Masih Zaman Mengirim Wesel Pos?
Masih Zaman Mengirim Wesel Pos? – Pertanyaannya seperti meremehkan, tidak? Memang, di zaman yang serba elektronik seperti saat ini, Wesel Pos sudah jarang…
All About Kota Tercinta, Banjarnegara
Masih Zaman Mengirim Wesel Pos? – Pertanyaannya seperti meremehkan, tidak? Memang, di zaman yang serba elektronik seperti saat ini, Wesel Pos sudah jarang…
Bisa bayangin Jalan Bebas Hambatan, kan?. Kalau orang kota, tak mampu untuk membayangkan, ya. Apa justeru sering membayangkan?. Ahahaha. Nyaman banget pastinya. Pernafasan…
Tahun lalu, Saya kebagian Mengurus Izin Pemasangan Reklame (Spanduk) saat Sekolah mengadakan Penerimaan Peserta Didik Baru. Dan, sepertinya, Tahun ini saya kejatah mengurus…
Menyapa Para Buruh Batu Alam Giritirta bersama adik dan teman-teman di Galian Batu Alam Pejawaran memberi kesan positif bagi kami. Ketika hendak menikmati…
Pembayaran Pajak Makin Mudah. Itulah yang saya rasakan ketika akan membayar pajak di Kantor Pajak Banjarnegara. Saya mendapat amanah untuk mebayarkan pajak kantor…
Saya akan memberi sedikit informasi tentang Hotel Berbintang di Banjarnegara. Bahwa sekarang, Banjarnegara sudah mempunyai Hotel Berbintang. Nama hotelnya yaitu Surya Yudha Hotel.…
Postingan Cara Memanfaatkan Tempat Karaoke terinspirasi dari sepupu saya Ara. Dia lagi seneng banget browsing tempat karaoke di kota-kota besar. Misalnya; Tempat Karaoke…
Akhir pekan asyiknya buat jalan-jalan yang dekat-dekat saja. Mengunjungi tempat wisata yang ada di Banjarnegara, kali ini saya berkunjung ke Situs Watu Lembu yang mana di dalamnya terdapat watu unik yang memiliki nilai sejarah. Watu ini masih ada kaitannya dengan Mangunyudo, seorang pemimpin kadipaten Banjarnegara yang terkenal keras dan gigih dalam sejarah perjuangannya.
Ada banyak peninggalan sejarah yang masih ada kaitannya dengan Banjarnegara. Semua bukti sejarah terkumpul di Museum Dieng Kailasa. Situs ini berisi batu-batu yang pernah dibuat oleh Mangunyudo beserta teman-temannya. Batu ini juga sebagai simbol sejarah, napak tilas sejarah Banjarnegara. Tiap tahun, upacara kirab hari jadi Banjarnegara dimulai dari Situs Watu Lembu, Pendopo Mangunyudo, kemudian baru diarak ke Kota.
Nama situsnya nJawa banget, kan? Watu Lembu; Watu yaitu Batu dan Lembu yaitu Sapi. Batu Sapi ini dulu digunakan sebagai simbol kadipaten dan pernah juga digunakan sebagai nama kadipaten. Yaitu Banjar Watu Lembu, yang sekarang sudah menjadi Banjarnegara.
Situs Watu Lembu terletak di Desa Banjarkulon, Banjarmangu, Banjarnegara. Kuang lebih 3km dari tengah kota. Saat itu, saya dan Ara ikut Adik yang akan bermain di rumah temannya, di Banjar Kulon. Nah, setelah silaturrahim, kami minta diantar ke Situs Watu Lembu. Jarak dari rumah temannya Adik gak begitu jauh, jalan kaki cuma 10 menit saja.

Situs Watu Lembu berada di area terbuka berukuran 2×2 meter dan sekelilingnya berpagar besi. Di area situs cukup hening, jarang ada kendaraan bersliweran. Mungkin karena tempatnya hampir dipojok Desa, dekat kebun warga gitu. Ketika hendak masuk ke situs ini, Ara seperti takut, katanya horror melihat batu yang ada di situs tersebut. Hihihiw
Pintu situs tidak dikunci, terbuka setiap saat. Kalau mau masuk situs ini, ada baiknya ijin sama pemerintah Desa. Ya, supaya diridhoi saja. Hahahaw. Tenang saja, gak dipungut biaya koq masuk situs ini. Daripada bengong kayak Ara, mending sih masuk situs saja, melihat lebih dekat batu yang ada.
Pada situs ini terdapat enam batu, dua watu lembu, watu kasur, watu guling, watu ganja dan watu umpak.


Dari pintu masuk, dua watu lembu terletak di samping kanan dan kiri. Diantara sebuah watu ganja. Watu lembu ini tidak ada yang sempurna. Yang satu kepalanya hanya separo, dan yang satunya lagi tanpa kepala. Mungkin pengerjaannya belum selesai kali, ya. Hehehew.
Dapat informasi dari Bapak Mulyono (Sekdes), dulunya seluruh watu ditemukan secara terpencar. Dua Watu Lembu ini ditemukan di kebun, dibawah pohon jati yang besar. Posisi dua watu lembu saling berhadapan dan lehernya diikat dengan tali yang dililitkan ke pohon jati. Perlakuan watu lembu ini koq hampir sama dengan lembu aseli, ya. Hehehew

Ketika watu lembu masih di kebun, katanya terlihat horror. Tak ada seorang pun yang berani mendekati watu lembu ini. Jangankan mendekati, melirik ke arah watu lembu saja tidak berani. Hohohow. Makin lama, batang pohon jati makin besar dan akhirnya tali pun putus dengan sendirinya.

Di atas adalah wujud dari Watu Kasur dan Watu Guling. Berwujud batu Gandhik dan Batu Pipisan. Mirip kasur dan guling gak, sih? Watu tersebut ada nama uniknya lho, yaitu Yona dan Yoni. Namanya mirip laki-perempuan, ya. Sepasang watu. Watu ini ditemukan di sekitar SD Banjar Kulon

Pas lihat batu di atas, saya kira adalah prasasti. Tapi ternyata bukan. Namanya Watu Ganja. Watu Ganja ini diperkirakan dulunya akan dipakai sebagai saka Kadipaten Banjar Watulembu. Lingkar watunya lumayan lebar, tidak seperti saka pada umumnya.

Watu yang terakhir ini namanya Watu Unpak. Watu ini digunakan sebagai atapnya sebuah saka. Pernah lihat dong, ya. Saka yang diatasnya ada satu benda seperti di atas ini. Opo jenenge? Ada yang paham?. Hahaha. Watu ini ditemukan disekitar pesantren yang ada di Banjar Kulon. Menurut Bapak Mulyono, kemungkinan masih ada beberapa watu yang belum ditemukan. Seperti Watu Ganja yang dimungkinkan ada pasangannya.
Watu-watu Unik di Situs Watu Lembu sampai sekarang terus dijaga dan dirawat oleh pemerintah desa juga masyarakat dan juga masyarakat setempat. Senang rasanya bisa berkunjung langsung ke Situs Watu Lembu. Ya, meski sudah lama berkunjungnya sih, namun baru bisa saya share di sini. Hehehew

Semangat Malam Banjarnegara. Sapa semangat untuk kalian semua. Lihatlah, beberapa wargamu masih semangat menjalani aktivitas pada malam hari. Alhamdulillaah. . .malam ini Banjarnegara tidak hujan. Padahal pas siang-sore hujan. Tidak hujan tandanya bisa jeng-jeng dong? Benaar, daripada di rumah sepi mending cari hiburan di luar. Apalagi didukung Bapak sedang tidak di rumah. Rasanyaaaa tuh “ayye” bangeet.
Malam hari enaknya emang jalan-jalan di sekitar Jl. Veteran atau Jl. Dipayuda. Selalu memilih dua jalan ini sebagai tempat hiburan.
Saya pernah berceloteh, kalau di Jl. Dipayuda tuh banyak terdapat Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ditumplek di Taman Wisata Kuliner. Jadi, tentu saja kalau ke sini pastilah mencari makan, minum dan atau cemilan. Tapi, untuk malam ini saya dan adik tidak ke TamWisKul. Jalan-jalan disekitar Jl. Veteran.
Di Jl. Veteran, mulai dari depan Polres Banjarnegara sampai Pasar Induk masih banyak ruko (pakaian) yang dibuka. Ya meski tidak ada niat shopping, tapi bisa mampir ke ruko untuk sekedar melihat apa yang bisa dilihat. Lalu, apa yang saya saya dapat malam ini?
Adalah semangat Ibu dan Anak yang duduk dipelataran salah satu ruko. Sang Anak berjualan aneka gorengan, kecuali Bakwan. Sedangkan Ibunya berjualan pecel dan gorengan Bakwan.
Saat saya mendekati mereka, tepat pukul 18.30 WIB. Dagangan milik Ibu laris, Bakwan satu baskom tinggal seperempatnya. Begitu juga milik anaknya. Saya bahagia, sungguh bahagia. Melihat semangat mereka mengais rejeki saja saya senang. Ditambah lagi dagangannya laris. Bahagia full malam ini melihat potret keluarga yang penuh semangat ini.
Karena kami belum makan malam, adik pun memilih membeli pecel dan gorengan. Saya suka dong, apalagi Ibu saya suka banget Pecel berkecombrang. 
Kalian tau gak kami beli berapa? Beli 1 porsi, dibungkus plastik dengan harga Rp 3.000,-. Terus, beli Bakwannya tiga dowang, karena di rumah masih ada tahu. Kesannya ngirit bangett. Tapi 1 porsinya ufah cukup banyaak. Cukup untuk berdua. Hyaa. . .daripada mubadzir kan, ya. Alasan lain, karena kami masih berrencana membeli jajan lain. Jadi, belinya dikit saja. Hehehe.
Oiya, mereka rumahnya di SmarKid alias Semarang Kidul. Karena rumahnya deket dengan kota, jadi mereka standby di depan Ruko sampai malam. Kira-kira sampai pukul 22.00 WIB.
Testimoni:
Pecelnya gurih. Sambal kacangnya buket. Meski tidak pedas, tapi bikin ketagihan. Apalagi bakwannya, banyak wortel dan kobisnya. Makasih ya, Bu. Semoga laris manis. Semangat Malam Ibu Pecel. Semangat Malam Banjarnegara. 

Lebaran Idul Adha kemarin dapat daging sapi lumayan banyak. Dapat dari saudara. Alhamdulillaah, ya. . . Daging yang beli sendiri saya buat rendang…