GyudaQ Japanese BBQ: Makan Sepuasnya dengan Harga Minimalis

GyudaQ Japanese BBQ – Berkuliner atau makan diluar saat ini sepertinya sudah menjadi kebutuhan. Minimal sebulan sekali atau bahkan seminggu sekali, banyak yang mengagendakan untuk makan diluar. Alasannya? Ingin mencoba menu baru di suatu resto, atau kangen masakan di resto langganan. Nah, kalau aku sendiri? Emm… 😉

Tentu karena doyan makan! 😆 Bagiku, berkuliner ngga harus di rumah makan mewah, resto mahal, tapi jika ada tempat makan yang menyajikan banyak menu, bervariasi, murah, dan enak banget, ya samperiin lah. 😉 Seperti GyudaQ Japanese BBQ yang berlokasi di Purwokerto.

Jarak tempuh dari Banjarnegara menuju Purwokerto hanya membutuhkan waktu 2 jam menggunakan transpotasi umum Bus. Ngga dibela-belain banget ke sana, sih. Cuma kalau sudah sampai Purwokerto, ya musti mampir dan nyobain Japanese foodnya GyudaQ. 😀

gyudaq bbq - auce

ngabisin ini semua di gyudaq bbq…

GyudaQ Japanese BBQ adalah restoran All You Can Eat pertama di Purwokerto. Restoran ini pertama kali dibuka pada pertengahan tahun 2018. Restoran yang mengusung Japanese Food sebagai spesialisasi hidangannya berlokasi tak jauh dari pusat Kota Purwokerto. Berbagai menu buffet siap memanjakan lidah para penggemar masakan Jepang, termasuk lidah aku yang suka mencoba masakan baru.

GyudaQ Japanese BBQ sebagai restoran All You Can Eat memiliki tiga pilihan paket yang dapat dipilih. Pilihan paket tersebut adalah  standard buffet, regular buffet dan premium buffet. Jika memilih menu standard buffet, kamu dapat menikmati pilihan sajian berupa short plate, chicken fillet, chicken wings, all vegetables, all additional, sushi standard, all appetizer, all furay, all dessert dan all beverages. Paket standard buffet dibanderol dengan harga Rp.101.000,-.

Sementara jika memilih paket regular buffet, kamu dapat menikmati semua item yang ada di standard buffet ditambah sirloin, all seafood, sushi regular, ramen,  chawan musi dan gyudon. Untuk dapat menikmati seluruh varian menu tersebut, kamu cukup membayar Rp. 149.000,-. Gilaaa…langsung ngiler pingin chawan musi. 😀

Nah, jika ingin yang lebih lengkap, maka paket premium adalah pilihan yang tepat. Dengan harga Rp.179.000,- konsumen bebas memilih semua item pada paket regular buffet ditambah premium beef platter, udon, beef sushi, salmon sushi, chicken ramen, dan salmon ramen. Duileeeh…yang lengkap gini lebih menggoda, ya. Hahaha.

Btw, seluruh item di buffet GyudaQ Japanese BBQ bisa diambil sepuasnya untuk kemudian diolah sendiri. Kamu bebas mengolahnya dengan 2 cara yang tersedia, yakni grill dan shabu. Ada banyak dipping sauce yang bisa dipilih untuk melengkapi pilihan menu grill. Sementara untuk shabu disediakan 2 varian kuah, yakni kuah kaldu dan kuah tomyam.

Ughhh…ini sungguh tidak bisa didiamkan begitu saja. Secara, aku hobi banget makan Shabu. Fufufu. Kebayang Shabu dengan kuah Tomyam, pastinya seger banget karena aku lebih suka kuah Tomyam dengan harumnya bumbu yang khas.

gyudaq bbq purwokerto
tempatnya gyudaq bbq purwokerto adem…

Sebelum memesan all yu can eat, kamu harus memahami peraturan yang berlaku di GyudaQ Japanese BBQ, diantaranya yaitu:

  • Waktu meniikmati hidangan selama 90 menit.
  • Jika melampaui batas waktu maka akan dikenakan denda sebesar Rp.50.000,- per 30 menit.
  • Hidangan yang tersisa di meja akan dikenai denda sebesar Rp.50.000,- per 100 gram.
  • Hidangan tidak dapat dibawa pulang, hanya dapat dinikmati di Restoran GyudaQ.

Selain menyajikan hidangan buffet All You Can Eat a la Jepang yang lezat, suasana Jepang juga cukup kental terasa di resto GyudaQ. Pilihan ornamen kayu yang dominan, mural bertema Jepang di dinding, hiasan pohon bunga sakura dan sambutan hangat para pelayan menggunakan Bahasa Jepang membuat nuansa kejepang-jepang-an terasa semakin hidup.

Selama 90 menit bersantap di Restoran GyudaQ Japanese BBQ kamu akan dimanjakan oleh ruangan yang full AC dan wifi. Restoran GyudaQ Japanese BBQ juga menyediakan smooking area dan meeting area. Mau ada acara kantor, bareng taman-teman, keluarga, atau komunitas, tidak perlu bingung lagi. Menu masakan Jepang siap menemani!

Area parkir yang tersedia untuk mobil dan motor juga cukup luas sehingga kamu tak perlu mengkhawatirkan kemanan kendaraannya. Fasilitas umumnya nyaris sempurna, ya.

Kalau udah lihat menu-menu masakan Jepang, rasa-rasanya tidak peduli dengan body yang makin bulet gini. Seperti harus mencicipi masakan Jepang dalam porsi besar, namun harga minimalis. 😀

GyudaQ Japanese BBQ:

Jl. Kongsen no. 24, Karangbawang, Purwokerto Selatan, Banyumas.

Telepon: (0281) 643135.

Jam operasional: 11.00-23.00 WIB.

Amrina Gallery, Destinasi Wisata Instagramable yang Menyenangkan

Tahun ini banyak bermunculan destinasi wisata baru di Banjarnegara. Mulai dari wisata alam yang dikembangkan menjadi wisata berbasis petualang seperti Igir atau Bukit, sampai dengan wisata belanja. Pertumbuhan dan perkembangannya pun makin pesat seakan tak ingin ketinggalan dengan pariwisata dari Kabupaten lain yang terus berinovasi.

Merasa mempunyai karakter yang unik, Bu Ina, sapaan akrab pemilik Amrina Gallery, turut membuka dan mewarnai ragam pariwisata di Banjarnegara. Amrina Gallery bisa dibilang destinasi wisata kekinian dengan konsep hampir 80% menawarkan spot foto instagramable yang saat ini sedang digandrungi para generasi millenial.

Berangkat dari hobi mengkoleksi barang-barang antik dan juga pakaian, mantan pramugari tersebut membuat galeri dan butik di rumahnya yang beralamat di Jl. Sunan Gripit No. 7, tepatnya 50 meter utara pertigaan Gayam. Ancer-ancernya yaitu dari pertigaan gayam atau lampu merah, ke utara.

Tak hanya itu, Bu Ina juga membuat cafe dengan konsep kekinian, baik dari sisi tempat maupun penyajian menu. Cafe ini masih berada dalam satu lokasi, hanya saja konsepnya out door dan didukung dengan beberapa spot foto menarik.

Nah, berikut tampilan Amrina Gallery dari berbagai sisi dan pasti akan menggugah jiwa narsis kamu.

AMRINA GALLERY

Daya tarik utama wisata Amrinya Gallery tentunya ada pada galerinya. Ya, galeri yang berisi koleksi benda-benda antik ini akan menjadi pusat perhatian saat kamu masuk kompleks Amrina Gallery. Seluruh koleksi tersebut berada di dalam sebuah joglo yang berada di belakang rumah owner.

Seperti bangunan Joglo pada umumnya, dinding-dinding rumah yang terbuat dari kayu jati ini terlihat sangat menarik. Terlebih desainnya nampak elegan dan kekinian. Dari depan joglo, galeri ini bisa dijadikan latar belakang foto yang tak ada duanya. Pun dengan samping kiri galeri, penambahan bunga dan pepohonan hijau membuat kamu bakal betah mencari konten foto di sini.

Saat masuk ke galeri, kamu akan menjumpai benda-benda antik hasil koleksi dari owner Amrina Gallery. Ada lesung, pawon yang lengkap dengan perabotan masak zaman dulu, sepeda onthel, tokoh pewayangan dan masih banyak koleksi lainnya. Di sini kamu dapat foto dengan benda koleksi yang ada sebagai properti foto, dengan catatan tetap menjaga utuh benda-benda tersebut.

FYI, galeri ini merupakan satu-satunya galeri di Banjarnegara yang menampilkan koleksi benda atik milik pribadi. Untuk masuk sini, kamu akan dikenai biaya Rp 3.000 per orang. Kamu juga bisa sewa baju lawas untuk berfoto di sekitar gallery dengab biaya sewa baju Rp 15.000 per orang.

AMRINA BUTIK

Berawal dari hobinya yang suka belanja -ini beneran horang kaya-, kadang ada beberapa baju yang dibeli tapi ngga terpakai. Ketimbang cuma jadi pajangan, Bu Ina pun membuka butik sebagai pelengkap wisata Amrina. Tak hanya baju dan kain batik koleksinya, Amrina Butik juga selalu update stok baju.

Ketika mendengar kata butik, pasti kamu akan berpikir tentang mahalnya harga baju. Ya, kan? Mungkin itu butik sebelah, berbeda dengan Amrina Butik yang menawarkan koleksi baju mulai dari harga Rp 50.000. Haaah…emang ada baju 50 ribu di butik? Eeng…ngga usah kaget, gitu. Butik ini bisa dibilang untuk semua kalangan. Pun dengan modelnya, mulai untuk remaja, sampai tante-tante yang girang shoping. Lengkap!

Berada di ruang depan, kamu dapat melihat beragam koleksi baju dan kain dengan harga terjangkau dan kualitas premium.

AMRINA CAFE

Di Banjarnegara, konsep cafe dengan tempat yang instagramable dan penyajian makanan yang unik hanya bisa kamu temui di Amrina Cafe. Penyajian Mie Kuah, misalnya. Di sini kamu ngga akan menjumpai mie kuah dalam mangkuk karena penyajiannya menggunakan Batok.

Penggunana Batok sebagai tempat saji ini ngga serta merta sebagai pembeda dalam penyajian menu makanan, namun sekaligus memperkenalkan produk UKM Kabupaten Banjarnegara tepatnya dari Desa Berta, Kecamatan Susukan yang memproduksi aneka macam kerajinan berbahan dasar batok.

Tak hanya Mie Kuah dalam Batok, Sphagetti Carbonara yang biasanya disajikan dengan plating yang elegan, di sini penyajiannya justeru lebih sederhana yaitu menggunakan piring seng motif daun khas zaman dulu. Unik, bukan? 😉

Selain penyajian, konsep tempat duduk yang disediakan, tuh, ramah banget buat foto-foto. Di sebelah selatan, misalnya. Terdapat satu set tempat duduk lengkap dengan koleksi payung dari Bali. Jika bisa mengambil angle foto, kesannya sedang makan di Pulau Dewata, lho. 😀 Lalu, di sebelah barat juga masih ada tempat duduk yang lucu banget buat foto-foto. 😉

Oiya, menu utama Amrina Cafe adalah Spaghetti. Kamu ngga usah ragu untuk memesan menu di sini karena harga yang ditawarkan sangat terjangkau, mulai Rp 10.000 per porsi. Selain Spaghetti dan Mie Kuah, kamu juga HARUS BANGET nyobain ayam petis, ya. Selain jenis ayamnya adalah ayam kampung dengan daging yang empuk, petisnya gurih banget dan bikin kangen!

CAMILAN

Buat kamu yang kurang suka makanan berat karena sudah kenyang atau berat badan sudah beraaat, kamu bisa memesan camilan di sini. Iya, ke Amrina Cafe cuma pesan camilan, tuh, ngga apa-apa karena di sini juga menyediakan aneka camilan.

Biasanya kalau ngedate, gitu, kan suka malas makan, ya. Pinginnya ngemil saja, tapi yang banyaaaaak. 😀 Kamu bisa pesan pisang goreng bertabur keju, mendoan, atau camilan lain yang tersedia di daftar menu. Harga camilan di Amrina Cafe mulai dari Rp 5.000 per porsi. Murah meriah banget!

SPOT FOTO

Ini, nih, yang lagi digandrungi kaum millenial. Adalah wisata yang menawarkan spot selfie. Selain Cafe, Butik, dan Galeri, Amrina juga menawarkan spot selfie yang ngga bakal kamu dapat di tempat lain.

Dengan konsep wisata yang kekinian, sebenarnya tiap sudut Amrina Gallery mengandung KONTEN. Iya, dari kamu masuk kompleks Amrina Gallery, di depan butik terdapat dinding yang diisi dengan berbagai jenis bunga tempel. Kemudian lanjut menuju bagian tengah terdapat mural yang didesain oleh Mas Ade, seniman muda berbakat dari Mandiraja, Banjarnegara.

Mural di sini terbagi menjadi beberapa obyek dalam satu dinding, yaitu suasana cafe, jalanan yang dilengkapi gerobak sapi, angkringan dan kucing, tugu yogyakarta, gerobak dawet ayu dan candi arjuna.

Obyek ini masing-masing memiliki filosofi, selain turut mengenalkan obyek wisata dan kuliner khas Banjarnegara, Bu Ina juga tetap menyisipkan tugu Yogya sebagai ikon Kota Yogyakarta yang mana kota tersebut turut memberi andil bagi keluarganya. Semacam ada kenangan yang susah dilupakan di kota tersebut. Pun dengan kucing yang di angkringan karena keluarga Bu Ina adalah pecinta hewan manis berkumis. 😀

FASILITAS

Kurang lengkap rasanya jika sudah mengumbar mesra hubungan, tapi ngga membeberkan tanggal akad. Iyaa…takut cuma mesra-mesraan dowang, tapi ngga dikawinin, syakiiitnyaaaaa. 😀

Ulangi lagi!

MUSHOLA AMRINA
Mushola….

Kurang lengkap rasanya jika sudah membeberkan segala obyek wisata dengan bombastis, namun ternyata fasilitas umumnya NOL! Ini kadang bikin geleng-geleng kepala. Kabar baiknya, nih, fasilitas umum seperti toilet, mushola, dan Wi-Fi yang super kenceng bisa kamu dapat di sini. Hanya saja, tempat parkirnya masih terbatas. Untuk kedepannya, semoga owner Amrina dapat memperluas halaman parkir, ya.

Disaat banyak obyek wisata mengusung tema vintage dan atau minimalis untuk bangunannya, Amrina Gallery justeru menawarkan bangunan dengan konsep lawas namun tetap kekinian. Berani menjadi pembeda, bukan?

Things to do in Banjarnegara? Lets go to Amrina Gallery!

Notes: sebagian foto di atas hasil jepretan @jeimifa dan @roisardian

AMRINA GALLERY, BOUTIQUE, AND CAFE

Jl. Sunan Gripit No. 7 (50 meter utara pertigaan gayam)

Jam Buka: 09.00-21.00 WIB

Reservasi: +62 813-3848-1633

Nyobain Sukinya X.O Suki Signature Purwokerto

X.O Suki Signature Purwokerto – Beberapa penyebab yang kadang membuatku malas makan yaitu karena ngga ada kuah dan sambal. Ini serius, badan segede ini kalau makan terus kering kerontang, rasanya kurang greget. Duuuh…apalah artinya makan tanpa kuah, kurang nikmat. Pun makan tanpa pedas-pedas alias cabai atau sambal, kurang greget juga.

Bagiku, masakan berkuah, dan pedas manjadi penambah napsu makan setelah nasi yang pulen. Makanya saat ke Rita Supermall Purwokerto, aku memilih X.O Suki Signature sebagai tempat kulineran malam itu. Kalian pasti sudah paham makanan khas Jepang yang satu ini lah, ya. Makanan segar di mana penyajiannya dengan panci yang di dalamnya terdapat menu-menu Suki seperti seafood, sayuran, pangsit, lalu dimasak dengan cara direbus. Maknyus banget!

Aku datang ke sini pas banget malam Minggu, kebayang ramainya, kan. Hari biasa saja Suki selalu ramai, apalagi malam Minggu. Banyak penikmat Suki yang berdatangan, mulai dari remaja sampai orang tua beserta keluarga. Gawl, ya. 😛

Kenapa X.O Suki Signature Purwokerto?

Tentunya bukan tanpa sebab aku memilih makan Suki di sini. Selain tempat yang strategis yaitu berada di sebelah kanan pintu masuk Rita Supermall, resto ini selalu diserbu pengunjung. Ramainya tempat kulineran kalau bukan karena diskon, sudah pasti karena kualitasnya bagus, masakannya endeeus. Ya, kan. Ditambah lagi, aku dapat rekomendasi dari seorang teman yang tinggal di Purwokerto, doyan jajan, tapi tetap saja cungkring. Siapa lagi kalau bukan Mbak Olip. 😀

KULINER PURWOKERTO SUKI
Kuliner juga butuh pendampingan…wkwkwk

“Mari, Mbak. Silakan pilih menunya.” Waitress yang mengenakan seragam warna hitam dengan logo X.O Suki di saku kirinya langsung menghampiriku. Karena saat itu datang bareng Mbak Olip, akhirnya Waitress memilih untuk sekadar memperhatikan kami dari jauh. Mungkin kami sudah terlihat mahir buat pilih menu kalik, ya. Padahal aku sok tahu banget. Ya gimana ngga sok tahu, banyak banget wadah yang tersusun rapih di dalam frezeer, dan aku ngga tahu mana-mana saja yang layak dicoba. Pokoknya asal berdiri di depan freezer, lalu sok milih-milih.

Pinginnya, sih, milih semua. Apalagi X.O Suki Signature Purwokerto, tuh, ngga membatasi sampai berapa menu. Asal punya duit buat bayar, ya pilih lah sesuka hati. Menu selalu fresh, karena tiap hari selalu melakukan order di pusat Resto yaitu Surabaya.

Ada berapa wadah di dalamnya? Ratusan! 😆 Lalu, ada berapa wadah yang aku pilih? Lebih dari lima! 😛

Memilih Suki Sesuka Hati

“Mas, kok, wadahnya warna-warni nggemesin, sih. Kan jadi pingin bawa pulang wadah beserta isinya.” Candaku kepada Mas Dodo, sodara jauh Mbak Olip yang tiba-tiba datang di tengah-tengah kami. 😀

“Ini wadahnya memang sengaja dibuat warna-warni. Selain lebih menarik, juga sebagai pembeda harga.”

Aku manggut-manggut tanpa tanya harga karena bagiku ngga penting. *padahal, sih, lupa tanya* Yaudah, harga menunya aku copas dari blog Mbak Olip saja biar aman, ya. Hahaha. Kalau wadah warna putih Rp 15.800, hijau Rp 18.800, kuning Rp 19.800, dan keranjang sayur Rp 13.800.” Penjelasan yang detail, bukan? Iyalaaah, nyonteeek. 😀

Menu Suki yang aku pilih yaitu Smoke Beef Enoki, Jamur Es, Bakso Ikan, Sayuran, dan Mie Ikan. Kemudian ada Pangsit Kucai, dan Tsukune. Untuk minumnya, kami mencoba minuman baru yaitu X.O King Mango, dan X.O Queen Chery.

Masak Sendiri vs Masak Bareng

“Masak Suki mah cipiil, gampiiil. Tinggal dimasukan semua menu ke dalam panci, Suki siap dimasak.”

Ya betul. Bahan-bahan yang sudah diambil tinggal dimasukin ke dalam panci yang sebelumnya sudah diisi kuah kaldu, tapi karena di X.O Suki Signature Purwokerto juga menawarkan pendampingan buat masak Suki, yaudah manfaatin aja kan. 😀

Secara tempat, X.O Suki Signature Purwokerto tergolong luas. Satu meja bisa digunakan sampai empat orang. Tempat duduknya juga nyaman. Bersih pula. Karena tiap sudutnya instagramable, rasanya masak sendiri maupun bareng-bareng tetap saja terlihat instagenik kalau difoto. 😆

sumpit suki
Sendiok dibikin sumpit… 😀

Perlu kalian tahu, adanya interaksi dengan para waiter atau waitress di sini, aku jadi tahu kalau sendok itu bisa difungsikan sebagai penjepit. Semacam capit, gitu. Kan norak banget, meski sudah berkali-kali menjajal ngga bisa juga. Hahaha.

Tomyam atau Sup Seafood

Eeeeh…ini apa-apaan, kok ada sup seafood segala? Hahaha. Jadi gini, panci yang buat masak, tuh, disekat menjadi dua, gitu. Satunya buat kuah dengan rasa asam, pedas, segar, yaitu tomyam. Ingat, Tomyam, bukan sayur asem. Tapi Tomyam ini kelewat asem menurutku. Duuh…dasarnya ngga begitu doyan rasa asam, sih, ya. Kalau boleh request, khusus untuk Tomyam bumbunya bisa dikonfirmasikan dulu kepada pembeli. Asamnya sedang, atau lebih. Pedasnya sedang, atau pedas banget. 😉 Lalu kuah satunya lagi adalah kuah kaldu yang rasa asin-asin segar. Ini yang aku katakan Sup Seafood. 😀

Karena aku orangnya fleksibel, pasti lah dua-duanya dicoba. Dan ternyata, ya, yang namanya Mie Ikan dimana komposisi Ikannya dari Ikan Tuna, itu gurih banget. Terus, Jamur Es dan juga Si Enoki, kenyalnya ngga abis-abis. Belum lagi bakso ikan. Bakso yang aku kira bakal biasa saja rasanya, ternyata dengan tingkat kekenyalan yang melebihi Mie Ikan, menambah selera ngemil bakso bertambah. Iya, ini Bakso buat dicocol sama saus sepertinya juga tambah gurih. Hahaha.

Belum lagi Tsukune, mirip sate buntel, gitu. Cuma dipanggang terus ditambah bumbu saus, gurih banget. Tsukune merupakan salah satu jenis Yakitori (olahan sate) yang ada di X.O Suki Purwokerto. Masih banyak macam Yakitori lainnya yang layak dicoba, lho.

Suki di X.O Suki Purwokerto, Harga Bersahabat

FYI, ada lebih dari 50 Resto X.O Suki di Indonesia. Tercatat Suki di X.O Suki Purwokerto harganya paling ekonomis dibanding dengan X.O Suki di daerah lain. Yogyakarta, misalnya. Jadi kalau kamu main ke Purwokerto, ngga ada salahnya nyobain Suki di sini, ya. X.O Suki Purwokerto berada di lantai dasar Rita Super Mall. Jangan ragu untuk mencicipinya. 😉

X.O Suki Signature Purwokerto

Rita Supermall Purwokerto GF No.01

Instagram: @xosuki_purwokerto

Buka tiap hari dari jam 10.00-21.30 WIB

Telpon (0281) 7771398

Pie Cassava Dawet, Alternatif Oleh-oleh Khas Banjarnegara

Aku punya teman di Malang, tiap kali aku main ke sana dia selalu minta dibawain Dawet. Kangen Dawet Ayu Banjarnegara, katanya. Iseng banget, ya. Ngga dibawain, kasihan. Misal dibawain sudah pasti basi. Perjalanan ke Malang menggunakan akomodasi kereta api membutuhkan waktu dari 10 jam. Kecuali cuma bawa cendolnya. 😆

Memang, untuk mencicipi kuliner khas Banjarnegara ngga harus datang ke Banjarnegara karena sekarang makin banyak penjual yang menjajakan Dawet, tersebar di seluruh nusantara. Dawetnya pun makin banyak kreasinya, ya. Tapi perlu kamu tahu bahwa, Dawet yang legit dan segarnya tak ada duanya, tuh, hanya bisa dinikmati di daerah asal yaitu Banjarnegara. Asli.

Nah, melalui event Wing Craft Expo yang diselenggarakan bulan lalu, aku jadi tahu bahwa ada kreasi lain dari Dawet yaitu dalam bentuk Pie atau Pai. Pie Cassava Dawet, namanya.

Pie atau Pai adalah makanan yang terdiri dari kulit kue kering dengan isi yang beraneka ragam. Karena ini Pie Dawet, tentunya isinya ya cendol, dong. Dan kalian tahu, kan, bahan utama pie yang berupa kulit kue kering ini terbuat dari tepung.

OLEH-OLEH BANJARNEGARA ONLINE
Pakcaging desainnya luar biasa, menarik….

Tepung yang digunakan untuk membuat kulit Pie biasanya yaitu tepung terigu atau tepung dengan merk tertentu. Namun berbeda dengan Pie Cassava Dawet, kulit Pie berbahan dasar tepung mocaf. Ini salah satu yang menarik dan membedakan Pie dari Banjarnegara dengan Pie dari kota lain. Kenapa Pie dari Banjarnegara menggunakan tepung mocaf?

FYI, kapasitas produksi singkong atau ubi kayu di Kabupaten Banjarnegara lebih dari 200 ton lebih per tahun. Ini termasuk banyak banget karena hampir tiap petani di sini menanam singkong. Setidaknya ada 19 Kecamatan di Banjarnegara yang mempunyai komoditas singkong. Tapi siapa sangka, banyaknya hasil bumi berupa Singkong ternyata kurang mensejahterakan kehidupan masyarakat karena harga jual yang sama sekali ngga menjanjikan. Untuk bulan ini, mungkin Rp 500-900 per kg. Sementara untuk melakukan panen, para petani membutuhkan banyak biaya, mulai dari pemetikan sampai singkong dibawa ke pasar atau penjualan.

Miris, kan?

Beruntung saat ini di Banjarnegara makin banyak pemuda yang kreatif. Seperti Mbak Dini dan teman-teman. Mereka memanfaatkan Singkong untuk diolah menjadi tepung mocaf, tepung rendah gula.

OLEH-OLEH KHAS BANJARNEGARA
Pai Dawet, The Next oleh-oleh khas Banjarnegara….

Tepung yang dimodifikasi dengan teknik fermentasi menggunakan mikrobia kini mulai banyak digunakan oleh masyarakat Banjarnegara. Tepung mocaf memiliki karakteristik yang cukup baik untuk mensubstitusi atau menggantikan 100% penggunaan tepung terigu. Di beberapa warung yang menyajikan gorengan pun sekarang sudah mulai menggunakan tepung mocaf. Saking lagi boomingnya tepung mocaf, di Banjarnegara dibentuk Komunitas Pecinta Mocaf, lho. 😆

PIE DAWET
Pilihan rasa lainyya, Cokelat, Strawberyy…

Nah, karena sudah ada Pie Cassava Dawet, mungkin ngga harus bawa cendol lagi ke Malang, ya. Apalagi packagingnya cantik banget, pasti si dese juga tertarik. Sehat dan enak pula, yummmii. 😀

Sensasi Makan Masakan Korea di BuldaQ Korean BBQ Purwokerto

😆 😆 😆 😆 Annyeonghaseyo…AnnyeonghaseyoAnnyeonghaseyoAnnyeonghaseyo😆 😆 😆 😆

Resto yang dari luar nampak begitu tenang, sukses membangunkan generasi menunduk, termasuk aku, yang sedang membalas chat sambil jalan. 😀 Bagaimana tidak, sepertinya hampir seluruh karyawan BuldaQ menyambut kedatangan para penikmat makanan Korea dengan cara mengucap salam sapa a la Korea. Yang bikin greget, nih, sambutan dari mereka ngga nanggung-nanggung. Dengan nada delapan oktaf, mereka kompak mengucap Annyeonghaseyo!

Ngga tau kenapa, rasanya seperti mendapat surprise, gitu. Kaget yang bikin nyengir-nyengir karena biasanya cuma dapat sapaan salam santun penuh pasrah dari para pramusaji resto. 😀 Ya kaaan?

Seorang waitress yang mengenakan kaus oblong warna hijau toska medampingi kami sedari pintu masuk resto. Dia menawarkan tempat duduk, membantu memilihkan menu makan, sampai dengan menjelaskannya secara detail menu-menu yang akan kami pesan. Ya maklum lah, ya, jiwa ngapak mana paham masakan korea. Eh, ini aku, ding. Teman-teman yang lain, mah, penikmat masakan Korea semua. 😆

Resto Makanan Korea
Makanan enak gini, disenyumin dowang. 😀 This is Chicken Pop Corn Sauce with Strawberry Smoothies…

Apa yang kalian tahu tentang masakan Korea? Dari citarasanya, mungkin. Pastinya ada yang khas, kan. Lalu, jika ditanya makanan favoritnya (masih makanan Korea), kira-kira kamu bakal jawab apa? 😆

Aku, dong, ngga paham apa-apa tentang kuliner Korea, tapi bahagia tak kira saat diajak Mbak Olip ke BuldaQ Korean Barbeque, sebuah resto yang menawarkan makanan Korea asli, bukan KW dua apalagi lima. 😀 Perlu diingat, resto ini berlokasi di lantai 1 Rita Super Mall Purwokerto. Berada di deretan foodcourt-nya Rita Super Mal Purwokerto.

Eeeeh...jangan pada tanya dalam rangka apa kami makan-makan. Anak Banyumasan, mah, guyup. Kalau memang perlu makan ramai-ramai, ngapain harus makan sendirian di ponjokan! Apalagi kalau sistemnya gratisan, ngga bakal kenyang kalau dilahap sendiri, lho. 😛

Btw, selain Mbak Olip, saat itu aku datang ke BuldaQ Korean BBQ bareng Tante, Pungky, dan Mas Topan. Beruntung, siang itu resto belum begitu ramai. Iya, dari luar baru terlihat sepasang anak manusia yang sibuk bolak-balik lembaran buku menu.

BuldaQ Rita Supermall

Seperti ini, nih, dinding cakepnyaa… 😆 This Is Seafood Skewers

Karena saat itu resto belum begitu ramai, kami bebas memilih tempat duduk. Dan perlu kamu tau, meski resto ini ngga begitu luas, tapi layout tempat duduknya bervariasi. Karena kami berlima, maka memilih tempat duduk yang memanjang. Dari pintu masuk langsung ambil kanan. Asyiknya, nih, di belakang kami adalah dinding bergambar. Lukisannya cakep pula, khas Jepang, gitu. Pokoknya jadi sok manja gitu, deh. Bawaannya ingin pepotoan terus. 😛

Masakan Korea yang ditawarkan BuldaQ Korean BBQ sangat beragam. Dan kalau ngga lihat daftar menu, aku ngga bakal bisa ngucapin nama menunya. Ngga bakal hapal pula. Sampai aku menuliskan blog post ini pun masih nyontek nama menunya. Dasar ndeso, ya. Wkwkwk

Sensasi Makan Masakan Korea di BuldaQ Korean BBQ Purwokerto

Jadi nih, ya, aku pernah makan di salah satu resto yang ada di Kuningan City, Jakarta. Aku makan di sana tentu ngga sendirian. Sepupuku yang tinggal di Jakarta mengajak aku untuk mencicipi masakan a la Korea, gitu. Katanya, mumpung aku ke Jakarta harus mencoba kuliner yang ngga biasa. Yaudah, aku memilih menu yang aku lupa namanya karena emang susah diingat dan aku asal milih, gitu. Songong banget, ya. Hahaha. Tanpa menunggu lama, pesananku datang. Dan perlu kamu tahu, para pelayan di sana, tuh, hanya mengantar menu saja. Sementara aku ngga bisa memasaknya meski semua alat dan juga bahan sudah tersedia. Kampungan banget, kan? 😆 😆 Parahnya, nih, ternyata sepupuku ini punya misi buat menertawakan aku di retso itu. Kan ngeselin banget. 😳

Kejadian seperti di atas ngga bakal kamu alami saat kulineran di BuldaQ Korean BBQ Purwokerto. Kamu akan mendapat pengalaman yang berbeda. Para waitress and waiter siap melayani penuh. Sekadar mendampingi, atau sekalian memasakan segala menu yang kamu pilih. Ini menyenangkan banget karena aku suka melihat atraksi masak-masak, gitu. 😛

Buat pemanasan, kami memesan tiga menu ringan ditawarkan oleh Mbak Dini (sebut saja Mbak Dini, biar makin akrab). Dua menu ringan yaitu sate seafood dan Ayam goreng bertabur wijen. Bhahaha. Emang ada makanan Korea macam itu? Ya ngga mungkin lah.

Seafood Skewers, Buldaq Skewers, dan Chicken Pop Corn Sauce

Seafood Skewers (isinya crab stick dan chikuwa) dan Buldaq Skewers (isinya crab ball dan sosis) adalah menu pertama yang keluar dari dapur BuldaQ. Makanan ringan ini cuma disajikan dua tusuk dalam satu porsi. Harganya ? 1.500 atau Rp 15.000 per porsi. Btw, ini pertama kali aku makan Chikuwa. Tetnyata asyik juga makan sate ini, kenyal-kenyal, gitu. Tambah nikmat lagi karena di tambah dengan mayonais.

Makanan ringan selanjutnya yaitu Chicken Pop Corn Sauce yang dibanderol dengan harga ? 2.300 atau Rp 23.000. Menu ini berisi daging ayam yang digoreng dengan tepung. Mirip-mirip kentucky, tapi yang ini ngga renyah. Aku cuma nyobain satu potong dowang yang rasa manis, ternyata kurang nendang karena aku ngga begitu doyan masakan manis. 😉 Beruntung ada Kimchi, asinan a la Korea, gitu. Cocok lah buat dicocol bareng si ayam, meski ini sebenarnya gandengannya si woosamgyeob. 😀

😆 Chijeu Chicken. 😆

Chijeu Chicken, ini menu sukses bikin aku bengong. Dalam satu plate sudah tersedia bahan untuk dimasak, ada ayam goreng, potato, dan mozarela. Si Mbak Dini ini membantu kami memasakannya. Ayam dengan ukuran sedang dipotong-potong terlebih dahulu, kemudian dengan lihai dia mencampurkan keju mozarela sampai akhirnya berwujud seperti permen karet.

Masakan Korea di Purwokerto

Kegirangan lihat Mbak Dinai masak ini…

Aku suka banget melihat atraksi saat memasak Chijeu Chicken. Pas bagian motong ayam, tuh, Mbak Dini terlihat begitu santai. Gunting dengan ukuran sedang dia pegang, menggunakan tangan kanan. Lalu di tangan kirinya mengapit daging ayam dengan alat penjepit, gitu. Dan Ayam pun siap digulung dengan permen karet mozarela. Hahaha. Gimana rasanya? Asinnya si mozarela dan pedas manis saus yang telah menempel di ayam, tuh, ternyata klop. Lebih greget karena ada mozarelanya.

Satu porsi Chijeu Chicken dibanderol dengan harga ? 8.000 atau Rp 80.000. Menu ini bisa buat ramai-ramai, ya. Soalnya bisa jadi sampai enam gulung, gitu.

😉 Woosamgyeob. 😉

Aku baru tahu bahwa, irisan daging sapi untuk menu makanan korea ternyata ada banyak pilihan. Daging murni tanpa lemak, misalnya. Kalau ngga salah ingat, daging ini ada dibagian perut Si Sapi. Beberapa pilihan BBQ Grilled antara lain; Wooseol, Galbi dan Woosamgyeob. Range harga antara Rp 60.000 sampai Rp 155.000 per porsi. Kalau mau nambah condiment atau bumbu lagi, tinggal bayar Rp 10.000 per porsi.

Makanan Korea di Purwokerto
Bahan-bahan buat woosamgyeob <—ini dibaca apaa? 😀

Kali ini aku nyobain Woosamgyeob. Irisan daging sapi dipanggang terlebih dahulu sampai matang atau setengah matang. Jangan lupa apinya kecilan saja, ya. Biar ngga gosong. Supaya sedikit ada aroma wangi, ditambah irisan bawang bombay. Awalnya aku ngga yakin bisa nelen daging sapi yang dipanggang itu, tapi setelah aku gulung dengan selada, lha kok enak tertandingi. Hahaha. Ini tip simpel buat yang ngga bisa makan daging sapi panggang utuh. Dibalut dengan selada, beres urusannya dan kamu akan mendapat pengalaman baru. 😆

😛 Budae Jjigae 😛

Budae Jigae, nama menunya bagus, ya. Bisa dibilang ini adalah Sup. Ya, sup a la Korea. Menu ini termasuk porsi besar, harganya pun lumayan, yaitu ? 9.900 atau Rp 99.000. Namun akan menjadi terjangkau bila dinikmati sampai lima orang. Iya, kami berlima ngroyong menu ini dan ngga habis. 😆 Iyalah pasti ngga habis, lihat saja menu-menu sebelumnya. Ada berapa menu yang sudah kami makan coba? Klengers, gengs! 😀

Budae Jigae ini adalah sup yang di dalamnya ada sayuran, bakso ikan, seafood, jamur, sebutir telur, dan mie. Semua bahan dimasak dengan nyala api kecil supaya lebih sedap, seperti halnya masak woosamgyeob. Kuah Budae Jigae terasa lebih gurih dan sedikit pedas saat ditambah dengan saus khas Korea. Eeemmmh…sekalinya makan-makan, ternyata ngabisin enam masakan korea. Kebayang kenyangnya, kan. Hahaha.

Abis kenyang karena makanan, kami minum green tea yang telah dipesan bareng-bareng. Minuman ini tak punya banyak rasa, tapi lumayan buat menyeimbangkan lidah yang sebelumnya telah lupa diri. 😆

Buat kamu yang punya agenda jalan-jalan ke Purwokerto, jangan lupa nyobain masakan Korea di BuldaQ Korean BBQ, ya. Buka tiap hari, lho. 😉

BuldaQ Korean BBQ

Lantai 1, Rita Supermall Purwokerto; Telp. (0281) 7773574.

Web: www.buldaq.com, Instagram: @buldaqq.bbq

Harga Makanan: Rp 15.000-155.000, Harga Minuman: Rp 14.000-Rp 46.000

Jam Operasional: setiap hari pukul 10.00-22.00

Festival Durian nDirun 2017

Kampung Durian. Mendengar namanya, para penikmat durian pasti tidak sabar ingin tahu dimana lokasinya. Ingin segera berburu atau memilih durian yang paling enak dan unggul. Daging buah dengan warna kuning dan tebal, serta biji buah cenderung kecil, mungkin ini menjadi salah satu kriteria durian yang akan dicari nantinya.

Berlokasi di Kabupaten Banjarnegara, ada kampung durian yang menawarkan 49 varietas durian. Tepatnya di Dusun Dirun, Desa Singamerta, Kecamatan Sigaluh, sentra durian kini makin terkenal. Terlebih buah dengan aroma harum yang khas ini, pernah menjadi juara 1 pada event DFI (Durian Fair Indonesia) di Jakarta pada tahun 2015. Prestasi ini sukses mengangkat potensi durian lokal, sekaligus ekonomi masyarakat nDirun.

Berangkat dari potensi lokal, seluruh petani durian nDirun sepakat mengadakan Festival Durian nDirun sebagai event tahunan. Tahun ini festival digelar pada tanggal 02 Juli 2017. Bertempat di Desa Dirun, festival yang didukung oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banjarnegara makin ramai karena promosinya cukup maksimal baik melaui media online, maupun offline seperti baliho.

FESTIVAL DURIAN NDIRUN BANJARNEGARA GAPURA MASUK
Gapura masuk…

Festival dimulai dengan acara kirab durian yang diikuti oleh Bupati Banjarnegara beserta Isteri, para anggota Forkopimda, Kakang Mbekayu Banjarnegara, Para Pengusaha, dan pemuda-pemudi setempat yang membawa durian. Selain itu, kesenian musik thek-thek “Singo Laras” turut mengawal kirab ini.

Pecah dan meriah. Kesenian thek-thek sukses memecah suasana perjalanan kirab yang dimulai dari gudang Pusri Singamerta, jalan utama provinsi, sampai lokasi Festival yaitu di atas SD N 1 Singamerta. Saking ramainya kirab ini, banyak kendaraan yang tiba-tiba membelokan arah, melewati gerbang durian raksasa. Tak salah lagi, mereka hendak turut meramaikan Festival Durian nDirun.

FESTIVAL DURIAN NDIRUN BANJARNEGARA PARADE
Parade Durian…

Wisatawan dan para tamu undangan pun siap menyambut kirab di depan panggung acara. Sesampainya di lokasi, durian yang telah dikirab diletakkan di depan panggung sebagai simbolis. Sementara para peserta kirab turut bergabung dengan tamu undangan, terkecuali Pak Bupati karena beliau langsung naik ke panggung acara.

Acara dibuka oleh Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono, ditandai dengan pemotongan tumpeng di atas panggung. Didampingi oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Pak Bupati memberi tumpengnya kepada Pak Trisno Winoto, selaku ketua panitia festival durian nDirun. Gong pun ditabuh sebagai tanda bahwa festival resmi dibuka.

FESTIVAL DURIAN NDIRUN BANJARNEGARA DURIAN BANJARNEGARA ACARA
Panggung Festival…

Berebut Gunungan Durian

Siang itu cuaca begitu panas, wisatawan yang datang pun makin banyak, memenuhi lokasi festival. Rasa-rasanya makin panas saat pembawa acara mengumumkan bahwa tak lama lagi akan ada kenduri durian atau makan durian bersama dan gratis!

“Pengunjung dan tamu undangan harap tenang.” Pak Udin dan Bu Widhi yang bertindak sebagai pembawa acara nampak was was karena pengunjung mulai berdesakan. Suasana yang tadinya meriah karena kesenian thek-thek kembali tampil, tiba-tiba menjadi sedikit gaduh. Terlebih setelah dipersilakan untuk mulai menikmati durian, pengunjung langsung berebut gunungan durian.

FESTIVAL DURIAN NDIRUN BANJARNEGARA GUNUNGAN DURIAN
Salah satu Gunungan Durian yang dipajang…

Ratusan durian ludes tak tersisa dalam sekejap. Meski durian masih diikat tali dalam gunungan, namun tidak menyurutkan pengunjung untuk berebut, mengambilnya tanpa alat. Padahal, panitia telah menyediakan pisau. Tapi nampaknya ini seperti sensasi dari kenduri durian. Senggol sana-sini, dapat satu butir, alhamdulillaah. Akhirnya bisa makan durian gratis, sambil mendengarkan lagu lawas yang didendangkan Kaos Plas. Nikmat sekali bagi mereka yang mendapat durian, ya.

nDirun Panen Rezeki

Gunungan durian habis dalam hitungan detik dan ternyata tidak semua pengunjung kebagian. Pak Rasno, misalnya. Wisatawan dari Cilacap yang sengaja datang pun hanya bisa ikut desak-desakan karena tangannya tidak sampai pada gunungan. Namun demikian, dia tidak merasa kecewa karena niat dari awal akan ikut lelang durian.

DURIAN NDIRUN BANJARNEGARA

Meski petani nDirun gagal panen durian tepat waktu, tetap saja mereka banjir rezeki saat festival. Ada bazar durian dan lelang durian on the spot.

Lelang untuk yang pertama dibuka oleh Bapak Bupati Banjarnegara. Durian yang dilelang yaitu Durian Dampit milik Pak Hadi Suprapto. Durian ini memiliki ciri khas, buahnya oval, dagingnya kuning dan tebal, rasanya pahit, manis, dan banyak isinya. Lelang dibuka dengan harga Rp 50,- untuk satu paket yang berisi 4 butir.

FESTIVAL DURIAN NDIRUN BANJARNEGARA LELANG DURIAN

Lelang Durian oleh Wakil Bupati…

FESTIVAL DURIAN NDIRUN BANJARNEGARA DURIAN BANJARNEGARA
Nama Duriannya unik, ya. 😀

Melihat isi durian, banyak yang tertarik untuk membelinya. Menawar dari harga Rp 400.000, sampai akhirnya lelang pertama dimenangkan oleh Direktur Bank BRI Cabang Banjarnegara dengan harga Rp 750.000,-.

Lelang durian ini luar biasa. Petani durian nDirun betul-betul panen rezeki karena harga deal saat lelang minimal Rp 600.000,-. Sedangkan harga normal durian nDirun, kisaran Rp 70.000-Rp 100.000 per butir. Sesekali dalam setahun, para pengusaha, para pejabat daerah, wisatawan, berbagi rezeki sekaligus menghargai petani durian ndirun.

Stand Serba Durian

Tak cukup pada buah yang utuh, panitia menyediakan stand khusus buat para inovator kuliner durian. Selain digunakan untuk bazar, ada banyak stand yang menawarkan olahan camilan dari durian. Kerupuk durian, pancake durian, kopi durian, dan masih banyak lagi jajanan yang beraromakan durian.

Sayang banget, lokasi festival terlalu sempit, dan jalan pun kurang lebar. Untuk dapat membeli pancake pun terpaksa harus berdesak-desakan karena jarak antar stand terlalu dekat. Belum lagi kopi durian, banyak yang antre ingin mencicipinya.

FESTIVAL DURIAN NDIRUN BANJARNEGARA OLAHAN DURIAN
Pancake Durian…

KERUPUK DURIAN

Festival Durian nDirun ditutup dengan penampilan terakhir dari band indi Kaos Plas. Penuh harap, semoga penyelenggaraan Festival Durian nDirun untuk tahun depan lebih baik lagi. Baik dari segi tempat, maupun pengamanan.

Ps. Artikel ini telah terbit di Majalah Candi, Edisi 68.

Kafe Serabine dan Diskon

Pernah ngga, kalian berantem sama pasangan karena hal remeh banget? Cuma dibilang pemburu diskon, terus berantem. Remeh banget, kan? Karena saking kesalnya, berantemnya cuma bisa main peluk, main dekap, main cium, unyel-unyel perut, sampai tabok-tabok punggung. Ini berantem apa kangenan? 😆

Ceritanya Sabtu lalu, suami izin main sama the gengs. Harusnya aku biasa aja, ya. Tinggal mengizinkan, gitu. Kan beres. Tapi ngga tahu kenapa, rasanya lagi pingin nyari musuh dalam selimut. Padahal hari itu juga, aku ada janji sama the gengskuw, vinslog, buat jajan bareng. Sepertinya menjelang pe-em-es, deh. 😀

Kami lagi sama-sama main gadget, terus dia nyeletuk. “Oooh…ada diskon. Pantesaaaan.”

“Maksud kamu?”

“Kamu mau jajan ke Serabine, kan? Pantesan mau ke sana. Lha wong lagi ada diskonan. Aku barusan lihat di akun instagram @serabine.co. Hahahaha.”

Jahaaat banget, kan. Isteri sendiri distempel basah pemburu diskon. Bukan membela diri, tapi aku datang ke Kafe Serabine bukan untuk berburu diskon. Asli. Memang sih, @serabine.co sedang bagi diskon nyampe 50% buat para pelanggannya. Tapi aku ngga kepikiran sampai berburu diskon di sana. Hahaha.

serabine (2)
Kafe Serabine…

Kafe Serabine buka dari hari Selasa-Minggu, mulai jam 11.00-22.00 WIB. Bersama teman-teman, aku datang ke sana jam 13.00 WIB. Hujan yang turun siang itu, sama sekali ngga menggoyahkan niatku untuk datang ke sana. Pun dengan teman-teman, meski beberapa dari mereka ada yang terlambat datang.

Sesampainya di halaman Kafe Serabine, aku langsung masuk lewat koridor depan tempat parkir. Padahal sebenarnya ini bukan pintu masuk. Ada tangga di sebelah kanan tempat parkir. Ini lah yang dijadikan jalan utama menuju lantai dua yaitu tempat Kafe Serabine berada.

Kafe ini dibagi menjadi dua ruang. Pertama yaitu ruang tertutup yang begitu asyik buat pepotoan, buat baca buku karena terdapat banyak koleksi buku si pemilik Kafe. Ruang ini juga sebenarnya area no smoking, tapi belum banyak yang tahu tentang ini. Makanya, ngga sedikit orang yang masih menikmati rokok di ruang ini.

kafe di banjarnegara
ruang utama kafe serabine…

Kedua yaitu ruang tebuka dengan view pemandangan lepas sungai serayu. Ada area no smoking, tersedia juga ruang khusus buat yang ingin merokok di ruang terbuka ini.

Eeh…FYI, kami datang ke sini karena diundang pihak Serabine buat nyicipin menu Serabi, bukan berburu diskon, ya. Hahaha. Kafe Serabine meawarkan menu utama yaitu jajanan tradisional yang berbahan dasar santan dan tepung, yaitu Serabi. Ada labih dari tujuh puluh pilihan menu Serabi yang sudah dikombinasi oleh Mbak Sarah, pencetus ide, cheff, sekaligus owner serabine. Dari tujuh puluh varian menu Serabine, kami memesan sembilan dowang. Yakali, mau pesan tujuh puluh, gitu. Hahaha.

pemandangan lepas
ruang terbuka, view lepas ke sungai serayu…

Tujuh puluh variasi menu serabi ini hanya berbeda toppingnya saja. Serabi topping Nutella, misalnya. Ada beberapa topping di sini, Nutella Keju, Nutella Keju Kacang, Nutella Oreo Es Krim dll dll. Kami memilih topping yang paling lengkap dari tiap varian. Nutella Keju Kacang, misalnya. Biar bisa merasakan semua dan mumpung lah, ya. Hahaha.

Serabi a la Kafe Serabine bentuknya seperti Martabak Mini. Sedikit cekung, lebih garing, dan berkerak. Menurut Mbak Sarah, sengaja dibuat sedikit berkerak agar toppingnya lebih rapih, ngga mudah mbleber. Dan betul, saat ada yang pesan Serabi Greentea Kacang Keju toppingnya utuh cantik.

kuliner di banjarnegara
serabi varian keju kacang cokelat…uwh
serabine
serabi sosis telur mozarella
serabine 2
serabine greentea kacang keju…

Kafe Serabine belum lama berdiri, kira-kira dua bulan yang lalu. Namun pelanggannya udah banyak. Selain dari sisi tempat yang bersih, rapih, dan tata ruang yang cakep, harga menu di sini sangat terjangkau. Menu serabi dibanderol dengan harga mulai dari Rp 2.000 sampai Rp 7.500. Tergolong murah kan, ya? Sedangkan minuman, paling mahal Rp 14.500. Sementara makanan berat seperti Nasi goreng, harganya Rp 12.000 per porsi.

Kebayang ngga, kalau misal dapat diskon 50% dari pembelian. Tambah murah kan, ya. Sementara ini, diskon yang diberikan baru diskon on the spot, belum berupa voucher diskon seperti saat promo restaurant, gitu. Kalau ngga salah, pemberian voucher ini termasuk salah satu strategi promosi juga. Dan menurutku, meski menu utama adalah Serabi, produknya layak untuk dipromosikan secara online. Apalagi, sudah melayani delivery order, makin ramai nantinya. Ngga ada salahnya juga produk Serabine dipromosikan di website daily deals macam BambiDeal yang menawarkan produk dan jasa dari sebuah toko dengan harga spesial.

serabine.co
sini nongkrong siniiii…

Kafe Serabine dapat memberi diskon seperti voucher diskon BambiDeal yang menggiurkan pelanggan. Promosi makanan dengan cara pemberian diskon ini katanya jauh lebih menarik ketimbang beli satu dapat dua. Eeeh…ini ujung-ujungnya ngomongin diskon juga. Heylow, Suamik. 😆 😆

Nyoba Masak Mie yang Pernah Kontroversial

Aku, tuh, termasuk penggemar mie instant. Rasa-rasanya, mie instant menjadi salah satu makanan yang cukup disukai oleh orang dewasa. Pasalnya, makanan yang biasanya dikonsumsi saat kondisi darurat ini, bisa diperoleh dengan mudah di warung, supermarket, minimarket atau bahkan di toko online. Selain mudah didapat, cara masaknya pun gampang.

Nah, mie instant yang belum lama ini aku cobain adalah Mie Samyang. Mie instant yang berasal dari Korea Selatan pernah menjadi kontroversi. Kalian pernah dengar, belum? Iyaa, aku udah tahu kalau mie ini pernah menjadi bahan perbincangan kelas dunia karena meragukan bagi kaum muslim. Halal atau Haram? Tapi tetap saja pingin nyobain masak. Apalagi tahu, kalau tersedia rasa extra pedas. Wuuuuw…ngga sabar!

Ramyun, sebutan mie instant di Korea Selatan, ini memiliki porsi yang lebih besar jika dibandingkan dengan mie instant asal Indonesia pada umumnya. Dalam Samyang Challenge, mie yang digunakan adalah mie instant rasa ayam pedas atau buldalk bokkeummyeon yang menurut seorang blogger dan reviewer ramen yaitu The Ramen Rater mengemukakan jika mie ini adalah mie instant terpedas ketiga yang ada di dunia. Tuuh, kaaan? Siapa yang ngge tergoda cobak. 😆

Ada 2 jenis rasa dari mie Instant Samyang ini yaitu spicy hot chicken ramen serta hot chicken ramen cheese. Untuk rasanya, jenis hot chicken ramen cheese masih jarang di temui di Indonesia. Alhamdulillaah pas kemarin belanja bulanan, ada rasa ini di etalase toko. Yaudah, gebet ajaa!

mie samyang
spicy hot, realy hot…

Eeeh, kalian harus tahu, mana Mie Samyang yang Halal dan Ngga, ya. Soalnya asli, ada yang ngga halal, gitu. Iya, walaupun mie dari Korea Selatan ini ada yang dilabeli dengan sertifikat halal, namun BPOM lewat surat edarannya pada tanggal 15 Juni 2017 mengemukakan, jika ditemukan mie merek Samyang yang mengandung babi.

Mie instant tersebut jenisnya adalah mie instant U-Dong dan Mie Instant Rasa Kimchi yang keduanya di import oleh PT. Koin Bumi. Karena hal tersebut, beberapa ramyun tersebut di tarik dari pasaran dan tidak sedikit orang yang lebih teliti untuk membedakan yang mana mie yang halal dan yang mengandung babi mengingat masyarakat di Indonesia mayoritas adalah Islam. Harus betul-betul teliti sebelum membeli, ya.

Nah, berikut ada beberapa cara yang dapat membedakan mana mie Samyang yang halal dan yang ngga, mengandung babi.

Pertama adalah dengan membaca kemasannya. Jika mie tersebut halal, maka akan ada sertifikasi halal yang diberikan oleh MUI. Dengan sertifikasi tersebut menunjukkan jika mie asal Korea Selatan tersebut sebelum dijual dipasaran sudah di tes atau dicek terlebih dahulu apakah ada kandungan babi atau kandungan lainnya yang dilarang untuk dikonsumsi atau tidak.

Mie rasa cheese hot chichen ramen dan spicy hot chicken ramen bahkan sudah mengantongi halal dari KMF atau Korea Muslim Federation, sehingga halal untuk dikonsumsi.

Ada beberapa jenis mie dari Samyang yang melabeli kemasan mie instant tersebut dengan sertifikasi halal dari MUI. Namun ada juga yang tidak menggunakan sertifikasi tersebut atau tidak menemukan sertifikasi tersebut namun ada cap atau stempel dari KMF dan biasanya mie tersebut dijual di Malaysia ataupun Singapura. Jadi nih ya, jika ada yang menggunakan lambang KMF berarti importirnya dari Singapura atau Malaysia. Jangan panik duluu.

mie samyang halal
Pedesnya gilaak…

Kedua adalah lihat perusahaan yang mengeluarkan atau dari mana mie tersebut. Perusahaan yang menjadi importir mie instant samyang adalah PT Koin Bumi. Sedangkan perusahaan PT Korinus yang juga merupakan importir tersebut, mengeluarkan mie dari Samyang yang halal. Mudahnya, kamu cari tahu lebih dahulu mie dari perusahaan mana yang ditarik produknya sesuai dengan surat peredaran dari BPOM dan hindari jenis mie yang dilarang tersebut.

Ketiga adalah baca komposisi atau ingredient-nya. Mie Samyang yang mengandung babi pada umumnya menggunakan bahasa Korea untuk menuliskan komposisi atau yang lainnya. Sedangkan yang halal adalah yang menggunakan bahasa Indonesia untuk tulisan pada kemasannya. Catet nih, jangan lupa.

Terakhir nih, hindari mie yang mengandung kata ‘Dwaejigogi’ yang artinya adalah daging babi. Jadi, kata tersebut yang biasanya tertulis pada kemasan, sebaiknya hindari. Kecuali jika kamu merasa tidak masalah untuk mengkonsumsi mie yang mengandung daging babi. No problem.

Dan tahu ngga, pas aku mencicipi Mie Samyang yang spicy hot chicken, rasa pedasnya benar-benar nampol! Aku ngga yang pada dasarnya suka pedas, ngga berani menghabiskannya. Jangankan menghabiskan, ambil seperempatnya saja ngga berani. Cuma dua sendok saja nyaliku. 😀

Menilik Pembuatan Nopia di Dapur Pak Narwan

Kalian pernah mendengar orang jualan es krim keliling kampung? Es krim enak, dua ribu rupiah. Rasa tobeli, vanila, moca, melon. 😆 😛 😛 Ngga tahu kenapa, saat diajak ke rumah produksi Nopia, tiba-tiba aku pingin banget teriak gini: “Nopia…enaak…rasa cokelat, rasa durian, rasa brambang, rasa gula merah. Gulanya asli. Aman buat Si Kecil” 😆 😀 Ini datang-datang songong amat, ya. Bisa-bisa kualat dan kena marah Pak Narwan beserta jajaran warga Banyumas kalau teriak-teriak di depan rumahnya. 😀

Acara #JuguranBloggerIndonesia yang diselenggarakan di Kabupaten Banyumas sukses menambah pengetahuanku. Salah satunya yaitu tentang Nopia yang ternyata adalah penganan favoritku. 😆

Ya, aku baru tahu saat itu juga kalau nama penganan yang aku sukai sejak kecil bernama Nopia. Bahkan saat Tante kelinci memastikan ketidaktahuanku tentang Nopia, dia nampak heran karena Nopia ini termasuk deretan jajanan hits di Banyumas dan juga masuk daftar oleh-oleh khas Banyumas.

“Serius? Masak ngga tahu Nopia, sih!” Geregeet pun sampai muncul. 😆

KEMASAN NOPIA BANYUMAS
Kemasannya menarik, ya…

Masuk dapur Nopia Pak Narwan yang telah berdiri semenjak Tahun 1987, Yasmin langsung nyelonong menuju ruang tengah. Anak itu memang lagi gesit-gesitnya. Aku pun mengejarnya, lalu menangkapnya. Takut bikin onaar. Hahaha. Di sini lah Nopia mulai diproses oleh tangan-tangan yang handal, penuh ketelatenan. Dari tangan terampil mereka, tiap hari dapat memproduksi 2.000 lebih Mino tiap pekerja. Saat itu, di ruang ini ada empat pekerja. Banyak juga produksi tiap harinya, ya.

Aku mulai terheran-heran saat melihat penganan ini ternyata berbentuk bulat kecil persis bakpia Yogya. Sampai sini, aku memastikan kepada Tante kelinci bahwa yang sedang aku lihat adalah bakpia versi Banyumas.

NOPIA BANYUMAS
Mirip Bakpia banget, kaaan?

“Kalau yang ini aku tahu. Ini kan Bakpia, ih.” Aku mencoba konfirmasi kepadanya yang mulai sibuk dengan IG Stories.

“Bukaaaan! Ini bukan bakpia, cuma mirip dowang pas belum mateng.” Pembantahan dari Blogger yang punya jimat warna merah itu, sontak membuatku makin penasaran dengan Nopia. Padahal sudah di rumah produksi, tapi masih penasaran. Hahaha. Aku pun lanjut keliling untuk tahu lebih detil proses pembuatan Nopia.

Dapur Pak Narwan atau rumah produksi Nopia ngga terlalu luas. Terbagi menjadi tiga ruang, dan ruang kedua yaitu ruang produksi awal dimana para karyawan memasukan isi ke dalam Nopia. Ya, proses pembuatan Nopia dimulai dari sebuah adonan yang dibentuk bulat. Pembentukannya dibedakan menjadi dua, yaitu bulat kecil yang memiliki nama Mino (Mini Nopia) dan bulat besar dengan nama Nopia.

PEMBUATAN MINI NOPIA
Ini lagi diisi rasa, biar hidup makin istimewa… 😀

Setelah dibentuk, bulatan tersebut dibiarkan selama satu malam supaya kalis, punel, menul-menul kayak pipi Yasmin. Paginya, barulah diberi isi seperti gula merah, durian, cokelat, atau brambang (abon). Empat isian ini menjadikan Nopia kaya akan rasa dan membuat penggemarnya bisa gonta-ganti memilih rasa. Ngga melulu rasa nyeri di hati, atau rasa pilu karena rindu. 😀

Dari sini aku mulai pingin lihat hasilnya. Bertanya kepada Mas Yono yang sedang memasukan isi Nopia rasa gula jawa, ternyata Nopia dan Mino yang siap makan ada di ruang depan. Yaudah permisi, aku langsung menuju ruang depan dan izin kepada si empunya untuk mengambil satu Mino yang masih digelar di atas tampah (wadah).

“Yasalaam…ini mah Ndog Dinosaurus, namanya.” Batinku saat itu. Aku tahu banget penganan ini laaaah. Secara termasuk penganan favoritku semenjak semenjak kecil. *diperjalas lagi* hahaha Jadi emang beneran, awal adonan masih bulat agak pipih memang mirip bakpia. Tapi setelah dipanggang, ternyata si Nopia ini punya punggung mirip kura-kura, gitu. 😆

DITEMPEL DI GENTONG
Ini ovennya…Eh, Gentong yang very HOT!

Udah melihat hasilnya, mencicipinya juga, sekarang giliran penasaran dengan oven yang buat manggang si Mino. Gimana ngga penasaran, bulatan yang tadinya rata, berubah menjadi punya punggung kura-kura. 😆 😆 Belum lagi, jumlah produksinya kan banyak, penasaran juga segede apa ovennya. Melunasi rasa penasaran, aku menuju ruang paling belakang, ruang khusus untuk barbeque. *eh

Oven, alat canggih untuk memanggang. Nopia dan Mino ngga keluar dari alat canggih tersebut. Sebuah gentong yang menurutku mirip kurungan ayam karena luarnya terbuat dari bambu, di sini lah si manis Nopia dipanggang. Sederet berisi kira-kira sepuluh Mino, lalu ditempel di dalam gentong yang dalamnya terbuat dari tanah liat. Lalu kenapa Mino bisa punya punggung? Ternyata karena nempelnya ngga satu per satu, Cyiint. Langsung sederet, dan agak ditekan supaya nempel kuat di dinding gentong. Makanya bagian depan lebih tinggi, ngga datar lagi.

GENTONG NOPIA BANYUMAS
Nempelnya telaten banget…

Btw, ruangan ini panas banget. VERY VERY HOT! Jangan coba-coba berdiri lama-lama di ruang ini kalau bukan ahlinya. Soalnya keringat bakal gobyos! Di sini aku hanya bertahan beberapa detik dowang. Selanjutnya duduk-duduk cantik di ruang utama atau tempat untuk mengemas Nopia.

Bagi kalian yang sedang di Banyumas dan temannya suka minta oleh-oleh, beliin aja Nopia atau Mino yang punya label Pak Narwan. Harga untuk 300 gram Mino Rp 13.000 rupiah. Sedangkan untuk Nopia, Rp 20.000 rupiah per 300 gram. Pemesanan bisa langsung lewat telepon (0281) 796412. Kalian bisa juga datang langsung ke Rumah Produksi Nopia Pak Narwan yang beralamat di jalan Jaya Serayu No. 88, Banyumas, sekalian melihat proses pembuatannya.

Oleholeh khas banyumas
Hayoook…pilih Nopia, Mino, atau KAMI? Bungkuuuus! 😛

Eeeh…ini sudah terpecahkan, kenapa Nopia dan Mino punya punggung. Karena cara meletakkannya bukan pada sisi bulatan yang datar, melainkan samping kanan atau kiri bulatan. Jadilah si Nopia dan Mino melendung. Hahaha…sumpah, paragraf ini penting banget. 😀

🙂 Catatan Perjalanan “Juguran Blogger Indonesia 2017” kerjasama antara Komunitas Blogger Banyumas dengan Bappeda Litbang Banyumas dan didukung oleh  Bank Indonesia Perwakilan Purwokerto. Makasih buat PANDI, @fourteen_adv, @lojadecafe, dan Hotel Santika Purwokerto yang turut mendukung acara ini. 🙂

Credit photos: Om Indra.

 

Culinary Iwak Gemuruh, Spesialis Kuliner Serba Ikan 

Culinary Iwak Gemuruh, Spesialis Kuliner Serba Ikan – Setidaknya, aku punya seorang teman perempuam yang ngga doyan daging; ayam, sapi, dan kambing. Sama sekali enggak doyan. Mau diolah seenak apa pun enggak bakal doyan.

Selain daging, dia juga agak susah kalau diajak makan seafood. Ngga bakal habis satu porsi. Bisa dibilang hanya ambil dua sampai tiga ekor udang, cumi, atau seafood lainnya yang udah dipesan. Selebihnya, aku yang menghabiskan. Asyik ya, punya teman macam ini. Hahaha. Milzana, namanya.

Sebagai teman baik, tiap kali kami ngedate, aku lebih sering mengajaknya kulineran ke warung yang menyediakan ikan. Biasanya sih di Saung Bu Mansur karena di sana menyediakan menu ikan Gurameh yang endeus. Ya…meski dia jarang memesan ikan, tapi setidaknya aku telah memberi pilihan terbaik untuknya. Qiqiqi.

Selain Saung Bu Mansur, ternyata sekarang ada Culinary “Iwak” yang juga menawarkan menu. Kabar baiknya, di sini banyak menu iwak atau ikan. Tidak terbatas pada Gurameh. Bisa dibilang, Culinary “Iwak” ini spesialis kuliner serba ikan. Kubilang spesialis karena di sini lebih dominan menyediakan kuliner ikan seperti: Iwak Kali, Betutu, Lele, Bawal, Gurameh, Mujahir, Nila, dll.

CULINARY IWAK GEMURUH BANJARNGARA 2

FYI, iwak dalam tanda kutip bukan berarti punya maksud lain. Arti nama warung yang terdiri dari dua kata, dan dua bahasa yaitu culinary yang berarti kuliner, sedangkan “iwak” diambil dari bahasa jawa yang berarti ikan air tawar. Menggunakan tanda kutip karena bukan dari bahasa nasional, melainkan bahasa daerah. Lidah mbanjar mbanget pokoke. *asli, ini penting banget dibahas* *padahal masih mungkin* *belum tanya pemiliknya* 😆

Ihh…tiba-tiba ngomongin Culinary “Iwak” Gemuruh

Sebelum mengajak Milzana ke sini, aku dan suami terlebih dahulu nyobain kulineran di sini. Bukan tanpa sebab, kami datang ke tempat makan yang lokasinya cukup jauh dari tengah kota, kurang lebih 2 km. Akhir bulan Maret, ada acara meet up bareng Blogger Banjarnegara yang bertempat di Culinary “Iwak”.

Kami, tuh, belum pernah singgah di sini. Tapi, karena tahu lokasi tepatnya, yaitu kurang lebuh 50 meter sebelum Perumahan Gemuruh Griya Indah, kami pun mudah mencarinya. Apalagi aku tahu, sebelum Culinary “Iwak” berdiri, tempat ini dimanfaatkan sebagai pasar ikan Gemuruh.

CULINARY IWAK GEMURUH

“Pokoknya kanan jalan dari arah timur, setelah SMA Bawang, eks. pasar ikan Gemuruh.” Kataku kepada suami yang saat itu mengantarkanku, sekaligus hendak turut acara. Kurasa sudah cukup detail, tapi Suami masih belum paham, dong. Maklumin saja, ya, karena sampai sekarang dia masih belum hafal rute jalan di Banjarnegara. Jadi, kalau punya rencana main seputar Banjarnegara, aku ada di belakang, tapi sebagai sopir. “Nggemesin” banget, kan. Hahaha.

Kenapa Memilih Culinary Iwak Gemuruh?

Alasan utama karena tempatnya cocok banget buat kumpul bersama empat belas orang Blogger. Ini bukan tentang luasnya, tapi karena ruang terbuka, gitu. Ngumpul Blogger di ruang terbuka terasa lebih santai, dan segar. Terlebih, ditambah suguhan hamparan persawahan yang baru banget ditanami padi. Segeer, padhang njembrang!

Tempat seperti ini ternyata mempengaruhi semangat juga berdiskusi, ya. Jauh dari kata bosan, dan malah makin seru. Apalagi setelah menikmati ikan bakar, cocol sambal pedas, lengkap dengan urab daun ketela. Lidah dan perut betul-betul dimanjakan.

Alasan berikutnya, karena harga menu makanan cukup terjangkau. Kulihat di daftar menu, harga termahal untuk seporsi menu ikan yaitu Rp 20.000 per porsi. Kecuali Ikan Gurameh yang dihitung dengan harga beli per ons. Camilan seperti nugget ikan, harganya Rp 15.000 per porsi, dan ini camilan paling mahal di Culinary “Iwak”. Ngga bikin dompet kosong banget lah, ya.

Kemudian, yang menarik dari Culinary “Iwak”, selain makan-makan, pengunjung bisa santai di Kedai Kopi yang menawarkan berbagai macam kopi lokal, kopi yang dipanen dari berbagai penjuru Desa di Banjarnegara. Kedai Kopi Sabin, namanya. Pengunjung tinggal pilih; cukup menikmati kopi, perlu makan-makan, atau makan dan setelahnya ngopi-ngopi. 😀 Jarang, kan, tempat makan yang sekaligus ada kedai kopinya.

Lalu, Gimana dengan Fasilitasnya?

Memang, tempat ini eks. Pasar Ikan Gemuruh, namun fasilitas penting a la warung makan termasuk cukup, meski masih sederhana, dan seadanya. Mushola, misalnya. Mungkin pengunjung cukup susah menemukan Mushala di sini. Selain ngga ada tanda semacam kubah, pemilik Culinary “Iwak” belum membuat papan sign board yang dapat digunakan sebagai petunjuk menuju Mushola.

Aku juga awalnya cukup meraba buat mencarai Mushala karena diskusi waktu itu ternyata sampai sore. Tapi setelah bertemu dengan seorang Ibu yang sedang membakar ikan di sebelah Kedai, aku jadi tahu letak Mushala. Dan ternyata, fasilitas lain seperti: tempat wudhu, tempat cuci tangan, toilet, ada di di belakang Mushola. 😆 😀

CULINARY IWAK GEMURUH BANJARNGARA

Terlepas dari fasilitas yang masih seadanya, luasnya tempat parkir dan mudahnya akses menuju tempat makan ini menjadi kelebihan dari Culinary Iwak. Kendaraan dapat parkir di samping atau di depan warung. Jangan lupa helm di bawa masuk, dan ditaruh pada tempatnya yang terletak di pintu masuk supaya lebih tenang, dan aman. 🙂

Btw nih, ya. Kabupaten Banjarnegara masih terus mengembangkan sistem pengelolaan budi daya ikan air tawar di lahan sawah pertanian padi atau biasa dikenal dengan istilah minapadi. Ini betul-betul program bagus karena area persawahan di Kabupaten Banjarnegara masih tergolong luas. Selain hasilnya nanti dapat dijual, setidaknya pemerintah juga turut menyemangati program yang telah dicanangkan pemerintah yaitu Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARI).

Warung makan seperti Culinary Iwak ini rekomendasi bagi kalian yang ingin mencicipi beragam menu ikan yang merupakan bahan pangan sehat yang bergizi tinggi. Tersedia juga aneka menu khas Desa seperti Nasi Jagung, lengkap dengan urab. Di sini juga menyediakan menu Ayam, kok. Cocok lah buat ngajak Milzana ngedate. 😛 😛

Culinary Iwak Gemuruh, Banjarnegara.

  • Alamat: Jl. Raya Gemuruh (50 meter sebelum Perumahan Gemuruh Griya Indah)
  • Pemesanan: 0853 2727 0707 atau 0822 2635 5594 (Elly)
  • Jam buka: 09.00-22.00 WIB
  • Instagram: @culinary_iwak