RBM Mengajak Blogger Banjarnegara Untuk Mempromosikan Produk Unggulan Daerah

Ruang Belajar Masyarakat (RBM) Banjarnegara adalah suatu kultur atau perilaku belajar yang terorganisir, terstruktur dan sistematis serta terbentuk sebagai pengkondisian bersama yang dilakukan secara terus menerus oleh masyarakat pelaku program sendiri melalui kegiatan belajar bersama.

RBM Mengajak Blogger Banjarnegara Untuk Mempromosikan Produk Unggulan dan Potensi Daerah. Ini merupakan inti dan oleh-oleh dari Pesta Blogger Banjarnegara 2013. Pesta yang dihadiri kurang lebih 100 blogger dan ratusan tamu undangan, mendapatkan tanggapan positif dari berbagai pihak terkait. Dalam susunan agenda, acara dimulai pukul 10.00 WIB, tetapi untuk pelaksanaannya mundur 1 jam. Semua itu dikarenakan banyak Blogger yang datang tidak tepat waktu. Selain sambutan dari Ketua Panitia, Perwakilan dari Pemda Banjarnegara (Kominfo), ada juga beberapa perlombaan yang dikuti oleh para Blogger.

Hampir seluruh Blogger Banjarnegara tuh laki-laki.  Saya melihat ada dua perempuan, sepertinya mereka masih duduk di bangku SMA. Masih unyu-unyu sekali, jadi saya belum berani berdampingan dengan mereka. Jadi, tidak ada salahnya jika saya mengatakan “nyong paling ayu”. 😆

Sebagai masyarakat Banjarnegara yang peka terhadap perkembangan daerahnya, sudah seharusnya bisa menggali potensi yang ada di daerah ini. Meski Banjarnegara adalah kabupaten yang kecil, tetapi didalamnya terdapat banyak potensi dan produk unggulan nan unik yang dihasilkan oleh masyarakat. Pada acara ini, saya melihat berbagai produk unggulan yang disajikan oleh mereka para kreator, sebagai bentuk apresiasi dan kreatifitas. Saya sempat jeng-jeng mengelilingi area yang menyajikan produk-produk unggulan.

 

Bagaimana? Masyarakat Banjarnegara sangat kreatif, kan? Beberapa foto di atas merupakan produk unggulan masing-masing Desa di Banjarnegara. Mereka membuat produk tersebut dibantu oleh tim Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Mandiri Pedesaan (PNPM-MP) dan RBM. PNPM-MP tidak hanya mengarahkan untuk pembuatan produk, mereka juga memfasilitasi kegiatan  tersebut.

Rasanya sedih, ketika kita sudah tahu produk tersebut asli Banjarnegara, tetapi tidak tahu siapa dan dimana membuatnya. Ini menjadi PR khusus bagi sahabat Blogger Banjarnegara untuk terus mencari informasi dan kemudian mempromosikannya melalui media online. Tentunya semua itu mempunyai tujuan khusus dan mulia, yaitu memperkenalkan produk unggulan dan potensi daerah Banjarnegara.

Satu hal yang masih saya ingat. Dalam sambutannya, Ketua Panitia Pesta Blogger Banjarnegara, Drs. Iman Ustaat, mengatakan, “………..Kami hanya bisa membuat ide, kemudian mempraktekkannya dengan bantuan masyarakat. Sebagai orang tua yang kurang paham teknologi, kami meminta bantuan dan kerjasamanya kepada semua Blogger Banjarnegara untuk mempromosikan produk-produk yang sudah kami buat melalui media online.

Ketika mendengar sambutan dari beliau, saya ndoplong karena sangking kagumnya melihat semangat beliau mengajak masyarakat Banjarnegaara untuk terus menggali potensi yang ada di Desa dan atau Kecamatan masing-masing. Tidak ada huru-hara-hura dalam pesta ini, pesta berlangsung dengan tertib dan penuh kebersaman.

Penuh dengan harapan, semoga seluruh Blogger Banjarnegara mau mengikuti ajakan RBM dan Pemerintah Daerah Banjarnegara untuk mempromosikan produk unggulan dan potensi daerah Banjarnegara. Pesta Blogger Banjarnegara terselenggara atas kerjasama dengan Pemerintah Daerah Banjarnegara dan RBM Banjarnegara.

Pesona Kawah Sikidang, Dieng

Pesona Kawah Sikidang, Dieng. Sebelum fokus dengan judul, sahabat perlu tahu tentang event besar yang akan segera dilatar belakangi oleh obsesi Gubernur Jawa Tengah. Event tersebut adalah Visit Jawa Tengah 2013. Visit Jawa Tengah 2013 adalah sebuah upaya untuk mendorong akselerasi pembangunan kebudayaan dan pariwisata provinsi Jawa Tengah yang melibatkan seluru stakholder (pemerintah, masyarakat, dan swasta). Menjadi titk kebangkitan budaya dan pariwisata Jawa Tengah di mata Indonesia dan Dunia. Upaya ini diselenggarakan demi tercapainnya visi mewujudkan Jawa Tengah sebagai pusat budaya dan destinasi unggulan pariwisata, baik bai wisatawan nusantara maupun mancanegara.
Bagaimana menurut sahabat? Visi yang sangat baik dan perlu kita sambut dengan baik pula. Terlebih sebagai warga Jawa Tengah, sudah seharusnya kita semua bangga, ikut memeriahkan dan mensuport event ini. Mengapa saya membuat artikel tentang Pesona Kawah Sikidang, Dieng? Tentu saja karena Dieng merupakan destinasi utama kunjungan wisata Jawa Tengah. Terdapat empat paket dalam destinasi utama, yaitu:
1. Semarang-Karimunjawa
2. Solo-Sangiran
3. Borobudur-Dieng
4. Nusakambangan-Pangandaran
Dieng merupakan salah satu wisata yang dipaketkan dengan Borobudur. Tetapi untuk kali ini saya akan menulis tentang wisata di Dieng saja. 😆 Dieng adalah kawasan dataran tinggi di Jawa Tengah, yang masuk wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Saya sebagai warga Banjarnegara tentunya bangga karena mempunyai Dieng. Sebenarnya banyak sekali objek wisata yang ada di Dieng, dalam kesempatan kali ini saya akan berbagi pengalaman saat saya berkunjung ke Kawah Sikidang bulan kemarin bersama tiga sahabat blogger,yaitu; Mba Alaika, Mba Rie dan Una. 😳
Sembari bernostalgia, saya mengajak sahabat semua untuk ikut menikmati Pesona Kawah Sikdang, Dieng. 🙂 Kawah Sikidang merupakan kawah yang terpopuler dan terbesar di Dieng, disamping letaknya yang mudah dijangkau fasilitas yang ada cukup lengkap, Seperti Mushola, Toilet, Area Parkir yang luas dan Pusat Perbelanjaan.
Di pintu masuk Kawah Sikidang, kita terdapat penyewaan sepeda. Sepeda ini bisa digunakan untuk menglilingi Kawah Sikidang. Tarif sewa sebesar Rp. 10.000,- bisa digunakan sepuasnya untuk mengelilingi objek wisata tersebut. Tidak ada batasan waktu penyewaan lho, jadi kita bisa dengan santai bersepedaan di objek wisata tersebut, sembari menikmati Pesona Kawah Sikidang. 🙂
Bagaimana view dari Kawah Sikidang? Tampak dari kejauhan, ada beberapa wisatawan yang sedang asyik melihat Kawah, ada juga yangmasih dalam perjalanan menuju kawah. Selain Kawah, tampak pemandangan pegunungan yang sangat indah, pepohonan nan hijau dan segar dipandang. Jarak dari tempat parkiran menuju Kawah, jika ditempuh dengan jalan kaki kira-kira 15 menit.
Hihihihi. . .Kawah Sikidangnya tidak tampak jelas ya? Kawahnyanya tuh sebenarnya indah lho. Sangking aktifnya, kawah tersebut benar-benar hampir tertutup uap air. 😆 Kawah ini dipagar, tetapi pagarnya dari bambu. Jadi, jika sahabat mengajak anak kecil, benar-benar harus didampingi. 🙂 Nama Kawah Sikidang diambil dari kidang dalam bahasa Indonesia=Kijang. Binatang ini memiliki karakteristik suka melompat lompat, Seperti halnya Uap air dan lava berwarna kelabu yang terdapat di kawah sikidang selalu bergolak dan munculnya berpindah-pindah bahkan melompat seperti seekor kidang atau kijang.
Penampakan aktivitas vulkanik ini memberi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan dan merupakan salah satu tujuan utama dari beragam obyek di Dieng yang paling sering dikujungi. Ketakjuban kian terasa saat mendekati bibir lubang kawah. Semburan air mendidih berwarna abu-abu pekat yang meloncat-loncat disertai asap putih mengepul. Kadang dari sekitar lokasi juga tercium aroma belerang yang menyengat tapi hal tersebut bukanlah penghalang untuk menikmati keindahan pesona kawah sikidang, karena kita bisa memakai masker. 😉
Bagi sahabat yang pernah berlibur ke Kawah Sikidang Dieng barangkali pernah melihat beberapa penduduk lokal berjualan batu belerang di sekitar area Lokasi.  Belerang tersebut dijual Rp. 5.000/bungkus. Belerang bukan sekedar batu. belerang atau sulfur yang asal muasalnya dari perut bumi ini, ternyata memiliki khasiat dan manfaat bagi kesehatan. Secara Medis sudah terbukti bahwa air endapan belerang (sulfur) memiliki khasiat dapat menyembuhkan penyakit kulit karena kandungan belerang dapat membunuh kuman-kuman dan bakteri tertentu yang dapat menyebabkan penyakit kulit seperti panu, kadas dan jerawat. Saat itu, Una menghampiri penjual belerang, saya kira mau beli dan ternyata hanya tanya-tanya. 😆

 

Selain ada sewa sepeda, di sekitar kawah ada juga sewa kuda. Kuda tunggangan ini milik warga lokal. Berkuda mengelilingi objek wisata Kawah Sikidang. 😉 Ya, sahabat bisa menggunakan kuda untuk mengelilingi Kawah Sikidang, tanpa atau dengan didampingi si empunya kuda . Kuda ini juga bisa diajak foto-foto bareng. 😉 Untuk berkeliling menggunakan kuda, sahabat cukup membayar Rp. 20.ooo, sedangkan untuk foto Rp. 5.000/jepret. 🙂

Untuk sahabat yang berada di dalam maupun luar kota Banjarnegara, jangan bingung untuk masalah transportasi menuju kawasan Dieng. Meski untuk menuju kawasan Dieng lumayan jarang transportasi, tetapi sekarang The Pikas menawarkan paket Offroad Dieng Jeep Tour. Dengan biaya yang relatif terjangkau, yaitu Rp. 400.000/orang, sahabat bisa menikmati objek wisata yang ada di Dieng. Beberapa objek wisatanya, antara lain; Candi Dieng, Telaga Warna, Kawah Sikidang, Dieng Museum. Banyak fasilitas yang bisa sahabat nikmati dari pakte Dieng Jeep Tour ini.

Pesona Kawah Sikidang, Dieng ini memang sangat istimewa, kan? Disamping menikmati keindahan alam ciptaanyNya, dengan jalan-jalan ke Dieng berarti sahabat pernah menginjak objek wisata yang merupakan destinasi utama Visit Jawa Tengah 2013. 😉

 

The Pikas, Resort & Artventure

Base Camp :

Ds. Kutayasa, Kec. Madukara, Kab. Banjarnegara,
Jawa Tengah-Indonesia
Phone / Fax : +62 286 593000
HP : +62 81 22 66 21 55 (Fajar)
+62 81 32 71 43 559 (Firdaus)
+62 81 58 53 86 575 (Gundul)
Email : banyuwong@yahoo.com
Facebook : Bannyu Wong

Pesta Blogger Banjarnegara 2013

Menyatakan bergabung dan bersahabat dengan Blog memang belum lama. Kurang lebih satu tahun, saya mengenal Dunia Blog. Awal mula atau tujuan utama saya untuk ngeBlog, yaitu sebagai media share tugas kuliah. Setelah tugas kuliah selesai upload, blog pun menjadi alih fungsi, yaitu sebagai media curhat. 😆

Meskipun Blog saya menjadi media curhat, tetapi Alhamdulillaah saya bisa mendapatkan banyak teman di Blog. #ulalaaaaaaa. 😛 Awalnya, orang-orang yang saya kenal di Dunia Blog tidak ada yang berasal dari Banjarnegara. Sebenarnya sangat heran sih, dari sekian banyak teman yang sudah saya kenal, belum satu pun orang yang berasal dari Banjarnegara. 😉 Tetapi keheranan itu tidak membawa saya untuk mencari teman-teman Blogger yang berdomisili Banjarnegara, karena saat itu saya hanya beranggapan “aah, tidak apa-apa kalau tidak bertemu dengan blogger dari Banjarnegara, yang terpenting saya bisa menulis dan  bisa mendapatkan teman sebanyak-banyaknya” 😳

Setelah beberapa bulan ngBlog, saya pun mulai mencari Blogger dari Banjarnegara. Dan ternyata, Blogger yang berasal dari Banjarnegara yang tergabung dalam suatu group sosial media “Blogger Banjarnegara sangatlah banyak. Lagi-lagi saya ndeso dan kurang pergaulan. 😆 Saya tahu ada group tersebut dari Om Hon, dan atas rekomendasi dari beliau, saya pun bergabung di group tersebut.

Pesta Blogger Banjarnegara merupakan salah satu agenda tahunan yang digelar oleh para Blogger Banjanegara. Jika saya bisa menghadiri acara tersebut, adalah pertama kali saya bisa bertemu dengan sahabat blogger dari Banjarnegara. Memang terlihat miris, karena sebelumnya saya sudah beberapa kali bertemu dengan sahabat blogger dari luar Banjarnegara.

Sahabat bisa melihat agenda tahunan Pesta Blogger Banjarnegara di atas. Untuk saya pribadi, agenda ini tidak boleh terlewatkan begitu saja, selain mendapatkan ilmu baru, pastinya bisa dimanfaatkan sebagai ajang untuk silaturahim dan saling kenal dengan teman-teman Blogger Mbanjar. Semoga kita semua senantiasa diberi kesehatan olehNya, sehingga bisa datang di acara Pesta Blogger Banjarnegara 2013.

Bahagia Dalam Kebersamaan dan Kesederhanaan

Bahagia Dalam Kebersamaan dan Kesederhanaan Berbagi kebahagiaan dengan cara yang sederhana. Bahagia Dalam Kesederhanaan, itulah yang kami rasakan saat berkumpul dalam acara “syukuran kecil-kecilan” pada hari Ahad di Rumah Ketua Kelas. 😳 Bahagia dalam kebersamaan sudah tentu menjadi hal yang WOW. Lebih WOW lagi, ketika bisa

Kami adalah sekelompok anak mahasiswa yang mempunyai hobi merepotkan, saling merepotkan satu sama lain, merpotkan Dosen, Staff Tata Usaha dan orang-orang yang kami kenal. Kami sadar, bahwa kelas kami adalah kelas spesial. Spesial yang saya maksud adalah spesial dalam tanda kutip. Spesial ramainya, anak yang manja tapi sangat suka berunjuk rasa. 😆 Saya yakin, seluruh dosen FASTIKOM pasti sudah tahu dan mengerti tentang  tingkah laku kami ini. Pasukan Perempuan

Bahagia Dalam Kebersamaan dan Kesederhanaan, itulah yang kami rasakan saat berkumpul dalam acara “syukuran kecil-kecilan” pada hari Ahad di Rumah Ketua Kelas. Syukuran ini bisa terlaksana, tidak lain dan khususnya karena ada kekompakan antar sahabat yang telah dinyatakan lulus ujian skripsi. Tahun ini di kelas kami ada 7 mahasiswa yang dinyatakan lulus. Sebagai ungkapan syukur dan terimakasih, akhirnya kami sepakat untuk mengadakan silaturahim dengan para sahabat serta Bapak dan Ibu Dosen.

Kebersamaan

Dari jadwal yang sudah ditentukan, acara dimulai pukul 08.00 WIB, dengan agenda yang sesederhana mungkin. #intinya sih makan-makan. 😉 Ternyata acara tidak bisa dimulai tepat waktu. Pukul 08.00WIB, baru ada beberapa sahabat yang hadir. Kalau tidak salah, baru ada 5 sahabat yang hadir, termasuk saya. Selain itu, Bapak dan Ibu Dosen yang sudah kami undang pun belum ada yang hadir. Sebenarnya jika bisa tepat waktu, setelah acara ini, kami akan langsung meluncur ke telaga. Kira-kira pukul 10.00 WIB, setelah sahabat dan beberapa Dosen sudah berkumpul, acara pun dimulai.

Bahagia Dalam Kebersamaan dan Kesederhanaan, itulah yang kami rasakan saat berkumpul dalam acara “syukuran kecil-kecilan” pada hari Ahad di Rumah Ketua Kelas. Acara yang pertama, tentu saja sambutan. Ya, dalam acara ini penuh dengan sambutan. 😆 Sambutan pertama yaitu dari ketua kelas. Ketua kelas tampak lihay dan capcuz dalam memberikan sambutan. Ucapan permintaan maaf, petuah-petuah, serta ungkapan rasa bahagia dari ketua kelas membuat hati saya trenyuh.

Dosen Sedang memberi arahan

Semua Dosen FASTIKOM sudah kami undang. Tetapi, karena saat itu bertepatan dengan hari libur, Dosen yang datang hanya dua. 😆 Bapak Mahmudi dan Bapak Afiq. Pak Mahmudi memberikan sambutan untuk mewakili Dosen FASTIKOM. Dalam sambutannya, beliau memberikan banyak petuah dan motivisi kepada kami serta memberi gambaran tentang Tugas Akhir (TA) untuk Tahun Ajaran berikutnya. Setelah sambutan selesai, dilanjutkan dengan sharing dan tanya jawab. Tanya jawab disini fokus tentang TA, berbagi masalah dan kendala yang dihadapi ketika akan mulai mengerjakan TA. Mengingat standard kurikulum untuk Tahun Ajaran baru akan ditingkatkan, Pak Mahmudi menghimbau kepada sahabat yang belum mengerjakan TA untuk secepatnya mengajukan proposal TA. Semua itu demi kebaikan bersama. 😆

Kenang-kenangan

Bahagia Dalam Kebersamaan dan Kesederhanaan, itulah yang kami rasakan saat berkumpul dalam acara “syukuran kecil-kecilan” pada hari Ahad di Rumah Ketua Kelas. Setelah beberapa sambutan selesai, sebagai ungkapan bahagia, kami memberi kenang-kenangan “mini” untuk para Dosen. Semoga beliau-beliau berkenan menerima kenang-kenangan mini dari kami. Tak terasa banyak kamera jeprat-jepret di dalam ruangan. 😆

Bermain Kartu

Bahagia Dalam Kebersamaan dan Kesederhanaan ini belum berakhir. Masih ada acara lagi yaitu makan bersama. 😆 Ada beberapa sahabat yang langsung menuju meja makan, ada juga sahabat yang main pocker sambil memakai helm. 😆 Acara syukuran kecil-kecilan ini selsai kira-kira pukul 13.00 WIB. Ketika acara selsai, wonosobo langsung diguyur hujan dan akhirnya kami tidak jadi ke telaga. :mrgreen:

Setelah dinyatakan lulus dan siap wisuda, masih banyak cerita Bahagia Dalam Kebersamaan dan Kesederhanaan lainnya. Bahagia ini terasa sempurna, ketika bisa bertemu dan berkumpul dengan sahabat dalam keadaan sehat wal afiat. Semoga kita semua selalu diberi kesehatan dan umur yang panjang, sehingga masih bisa bersilaturahim meskipun melalui dunia maya. 😳

Wonosobo, 25 Desember 2012.

Temu Kangen dengan Teman SMK

Temu Kangen dengan Teman SMK baru saja saya lihat kemarin di jejaring sosial milik salah satu teman Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) saya. Walaupun saya tidak ikut dalam acara tersebut, tetapi saya bisa melihat mereka dengan jelas dan bisa merasakan kembali indahnya masa-masa SMK dulu. Saya tidak ikut dalam acara tersebut, tentunya karena saya tidak mendapat undangan. 😀 Dan yang saya rasakan acara tersebut adalah acara Temu Kangen Selorong.

Mengapa saya mengatakan demikian? Tentu saja ada alasannya, karena yang hadir pada saat itu hanya teman-teman kelas yang duduknya satu lorong atau satu deretan saja. Kata salah satu teman saya, mereka sengaja mengadakan acara temu kangen, tidak bermaksud menghilangkan teman yang lain sih, tetapi karena mereka sudah tidak mempunyai contact person  teman-teman yang lain.

Sahabat SMK
Sahabat SMK, Kelas XII Sekretaris 3 (XII Sk 3)

Mereka (ki-ka) adalah, Agus Setiyani, Menawati SR, Arsiyah, Warsiyah, Annisa, Mukaromah, Nurati dan Lely. Menurut keterangan dari Agus, mereka sekarang sudah tidak di Banjarnegara lagi, ada yang bekerja di Malaysia (termasuk agus), Jawa Timur ada juga yang sudah ikut suami. :sempoa: Sebagian besar dari lulusan SMK, dulu langsung disalurkan kerja oleh Bursa Kerja Khusus (BKK) yang ada di Sekolah. Jadi, tidak heran kalau sekarang sebagian besar dari mereka sudah sukses, sukses ekonominya, sukses mendapatkan suami, sukses menggendong anak dan sukses-sukses lainnya. Whuhuhuhuh

Oiya, kelas kami tuh terkenal kekompakannya, keakrabannya, cerewetnya, teriakannya dan mendapat stempel kelas paling heboh. Stempel itu melekat pada kelas kami, karena satu kelas berisi 38 anak perempuan suheri (Suka Heboh Sendiri). Kelas kami tidak ada laki-lakinya, maklumlah kelas sekretaris. Jarang banget anak laki-laki ambil jurusan tersebut.

Bukan basa-basi dan bukan rahasia lagi, jika dalam satu kelas pastinya punya sahabat atau teman akrab yang biasa jalan-jalan bersama, ke kantin bersama, naik mini bus bersama dan menangis bersama. #eh jadi nostalgia nih. Meskipun acara ini dihadiri oleh beberapa teman saja, tetapi temu kangen ini merupakan salah satu cara silaturahmi sederhana dan dapat mempererat persaudaraan. Saya sangat berharap, semoga lain waktu ada acara temu kangen lagi dan dapat dihadiri oleh seluruh teman sekelas. 😉

Mulai Main Oplos

Kabupaten Banjarnegara. Mulai Main Oplos, itulah cara yang mulai dilakukan oleh salah satu penjual Bahan Bakar Minyak (BBM) eceran. Ya, tadi sore saya menjumpai salah satu pedagangan BBM eceran Mulai Main Oplos BBM yang mereka jual.

Hampir tiga minggu ini, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di sekitar kota Banjarnegara kekurangan stok bensin jenis premium. Biasanya saya mengisi bensin di SPBU yang terletak di sebelah barat Kantor Pos Banjarnegara, tetapi di SPBU tersebut selalu antri panjang dan terkadang antrian tersebut berakhir pada kekecewaan. “Maaf, Premium HABIS” seperti itu lah pesan dari petugas SPBU, yang tertera pada sebuah plang. Hal yang serupa juga sering terjadi di SPBU HIU, Kalibenda. Saya memang lebih sering membeli bensin di dua SPBU tersebut, tentu saja karena tempatnya tidak terlalu jauh dari tempat tinggal saya.

Sampai tadi sore, stok bensin jenis premium di kedua SPBU tersebut masih belum tersedia. Akan tetapi saya melihat beberapa liter premium di warung penjual bensin eceran.  Meskipun saya adalah tipe orang yang kurang suka beli bensin eceran, tetapi karena bensin saya hampir habis, jadilah saya berminat membeli bensin eceran. Saya mendekati warung dan langsung meminta kepada Bapak Warung untuk mengisikan bensin ke fitty “Pak, beli bensinnya. Satu liter saja” Dengan jujurnya Bapak Warung menjawab “Tapi oplosan, campuran, mba“. Ealaaaaaaaah, setelah saya tahu kalau itu bensin oplosan atau campuran, saya gak jadi beli dan langsung permisi.

Bensin Eceran
Bensin Eceran dari sini

Saya senang, Bapak Warung sudah mau jujur, tetapi bagaimana dengan konsumen lainnya. Apakah Bapak Warung juga jujur kepada semua konsumennya, kalau bensin tersebut oplosan? Padahal kemungkian niat Bapak Warung akan menambah keuntungan setelah bensin dicampur. Sebenarnya saya masih bingung dengan adanya bensin oplosan atau campuran. “Bensin koq dicampur, terus campurannya apa?” Kalau semisal campurannya Minyak Tanah tuh gak mungkin, karena harga minyak tanah jauh lebih mahal dari premium. Kalau dicampur dengan solar juga apa bedanya coba, kan harganya sama. Air, Pertamax? :entahlah: Apakah sahabat tau, kira-kira bensin tersebut dicampur dengan apa?

Mungkin ini bisa menjadi catatan penting untuk Pemerintah Daerah Banjarnegara, khususnya Dinas Perindustrian, Perdagangan (Disperindag). Mengapa bagian Disperindag? Karena mereka, seperti Bapak Warung dan pengecer bensin lainnya sudah mendapatkan perijinan dagang dari Disperindag. Sesekali Disperindag perlu melakukan survey ke warung atau tempat penjualan bensin eceran, supaya mereka tidak main oplos.

Apakah di Daerah sahabat ada warung bensin eceran yang sudah Mulai Main Oplos? Semoga saja tidak ada.

Jembatan Sigaluh-Sempol Ambruk

[highlight color=”eg. yellow, black”]Jembatan Sigaluh-Sempol Ambruk[/highlight]

Informasi Banjarnegara. Sabtu sore (8/12), setelah pulang dari kampus saya bersama seorang teman sengaja mampir ke jembatan Sigaluh-Sempol untuk melihat pembangunan jembatan yang sedang berlangsung. Disekitar jembatan masih terlihat banyak material yang belum terpakai, seperti rangka baja, besi, pasir dll. Jembatan Sigaluh-Sempol merupakan jembatan yang menghubungkan dua kabupaten, yaitu Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Jembatan ini tepat berada di perbatasan, dimana utara sungai serayu yaitu Desa Sempol sudah masuk Kabupaten Wonosobo, sedangkan sebelah selatan sungai serayu adalah Desa Sigaluh yang masuk Kabupaten Banjarnegara.

 

Jembatan Sebelum Ambruk
Jembatan Sigaluh-Sempol (sebelum ambruk)

Sabtu sore jembatan masih terlihat kokoh. Pembangunan jembatan Sigaluh-Sempol sebenarnya sudah berlangsung cukup lama, kira-kira satu tahun. Pembangunan tahap pertama, yaitu utara sungai serayu dibiayai menggunakan Anggaran Pendapatn Belanja Daerah (APBD) Kab. Wonosobo. Pembangunan tahap pertama hanya membangun dan memperbaiki jalan untuk menuju jembatan. Tahap ini lah yang tampaknya memakan waktu yang lama.  Sedangkan untuk pembangunan jembatan ini adalah tahap kedua setelah utara sungai selesai dan dibiayai menggunakan APBD Kab. Banjarnegara dan APBD Provinsi Jawa Tengah.

Jembaran Sigaluh-Sempol Ambruk
Jembatan Sigaluh-Sempol Ambruk

Dalam mengerjakan pembangunan jembatan tahap ke dua memang tergolong cepat. Pengerjaan jembatan kira-kira sudah mencapai 85%, karena kemarin pasa saya lihat sudah hampir sampai Desa Sempol. Tetapi, pada hari Senin (10/12) terjadi musibah dengan jembatan tersebut. Jembatan Sigaluh-Sempol Ambruk pada malam hari. Saya baru tahu tadi siang saat pergi ke kampus. Di sekitar jembatan masih terdapat banyak orang yang melihat jembatan tersebut. Menurut keterangan dari seorang Bapak yang juga sedang berada di lokasi, ambruknya jembatan dikarenakan besarnya aliran sungai pada malam hari. Meskipun rangka baja tersebut sudah disanga beberapa besi, tetapi penyangga rangka baja tidak kuat menyangga. Banjir dan banyaknya sampah (kayu-kayu kecil) yang menyangkut ke penyangga mengakibatkan Jembatan Sigaluh-Sempol Ambruk.

Hinga siang tadi rangka baja tersebut belum berhasil diangkat, meskipun di lokasi sudah terlihat beberapa alat-alat berat. Semoga Jembatan Sigaluh-Sempol bisa segera ditangani dengan baik dan cepat, supaya bisa segera digunakan.

Demikian berita Jembatan Sigaluh-Sempol Ambruk, nantikan berita dalam negeri lainnya sepekan kemudian. Sekian dan terimakasih. :manja:

Wani Memetri Rahayuning Praja

Kabupaten Banjarnegara. Setelah kemarin Berbicara tentang Lambang Kab. Banjarnegara, dimana didalamnya terdapat aneka macam, rupa dan warna, sekarang saatnya mengetahu makna dari Wani Memetri Rahayuing Praja yang (juga) terdapat pada lambang tersebut.

Wani Memetri Rahayuning Praja merupakan salah satu bagian dalam bentuk tulisan yang berada pada Lambang Daerah Kabupaten Banjarnegara. Tulisan tersebut selalu melekat pada Lambang Daerah Kabupaten Banjarnegara. Tulisan tersebut juga terpampang jelas pada pintu masuk Pemeritahan Daerah (Pemda) Kabupaten Banjarnegara.Pemda Kabupaten Banjarnegara beralamat di Jalan A. Yani No. 16, Banjarnegara atau sebelah timur alun-alun Banjarengara.

Pemda Banjarnegara
Pemda Banjarnegara

Wani Memetri Rahayuning Praja adalah bunyi sesanti atau surya sengkala lambang daerah kabupaten Banjarnegara, bermakna bahwa segenap warga Banjarnegara bertekad bulat melestarikan kemakmuran menuju kebahagiaan lahir batin bagi rakyat dan pemerintahannya. Sedangkan untuk makna harfiahnya adalah sebagai berikut:

Wani berarti guru wanda (sama suku katanya) dengan awani yang berarti srengenge (matahari) mempunyai watak 1.

Memetri berarti guru wanda (sama suku katanya) dengan tri, berarti 3.

Rahayu berarti guru dasanama (sinonim) dengan kata basuki, raja ulat, ular atau ulo mempunyai lambang 8. Kata sambung ning pada rahayuning sebagai kata penghubung pada kata beikutnya.

Praja berarti negara, pemerintahan atau rakyat yang berwatak 1.

Urutan angka 1381 dibaca terbalik menjadi 1831 yang menunjkkan tahun berdirinya Kabupaten Banjarengara yaitu tahun 1831.

Menurut saya, jika setiap kata dicermati memang terlihat unik. Apalagi saat urutan angka itu menjadi terbalik dan membentuk sebuah tahun berdirinya Kab. Banjarnegara, sungguh sangat misterius ya, temans. Tapi itulah sejarah, sejarah yang sudah ada dan merupakan peninggalan dari nenek moyang. Kita sebagai rakyat yang baik, hendaknya mensyukuri dengan adanya sejarah tersebut. Mencoba mamahami dan selalu menghargai dengan sejarah-sejarah yang ada. :kiss:

ref : http://www.banjarnegarakab.go.id/v2/index.php/pemerintahan/profil

Penginapan di Daerah Dieng

Penginapan di Kawasan Dieng. Dieng adalah kawasan dataran tinggi di Jawa Tengah, yang masuk wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Dataran Tinggi Dieng…

Read more

Lambang Daerah Kabupaten Banjarnegara

Lambang Daerah Kabupaten Banjarnegara  – Sebagai warga masyarakat Banjarnegara, tentu saja sering melihat gambar lambang daerahnya di berbagai tempat. Seperti misalnya di Tugu Semampir terlihat lambang daerah Banjarnegara yang sangat besar dan Tugu Kalibenda yang terlihat besar juga.

Tapi tahukan kamu, makna dari bentuk, isi dan warna lambangnya? Lambang Daerah Kabupaten Banjarnegara diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Banjarnegara pada tanggal 21 Januari 1969 tentang lambang daerah kabupaten Banjarnegara yang diundangkan pada tanggal 31 Desember 1972.

Lambang daerah kabupaten Banjarnegara pada hakekatnya adalah pencerminan dari segi-segi politik atau ideal keadaan derah kabupaten Banjarnegara serta ciri kepribadian dan hasrat cita-cita rakyatnya, dan oleh karenaya wajib diperlakukan secara terhormat oleh setiap warga Banjarnegara. Makna dari bentuk, isi dan warna lambang daerah Banjarnegara adalah sebagai berikut:

Lambang Daerah Banjarnegara
Logo Banjarnegara, pinjam dari sini
  1. Bentuk pokok dari lambang  daerah kabupaten Banjarnegara merupakan sebuah perisai berwarna hijau dengan pelisir berwarna kuning emas.
  2. Pada perisai tersebut terlukis 12 macam benda alam atau bangunan yang tata letaknya tersusun secara artistik terdiri dari:
    1. Sebuah segi lima yang berdiri tegak, melambangkan watak kepribadian serta jiwa persatuan dan kesatuan rakyat Banjarnegara yang berlandaskan Pancasila.
    2. Setangkai padi berisi 17 butir berwarna kuning emas disebelah kanan segi lima.
    3. Serangkai 8 buah kapas yang terbuka penuh berwarna putih disebelah kiri segi lima. Padi dan Kapas; mengkiaskan hari depan gemilang bagi rakyat Banjarnegara, menuju masyarakat adil dan makmur yang diridhoi oleh Alloh SWT.
    4. Sebuah bintang sudut lima berwarna kuning emas. Bintang melambangkan kepercayaan beragama yang kuat.
    5. Sebatang Pohon Beringin daunnya berwarna hijau serta berakar gantung sebanyak 8 buah, batangnya dengan 5 buah akar berwarna coklat muda. Melambangkan tradisi yang baik dari Pemerintah rakyat Banjarengara.
    6. Sebuah keris tak berukel, berwarna hita. Keris melambangkan jiwa kepahlawanan dan kesatiaan rakyat Banjarnegara.
    7. Shypon (suling saluran air), petak-petakan tanah (tanah persawahan yang bertingkat-tingkat) berwarna hitam dengan 6 buah cincin yang membagi suling saluran air ini atas 7 buah bagian atau ruas. Melambangkan daya cipta yang besar dengan nilai-nilai kebudayaan khas dari rakyat Banjarnegara.
    8. Sederetan pegunungan berwarna biru muda.
    9. Sederetan daerah hutan berwarna hijau. Pegunungan dengan hutan-hutannya, melambangkan keadaan alam daerah Banjarnegara dengan bermacam-macam kekayaannya sebagai sumber kehidupan rakyat.
    10. Air sungai dengan 3 jalur gelombang, melambangkan sungai serayu yang mengalir di sepanjang daerah Kabupaten Banjarnegara dengan 3 macam penggunaan airnya, yaitu untuk pertanian, perikanan dan industri.
    11. Bidang tanah, untuk tempat berdirinya pohon beringin yang berwarna hijau melambangkan kesuburan tanah pada umumnya di daerah Banjarnegara. Bidang-bidang berwarna merah dan putih di dalam segi lima menandakan daerah kabupaten Banjarnegara sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
    12. Sehelai selendang di bawah segi lima berwarna kuning emas, di atas di mana tercantum nama “BANJARNEGARA” dengan tulisan hitam.

Demikianlah makna dari bentuk, isi dan warna lambang daerah kabupaten Banjarnegara. Masih ada satu benda yang belum ditulis maknanya, yaitu selendang bertuliskan “WANI MEMETRI RAHAYUNING PRAJA”. Tulisan tersebut merupakan bunyi sesanti atau surya sengkala lambang daerah kabupaten Banjarnegara yang akan saya tulis pada postingan berikutnya.

Tugu Gilar-Gilar, Kalibenda

Mengenali identitas atau lambang daerah sendiri mungkin menurut sebagian orang merupakan hal yang kurang penting. Padahal lambang daerah merupakan cerminan dari pribadi atau rakyat itu sendiri. Btw, sudahkah mengenali dan mengetahui makna lambang daerah kalian?

Referensi makna lambang: http://www.banjarnegarakab.go.id/v2/index.php/pemerintahan/profil