5 Cara Mudah Mengatur Waktu Bagi Working Mom

Cara Mudah Mengatur Waktu Bagi Working Mom – Seorang Ibu yang memutuskan untuk menjadi working mom atau Ibu Bekerja, artinya sudah siap dengan tambahan sederet tanggung jawab yang dalam hal ini adalah urusan pekerjaan. Dan aku telah menjadi bagian dari Ibu yang memutuskan untuk berperan ganda alias Ibu Bekerja.

Kita semua tahu, sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT) enggak bisa mengesampingkan urusan rumah tangga seperti mengurus anak dan suami, menyiapkan kebutuhan keluarga, merapikan rumah, sekalipun sudah ada Asisten Rumah Tangga (ART). Betul apa betul? 😉

Aku pernah merasakan betapa berartinya waktu untuk anak, yaitu ketika Kecemut mulai masuk Sekolah Dasar (SD). Kebetulan jarak tempuh dari rumah menuju sekolahnya itu enggak lebih dari lima menit. Awal-awal masuk sekolah, ada banyak banget penyesuaian waktu termasuk mandi pagi lebih awal dari sebelumnya pas dia masih di TK. Iya, dulu pas di TK jam masuk sekolah pukul 08.00 WIB bisa mandi pukul 07.00 WIB. Sekarang, SD pukul 6.50 WIB sudah harus sampai sekolah karena pukul 07.00 WIB kegiatan belajar mengajar sudah harus dimulai. Artinya, sudah ada perbedaan waktu berangkat sekolah. Dan ini baru salah satu rutinitas harian, ya.

Serba Serbi Anak Masuk Sekolah Dasar

Bun, pernah terbayang jika mengerjakan rutinitas harian sampai bergeser waktu pengerjaannya? Lebih pada mepet waktu, gitu. Enggak mau membayangkan atau justru kerap melakukannya? Hahaha. Aktivitas sebelum anak berangkat sekolah atau suami berangkat kerja, tuh, enggak sedikit. Kalau sampai bergeser waktu pengerjaannya alias mepet waktu, bisa membuat anak dan juga Ibu enggak nyaman.

Duh…ini kalau pagi-pagi sampai ada adegan adu mata antara Ibu dan Anak, efeknya kadang bisa panjang. Padahal anak-anak harus sampai sekolah dengan hati tenang, senang, supaya belajarnya juga lebih semangat. Berikut aku mau sharing cara mudah mengatur waktu untuk working mom yang pastinya versi aku, ya.

1. Mengondisikan Hati. 

Sebelum mulai mengatur waktu, Ibu Bekerja harus bisa mengkondisikan hati. Apalagi buat para working mom yang masih punya Bayi atau Balita. Sungguh akan berat sekali untuk mengatur waktu bekerja. Iya, belum sampai pada mengatur waktu, kadang sudah baper duluan karena naluri seorang Ibu yang tetap ingin mendampingi anak setiap waktu, tuh, kadang muncul secara tiba-tiba. Ngobrol dengan pasangan juga penting untuk sedikit mengurangi perasaan-perasaan tersebut.

Lebih dari itu, orangtua juga harus punya cara jitu untuk mengondisikan hati anak-anak. Harus berusaha untuk menciptakan suasana bahagia, khususnya pada pagi hari supaya mood anak terjaga dengan baik.

2. Berdiskusi Dengan Keluarga. 

Meskipun yang memutuskan untuk menjadi Ibu Bekerja adalah Ibu sendiri, tapi ada baiknya melakukan diskusi dengan keluarga sebelum mulai membuat rencana kegiatan yang disertai dengan waktu pelaksanaan. Ini dilakukan supaya anak dan suami merasa terlibat dan juga merasa ada tanggungjawab dalam melaksanakan rutinitas harian sesuai dengan kesepakatan. Komunikasikan kegiatan harian apa saja yang akan dilakukan, kapan waktunya, dan beri tahu juga konsekuensinya jika sampai enggak tepat waktu.

Baca juga: Nikmatnya Berbagi Pekerjaan Rumah Tangga.

3. Harus Pandai Menentukan Prioritas.

Bukan rahasia lagi kalau Ibu Bekerja, khususnya yang kerja kantoran, tuh, waktunya hampir habis untuk mengerjakan pekerjan kantor. Aku menghabiskan waktu kurang lebih 8.5 jam untuk bekerja di kantor, masuk kerja pukul 08.00 WIB-16.30 WIB setiap hari Senin-Jum’at. Artinya, aku punya dua hari libur kerja selain hari libur nasional dan cuti.

wisata edukasi manasik haji

Dari banyaknya waktu untuk bekerja, Ibu harus pandai menentukan prioritas. Kapan harus memberikan waktu penuh untuk keluarga, quality time dengan suami, kapan waktu yang tepat untuk hang out bareng teman, dan masih banyak kegiatan lain yang mana Ibu harus pandai mengatur prioritas karena kegiatan tersebut akan masuk dalam pembagian waktu sekalipun bukan rutinitas harian.

4. Membuat Daftar Rutinitas.

Nah, ini action-nya, ya! Kunci utama untuk sukses mengatur waktu bagi Ibu Bekerja adalah membuat daftar rutinitas sedetail-detailnya. Mulai dari bangun pagi sampai hendak istirahat malam. Tulis rutinitas secara keseluruhan, kemudian jangan lupa diberi tanda khusus jika kegiatan tersebut masuk pada skala penting dan harus diselesaikan pada hari itu juga. Dalam membuat daftar rutinitas, ini juga terkait dengan poin nomor dua, ya. Dibuat bersama-sama meskipun kendalinya ada pada Ibu. 😛

5. Lakukan Review Atas Manajemen Waktu.

Kadang ada hal yang sudah ditulis, sudah direncanakan, namun enggak bisa terlaksana sesuai dengan rencana karena suatu alasan. Ini pentingnya melakukan review atas manajemen waktu yang sudah dibuat. Cara terakhir ini bisa dibilang keluar dari tema, ya. Namun, jika nomor lima ini enggak masuk pada poin, bisa jadi ada pengaturan waktu yang kurang maksimal tapi tetap dilaksanakan. Ini bisa mubadzir ya, Bun. Seperti pekerjaan rumah tangga yang bisa dilakukan secara bersamaan. Mencuci baju dengan bantuan mesin cuci, masak, dan juga membersihkan lantai dengan bantuan vacuum cleaner robotic super canggih yaitu Avaro LS3000.

Working Mom Juga Harus Pandai Menyiasati Pekerjaan Rumah Tangga. Ayo, Gebet Avaro LS3000!

Ketika seorang Ibu Bekerja sudah mulai menjalankan rutinitas sesuai dengan jadwal, aku yakin enggak sedikit dari mereka yang juga mencoba untuk menyiasati pekerjaan rumah tangga supaya cepat selesai dikerjkan meskipun kita semua tahu bahwa pekerjaan rumah tangga itu enggak ada habisnya. Tapi senang ketika menjumpai suatu pekerjaan yang bisa beres tanpa kita capek. 😆

Salah satu pekerjaan rumah tangga yang bisa diambil alih oleh robot yaitu kegiatan membersihkan lantai agar bebas dari debu dan kotoran. Kali ini Avaro punya produk baru yaitu Avaro LS3000. Nah, berikut spesifikasi vacuum cleaner robotic yang bisa diajak kerjasama.

High Suction Power 3000PA.
Vacuum ini memiliki daya hisap paling kuat 3000pA. Segala jenis kotoran dan bulu hewan dapat dengan mudah diserap. Lantai bisa bersih secara menyeluruh dan tentu lebih efisien.

Tangki Kotoran Lebih Besar yaitu 650 ML
Mampu menampung kotoran lebih banyak karena tangki lebih besar yaitu 650 ml. Jangankan bulu hewan, benda sebesar kacang pun bisa dibersihkan oleh Avaro LS3000.

Body Superslim yaitu 75MM
Vacuum cleaner robotic dengan body superslim hanya 75mm Avaro LS3000 dapat menjelajah setiap sudut rumah yang sulit terjangkau. Dari bawah kasur, sofa, meja dan kursi dapat menjangkau dengan mudah. Pengguna juga dapat mengatur bagian mana saja yang akan dibersihkan dan bagian mana yang enggak perlu dibersihkan.

Daya listrik Lebih Irit.
Ini yang kadang menjadi bahan pertimbangan buat Ibu-Ibu sebelum membeli perabot rumah tangga. Enggak perlu khawatir listrik bakal anjlok ya, Bun. Daya listrik vacuum ini lebih irit listrik, hanya 21,2 watt. Asyiknya, nih, saat daya robot vacuum tersisa 10%, robot ini secara otomatis akan kembali ke dock pengisian daya. Jadi, pengguna enggak harus memantau terus-terusan karena khawatir daya habis.

Impian banget punya Avaro LS3000 karena vaccum cleaner robotic dengan harga terjangkau ini cocok untuk semua jenis medan lantai. Vacuum ini juga bisa berfungsi sebagai sapu yang mampu memutar untuk membersihkan debu dan mengumpulkan sampah ke tengah untuk dihisap.

Vacuum Cleaner Robotic Avaro LS3000

FYI, sikat Avaro LS3000 ini terbuat dari bahan TPU yang lembut dan halus sehingga enggak bakal merusak lantai. Dan jangan khawatir, vacuum ini mudah dipasang dan dibersihkan. Bun, vacuum ini bisa didapatkan di Avaro Official Store Tokopedia dengan harga 2 juta-an. Kalau beli sekarang bisa berkesempatan mendapatkan promo, lho.

Ibu Bekerja akan merasa lebih tenang dan juga senang ketika mendapatkan solusi untuk pekerjaan rumah tangga lebih mudah, praktis dan efisien. Cara ini juga masuk sebagai salah satu cara mudah mengatur waktu bagi working mom dengan mempunyai robot yang bisa menjadi partner dalam menyelesaikan pekerjaan rumah tangga.

5 Hal yang Membuat Working Mom Bahagia. Mana yang Kamu Banget?

Working Mom Bahagia – Definisi working mom atau ibu bekerja adalah wanita yang sudah berkeluarga dan melakukan kegiatan tertentu untuk mendapatkan kemajuan dan akhirnya memperoleh imbalan berupa cuan cuan cuan dan cuan. 😆

Working mom, tuh, bukan hanya kerja di kantoran, ya. Selama ini banyak yang beranggapan kalau istilah working mom, tuh, buat mereka yang bekerja di sebuah kantor. Jangan salah, bekerja sebagai content creator yang kerjanya dari rumah pun disebut ibu bekerja meskipun mereka enggak mengenakan seragam dinas, enggak pakai sepatu dengan hak tinggi, dan enggak nenteng tas. 😛

Pekerjaan bagi seoarang ibu merupakan salah satu sumber stres dan kebahagiaan. Iya, enggak hanya kebagahagiaan saja, tapi juga tak dipungkiri stres bisa menghampiri mereka. Stres karena konflik peran, misalnya. Namun mereka akan bahagia ketika mendapatkan pemasukan (gaji) dan juga bangga kerena memiliki pekerjaan.

Ibu bekerja bisa merasakan stres ketika mulai mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas-tugas rumah tangga dan di tempat kerja. Hal ini pernah aku alami saat Kecemut mulai masuk Sekolah Dasar (SD).

Kegiatan harian aku sebagai Ibu mulai bertambah. Meskipun hanya bertambah beberapa kegiatan saja, tapi mau enggak mau aku harus mengubah jadwal untuk rutinitas harian dengan harapan semua aktivitas bisa berjalan sesuai rencana. Dan kalau sampai merasa ada satu saja aktivitas yang enggak sesuai dengan rencana, pelan-pelan aku mulai mikir dengan durasi agak lama untuk mencari cara jitu. Nah, bagian mencari cara ini kadang tanpa disengaja membuat ibu butuh pergi ke salon. Hahaha.

Cara Meminimalkan Stres Bagi Working Mom.

Ibu bekerja, tuh, selain mengaplikasikan ilmu-ilmu yang sudah didapat di jalur pendidikan formal, mereka juga punya niat untuk mencari penghasilan tambahan untuk membantu perekonomian keluarga. Ada juga yang berpendapat, memilih sebagai ibu bekerja karena ingin mendapatkan penghasilan sendiri, untuk mencukupi kebutuhan pribadi tanpa membebani suami, mendapatkan penghasilan untuk menyenangkan diri sendiri. 😉

Enggak ada yang salah dengan pendapat-pendapat tersebut. Hanya saja kalau diniatkan untuk keluarga, rezeki yang datang insya allah lebih besar. Apalagi yang punya banyak anak dan termasuk keluarga besar, Berdoanya seperti itu. Namun wongking mom harus punya cara jitu supaya ibu bekerja tetap bahagia dan dapat meminimalkan stress. Cara paling efektif untuk mendapat kebahagiaan dalam bekerja yaitu dengan membuat daftar pekerjaan secara teratur. Detail pekerjaan bisa disertakan, terpenting sudah dibuat daftar setiap harinya karena daftar pekerjaan ini sangat membantu untuk lebih terorganisir.

Kemudian, mengidentifikasi pemicu stres juga penting. Selain membuat daftar pekerjaan, working mom bisa mencatat hal-hal apapun yang sekiranya dapat memicu stres. Beban pekerjaan terlalu berat, misalnya. Kalau masalah ini harus ada komunikasi dengan atasan sekalipun sebenarnya tugas yang diberikan sudah sesuai dengan analisis beban kerja (ABK).

saling support di tempat kerja

Terakhir yaitu saling support. Bagaimana pun juga, dukungan dalam bekerja juga penting. Sesama rekan kerja saling membantu dalam pekerjaan atau saling menyemangati. Sudah dapat support dari teman, lalu dapat tambahan support lagi dari keluarga. Ini jitu banget dalam meminimalkan stres. Sebagai manusia biasa yang tak sempurna dan kadang salah, jangan lupa untuk mencari hiburan ketika sudah mulai jenuh, ya. 😉

Lalu, Apa Saja yang Dapat Membuat Working Mom Bahagia?

Kebahagian itu subjektif, ya. Level kebahagiaan tiap orang berbeda-beda. Namun setidaknya berikut ada tiga hal yang membuat ibu bekerja merasa bahagia sekaligus bangga versi aku sebagai ibu bekerja yang alhamdulilah tahun ini masuk 10 tahun mengabdi. 😀

1. Mendapat Partner Sesuai Harapan.

Ngomongin partner atau mitra, seorang working mom sudah dipastikan sangat bahagia ketika mendapat partner sesuai harapan. Eh, partner di sini bukan hanya partner di tempat kerja, ya. Tapi juga partner di rumah, seperti suami dan juga anak-anak. Mendapatkan suami yang mau berbagi urusan rumah tangga, tuh, sesuatu banget kan ya, Bun. Mau membantu mandikan anak-anak, buang sampah, sampai manasin sepeda motor buat kerja. Terus, ditambah lagi sampai tempat kerja mendapatkan partner yang juga asyiknya jedag jedug. Lagi bekerja serasa lagi main karena sambil karokean. 😆 Aww…berasa sempurna!

2. Tambahan Pendapatan untuk Keluarga.

Selain sebagai salah satu cita-cita, seorang perempuan memilih untuk menjadi ibu bekerja karena ingin mempunyai penghasilan tambahan atau membantu perekonomian keluarga. Maka, jangan heran kalau working mom bakal happy banget tiap mendapatkan gaji. Pokoknya, tuh, daftar belanja online yang sudah numpuk di keranjang siap-siap checkout. 😛

3. Memiliki Status Sosial.

Udah ngomongin finansial, sekarang saatnya ngomongin non finansial, ya. Yups, memiliki status sosial yang dihormati di lingkungannya, merupakan salah satu kebahagiaan non finansial yang dapat dirasakan working mom. Selain memiliki status sosial, ibu bekerja juga semakin bahagia karena dapat menunjukkan eksistensi diri. Biasanya seperti itu, biasanya. 😆

4. Menemukan “Charge” yang Tepat.

Memutuskan untuk menjadi working mom itu enggak mudah. Karena selain harus mengurus urusan rumah tangga, ibu bekerja juga punya tanggung jawab atas pekerjaan sebagai working mom.

Iya, tugas kantor yang kadang menumpuk, ditambah dengan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga yang enggak boleh disampingkan, sering banget menjadi hal-hal yang rentan menimbulkan kondisi kelelahan secara emosional. Kalau sudah merasa lelah, harus segera mencari dan menemukan “charge” yang tepat supaya mood kembali baik ya, Bun.

wisata edukasi manasik haji

Charge yang aku maksud tentu bukan charge smartphone, melainkan kegiatan atau aktivitas yang sekiranya bisa membuat pikiran lebih tenang dan hati lebih nyaman. Kebayang bahagianya kalau lagi bad mood, kemudian menemukan “charge” yang tepat. Daya pelan-pelan kembali full dan siap untuk kembali menjadi cat woman. 😆

5. Mendapatkan Penghargaan.

Enggak banyak orang yang bisa mendapatkan suatu penghargaan dari atasan. Karena untuk mendapatkan sebuah penghargaan itu enggak mudah. Ada banyak perjuangan. Makanya, ketika seorang working mom mendapatkan penghargaan, pasti merasa bahagia dan juga bangga.

Dan penghargaan yang diberikan itu enggak melulu berkaitan dengan cuan cuan, ya. Mendapatkan ucapan terima kasih atas dedikasi atau pengabdian atas pekerjaan itu cukup membuat working mom bahagia. Karena sebuah penghargaan diberikan sudah pasti bermakna. Seperti penghargaan yang didapatkan oleh JNE, perusahaan yang bergerak dalam bidang pengiriman dan logistik yang bermarkas di Jakarta.

Atas Kerja Keras, JNE Pun Mendapat Penghargaan Dalam Dua Kategori.

Bertempat di Hotel Santika, Semarang 23/8 JNE mendapatkan penghargaan yaitu Industry Marketing Champion Semarang Solo 2022 dan Sales Person Of The Year dalam ajang  Indonesia MarkPlus Festival 2022 JOGLOSEMAR (Jogja, Solo, Semarang).

Penghargaan kategori Industry Marketing Champion Semarang Solo 2022 diserahkan oleh Hermawan Kartajaya selaku Founder dan Chairman MarkPlus, Corp kepada Marsudi, Head Regional Jateng-DIY JNE. Sedangkan kategori Service Person Of The Year diserahkan oleh Hendrar Prihadi, Walikota Semarang kepada Roky Daniar Amiruliyanto selaku Head Of Sales Corporate JNE Semarang.

yang Membuat Working Mom Bahagia

Kegiatan ini bertujuan mendorong para pemasar agar terus produktif melahirkan solusi bisnis yang inovatif, kolaborasi antara industri, pemerintah, dan komunitas. Dan sebagai perusahaan yang hampir 32 tahun di Indonesia, JNE harus terus mengikuti perubahan khususnya di era disrupsi digital. Enggak heran kalau bisa menyabet dua penghargaan, kan.

Menjadi Working Mom Bahagia Merupakan Sebuah Pilihan.

5 hal yang membuat working mom bahagia versi tentu akan berbeda dengan versi working mom lainnya. Seperti versi Niken Nurmei Ditasari yang menuliskan dalam sebuah jurnal dengan judul “Kebahagiaan Pada Ibu Bekerja” yang mana salah satunya yaitu kondisi fisik yang sehat. Dan memang tidak dipungkiri, mendapatkan kesehatan itu menjadi salah satu hal yang membuat kita semua bahagia, bukan hanya working mom saja.

Menjadi working mom bahagia merupakan sebuah pilihan dan impian setiap ibu bekerja. Enggak ada ibu bekerja yang mau memilih untuk menjadi working mom yang gagal, bukan. 😉

Hobi Baru di Era New Normal

Hobi Baru di Era New Normal – Beberapa waktu lalu, saya sempat melihat seorang teman membagikan grafik perkembangan kasus COVID-19 melalui akun twitternya. Grafik tersebut tidak menyajikan data sesungguhnya melainkan sebagai sentilan untuk masyarakat Indonesia. 😉

Kira-kira pembacaan grafiknya seperti ini; ketika kasus penyebaran COVID-19 sedikit (awal-awal adanya COVID-19), tingkat kecemasan masyarakat Indonesia begitu tinggi. Sebaliknya, ketika kasus penyebaran wabah virus corona meningkat seperti yang terjadi akhir-akhir ini, justru masyarakat Indonesia seperti tidak mengindahkan alias masa bodo. 😀

Banyak yang bilang masyarakat sudah bosan untuk melakukan aktivitas #DiRumahAja. Apalagi bagi para pekerja swasta yang pemasukannya menjadi berkurang atau bahkan tidak berpenghasilan.  Ya, banyak dari mereka yang tidak mendapatkan pemasukan, sementara kebutuhan harian yang harus terpenuhi terus berjalan.

Yuk baca: Pengaruh Covid dalam Kehidupan Sehari-hari

Menyikapi hal ini, pemerintah pun mengambil kebijakan untuk masyarakat kembali menjalankan aktivitas di luar rumah namun tetap dengan menaati protokol kesehatan COVID-19 atau yang lebih familiar dengan new normal.

Pengaruh Covid-19

Bagaimana Saya Sebagai Ibu menyusui (Busui) Dalam Menyikapi Era New Normal?

Saat ini sampai tiga bulan ke depan, saya sedang menjalani masa cuti paska melahirkan. Artinya, saya bisa keluar rumah kapan saja tanpa terbebani pekerjaan kantor. Tapi meski sudah diizinkan untuk melakukan aktivitas di luar rumah, saya masih betah di rumah. 😆 Yups, saya belum tertarik untuk jalan-jalan atau refeshing meski hanya ke kota. Emm…ini bukan karena saya sedang menyusui lantas malas pergi lho, ya. Emang belum berminat. 😉

Ibu menyusui

Aktivitas utama sebagai Busui tentu fokus mengurus si kecil dan menyusui. Tapi masa iya, mau gitu-gitu saja di rumah, ya. Pasti butuh hiburan banget sebagai Busui. Makanya, saya pun mencoba menambah kegiatan supaya aktivitas di rumah makin menyenangkan dengan cara mencari kegiatan yang belum pernah saya lakukan sebelumnya. Yaaa…semacam mencari hobi baru, gitu. 🙂

Hobi Baru di Era New Normal.

Menggali, mencari, mencoba, kira-kira kegiatan apa yang asyik dilakukan untuk Busui. Ternyata ada kegiatan yang biasa banget tapi menjadi tidak biasa karena saya baru pernah mencobanya dan baru pernah merasakan se enjoy ini. Makanya bisa dibilang ini hobi baru. Penasaran dengan hobi baru saya? 😆 Berikut 3 hobi baru sebagai ibu Menyusui di tengah era new normal namun saya tetap memilih untuk di rumah saja. 😆

Memotret Bayi.

Yuhuiii…sudah lumrah ketika memiliki bayi, terus menjadi latah pingin motoin tiap harinya atau bahkan tiap jam. Sebagai mamak muda yang suka mainan Instagram, menjadi kebanggaan ketika bisa update feed. Hahaha. Saya bukan termasuk pengabdi Instagram, sih. Tapi kalau punya “mainan” baru dan lucu masa dianggurin. 😀

Siapa yang tidak takjub melihat gerak-gerik bayi? Uluuuh…ada saja tingkahnya yang selalu sukses bikin gemas. Apalagi kalau sedang bobok, ada banyak mimik yang dia munculkan. Rugi banget rasanya kalau sampai tidak mengabadikan momen si kecil pas bayi. Makanya, motret bayi menjadi salah satu hobi saya saat sedang cuti di era new normal.

memotret bayi

Ehh…saya motret bayi-nya, tuh, motret yang biasa banget. Bukan motret yang menggunakan properti-properti foto baby new born, gitu. Meski sederhana, tapi tetap kegiatan memotret bayi ini menyenangkan banget.

Baca blog post: Selamat datang Wildan!

Baca-baca di Dreame.

Dreame adalah salah satu aplikasi android untuk membaca novel terbaik yang memiliki pembaca tersendiri di Indonesia. Saya tahu aplikasi ini saat sedang scroll facebook dan menemukan iklan dengan cerita yang menyenangkan. Karena ingin tahu ending ceritanya seperti apa, akhirnya saya install aplikasi ini dengan mencarinya terlebih dahulu di Google Playstore. Baru kali ini saya menjadi korban iklan lewat media sosial. Hahaha.

1ON+ Smartfren

Rasanya seperti mimpi saat saya install aplikasi Dreame di smartphone. Kenapa? Karena pada dasarnya saya tidak begitu suka membaca novel, apalagi yang isinya cinta-cintaan, gitu. Menyeek-menyeeekk. Hahaha. Surprisenya setelah saya install, kok, betah baca-baca di Dreame sampai kadang tidak terasa sehari bisa habis, tuh, dibaca. Malah sampai kadang tidak terasa diminta untuk membeli koin karena kelanjutannya atau untuk dapat menikmati endingnya saat itu juga, harus membayar. 😀

Yuk baca Hidden gems bikin menarik.

Nonton Film di Viu.

Nonton film apalagi lewat aplikasi, rasanya bukan gue banget! Tapi karena Ibu menyusui butuh banget hiburan, akhirnya nonton pun menjadi pilihan paling tepat saat si kecil tertidur pulas dan merasa nganggur banget. Dan smartphone juga menjadi pilihan sebagai alat menonton biar lebih simpel, bisa sambil tiduran, masak, bahkan pas menyusui. 😀

langganan aplikasi viu bayar dengan gopay (4)

Aplikasi Viu menjadi pilihan saya karena banyak film terupdate di sana. Btw, ini kali pertama saya menggunakan aplikasi Viu. Aplikasi ini saya unduh di Google Playstore. Karena baru pertama menggunakannya, banyak hal yang baru saya tahu tentang aplikasi ini salah satunya yaitu tentang cara langganan VIU yang ternyata mudah banget.

Kenapa harus langganan?

Biar nontonnya bebas hambatan dari iklan, dong! Emmm…sebenarnya tanpa berlangganan pun saya masih bisa nonton, cuma rasanya kurang nyaman karena ada tayangan iklan yang datang sewaktu-waktu, gitu. Parahnya kalau adegan drama atau film lagi seru-serunya terus muncul iklan. Kesel bangettt!

Lalu, bagaimana cara berlangganan aplikasi VIU?

Ngomongin berlangganan pasti berhubungan dengan pembayaran, dong. Kali ini saya menggunakan GoPay untuk membayar langganan VIU. Ya, untuk membeli segala macam aplikasi melalui Google Play, kalian bisa menggunakan saldo GoPay. Jadi, langkah pertama yang harus dilakukan yaitu mengaktifkan akun GoPay (bagi yang belum punya), kemudian menambahkan metode pembayaran pada Google Play.

Nah, berikut cara mengaktifkan metode pembayaran GoPay di Google Play.

langganan aplikasi viu bayar dengan gopay (1)

  1. Masuk ke Google Play, lalu pilih menu Payment methods.
  2. Klik Add GoPay.
  3. Klik Continue, pastikan nomor ponsel yang didaftarkan untuk pembayaran adalah nomor yang telah didaftarkan pada GoPay.
  4. Proses aktivasi berhasil ketika pada menu payment method atau metode pembayaran tertera pilihan GoPay.

langganan aplikasi viu bayar dengan gopay (2)

Lanjut untuk berlangganan VIU, kalian langsung log ini saja ke aplikasi VIU, kemudian pilih Akun Saya. Berikut langkah mudah untuk berlangganan VIU:

  1. Klik Go Premium;
  2. VIU menawarkan beberapa pilihan paket langganan. Di sini kalian bisa memilih paketnya sesuai kebutuhan dan tentunya isi dompet, dong. 😀
  3. Klik Subscribe untuk melakukan proses pembayaran dengan memasukan pin GoPay.
  4. Dengan mengklik subscribe, artinya akun VIU kalian sudah Premium. Nonton VIU film tanpa iklan-iklan. 😀

langganan aplikasi viu bayar dengan gopay (3)Selain bisa nonton tanpa ada iklan, keuntungan lain dengan berlangganan VIU kalian dapat mengunduh film pada aplikasi VIU untuk jika ingin ditonton offline nantinya.

Oiya, dengan berlangganan VIU menggunakan GoPay, selain praktis kalian bisa mendapatkan cashback dari promo yang ditawarkan google playYups, Promo Google Play khusus untuk pengguna GoPay. Cashback akan diberikan hingga 100% tiap kali membeli aplikasi di Google Play dengan menggunakan GoPay.

Hobi baru yang muncul saat sedang cuti gini rasanya bikin tambah happy. Ya gimana ngga happy, menikmatinya saja sambil leyeh-leyeh santai, kecuali pas motret bayi banyak polah, nih. 😆

Btw, di era new normal ini, apakah kalian punya kegiatan baru?

Baca juga Cara langganan google drive.

Rencana Ngedate Setelah Covid

Rencana Ngedate Setelah Covid – Ini yang bakal aku lakukan jika Covid-19 berakhir. Tema hari ke tujuh #30DayBlogChallenge yang diselenggarakan oleh BPN (Blogger Perempuan Network) memberi angin segar dan optimisme jika wabah virus corona di Indonesia akan segera berakhir.

Rasa-rasanya seperti mimpi setelah beberapa bulan banyak menjalankan kegiatab #DiRumaAja dan sudah mulai terbiasa membatasi kegiatan di luar rumah, tapi nantinya harus kembali menjalankan aktivitas seperti biasa sebelum ada pandemi covid-19. Pasti butuh penyesuaian lagi, kan. Apalagi penyebab untuk tetap di rumah saja yaitu karena adanya wabah virus yang membahayakan, selain membutuhkan penyesuaian, pasti tetap ada rasa was was untuk kembali hidup normal dan bertemu banyak orang termasuk keluarga, saudara, dan teman.

Agenda naik transportasi umum, misalnya. Ya, saya punya agenda bulanan naik Bus bersama kecemut. Tiap bulannya, saya selalu menyempatkan baik untuk sekadar jalan berdua (atau istilah kami adalah ngukur dalan karena hanya mengikuti kemana Bus melaju), maupun untuk pergi keluar kota untuk suatu keperluan.

Ngedate Menggunakan Transportasi Umum.

Saat di dalam Bus, Kecemut punya kebiasaan berdiri di atas kursi sambil pegangan besi supaya tetap aman saat kendaraan melaju. Maklum, sudah besar sukanya ngga mau dipegangin. 😀 Sementara saat ini, masyarakat dihimbau untuk tidak sembarangan memegang benda-benda karena ada kemungkinan virus corona menempel pada benda-benda.

JIKA COVID-19 BERAKHIR

Nampaknya memang sepele perihal himbauan untuk tidak memegang benda-benda di tempat umum. Namun jika sudah tahu dampaknya, ketika wabah berakhir pun sepertinya masih parno untuk hal ini, ya. 😀

Jadi, jika Covid-19 berakhir, saya ingin kembali mengajak Kecemut untuk naik bus. Saya juga punya janji akan mengajaknya naik Trans Jateng dengan rute Purbalingga-Purwokerto. Dalam hal ini, tentu kami tidak hanya berdua, ada Tante Bening yang biasanya menemani perjalanan kami.

Rencana Ngedate Setelah Covid Berlalu.

Pasti ada tujuan karena sebelum datang wabah Covid-19, kami sempat ada janji untuk staycation, renang, termasuk naik Trans Jateng. 😀 Ada keinginan juga untuk mengajak Kecemut ke toko mainan yang lumayan banyak pilihan di Purwokerto karena di Banjarnegara jarang banget toko mainan anak yang lengkap, gitu.

Kalau orang lain sudah menulis banyak keinginan atau bahkan telah menyiapkan sederet whistlist saat Covid-19 berakhir, saya cukup satu saja dulu yaitu ngedate. Kangen rasanya lama tidak tatap muka, jalan bareng meski ujung-ujungnya duduk dowang, ngobrol yang selalu tidak ada muaranya, nyobain kuliner baru, atau dibayarin pas nonton. 😆 Siapa yang lagi punya duit, ya berarti dia yang menanggungnya segala pengeluaran. 😀

Semoga wabah virus corona cepat berakhir, ya. Simulasi akhir pandemi Covid-19 di beberapa negara yang saya baca di website Kumparan, wabah Covid-19 di Indonesia bakal berakhir di bulan Juni. Semoga masyarakat Indonesia mau kerjasama melawan Corona lebih gigih lagi.

Eh, cukup satu dulu whislistnya, selebihnya menyusul kalau sudah ketemu. Soalnya harus berhitung dulu biar ngga tekor, sih. 😀

Penerapan Social Distancing Pada Kantor Pelayanan Publik

Penerapan Social Distancing Pada Kantor Pelayanan Publik – Bekerja pada sebuah kantor yang salah satu tugas utamanya yaitu melayani masyarkat, saya menyadari betul bahwa cukup susah rasanya bagi atasan untuk mengambil kebijakan perihal WFH (Work At Home) atau beraktivitas di rumah saat sedang ada wabah covid-19 seperti sekarang ini. Atasan yang saya maksud di sini adalah Eselon 1. Siapa, sih, Eselon 1? Ayoo silakan googling saja bagi yang belum tahu. 😆

Meningkatnya penyebaran virus corona di Indonesia, Presiden Joko Widodo mengeluarkan kebijakan untuk WFH. Beberapa Kementerian/Lembaga ada yang langsung mengeksekusi kebijakan tersebut, ada pula yang membutuhkan waktu lama dalam mengambil kebijakan karena harus mempertimbangkan banyak faktor. Seperti kantor tempat saya bekerja.

Eselon 1 memang sudah membuat SE (Surat Edaran) yang ditujukan kepada satuan kerja di bawahnya. Namun pengambilan kebijakan tetap diserahkan kepada satuan kerja dengan merujuk pada SE tersebut. Hasilnya? Kebijakan antar satuan kerja di bawahnya pun tidak sama karena menyesuaikan situasi dan kondisi di kota tau kabupaten masing-masing. Hal ini tentu membuat pimpinan kantor pusing! 😀

Etdaah…serius amat yaa dari tadi ngomongin kebijakan. 😛 Yaaaa emang gitu kalau ngobrolin pekerjaan, ngga ada bercandanya. 😀 Lanjut, yaaa!

Social Distancing pada Kantor Pelayanan Publik.

Kantor tempat saya bekerja berjuang untuk menerapkan WFH dan telah melakukan social distancing. Saya mengatakan berjuang karena pandemi covid-19 datang tiba-tiba. Penyebaran virusnya pun tidak dapat diprediksi karena betul-betul bergantung kepada kesadaran masyarakat Indonesia. Sementara pekerjaan yang berhubungan dengan pelayanan masyarakat tidak bisa diberhentikan seketika karena sudah terjadwal dengan rapih.

Lalu, kenapa tidak dijadwalkan ulang?

Sudah, dong. Kami telah menjadwal ulang bahkan menundanya sampai batas waktu pandemi berakhir. Hanya saja yang sudah terjadwalkan pada bulan Maret lalu tidak dapat reschedule karena terlalu mendadak.  SolusinyaTetap ada solusi yang solutif. Kantor membatasi jam pelayanan sebagai salah satu penerapan social distancing.

Istilah social distancing muncul dan makin popular karena dianggap sebagai cara paling efektif mencegah penyebaran virus corona. Social Distancing adalah tindakan menjauhi segala bentuk perkumpulan, jaga jarak antar manusia, dan menghindari berbagai pertemuan yang melibatkan banyak orang.

Penerapan Social Distancing Pada Layanan Publik.

Sebagai salah satu kantor pelayanan masyarakat, sudah dipastikan banyak orang berdatangan tiap harinya. Beruntungnya mulai awal bulan April, pimpinan sudah mulai mengambil kebijakan untuk mulai memberlakukan social distancing dalam pelayanan. Berikut beberapa penerapan social distancing pada kantor pelayanan masyarakat, khususnya tempat saya bekerja:

1. Pembagian tugas internal pegawai.

Tanpa mengurangi tanggung jawab pada pekerjaan, WFH tetap diberlakukan dengan sistem seperti shift. Misalnya, personil Bidang Sekretariat pada satuan kerja dibagi menjadi dua shift; satu minggu bekerja di kantor dan satu minggu WFH. Ini kami terapkan hanya satu minggu saja. Selanjutnya masuk seperti biasa dengan mengurangi jam kerja.

Untuk dapat melaksanakan hal seperti ini sangat mudah, bagian IT cukup mempersiapkan sistem perkantoran sampai bisa diakses dari rumah. Sementara untuk pelayanan yang mengharuskan tatap muka, dilakukan penjadwalan juga. Hanya saja bagi yang WFH, tuh, waktu di rumah digunakan untuk istirahat. 😛

2. Membatasi jam layanan.

Mengedukasi kepada masyarakat perihal pembatasan jam layanan membutuhkan tingkat kesabaran yang tinggi. Banyak yang melayangkan komentar negatif meski sudah tahu bahwa Indonesia masih dalam masa pandemi. Membatasi jam layanan bukan berarti ASN tidak bertanggungjawab, namun lebih pada mematuhi peraturan.

Pembatasan jam layanan ini berlaku untuk bagian pendaftaran dan pengambilan produk. Jadi, jam layanan yang tadinya dimulai pukul 08.00-16.00 WIB, saat ini menjadi pukul 08.00-12.00 WIB. Kantor tidak ada maksud menyusahkan masyarakat lho, ya. Yaaaa…kebayang jika tidak ada pembatasan jam pelayanan, maka akan ada banyak orang berdatangan dari berbagai daerah dan tidak menutup kemungkinan dapat menambah penyebaran covid-19.

3. Memberi ruang khusus dan jaga jarak.

Baik antara yang melayani dengan yang dilayani, maupun antar masyarakat yang datang ke kantor. Ketersediaan ruang khusus dengan jarak interaksi minimal 1.5 meter sebagai salah bentuk penerapan social distancing untuk mencegah penyebaran covid-19. Tentu dibantu dengan alat pengeras suara atau petugas khusus untuk memudahkan komunikasi dan  koordinasi.

Selanjutnya adalah tempat duduk. Jarak antar kursi juga harus diperhatikan. Dengan memberi jarak minimal 1 meter antar kursi dapat meminimalkan penularan virus corona.

4. Menyediakan fasilitas publik sesuai kebutuhan.

Kementerian Keuangan mengeluarkan kebijakan baru terkait penggunaan anggaran pada masa pandemi ini. Mereka menyediakan akun khusus untuk belanja kebutuhan terkait dengan pengadaan fasilitas atau bahan-bahan untuk pencegahan virus corona seperti pengadaan alat cuci tanga, masker, dll.

Social distancing bukan berarti menuntut seseorang mengunci diri sendiri di dalam rumah. Sebab, mengunci diri sendiri di rumah justru kurang baik bagi tubuh karena tidak mendapat paparan sinar matahari. Maka dari itu, pemerintah pun mengganti istilah social distancing menjadi physical distancing dengan harapan setiap orang bisa saling menguatkan dan berhubungan satu sama lain, meski secara fisik tidak bisa berdekatan.

Semoga dengan adanya penerapan social distancing pada kantor pelayanan publik dapat mengurangi penyebaran covid-19. 🙂