Resep dan Cara Membuat Buntil #MasakanFavoritBapak
Ngek-ngok, sekarang saya mau berbagi Resep dan Cara Membuat Buntil. Anda tahu Buntil? Buntil adalah masakan (lauk) yang terbuat dari daun talas dan merupakan kuliner khas Banjarnegara.…
Segala Hal beraroma Kuliner
Ngek-ngok, sekarang saya mau berbagi Resep dan Cara Membuat Buntil. Anda tahu Buntil? Buntil adalah masakan (lauk) yang terbuat dari daun talas dan merupakan kuliner khas Banjarnegara.…
Kreasi Masakan Serba Ikan – Kembali lagi bercerita event Festival Serayu Banjarnegara ya, gengs. 😉 Event kedua setelah Parade Budaya diisi Lomba Masakan…
Kebersamaan Yang Asyik di Kedai Ngapak. Ini sih menurut saya yang pernah merasakan indahnya nongkrong bersama teman-teman di sana. Apakah ada yang belum…
Resep dan Cara Membuat Seblak. Setelah beberapa bulan yang lalu dihebohkan dengan Bukan Pempek Biasa, akhir-akhir ini di Desa saya kedatangan makanan khas…
KFC Kriuk di Banjarnegara. Anda pasti sudah tidak asing dengan merek dagang yang berlogo seorang bapak berkacamata. Kentucky Fried Chicken yang kita kenal…
Opak, atas dasar suka dengan cemilan yang satu ini, saya pun ingin mengabadikan kegemaran saya ndlidis opak. 😆 Hampir setiap hari, cemilan ini…
Moshi-Moshi Steak & Snack. Beberapa waktu yang lalu, ketika saya hendak mengambil berkas coretan di asrama Kodim 0707 Wonosobo, saya mejumpai Fais sedang…
Masakan Favorit. Judulnya maksa banget ya, Temans. Tetapi weekend kali ini memang sangat menyenangkan, ceria. Ceria bukan karena habis jeng-jeng, tetapi ceria karena di rumah sepi, sendiri, jadi senang dan bebaaaaaaaaas. Terus keluarga dan atau orang samping rumah sedang pada kemana? Mereka ada yang sedang nonton konser cherry belle dan ada yang sedang kondangan. Karena saya sedang tidak suka dengan keramaian, jadi saya memilih untuk di rumah.
Pagi tadi saya sarapan dengan nasi goreng plus krupuk, karena memang belum masak sayur. Menu untuk makan sore ini, adalah Tumis Pare. Tumis Pare ini masuk dalam daftar masakan favorit (kesukaan) saya lho. #gak tanya. Mungkin dari sekian sahabat ada yang tidak suka dengan Tumis Pare karena rasana pahit. Sebenarnya ada cara untuk membuat tumisan pare tidak terasa pahit sih. Tetapi jika tumis pare tidak terasa pahit, terus apa bedanya dengan tumis waluh jipang atau labu jipang? Setidaknya rasa pahit pada tumis pare ya harus ada lah, walaupun sedikit rasa pahitnya. bhuhuhuhu
Saya mengajak sahabat untuk ikut Ceria Bersama Tumis Pare. Tetaplah ceria, meski yang masak gadis desa seperti saya. Cara masak tumis pare versi saya seperti ini.
1. Kumpulkan semua bahan yang akan dimasak. Maaf, tempenya diabaikan saja, karena saya tidak jadi memakai tempe untuk campuran.

2. Belahsemua Pare, kemudian keluarkan semua biji pare dan iris secara melintang.

3. Setelah pare di iris semua, kemudian cabai merah di iris serong.

4. Buat racikan bumbu untuk tumisan pare. Brambang, Bawang, Cabai Rawit dan Garam, diulek.
5. Terakhir. Masukkan bumbu Tumis Pare dan Pare. Jika sudah terlihat setengah matang, baru Cabai Merah, Udang Kecil dan Kecambah ikut dicampurkan. Jangan lupa beri sedikut gula. Tunggu beberapa menit sampai Tumis Pare benar-benar matang. :chicken:

Bhuhuhuhhu,Bagaimana Tumis Paremasakan saya? Tumis Pare memang sangat biasa ya, tetapi Tumis Pare ini menjadi salah satu menu favorit saya. Saya sengaja menyelipkan beberapa foto Cara Memasak Tumis Pare, hanya untuk dokumentasi di sini dan sekedar sebagai pengingat saja kalau hari ini saya masak Tumis Pare Favorit sesuka hati. Lagian dari pada menuh-menuhin Memory Card lebih baik di share supaya bisa berbagi Ceria Bersama Tumis Pare Favorit.
Apakah sahabat suka dengan menu Tumis Pare? Atau lebih suka dengan Mie Gimbal dan Buncis?
:gembira: Kedatangan artis dari Sidoarjo memang rasanya sesuatu banget. #pinjam sesuatunya Tante Syahrini. Gak nyangka saja bisa ketemu dia secepat ini. :ting: Niar Sri Sadono Ningrum, iya dia adalah Niar. Sebenarnya artis papan atas ini datang ke Jogjakarta hanya untuk bersinggah, beristirahat dan bermalam di tempat Budhenya. Kemudian, paginya rencana Pukul 08.00 WIB, Niar beserta keluarga akan melanjutkan perjalanan ke Solo untuk menghadiri acara pernikahan saudaranya. Jadi, aku pribadi minta maaf untuk temans Blogger yang ada di Jogjakarta, karena aku lupa tidak memberi kabar kalau mau ada kopdar. :kiss:
Waktu yang bernar-benar singkat itu kita manfaatkan untuk bersantai, jalan-jalan dan menikmati jajan di Sunday Morning (Sunmor) Lembah UGM. Selain ada Niar, ada Mas Furqon a.k.a Mas Mf, dan Mas Opick juga lho. Sempat merasa bersalah juga sama Niar dan Mas Mf, karena mereka sepertinya repot sekali mencari alamat kos Tante Nunu. Iya, aku bermalam di kos Tante Nunu. Sebenarnya Hotel tempat Niar bermalam yaitu di Hotel Paku Mas (hotel milik Budhenya Niar) letaknya tidak jauh dari kosnya tante. Tetapi karena penunjuk jalannya (aku) kurang paham arah Lor-Kidul, jadi mereka mubeng-mubeng dulu. :silau:
Haiiisst…ramainya suasana di Sunday Morning (SunMor) Lembah UGM, ternyata membuyarkan pandangan Niar lho. Aku ke Sunmor mbonceng Niar, dengan mata hatinya dia merasakan kalau Mas Mf lurus menelusuri jalan. Padahal sudah melewati Sunmor lho. Hahahahaaha :tutupmulut: Akhrinya kita kebablasen, Temans. :megaphone: Mas Mf kemungkinan gak melihat kita bablas, jadi dia nyariin kita. Pasti paniklah, karena dua gadis dibelakang dia tiba-tiba hilang. :kacapembesar:
Mari bersma-sama kita nikmati suasana Sunday Morning (Sunmor) Lembah UGM, walaupun hari ini bukan Sunday dan bukan Morning lagi :
Pertama masuk Sunmor, tepatnya setelah keluar dari area parkir, Niar langsung gatel mata dan tangannya. :melet: Di Sunmor memang banyak pedagang dan banyak barang-barang yang dujual dengan harga yang lumayan ramah dengan kantong.
Pagi-pagi memeluk Shaun yang gedennya se Niar serasa memeluk semut. :melet: Eh, ternyata dibelakag kita ada Mas Mf sedang menebar senyum kepada sejuta umat. :pelayan:
Yang ini nih, naluri seorang perempuan keluar. Melihat pernak-pernik yang banyak pasti mata dan tangan susah dikendalikan. Pergi dari satu lapak ke lapak lainnya. 😉
Kalau aku ke Sunmor sama Tante Nunu pasti beli yang namanya “otak-otak“. Niar kuajak mencicipi otak-otak. Kalau Mas Mf dan mas Opick gak mauuu. Mungkin malu kali ya? :tinju:
Adegan ini adalah adegan disengaja, Temans. Ada yang sibuk makan, sibuk lihat kamera dan bengong tujuh turunan. :gembira:
Bukan Chibi Biasa. Hahahahaha. :melet: Mas Mf dan Mas Opick, sebagai fotografer mungkin sudah tidak heran lagi dengan tingkah kita ya, Niar. :semangat!:
Ayoo, dipilh-dipilih. . yang es teh, es capucino, es susu dan es bakar. Eh, es bakarnya belum ada. :melet:

Sengaja nempelin foto ini, karena wajah Mas Mf sunguh memelaskan. Gigit jari dan perut sudah lapar tapi belum pada makan, karena masih foto-foto. :chicken:
Sedari duduk di tempat makan, ayahnya Niar sudah menelphone terus. Jadi, sedikit gugup gitu, takut Niar ditinggal. 😀 Gugup? Ehm, gak gugup ding, kami masih sempat bernda dan foto-foto ria koq. 😛 Apalagi si Niar, masih ngincer celana batik. :ha?: Seperti biasa, sebelum pulang, kami mampir ke stan Teh Pucuk untuk minta tolong difotoin. 😆 Untung saja mas-masnya baik, jadilah foto di bawah. :lovekiss:
Kopdar ber empat tetap saja menyisakan senyum dan kenangan. Apalagi ditemani duo bersaudara Mas Mf dan Mas Opick, menambar suasana penuh dengan cekakak-cekikik. Terimakasih untuk Niar, yang sudah meluangkan waktu untuk kopdar bersama nyong dan wong nJogja. Terimakasih untuk tweetynya ya, Niar. :malaikat:
Terimakasih juga untuk Mas Mf dan Mas Opick, karena sudah menyempatkan diri untuk datang dan menemani kita jalan-jalan. :ting: Cerita dan Kenangan Kopdar Sunday Morning (SunMor) Lembah UGM belum berakhir, masih ada cerita selanjutnya di Blognya Niar. #Next. :salaman:
Ps. Saya mohon maaf kepada teman-teman semua. Mungkin mulai dari besok sampai tanggal 21 November, saya tidak bisa blogwalking dan mengandalkan posting terjadwal. Saya pamit mau belajar dulu. Doakan saya, Temans.
” NEK DOLAN MARING MBANJAR, URUNG LENGKAP NEK URUNG NICIPI DAWET AYU KHAS BANJARNEGARA” Dawet Ayu Lele, Minuman Unik Khas Banjarnegara. Eceiye. .…