Bapak-Ibu, Serangannya Mubadzir
Puji syukur hari ini saya berhasil turut bersuara melalui pemilihan umum (pemilu). Bagaimana rasanya masuk bilik Tempat Pemungutan Suara?. Emmm, saya merasa biasa…
Memberi Informasi, Woro-woro
Puji syukur hari ini saya berhasil turut bersuara melalui pemilihan umum (pemilu). Bagaimana rasanya masuk bilik Tempat Pemungutan Suara?. Emmm, saya merasa biasa…
Rencana Pendaftaran Online Perkara – Bulan lalu, ada pemberitahuan dari PTA Semarang, bahwa tiap satker diminta untuk menambah dua sistem pelayanan publik yang…
Wow, Sariayu Kosmetik Nempel Di Wajah. Dan akyu terkejyuut!. Ahahaha. Mulai deh, ya. Berlebihan mbanget, parah!. Tapi beneran terkejut, ketika melihat penampakan wajah…
Yuhuuui. . .ngeBlog lagih!. Postingan bulan ini, akan saya penuhi dengan oleh-oleh pasca acara #SB2014. Please, aja bosyen yaaa. Ahahaha.
Pengalaman Turun dari Bus di Terminal Kampung Rambutan – “Sudah sampai Terminal Kampung Rambutan, Mbak”. Mas-mas yang duduk disebalah nyolek bahu kanan saya. Sedikit kaget, karena saat itu saya tidur disepanjang perjalanan. Rasanya baru tadi sore, orang tua mengantar saya sampai Terminal Banjarnegara.
Ngga terasa perjalanan selama sebelas jam telah terlampaui dan sudah sampai Terminal Kampung Rambutan, sebuah terminal bus yang berada di Jalan Lingkar Luar Selatan, kawasan Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Di sini adalah pangkalan Bus yang melayani rute Bandung, Tasikmalaya, Garut, Cikampek dan kota Lainya.
Perjalanan dari Banjarnegara-Jakarta menggunakan jasa transportasi Bus Sinar Jaya, saya isi dengan kegiatan tidur. Yeeah, tidur menjadi alternatif terbaik, karena siangnya baru bertarung dengan server kantor. Tadinya kayak mau begadang saja di Bus. Sudah minta tolong sama Tante buat nemenin. Yaaa…kali saja mengalami BeTe di Bis.
Saya ambil pemberangkatan pukul 17.00 WIB dari Banjarnegara. Berbekal satu tiket Bus Eksekutif Rp 90.000, perjalanan terasa nyaman banget. Sabtu, 8 Maret 2014, tepat pukul 04.00 WIB, saya sampai Terminal Kampung Rambutan. Sesampainya di terminal tersebut, saya langsung mengecek handphone. Ehm, sudah ada SMS dari Bapak yang menanyakan ini itu, memberi tahu tahu ini itu, dll. Membaca SMS dari Bapak kok, ya, berasa anak kecil. 😆
Turun dari Bus, saya menyeberang jalan, lalu menyapa Mbak ramah yang berjualan aneka minuman. “Masih pukul 04.00 WIB, Mbak. Duduk dulu di sini. Mushala masih dikunci. Begitulah oenjelasan dari Mbak ramah. Tanpa berpikir lama, saya duduk dekat Mba ramah dan memesan segelas teh anget.

“Tehnya manis apa gak, Mba?“. Tanya Mba ramah sebelum membuatkan minum untuk saya. Saya memilih teh manis untuk menghangatkan tubuh. Menikmati segelas jumbo teh anget, ditemani Mba Ramah dan para Bapak ojek.
Tadinya agak takut dengan para Ojek. Teman-teman tahu sendiri cerita tentang Ojek yang di terminal, kan? Banyak cerita yang beredar, bahwa para ojek yang ada di terminal suka kurang bersahabat gitu. Tapi, setelah bercakap dengan baik, para Ojek pun sopan, baik. Hal ini makin menguatkan saya, bahwa para jasa ojek atau transportasi lain di terminal bus gak semuanya menakutkan atau jahat.
Saat itu, para Bapak juga menawarkan jasanya untuk mengantarkan saya sampai Tebet (rumah teman). Tapi, saya ngga mau dong. Karena, saya sudah janjian sama Busway.
*******
Meninggalkan lapak Mba ramah sebentar untuk pergi ke Mushalla. Jarak dari tempat pemberhentian Bus ke Mushalla kurang lebiih 500 meter. Di depan Mushalla sangat ramai karena ada dua orang Bapak penjual nasi uduk. Kemudian, masuk Mushalla dengan menitipkan tas kepada penjaga penitipan barang. Shalat berjama’ah mulai pukul 04.30 WIB dan setelahnya, membayar uang penitipan barang seikhlasnya.
Setelah subuhan, saya kembali lagi menikmati teh anget yang sudah mulai dingin. Bercerita bersama Mba Ramah dan juga Bapak-bapak ojek. Tepat pukul 05.30 WIB, sya memutuskan untuk mencari Busway yang ada di sekitar Terminal Kampung Tambutan. Tepat di sebelah kanan Terminal, kurang lebih 700 meter dari tempat pemberhentian Bus, ada halte Busway.
Selamat tinggal Kampung Rambutan. Sampai berjumpa lagi di hari Senin pagi, ya! Saya akan singgah ke Terminal Kampung Rambutan (lagi) untuk kembali pulang ke Banjarnegara.
Apa sih Rames Kliwonan itu?. Adakah diantara Anda yang baru mendengar istilah Rames Kliwonan?. Sudah pada tahu Rames kan, ya. Sudah, pasti sudah…
Tahun lalu, Saya kebagian Mengurus Izin Pemasangan Reklame (Spanduk) saat Sekolah mengadakan Penerimaan Peserta Didik Baru. Dan, sepertinya, Tahun ini saya kejatah mengurus…
Keep Writing and Happy Blogging!. Dua kalimat yang sangat ringan ketika diucapkan. Menjadi sangat mudah untuk dilaksanakan bagi mereka, para Blogger yang mampu…
Lebih Memilih Kata Hati, terinspirasi dari Ibu pas tadi pagi ngobrol ringan di dapur. Perbincangan pagi tadi gak begitu penting sih. Tapi, setelah…
Cita Rasa Pemanis Sehat. Merasa belum bisa masak, tapi mau ngomongin tentang Cita Rasa. Dalam hal ini terkait dengan indera perasa atau pengecap.…