CARA PEMBATALAN TIKET KERETA API

Pengalaman Membatalkan Pesanan Tiket Kereta Api

Domisili di Banjarnegara, mau ada acara di Jakarta dan pinginnya naik Kereta Api biar lebih cepat. Bisa banget, dong. Cukup berbekal smartphone dan paket data, pesan lah tiket Kereta Api secara online. Beli Tiket Kereta Api di Tokopedia, misalnya. Tinggal buka websitenya, atur jadwal keberangkatan atau pulang, bayar, dan jangan lupa konfirmasi pembayaran. Praktis, bukan?

Zaman sekarang yang dicari memang kepraktisan, apalagi soal pemesanan ini itu. Ketimbang harus telephone atau chat yang memerlukan banyak waktu dan juga biaya, lebih praktis mengunjungi websitenya langsung, kan. Bisa lebih leluasa dalam memilih jadwal pemberangkatan maupun pulang. Bonusnya, siapa tahu pas lagi booking tiket ada penawaran diskon. Alhamdulillaah banget, kan.

Sayangnya, nih, yang bisa dijangkau secara online baru pemesanannya saja. Belum sampai pergantian atau pembatalan jadwal karena untuk mengurus ini, pihak PT. Kereta Api Indonesia (KAI) memerlukan identitas diri dan tanda tangan si pemesan. Andai ini bisa dilakukan secara online, aaah…kenyamanan naik seratus persen, deh. 😛

CARA REFUND TIKET KERETA API

Stasiun Purwokerto siang itu…

FYI, syarat wajib untuk melakukan pembatalan pemesanan tiket kereta api, kamu harus datang ke Stasiun terdekat. Ini ngga bisa ditawar karena segala bentuk transaksi ada di stasiun. Hihihi. Nah, berikut langkah-langkah mengurus pembatalan tiket kereta api yang kini lebih cepat, dan sama sekali ngga ribet.

Siapkan Semua Dokumen

Jangan berpikir kalau dokumen yang dimaksud ini memberatkan, ya. Karena yang dibutuhkan oleh PT. KAI, dalam hal ini yang menangani adalah Costumer Service (CS), adalah hanya bukti pemesanan tiket, dan kartu identitas asli. Saat itu aku ngga membawa bukti pemesanan tiket. Agaknya lupa mencetak bukti pemesanan. 😆 Tapi ngga masalah karenan aku memesan tiketnya secara online. Jadi bukti pemesanan masih tersimpan di email.

Datang ke Stasiun Terdekat

Untuk melakukan pembatalan pemesanan tiket kereta api, aku datang langsung ke stasiun terdekat yaitu Stasiun Purwokerto di mana jaraknya kurang lebih 60 km dari Banjarnegara. Perjuangan banget, ya? Betul! Ini demi apa saydara setanah air? Demi duit supaya ngga hangus. Kalau aku membiarkannya hangus, nanti PT. KAI tambah sugih, dong. Hahaha.

Ini kenapa harus datang ke stasiun? Hiih…sudah dibilang bahwa, segala transaksi terkait pembatalan tiket kerata api bertempat di Stasiun. Kalau ngga punya waktu buat ke Stasiun, kamu bisa mewakilkan transaksi ini kepada siapapun dengan syarat harus dengan Surat Kuasa. Semacam pelimpahan, gitu.

Menyerahkan Dokumen ke Costumer Service

Dua hal yang perlu diperhatikan terkait dokumen yaitu bukti pemesanan tiket yaitu ID PemesananKartu Identitas, dan Nomor Rekening Bank (jika punya). CS hanya meminta ID Pemesanan saja, tanpa bukti fisiknya. Sementara untuk kartu identitas, musti bawa yang asli. Nantinya CS akan membantu untuk menggandakan kartu identitas. Selain menggandakan, CS juga membantu mengisikan data diri, termasuk pengisian nomor rekening guna pengembalian dana. Di ruang CS yang begitu sejuk, aku hanya duduk manis dan tanda tangan. Uwwh...ngga ribet pokoknya, ya.

Berikan Dokumen ke Petugas Loket

Sampai tahap ini, aku tergolong orang yang beruntung. Setelah CS memberi informasi nomor loket khusus pembatalan dan pergantian jadwal, aku langsung bergegas menuju loket 4, sesuai instruksi Mas CS yang sampai saat ini aku lupa namanya siapa. Di loket ini tanpa sistem antrean, lho. Tapi aku merasa beruntung karena saat itu hanya ada satu orang saja yang sedang melakukan transaksi.

CARA PEMBATALAN TIKET KERETA API

Jangan banyak tanya, semua sudah jelas. 😀

FYI, seluruh dokumen yang didapat dari CS diserahkan kepada petugas loket. Dokumen tersebut berupa fotokopi kartu identitas, print out tiket, dan formulir pembatalan. Setelahnya, petugas akan mengembalikan salinan formulir sebagai bukti pembatalan pemesanan tiket kereta api.

Pengembalian Akan Ditransfer Via Bank

Ini yang paling ditunggu-tunggu! 😆 Pengajuan pembatalan tiket kereta api yang dilakukan tidak lebih dari 30 menit sebelum jadwal pemberangkatan Kereta yang tertera di tiket akan mendapat pengembalian dana tiket meski ngga utuh. Terpotong 25% dari harga tiket kereta api. Masih lumayan lah, ya, bisa dipakai untuk beli Scraf Hijab.

Pengembalian dana tiket yang telah batal dilakukan setelah hari ke-30 melalui transfer atau diambil tunai di stasiun yang ditunjuk.  Jika kamu akan mengambilnya di Stasiun, maka harus menunjukan salinan formulir pembatalan kepada CS.

 

PEMBATALAN TIKET KERETA API

Formulir pembatalan ini rangkap 2, ya.

Eh, ini kenapa melakukan pembatalan?

Ceritanya, awal bulan ini aku berniat menghadiri acara mubes warung blogger yang berlokasi di Jakarta. Acara ini berlangsung satu hari pada hari Sabtu. Artinya, aku harus berangkat hari Jum’at, dong. Yaudah, aku pesan tiketnya untuk hari Jum’at. Rencana semula, hari Jum’at aku akan mengajukan izin ke atasan, gitu. Tapi ternyata aku harus menghadiri undangan rapat dan itu WAJIB. Ini undangan mendadak, cuuuy. Bikin KZL!

Buat kamu yang hendak bepergian menggunakan tranportasi Kereta Api, betul-betul dipertimbangkan sebelum memesan tiket, ya. 😉

18 thoughts on “Pengalaman Membatalkan Pesanan Tiket Kereta Api

  1. aku pernahnya, menukar jadwal keberangkatan. ngebut2 siang2 ke pwt dan hanya modal nekat doang karena tak tau caranya gimana, lalu tanya dong ke cs di stasiun dan dipandu caranya, cuma suruh ngisi formulir terus si mbak2nya otak atik layar komputer baru ngantri panggilan di loket dan tara….tiket dengan jadwal yang baru sudah ditangan

  2. dokumen dan data yang diisi harus lengkap, kalau ditempat saya ketika ada pembatalan, akan ada potongan dan proses pengembalian uangnya selama 10 hari jam kerja, haduh kalau tiket harga murah tak iklasin aja

  3. belum pernah batalin tiker KA, intinya batal gak batal ternyata tetep harus ke stasiun ya, walo dipotong 25% masih alhamdulillah daripda angus.heee… mkasih share infonya mbak 🙂

  4. Hallo bu, infonya sangat bermanfaat sekali. Pembatalannya ternyata tak seribet yang aku bayangkan, cuma ya itu harus datang ke Stasiun terdekat yang dari tempatku sekarang berada, sangat jauh. Pas penes siy enak ya, tinggal online wae.

    Saya belum pernah melakukan pembatan tiket kereta api jaman sekarang. Dulu banget, di tahun 2005, saya pernah kecopetan di stasiun, saat naik kereta api. Karena KZL, ndak jadilah pulang ke CIlacap, alhasil tiket kubalikin detik itu juga, Alhamdulillah langsyng cair tanpa dokumen apa apa.

    Lah dadi curhat,

  5. Pembatalan yang mengharuskan pemesan/pemilik tiket datang ke stasiun terdekat “terkesan sebagai unsur kesengajaan” dari pihak KAI. Pendaftaran bisa online..tapi pembatalan “tidak dibuat online”..KENAPA…??? Apakah hal tersebut sulit untuk dibuat..?!

    Pemesan tiket seperti dengan sengaja dibuat repot dengan: harus datang ke stasiun terdekat dengan syarat-syaratnya.
    Apakah ini kesengajaan dari pihak KAI agar “ada pemesan tiket” yang “merelakan” uang tiketnya hangus daripada harus mengurus pembatalan tiket karena beberapa alasan? (misal: punya waktu terbatas, jauh dari stasiun, tipe yang nggak mau direpotin prosedur, biaya kalo mengurusan pembatalan lebih besar dari harga tiket yang dipesan, dll.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *