Lebih dari Sekadar Murni, Alexa Water Menjadi Pilihan Pasti

Lebih dari Sekadar Murni, Alexa Water Menjadi Pilihan Pasti – Setiap pagi, bunyi alarm selalu jadi musik pembuka hidup saya. (Etdaah…dramatis amat opening-nya, ya.) 😆 Tepatnya jam empat lebih tiga puluh menit, mata ini masih terasa berat, tapi pikiran sudah berlari lebih cepat dari tubuh ini. Saya mulai membuka mata, lalu menatap langit-langit kamar. Hening. Tapi hanya sebentar.

Insto Dry Eyes

Dalam hitungan menit, rutinitas akan segera dimulai. Hari baru berarti tantangan baru, terutama bagi seorang ibu bekerja yang juga ingin memastikan keluarga tetap mendapatkan perhatian terbaik sebelum saya berangkat ke kantor.

Sambil menyiapkan sarapan, saya melirik jam di dinding. Waktu terasa seperti berlari tanpa menunggu. Anak-anak sebentar lagi harus berangkat sekolah, dan saya pun harus segera mandi, lalu berangkat menuju tempat kerja. Kadang saya berpikir, andai saja pagi bisa diperpanjang sedikit, hanya lima belas menit lagi, supaya semuanya tak terasa terburu-buru. xixixixi~~

Raga sedang menyiapkan bekal anak-anak, pikiran sudah berlari ke mana-mana, tapi urusan rumah nyaris sempurna. Itulah uniknya perempuan. 😛 Tapi mau bagaimanapun juga, saya ingin memastikan anak-anak berangkat sekolah dengan perut kenyang, rambut rapi, pakaian wangi, dan semangat yang utuh. Rasa-rasanya ingin terus jadi ibu yang penuh perhatian, sekaligus perempuan yang profesional di tempat kerja.

Tapi, semakin lama saya menjalani hari, saya sadar satu hal penting, pagi yang tenang tidak datang dengan sendirinya. Ia butuh strategi, disiplin, dan cinta yang bekerja diam-diam. Saya belajar mengatur waktu dengan cara paling manusiawi yang bisa saya lakukan: bukan agar semuanya sempurna, tapi supaya semuanya tetap seimbang antara keluarga, diri sendiri, dan pekerjaan yang menanti.

Tapi begitulah hidup seorang ibu bekerja, bukan? Kita tidak bisa memperlambat waktu, tapi kita bisa mengatur ritme agar pagi tetap berjalan dengan harmoni.

Berikut adalah beberapa hal yang sudah saya lakukan supaya pagi terasa lebih tenang.

1. Bangun Lebih Awal, Tapi Tidur Lebih Nyenyak.

Banyak orang bilang, kuncinya cuma satu: bangun lebih pagi. Tapi untuk bisa bangun lebih pagi, tidur pun harus lebih berkualitas. Saya mulai membiasakan diri tidur sebelum jam sepuluh malam. Semua pekerjaan rumah tangga yang tidak mendesak, saya tunda untuk keesokan harinya. Karena saya sadar, tubuh ini butuh istirahat agar bisa melayani keluarga dengan sepenuh hati keesokan paginya.

Saat bangun lebih awal, suasana rumah masih tenang. Saya bisa menyiapkan sarapan tanpa tergesa, menyiapkan bekal sekolah, bahkan sempat membuat lemon tea untuk sekedar menghangatkan tubuh dan juga menenangkan pikiran sebelum hari benar-benar dimulai. Bagi saya, momen tenang itu berharga sekali karena dari sanalah energi positif untuk seharian penuh berasal.

2. Siapkan Segalanya di Malam Sebelumnya.

Kunci kedua adalah malam hari yang produktif. Saya menyiapkan racikan masakan, kotak bekal, dan botol minum dari malam hari. Untuk seragam anak-anak dan sepatu sekolah, kebetulan mereka sudah mandiri. Beberapa hal penting lainnya, saya selalu stok tabung gas dan galon cadangan di dekat dispenser supaya tak perlu ribut pagi-pagi hanya karena air minum habis.

sayuran

Kebiasaan kecil seperti ini membuat pagi terasa lebih ringan. Saya jadi bisa fokus ke hal yang lebih penting: memastikan anak-anak makan dengan baik dan membawa air minum higienis dari rumah.

3. Buat Jadwal Pagi yang Realistis, Bukan Perfeksionis.

Dulu, saya kerap stres kalau pagi tidak berjalan sesuai rencana. Anak terlambat bangun, nasi belum matang, tabung gas yang tiba-tiba habis, atau galon yang ternyata isinya tinggal sedikit. Tapi lama-lama saya sadar, bukan berarti saya gagal, tapi hanya perlu menyesuaikan ritme.

Sekarang saya punya jadwal realistis:

  • 04.30: Bangun, ibadah, menyiapkan sarapan, dan juga kebutuhan anak-anak.
  • 05.00: Membangunkan anak-anak, dan bantu mereka bersiap.
  • 06.00: Sarapan bersama.
  • 06.30: Isi bekal makan anak-anak, botol air, lalu mengantar mereka sekolah.

Rutinitas ini membuat semua orang tahu apa yang harus dilakukan, tanpa saling tunggu. Dan bagian kecil seperti menyiapkan air minum di meja makan menjadi ritual kebersamaan setiap pagi. Apalagi anak pertama saya, kalau mau makan pasti harus minum terlebih dahulu.

4. Siapkan Air Minum Berkualitas untuk Anak-Anak.

Ini bagian yang paling tidak boleh saya lewatkan. Setiap pagi, saya minta tolong anak-anak untuk isi ulang botol minum mereka dengan air dari Alexa Water yang telah dipercaya sejak tahun 2013.

Saya merasa tenang konsumsi Alexa Water karena airnya lebih dari sekadar murni. Sumbernya dari pegunungan Manglayang, disaring dengan teknologi modern yang menjaga kemurnian dan rasa alami air.

Botol galonnya tertutup rapat, terlindung dari sinar matahari, terlindung dari asap kendaraan, dan tentunya terlindung dari debu. Ini jadi sesuatu yang penting banget buat saya, karena saya tidak mau main-main soal kebersihan air murni yang diminum anak-anak.

Kenapa Memilih Alexa Water

Kenapa Memilih Alexa Water?

  • Sumber Mata Air Alami: Alexa Water berasal dari mata air pegunungan Manglayang, Bandung, yang dikenal memiliki kualitas air alami terbaik. Kejernihan air pegunungan ini menjadikannya pilihan ideal untuk diproses menjadi air minum yang sehat.
  • Proses Penyaringan Modern: Setiap tetes air Alexa Water melalui proses penyaringan yang canggih dan teruji, menghilangkan kotoran dan kontaminan, serta memastikan air yang kami sajikan tetap murni dan aman dikonsumsi.
  • Sehat dan Aman: Mengutamakan kesehatan kita dengan memastikan bahwa air Alexa Water bebas dari bahan kimia berbahaya dan kontaminan lainnya, menjadikannya pilihan yang aman dan segar bagi keluarga. Ginjal bekerja lebih ringan.
  • Harga TerjangkauGratis ongkos kirim, free galon (peminjaman galon selama berlangganan), pengiriman terjadwal otomatis setiap minggu, dan harga 17.000 all in.

Anak-anak tahu, kalau mereka harus mengisi botol minum dari dispenser yang berisi Alexa Water. Ini bukan sekadar rutinitas, tapi bentuk perhatian seorang ibu yang tidak selalu bisa ikut ke sekolah, namun ingin tetap melindungi dari jauh dengan sebotol air minum yang lebih dari murni supaya jauh dari dehidrasi. Kebiasaan kecil ini membuat saya merasa berhasil sedikit demi sedikit menjaga kesehatan mereka dengan cara paling sederhana.

5. Sisakan Waktu untuk Diri Sendiri.

Sebagai ibu bekerja, mudah sekali terjebak dalam peran tanpa jeda. Tapi saya belajar, lima menit untuk diri sendiri juga penting. Entah hanya untuk duduk sejenak sambil menyeruput air demineral Alexa sebelum berangkat, atau menulis daftar kecil hal-hal yang saya syukuri pagi itu. Dengan cara itu, saya bisa memulai hari dengan kepala dingin dan hati hangat. Ibu yang bahagia akan menularkan energi bahagia juga ke seluruh keluarga.

Hidup Lebih Seimbang, Hati Lebih Tenang.

Setelah semua siap, anak berangkat sekolah, suami berangkat kerja, dan saya pun melangkah menuju kantor ada rasa puas yang sulit dijelaskan. Bukan karena semuanya sempurna, tapi karena saya tahu, setiap hal kecil yang saya siapkan di rumah punya arti besar: mulai dari nasi hangat, senyum di meja makan, hingga air minum berkualitas yang anak-anak bawa ke sekolah.

Alexa Water menjadi bagian dari keseharian kami, bukan hanya karena airnya murni, tapi karena ia membawa ketenangan bagi seorang ibu yang ingin memberikan yang terbaik untuk keluarganya. Buat saya, ini bukan sekadar air minum. Ini bagian dari cinta, cinta yang bekerja diam-diam lewat setiap tetes yang menemani langkah kecil anak-anak kami..

ceris family

Penutup.

Menjadi working mom kadang seperti berlari maraton tanpa garis akhir yang jelas. Setiap hari dimulai lebih awal dari kebanyakan orang, dan sering kali diakhiri dengan kelelahan yang tak sempat diungkapkan. Tapi di balik semua itu, selalu ada alasan kuat yang membuat seorang ibu terus berjuang: keluarga.

Kita mungkin tidak selalu bisa menemani anak-anak setiap saat, tapi lewat hal-hal kecil yang konsisten, seperti sarapan hangat, peluk cium sebelum aktivitas, dan botol air minum yang sudah terisi penuh, kita sebenarnya sedang menanamkan cinta dan perhatian yang bertahan lama.

Karena pada akhirnya, ibu bekerja tidak mencari kesempurnaan, tapi keseimbangan. Seimbang antara keluarga dan karier, antara waktu dan kasih sayang. Dan jika satu botol air minum bisa menjadi simbol cinta yang menenangkan hati seorang ibu, maka bagi saya, itu sudah cukup berarti.

Buat teman-teman yang mau tahu produknya Alexa Water, silakan followe akun instagramn @alexawaterid. Selain informasi produk, Alexa juga sering banget mengadakan kuis berhadiah dan promo menarik. Untuk customer service, silakan hubungi ke nomor 0822-2100-9575. 😉

Insto Dry Eyes Andalan di Front Office: Mata Segar, Pelayanan Lancar

Insto Dry Eyes Andalan di Front Office – Pekerjaan sebagai petugas front office bukan hanya soal menyapa dengan senyum atau menyelesaikan proses administrasi. Setiap hari, saya duduk di balik meja pelayanan yang menjadi wajah pertama yang ditemui masyarakat. Mereka datang membawa urusan dan cerita masing-masing, dengan harapan ketika meninggalkan meja pelayanan akan mendapatkan solusi untuk setiap permasalahannya.

Kurang lebih delapan jam saya habiskan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ada banyak layanan yang saya berikan baik dengan bantuan komputer maupun dengan cara berkomunikasi langsung.

Menatap layar komputer untuk memberikan layanan seperti: pendaftaran perkara secara online, penyerahan produk, hingga memproses data tentu membutuhkan ketelitian. Begitu juga ketika memberikan informasi atau menjawab pertanyaan, saya harus fokus dan mata tidak boleh redup.

Lebih dari itu, bekerja di depan “layar” dituntut untuk selalu ramah, tanggap dan menerapkan slogan 5 S: Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun. Senyum, sapaan, dan kontak mata menjadi paket lengkap dalam pelayanan prima. Tapi di balik senyum ramah itu, ada satu bagian tubuh yang terus bekerja tanpa henti, yaitu mata.

Pada artikel kali ini, saya akan berbagi cerita tentang setiap senyum di balik meja front office menyimpan cerita perjuangan mata yang terus bekerja, sampai Insto Dry Eyes pun menjadi andalan ketika mata mulai lelah.

Di Balik Pelayanan Prima, Ada Mata yang Bekerja Tanpa Henti

Front office bukan hanya tentang menyapa dengan ramah, tapi juga tentang menjaga fokus, kesabaran, dan kenyamanan. Mata segar adalah kunci utama.” -Idah Ceris

Pelayanan Terpadu Satu Pintu yang Menjadi Garda Terdepan Pelayanan.

Setiap Selasa pagi, seluruh pegawai di bidang Kepaniteraan dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) melaksanakan kegiatan rutin yaitu briefing. Kegiatan ini biasanya dipimpin oleh Panitera atau Panitera Muda. Selain sebagai sarana evaluasi, dalam briefing pimpinan tidak pernah lupa untuk selalu mengingatkan bahwa bagian PTSP adalah garda terdepan pelayanan. Maka dari itu, saya dan teman-teman lainnya wajib untuk terus memberikan layanan dengan maksimal.

Mulai pukul 08.00 WIB, Satpam membuka pintu masuk PTSP. Artinya, jam pelayanan akan segera dimulai dan antrean pun mulai terbentuk.

PTSP di tempat saya bekerja terbagi menjadi beberapa loket sesuai dengan tugas, pokok, dan fungsi masing-masing. Saya dan empat teman lainnya fokus melayani pendaftaran perkara, penyerahan produk, dan memberikan informasi sesuai kebutuhan masyarakat. Kemudian, ada juga loket kasir dan loket konsultasi atau informasi lanjutan. Total ada enam loket yang siap “bertempur” dari pagi hingga sore hari.

Satu per satu antrean mulai dipanggil petugas loket. Dari sini, interaksi antara petugas loket dan masyarakat mulai terbangun. Ya, di sinilah tempat di mana semua urusan akan diurai dan setiap harapan masyarakat pun digantungkan.

Semua masyarakat yang datang ke loket membawa masalah yang sangat beragam, khususnya masalah rumah tangga. Ya, saya bekerja di Pengadilan Agama, sebuah badan peradilan di Indonesia yang bertugas menangani perkara perdata orang-orang yang beragama Islam.

Banyak yang bilang, PTSP adalah panggung pelayanan hati. 😀 Saya percaya bahwa pelayanan ini bukan hanya soal sistem satu pintu, tapi soal hati yang terbuka dan mata yang fokus untuk melayani siapa pun yang datang. Karena setiap hari, saya tidak hanya berhadapan dengan administrasi yang harus diselesaikan tepat waktu, tapi juga berhadapan dengan wajah-wajah penuh harap.

Mereka datang dengan persoalan hukum, dokumen, atau kebingungan tentang prosedur berperkara. Di sinilah saya hadir untuk memberi arah, menjelaskan dengan sabar, dan meyakinkan bahwa setiap orang layak mendapat pelayanan terbaik.

Di Balik Pelayanan Prima, Ada Mata yang Bekerja Tanpa Henti.

Saya pernah dihadapkan dengan layanan informasi yang mana orang tersebut terlihat sangat cemas. Seorang Ibu muda datang bersama anak perempuannya yang masih seusia anak Sekolah Dasar.

Dia terlihat bingung dan tatapan matanya kosong. Jari tangannya terus digerakkan seperti tremor. Tanpa menunggu lama, saya mulai membuka percakapan dengan menanyakan identitas supaya lebih akrab dan lebih hangat saat menyapanya. Saat saya minta kartu identitasnya, dia memberikan Buku Nikah. “Okei, tidak apa-apa.” batin saya.

“Dengan Ibu Alma, ya. Apakah ada yang bisa saya bantu, Bu?” Saya mulai menyapanya dengan suara pelan dengan pandangan fokus. Bu Alma mulai menatap saya meskipun belum bersuara.

“Keperluannya apa, Bu?”

“Bu Alma bisa berkomunikasi dengan saya?” Saya menatapnya dalam-dalam sembari meyakinkan beliau kalau Pengadilan Agama adalah tempat yang aman.

Tidak lama kemudian, anak  perempuan yang berada di sampingnya diminta untuk duduk di kursi antrean. Pelan-pelan, kami pun mulai berkomunikasi. Saya mendengar dengan seksama permasalahan rumah tangga yang sedang dialami oleh Bu Alma. Tidak hanya mendengar, kami juga beradu mata.

Komunikasi kami terjalin kurang lebih tiga puluh menit. Artinya, pelayanan di loket tidak melulu dibantu dengan sistem komputerisasi. Komunikasi nonverbal seperti tatapan fokus sama pentingnya dengan kecepatan layanan yang saat ini sudah didukung dengan teknologi mutakhir. Mata betul-betul bekerja tanpa henti.

Insto Dry Eyes

Di hari yang sama, saya juga memberikan layanan pendaftaran perkara dan pengambilan produk. Tahun ini, pendaftaran perkara di Pengadilan Agama sudah dilakukan secara online melalui aplikasi e-Court Mahkaham Agung. Layanan ini bisa diselesaikan kurang lebih tiga puluh menit untuk satu perkara atau per orang.

Pada layanan ini, ada beberapa tahapan yang harus dilalui; mulai dari pembuatan akun pengguna, pengajuan permohonan perkara, pembayaran perkara menggunakan Virtual Account (VA), dan langkah terakhir yaitu pendaftaran. Perkiraan layanan pendaftaran rata-rata 15 perkara per hari. Belum ditambah dengan antrean lainnya. 🙂

Sistem digital yang membantu pekerjaan memang memudahkan banyak hal, tapi di sisi lain, diam-diam membuat mata lelah. Lelah di sini adalah lelah yang tidak dirasa. Pelayanan tidak bisa berhenti begitu saja karena mata kering. Harus bisa bertahan karena ada tanggung jawab di dalamnya. Tetapi ketika tubuh tidak bisa diajak kompromi, bagaimana solusinya?

Insto Dry Eyes Andalan Front Office: Mata Segar, Pelayanan Lancar.

Masalah pada mata kadang bikin kepala sampai pusing. Menatap layar dalam waktu lama juga menyebabkan kita jarang berkedip secara sadar. Inilah yang membuat air mata cepat menguap sehingga menyebabkan lapisan minyak di air mata menjadi tipis dan mata menjadi kering. Jika dibiarkan, bisa menyebabkan iritasi, mata merah, bahkan gangguan penglihatan sementara, seperti kabur saat sedang fokus.

Awalnya, saya mengira ini hal biasa. Tapi lama-lama, mata mulai memberi sinyal. Rasanya kering, perih, gatal, dan berat. Kadang pandangan saya jadi buram, dan kepala pun ikut terasa nyeri. Saya pernah mengira mungkin karena kurang tidur atau kelelahan biasa. Tapi setelah mencari tahu ternyata adalah gejala mata lelah akibat screen time berlebihan.

Kalau sudah seperti ini, barulah tersadar kalau tubuh sedang memberi sinyal, #MataKeringJanganSepelein. Tanpa pikir lama, saya biasanya langsung memalingkan pandangan dari layar komputer, menutup mata sejenak, dan tetesin Insto Dry Eyes.

Saya punya solusi praktis yang bisa diandalkan untuk kembali menyegarkan mata yaitu Insto Dry Eyes. Tetes mata ini sangat membantu mengurangi gejala mata kering dan membuat mata terasa lebih segar di tengah padatnya aktivitas di pelayanan.

Mata ini rasanya diberi waktu untuk “bernapas”. Mata segar, Pelayanan Lancar. Bisa jadi andalan, bukan. 😉

Insto Dry Eyes Andalan Front Office

FYI, INSTO Dry Eyes kini telah hadir dengan kemasan baru, Insto Dry Eyes New Packaging dengan isi bersih 7,5 mL. Kemasan baru ini tentu meningkatkan kenyamanan dan kemudahan bagi para penggunanya karena kemasan botol plastik transparan ini terlihat lebih modern, praktis, dan tentunya higienis. Desain ergonomisnya memudahkan untuk dibawa dan digunakan kapan saja, terutama bagi para pekerja aktif yang harus menjaga kesehatan mata di tengah aktivitas padat.

Meski tampil dengan kemasan baru, Insto Dry Eyes tetap mempertahankan formulasi efektifnya dalam meredakan gejala mata kering. Tiap mL larutan isotonik steril mengandung Hydroxypropyl methycellulose 3,0 mg. Kandungan ini yang bekerja cepat mengatasi iritasi pada mata, menyegarkan, dan menenangkan mata lelah.

“Mata yang sehat bukan hanya tentang melihat, tapi juga tentang hadir sepenuhnya untuk masyarakat.”

Mata Menyapa, Hati yang Melayani: Insto Dry Eyes Menjaga Keduanya.

Saya tahu bahwa yang masyarakat lihat di pelayanan bukan hanya sekadar wajah ramah, tapi juga mata yang hadir sepenuhnya. Mata yang seolah-olah menyapa, “hidup”, mata yang tidak terlihat merah karena iritasi, mata yang tidak lagi kering atau perih di tengah tekanan banyaknya antrean.

Saya juga sadar kalau pekerjaan saya ini tidak bisa lepas dari layar komputer. Teknologi memang sangat membantu mempercepat pelayanan dan membuat proses lebih efisien. Tapi di sisi lain, tubuh manusia, termasuk mata punya batasan. Maka dari itu, saya mulai berdamai dengan kondisi ini. Bukan dengan menghindari pekerjaan, tapi dengan memberi jeda pada tubuh agar bisa kembali segar.

Banyak teori yang menyarankan untuk menerapkan aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit menatap layar, saya mengalihkan pandangan ke benda sejauh 20 kaki selama 20 detik. Kedengarannya sepele, tapi sangat membantu untuk kesehatan mata. Apalagi bagi saya yang punya mata minus. Harapannya dengan menerapakan teori tersebut, minus pada tidak bertambah terus-terusan.

Menjaga mata tetap segar dan nyaman adalah bentuk tanggung jawab, bukan hanya pada pekerjaan, tetapi juga kepada diri sendiri. Hanya 20 detik lepas dari pandangan layar tapi bisa memberikan dampak positif untuk mata ini. Rasanya memang seperti memberi “istirahat instan” untuk mata yang tidak pernah lelah bekerja.

Yuk, beri jeda sejenak dan rawat mata kita dengan #InstoDryEyes. Karena mata yang terjaga bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga soal menyampaikan ketulusan hati saat melayani.

Proses Manajemen Strategi untuk Mengatasi Konflik Antar Karyawan

Mengatasi Konflik Antar Karyawan – Dalam proses manajemen strategi dapat timbul permasalahan yang bisa dihadapi. Manajemen strategi dapat dilakukan dengan banyak memastikan juga tidak ada konflik yang terjadi di perusahaan. Apabila ada konflik yang terjadi, maka bisa membuat konfliknya bisa segera teratasi sehingga tidak akan mengganggu manajemen strategi yang telah ditetapkan oleh tempat kerja yang dipunyai.

Konflik di tempat kerja bisa terjadi antara karyawan, sesama anggota tim, anggota tim yang berbeda divisi saling berkonflik, dan juga antar karyawan dan yang mempunyai posisi lebih tinggi.

saling support di tempat kerja

Konflik yang terjadi tempat kerja sendiri juga bisa memberikan dampak yang positif yaitu untuk meningkatkan pengambilan keputusan yang lebih baik, dapat untuk mengambil keputusan final dengan ide yang lebih beragam, bisa membuat hubungan tim menjadi lebih kuat, dan juga bisa meningkatkan persaingan dengan sehat. Akan tetapi selain konflik positif, di perusahaan juga bisa mengalami konflik yang tidak menyenangkan dan menyebabkan pengaruh yang negatif. Agar bisa mengatasi konflik yang terjadi, perusahaan bisa menggunakan langkah untuk mengatasinya sebagai berikut ini:

Identifikasi Sumber Konflik Terlebih Dahulu

Untuk mengatasi konflik yang terjadi maka bisa mengenaliterlebih dahulu mengenai sumber konflik yang dapat terjadi. Sumber konflik bisa disebabkan oleh banyak hal yaitu darikomunikasi yang tidak berjalan dengan lancar, ketidakpuasanakan tugas yang dipunyai, perbedaan karakter dan juga prioritas, dan juga masih banyak lainnya yang menimbulkankekecewaan yang perlu untuk diutarakan dengan baik.

Kekecewaan yang dipunyai tersebut menyebabkan terjadinyakonflik yang bisa diatasi dengan langkah yang tepat. Anda perlu mengidentifikasi akan sumber konflik terlebih dahuluyang dilakukan dengan melakukan wawancara pada pihakyang berkonflik, bisa mendengarkan dengan aktif dan juga obyektif, dan juga melakukan analisa masalah untuk bisamengetahui akar masalah dari konflik yang terjadi.

Melakukan Mediasi

Setelah mengetahui sumber konflik, maka perusahaan bisa menjadi mediator untuk bisa mengatasi konflik yang timbul. Apabila konflik tidak teratasi dengan baik akan bisamengganggu proses manajemen strategi yang dipunyai oleh perusahaan, sehingga tujuan jangka panjang yang dipunyaibisa tidak tercapai karena konflik internal yang terjadiperusahaan.

Lakukan mediasi dan juga negosiasi sebagai sikap yang diambil perusahaan. Caranya dengan melakukan diskusiinformal dengan pihak yang berkonflik, bisa memfasilitasiuntuk mencapai kesepakatan yang bisa menghentikan konflik, dan tentunya bersikap netral sehingga bisa membuat pihakberkonflik percaya dengan perspektif dari perusahaan untukbisa memutuskan secara adil.

Meningkatkan Kemampuan Komunikasi

Hal yang sangat membantu dalam menyelesaikan konflikadalah terjadinya komunikasi yang aktif untuk mencapaikesepakatan bersama dalam mengatasi konflik yang terjadi. Kemampuan komunikasi sangat membantu untuk dapatmencegah terjadinya konflik karena bisa menerima informasiyang jelas, sehingga bisa menghindari kesalahpahaman. Kemampuan komunikasi yang baik juga bisa membantu untukmenyelesaikan konflik yang terjadi dengan adanya lingkungandan budaya kerja yang inklusif.

Hal tersebut akan membuat keberagaman di dalam tim dan juga akan lebih mendorong terjadinya kolaborasi yang baikantar tim bukannya melahirkan perseteruan atau konflik yang timbul di tempat kerja. Kemampuan komunikasi yang dibutuhkan untuk mengatasi konflik tidak hanya berlaku adildan juga subjektif, tetapi juga bisa memberikan solusi yang terbaik karena mempunyai pemahaman yang lengkap akankonflik. Hal tersebut bisa memberikan umpan balik yang sifatnya konstruktif dan akan bisa diterima oleh pihak yang berkonflik, sehingga bisa menyelesaikan konflik denganefektif.

Membangun Budaya Kerja yang Lebih Baik

Budaya kerja yang dipunyai perusahaan juga menyebabkan terjadinya konflik yang bisa terjadi. Di mana budaya kerjayang perlu dihindari adalah yang tidak terbuka dan juga eksklusif, sehingga justru rentan mengalami konflik antar timhingga juga antar karyawan. Bangun budaya kerja yang lebihbaik yaitu yang saling mendukung sehingga membantu untukproses manajemen strategi untuk bisnis yang Anda lakukanjuga dapat berjalan dengan lebih lancar.

Melakukan Prosedur Penyelesaian Konflik Secara Formal

Bagi yang ingin menyelesaikan konflik agar membuat perusahaan bisa menerapkan strategi manajemen yang terbaik adalah dengan menyelesaikan konflik secara formal. Apabilakonflik tidak bisa diselesaikan dengan diskusi dan juga melakukan negosiasi saja, maka cara penyelesaiannya adalahdengan menggunakan prosedur formal. Di mana hal tersebut sudah berada di luar kuasa dari pihak HR dan juga perusahaan agar masing-masing pihak menemukan solusi konflik yang memuaskan.

Agar terciptakan proses manajemen strategi yang lebih efektif dan juga hasilnya akan lebih optimal, maka bisa mengatasi tantangan dan hambatan yang dipunyai. Salah satunya adalah dengan mengatasi terjadinya konflik di perusahaan yang bisa dilakukan dengan komunikasi yang baik hingga menyelesaikan konflik secara formal. Berbagai hal lainnyayang bisa membantu untuk manajemen strategi bisa lebihlancar bisa dipelajari di pelatihan bersertifikat mengenaibisnis di Prasmul-ELI.

Referensi:

https://prasmul-eli.co/id/articles/Cara-Menentukan-Proses-Manajemen-Strategis-Perusahaan

Haid Tidak Lancar Karena Beban Kerja, Cari Solusinya!

Solusi Haid Tidak Lancar – Stres di tempat kerja itu kayak tamu tak diundang, tiba-tiba datang dan bikin suasana hati jadi enggak karuan. Rasanya enggak ada yang kebal dari stres ini, apalagi kalau pekerjaan makin numpuk dan tekanan datang dari berbagai arah. Cuma bisa komentar: pilih semangat atau pilih resign, kawan? Hahaha.

Baru-baru ini semakin banyak pengguna tik tok membagikan video tentang teman-teman di tempat kerjanya yang toxic dan sukses bikin mental terganggu. Aku sempat menonton salah satu video tiktok (vt) seorang guru muda yang memutuskan untuk keluar dari tempat kerjanya karena merasa sudah lelah banget hidup dan bekerja di lingkungan toxic.

Yaps! Lingkungan kerja toxic ditambah beban kerja yang enggak sesuai bisa menjadi salah satu penyebab utama stres di tempat kerja. Nah, kalau sudah merasakan stres, bagaimana bisa bekerja dengan nyaman dan dapat menyelesaikan semua pekerjaan tepat waktu?.

Haid Tidak Lancar Karena Beban Kerja, Cari Solusinya!

Keputusan untuk keluar dari dunia kerja memang kadang memang enggak masuk akal. Apalagi jika sudah mendapatkan posisi idaman semua orang dan gaji yang layak, pasti akan menjadi bahan omongan atau banyak orang yang mencibirkannya sekalipun keputusan tersebut sudah melewati banyak pertimbangan.

Stres di Tempat Kerja: Jangan Sampai, ya! Apalagi Buat Working Mom, Bisa Bikin Haid Tidak Teratur.

Saat ini, banyak orang yang lebih memilih menjaga kesehatan mentalnya ketimbang mempertahankan nominal uang yang bisa buat digunakan sebagai bekal semasa hidupnya. Mereka enggak mau bekerja di bawah tekanan karena dapat menyebabkan burnout alias kelelahan mental. 

FYI, salah satu penyebab utama kelelahan mental atau stres di tempat kerja yaitu karena beban kerja yang nggak merata.

Bayangin saja, ada satu orang di tim yang kerja keras sampai enggak sempat ngopi, sementara teman lain terlihat punya banyak waktu untuk bersantai-santai sambil scroll media sosial. Melihat “pemandangan” seperti ini, tentu rasanya enggak adil, kan? 

Nah, pemerataan beban kerja bukan cuma soal keadilan, tapi juga kunci buat menjaga kesehatan mental semua orang di tempat kerja. Terlebih buat working mom atau para perempuan, stres dikit bisa bikin terlambat haid atau haid tidak teratur. Ada yang pernah mengalami, Bun? Hihihi. Stres dan kecemasan memang dapat mengganggu produksi hormon reproduksi dan ovulasi yang mempengaruhi siklus haid. Kalau sampai terjadi hal demikian, kita harus mencari solusi. Mulai dari mengambil tindakan mungkin dengan mengambil cuti, sharing beban kerja kepada atasan, sampai dengan mencoba untuk minuman pelancar haid. Tindakan tersebut harus dicoba karena bisa menjadi salah satu solusinya supaya nggak telat haid.

Lalu, Bagaimana dengan Solusi Jika Mengalami Haid Tidak Lancar?

Mungkin banyak yang belum paham tentang batasan telat haid atau datang bulan. FYI, telat haid atau amenorrhea adalah kondisi dimana siklus menstruasi lebih panjang daripada siklus menstruasi pada umumnya. Rrata-rata, siklus haid berlangsung selama 28 hari setelah hari terakhir menstruasi meskipun setiap orang berbeda-beda. Normalnya, siklus menstruasi akan berlangsung selama 21-28 hari setelah hari terakhir menstruasi.

Buat ladies yang sering telat haid, bisa mencoba cara alami yaitu dengan konsumsi kunyit yang dapat mendukung kinerja organ tubuh, termasuk organ-organ sistem reproduksi atau jahe yang kaya akan gingerol atau komponen yang bisa mempengaruhi produksi estrogen. Kita juga harus menjaga pola hidup sehat, ya. Solusi lainnya yang mungkin paling dirasa cukup berat yaitu kita harus bisa mengontrol berat badan untuk menekan ketidakseimbangan hormon dan mengoptimalkan fungsi reproduksi tubuh.

Bagaimana dengan Solusi Jika Mengalami Haid Tidak Lancar

Baca juga: 13 Cara Mengatasi Telat Haid, Aman dan Praktis

Bekerja Sesuai Beban Kerja.

Pernah enggak, sih, merasa overwhelmed alias kewalahan dengan pekerjaan? Atau mungkin malah kebalikannya, merasa pekerjaan kita terlalu sedikit hingga jadi bosan? Dua-duanya enggak enak, ya. 

Aku pernah di fase sering lembur dan bawa kerjaan pulang ke rumah. Ya Allah, demi apa pun itu, kerja di rumah betul-betul enggak nyaman dan susah fokus. Apalagi sekarang sudah punya dua anak. Beruntung masa-masa itu hanya terjadi saat aku masih single. Insya Allah fase membawa pekerjaan kantor ke rumah enggak bakal terulang lagi karena saat ini aku bekerja sesuai dengan beban kerja.

Nah, dalam artikel ini, aku mau berbagi pandangan dan pengalaman tentang bagaimana rasanya bekerja dengan beban kerja terlalu berat, terlalu ringan, dan pas. Siapa tahu, ceritaku bisa jadi inspirasi buat kamu yang lagi mencari ritme kerja yang sehat.

Ketika Beban Kerja Terlalu Berat.

Aku pernah berada di posisi ini. Waktu itu, aku baru diterima kerja dan qodarullah di bagianku banyak pegawai yang usianya sudah enggak muda lagi. Ya…kira-kira 55+ lah. Hihihi.

Awalnya sih senang sekali karena pada akhirnya aku bisa mendapatkan pekerjaan dan diberi banyak pekerjaan yang artinya akan mendapatkan banyak pengalaman kerja. Tapi nggak lama-lama aku mulai merasa kelelahan. Pekerjaan menumpuk, dan mereka mulai banyak bergantung padaku. Enggak jarang aku kerja lembur sampai larut malam, bahkan di akhir pekan. Hahaha.

Efeknya? Aku jadi cepat marah dan merasa enggak punya waktu untuk diri sendiri. Burnout datang menghampiri, dan rasanya seperti berada di titik terendah dalam karierku. 

Setiap kejadian pasti memberikan pengalaman atau bahkan pelajaran tersendiri. Satu hal yang paling aku ingat dari pengalaman ini bahwa kita harus berani bicara. Jangan ragu untuk berdiskusi dengan atasan kalau merasa beban kerja sudah enggak masuk akal. Ingat, kesehatan mental dan fisik lebih penting daripada segalanya.

Ketika Beban Kerja Terlalu Ringan.

Sebaliknya, ada juga masa di mana aku merasa beban kerja terlalu ringan. Ini terjadi setelah aku mendapatkan mutasi internal lintas bidang. Dari yang tadinya bekerja enggak kenal waktu menjadi enggak tahu mau ngerjain apa lagi. Hahaha.

Awalnya memang enak, enggak terlalu sibuk. Tapi lama-lama, tentu merasa bosan, sangat bosan dan merasa enggak berkembang. Rasanya seperti “datang, duduk, bekerja bentar, pulang,” tanpa ada tantangan yang berarti.

Pengalaman ini mengajarkanku bahwa terlalu sedikit pekerjaan juga enggak baik. Kita butuh pekerjaan yang bisa menantang kemampuan dan memberi kita rasa pencapaian. 

Nah, kalau teman-teman ada yang sedang di fase ini, coba bicarakan dengan atasan untuk diberikan tanggung jawab lebih. Atau, cari pekerjaan sampingan yang bisa membuatmu lebih produktif. Gabung dengan tim kreatif kantor, misalnya. Hahaha.

Pentingnya Beban Kerja yang Sesuai.

Dari dua pengalaman di atas, aku belajar bahwa kunci kebahagiaan dan produktivitas di tempat kerja adalah beban kerja yang sesuai. Bukan terlalu berat, tapi juga enggak terlalu ringan. Beban kerja yang pas itu seperti olahraga: cukup menantang untuk membuat kita berkembang, tapi enggak sampai membuat kita cedera.

Kita dapat menjaga kesehatan mental dan fisik. Beban kerja yang pas memastikan kita tetap sehat secara mental dan fisik. Kita punya waktu untuk bekerja, istirahat, dan melakukan hal-hal lain yang kita sukai. Selain itu, kita juga bisa fokus dan bekerja lebih efektif. Enggak ada tekanan berlebihan atau waktu yang terbuang sia-sia karena kita produktif. Dengan pekerjaan yang cukup menantang, kita merasa puas setiap kali berhasil menyelesaikan tugas. Ini penting banget untuk menjaga motivasi dalam bekerja.

dampak beban kerja berlebihan

Pengalaman Mendapatkan Beban Kerja yang Pas.

Aku sangat bersyukur karena saat ini aku berada di fase di mana beban kerjaku terasa benar-benar pas. Pekerjaan dibagi dengan adil, dan ada ruang untuk diskusi kalau ada yang merasa kewalahan. Iya, di tempat kerjaku ada agenda briefing rutin mingguan. Dalam briefing selalu ada komunikasi tim. Arahan-arahan dari atasan disampaikan dalam pertemuan dan semua pegawai juga punya hak yang sama untuk menyampaikan kendala, saran, dan kritik.

Hasilnya? Aku merasa lebih produktif dan puas dengan pekerjaan yang aku lakukan. Bahkan, aku merasa jadi lebih kreatif karena punya cukup waktu untuk mengeksplorasi ide-ide baru. FYI, beban kerja yang pas ini baru aku dapatkan beberapa minggu ini. Hahaha. Pengalaman ini mengajarkanku bahwa lingkungan kerja yang mendukung sangat berpengaruh terhadap bagaimana kita menjalani pekerjaan sehari-hari.

Bekerja Sesuai Beban Kerja: Kunci untuk Tetap Produktif dan Bahagia.

Stres di tempat kerja memang enggak bisa dihindari sepenuhnya, tapi kita bisa belajar mengenali penyebabnya dan mencari cara untuk mengatasinya. Ingat, kita bukan robot. Tubuh dan pikiran punya batasan. Jadi, jangan terlalu keras pada diri sendiri.

Bekerja sesuai beban kerja itu memang enggak selalu mudah dicapai. Tapi, dengan komunikasi yang baik, pengelolaan waktu yang tepat, dan dukungan dari tim, itu bukan hal yang mustahil. Ingat, pekerjaan itu bagian dari hidup, bukan seluruh hidup. Jadi, jangan biarkan pekerjaan yang nggak seimbang merusak kesehatan mental dan kebahagiaan, ya.

Semoga teman-teman bisa menemukan ritme kerja yang pas, supaya bisa semakin produktif di mana saja dan dapat merasakan bahagia saat bekerja.

Waktu yang Tepat Untuk “Recharge Battery” Bagi Working Mom

“Recharge Battery” Bagi Working Mom – Aku sangat menikmati akhir pekan pertama di bulan November ini. Kebetulan suami libur kerja hari Sabtu. Artinya, dia bisa bantu aku untuk antar jemput Kecemut. Alhamdulillah…pagi-pagi sudah mendapatkan keringanan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga itu sesuatu ya, Bun. 😉

Sementara Mamas, pagi hari dia fokus dengan Mentari TV. Mulai dari Pororo sampai Titipo, dia pantengin terus sampai kadang enggak menoleh, lho. Aktivitas ini seperti enggak bisa tergantikan kecuali Ibun minta tolong untuk ditemani beli sayuran. Baru lah dia menoleh dan ikut Ibun. Tapi khusus akhir pekan, Ibun memilih untuk enggak mencoleknya. Membiarkan dia menikmati siaran kartun favoritnya.

Lalu, apa aktivitas Ibun di Sabtu pagi? Ehem…gegoleran mandja di atas kasur, dong! 😛 Ah…lagi-lagi, sesuatu banget! 😀

Kadang seorang Ibun memang butuh “biarkan dulu”. Iya, biarkan dulu ketika suami sedang melakukan aktivitas yang dapat membuatnya bahagia. Biarkan dulu ketika anak-anak sedang serius menonton acara televisi. Biarkan dulu ketika anak-anak memilih untuk bermain dengan teman-temannya. Biarkan dulu kalau memang mereka belum mau mandi. Biarkan dulu mumpung akhir pekan karena Ibun butuh recharge battery. 😉

Aktivitas yang Dapat Menambah Semangat

4 Aktivitas yang Dapat Menambah Semangat di Senin Pagi.

Setelah lima hari menjalankan pekerjaan sebagai Ibu rumah tangga sekaligus Ibu bekerja, aku kerap memilih akhir pekan untuk kembali recharge battery atau mengisi daya supaya Senin pagi saat kembali masuk kerja paling enggak punya daya 80%. 😀

Enggak muluk-muluk sampai 100% lah, ya. Karena pada Senin pagi sebelum berangkat kerja biasanya sudah hectic duluan karena harus bisa mengondisikan mood anak-anak, Kecemut harus mengikuti upacara bendera, dan suami yang berangkat kerjanya lebih pagi dari pada aku.

Menyiapkan apa-apa yang dibutuhkan mereka kadang bisa menyedot daya yang enggak sedikit meskipun sudah menjadi kebiasanya harian. Betul apa benar? 😀 Maka dari itu, aku berusaha untuk melakukan paling enggak empat aktivitas yang dapat menambah semangat di Senin pagi. Apa saja aktivitasnya? Mari baca sampai tuntas!

1. Melakukan Me Time Sesuka Hati.

Seorang Ibu bekerja harus meluangkan waktu untuk me time. Jangan mau kalah dengan gadis-gadis, working mom harus membuat daftar me time paling enggak untuk satu bulan ke depan. Masa iya, me time-nya mau itu-itu saja, ke salon mulu, treatment mulu, nonton drama mulu, sesekali agendakan untuk belanja kebutuhan pribadi di Mal atau tempat perbelanjaan, jangan window shoping mulu. 😀

Kalau me time harus keluar rumah, lakukan di Sabtu ya, Bun. Minggu masih punya waktu buat me time di rumah yang enggak mengeluarkan banyak tenaga. Tapi ini bukan berarti mager lho, ya.

Lakukan me time sesuka hati, tapi kalau bisa direncanakan supaya me time lebih bervariasi. 😉

2. Menjalankan Hobi yang Enggak Bikin Lelah.

Banyak orang yang berkeyakinan bahwa aktivitas yang berdasar pada hobi enggak bikin capek. Kita melakukannya dengan senang hati, tanpa paksaan, dan endingnya juga biasanya bikin happy. Tapi, jika dijalani secara terus menerus, sekalipun hobi yang dapat menghasilkan uang, bisa berujung pada stress. Ini enggak boleh terjadi ya, Bun.

Sama halnya me time, beri jeda dalam menjalankan hobi. Akhir pekan minggu pertama, sepedaan. Akhir pekan minggu kedua, bikin kue. Dan seterusnya. Jangan sampai melakukan hobi pada akhir pekan tapi masih terasa capek hingga Senin pagi. Jangan sampai. 😀

3. Istirahat Dengan Kualitas yang Baik.

Bagi working mom, mendapatkan kualitas tidur yang baik adalah sesuatu karena itu yang dibutuhkan. Tidur tiga jam, tapi berkualitas itu lebih baik ketimbang tidur dari siang hingga sore tapi malam harinya seperti belum mendapatkan daya. Lemes, say! 😀 Ini sama halnya ketika pagi hari bisa gegoleran mandja tanpa ada yang mengganggu atau menunggu. 😀

Paling aman, sih, ketika anak-anak tidur kemudian kita juga ikut istirahat ya, Bun. Suasana rumah lebih tenang, tidur pun menjadi lebih pulas dan puas. Soalnya kalau tahu anak-anak masih main di luar sana, tidur siang bisa jadi enggak berkualitas. Ini bisa banget dilakukan pas hari Sabtu dan Minggu. Betul-betul memanfaatkan akhir pekan untuk istirahat. 😉

4. Pilih Bacaan yang Bikin Good Mood.

Ini bagi working mom yang suka membaca, ya. Sekarang semakin banyak Ibu bekerja yang suka membaca. Di tempat kerja sudah disuguhi segudang pekerjaan yang tanpa membaca tapi bisa mengerjakan, bukan? Emangnya dukun! Hahaha.

CARA MENIKMATI WORKING MOM

Memilih bacaan yang dapat membuat perasaan menjadi lebih baik lagi, menambah wawasan, seperti menambah energi positif, atau menjadi lebih semangat karena yang dibaca mungkin menginspirasi.

Waktu yang Tepat Untuk “Recharge Battery” Bagi Working Mom.

Mengurus pekerjaan sekaligus keluarga, kadang membuat aku lelah. Apalagi jika sedang banyak deadline di kantor maupun pekerjaan sebagai Bloger, betul-betul harus mencari cara supaya keduanya bisa berjalan berdampingan tanpa ada hambatan. Belum lagi anak-anak yang masih dalam masa perkembangan, tentu sangat menantikan kehadiran aku di tengah-tengah mereka.

foto Working Mom

Akhir pekan, Sabtu dan Minggu adalah waktu yang tepat untuk me-recharge battery bagi working mom setelah selama lima hari bekerja di kantor dan juga melakukan pekerjaan ruma tangga. Pekerjaan rumah tangga memang enggak ada habisnya. Namun seorang working mom haru punya cara untuk mengatur pekerjaan sebagai Ibu rumah tangga saat weekend tiba. Artinya, di hari Minggu Ibu bekerja masih punya waktu untuk melakukan aktivitas-aktivitas yang menambah semangat di Senin pagi.

Working mom harus memperhatikan kegiatan yang dikerjakan pada hari Sabtu dan Minggu. Usahakan kegiatan apa saja yang sekiranya dapat membuat badan lelah dapat dikerjakan pada hari Sabtu. Kita wajib menjaga kesehatan mental supaya kehidupan pun bisa seimbang. Jangan sampai kita kena mental karena pekerjaan, ya. Ya…meskipun di Indonesia sudah banyak layanan konsultasi ke Psikiater, sih.

Omong-omong, aku baru baca artikel tentang penyedia resep psikiater. Ternyata di sebagian besar wilayah Wisconsin sulit untuk menghubungkan penyedia resep dengan pasien yang membutuhkan bantuan mereka. Daerah sana memang pedesaan, sih. Total ada 16 daerah pedesaan Wisconsin melaporkan tidak memiliki akses terhadap penyedia resep psikiatris. Untuk ada Tim Kesehatan Alay.

Informasi dari website alayhealthteam.org, tim tersebut dibentuk sebagai respons cepat terhadap semakin memburuknya ketersediaan penyedia resep psikiatris. Fokus klinik ini tidak hanya melayani individu secara lokal, namun menawarkan pilihan untuk menemui penyedia resep melalui koneksi telehealth yang aman sebagai sarana untuk menjangkau pasien yang tinggal di lokasi pedesaan.

Senang bacanya, ya. Ada tim kesehatan yang fokus melayani masyarakat pedesaan. Bun, jangan lupa untuk lakukan recharge battery, ya. Ini sangat bermanfaat untuk kesehatan kita. 😉

Rekomendasi Jam Tangan Alexandre Christie Wanita: Elegan dan Affordable!

Jam Tangan Alexandre Christie Wanita – Membeli jam tangan enggak bisa lepas dari pemilihan jenis sesuai dengan kebutuhan dan juga selera. Jam tangan itu personal banget, ya. Bahkan kadang ada yang menilai kepribadian seseorang hanya dengan melihat jam tangannya. Ampuh banget enggak, tuh. Hahaha.

Aku punya teman perempuan yang suka banget memakai jam tangan sport. Bagi yang enggak belum kenal, pasti akan menilai kalau dia suka olah raga atau melakukan aktivitas di luar ruang. Aku paham betul kalau aslinya dia mager parah. Bisa dibilang enggak pernah olah raga dan jarang bepergian juga. Aktivitas keluar rumah lebih banyak untuk bekerja, bukan olah raga.

Kembali lagi ke selera. Temanku ini memang lebih suka memakai jam tangan sport yang memiliki fitur-fitur khusus yang dapat digunakan saat berolahraga atau aktivitas luar ruangan.

Jam Tangan Alexandre Christie Wanita Elegan

Baca juga: 5 Rekomendasi Jam Tangan Kotak di Bawah 3 Jutaan

Lebih dari Sekadar Waktu: Kisah di Balik Jam Tangan Kesayangan.

Pernah enggak, sih, kamu merasa ada ikatan khusus dengan jam tangan? Bisa dibilang jam tangan kesayangan. Artinya, jam tangan yang kita pakai lebih dari sekadar alat untuk melihat waktu. Kalau boleh berlebihan, mungkin setiap jarum yang berdetak, setiap goresan pada arlojinya, menyimpan ribuan cerita yang hanya kita saja yang tahu. Hihihi.

Setiap kali kita melihat jam tangan yang sedang kita pakai, pasti ada kenangan atau perasaan tertentu yang muncul. Mungkin itu kenangan saat pertama kali memakainya, atau saat jam tangan itu menyelamatkan kita dari keterlambatan.

Beberapa waktu lalu, aku pernah kehilangan jam tangan kesayangan. Hilangnya enggak disengaja dan rasanya sedih banget. Ceritanya, aku pernah jatuh dari sepeda motor saat sedang tugas di luar kantor. Nah, karena lengan baju sampai robek dan tangan lecet-lecet, akhirnya aku lepas jam tangannya. Setelah itu, aku sama sekali enggak ingat jam tangan aku berikan ke siapa atau aku taruh di mana.

Saat itu, ada beberapa orang yang menolongku. Ada yang memberikan betadine, hansaplast, sampai perban. Sungguh kejadian yang kalau diingat bikin pilu. Sedih banget karena jatuh dari motor, ditambah jam tangan enggak tahu di mana. Aku pun baru tersadar sehari kemudian kalau jam tangan kesayangan enggak diketahui keberadaannya.

Kadang memang bisa se sayang itu dengan barang yang sudah lama menemani kita. Kalau enggak salah ingat, sudah enam tahun lebih jam tangan dengan merek Alexandre Christie menemani hari-hariku. Dan benar, jam tangan bukan hanya sekadar benda mati, tapi juga menjadi teman setia yang menemani kita dalam setiap perjalanan hidup.

Rekomendasi Jam Tangan Alexandre Christie Wanita: Elegan dan Affordable!

Sejak pertama kali bisa membeli jam tangan, aku memilih merek Alexandre Christie. Aku suka banget dengan merek lokal ini karena banyak koleksi yang desainnya modern atau elegan tapi harganya ramah di kantong. Nah, biar enggak bingung memilih, aku udah siapin beberapa rekomendasi jam tangan Alexandre Christie Wanita yang lagi hits dengan harga sangat terjangkau.

1. Alexandre Christie Classic Steel ACF 5012 LD BTRMO.

Model ini jadi salah satu favorit banyak wanita termasuk aku karena desainnya yang simpel tapi elegan. Aku sudah beberapa kali membeli seri classic dan awet banget. Pada model ini, aku suka dengan kombinasi warna gold dan silver karena membuat jam tangan ini cocok untuk berbagai acara. Fitur-fiturnya pun sesuai dengan kebutuhanku, seperti tanggal dan tahan air.

Jam Tangan Alexandre Christie Wanita Elegan dan Affordable!

  • Spesifikasi:
    • Material case: Stainless steel
    • Warna: Coklat, Mother Of Pearl, Rose Gold, dan Silver.
    • Fitur: Tanggal
    • Case Diameter: 31 mm
    • Case Thickness: 8.5 mm
    • Lug Width: 16 mm
    • Tahan air: 3 ATM

2. Alexandre Christie Multifunction AC 2B18 BF BSSSLBA.

Buat kamu yang suka tampilan yang sederhana tapi tetap ada kesan mewah, model ini bisa jadi pilihan yang tepat. Jam tangan dengan bentuk kotak dengan jarum jam berwarna biru jika dipakai terlihat sangat elegan. Jam tangan ini cocok banget buat kamu yang ingin tampil lebih formal.

Rekomendasi Jam Tangan Alexandre Christie Wanita

  • Spesifikasi:
    • Material case: Stainless steel
    • Warna: Putih dan Silver
    • Fitur: Tanggal dan Hari.
    • Case Diameter: 33.8 mm
    • Case Thickness: 8.6 mm
    • Lug Width: 19 mm
    • Tahan air: 3 ATM

3. Alexandre Christie Passion AC 2744 BF RRGRG.

Kalau kamu lebih suka desain yang trendy, model jam tangan dengan strap material Rubber atau Silicon ini bisa jadi pilihan yang menarik. Aku penah membeli jam tangan ini karena tertarik dengan warnanya. Ada banyak pilihan warna yang bisa disesuaikan dengan selera. Warna strap yang aku pilih yaitu warna hijau army, pilihannya agak lain dari biasanya. Hahaha. Omong-omong, jam tangan ini lah yang sekarang menemani hari-hariku.

  • Spesifikasi:
    • Material case: Stainless steel
    • Warna: Beragam
    • Fitur: Tanggal dan Hari.
    • Case Diameter: 31.5 mm
    • Case Thickness: 10 mm
    • Tahan air: 3 ATM
    • Cocok untuk aktivitas sehari-hari

Rekomendasi Jam Tangan Alexandre Christie Wanita Elegan dan Affordable!

Merek jam tangan asal Indonesia ini memang terkenal dengan desainnya yang elegan dan kekinian. Selain itu, kualitasnya juga enggak perlu diragukan lagi. Selain banyak pilihan dengan harga yang terjangkau, bahan-bahan yang digunakan cukup awet dan tahan lama. Serius, harga Alexandre Christie enggak bikin kantong jebol.

Nah, selain rekomendasi di atas, tentu Alexandre Christie menawarkan banyak pilihan jam tangan wanita dengan desain menarik yang mungkin kamu banget! Dengan sedikit riset, kamu pasti bisa menemukan jam tangan yang sesuai dengan selera dan tentunya juga budget kamu. Selamat berburu jam tangan, ya!

Tips untuk Lebih Produktif di Tempat Kerja

Tips untuk Lebih Produktif di Tempat Kerja – Memiliki stamina yang prima menjadi salah satu bekal bagi para pekerja untuk dapat bekerja dengan baik. Iya, seorang karyawan tentu akan merasa kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaan yang sudah menjadi tanggung jawabnya ketika staminanya mulai turun. Padahal, stamina ini sangat mempengaruhi produktivitas kerja.

Mungkin kamu pernah merasakan baru kerja sedikit tapi badan merasa lelah. Belum lama duduk di depan komputer untuk menyelesaikan pekerjaan tapi otak rasanya sudah enggak bisa diajak kerja. Lebih parahnya lagi, baru sampai tempat kerja tapi sudah enggak punya semangat untuk bekerja.

Duh…bagaimana bisa produktif dan cepat mencapai target kalau stamina menurun ya, Bestie. Hahaha.

Cara Investasi Reksadana

Banyak hal yang dapat mempengaruhi produktivitas dalam menyelesaikan pekerjaan. Meskipun kadang mereka yang sudah bekerja kerap menganggap tempat kerjanya sebagai rumah kedua, tapi itu enggak menjamin bakal terus produkif di tempat kerja. Lalu, bagaimana caranya supaya kita tetap semangat dan lebih produktif di tempat kerja? Baca artikel ini sampai selesai karena aku akan memberikan tips agar kamu lebih poroduktif di tempat kerja. 😉

Tips untuk Produktif di Tempat Kerja

5 Hal yang Dapat Menurunkan Produktivitas Kerja.

Stamina yang menurun tentu bukan satu-satunya penyebab menurunnya produktivitas kerja. Ada banyak hal yang dapat menurunkan kinerja bahkan produktivitas kerjamu. Yuk, simak apa saja hal-hal yang dapat menurunkan produktivitas kerja!

1. Kurangnya Pengaturan Waktu yang Efektif.

Time is money! Istilah tersebut kerap disampaikan khususnya oleh para pekerja karena saking berharganya waktu bagi mereka. Manajemen waktu yang buruk dapat menyebabkan tugas-tugas menumpuk, mengganggu fokus, dan pada akhirnya pekerjaan terbengkelai.

2. Kurangnya Keseimbangan Kerja dan Kehidupan Pribadi.

Hayolo, siapa yang sering “membawa” masalah kehidupan pribadi ke tempat kerja, nih? 😆 Manusia memang enggak ada yang sempurna, ya. Terlalu fokus dengan pekerjaan kadang bisa lalai dengan urusan pribadi. Ini berlaku sebaliknya. Dan akibatnya akan dengan mudah mengalami kelelahan dan kehilangan fokus.

3. Stres dan Kepenatan.

Tingkat stres yang tinggi dan kepenatan dapat mengurangi energi dan semangat kerja. Kamu yang pernah mengalami hal ini tentu enggak mudah dalam menjalani hari-hari, ya. Jangankan untuk tetap produktif dalam bekerja, untuk bangkit dan berdiri saja enggak mudah jika sedang dalam keadaan stres.

4. Gangguan Lingkungan Kerja.

Apakah ada diantara kamu yang berkerja harus dalam keadaan tenang tanpa musik? Jika ada, maka kamu akan merasa sulit menyelesaikan pekerjaan kantor jika ada rekan kerja yang putar musik saat jam kerja. Yaps! Lingkungan kerja yang bising dapat mengganggu konsentrasi rekan kerja. Sepakat, kan? 😉

5. Kurangnya Komunikasi dan Kolaborasi.

Komunikasi yang buruk atau kurangnya kolaborasi antar rekan kerja dapat menyebabkan kesalahpahaman dan menghambat arus informasi. Meskipun antar rekan sudah punya tugas masing-masing yang tertuang dalam job description, jika komunikasi dan kolaborasinya dapat menggangu produktivitas kerja atau penyelesaian pekerjaan. Khususnya pekerjaan yang harus diselesaikan secara bersama-sama atau kerja tim.

6. Teknologi yang Tidak Efektif.

Peralatan dan sistem yang tidak update akan menyebabkan ketinggalan zaman atau tidak efektif dan dapat memperlambat proses kerja. Sementara kita bekerja dituntut untuk bisa menyelesaikannya tepat waktu bahkan ada pekerjaan yang harus segera diselesaikan karena deadline. Kalau teknologi yang digunakan enggak mengikuti zaman dan kebutuhan, penyelesaian pekerjaan pun akan susah tepat waktu.

Tips untuk Lebih Produktif di Tempat Kerja.

Produktivitas yang tinggi merupakan kunci untuk mencapai kesuksesan dan juga tujuan di tempat kerja. Banyaknya tugas dan tanggung jawab, penting bagi setiap karyawan untuk menemukan cara untuk meningkatkan produktivitas dalam bekerja. Berikut aku bagikan tips untuk menjadi lebih produktif dalam bekerja.

1. Manajemen Waktu yang Efisien.

Pengaturan waktu yang efisien adalah kunci kesuksesan produktivitas. Gunakan teknik seperti metode Pomodoro yaitu mengerjakan tugas selama 25 menit dan beristirahat selama 5 menit karena bagaimana pun enggak baik bekerja secara tanpa jeda sekalipun kejar target. Atau, kamu boleh mencoba metode “time blocking” yaitu mengatur waktu untuk tugas-tugas tertentu demi meningkatkan efisiensi kerja.

2. Menetapkan Tujuan yang Jelas.

Manfaatkan waktumu untuk menetapkan tujuan yang jelas. Artinya, sebelum memulai hari kerja, kita harus membuat daftar tugas yang harus dikerjakan karena dengan membuat daftar kerjaan harian, mingguan, bulanan, maupun tahunan akan membantu mengarahkan fokus dan dapat memaatikan pekerjaan berjalan sesuai rencana yang pada akhirnya akan mendapatkan goal atau mencapai tujuan.

3. Hindari Multitasking.

Ingin pekerjaan cepat selesai bukan berarti harus bisa multitasking. Apalagi buat kamu yang bekerja di bagian yang membutuhkan ketelitian. Di bagian keuangan, misalnya. Hindari multitasking, ya. Meskipun terlihat efisien, mengerjakan beberapa pekerjaan dalam satu waktu sering kali mengurangi produktivitas karena fokusnya menjadi terbagi. Fokuslah pada satu tugas pada satu waktu untuk meningkatkan kualitas dan kecepatan dalam menyelesaikan pekerjaan.

4. Singkirkan Hal-Hal yang Mengganggu.

Ada banyak sumber gangguan yang dapat menurunkan produktivitas kerja. Makanya, ada baiknya untuk melakukan identifikasi sumber-sumber gangguan baik dari internal seperti memutar musik dengan suara keras pada jam kerja, perckapan dengan sejawat yang enggak penting, maupun gangguan dari eksternal seperti pemberitahuan smartphone. Matikan notifikasi yang enggak perlu dan kalau perlu beri tanda “sedang sibuk” ketika membutuhkan waktu tanpa gangguan.

Tips untuk Lebih Produktif di Tempat Kerja

6. Fasilitas yang Mendukung.

Produktivitas karyawan susah ditingkatkan ketika engggak mendapatkan fasilitas yang mendukung di tempat kerja. Koneksi WiFi yang lambat atau komputer yang enggak mumpuni untuk bekerja tentu akan menghambat karyawan dalam menyelesaikan tugasnya.

Lebih dari itu, untuk mempercepat proses pelaporan pasti karyawan membutuhkan printer atau alat cetak dengan  kualitas yang bagus seperti printer infus PIXMA Tips dari Canon.

Produk ini hadir dengan fitur multifungsi Print, Scan dan Copy. Karyawan akan dimudahkan dalam pekerjaan cetak dokumen, scan, dan copy hanya menggunakan satu alat saja. Kelebihan printer PIXMA Tips ini diantaranya yaitu pengisian tinta didesain berhenti mengisi secara otomatis ketika penuh. Bye-bye pengisian botol tinta yang merepotkan! 😀

Terus, pada seri tertentu terdapat fitur Wireless. Ini memungkinkan kita untuk melakukan pencetakan dari smartphone di mana saja dan kapan saja dengan PIXMA Printer. Iya, cetak dokumen bisa dilakukan lewat Android dan iPhone. Menambah produktif, bukan?

Tips untuk lebih produktif di tempat kerja yang sudah aku tulis di atas bisa dilakukan siapa saja yang mau pekerjaanya selesai tepat waktu. Omong-omong, apakah kamu tips lain untuk lebih produktif di tempat kerja? Boleh bagikan di kolom komentar, ya!  😉

Pilihan Kursi Kantor Berkualitas dan Ergonomis untuk Kerja

Pilihan Kursi Kantor Berkualitas dan Ergonomis – Apakah kamu tipe orang yang suka membawa pekerjaan kantor untuk di selesaikan di rumah? Atau lebih banyak bekerja dengan sistem Work for Home (WFH)? Biasanya, bekerja di rumah sering kali menghindari berbagai gangguan, baik itu susah mengumpulkan motivasi, anak-anak, dan masalah lainnya. Maka, memiliki home office menjadi alternatif tepat agar bisa bekerja dengan tenang dan nyaman di rumah.

Dengan memiliki home office, tentunya bisa membantu menghadirkan suasana yang nyaman, tenang, dan meningkatkan fokus dalam menunjang pekerjaan. Bagi kamu yang akan membuat kantor pribadi di rumah, ada beberapa perabot yang wajib dibeli, salah satunya kursi kantor. Jika ingin memiliki kursi kantor berkualitas bagus, Kamu bisa memanfaatkan keuntungan kartu kredit agar pengeluaran tetap stabil bahkan lebih irit.

Yups, setiap bank memiliki jenis produk kartu kredit serta kelebihannya yang berbeda-beda. Oleh karena itu, kamu perlu memilih kartu kredit terbaik. Hal yang patut diperhatikan yaitu pihak bank yang menawarkan berbagai program seperti promo diskon hingga cashback, sehingga kamu bisa berbelanja lebih hemat, terutama saat akan membeli kursi kantor untuk home office.

Pilihan Kursi Kantor Berkualitas dan Ergonomis a

Tips Memilih Kursi Kantor.

Ada berbagai jenis kursi kantor yang dijual di pasaran, dari berbagai merek, bahan, fitur serta harga yang variatif. Banyaknya pilihan kursi kantor tentu bisa membuat kamu bimbang, bukan? Nah, sebelum kamu membeli kursi kantor, berikut ini tips memilih kursi kantor agar Kamu tidak menyesal membelinya.

  • Pilih berdasarkan tipenya.

Poin pertama yang perlu kamu tahu bahwa jenis dan tipe kursi kantor itu berbeda-beda. Kamu bisa membeli jenis atau tipe kursi yang membuatmu lebih nyaman dan terhindar dari masalah tulang, seperti mudah pegal, sakit pinggang dan lainnya.

Jika pekerjaan kamu lebih banyak duduk, tipe kursi ergonomis sangat cocok untuk kamu. Pasalnya, kursi tipe ini memang didesain berdasarkan ergonomi tubuh manusia. Kursi ini memiliki bantalan punggung yang membuat punggung tidak mudah lelah meski duduk lama.

  • Perhatikan bahan pelapis kursi.

Saat membeli kursi, hal yang juga perlu diperhatikan yaitu bahan pelapis kursi. Sebab ini tidak hanya menyangkut kenyamanan tetapi juga penggunaan untuk jangka panjang. Misalnya, jika kamu tidak suka kursi yang memiliki tekstur terlalu kaku dan tidak terlalu lembut, maka kamu bisa memilih kursi kantor dengan pelapis dari kain. Namun, ketika kamu menginginkan kursi yang awet untuk jangka lama, kamu bisa memilih kursi yang berbahan dasar kulit.

  • Periksa fungsi-fungsi pada kursi.

Poin terakhir yaitu fungsi atau fitur tambahan pada kursi yang membuatnya lebih praktis dan nyaman saat digunakan. Fungsi-fungsi yang ada pada kursi di antaranya yang dilengkapi pengatur ketinggian untuk menyesuaikan tinggi tubuh kamu saat menggunakannya, fungsi tilt locking jika ingin bersantai di sela-sela bekerja, atau kursi yang dilengkapi lumbar support bagi Kamu yang memiliki masalah sakit punggung.

Rekomendasi Kursi Kantor Berkualitas.

Sejatinya fungsi kursi memang untuk duduk, tetapi ada hal lain yang perlu diperhatikan saat membeli kursi, terlebih untuk bekerja. Jika kamu tidak memilih dengan benar, bisa berpengaruh terhadap kesehatan tulang. Selain itu, rasa nyaman akan menambah fokus kamu dalam menyelesaikan pekerjaan.

Pilihan Kursi Kantor Berkualitas

Berikut ini beberapa rekomendasi kursi kantor dengan kualitas terbaik, mulai dari jenis bahan, tipe kursi, dan fitur. Simak ulasannya:

  • Kursi IKEA Millberget.

Kursi produksi dari IKEA didesain oleh desainer asal Swedia yaitu Ola Wihlborg ini bisa menjadi pilihan untuk ada di home office. Dilengkapi fitur tilt tension yang mampu sesuaikan berat dan gerak tubuh kamu.

Pada bagian bawah, kursi ini memiliki 5 buah roda pada kaki kursi yang memudahkan kamu saat ingin menggeser posisi kursi. Namun tidak perlu khawatir bergeser saat kamu duduk, sebab Ikea sudah melengkapi fitur rem sensitif di setiap rodanya.

Sedangkan bantalan kursi terbuat dari busa poliuretana  cukup tebal dengan kedalaman duduk mencapai 45 cm. Sehingga membuat kamu terbebas dari rasa pegal meski duduk lama. Ikea juga memasang penyangga pinggang di bagian dalam kursi dengan lapisan bagian terluar kursi menggunakan perpaduan 75% polyester serta 25% katun.

  • Kursi Pexio Jervis.

Kursi kantor dari Pexio Jervis juga pilihan yang tepat menunjang pekerjaan kamu. Kursi ini dilengkapi adjustable head dan back support memudahkan kamu mengatur kursi sesuai dengan tulang punggung serta kepala, sehingga kamu duduk menjadi lebih nyaman. Selain itu, juga memiliki sandaran tangan yang presisi. Kamu bisa mengaturnya untuk 4 arah, yaitu naik turun, maju dan mundur, serong kanan-kiri, serta kanan-kiri menyesuaikan kebutuhan dan kenyamanan kamu saat duduk.

Kursi ini dibuat dari material senderan Polyester Mesh Fabric, sedangkan material dudukan High Density Foam, dan fitur  lumbar support yang ramah untuk tulang belakang kamu. Sedangkan bahan kaki atau footbase dibuat dari aluminium terbaik sehingga lebih kokoh.

  • Pira Work – Kylo EC.

Rekomendasi kursi kerja selanjutnya adalah Kylo EC produk Pira Work karena di desain dengan mengutamakan kenyamanan. Kamu bisa mengatur sandaran kepala sesuai dengan kebutuhan. Kursi kantor ini terbuat dari bahan mesh dan kulit sehingga lebih lembut.

Selain itu, dilengkapi juga hidrolik yang memudahkan kamu untuk mengatur ketinggian kursi sesuai dengan kenyamanan saat duduk. Penyangganya sendiri dibuat dari material chrome yang bisa menahan bobot tubuh lebih dari 100kg.

  • Kursi Mjolnir.

Jika pekerjaan kamu mengharuskan banyak duduk selama berjam-jam. Kursi kantor Mjolnir dari Informa bisa menjadi pilihan yang pas. Pasalnya, kamu bisa mengatur ketinggian kursi sesuai dengan ukuran tubuh melalui fitur tuas yang ada di bawah kursi.

Agar aktivitas bekerja lebih nyaman, kursi ini juga memiliki sandaran untuk menopang punggung dan bagian belakang tubuh dengan lebih nyaman dan rileks yang terbuat dari kulit sintetis. Selain itu, kursi Mjolnir ini memiliki penopang lengan dan terdapat roda di bagian bawah kursi yang memudahkan untuk bergerak saat duduk.

  •  Rexus NC-1 Max.

Terakhir yang bisa menjadi pilihan adalah produk dari Rexus dengan seri NC-1 Max. Kali ini Rexus tidak hanya merilis produk kursi gaming saja, melainkan juga kursi kantor yang ergonomis. Kursi ini didesain khusus untuk penggunaan dalam waktu lama. Sandaran yang fleksibel membuat punggung tetap terjaga dan nyaman. Mulai dari kepala, punggung, tangan, bokong, dan kaki.

Fleksibilitas kursi satu ini bisa mencapai 120 derajat. Sehingga, kamu bisa sambil rebahan hingga mencapai posisi yang nyaman. Untuk bantalan kepala dan punggung,  Rexus menggunakan bahan breathable yang berfungsi menyerap keringat.

Menggunakan Kartu Kredit untuk Membeli Kursi Kantor.

Bagi kamu yang pekerjaannya mengharuskan duduk lebih lama, bahkan bisa berjam-jam atau memiliki home office, tentu memerlukan kursi kantor yang nyaman, seperti kursi dengan penopang kepala, tangan, berbahan empuk sehingga membuat punggung tidak mudah lelah.

Harga kursi kantor memang relatif mahal, namun hal itu sebanding dengan fitur dan kenyamanan yang diberikan. Sebab itulah, kamu perlu memanfaatkan keuntungan kartu kredit agar tidak mengganggu keuangan kamu, bahkan dengan kartu kredit bisa belanja lebih hemat.

Salah satu rekomendasi kartu kredit terbaik untuk membeli kursi kantor adalah PermataShoppingCard dari PermataBank. Dengan kartu kredit ini, kamu bisa memenuhi kebutuhan belanja online lainnya dengan lebih irit. Sebab,  ada berbagai promo yang bisa langsung kamu dapatkan, seperti program cashback 5% hingga Rp200 ribu dan diskon di berbagai merchant.

Pengajuan kartu kredit PermataShoppingCard sekarang lebih praktis, cukup lewat mobile banking PermataMobile X yang bisa didownload di Play Store dan juga App Store. selain praktis, kartu kredit ini juga menawarkan berbagai kelebihan lainnya, diantaranya cicilan 0% hingga 12 bulan, bebas iuran satu tahun pertama, bisa diakses lewat smartphone, memiliki fitur contactless card, dan sebagainya.

Bagaimana memiliki kartu kredit ini? Dapatkan Informasi lebih lengkap terkait syarat dan ketentuannya melalui di laman berikut https://www.permatabank.com/id/kartu-kredit-retail/permatashopping-card.

Menekan Pernikahan Dini Ala GenRengers Educamp

Menekan Pernikahan Dini – Dalam perjalanan menuju Purbalingga menggunakan moda transportasi umum, mini bus, aku duduk bersebelahan dengan seorang Ibu yang baru saja mengurus persyaratan perceraian untuk anak perempuannya. FYI, kami sama-sama naik dari depan kantor Pengadilan Agama Banjarnegara.

“Alhamdulillah…akhirnya dapat informasi juga. Mau ke mana, Mbak?” Ibu paruh baya mulai membuka percakapan.

“Mau ke Purbalingga, Bu.” Jawabku simpel dan mungkin terkesan enggak komunikatif.

Jujur, aku agak gugup menjawab pertanyaan dari Ibu yang belum aku kenal. Aku juga merasa khawatir kalau nanti si Ibu akan bertanya perihal perceraian karena saat itu saya mengenakan seragam kantor. Ya…meskipun saya dobel dengan jaket dan enggak terlihat atribut yang menempel pada pakain dinas harian. Tetap saja was was rasanya, takut enggak bisa kontrol batasan komunikasi karena sudah di tempat umum, bukan lagi di tempat kerja. 😀

Pikirku, mending terlihat sok sibuk memegang gadget ketimbang mengobrol dengan orang yang enggak aku kenal. Tapi enggak disangka si Ibu begitu komunikatif sampai pada akhirnya aku tahu bahwa beliau akan mendaftarkan cerai untuk anak perempuannya yang baru beberapa bulan lalu menikah. Dan aku agak kaget juga, saat si Ibu bercerita kalau anaknya saat menikah baru berusia 17 Tahun. Artinya, saat anak tersebut menikah sudah pasti mengajukan Dispensasi Kawin (Diska).

Buru-buru menikah, tapi berakhir pada perceraian. Miris, bukan?

Angka Pernikahan Dini Di Indonesia.

Dasar Hukum Dispensasi Nikah adalah Undang-Undang No.1 Tahun 1974 di dalam Pasal 7 (1) Perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria sudah mencapai umur 19 Tahun dan pihak wanita sudah mencapai umur 16 Tahun. Namun aturan tersebut telah diperbaharui dengan Undang-Undang No.16 tahun 2019 pada Pasal 7 (1) Perkawinan hanya diizinkan apabila pria dan wanita sudah mencapai umur 19 Tahun.

Perubahan Undang-Undang tersebut tentu bukan tanpa sebab. Perkawinan pada usia anak banyak menimbulkan dampak negatif bagi tumbuh kembang anak dan akan menyebabkan tidak terpenuhinya hak dasar anak seperti hak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi, hak sipil anak, hak kesehatan, hak pendidikan, dan hak sosial anak. Ya, perkawinan di usia dini memang rentang dengan masalah.

Membaca artikel di laman web UNDIP, menuliskan bahwa saat ini angka perkawinan anak mencapai 1,2 juta kejadian. Indonesia menduduki peringkat ke-2 di ASEAN dan peringkat ke-8 di dunia untuk kasus perkawinan anak. Dari jumlah tersebut, proporsi perempuan umur 20-24 tahun yang berstatus kawin sebelum umur 18 tahun adalah 11,21 persen dari total jumlah anak. Artinya, sekitar 1 dari 9 perempuan usia 20-24 tahun menikah saat usia anak.

Ada beberapa sebab kenapa angka pernikahan dini semakin meningkat setiap tahunnya. Diantaranya yaitu karena pendidikan rendah dan menyebabkan anak perempuan menjadi putus sekolah. Merasa minim bekal untuk bekerja karena berpendidikan rendah, akhirnya mereka lebih memilih untuk menikah di usia dini.

Banyak masyarakat, khususnya di Desa, memiliki kepercayaan bahwa perempuan menikah di atas dua puluh tahun bukanlah usia yang ideal untuk menikah. Bisa dibilang sudah masuk usia tua. Padahal anak belum tentu siap baik secara fisik maupun mental jika menikah di bawah usia 20 tahun meskipun si anak saat itu juga terlihat dalam kondisi baik dan siap.

peran pemuda dalam dispensasi pernikahan
dokumentasi: https://jayakartanews.com/

Keterlibatan GenRengers Educamp yang Turut Menekan Pernikahan Dini.

Dalam menekan angka pernikahan dini, tuh, enggak mudah. Program-progam dari pemerintah untuk terus menekan angka perkawinan anak tentu enggak dapat maksimal tanpa kerjasama atau kolaborasi dari berbagai pihak. Contohnya program dari Kemenag yaitu mencanangkan pemberlakuan Sertifikasi Nikah pada 2020 yang wajib dimiliki oleh setiap pasangan yang ingin menikah untuk menurunkan angka perceraian, pernikahan di bawah umur, dan terjadinya kekerasan dalam rumah tangga.

Program dari pemerintah tentu akan lebih maksimal jika ada kolaborasi dan sinergi. Seperti yang dilakukan oleh sebuah komunitas dari Kabupaten Kubu Raya – Kalimantan Barat yaitu Komunitas GenRengers Educamp. Meskipun mereka enggak berkolaborasi dengan pemerintah, namun mereka punya visi dan misi yang sama salah satunya yaitu menekan pernikahan di bawah umur.

Berbentuk aktivitas camp yang secara rutin digelar sebagai bentuk pendidikan alternatif, GenRengers Educamp dibentuk untuk melahirkan relawan yang peduli dan paham soal isu-isu kesehatan khususnya pernikahan usia dini dan pola pergaulan remaja. Keren, bukan?

Nordianto, Superhero dari Kubu Raya yang Menggagas GenRengers Educamp.

Tahun 2018, Nordianto menjadi salah satu penerima apresiasi bidang Kesehatan dalam ajang Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia (SATU Indonesia) Awards yang diselenggarakan oleh PT Astra International Tbk.

Memiliki nama lengkap Nordianto Hartoyo Sanan, ia mengaku membentuk GenRengers Educamp karena termotivasi dengan kisah Superhero yang kerap ditontonnya sejak kecil. Karakter Superhero memang kerap menjadi idola bagi anak-anak karena perilaku baiknya yang suka menolong orang. Bayangan untuk membantu orang pun sering hadir dalam benak Nordianto. Ia yakin bahwa siapa pun bisa mengambil peran untuk menjadi pahlawan, minimal di lingkungannya.

Menekan Pernikahan Dini

Lewat kegiatan GenRengers Educamp yang ia gagas pada Tahun 2016, aktivitas menghadirkan jiwa-jiwa kepahlawanan pun ia bangun. Bersama tim ini, dalam dua pekan sekali, Anto sapaan akrabnya, merancang dan mengadakan kegiatan educamp di pelosok daerah Kalimantan Barat yang rentan dengan tingginya angka perkawinan usia dini serta pergaulan remaja yang bebas.

GenRengers Educamp sudah melibatkan 14 kabupaten kota sepanjang 2016. Hebatnya lagi, di tahun berikutnya berhasil melibatkan 5 Provinsi selain Kalimantan Barat. Dan kini, Nordianto sedang menjalankan study di Luar Negeri. Setelah sukses menjadi volunteer untuk program European Union sebagai pengajar Cross Cultural Understanding di Polandia, kini ia berkesempatan untuk study yang masih berkaitan dengan program-programnya bersama GenRengers.

pemuda ini tidak serta-merta melarang anak muda untuk menikah. Akan tetapi ia mengajarkan berbagai hal tentang kesehatan reproduksi, bahaya seks bebas, serta pentingnya kemandirian ekonomi dalam membangun rumah tangga. Hasil akhir yang ia harapkan, anak muda mampu menyerap informasi yang telah ia bagi, hingga menyadari sendiri bahwa perkawinan usia muda memiliki banyak dampak buruk.

Dalam percakapan aku dan Kak Nordianto melalui WhatsApp, ia menyampaikan harapan perihal kegiatan Educamp yang dilakukan oleh GenRengers. Ia berharap akan selalu lahir relawan baru untuk mengambil peran menekan tingginya angka perkawinan dini di daerah masing-masing.

Sosok Nordianto ini betul-betul menginspirasi. Enggak mudah melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat untuk menekan angka pernikahan di usia muda, lho. Apalagi jika kepercayaan masyarakat perihal usia 20 plus itu sudah masuk dalam usia tua dan harus segera menikah, berat. Aku yang bekerja di bagian pelayanan publik seperti penerimaan perkara Dispensasi Kawin kadang “gemas” ketika melihat berkas permohonan Diska yang mana usia calon pengantin di bawah 16 Tahun. 😀

Semoga semakin banyak GenRengers yang terbentuk di Kabupaten/Kota, ya. Supaya anak-anak atau remaja semakin paham bahwa pernikahan yang dilakukan di usia dini, tuh, selalu menyisakan persolan. Selain memengaruhi Indeks Pembangunan Manusia (IPM), perkawinan anak juga memengaruhi Indeks Kedalaman Kemiskinan (IKK).

Dan semoga, mereka yang gagal mempertahankan pernikahan di usia muda bisa melakukan sharing dengan teman-temannya perihal masalah-masalah yang dialaminya. Begitu juga dengan orang tuanya. Seperti si Ibu yang duduk bersebelahan dengan aku, dia juga sempat berbagi pengalaman menikahkan anak di usia dini. Karena nada bicaranya saat itu cukup keras, jadi yang dengar enggak hanya aku. Ya…semoga dapat diambil hikmahnya, ya. 🙂

4 Alasan Pelepasan Ibu Waka Menjadi Istimewa

Pelepasan Ibu Waka atau Wakil Ketua di tempat aku bekerja bisa dibilang mendadak. Persis seperti ungkapan enggak ada hujan, enggak ada angin, tiba-tiba beliau masuk dalam daftar Tim Promosi Mutasi (TPM) pada akhir November lalu. Artinya, beliau pindah tugas.

Iya, mutasi ini terjadi tanpa ada kasak kasuk. Beliau pun kaget karena belum lama menjabat sebagai Wakil Ketua, kurang lebih tiga bulan. Terasa lagi “anget-angetnya” merealisasikan beberapa program kerjasama dan inovasi untuk memudahkan layanan kepada masyarakat, eh…kena mutasi. 😆

Mendapatkan pimpinan yang peduli, dapat berkomunikasi dan juga berkolaborasi dengan baik menjadi kebahagiaan tersendiri bagi bawahan, khususnya aku. Bagaimana tidak, setelah sekian purnama jarang ada gebrakan, datang pimpinan baru langsung diajak terbang. Asyik benar, kan. 😉

persiapan pelepasan ibu wakil ketua

 

Kebetulan yang datang per Agustus lalu adalah Ketua dan Wakil Ketua. Kabar baiknya, mereka sama-sama masih muda. Jadi, pantas kalau enggak suka naik odong-odong. 😀 Iya, mulai dari awal masuk saja langsung rapat koordinasi, melakukan evaluasi pekerjaan sebagai acuan sekalipun tergolong orang baru di kantor, dan lanjut membuat program-program untuk memajukan kantor.

FYI, jabatan Wakil Ketua di kantor aku sudah cukup lama kosong. Sementara jabatan Ketua, belum lama ini terjadi mutasi atau pindah kerja ke satuan kerja lain. Namun sayangnya baru menjabat tiga bulan, Wakil Ketua kami kembali masuk ke dalam daftar TPM. Akhirnya, posisi Wakil Ketua pun kembali kosong di bulan November lalu. Sungguh menyedihkan.

Persiapan Pelepasan Ibu Wakil Ketua.

Ibu Fadiah, namanya. Seorang perempuan yang energik ini telah sukses menginspirasi banyak pegawai di tempat aku berkerja. Suasana kantor betul-betul terasa semakin hangat dan lebih hidup. Dan suasana kantor seperti ini sangat aku nantikan, sangat aku rindukan. Karena lagi-lagi, setelah sekian purnama bekerja lempeng-lempeng bae, gengs! 😆

Setelah ada pengumuman TPM, ternyata awal bulan Desember beliau sudah harus dilantik di tempat kerja yang baru. Enggak terbayang repotnya beliau mengurus ini itu karena tempat kerja yang baru berlokasi di luar Jawa. Dengan ketentuan pelantikan yang harus dilakukan secepat mungkin, Bapak Ketua pun harus membuat acara pelepasan secepat kilat. 😆 Enggak mungkin, dong, sudah sampai Kalimantan harus kembali ke Jawa hanya untuk menghadiri acara pelepasan. Kasihan, berang di ongkos. 😀

Persiapan acara pelepasan yang dilakukan secara mendadak biasanya enggak bisa maksimal. Tapi untuk acara perpisahan di kantor memang bisa dibilang datar-datar saja, sih. Jarang banget membuat acara yang spesial, jauh dari kata mewah apalagi megah. Ya kami ikut kata Pak Jokowi, ASN enggak boleh membuat acara atau bergaya hidup mewah. Seadanya saja, sesederhana mungkin. Hahaha. Tapi siapa sangka persiapan pelepasan yang hanya satu hari ternyata memberikan kesan istimewa.

Pelepasan Ibu Waka Menjadi Istimewa.

Ada teman yang membuatkan video untuk Bu Wakil. Lalu, teman-teman kantor juga mempersembahkan lagu bak paduan suara. Mulai dari teman-teman Hakim yang kesehariannya enggak lepas dari pegang palu saat persidangan, kali ini mereka megang mik untuk karokean. Kemudian, dari para pegawai juga dibagi beberapa group. Pokoknya sudah seperti lomba paduan suara. Bu-Ibu yang pada dasarnya punya suara B aja, percaya diri banget tampil di depan. Pecah banget suasana siang itu. 😆

Pelepasan Ibu Waka

Baru tiga bulan membersamai kami, tapi rasanya kami sudah begitu dekat dengan beliau. Seperti judul artikel aku beberapa tahun yang lalu, seperti enggan berpisah. Khususnya buat para BuIbu. 😆 Kenapa bisa seperti ini? Setidaknya ada 4 alasan kenapa pelepasan Ibu Waka menjadi istimewa.

 

1. Peduli.

Keadaan pantri di kantor memang jauh dari kata bersih. Bisa dibilang jorok karena kurang perhatian. Jarang ada yang peduli dengan kebersihan di area tersebut. Namun, di suatu pagi, saya pernah melihat beliau sedang membersihkan dapur ditemani Bu Ani.

Sikap memperhatikan yang dimiliki beliu bisa dibilang sangat tinggi. Enggah hanya untuk kebersihan kantor saja, tapi juga kepada teman-teman.

2. Bersahabat Seperti Tanpa Sekat.

Saya kerap melihat beliau melakukan komunikasi dengan teman-teman kantor baik melalui pesan singkat, panggilan menggunakan ponsel, maupun mendatangi langsung untuk mendapatkan informasi. Mulai dari penjaga pos, petugas kebersihan, petugas pelayanan, sampai para pegawai, beliau dengan nyaman menghubungi mereka untuk sebuah koordinasi.

Delapan tahun saya mengabdi, baru kali ini saya melihat ada pimpinan yang bisa bersahabat dengan siapa saja, seperti tanpa sekat.

3. Komitmennya Enggak Tanggung-tanggung.

Aku masih ingat betul kegigihan beliau dalam merealisasikan inovasi untuk memudahkan layanan kepada masyarakat. Beliau selalu memantau, memonitoring, sampai inovasi tersebut betul-betul siap dan dapat berjalan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Komitmennya beliau emang enggak tanggung-tanggung, pokoknya apa yang sudah menjadi program diusahakan harus terwujud dengan cepat.

4. Semangat Berbagi dan Memberi.

Banyak orang berpegang pada ungkapan jawa “nguyahi segara” atau memberi garam untuk laut. Kata tersebut biasanya diungkapkan ketika kita akan berbagi atau memberi sesuatu kepada orang yang dianggap mampu. Ya…orang sudah mampu, kenapa harus diberi, sia-sia. Hebatnya, itu enggak berlaku untuk Bu Waka. Beliau semangat untuk berbagi dan memberi kepada siapa saja. Beliau juga kerap memberi jajan, makanan saat ada acara di kantor. Semua diberi, lho. Enggak pandang “bulu”. Dan kami golongan bawahan sering banget mendapatkan tambahan uang jajan dari beliau. Duh…rasanya jadi kehilangan yang teramat, nih. xixixi.

Ketika menjumpai orang yang mau berbagi dan memberi tanpa syarat dan enggak pandang bulu, tuh, rasanya bahagia. Konsep berbagi dan memberi adalah dorongan dalam diri dan kesadaran. Hati nurani tergerak, dan mata terpejam. Kalau kata orang tua aku, memberi karena tresna atau sayang. Dan jatuhnya, tuh, tulus, sekalipun memberi kepada orang yang dianggap mampu. Kalau udah ada label sayang, tuh, enggak ada lagi keraguan, bukan? 😆

Aku merasa dengan datangnya pimpinan baru kali ini, tuh, lebih semangat dalam bekerja. Karena support yang mereka berikan betul-betul sampai ke tulang-tulang. 😆 Selain itu, sebagai bawahan juga aku merasa lebih sering mendapatkan good mood, lebih semangat, dan kesehatan mental pun lebih terasa.

Ngomongin kesehatan mental karyawan, ini sangat penting untuk diperhatikan baik oleh diri sendiri maupun pimpinan. Karena bagaimana pun demi mewujudkan visi dan misi membutuhkan kinerja bagus dari para karyawan atau pegawai. Dan kesehatan mental ini punya pengaruh besar dalam kinerja para pegawai. Saking pentingnya mental health bagi para karyawan, The Golden Space Indonesia berkolaborasi dengan Markplus.Inc menyelenggarakan acara ALIVE Fest 2022 yang bertempat di Multifunction Hall Plaza Indonesia.

Di Acara ALIVE Fest 2022, JNE Berhasil Menjadi Bagian Dari Mindful Company Brand.

Kalian pasti sudah familiar dengan brand JNE. Perusahaan logistik dan ekspedisi barang asli Indonesia ini sudah menjalankan bisnisnya selama 32 tahun. Bisnis ini dapat bertahan sampai di usia ini pastinya hubungan di internalnya sangat bagus. Pondasi dari dalam sangat kuat. Makanya, tidak heran jika JNE dapat menjadi bagian dari mindful company brand 2022.

Era digitalisasi mengharuskan perusahaan semakin kompetitif akan keunggulannya masing-masing. Karyawan atau Talenta perusahaan dituntut untuk semakin produktif dan kreatif dalam bekerja. Sementara itu, enggak semua perusahaan mampu membangun ekosistem yang sehat untuk menjamin kesehatan mental talentanya, lho. Dan faktanya, 20 persen masyarakat tengah mengalami isu kesehatan mental dan sembilan juta diantaranya menderita depresi.

ALIVE Fest 2022

Diwakili oleh Bpk. Yance Arvan selaku Project Brand Specialist, JNE hadir dalam acara ALIVE Fest 2022 yang merupakan festival meditasi terbesar di Indonesia yang memiliki misi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan mental, emosional, dan fisik. Aku baca artikel di https://jnewsonline.com/, JNE sebagai perusahaan yang bergerak di bidang transportasi dan logistik mendapatkan peringkat 1 dengan skor mindful: 0,781. Hebat, bukan.

Tentu di usia yang sudah tidak muda lagi, JNE sudah punya banyak pengalaman dalam dunia bisnis ekspedisi barang. Brand ini pun semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia karena terus memberikan pelayanan terbaik, terus berinovasi, dan yang tak kalah pentingnya yaitu sering bergabung untuk event-event sosial sesuai dengan filosofi JNE yaitu berbagi, memberi dan melayani.

Bandara Kulon Progo

Aku sangat berterima kasih kepada Bu Fadiah karena telah sukses kembali membangkitkan semangat bekerja dan sukses menjadi role model. Ini secara pibadi lho, ya. Tapi teman-teman lain, aku rasa hampir sama. Karena sebelum beliau resmi dilepas pada 28 November lalu, aku sempat mengambil potongan video bertajuk “Satu Kata Untuk Bu Wakil”. Dan aku lihat teman-teman dalam memberikan ucapan satu kata, tuh, penuh ekspresi dengan sejuta arti baik. Kalau kata Andmesh Kamaleng, buat hidupku lebih berarti. 😆