Opak #CemilanFavorit

Opak, atas dasar suka dengan cemilan yang satu ini, saya pun ingin mengabadikan kegemaran saya ndlidis opak. 😆 Hampir setiap hari, cemilan ini…

Read more

Moshi-Moshi Steak & Snack

Moshi-Moshi Steak & Snack. Beberapa waktu yang lalu, ketika saya hendak mengambil berkas coretan di asrama Kodim 0707 Wonosobo, saya mejumpai Fais sedang…

Read more

Tumis Pare #SayurFavoritSaya

Masakan Favorit. Judulnya maksa banget ya, Temans. Tetapi weekend kali ini memang sangat menyenangkan, ceria. Ceria bukan karena habis jeng-jeng, tetapi ceria karena di rumah sepi, sendiri, jadi senang dan bebaaaaaaaaas. Terus keluarga dan atau orang samping rumah sedang pada kemana? Mereka ada yang sedang nonton konser cherry belle dan ada yang sedang kondangan. Karena saya sedang tidak suka dengan keramaian, jadi saya memilih untuk di rumah.

Pagi tadi saya sarapan dengan nasi goreng plus krupuk, karena memang belum masak sayur. Menu untuk makan sore ini, adalah Tumis Pare. Tumis Pare ini masuk dalam daftar masakan favorit (kesukaan) saya lho. #gak tanya. Mungkin dari sekian sahabat ada yang tidak suka dengan Tumis Pare karena rasana pahit. Sebenarnya ada cara untuk membuat tumisan pare tidak terasa pahit sih. Tetapi jika tumis pare tidak terasa pahit, terus apa bedanya dengan tumis waluh jipang atau labu jipang? Setidaknya rasa pahit pada tumis pare ya harus ada lah, walaupun sedikit rasa pahitnya. bhuhuhuhu

Saya mengajak sahabat untuk  ikut Ceria Bersama Tumis Pare. Tetaplah ceria, meski yang masak gadis desa seperti saya. Cara masak tumis pare versi saya seperti ini.

Resep Masakan Tumis Pare

  • 2 buah pare
  • 3 buah cabai merah keriting
  • 2 siung bawang putih
  • 2 siung bawang merah
  • Kecambah, secukupnya
  • Cabai rawit, secukupnya
  • Udang Kecil, secukupnya
  • Garam dan gula secukupnya
  • Minyak, secukupnya

Cara Membuat Tumis Pare

1. Kumpulkan semua bahan yang akan dimasak. Maaf, tempenya diabaikan saja, karena saya tidak jadi memakai tempe untuk campuran.

Tumis Pare #Makanan Favorit
Bahan Untuk Tumis Pare

2. Belahsemua Pare, kemudian keluarkan semua biji pare dan iris secara melintang.

Bersihkan Biji Pare
Keluarkan Biji Pare

3. Setelah pare di iris semua, kemudian cabai merah di iris serong.

Cabai Merah
Cabai Merah

4. Buat racikan bumbu untuk tumisan pare. Brambang, Bawang, Cabai Rawit dan Garam, diulek.

5. Terakhir. Masukkan bumbu Tumis Pare dan Pare. Jika sudah terlihat setengah matang, baru Cabai Merah, Udang Kecil dan Kecambah ikut dicampurkan. Jangan lupa beri sedikut gula. Tunggu beberapa menit sampai Tumis Pare benar-benar matang. :chicken:

Sayur Pare
Sayur Pare Sudah Matang

Bhuhuhuhhu,Bagaimana Tumis Paremasakan saya? Tumis Pare memang sangat biasa ya, tetapi Tumis Pare ini menjadi salah satu menu favorit saya. Saya sengaja menyelipkan beberapa foto Cara Memasak Tumis Pare, hanya untuk dokumentasi di sini dan sekedar sebagai pengingat saja kalau hari ini saya masak Tumis Pare Favorit sesuka hati. Lagian dari pada menuh-menuhin Memory Card lebih baik di share supaya bisa berbagi Ceria Bersama Tumis Pare Favorit.

Apakah sahabat suka dengan menu Tumis Pare? Atau lebih suka dengan Mie Gimbal dan Buncis?

Kopdar Sunday Morning (SunMor) Lembah UGM

Episode Kopdar

:gembira: Kedatangan artis dari Sidoarjo memang rasanya sesuatu banget. #pinjam sesuatunya Tante Syahrini. Gak nyangka saja bisa ketemu dia secepat ini.  :ting: Niar Sri Sadono Ningrum, iya dia adalah Niar. Sebenarnya artis papan atas ini datang ke Jogjakarta hanya untuk bersinggah, beristirahat dan bermalam di tempat Budhenya. Kemudian, paginya rencana Pukul 08.00 WIB, Niar beserta keluarga akan melanjutkan perjalanan ke Solo untuk menghadiri acara pernikahan saudaranya. Jadi, aku pribadi minta maaf untuk temans Blogger yang ada di Jogjakarta, karena aku lupa tidak memberi kabar kalau mau ada kopdar. :kiss:

Waktu yang bernar-benar singkat itu kita manfaatkan untuk bersantai, jalan-jalan dan menikmati jajan di Sunday Morning (Sunmor) Lembah UGM. Selain ada Niar, ada Mas Furqon a.k.a Mas Mf, dan Mas Opick juga lho. Sempat merasa bersalah juga sama Niar dan Mas Mf, karena mereka sepertinya repot sekali mencari alamat kos Tante Nunu. Iya, aku bermalam di kos Tante Nunu. Sebenarnya Hotel tempat Niar bermalam yaitu di Hotel Paku Mas (hotel milik Budhenya Niar) letaknya tidak jauh dari kosnya tante. Tetapi karena penunjuk jalannya (aku) kurang paham arah Lor-Kidul, jadi mereka mubeng-mubeng dulu. :silau:

Haiiisst…ramainya suasana di Sunday Morning (SunMor) Lembah UGM, ternyata membuyarkan pandangan Niar lho. Aku ke Sunmor mbonceng Niar, dengan mata hatinya dia merasakan kalau Mas Mf lurus menelusuri jalan. Padahal sudah melewati Sunmor lho. Hahahahaaha :tutupmulut: Akhrinya kita kebablasen, Temans.  :megaphone: Mas Mf kemungkinan gak melihat kita bablas, jadi dia nyariin kita. Pasti paniklah, karena dua gadis dibelakang dia tiba-tiba hilang. :kacapembesar:

Mari bersma-sama kita nikmati suasana Sunday Morning (Sunmor) Lembah UGM, walaupun hari ini bukan Sunday dan bukan Morning lagi :

Pertama masuk Sunmor, tepatnya setelah keluar dari area parkir, Niar langsung gatel mata dan tangannya.  :melet: Di Sunmor memang banyak pedagang dan banyak barang-barang yang dujual dengan harga yang lumayan ramah dengan kantong.

Niar memilih Kodok

Pagi-pagi memeluk Shaun yang gedennya se Niar  serasa memeluk semut. :melet: Eh, ternyata dibelakag kita ada Mas Mf sedang menebar senyum kepada sejuta umat. :pelayan:

Shaun di Sunmor

Yang ini nih, naluri seorang perempuan keluar. Melihat pernak-pernik yang banyak pasti mata dan tangan susah dikendalikan. Pergi dari satu lapak ke lapak lainnya. 😉

Niar Mborong

Kalau aku ke Sunmor sama Tante Nunu pasti beli yang namanya “otak-otak“. Niar kuajak mencicipi otak-otak. Kalau Mas Mf dan mas Opick gak mauuu. Mungkin malu kali ya? :tinju:

Otak-otak Lembah UGM

Adegan ini adalah adegan disengaja, Temans. Ada yang sibuk makan, sibuk lihat kamera dan bengong tujuh turunan. :gembira:

Mas Mf Melongo

Bukan Chibi Biasa. Hahahahaha. :melet: Mas Mf dan Mas Opick, sebagai fotografer mungkin sudah tidak heran lagi dengan tingkah kita ya, Niar. :semangat!:

 Bukan Sekedar Chibi

Ayoo, dipilh-dipilih. . yang es teh, es capucino, es susu dan es bakar. Eh, es bakarnya belum ada. :melet:

Soto dan Minuman

Sengaja nempelin foto ini, karena wajah Mas Mf sunguh memelaskan. Gigit jari dan perut sudah lapar tapi belum pada makan, karena masih foto-foto. :chicken:

 Makanan masih panas

Sedari duduk di tempat makan, ayahnya Niar sudah menelphone terus. Jadi, sedikit gugup gitu, takut Niar ditinggal. 😀 Gugup? Ehm, gak gugup ding, kami masih sempat bernda dan foto-foto ria koq. 😛 Apalagi si Niar, masih ngincer celana batik.  :ha?: Seperti biasa, sebelum pulang, kami mampir ke stan Teh Pucuk untuk minta tolong difotoin. 😆 Untung saja mas-masnya baik, jadilah foto di bawah. :lovekiss:

Teh Pucuk di Sunmor

Kopdar ber empat tetap saja menyisakan senyum dan kenangan. Apalagi ditemani duo bersaudara Mas Mf dan Mas Opick, menambar suasana penuh dengan cekakak-cekikik. Terimakasih untuk Niar, yang sudah meluangkan waktu untuk kopdar bersama nyong dan wong nJogja. Terimakasih untuk tweetynya ya, Niar. :malaikat:

Terimakasih juga untuk Mas Mf dan Mas Opick, karena sudah menyempatkan diri untuk datang dan menemani kita jalan-jalan.  :ting: Cerita dan Kenangan Kopdar Sunday Morning (SunMor) Lembah UGM belum berakhir, masih ada cerita selanjutnya di Blognya Niar. #Next. :salaman:

Ps. Saya mohon maaf kepada teman-teman semua. Mungkin mulai dari besok sampai tanggal 21 November, saya tidak bisa blogwalking dan mengandalkan posting terjadwal. Saya pamit mau belajar dulu. Doakan saya, Temans.

Tweety