Anak Takut Minum Obat Karena Pahit? Ini Solusinya!

Solusi Anak Takut Minum Obat

Anak Takut Minum Obat Karena Pahit – Masih lekat dalam ingatan, ketika melihat adikku demam tinggi dan dia tidak mau minum obat karena takut pahit. Betapa khawatirnya orang tua ketika anaknya sakit dan tidak mau minum obat. Bagaimana bisa lekas sembuh jika enggak diberi obat? Apalagi untuk demam tinggi pada anak-anak harus segera ditangani. Akhirnya, Bapakku mengambil tindakan dengan cara petot hidung supaya obat bisa masuk.

Saat itu, usianya baru tiga tahun. Kebetulan sore harinya baru diperiksakan ke Bu Bidan, lalu diberi obat sirup dan juga puyer. Tahu sendiri kalau obat puyer pahit rasanya. Ternyata adikku ini termasuk anak-anak yang susah minum obat apalagi obat yang rasanya pahit. Makanya, dengan sangat terpaksa Bapakku pelan-pelan mencet hidungnya karena saat itu enggak punya cara lain.

Memberikan obat dengan cara seperti yang Bapakku lakukan sudah pasti bukan cara yang benar karena dapat membuat anak trauma minum obat. Tapi apa boleh buat karena orang tua sudah pasti menginginkan anaknya cepat sembuh, bukan. Nah, pada artikel ini, aku mau berbagi solusi ketika anak takut minum obat karena pahit. Solusi yang aku tulis pada artikel ini khusus buat anak balita atau anak-anak yang usianya di bawah lima tahun yang mana mereka belum begitu paham kalau ingin sembuh dari penyakitnya harus minum obat.

Ibu menyusui

Formulasi Sediaan Farmasi Untuk Anak.

Banyak alasan anak-snsk tidak mau atau takut minum obat. Salah satunya yaitu rasa sediaan farmasi yang enggak enak (masalah palatabilitas). Tentu ini merupakan hambatan terbesar dalam pemberian obat kepada anak, ya. Enggak terbayang ketika anak sakit menolak minum obat dan orang tua enggak ada pilihan lain kecuali memaksanya.

Beruntung, industri farmasi terus mengembangkan formula sediaan yang ramah anak. Berikut beberapa bentuk sediaan farmasi untuk anak yang harus diketahui para orang tua.

1. Sediaan Cair.

Sediaan paling sering dipilih orang tua untuk anak-anak tentu bentuk sediaan cair. Enggak hanya anak-anak, sediaan bentuk ini juga kerap dipilih untuk mereka yang sudah lanjut usia karena kesediaan cair memang dirancang untuk memberikan respons terapi maksimum bagi mereka yang mengalami kesulitan dalam menelan tablet dan kapsul.

Yang termasuk sediaan cair diantaranya yaitu Larutan seperti sirup, Suspensi, dan Emulsi. Faktnya, bentuk sediaan cair ini paling bisa diterima di kalangan anak-anak secara luas.

2. Tablet Mini.

Tablet mini diproduksi dengan cara yang sama dengan tablet konvensional, yaitu dengan kompresi. Bentuk sediaan ini diameternya sangat beragam menyesuaikan kebutuhan dan usia anak. Misalnya tablet 4 mm dapat digunakan pada anak di atas usia 1 tahun.

3. Film Tipis.

Lapisan tipis mudah diberikan dan tidak mengharuskan anak-anak untuk secara aktif menelan atau mengunyahnya. Film tipis adalah teknologi penghantaran obat yang sangat fleksibel. Bentuk sediaan ini umumnya ditempatkan di mulut atau ditempatkan di atas lidah. Bentuknya yang cukup unik dan mudah diaplikasikan, sepertinya film tipis ini bisa menjadi pilihan favorit anak-anak.

4. Tablet Kunyah.

Tablet kunyah dimaksudkan untuk dikunyah dan ditelan. Sedian tablet kunyah biasanya dpada bungkusnya tertulis “tablet yang dapat dikunyah atau ditelan utuh”, atau “tablet yang  dapat dikunyah, ditelan atau dihancurkan dan dicampur dengan makanan atau cairan”. Informasi semacam ini menjadi penting karena orang tua atau pasien yang akan minum obat bentuk tablet kunyah menjadi tahu dan juga yakin.

Saat ini aku punya dua anak. Dua-duanya sangat berbeda dalam penerimaan obat ketika sedang sakit. Wita, anak perempuanku nomor satu bisa menerima obat dalam bentuk apa pun sejak usianya satu tahun. Berbeda dengan anak keduaku, Wildan. Dia sangat susah untuk minum obat ketika sakit. Seperti anak pada umumnya, dia selalu minta obat dalam bentuk sirup dan manis. Sama persis dengan adikku. 😆

Solusi Anak Takut Minum Obat

Anak Takut Minum Obat. Ini Solusinya!

Aku sangat berterima kasih kepada formulator atau orang yang menyusun formulasi pada obat. Terima kasih kepada Farmasis yang sudah turut menyempurnakan dan memberikan solusi bagi anak-anak yang takut minum obat pahit. Dengan mengeluarkan produk pelarut obat yang mengandung gula alami. Sirup plus atau Sirplus berfungsi sebagai pelarut obat yang digunakan untuk menutupi rasa obat yang pahit sehingga memudahkan anak untuk meminum obat.

Sirplus memiliki beberapavarian rasa, diantaranya yaitu anggur, strawberry, jeruk, dan melon. Wildan paling suka rasa Strawberry. Obat dalam bentuk puyer yang pahitnya memang masya allah, ketika sudah dilarutkan dengan Sirplus pasti akan masuk mulut dengan lancar tanpa drama.

FYI, saat ini sudah dibentuk Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI), lho. Organisasi ini sudah ada di setiap provinsi. Mulai dari PAFI pusat yang berlokasi di Cibubur, hingga PAFI di provinsi Aceh khususnya di Kabupaten Aceh Singkil yang saat ini layanannya bisa diakses melalui laman https://pafiacehsingkil.org/. Persatuan Ahli Farmasi Indonesia adalah sebuah organisasi sebagai wadah untuk menghimpun semua tenaga Bakti Karya di bidang Farmasi.

Yuk, Tetap Berikan Obat Kepada Anak Saat Sakit, Sesuai Anjuran Dokter.

PAFI terus berjuang untuk meningkatkan dan memajukan profesi farmasi di masa depan. Makanya, kita harus terus optimis kalau obat-obat produksi Indonesia akan semakin bagus kualitasnya. Lebih dari itu, semoga sediaan obat untuk anak-anak lebih banyak lagi pilihannya, ya. Demi anak enggak drama lagi saat mau konsumsi obat.

You Might Also Like

One Comment

  1. Pafisimeulue Membantu Masyarakat Sekitar Untuk Hidup Sehat - ^_^ Langkah Baruku ^_^

    […] ini, aku pernah menulis tentang Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) di daerah Aceh tepatnya PAFI Aceh Singkil. Nah, meneruskan informasi perihal PAFI, kali ini aku akan berbagi informasi tentang PAFI Simeulue, […]

Leave a Reply