rumah saya, tahu putih akan bernasib malang jika hanya di bacem, direbus dan atau digoreng utuh. Namun,…
BBM-an Makin Ramai. Khusus di Desa saya, tampaknya minat masyarakat untuk menikmati BBM-an justeru semakin tinggi. Sempat dikabarkan, kalau BB bakal gulung tikar…