Oleh-Oleh Dari Australia dan Turki Membuat Gempar

Deng Deng Deng. . .Kira-kira bunyi nada SMS handphone saya seperti itu. Bunyi perulangan, karena ada beberapa SMS yang masuk. #penjelasan gak penting. Setelah saya buka, ternyata semua pesan masuk datang dari mamah. Beliau mengirim SMS lima kali dengan isi yang sama. πŸ˜† Isi SMSnya biasa saja sih. Hanya mengabarkan, bahwa ada paketan datang. Saya segera membalasnya “Enggih, Mah. Matur Suwun”.

Balasannya begitu singkat, karena saat itu saya masih di Lab Komputer sedang belajar bersama. Beberapa jam kemudian, ketika saya sedang asyik mainan chat di Gtalk ada pesan masuk lagi. Hmm, lagi-lagi pesan itu dari mamah. Sementara saya abaikan, karena kemungkinan SMS tersebut adalah SMS susulan atau sambungan dari SMS tadi. Saya pun melanjutkan chating. Jika sedang chatingan, biasanya saya memang malas SMS-an. πŸ˜€ Jadi lah saya di telphone mamah, karena tidak membalas SMS dengan segera. Benar-benar riweh.

Untuk kesekian kalinya saya mendapatkan ceramah khusus dari mamah. Ini merupakan ceramah dadakan sih, karena datangnya secara tiba-tiba, melalui telephone pula. Tanpa basa basi, percakapan dimulai.

Mamah: Cepetan bali, iki ana paketan maning. Aja tukoni barang bae, Masya Alloh ka.

Cepat pulang, ini ada paketan lagi. Jangan beli barang terus, Masya Alloh“.

Saya:Β Niku paketan saking sinten, Mah? Paketan saking rencang bilih. Idah mboten tumbasi barang-barang.

Itu paketan dari siapa, Mah. Mungkin paketan dari teman. Idah gak beli barang-barang“.

Mamah: Iki ana paketan loro, sing mau sekang Una, sing nembe teka ora ana jenenge. Cepetan bali, nang kene wis mendung. Mbokan udan, ko kan ora nggawa mantel ka. #nada suara mamah ada di nada “si”, terdengar sedikit kencang volumenya. πŸ˜†

“Ini ada daua paketan, yang tadi dari Una, yang baru datang tidak ada namanya. Cepat pulang, di sini sudah mendung. Barangkali hujan, kamu kan gak bawa mantel.”

Saya: Una rencange Idah. Enggih, Mah. Niki badhe wangsul. Sampun riyin nggih, Mah.Β  Assalaamu’alaikum.

Una Teman Idah. Iya, Mah. Ini mau pulang. Sudah dulu ya, Mah. Assalaamu’alaikum.”

Mamah: Wa’alikumsalaam. Ati-ati nang nggili ya.

“Wa’alaikumsalaam, hati-hati dijalan ya?.”

***

Ketika minggu kemarin datang paketan buku dari Pak Ust. AzzetΒ hadiah Give Away, ekspresi mamah biasa-biasa aja tuh. Tidak se heboh kali ini. Iya, kalau datang paketan berupa buku, mamah sih santai saja. Tetapi kalau berupa barang, mamah sedikit snewen, karena khawatir kalau saya membeli barang yang tidak layak dibeli. πŸ˜† Setelah sampai rumah, ternyata suasana sepi dan tidak ada satu pun manusia. Melihat dua paket berjejer di atas meja, saya langsung melihat paketan tersebut. Dan benar, paketan datang dari Una dan satunya tidak ada nama pengirim. Sok misterius banget ya, yang ngirim paketan. πŸ˜€

Oleh-oleh dati Australia

Ini nih, paketan dari Una. Dengar-dengar dia baru menengok kembarannya “Si Koala De La Dora”.Β  Alhamdulillah, saya dapat cipratan dari dia.Β  isi paketannya yaitu; Tas Kempit Warna Coklat-Hitam, Mouse Pad, Si Koala De La Dora dan Coklat kit-kat penuh sayang. πŸ˜† Paketan datang tuh pas banget di tanggal 14 Februari, pas hari palentin gitu. Una paling suka dengan hari valentin. Selamat valentin lagi ya, Una. #telat.

Koala

Saya suka semua isi paketannya. Semua mempunyai nilai guna, Tas bisa saya pakai untuk jeng-jeng tuh ya. Mouse Pad tentu saja bisa saya pakai setiap hari, untuk alas geser-geser tetikus. Coklat langsung dilahap, dan Si Koala bisa dijejer dan menjadi teman Si Tweety. πŸ˜‰ Eh, tau gak? Irunge Si Koala mirip mbanget karo irunge Una. πŸ˜† ( Hidungnya Si Koala mirip sekali sama hidungnya Una ).

Oleh-oleh dari Turki

Nah, kalau yang ini isi dari paketan yang tidak ada nama pengirimnya. Isinya kaos awarna abu-abu bergambar dan bertuliskan Istambul dan tas cangklong warna Hitam-Biru. Meski tidak ada nama pengirimnya, tapi saya punya satu teman yang sedang study di Turki. Kemungkinan dia pengirimnya. Sudah saya kontak, tetapi belum ada jawaban. Masih misterius ini si pengirim ini ya. πŸ˜€

Koala berjejer dengan Tweety

Akhirnya, Si Koala berteman juga dengan Si Tweety. πŸ˜‰ Diajak main bola, tapi Si Koala tetap saja memberikan pistol kepada mereka. Eh, itu pistol bukan sih. Hahahaha. Disela-sela sibukΒ  mencoba memakai kaos dan tas, mamah datang. Haduuuh, lagi-lagi saya mendapat ceramah khusus.

Mamah: We kan? Kue tuku maning mesti? Tukuni kaos, tas bae. Mbokan wis akeh? Jere ora duwe duit, malah tukoni kaos pendek kaya kue. Wis ora mangsane tukoni kaos pendek si.

“Tuh kan? Itu pasti beli lagi. Beli kaos, tas terus. Kan sudah banyak? Katanya gak punya uang koq beli kaos pendek seperti itu. Sudah gak jaman beli kaos pendek”.

Saya: Ya Alloh, Mah. Niki saking rencange, mboten tumbas. Tas niki saking Una.

Ya Alloh, Mah. Ini dari teman, gak beli. Tas ini dari Una.

Mamah: Bener sekang Una?

“Benar dari Una?”

Saya: Leres, Mah. Menawi mboten percaya, Idah telphone Una nggih?

“Ya benar, Mah. Kalau gak percaya saya telphonekan Una ya?”.

Mamah: Yawis, ora usah. Mbokan ko tuku. Aja tukoni barang-barang ya, sing ngirit. Nek ana rejeki lewih, mending ditabungaken bae.

“Gak usah. Saya kira kamu beli. Jangan beli barang-barang ya, yang irit. Kalau ada rejeki lebih, mending ditabungkan saja”.

Saya: Enggih, Mah. Mesti idah tabung, ampuna kewatir.

Iya, Mah. Pasti idah tabung, jangan khawatir.

Orang tua mana ketika melihat anaknya mendapat atau membeli barang-barang, tetapi tetap cuek atau tidak peduli. Saya kira, hampir semua orang tua terlebih ibu, ketika melihat anaknya medapat atau membeli barang pasti ditanya macam-macam. Seperti mamah saya. Mungkin mamah saya terkesan berlebihan dalam menyikapi paketan tersebut, sehingga oleh-oleh dari Australia dan Turki membuat gempar orang satu RW. πŸ˜€ Tapi tidak apa-apa, saya justeru senang mendapat perhatian yang lebih dari mamah. πŸ™‚

Oiya, Untuk dialog atau percakapan antara Mamah dan Saya, sengaja ditulis menggunakan bahasa harian. Karena Saya cinta bahasa daerah. Bahasa daerah yang bisa saya pakai ya bahasa ngapak dan bahasa jawa. πŸ™‚ Karakter Mamah pada percakapan menggunakan bahasa ngapak banyumasan, bahasa mBanjarnegara. Sedangkan Saya menggunakan bahasa jawa, kromo inggil, ngoko alus, tapi belum alus mbangetlah. πŸ˜†

Terima Kasih untuk Una dan Mas Titik2, semoga kalian selalu mendapatkan tambahan rejeki yang banyak dan barokah ya. πŸ™‚ Apakah sahabat pernah mendapatkan oleh-oleh dari seseorang? Apakah orang tua sahabat perhatian? Apa bahasa daerah yang sering sahabat gunakan? πŸ˜› #brondong pertanyaan. 😳 πŸ˜†

banner-giveaway-aku-cinta-bahasa-daerah-ala-niar-ningrum

Postingan ini diikutsertakan di Aku Cinta Bahasa Daerah Giveaway