Terapi di Kolam Air Panas, Owabong

Aku mulai menepi saat Tante masih terlihat asyik tiduran di atas ban mengikuti arus air. Beranjak dari kolam arus, aku langsung menuju locker untuk mengambil ransel.

Cukup kaget ketika melirik jam dinding yang menempel di ruang penitipan barang. Nggak terasa sudah pukul setengah tiga! Pantas saja langit sudah tidak cerah lagi. Telapak tanganku pun sudah mengkerut.

Empat jam lamanya kami bermain air. Padahal masih ada beberapa kolam renang yang belum kami singgahi. Seperti; Kolam Sesat, Kolam Permainan dan Kolam Pesta Air. Tapi sayang, kami tidak bisa menikmati tiga kolam tersebut. Mungkin lain waktu.

Hari memang sudah sore. Tapi bukan berarti kami langsung memutuskan untuk segera pulang. Masih ada waktu bermain hingga sore banget. πŸ˜‰

Kita semua tahu, dimana-mana waterboom sama. Menyediakan wahana yang serupa, yaitu kolam renang. Hanya saja arsitektur, penamaan kolam renang, pelayanan dan atau fasilitaslah yang membuat waterboom tersebut tampak berbeda. Seperti halnya Objek Wisata Air Bojongsari atau yang lebih dikenal dengan Owabong, menambahkan kolam air panas di waterparknya.

β€œYuk…ke kolam air panas yang ada di ujung bawah. Kita terapi di sana!”

PANCURAN OWABONG
Seger…

Sejauh ini aku belum pernah menjumpai ada kolam renang air panas di waterpark yang dimanfaatkan untuk terapi. Kalau di pemandian khusus, sih, penah lihat. Di Tegal atau di Garut, misalnya.

“Ini seriusan airnya panas?” Hihihi…nggak mungkin lah, ya. Bakal mengelupas kalau airnya beneran panas. Tapi memang nama kolamnya seperti itu, kolam air panas.

Kolam air panas masih cukup jauh dari wahana waterboom. Lokasinya berada di bawah, terpisah dari kolam renang lainnya. Satu arah dengan wahana Gokart dan juga kolam terapi ikan. Kurang lebih tiga menit jika ditempuh dengan jalan kaki. Lama, kan? πŸ˜†

Dengan badan yang cukup lelah, aku berjalan tanpa alas kaki menuju kolam air panas. Padahal, melewati jalan kerikil dan juga anak tangga. Geli-geli menyehatkan.

β€œNanti masuk kolam air panas bayar lagi nggak, Tante?” Aku hanya memastikan agar nanti saat di gerbang masuk kolam tersebut tidak gugup, karena sudah menyediakan sejumlah uang.

OWABONG KOLAM AIR HANGAT
Menuju Kolam Air Panas…

Tante menganggukkan kepala. Ternyata tiket masuk seharga Rp 23.000 belum termasuk biaya masuk ke Kolam Air Panas. Pengunjung masih harus membayar Rp 10.000 jika ingin terapi di kolam air panas.

Di area bawah rasanya segar pemandangannya. Banyak pepohonan, bunga dan juga rumput yang rapih. Begitu rindang, sejuk. Sesampainya di Kolam Air Panas yang aslinya air hangat, tiba-tiba butiran-butiran air jatuh dari awan ke atas permukaan bumi. Hya hya hyah…nggak apa-apa! Hujan tidak menghalangi niat kami untuk berrendam, untuk mendapat kehangatan dari si air. :mrgreen:

Pancuran yang mengalirkan air hangat ini berjumlah dua belas. Aku kira sumber air hangat dihasilkan secara alami dari kaki Gunung Slamet. Tapi ternyata tidak. πŸ™‚ Hish…rugi banget kalau di kolam ini hanya duduk di tepi kolam saja! Akhirnya, kami pun langsung turun mendekati pancuran untuk memulai terapi.

KOLAM HANGAT OWABONG
Zona nyaman….

Cara terapinya sangat mudah. Sebab, di depan pancuran, tepatnya di dinding, terdapat ilustrasi berupa gambar yang menerangkan titik-titik mana saja yang sekiranya membutuhkan β€œsentuhan” air hangat. Pada ilustrasi tersebut juga dijelaskan manfaat terapi pada tiap bagian tubuh.

Aku merasa nyaman berrendam di kolam hangat ini. Suasananya yang begitu tenang mengalahkan bau kaporit yang cukup macet di hidung. Tidak ada teriakan histeria seperti saat di waterboom atas.

Ketenangan, kehangatan dan kesehatan. Tiga K bisa di dapat pada satu kolam! Fasilitas berupa gazebo sebagai tempat untuk istirahat dan kamar mandi juga ada di kolam air panas.

Waterpark Owabong, Purbalingga

  • Alamat: Jl. Raya Owabong No.1 Bojongsari, Purbalingga Jawa Tengah
  • Telp : +62 281-6596967
  • Email: marketing@owabong.co.id

20 Comments

  1. Berendam air panas, duh bisa-bisa saya gak mau keluar kolam hahah…
    Walaupun katanya kan air panas justru bikin kulit jadi kering dan gampang iritasi kalau terlalu lama mandi/berendam dengannya ya.

    Mudah keriput ya, Mbak. πŸ˜€

  2. Idah, blog yang satunya ttg traveling juga kan ya ….
    Blog yang ini juga makin banyak cerita travelingnya. Mau mengkhususkan diri jadi travel blogger ya? πŸ™‚

    Selalu asyik di kolam air panas ya … saya pernah di daerah. Seorang laki2 lompat ke dalam kolam. Lalu dia teriak2 … katanya …. telurnya masak …. hahaha ada2 saja … saking panasnya itu, dia terkejut sendiri mungkin dikiranya hangat …. πŸ˜€

    Ngga khusus, Mbak. Banyak cerita lainnya, kok. Hahaha…teluuur. πŸ˜€

  3. Di seputaran kaki gunung slamet ada berapa seh olam air panas, dari daerah banjarnegara, daerah2 seputaran gunung itu lha?
    Awal tulisan ini kereen, nggak kaku karena pake teni menullis adegan cerita…

    Piroo yooo? Tak itung ndisek ya, Mas. πŸ˜€

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *