Oleh-Oleh Dari Australia dan Turki Membuat Gempar

Deng Deng Deng. . .Kira-kira bunyi nada SMS handphone saya seperti itu. Bunyi perulangan, karena ada beberapa SMS yang masuk. #penjelasan gak penting. Setelah saya buka, ternyata semua pesan masuk datang dari mamah. Beliau mengirim SMS lima kali dengan isi yang sama. 😆 Isi SMSnya biasa saja sih. Hanya mengabarkan, bahwa ada paketan datang. Saya segera membalasnya “Enggih, Mah. Matur Suwun”.

Balasannya begitu singkat, karena saat itu saya masih di Lab Komputer sedang belajar bersama. Beberapa jam kemudian, ketika saya sedang asyik mainan chat di Gtalk ada pesan masuk lagi. Hmm, lagi-lagi pesan itu dari mamah. Sementara saya abaikan, karena kemungkinan SMS tersebut adalah SMS susulan atau sambungan dari SMS tadi. Saya pun melanjutkan chating. Jika sedang chatingan, biasanya saya memang malas SMS-an. 😀 Jadi lah saya di telphone mamah, karena tidak membalas SMS dengan segera. Benar-benar riweh.

Untuk kesekian kalinya saya mendapatkan ceramah khusus dari mamah. Ini merupakan ceramah dadakan sih, karena datangnya secara tiba-tiba, melalui telephone pula. Tanpa basa basi, percakapan dimulai.

Mamah: Cepetan bali, iki ana paketan maning. Aja tukoni barang bae, Masya Alloh ka.

Cepat pulang, ini ada paketan lagi. Jangan beli barang terus, Masya Alloh“.

SayaNiku paketan saking sinten, Mah? Paketan saking rencang bilih. Idah mboten tumbasi barang-barang.

Itu paketan dari siapa, Mah. Mungkin paketan dari teman. Idah gak beli barang-barang“.

Mamah: Iki ana paketan loro, sing mau sekang Una, sing nembe teka ora ana jenenge. Cepetan bali, nang kene wis mendung. Mbokan udan, ko kan ora nggawa mantel ka. #nada suara mamah ada di nada “si”, terdengar sedikit kencang volumenya. 😆

“Ini ada daua paketan, yang tadi dari Una, yang baru datang tidak ada namanya. Cepat pulang, di sini sudah mendung. Barangkali hujan, kamu kan gak bawa mantel.”

Saya: Una rencange Idah. Enggih, Mah. Niki badhe wangsul. Sampun riyin nggih, Mah.  Assalaamu’alaikum.

Una Teman Idah. Iya, Mah. Ini mau pulang. Sudah dulu ya, Mah. Assalaamu’alaikum.”

Mamah: Wa’alikumsalaam. Ati-ati nang nggili ya.

“Wa’alaikumsalaam, hati-hati dijalan ya?.”

***

Ketika minggu kemarin datang paketan buku dari Pak Ust. Azzet hadiah Give Away, ekspresi mamah biasa-biasa aja tuh. Tidak se heboh kali ini. Iya, kalau datang paketan berupa buku, mamah sih santai saja. Tetapi kalau berupa barang, mamah sedikit snewen, karena khawatir kalau saya membeli barang yang tidak layak dibeli. 😆 Setelah sampai rumah, ternyata suasana sepi dan tidak ada satu pun manusia. Melihat dua paket berjejer di atas meja, saya langsung melihat paketan tersebut. Dan benar, paketan datang dari Una dan satunya tidak ada nama pengirim. Sok misterius banget ya, yang ngirim paketan. 😀

Oleh-oleh dati Australia

Ini nih, paketan dari Una. Dengar-dengar dia baru menengok kembarannya “Si Koala De La Dora”.  Alhamdulillah, saya dapat cipratan dari dia.  isi paketannya yaitu; Tas Kempit Warna Coklat-Hitam, Mouse Pad, Si Koala De La Dora dan Coklat kit-kat penuh sayang. 😆 Paketan datang tuh pas banget di tanggal 14 Februari, pas hari palentin gitu. Una paling suka dengan hari valentin. Selamat valentin lagi ya, Una. #telat.

Koala

Saya suka semua isi paketannya. Semua mempunyai nilai guna, Tas bisa saya pakai untuk jeng-jeng tuh ya. Mouse Pad tentu saja bisa saya pakai setiap hari, untuk alas geser-geser tetikus. Coklat langsung dilahap, dan Si Koala bisa dijejer dan menjadi teman Si Tweety. 😉 Eh, tau gak? Irunge Si Koala mirip mbanget karo irunge Una. 😆 ( Hidungnya Si Koala mirip sekali sama hidungnya Una ).

Oleh-oleh dari Turki

Nah, kalau yang ini isi dari paketan yang tidak ada nama pengirimnya. Isinya kaos awarna abu-abu bergambar dan bertuliskan Istambul dan tas cangklong warna Hitam-Biru. Meski tidak ada nama pengirimnya, tapi saya punya satu teman yang sedang study di Turki. Kemungkinan dia pengirimnya. Sudah saya kontak, tetapi belum ada jawaban. Masih misterius ini si pengirim ini ya. 😀

Koala berjejer dengan Tweety

Akhirnya, Si Koala berteman juga dengan Si Tweety. 😉 Diajak main bola, tapi Si Koala tetap saja memberikan pistol kepada mereka. Eh, itu pistol bukan sih. Hahahaha. Disela-sela sibuk  mencoba memakai kaos dan tas, mamah datang. Haduuuh, lagi-lagi saya mendapat ceramah khusus.

Mamah: We kan? Kue tuku maning mesti? Tukuni kaos, tas bae. Mbokan wis akeh? Jere ora duwe duit, malah tukoni kaos pendek kaya kue. Wis ora mangsane tukoni kaos pendek si.

“Tuh kan? Itu pasti beli lagi. Beli kaos, tas terus. Kan sudah banyak? Katanya gak punya uang koq beli kaos pendek seperti itu. Sudah gak jaman beli kaos pendek”.

Saya: Ya Alloh, Mah. Niki saking rencange, mboten tumbas. Tas niki saking Una.

Ya Alloh, Mah. Ini dari teman, gak beli. Tas ini dari Una.

Mamah: Bener sekang Una?

“Benar dari Una?”

Saya: Leres, Mah. Menawi mboten percaya, Idah telphone Una nggih?

“Ya benar, Mah. Kalau gak percaya saya telphonekan Una ya?”.

Mamah: Yawis, ora usah. Mbokan ko tuku. Aja tukoni barang-barang ya, sing ngirit. Nek ana rejeki lewih, mending ditabungaken bae.

“Gak usah. Saya kira kamu beli. Jangan beli barang-barang ya, yang irit. Kalau ada rejeki lebih, mending ditabungkan saja”.

Saya: Enggih, Mah. Mesti idah tabung, ampuna kewatir.

Iya, Mah. Pasti idah tabung, jangan khawatir.

Orang tua mana ketika melihat anaknya mendapat atau membeli barang-barang, tetapi tetap cuek atau tidak peduli. Saya kira, hampir semua orang tua terlebih ibu, ketika melihat anaknya medapat atau membeli barang pasti ditanya macam-macam. Seperti mamah saya. Mungkin mamah saya terkesan berlebihan dalam menyikapi paketan tersebut, sehingga oleh-oleh dari Australia dan Turki membuat gempar orang satu RW. 😀 Tapi tidak apa-apa, saya justeru senang mendapat perhatian yang lebih dari mamah. 🙂

Oiya, Untuk dialog atau percakapan antara Mamah dan Saya, sengaja ditulis menggunakan bahasa harian. Karena Saya cinta bahasa daerah. Bahasa daerah yang bisa saya pakai ya bahasa ngapak dan bahasa jawa. 🙂 Karakter Mamah pada percakapan menggunakan bahasa ngapak banyumasan, bahasa mBanjarnegara. Sedangkan Saya menggunakan bahasa jawa, kromo inggil, ngoko alus, tapi belum alus mbangetlah. 😆

Terima Kasih untuk Una dan Mas Titik2, semoga kalian selalu mendapatkan tambahan rejeki yang banyak dan barokah ya. 🙂 Apakah sahabat pernah mendapatkan oleh-oleh dari seseorang? Apakah orang tua sahabat perhatian? Apa bahasa daerah yang sering sahabat gunakan? 😛 #brondong pertanyaan. 😳 😆

banner-giveaway-aku-cinta-bahasa-daerah-ala-niar-ningrum

Postingan ini diikutsertakan di Aku Cinta Bahasa Daerah Giveaway

….Di Persimpangan…..

Rasanya gue terlalu berani memilih tulisan ini untuk di review. Gue bilang terlalu berani karena tulisan yang berjudul …di persimpangan… adalah tulisan di Blog Bibi Erry yang terbit pada tanggal 22 Oktober 2010, dimana gue belum masuk dalam dunai Blog dan yang terpenting gue belum mengenal Bibi Erry.  :omg: WOW juga buat gue, karena gue tidak tau ending dari kisah di persimpangan ini. Gue memang tidak berusaha untuk mencari ending dari tuisan ini, karena gue hanya ingin mereview tulisan ini dowang. :jahat: Entah ada unsur apa, gue suka dengan tulisan ini,  pingin banget mereview tulisan yang ini, Bi.  Jadi, kalau semisal ada sesuatu yang tidak pas dengan jalan cerita yang sudah ending, gue minta maaf ya, Bi. :silau:

di persimpangan Bibi Erry

Haaiist, meluruskan lidah dulu ya. 😆 “Gue, Saya, Aku, Ane, Eiyke, I’m ”.  :pelayan: Saya sangat suka dengan tulisan …di persimpangan…, karena ditulisan ini banyak sekali hikmah yang saya dapat. Saya tahu, waktu itu pasti Bibi sangat bingung dan pusing tuing tuing menghadapi permasalahannya. Gimana tidak pusing, lha wong Abah Dude tercinta jarang pulang karena harus menjalankan tugasnya di Sukabumi. :melet: …di persimpangan… ini benar-benar seperti cerita bawang merah dan bawang putih, dimana Abah Dude adalah bawang putih dan Bibi Erry adalah bawang merah. :tutupmulut:

…di persimpangan… Bawang putih menjelma menjadi sosok lelaki yang sangat Ganteng *ups*, bertanggungjawab, penuh kasih sayang dan penuh perhatian. 😆 Siapa sih yang gak kepincut sama lelaki seperti itu? Ya walaupun lelaki itu gak bisa untuk sharing masalah novel dan lebih suka bermain game, tetap saja banyak kelebihannya kan, Bi? Buktinya, tak ada Abah saja Bibi kewalahan ngangkat galon. :melet:

Saya kurang begitu paham untuk masalah rumah tangga …di persimpangan… ini, mungkin karena saya belum berrumah tangga kali ya, jadi saya hanya bisa menerka-nerka dari sisi kacamata saya yang tebal dalam menanggapi tulisan ini . Menurut saya, Bibi itu pahlawan, tapi ngangkat galon saja harus nunggu Abah. :semangat!: Bibi itu permaisuri, tapi nyikat bak mandi saja harus menjebak Abah. :semangat!: Bibi itu cantik, tapi jarang cuci piring. :semangat!: Bibi itu satpam yang baik, tapi jarang ngunci pintu rumah. :semangat!: Terus, Bibi itu pinginnya yang enak, aman, nyaman dan semua itu bisa terjadi kalau ada Abah Dude. :silau:

Bi, setahu saya jika sudah menikah , kemana nahkoda berlayar, atribut-atribut harus turut menemani berlayar. Terkadang memang ada beberapa hal yang perlu didiskusikan, perlu dikaji dan perlu dipikir ulang, sebelum ikut berlayar bersama nahkoda. Tetapi, tahukah kau, Bi? Sang nahkoda akan lebih tenang dan lebih fokus dalam berlayar, jika atribut-atribut itu turut bersamanya. Sangat disayangkan, kalau alasan yang dikemukakan Bibi saat itu hanya seperti ini,

terus terang aja, sebenernya gue rada berat euy….karena semua keluarga dan temen temen kita ada disini…
Belum lagi, Kayla taun depan udah harus masuk SD…*dan tadinya udah mau mulai gue seriusin les-les nya*…trus rumah kita gimana ya?…gue tidak rela kalo harus di kontrakin…rumah ini tempat proses produksi Kayla & Fathir mempunyai nilai sentimentil yang sangat tinggi buat gue…

Sayang seribu sayang, Bibi lebih mengedepankan keluarga dan teman-teman. Padahal kalau tidak ada Abah tuh sepi kan, Bi? Kan tidak ada yang ketawa-ketawa sendiri saat nonton OVJ. Masa iya sih, tertawanya keluarga atau teman-teman bisa terdengar sampai rumah Bibi. :melet:

Kayla masuk SDnya kan tahun depan, bukan saat-saat ini? Kalau memang mau dileskan, di Sukabumi pasti ada tempat las, kan? :melet:

Pas baca alasan yang terakhir ini, saya malah tertawa sendiri. :silau: Jika memang rumah tersebut bersejarah, mempunyai nilai sentilmenyentil dan tidak mau dijamah oleh orang lain, tinggal dikosongkan saja, Bi. Hihihihihi :melet:

Mungkin sebenarnya alasan di atas adalah alasan embel-embel saja dan masih ada alasan “besar” lainnya, yang membuat Bibi tidak bisa ikut Abah bermukim di Sukabumi. Bi, Hidup adalah pilihan dan semua pilihan yang ada pasti ber resiko. Nilai resiko bisa menjadi besar atau kecil tergantung kita dalam menyikapinya. Kita sebagai makhlukNya sebisa mungkin harus berani dalam mengambil resiko, berusaha mengambil satu langkah kecil namun penuh arti. …di persimpangan… ada Abah Dude, kejarlah dan sekap dia untuk menguras bak mandi. :hahaha2:

Bi, banyak pelajaran yang bisa saya petik dari tulisan ...di persimpangan…  Setidaknya bisa buat bekal nanti, kalau saya berkeluarga. :megaphone:  Bi, Gue nitip salam buat Abah, Kayla dan Fathir yaaaaaaaa. . .  :lovekiss:

Postingan ini diikutsertakan dalam  Bibi Titi Teliti’s Korean Giveaway.

Cara Mencegah Dan Menanggulangi Tawuran

Cara Mencegah Dan Menanggulangi Tawuran. Rasanya sungguh mengerikan ketika melihat kenakalan remaja yang berupa tawuran antar pelajar yang dirangkum dalam sebuah berita di televisi. Setelah kejadian tawuran antar pelajar yang menelan korban jiwa, berita tersebut hampir setiap hari disajikan oleh media. Melihat dalam suguhan berita saja rasanya takut dan kecewa terhadap beberapa pelajar yang ikut dalam lingkup tawuran. Takut karena dalam aksi tawuran antar pelajar ada beberapa pelajar yang membawa senjata tajam atau alat. Yang berarti dengan membawa alat tersebut, sudah pasti pelajar akan menggunakan untuk aksi tawurannya tanpa memikirkan akibat yang akan terjadi. Rasa kecewa terhadap para pelajar di sana yang ikut tawuran juga ada. Sangat disayangkan, pelajar-pelajar yang berada di kota besar itu memberikan contoh yang tidak baik untuk pelajar-pelajar lain yang khususnya berada di kota-kota kecil. Padahal mereka seharusnya memberikan contoh yang baik kepada pelajar lainnya, yang sekiranya bisa memengharumkan nama sekolah dan tentunya bisa mengharumkan nama bangsa.

Terjadinya tawuran sampai jatuhnya korban nyawa pada tawuran tersebut, sudah pasti karena ada faktor x atau konflik yang melatar belakangi tawuran antar pelajar. Faktor x inilah yang terkadang membuat pihak sekolah tidak tahu menahu kalau siswanya tiba-tiba melakukan aksi tawuran. Jika tawuran sudah terjadi, yang menjadi sorotan adalah seragam beserta atribut yang dipakainya. Identitas atau Nama Sekolah, itulah yang pertama disorot dan menjadi bahan pembicaraan, Image Sekolah yang menjadi taruhannya. Sedangkan latar belakang anak, tempat tinggal dan lain sebagainya mau tidak mau menjadi pelengkap setelah urusan antar sekolah selesai. Bahkan terkadang sama sekali tidak perhatikan, karena mungkin siswa tersebut adalah anak dari orang terkaya di Indonesia, jadi kenakalan seperti apapun tetap ditutupi.

Menurut saya, kenakalan remaja seperti tawuran seharusnya tidak diberitakan secara terus menerus di media televisi. Mungkin satu atau dua kali tayang saja dalam satu hari, tetapi itu tidak bermaksud untuk menyembunyikan berita. Selain merugikan pihak sekolah, berita tersebut merupakan berita kekerasan, khawatirnya para pelajar yang melihat berita tersebut malah mempunyai niat serupa dan merasa tergugah untuk mengaplikasikannya. Untuk mengatasi kenakalan remaja terutama pelajar, memang harus dilaksanakan bersama-sama. Semua hal yang berhubungan dengan pelajar bukan hanya tanggung jawab guru dan sekolah saja, melainkan tanggung jawab bersama antara pihak sekolah, orang tua dan pemerintah. Menurut saya, Cara Mencegah Dan Menanggulangi Tawuran yang tepat adalah dengan cara bergerak secara bersama-sama. Dalam bergerak secara bersama-sama untuk mecegah dan menaggulangi tawuran, sekiranya dibutuhkan kerjasama sebagai berikut:

1. Orang tua dan Anak (Pelajar)

Orang pertama yang dikenal dan dihormati oleh anak adalah orang tuanya sendiri. Lingkungan pertama yang dipakai untuk acuan anak dalam bersosialisasi adalah lingkungan terkecilnya yaitu keluarga. Orang tua memang mempunyai kewajiban untuk mendidik anak-anaknya. Memberikan pendidikan moral sejak dini yang telah diberikan oleh orang tua sangat berpengaruh besar pada kehidupan anak kedepannya. Komunikasi antara orang tua dan anak sudah seharusnya terjalin dengan baik nan indah, supaya anak merasa diperhatikan. Anak yang beranjak dewasa sudah seharusnya diberi wejahan dan aturan-aturan paten yang berkaitan dengan sekolah. Orang tua harus mempunyai sensor yang tajam supaya bisa mendeteksi keberadaan anak-anaknya, tetapi semua itu tidak bermaksud untuk membatasi ruang gerak anak melainkan untuk kebaikan anak.

Supaya anak mempunyai rasa tanggung jawab sebagai pelajar dan selalu berpikir positif, maka sebaiknya orang tua harus:

  • Menanamkan rasa disiplin kepada anak. Disiplin yang diterapkan untuk anak antara lain; disiplin waktu. Mengajarkan mereka disiplin waktu untuk sholat, untuk pulang sekolah, untuk bermain dan membantu anak untuk membuat jadwal untuk kesehariannya.
  • Menanamkan rasa tanggung jawab kepada anak. Beri pengertian bahwa tanggung jawab pelajar adalah belajar, mengikuti pembelajaran di sekolah dan belajar di rumah.
  • Memberikan perhatian dan rasa nyaman kepada anak. Sesibuk apapun, orang tua harus memberikan perhatiannya kepada anak, luangkan waktu untuk berkomunikasi dengan anak walaupun hanya melalui telephone supaya anak selalu teringat dengan orang tua, rindu dalam dekapan orang tua dan ingin segera pulang setelah aktifitas di sekolah selesai.
  • Melakukan sharing dengan anak-anak tentang kegiatan di sekolahnya. Beri sedikit atau banyak waktu untuk sekedar berbagi atau bercerita tentang aktivitas sekolah. Sebagai orang tua, bersifatlah terbuka dan mulailah membuka dengan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan agenda sekolah mereka.
  • Membatasi waktu untuk bermain. Tidak terlepas dari tanggung jawabnya sebagai pelajar, anak pasti terkadang jenuh dengan segala aktivitas yang ada di sekolah. Oleh karena itu, biarlah anak-anak bermain tetapi tentunya orang tua harus menentukan jadwal bermain untuk anak supaya anak tahu akan batasan waktu untuk bermain. Untuk keamanan bermain, berkomunikasilah secara berkala dengan anak.
  • Membatasi Fasilitas. Membatasi fasilitas yang dimaksud di sini adalah anak hanya dibekali fasilitas-fasilitas yang sekiranya diperlukan untuk sekolah mereka. Jangan memberikan fasilitas yang berlebihan kepada anak, sesuaikanlah dengan kebutuhan dan umur. Contoh; Jangan memberikan fasilitas sepeda motor untuk anak yang belum mempunyai SIM. Jangan memberikan fasilitas handphone kepada anak yang hendak belajar ke sekolah. Jika memang orang tua membutuhkan informasi tentang anaknya, lebih baik dan lebih akurat adalah dengan menanyakan kepada pihak sekolah atau wali kelasnya. Berilah fasilitas pada tempatnya.

2. Guru (Sekolah) dan Pelajar

Setelah orang tua menitipkan anaknya kepada pihak sekolah dengan tujuan untuk melaksanakan pendidikan, maka pihak sekolah pun harus bertanggung jawab untuk mendidiknya secara maksimal. Supaya anak merasa nyaman berada di lingkungan sekolah dan mempunyai rasa untuk tanggung jawab untuk menjaga seragam sekolah (almamater) maka pihak sekolah harus:

  • Memberikan pengertian dan pandangan tentang visi dan misi sekolah. Minimal satu kali dalam seminggu, pihak sekolah harus memberikan pandangan kepada pelajar tentang visi dan misi sekolah. Selalu diingatkan dan dibimbing untuk menuju visi dan misi sekolah tersebut.
  • Memberikan peraturan ketat untuk pelajar yang dirangkum dalam janji pelajar. Dalam janji pelajar terdapat peraturan-peraturan dan sanksi.
  • Memberikan tugas khusus kepada guru. Pada dasarnya kewajiban seorang guru adalah mengajar, tetapi untuk menciptakan rasa aman dan nyaman di sekolah, semua guru khususnya Guru BK (Bimbingan Konseling) sebisa mungkin memberikan perhatian dan pengawasan secara berkala.
  • Mengadakan razia dadakan untuk barang elektronik dan benda lain paling tidak seminggu sekali. Semua pelajar yang membawa barang yang tidak ada hubungannya dengan pembelajaran, harus diamankan.
  • Memberikan ruang gerak khusus untuk menyalurkan bakat dan minat anak. Pihak sekolah harus memberikan waktu dan tempat yang khusus untuk kegiatan penyaluran bakat dan minat. Contohnya; Perpustakaan, Lapangan bola voly dan basket, kesenian, keagamaan dan lain sebagainya.
  • Membatasi jam efektif kegiatan di luar pembelajaran. Pihak sekolah harus membetasi jam efektif untuk kegiatan penyaluran bakat dan minat pelajar. Kegiatan tersebut memang positif tetapi alangkah baiknya jika ada batasan jam efektif untuk kegiatan bakat dan minat, supaya anak sampai rumah tidak terlalau sore.
  • Memberikan fasilitas telephone untuk berkomunikasi dengan orang tua. Setelah orang tua tidak memberikan fasilitas handphone saat belajar di sekolah, maka pihak sekolah harus memberikan fasilitas handphone untuk pelajar yang bisa digunakan pada jam istrirahat atau waktu-waktu tertentu.

3. Pemerintah (Daerah) dan Sekolah

Kerjasama antara Pemerintah dan sekolah memang sangat penting. Selama ini peran serta pemerintah untuk mencegah dan menanggulangi berbagai macam kenakalan remaja dan kekerasan yang terjadi di kalangan pelajar lebih fokus pada sistem keamananannya saja yaitu melibatkan dan bekerjasama dengan Aparat keamanan Polisi, TNI dan satuan keamanan lain yang tergabung dalam suatu kelompok.

Menurut saya, dalam kasus kenakalan remaja seperti tawuran antar pelajar, pemerintah juga harus siap menggerakkan beberapa instansi yang terkait dengan dunia pendidikan dan instansi lain yang sekiranya mendukung untuk bisa memberikan arahan untuk pelajar. Pemerintah Daerah juga mempunyai tanggung jawab yang besar untuk membimbing dan memberikan arahan kepada pelajar supaya tercipta kerukunan antar pelajar.

Peran serta Pemerintah Daerah dalam menciptakan kerukunan antar pelajar sekolah dapat dilakukan dengan cara:

  • Merangkul instansi dan atau Forum. Pemerintah daerah harus bisa merangkul dan bekerjasama dengan instansi dan atau forum untuk menangani dan mencegah kenakalan remaja ini. Contohnya; Melibatkan Instansi Kesehatan untuk mengadakan sosialisasi tentang bahaya-bahaya akibat kenakalan remaja. Forum Keagamaan; Memberikan tips-tips ringan atau pengajian tentang bahaya kenakalan remaja yang diselenggarakan secara akbar, dimana kegiatannya wajib diikuti oleh semua pelajar.
  • Membuat peraturan khusus untuk pelajar, yang nantinya disampaikan kepada sekolah-sekolah atau melalui surat edaran. Contohnya; Peraturan tidak boleh membawa senjata tajam. Peraturan ini berawal dari pemerintah dan nantinya berlaku di sekolah-sekolah dan tentunya dalam peraturan tersebut sudah ada sanksi baik secara administratif maupun hukum.
  • Membuat agenda razia dadakan. Selain dilakukan oleh pihak sekolah, pemerintah juga sudah seharusnya mengadakan razia dadakan yang mungkin melibatkan kepoisian maupun satpol PP.
  • Menyediakan gedung sederhana untuk menyalurkan bakat dan minat pelajar. Gedung-gedung sedehana ini bisa dipakai oleh pelajar yang ingin mengisi kegiatan akhir pekan atau week end sesuai dengan bakat masing-masing. Hari dan Jam pakai khusus pelajar harus dibatasi. Baru-baru ini, Pemerintah Banjarnegara telah membuat sebuah gedung kesenian yang di buka setiap akhir pekan (Sabtu-Mingu) pada pukul 11.00-16.00 WIB.
  • Wajib Lapor. Sekolah dan pelajar yang pernah terlibat dalam kenakalan pelajar, diwajibkan lapor setiap harinya selama sebulan kedepan. Selama sebulan kedepan, nantinya juga akan dilakukan pembinaan agar mereka tidak mengulangi perbuatan serupa. Memang harus ada shock theraphy untuk mensggulangi kenakalan remaja supaya mereka kapok.

Itulah beberapa cara untuk Mencegah Dan Menanggulangi Tawuran yang sudah seharusnya dilaksanakan secara bersama-sama antara orang tua, sekolah dan permerintah. :salaman: Semua pihak diatas harus saling memperkuat untuk mewujudkan kerukunan,  kenyamanan dan  kemanan antar pelajar. Kenakalan remaja terjadi bukan semata-mata didorong karena niat, tetapi jika ada kesempatan mereka pasti akan melakukan kenakalan tersebut. Untuk itu, mulai sekarang persempit kesempatan sampai tidak ada celah atau jalan untuk melakukan hal-hal yang tidak baik dan tidak bermanfaat dikalangan pelajar. :ok: Dengan menyadari peran serta dan atau tugas masing-masing, semoga sudah tidak ada lagi tawuran antar pelajar atau kenakalan remaja khususnya dikalangan pelajar. :semangat!:

RI-Bersatu

Artikel ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Indonesia Bersatu: Cara Mencegah Dan Menanggulangi Tawuran.

Kesempatan dan Keberanian

Jika mendengar kata hero, pertama kali yang muncul di otak ini adalah seorang pangeran yang gagah, berani, baik dan bisa melindungi jiwa raga dari kejahatan. Superman, Pangeran bertopeng dan nicholas saputra, mereka adalah contoh dari super hero.  :silau:

Nicholas Saputra

Kesempatan dan Keberanian adalah dua kata yang selalu sejajar dan saling beriringan untuk menjadi Hero. Semua orang yang mempunyai keberanian, mempunyai kesempatan untuk menjadi hero, semua orang bisa menjadi hero karena mempunyai keberanian dan kesempatan. Seperti mamas Nicholas Saputra si mata elang yang sudah berani mengungkapkan rasa sayangnya dengan membawa setangkai bunga mawar, berarti dia mempunyai kesempatan untuk menjadi hero buat saya.  :gembira: #mimpi yang sempurna

Kalau ada yang bertanya kepada saya “sudahkah kamu menjadi hero, Idah?”. Tentu saja dengan samar-samar saya menjawab belum, saya belum menjadi hero. Saya merasa masih berada di zona zero, karena saya belum seberani superman yang bisa terbang dan selalu ada waktu untuk menolong orang lain. Tetapi ketika saya bercakap dengan Om Insan dalam sebuah komentar, saya baru tahu ternyata semua orang itu pernah dan bisa menjadi hero, dan sebutan hero tersebut minimal untuk diri sendiri. :ninja:

Hero untuk diri sendiri berarti ketika kita mempunyai kesempatan dan keberanian untuk mengambil langkah kecil untuk menuju hal yang lebih baik. Bukan berarti kita sombong atau sum’ah, tetapi sebutan hero merupakan bentuk dan rasa kepuasan terhadap diri sendiri, kepuasan atas apa yang sudah dilakukan dan tentunya mendapatkan hasil yang WAW.

Ungkapan tentang hero di atas memang benar adanya, semua orang bisa menjadi hero dan minimal untuk diri sendiri. Baru-baru ini, ada teman satu kelas *sebut saja cika* yang sedang mendapatkan masalah yang cukup besar. Keputusan untuk menikah secepatnya tetapi dia belum mempunyai keinginan untuk menikah, walaupun dia sudah menjalin hubungan dengan sang pangeran selama dua tahun. :sempoa: Alasan dia cukup simpel, karena dia ingin menuntaskan kuliahnya dahulu, toh pangerannya juga masih kuliah. Tetapi orang tua sang pangeran menghendaki pernikahannya secepat mungkin karena ada faktor x yang memang tidak bisa dihilangkan. Merasa belum siap dan belum mempunyai banyak bekal, Cika menolak ajakan pangerannya untuk menikah. Sang pangeran selalu menghubungi saya, meminta saya untuk membujuk Cika untuk mau menerimanya. Awalnya saya kurang yakin, tapi saya tetap berpegang pada ayat Alloh “Allah SWT tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala dari kebajikan yang diusahakannya dan ia mendapat siksa dari kejahatan yang dikerjakannya” (QS. Al Baqoroh : 286), saya mempunyai niat untuk kebajikan dan semoga dimudahkan olehNya. Karena saya mendapat kesempatan untuk bercakap dengan Cika, akhirnya saya pun mendapat keberanian untuk membujuk Cika untuk menerima sang pangeran. Ternyata Cika mempunyai banyak alasan, kenapa dia tidak bisa menerima sang pangeran secepat ini. Cika mempunyai pangeran lain, iya dia mempunyai sosok pangeran yang dalam catatannya hanya sebagai hiburan dan pangeran lain itu adalah sama-sama teman kelas kita. Kali ini memang harus bilang WAW, dua pangeran Cika berada dalam satu atap, dua pengeran Cika sama-sama teman kelas saya. :entahlah:

Kebersamaan Sebelum Jalan-Jalan

Mungkin sudah tidak asing lagi tentang catatan Cika, “wajar cewek punya dua pangeran, cowok aja bisa punya 5 bidadari” begitulah tutur Cika pada saya. Saya merasa harus koprol dengan sang pangeran pertamanya, tetapi jika langsung bercerita bisa-bisa kapal itu menjadi pecah. Kurang lebih dua minggu saya meyakinkan Cika, “untuk teman hidup, pilih satu saja cukup. Ingin berbagi rasa, asa, susah, senang, fokuslah pada satu orang. Jika ada yang lain, berarti salah satunya itu setan. Iya, pangeran keduanya adalah bukan pangeran tetapi setan. Maukah kau melanjutkan hubunganm dengan setan. Abaikan rasa yang kamu miliki dengan setan tersebut.” Saya yakin, setan tersebut menganggap Cika hanya sebagai hiburan juga. Saya tidak bermaksud untuk masuk dalam kehidupan orang lain atau mencampuri urusan orang lain, tetapi karena saya diberi kesempatan dan mempunyai keberanian untuk koprol dengan pangeran kedua (setan) akhirnya saya bisa mempertemukan mereka bertiga di depan kelas. Rasa deg-degan dan takut sudah tentu ada, apalagi saat melihat sang pangeran yang pemberani itu bisa menerima Cika tanpa melihat kesalahan yang sudah diperbuat. Satu minggu kemudian, tepatnya malam hari saya mendapat SMS dari Cika “Id, aku bulan depan menikah, temenin aku ya? 😉 ” Mendapat SMS seperti itu dari Cika, rasanya jantung ini mau lepas, serasa mau terbang dengan baling-baling bambu milik doraemon. Jodoh memang sudah digariskan olehNya, tetapi garis tersebut bisa saja tidak lurus, mempunyai titik-titik kecil yang bisa ditarik ke kanan atau ke kiri dan apabila dibenahi titik tersebut akan mengantarkan kita pada jodoh. Terus bagaimana dengan nasi si setan? Setan itu masih gentayangan di kelas dan mungkin akan menakuti saya. Aaaaaaaah, saya tidak takut dengan setan semacam itu, yang terpenting saya bisa melihat teman saya bahagia dan setan itu nanti saya laporkan kepada Malaikat Atid. :kacapembesar:

Herowati, sekarang saya sedang merasa menjadi hero. Perjalanan dan belajar membuat skripsweet memang belum berakhir, tetapi tiba-tiba saya sudah merasa puas dengan apa yang sudah saya kerjakan akhir-akhir ini.

Rule Fuzzyfikasi

Dengan bantuan dan arahan dari Pak Guru Anti Biasa, akhirnya pembuatan rule terpecahkan dengan bantuan software. Mungkin untuk yang sudah lulus S1 Pendidikan Matematika atau Teknik Informatika, hal semacam ini terasa biasa. Tetapi untuk saya yang masih belajar dan mempunyai kesempatan untuk menggapai cita-cita, ini merupakan salah satu hal yang tidak biasa dan bahkan menjadi luar biasa karena selama aktif perkuliahan, saya tidak mendapatkan materi semacam ini. Saya minta do’a dari teman-teman semuanya, semoga saya diberi kemudahan dalam meneruskan rule ini sampai akhir, sehingga saya bisa menjadi herowati dan memberi kesempatan kepada nicholas saputra untuk menjadi hero buat saya. 😆

Saya mengajak teman-teman semua untuk selalu yakin dengan kemampuan yang kita punya, selalu percaya bahwa semua yang sudah diberi olehNya sudah pasti sesuai dengan apa yang kita butuhkan dan katakan “bisa” untuk keluar dari problematika yang masih bisa diterima oleh akal. Merasa atau ingin menjadi Hero? Selagi ada kesempatan dan keberanian, mengapa tidak? :lovekiss:

Tulisan ini diikutsertakan pada Lovely Little Garden’s First Give Away

Kebersamaan pada Malam Tirakatan di Desa Pekauman

Peringatan Hari Kemerdekaan RI yang ke-67 benar-benar menjadi kenangan tersendiri untuk saya. Tahun 2012, merupakan tahun pertama kami sebagai Karang Taruna bersikap serius untuk tetap maju mengembangkan potensi apa saja yang ada di Desa.

Malam berkumpulnya seluruh warga Desa Pekauman di Balai Desa untuk memperingati malam tujuhbelas agustus, ngepung tumpeng bersama-sama dan mendengar sambutan-sambutan dari Pemerintah Desa dan Motivator. Malam seperti itulah yang biasa kami sebut dengan Malam Tirakatan.

Persiapan menyambut hari kemerdekaan dimulai dari pembentukan panitia perlombaan dan penyusunan agenda perlombaan, pelaksanaan perlombaan, Malam Anugerah Pekauman Idol sampai dengan Malam Tirakatan, semua terkordinasi dan berjalan dengan baik. Kordinasi yang baik tentu saja dilatar belakangi oleh kerja tim dan kebersamaan yang baik pula.

Kebersamaan pada Malam Tirakatan di Desa Pekauman sangatlah gayeng dan ramai. Panitia yang tentunya adalah pemuda Karang Taruna menyiapkan semua keperluan untuk malam tirakatan.

Crew di belakang Layar

Kebersamaan dan kekompakan pemuda dibelakang layar sangatlah terasa. Persiapannya dimulai dari Sound System, Snack, tempat parkir, penerima tamu sampai dengan hadiah yang akan dibagikan untuk lomba tumpeng dan K3, semua sudah disiapkan oleh panitia. Lomba K3 dimulai sejak tanggal 1-16 Agustus 2012, sedangkan lomba tumpeng dilaksanakan pada saat malam tirakatan. Iya, lomba tumpeng dilaksanakan bebarengan dengan malam tirakatan, dengan maksud supaya tumpeng bisa dinikmati bersama-sama oleh warga. :senyum:

Dua Nenek yang tidak mau masukMalam itu seluruh warga berbondong-bondong menuju Balai Desa Pekauman untuk memenuhi undangan Malam Tirakatan. Alhamdulillah, dengan kordinasi dan kerjasama yang baik semua kursi terisi penuh. Panitia berusaha mengambil stok kursi yang masih ada untuk beberapa warga yang masih diluar. Tetapi ada dua nenek yang tetap tidak mau masuk, saya kurang tau alasannya apa, yang jelas dua nenek tersebut tetap ingin diluar. 😆

Menyanyikan lagu Indonesa rayaSebelum acara dimulai, seluruh warga yang berada dalam tiga ruang berdiri untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesa Raya yang dipimpin oleh Mba Dian. Kekompakan dan suara yang menyatu membuat suasana malam tirakatan semakin hangat. Apalagi ditengah-tengah mereka ada tumpeng-tumpeng hasil karya masing-masing RT, jadi tambah bersemangat. :lovekiss:

Macam-macam TumpengSetelah menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, seluruh tamu undangan dipersilahkan untuk duduk. #mba-mba MC mempersilahkan duduk. Inilah acara yang membuat deg-degan khususnya seluruh ibu-ibu yang hadir. Setelah dilihat sejak awal masuk ruangan, akhirnya perlombaan tumpeng dimulai. Desa Pekauman terdiri dari 9 RT, jadi ada 9 tumpeng yang diikut sertakan untuk lomba. Bagaimana menurut anda, tumpeng kreasi ibu-ibu? Tumpengnya cantik-cantik kan, teman? :hmm:

Juri menilai tumpengKebersamaan pada Malam Tirakatan di Desa Pekauman semakin terasa saat dewan juri mulai menilai tumpeng hasil karya ibu-ibu. Ibu Dewan Juri yaitu Bu Indri sebagai Bidan di Polindes dan Bu Chusnul sebagai ahli gizi yang bekerja di puskesmas mandiraja mulai menilai satu per satu hasil tumpeng hasil karya ibu-ibu. Kata beliau yang nilai untuk perlombaan tumpeng antara lain: Rasa, Nilai Gizi, Kreatifitas, Tampilan dan lain sebagainya. Penilaian untuk 9 tumpeng ternyata tidak memakan waktu lama, jadi bisa langsung masuk pada acara berikutnya. :entahlah:

Refleksi Malam TirakatanSembari menunggu keputusan dewan juri tentang siapa yang berhak membawa lemari es dan perabotan rumah tangga lainnya, dengan penuh hikmat kami mendengar ceramah dari motivator yaitu Om Wahono, beliau aktif juga dalam kegiatan kepemudaan di Kabupaten Banjarnegara. Interaksi tanya dan jawab mulai ramai, saat beliau menyampaikan tentang potensi alam yang ada di Desa dan Kabupaten. Suasa ramai, ada yang berpendapat, menyinggah ada juga yang hanya menyinggung dan ngerasani wong. Jika acara diskusi dengan sang motivator dibiarkan, mungkin acara malam tirakatan tidak akan selesai. :entahlah:

Penyerahan Hadiah kepada JuaraBerdasarkan hasil diskusi ibu dewan juri dan pemerintah desa, maka diputuskan juara-juara untuk K3 dan juara tumpeng. Inilah juara-juara perlombaan K3 dan Tumpeng. :salaman:

Serbu TumpengInilah saat yang ditunggu-tunggu pada malam tirakatan, yaitu ngepung tumpeng. Setelah doa yang dipimpin oleh Bapak Samhudi selesai, secara serempak seluruh warga lari untuk menikmati tumpeng bersamasama. Paling banyak yang diserbu masa adalah tumpeng yang ada urabnya. Nikmatnya makan dengan orang sak desa, walaupun berdesak-desakkan karena berrebut tumpeng tapi tetap nikmat. :tutupmulut:

Sangat terasa MERDEKA seutuhnya, saat makan bersama-sama dan melihat orang lain pada sibuk ngetan-ngulon untuk berebut mencari lauk ditumpeng. Sangatlah indah pada malam itu, malam yang hanya terjadi setahun sekali.  Kebersamaan pada Malam Tirakatan di Desa Pekauman mendapatkan banyak ranggapan positif dari Desa sekitar. Keinginan dan harapan, semoga tahun depan masih bisa berjumpa, merasakan dan menikmati malam tirakatan lagi dengan lebih semangat dan lebih baik. Aamiin. . . :lovekiss:

Berbicara dan Berekspresilah Sewajarnya

Berbicara dan Bereksprsilah sewajarnya, inilah yang seharusnya kami lakukan ketika malihat atau menjumpai hal yang kurang berkenan atau kurang disukai. Lihatlah, didepan rumah masih ada lahan kosong, daripada terlihat tandus dan kering, Papa Dul mencoba menanam beberapa sayur terong dan beberapa sayuran lain. Penanamannya lebih dominan pada sayur terong, mengapa sayur terong yang lebih dominan ditanam? Karena sayur terong menjadi sayur favorit papa dul.

Sepertinya Papa Dul tidak ada bosannya makan dengan lauk sayur terong, dari masakan sayur terong murni, balado, sambal, digoreng, disop, dicampur dengan ati ayam dan kreasi lainnya yang mana ada terongnya. :nih!: Bahkan jika setiap hari Mamah masak sayur terongpun papa dul baik-baik saja dan tambah lahap makan.

Pohon TerongBerbeda dengan saya dan adik yang belum suka dengan sayur terong. Sebenarnya tidak bermaksud untuk milih-milih dengan makanan, tetapi memang belum doyan. :entahlah: Kalau saya memang belum doyan dengan sayur yang satu ini, tetapi kalau adik saya memang makannya milih-milih, jadi pantes saja kalau dia kurus dan tumbuhnya ke atas.

Jika sudah tidak suka, dikreasi sebagus dan terlihat nikmat sekalipun kami enggan memakannya. Jika ada sayur terong dimeja makan saja, selera makan langsung turun. Tidak bermaksud untuk diet, tapi rasanya mual kalau lihat sayur terong. Mungkin ini terkesan berlibihan, tapi inilah kami, kami yang belum doyan sayur terong. Jika sayur tersebut bisa berbicara, mungkin akan menegur dan protes kepada kami. :hmm2:

Sayur terong hampir setiap minggu ada di meja makan, satu  minggu dua kali bahkan sampai empat kali. Mamah sudah tahu, kalau anak-anaknya tidak doyan sayur terong dan biasanya mamah masak dua sayur kalau pas lagi jatahnya masak sayur terong. Mamah juga berpesan, kalau ingin masak yang lain, masaklah sendiri buat mie atau sop. :lovekiss: Memang terlihat repot jika harus memenuhi keinginan masing-masing, untung  mamah doyan semua jenis sayuran, jadi tidak tambah repot. Sebenarnya mamah sudah mengambil jalan tengah supaya masaknya hanya satu, tetapi jalan tengah itu tidak berhasil. :nih!:

Penampakan Sayur Terong

Inilah jalan tengah yang sudah mamah ambil, memasak terong dengan dicampur tahu putih atau tahu yang lainnya. Pertama saya lirik sayur tersebut dan saya hanya bilang, kenapa tahu putihnya gak dimasak sendiri aja, Mah? Pasti lebih enak. Iya, apalagi ditambah orak-arik telor, pasti tambah enak!

Adik saya mencoba menambahkan pendapat dengan suara yang sedikit lantang. Saat itu mamah hanya diam dan memanggil papa dul untuk makan bersama. Saya dengan sang adik pergi ke dapur untuk membuat mie instant, nyari-nyari mie instant di almari ada, tetapi telor tidak ada. Akhirnya kami berdua memutuskan keluar rumah untuk beli mie ayam dekat rumah. Kami gak berpikiran untuk dimakan di warung mie, karena ingin makan bersama-sama dirumah. Kami bungkus mie ayam dan kami bawa pulang, sesampainya di rumah mereka sudah selesai makan.

Apa yang terjadi setelah mereka selesai makan? Mamah dan Papa Dul duduk bersama dan melihat kami berdua makan, kami makan dengan lahapnya karena kami memang lapar sekali.

Setelah selesai makan, kami dipanggil Papa Dul. Tidak tahu kenapa, waktu itu wajah beliau terlihat sangat ganteng tapi menakutkan. Ternyata dan ternyata, kami harus mendengar ceramah dari beliau.

Berbicara dan Bereksprsilah sewajarnya dengan sayur terong yang sudah ada di meja makan. Betapa sakit hati dan kecewanya mamahmu, ketika dimeja makan sudah ada sayur terong dan kalian pergi keluar untuk membeli makan. Membeli makan mie ayam? Apa tidak bisa buat mie sendiri? Membuat mie sendiri dan di meja makan sudah ada ayam kan sama saja, jadina mie ayam. Masa setiap mamah mask terong kalian harus jajan diluar. Itu namanya tidak bisa menghemat, cobalah menerima apa yang sudah ada. Kalian tidak suka sayur terong, karena kalian belum pernah mencobanya. Cobalah, sesekali mencicipi kuahnya dan kemudian mencoba mencicipi sayurnya. Kalian itu tidak punya alergi sayur terong, jadi kapanpun kalian bisa doyan kalau mau mencicipinya. Terkucuali kalian punya alergi terong, lha mamah baru pikir-pikir untuk tidak memasak terong. Kalau seperti ini terus kasian mamah. Sebenarnya mamah sedih dengan sikap kalian yang seperti ini, walaupun mamah diam dan mencoba untuk menerima. Kalian sudah sama-sama besar, dan ketika sudah hidup berrumah tangga, suatu saat pasti akan mengalami hal seperti ini. Jika besok mamah gak masak, jangan salahkan ya. Ini semua karena kalian kan? Mintalah maaf sama mamah sekarang juga dan jangan diulangi lagi. Kira-kira seperti itulah pesan dari Papa Dul. :lovekiss:

Senyum Bersama

Kami berdua hanya bisa bilang “enggih-enggih” saja, karena kami memang salah. Kenapa gak masak mie sendiri saja, tanpa telorpun namanya masih mie, kan? :semangat!: Tapi untuk sayur terong itu, kami benar-benar belum bisa mencicipinya, Mah? Sayur terong itu ender-ender gitu. :tutupmulut: Maafkan anak-anakmu yang usil ini, Mah? Semoga besok-besok atau kelak kalau sudah berrumah tangga, kami berusaha untuk menikmati sayur terong.

Mulai sekarang, ekspresi kami sudah biasa ketika melihat sayur terong yang di atas meja makan. Tanpa komentar dan tanpa basa-basi, secara otomatis kami masak apa saja yang kami bisa. Masak mie #sering, masak sop #biasa, masak buncis #kadang-kadang, pokoknya masak apa saja yang kami bisa. Kalau mamah sedang tidak ada pekerjaan, biasanya malah membantu kami. Memang mempunyai hikmah tersendiri untuk setiap kejadian, khususnya kejadian ini. Lebih bisa menghargai jasa atau hasil tangan orang lain, jadi bisa masak, jadi tambah akrab, tambah disayang Papa Dul dan tentunya tambah ilmu. :semangat!: Berbicara dan Berekspresi sewajarnya juga baik diterapkan pada kehidupan bermasyarakat. Berbicaralah sewajarnya, supaya mendapatkan tanggapan yang wajar pula oleh orang lain. Berekspresilah sewajarnya, supaya tidak menyinggung persaan orang lain, mengagetkan orang lain, bahkan tidak dicap gumunan oleh orang lain. :semangat!:

“Tulisan ini diikutsertakan pada Monilando’s First Giveaway