HISTORIA CAFE DI BANJARNEGARA

Historia, Cafe dengan Konsep Kekinian

Sebuah Cafe yang berlokasi di Jl. Raya Rejasa, tepatnya di kompleks Taman Rekreasi Terpadu Surya Yudha Park (SYP), kini makin ngehits. Ini serius banget! Banyak anak muda, hingga orang tua nampak asyik duduk sembari menikmati olahan masakan a la Historia.

Hari biasa, weekday saja, Cafe ini ramai. Apalagi weekend. Jangan ditanya, deh! Soal, hampir tiap weekend, khususnya malam Minggu, Historia menghadirkan band indi yang pentas di dalam Cafe.

Ini malam harinya, ya. Jika pagi atau siang hari, banyak pengunjung yang singgah ke Historia usai renang. Ya…saya pernah menuliskan tentang SYP, dimana terdapat kawasan Waterpark yang selalu ramai. Pengunjung ngga perlu cemas jika perut mulai terasa lapar, sebab Historia berada tak jauh dari Kolam Renang.

Awal saya masuk Historia, saya kira ini adalah Cafe baru. Tapi, ternyata ngga benar! Saya mendapat informasi dari salah satu karyawan SYP, bahwa Historia Cafe sudah lama berdiri di kompleks SYP. Hanya saja, berganti nama. Ya…dahulu namanya bukan Historia, tapi Cafe apa, gitu. *maaf, lupa banget*. :mrgreen:

HISTORIA CAFE BANJARNEGARA

Sering penuh. . .

Belum lama ini, semenjak nama diganti, dengan diikuti dengan konsep berbeda, serta menu makanan yang makik banyak pilihan, Historia makin banyak diserbu para remaja yang suka foto-foto. (Baca: Narsis). Nah, ini berhubungan banget dengan konsep Cafe yang kekinian. Ya…Cafenya cukup asyik untuk foto-foto. Tak sekadar untuk makan-makan.

Masuk Historia Cafe, saya bersama Ara cukup bingung. Bingung bukan a la orang kota, gitu. Tapi karena tempat duduk yang saat itu hampir penuh. Aaah…kalau duduk di depan stage, sepertinya ngga asyik. Soal, sedang tidak ada perform.

Tempat duduk untuk para pengunjung terbagi menjadi dua, tanpa sekat. Yaitu; Pertama di depan stage. Sepertinya akan lebih nyaman jika duduk di depannya saat sedang ada live music. Sebab, meja untuk pengunjung agaknya kurang tinggi. Cukup susah untuk makan. Kedua, yang merupakan tempat duduk utama dan lebih sering penuh berada di depan lukisan Eiffel. Kursi beserta meja yang tertata rapih cukup nyaman untuk menikmati sajian Historia Cafe.

HISTORIA CAFE SURYA YUDHA PARK

Kami duduk di depan Eiffel. . . Hahaha

“Silakan menuju meja nomor 19, Mbak. Tepat di depan Menara Eiffel, ya. Masih kosong”. Seorang waitress menghampiri saat bola mata kami mulai bergerak mencari meja kosong. Ahay…sebuah pelayanan yang disukai banyak pengunjung. Tanpa ragu, kami pun menuju meja nomor 19.

Asyik banget, ya. Duduk di depan Eiffel, sembari makan sup Ceker. 😀 Pelayan cukup ramah, bisa dimintai tolong untuk foto-foto, tempat bersih, ditambah pelayanan cukup lama. *ups* Yaaa…namanya juga sedang ramai, ya. Harus bersabar menanti Bakwan Tik Tik dan Sup Ceker yang saat itu telah kami pesan.

Lalu, konsep Cafe kekinian yang dimaksud tuh yang seperti apa, Dah? Selain tempatnya yang memang asyik, satu hal yang membuat Cafe ini makin rame pengunjung, tak lain karena konsepnya kekinian, yang mana terdapat tempat khusus untuk berfoto atau yang lebih sering disebut dengan photo booth.

BALON TERBANG HISTORIA

Kurang maksimal fotoinnya, deh. . .

KONSEP CAFE KEKINIAN

Remaja banget! Hahaha

Selain panorama Menara Eiffel, ada dua booth yang kadang antre seperti sedang ada sesi foto artis. 😀 Booth yang lebih banyak digunakan untuk berfoto bersama keluarga atau teman. Lihat foto di atas. Kekinian banget, bukan? 😆

Bagi kamu yang tinggal di kota besar, mungkin konsep seperti di atas sudah SANGAT BIASA. Namun, di Banjarnegara, setahu saya baru ada satu tempat nongkrong yang menyediakan photo booth macam di atas. Hanya karena booth, Cafe menjadi ramai, ya. Bahkan, semacam magnet yang bisa menarik pengunjung untuk masuk Historia.

Kok konsepnya dowang? Memang menu yang ditawarkan ngga menarik, Dah?

Bukan!!! Bukan berarti ngga menarik. Tapi, menurut saya menunya biasa saja. Menu makanan standard, gitu. Saat saya tanyakan kepada Mbak Pelayan juga demikian.

MENU MAKAN DI HISTORIA CAFE

Pesanan kami. . .

“Yaaa…menu pada umumnya sih, Mbak. Apa ingin nyobain Bakwan Tik Tik saja? Hampir mirip dengan Bakso Malang”. Ara, si penyuka Bakso langsung mengiyakan tawaran dari Mbaknya. Saya dengan pasrah memesan Sup Ceker. Maaf, sedang diet Steak. *sama aja keleus* 😀

Masakan Historia lumayan banget. Supnya terasa segar dan ngga terlalu banyak penyedap rasanya. Sayang banget, cekernya ngga di potong, gitu. Beruntung saya bukan tipe cewek jaim, ya. 😆 Berlaku juga untuk Bakwan Tik Tik. Menyoal tentang harga pun cukup terjangkau. Masih dalam batas wajar untuk satu porsinya. 😆

Semoga Historia terus meningkatkan pelayanan, makin ramai dan semakin inovatif dalam menciptakan booth (lagi). Update booth agar suasana berbeda dan nampak makin ramai Cafenya. Mumpung masih satu-satunya Cafe dengan tema unik di Banjarnegara.

Nah, bagi kamu yang ingin turut merasakan konsep Cafe kekinian, silakan datang ke Historia Cafe. Selamat bernarsis, ya. 😆

31 thoughts on “Historia, Cafe dengan Konsep Kekinian

  1. Di daerah sesuatu yang baru akan selalu di kunjungi terus-terusan oleh masyarakat. Tapi kalau udah ada saingannya dan menawarkan yang lebih lagi, pasti bakalan pindah ke tempat lain secara perlahan-lahan.

    Manusiawi, ya. 😀

  2. Ha… kafe2 model begini sekarang lagi ngehitz yak. Bisa buat narsis2an. Hahaha. 😀 Tapi enak lah buat hangout bareng temen tuh.

    Benar banget. 😀

  3. Iya ya. Beginian di Bandung atau Jakarta mungkin dah biasa. Tapi yang ini di Banjarnegara jadinya menarik, hahaha :D.
    Semoga laku deh, pengunjungnya banyak, biar ga gulung tikar atau ganti nama cafe lagi :p

    Maklum ya, Mas. 😀 Doane maturnuwun. 😀

  4. kafe2 jaman sekarang emang banyak yang gitu ya mbak… kalau nggak bisa poto-poto nggak asik… :p jadi yang dimaksud dengan konsep kekinian itu… yang bisa potopoto :p

    Yaaaaa…gitu, deh. 😀

  5. Meski di Jakarta banyak cafe beginian, saya malah jarang kesana. Abisnya Malu saingan sama anak muda, hehe
    Tempatnya Oke bgt apa lagi deket waterpark. Kayanya kudu nambah menu variasi makanan, dijamin makin rame tuh 🙂

    Kakak masih muda juga iih! 😀 😀

  6. waaah lucuu bangettt, ada lukisan 3Dnya ya bisabuat poto-poto, eh di Wonosobo udah ada belum ya cafe yang kekinian kayak gini. Hihihi…

    Sekarang sih aq udah jarang banget jajan or nongkrong di cafe, selain ga ada waktu juga emang berat di ongkos, haiyah! haha…tapi sesekali boleh juga ya nongkrong kayak anak gahol..hehe

    Kayaknya belom, Mbak. Hahahah:D

  7. maen…
    asal bisa seterusnya begitu pasti sip lah
    indonesia raya biasanya semangat di awal doang, hihih malah curhat

    Ya ampuun..curhat mbanget. 😀

  8. Waah keren photo bothnya pke 3 Dimensi!
    Kreatif sih pemiliknya. Makanannya gak unik tapi pemiliknya mengangkat konsep yang tak biasa. Mungkin karena itu ya suasana kafe nya rame terus 🙂

    HoOh, konsepe sensasyional ya, Mbak. 😀

  9. Cafènya bersih. Keliatan nyaman ya. Kalau di daerah rumah makan baru tuh selalu rame. Pada kepo soalnya. Bertahan lama ramenya atau enggak tergantung sesuai nggak sama kantong mereka.

    Ambil yang murah2 harganya. Seuaikan kantong, dong. 😀

  10. Bener2 konsep kekinian deh. Bagus bgt cafenya jadi pengin ke sana. Bukan utk mencicipi makanannya Tapi untuk narsis2 di sana hahaha
    Semoga makin sukses deh to historia cafe

    Hahaha…ayo kita narsis, Mei. 😀

  11. wuiiiih, gaul nya ke cafe, aku mah ke angkringan atau lesehan, hihi

    Cafe, Angkringan. Gue mah oke2 saja. 😀

  12. wah banjarnegara sudah mulai ok nih, mudah-mudahan di nganjuk mulai menyusul kafe2 unik seperti ini

    Kamu saja yang menciptakan di Nganjuk, Mas. 😀

  13. Lumayanlah buat narsis walau menunya biasa aja.
    Lumayan juga jadi ada bahan postingan, hehe

    Yuhuuii, Bu. . . 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *