Mengganti Kulit Jok Motor

“Sepertinya yang menggunakan motor ini, dipant*tnya terselip pisau. Bagaimana tidak, jok motor kok bisa sampai sobek gini!“. Aku yang sudah tahu jok motor…

Read more

Teman-Teman yang Beruntung!

Hai, Temans. Pada hari Kamis (11/12), saya menyelenggarakan Giveaway yang disponsori oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah. Dan sesuai janji, hari…

Read more

Sinau Menanam Buah Strawberry

Postingan ini lanjutan dari postingan yang lalu. Dan saatnya nyeTrawberry lagi!!! 😆 Sok sensasionel banget, ya. Padahal, sih, sebenarnya biasa saja. Tapi, sesekali boleh lah, ya, heboh se heboh kalau ada diskon di online shop. :mrgreen:

Kilas balik dikit dari postingan sebelumnya. Ceritanya, kan saya makan buah Strawberry oleh-oleh dari Guci yang rasanya enak pakai banget tuh, ya. Atas dasar ingin mencoba menanam, saya pun mengajak Adik untuk membeli bibit Strawberry.

Ini pengalaman pertama kami menanam buah Strawberry. Karena pertama kali, kami pun membeli bibitnya enggak banyak. Hanya membeli empat bibit dengan harga Rp 2.500 per bibit. Bukan berarti ngirit atau pesimis lho, ya. Tapi, karena masih dalam tahap trial, kami tidak berani membeli banyak bibit. Takut…

Empat bibit Strawberry kami beli di Bojonegoro. Sebentuk Desa di Kecamatan Sigaluh, Banjarnegara. Di pinggir jalan masuk Desa tersebut memang banyak menawarkan aneka macam bibit buah dan juga pohon. Nah, bibit berupa pohon yang kami beli ini tingginya kurang lebih 5 cm. Tadinya kami mau minta benihnya saja. Tapi, mereka tidak pernah stok benih Buah Strawberry. Dan saya malah enggak tanya, apakah ada benih Strawberry atau tidak. Mungkin ada kalik, ya. Pastinya…

Setelah mendapat empat bibit, kami langsung pulang dan menanamkannya di polybag yang sudah terisi tanah dan sedikit pupuk.

Tanaman Strawberry
Nyobain nanem di Polybag. . .

Kurang lebih sudah satu bulan lebih kami menanamnya. Dan saat ini, satu pohon sudah mulai berbuah. Tapi….em…buahnya kok lesu gitu, ya. Kalau segar, sih, iya. Merah juga iya. Tapi, buahnya enggak padat. Bisa dibilang kurang isi. Kalau dipegang pus-pus, gitu.

Saya bingung, dong. Kira-kira kenapa? Apakah ada yang salah dengan penanamannya. Atau, karena perawatannya kurang maksimal? Btw, kami tidak pernah memberi perawatan ekstra pada pohon Strawberry. Hanya sebatas menyiram saja tiap pagi. Hihihi

Karena ingin tahu kenapa, saya mencoba mencari artikel tentang tanaman Strawberry. Dan saya pun membaca hasil pencariannya. Berikut beberapa hal penting yang saya dapat.

Strawberry merupakan tanaman yang mempunyai ketahanan dan adaptasi yang cukup luas. Secara umum, syarat tumbuh yang baik untuk Strawberry adalah seperti kondisi iklim berikut ini:

  • Suhu udara optimum 17 – 20 C dan suhu udara minimum antara 4 – 5 derajat Celcius.
  • Kelembaban udara (RH) 80 – 90%.
  • Penyinaran matahari 8 – 10 jam/hari.
  • Curah hujan berkisar antara 600 – 700 mm/tahun.

Saya belum melakukan action terhadap empat point di atas. Masih belum tahu berapa suhu udara, curah hujan atau kelembaban di daerah saya. Tapi, yang jelas suhu dan udaranya sedang. Di sini kalau panas enggak panas banget. Begitu pun dengan dingin. Kami memang harus memperbanyak referensi terkait cara tanam buah Strawberry secara baik dan tepat. Supaya buahnya enak!

Apakah teman-teman mempunyai pengalaman menanam buah Strawberry? Bisa share cara menanam dan hasil tanamannya melalui kolom komentar, ya.

Sebelum Batik Pelangi Masuk Penjahit

Kapan saya membeli batik cap-pelangi, ya? Kalau tidak salah ingat, sih, dua bulan yang lalu. Sudah cukup lama. Tapi, sampai sekarang belum juga berjalan ke Penjahit. Masih di rumah. :mrgreen:

Cap yang saya maksud di sini bukan berarti merk. Melainkan cara membuatnya. Kan ada juga batik tulis tuh, ya.

Nah…akhir pekan kemarin, saat hendak naik gunung, saya meminjam jarik ke Ibu. Tapi, yang beliau berikan motifnya tua gitu. Tampak lethek juga. Hahaha

Kebiasaan banget, kalau muncak pasti selalu membutuhkan kain. Padahal sudah membawa sleeping bag, lengkap dengan kaus kaki dan kaus tangan. Kain tersebut saya manfaatkan untuk membungkus kepala, karena si angin menembus jilbab. :mrgreen:

Ibu sepertinya tahu kalau saya enggak mau membawa jarik yang diberikannya. Beliau pun berinisiatif menawarkan batik motif cerah, penuh warna. Jadi, sebelum masuk ke Penjahit, untuk dibuat rok, saya ajak batik tersebut jalan-jalan ke Gunung. 😆

BATIK CORAK PELANGI GANITRI
Salah satu koleksi Batik Ganitri!!!

Batik cap pelangi yang memberikan motif parang memang tampak manis. Warna pelanginya sebenarnya cocok banget untuk dibuat blazer. Tapi, saya sedang ingin membuat rok panjang. Makannya, akan saya buat rok saja. Batik Cap-Pelangi di atas saya beli secara online di Batik Ganitri

Banyak model yang tersedia di toko online Batik Ganitri. Mulai dari kain batik lembaran, sampai dengan batik couple yang sudah jadi. Toko Online Batik Ganitri juga menerima pesanan Batik buat seragam Kantor atau Keluarga. Dalam jumlah banyak sekalipun. Kamu bisa melihat koleksi batik cap dan tulis dengan pilihan motif yang berragam melalui toko online Batik Ganitri. Insya Allah tidak mengecewakan!!!

Batik Ganitri

Alamat : Jl. Leo No. 7 Karang Empat – Ploso – Tambaksari – Surabaya 60132
Telephone : 081319652998
Pin BB : 266A0D2D
WhatsApp : 0818534195

Tas Punggung Ini Begitu Nyaman

Nyaman, sebentuk rasa yang cukup susah untuk mendapatkannya. Begitu, kan, ya? 😳 Tapi, kalau bicara soal standard kenyamanan secara personal, saya yakin tiap orang itu berbeda. Oleh karena itu, di sini ngomongin nyamannya khusus buat saya, beserta si tas punggung.

Sudah cukup lama saya mendapat kiriman berupa tas punggung dari online shop ternama di Indonesia. Tas Punggung, sebentuk wadah yang digunakan untuk menaruh barang, dan dipakai di punggung seseorang.

Untuk mendapat rasa nyaman itu tidak bisa instan. Apalagi untuk tas punggung. Harus digendong kemana-mana dahulu, barulah bisa berkomentar. Nyaman, atau kurang! :mrgreen:

Tiga kali saya melihat wujud dari backpack, atau tas punggung yang memiliki urkuran 30x15x45. Saya melihat detil tampak depan, samping kanan-kiri, atas-bawah, dan tentunya dari belakang juga. Ya hamsyong…ribet banget, ya. Hahaha Tapi, kan memang harus cermat ketika melihat produk di online shop.

Berikut saya bagikan lima alasan kenapa tas punggung ini begitu nyaman bagi punggung ini!!!

Bagian Belakang. Ini yang saya jadikan prioritas utama ketika memilih tas punggung. Tepat pada bagian punggung terdapat sebentuk busa yang membuat punggung nyaman saat menggunakannnya. Empuk. Begitu juga pada bagian bawah, pas di atas pinggul. Empuk. Ini yang membuat nyaman!

Bagian Samping Kanan-Kiri. Penilaian ke dua ada pada bagian ini. Dimana pada tas punggung ini, terdapat satu kantong yang berada di samping kanan. Kantong atau saku ini bisa dimanfaatkan sebagai tempat untuk menaruh botol minum. Atau, benda lain yang sekiranya cukup dengan ukuran 13×15 cm. Ini rasanya NYONG mBANGET!!! Suka bawa minum kemana-mana!

TAS PUNGGUNG POLO

Sedangkan samping kiri tas, terselip sebentuk kartu identias persegi panjang yang berukuran 5×2 cm. Pada kartu tersebut, tertulis Nama, Alamat dan Nomor Telephone. Ada baiknya kartu identitas tersebut dilengkapi sesuai data diri pemilik. Ini untuk menanggulangi, kalik saja tasnya terdampar di suatu tempat. Atau, tertukar dengan tas orang lain. Berdoanya, sih, yang baik, ya. Jangan sampai tertukar, atau hilang. Jika pada kedua sisi kantung semua, ya oke saja, sih. Tapi, kartu identitas penting juga.

Bagian Depan. Ini lebih pada penampilan yang bisa menjadikan kamu lebih pede, dan juga nyaman. Sebentuk badge kecil berwarna merah maroon bertuliskan Royal Polo tersemat dibagian depan tas punggung. Ditambah dengan pilihan warna cokelat, membuat punggung anak gadis makin tambah manis. Hueks.

Ada juga pilihan warna lain, yaitu warna hitam. Cocok dipakai kamu para laki-laki. Makin gagah.

Bagian Atas-Bawah. Menjadi nilai tambah, manakala pada bagian terdapat kantong rain cover yang menyatu dengan tas. Ya, rain cover yang tersemat dibagian bawah tas ini sudah permanen. Jika ingin menggunakannya, kamu tinggal membuka resleting bagian bawah saja. Kalau mau, kamu bisa menaruh benda-benda kecil di kantong ini. Kantongnya masih cukup longgar. Sedangkan untuk bagian atas, pegangan tasnya cukup kuat.

TAS PUNGGUNG WANITA DAN PRIA
Satu tas di dalam. . .

Bagian Dalam. Banyak pertimbangan juga kalau melihat bagian dalam tas punggung. Saya pribadi tidak suka model tas punggung yang dalamnya berlapis-lapis. Cukup satu lapis saja, fokus untuk menaruh barang.

Selain bagian dalam utama, ada juga bagian dalam kedua, ketiga dan selanjutnya. Biasanya ada di muka, cukup banyak saku-saku kecil. Ini enggak terlalu penting bagi saya. Saya anggap bonus kalau ada saku untuk menaruh handphone, make up, atau barang peritilan lainnya.

Satu tambahan lagi ada pada tas royal polo Royal Polo Backpack 2001-06. Adalah adanya tambahan satu tas mini yang bisa dimanfaatkan sebagai wadah notebook.

Selain lima di atas, saya juga memerhatikan posisi tali dada. Tali dada harus ada meski tidak digunakan tiap saat. Karena bisa dimanfaatkan untuk menjaga keseimbangan antara ransel dan si pemakai.

Secara keseluruhan, tas punggung royal polo model ini bagi saya sudah cukup nyaman digendong. Harganya pun cukup terjangkau, Rp 149.000,- belum termasuk ongkos kirim.

TAS PUNGGUNG PRIA DAN WANITA
Terbang!

Coba lihat penampakannya di punggung saya. Manis manis maniis, itu rasanya. . . :mrgreen: Nah, teman-teman pasti punya pilihan sendiri, kan? Lebih suka tas punggung yang seperti apa? Bagikan melalui kolom komentar, dong. :mrgreen: