BUDIDAYA JAMUR TIRAM

Mencoba Budidaya Jamur Tiram

Mencoba Budidaya Jamur Tiram. Ini saya nekat banget berbagi pengalaman tentang budidaya jamur tiram, ya. Tapi, di sini saya tidak akan menceritakan dari awal proses pembuatan media jamur tiram yang biasa disebut dengan BAGLOG. Media bernama Baglog ini terbuat dariserbuk gergaji kayu, bekatul, tepung jagung, kompos, kapur dan air. Masing-masing bahan media ini mempunyai fungsi sendiri. Contaohnya Tepung Jagung. Tepung tersebut berfungsi sebagai penghasil kalori dalam pertumbuhan jamur tiram.Nah, karena saya masih awam tentang per-jamur-an, untuk masa percobaan ini, saya tidak membuat Baglog sendiri. Tapi, saya membelinya pada salah seorang wirausaha jamur tiram yang kebetulan teman adik saya. Saya masih tergolong konsumen, tapi juga podusen. Konsumen Baglog, tapi bisa menghasilkan Jamur Tiram. Bagusnya sih Produsen To Produsen. Hihihi

Awal mula ingin budidaya Jamur Tiram, ya karena saya dan keluarga suka dengan Jamur. Ya, kami sekeluarga suka banget sama yang namanya Jamur, terkecuali Jamur Kuping. Saya pernah menulis, Antri pun dilakoni. Untuk membeli Jamur Crispy saya seringkali antri. Di Alun-Alun Banjarnegara, yang berjualan Jamur Crispy baru satu orang. Jadi, tak heran kalau antri. Gak nyangka juga sebenarnya, banyak orang yang suka jamur crispy. Meski yang antri udah banyak, saya dan beberapa pelanggan lain tetap saja menunggunya. Mirip orang ngidam. Hahaha.

Sebelumnya, Adik sudah memesan Baglog lewat temannya. Temannya telah sukses berwirausaha jamur, sudah punya pasaran juga. Saat itu, saya tidak ikut Adik untuk mengambil Baglog, jadi tiadk bisa melihat langsung usaha jamur tiram yang sudah sukses itu. Untuk uji coba pertama, kami membeli sepuluh Baglog. Harganya Rp 1.500 per Baglog. Menurut saya sih cukup murah. Karena, menurut keterangan sang Adik, satu Baglog bisa lima kali tumbuh. Dan kalau dihitung-hitung, untuk sebuah bisnis pun akan kembali modal.

Kemarin, saya belum mulai belajar menghitung. Karena, awalnya murni buat senang-senang dan siapa tahu bisa menghindari antrian.  Hehehe. Tapi, makin ke depan koq rasa penasaran saya terhadap usaha budidaya jamur tiram ini makin membuncah. Hahaha. Bahasanya sok lebay!. Ya, saya ingin serius budidaya Jamur Tiram.

MEDIA JAMUR TIRAM

Karet masih menempel pada lingkar bambu. . .

Saya pun mulai rutin checklist kalender. Terhitung dari tanggal pembelian Baglog, tepat 28 hari karet yang ada pada bambu jamur lepas dengan sendirinya. Ya, Baglog ini dipasang lingkar bambu dibagian atas, kemudian diikat menggunakan karet.

Kalau karet sudah mulai lepas, kamu bisa menyiram media ini dua atau tiga hari sekali. Untuk mencapai hasil panen maksimal, kamu perlu mempertimbangkan tempat yang digunakan untuk menaruh media. Karena saya belum mempunyai tempat khusus untuk usaha jamur tiram, jadi saya masih menggunakan rak sepatu untuk menaruh media. Rak sepatu ini saya taruh di dekat tempat makan. Hihihi. Sebenarnya sih dimarahi Mama, tapi di tempat makan ini cuacanya cukup stabil. Cukup sriwing-sriwing, dan merunurut saya kelembaban udaranya juga cocok untuk si Jamur Tiram dengan suhu kurang  lebih 25°.

JAMUR TIRAM

Tuh mulai tikiiil. . .

Setelah karet lepas, satu minggu kemudian mulai tumbuh bakal jamur. Pertama kali melihat tikilan jamur tuh senang tak terkira. Bagian bawah rak sepatu langsung dibersihkan sama Adik, padahal paginya sudah saya sapu. Hahahaha. Pertumbuhan dari bakal jamur menuju setengah jamur lumayan lama, kurang lebih dua minggu.

CARA BUDIDAYA JAMUR TIRAM

Mulai tumbuh jamur kecil. . .

Kalau sudah menjadi setengah jamur, rasanya ingin ngeliatin terus dan ingin melindungi si jamur dari gangguan sepupu-sepupu saya yang masih kecil. Hohoho. Ya, kalau para sepupu imut pada main ke rumah, mereka pada mendekat ke Jamur. Nakutiiin banget rasanya, takut kalau jamurnya panen sebelum waktunya. Hahahaha.

JAMUR TIRAM MULAI TUMBUH

Jamurnya cantik banget, siap ditiuung. . .  Goreeng!

Pas benar-benar telah tumbuh menjadi Jamur Tiram, saya langsung manggil-manggil Mama saya. Daan, penantian selama dua bulan terbayar sudah. Kami bisa memtik si Tiram dan mengolahnya menjadi Jamur Crispy, Sop Jamur atau Ongseng Jamur! Yeeay! Setelah riwayat Baglog pertama tamat, saya akan Mencoba Budidaya Jamur Tiram lebih serius lagi. Karena pertumbuhan Jamur antar Baglog berbeda, jadi untuk masa panennya juga tidak bisa bareng. Kuncinya  tuh harus sabar, rajin bersih-bersih dan rajin mengamati Baglog dan pertumbuhan jamur tiram.

Saya sama Adik berniat membuat tempat khusus untuk budidaya jamur tiram. Tempat sudah ada, yaitu di belakang rumah. Dan rencana akan kami isi dua ratus Baglog. Dan insya Allah, kami akan membuat Baglog sendiri, tidak membeli. Sekarang masih dalam tahap belajar budidaya jamur tiram melalui teman Adik. Siapa tau nanti bisa membuahkan hasil, ya. Bisa suplay jamur tiram ke pasar-pasar. Aamiin. . .

Apakah ada yang minat budidaya jamur tiram ? Hihihi

30 thoughts on “Mencoba Budidaya Jamur Tiram

  1. Yaampuuun.. aku juga suka bangeeet lho sama jamur crispy kaaa 😀 enaaak..

    tapi itu jamur yg udah mekarrnya bagus banget yaa, kayanya jatohnya malah sayang kalau di panen –v

  2. wuihhh keren mbakkk budidaya jamurnya. asik ya bisa manen jamur hasil tanam sendiri. kalo dah banyak produksinya bisa dikirim ke restoran2 tuh mbak. aku juga pnyuka makanan berbahan dasar jamur.

  3. Aku juga suka banget beli jamur crispy Idah. Saking sukanya sampe dulu aku pernah punya usaha jual jamur crispy di kampus. Sayang sekarang sudah tutup karena kantinnya ditutup.
    Kalau lagi kangen aku suka beli di pinggir jalan. Lumayan mahal lho, 7 ribu seporsi!
    Padahal dulu aku beli jamurnya aja di pasar 2.000-an sebungkus..
    Idaah aku pengen juga punya usaha jamur beginian tapi tempatnya yang gak ada hehe..
    Sukses ya Dah usaha jamurnya..
    ngomong-ngomong murah juga ya harga baglognya

  4. Wahhh..itu jamur kesukaan suamiku lho Mbak Ida….kayanya seru juga ya kalau apa-apa kita budidaya sendiri apalagi kalau akhirnya bisa jadi ladang bisnis.

  5. Jamur ya?
    Sudah banyak yang komentar tentang jamurnya, jadi saya komentarin jilbab nya aja..
    Anak ini memang terlihat lebih cantik dengan jilbab kuning ke-oranye2an-nya,.. 😛

  6. Ibukku gak begitu gelem inovasi masak jamur sih, makanya diriku juga kurang familiar sama makanan jamur. Padahal aku yo doyan sih sebenarnya ahahaha.. Btw kalau jamur yg beracun itu yg kayak apa ya? Jadi was was soale hehehe..

  7. beberapa tahun lalu sempat rame di kampungku. hampir semua orang ikutan. aku doang yang engga karena belum yakin dengan pasarnya.

    akhirnya kejadian. begitu panen mereka kebingungan jualnya kemana dan akhirnya diobral murah dan ga nanam lagi. lsm yang ndampingin juga kabur entah kemana

    salah aku juga sih kurang peduli dengan tetangga. semestinya saat mereka heboh bertani jamur, aku sibuk nyariin pasar biar bisa sama sama hidup

    Budidaya apapun emang harus jeli, Mas. Gak fokus pada produknya saja, tapi ada team marketingnya juga. Biar terus tumbuh, tumbuh dan berkembang. Hihihi ^_*

  8. waah mau donk dek aku budidaya jamur tiram tapi itu kalo udah tumbuh cara penyimpanannya gimana? berapa hari bisa disimpan? trus beli baglognya gimana?

    *banyakan nanya ini tapi bukan polisi -___-

    Call Me saja, Kak. Yuuk yaak yuuk. . 😀 ^_*

  9. keren!
    beberapa wkt yg lalu, di komplek saya jg bikin usaha jamur tiram.. hasilnya lumayan bgt, tiap hari panen.. hasilnya djual ke warga komplek. tapi sayang berhenti krn ga ada yg ngurusnya 🙁
    pdhl saya seneng bgt nampung jamurnya.. buat dbikin jamur crispy & nugget jamur 🙂

    Emang yang tadinya ngurus siapa, BMa? Kegiatan RT gitu, ya? Atau PokTan? ^_*

  10. Aku dulu juga sempat budidaya jamur tiram di rumah, tapi nggak seberapa banyak hasilnya soalnya baglog-nya ada yang ditumbuhi bintik2 hitam 🙁

    Itu kena hama namanya. Mungkin tempatnya kurang steris kalik. ^_*

  11. Sekitar 2 th lalu pernah beli 250 baglog jamur tiram, pakai gudang, hasilnya berlimpah. Untuk ukuran di makan sendiri, ternyata 250 baglog lebih dari cukup, bahkan di kasih tetangga pun masih berlimpah, terpaksa di jual ke pedagang sayur keliling untuk mereka jual lagi. Hasilnya modal kembali, padahal hanya dari penjualan sisa konsumsi sendiri dan setelah di bagi-bagi dg tetangga.

    Terus sekarang gimana? Masih lancar budidayakah, Mas Pencangkul? ^_*

  12. mbak beli baglog nya dimana bs mnt info gak sy tgl di timika, mnt infonya ya. sama mnt no hp kalo ada

    Belinya di sini saja, Mba Nofi. Di Banjarnegara. 🙂

  13. Bibit jamurnya belinya tuh dmna yh agan/sista?
    N kalo udah panen kya gtu sekali panen habis tu tanem bibit lgi/bgaimna..
    Atau sekali taruh bibit tu bisa panen 2/3 kali..
    Maaf bnyak tnya.. hehe

    Saya jawab pertanyaanya, ya. 1. Beli di tempat teman. Satu bibit bisa lima kali panen. Semoga jawabannya membantu, ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *