Gunakan Smartphone, Cara Mudah Promosi Kuliner Nusantara

ultah-gandjelrel-2th

Tiga laki-laki duduk berjejer di sebelah kananku. Mas Nur, Mas Uje, dan Mas Castro, mereka adalah teman  baikku yang kini makin asyik dengan pekerjaannya sebagai Jurnalis.

Tak ada hujan, apalagi pelangi, mereka tiba-tiba datang ke tempat kerjaku saat jam istirahat tiba. Artinya, aku harus prihatin dulu. Ngga kulineran sejenak. 😉

Ah…tak mengapa, karena saat itu belum ada rencana mau hunting kuliner apa, dan dimana. Tau sendiri, segala apa yang sudah direncanakan, dan ngga terlaksana, biasanya bikin batin perih. Apalagi kalau menyangkut kebahagiaan perut. Hayati bakal guling-guling tak berkesudahan. 😀

Bercerita, ngobrol asyik ngetan ngulon, ujung-ujungnya yang dibahas adalah kuliner. 😆 Ini memang pada doyan makan, ya. Alhamdulillaah dong, masih semangat makan tandanya sehat. 😉 Cuma bedanya, aku doyan makan, lalu dipamerin hasil buruan kuliner di media sosial, dan juga blog. Sementara mereka, ngga begitu doyan makan tapi hampir tiap hari mencari informasi kuliner untuk dijadikan bahan tulisan di koran. 😆 😆 Jadi, ngobrolnya memang punya tujuan, ya. Bermanfaat, ngga gosipin pilkada muluu. Wkwkwk

Disela-sela obrolan…

Kamu masih setia pakai Smartphone ASUS untuk motret, Dah?”  Tanya Mas Nur dengan ekspresi wajah tengil setengah meledek.

~Perjalanan ke Boyolali dan Soto Sedeep~ . Ada alasan-alasan pasti untuk kembali singgah ke Soto Sedeep. Yang pasti menu, rasa, harga, dan fasilitas umum menjadikan rumah makan ini salah satu langganan saat menuju timur , atau kembali ke barat lewat Jl. Jambu. . ? Soto Ayam Kampung ? Rp 9.500 per porsi ? Jl. Magelang Km. 5-Jl. Raya Jambu-Ambarawa . #RumahMakan #SotoSedeep #SotoGurih #KulinerSoto #SotoWAR #KulinerAmbarawa #Culinary #Icip2Cerdas #IdahnJajan

A post shared by Idah (@idahceris) on

Oooooo tentuuuuuuuu…” Jawabku tanpa ragu. Beuuh…mentang-mentang kameranya  level sepuluh *emangmakicih*, dia selalu saja punya cara untuk meledekku. Maaph bangeeeet, aku sudah terlanjur nyaman motret pakai smartphone ASUS baik saat piknik, maupun  wisata kuliner. Aku lebih mengandalkan kamera smartphone.

Ooo…ternyata pakai smartphone ASUS. Bening juga hasil jepretannya, ya. Kirain pakai kamera model gini. Tambah Mas Castro sembari menyodorkan kamera SLR yang nyaris tak pernah lepas dari lehernya. Berasa kalung seberat satu kilo ya, Mas. 😛

Hari gini mau kulineran harus membawa kamera gede, gitu? Kelamaan. Iyaa kelamaan, soalnya aku belum punya. Hahaha. Lagipula, jepret kuliner pakai smartphone hasilnya ngga kalah bagus dengan kamera SLR, kok. Apalagi kalau smartphonenya ASUS ZenFone series. Kulineran terasa lengkap. Selesai jepret, tinggal nyalain paket data selular, langsung unggah makanan di Instagram.

Share hasil foto kuliner disertai caption yang informatif. Ini aku banget, deh. Coba follow instagramku @idahceris. Asli, itu hobiku banget. *promoterselubung* Hihihi

Saat melihat satu persatu hasil jepret kuliner di akun instagramku, Mas Uje pun mengomentarinya. Menurutnya, ada beberapa foto yang angle-nya kurang greget. Duuh, mana kupaham tentang angle, ya. Seketika, aku pun ingin belajar angle-angle syalalala kepada para Jurnalis itu. Qiqiqi

Belum mulai minta diajarin angle, mereka ingin melihat hasil jepretan kuliner secara langsung di smartphone ASUS. Woyoooooh! Yaudah, aku kasih lihat hasil jepretan kuliner menggunakan ASUS ZenFone 6 dengan menginformasikan mode-mode yang kupakai untuk motret kuliner.

Dari total 18 mode pada settingan kamera belakang ASUS ZenFone, aku lebih sering mengandalkan tiga mode ini untuk foto kuliner.

Mode Auto 

Ini andalan banget. Mode yang kerap kupakai untuk foto kuliner. Tinggal jepret tanpa perlu nahan napas berdetik-detik, hasil sudah cukup bagus. Sekali kedip, hasilnya langsung dapat diunggah di sosial media, atau blog. Mudah banget, ya.

kamera-asus
Pempek, kuliner khas Palembang favorit banget. . .

Kelebihan Mode Auto, pengguna tidak perlu mengatur pencahayaan, fokus, dan lain sebagainya karena semua pengaturan sudah dilakukan secara otomatis oleh kamera smartphone ASUS ZenFone.

Btw, potret di atas adalah Pempek, kuliner khas Palembang yang kini bisa juga dinikmati di Banjarnegara. Inu Pempek paling hits se Banjarnegara, lho. Memang, rasa tengiri kurang nampol, tapi gurihnya Pempek bikin aku kerap balik ke gerobak Mbah Badari. Hihihi

Mode Miniature

mode-miniatur-asus-zenfone
Mode Miniature dengan bentuk fokus memanjang…

Ini mode andalan kedua. Jika ada beberapa objek di meja, dan aku hanya ingin fokus pada kulinernya saja, aku cukup menggunakan Mode Miniature. Pengguna bisa dengan mudah mengatur luas area objek kuliner yang akan dibuat fokus. Coba perhatikan titik garis yang ada pada layar kamera.

Ada dua model fokus yang disediakan yaitu bentuk lingkaran dan bentuk memanjang. Keduanya bisa digeser menyesuaikan objek yang akan difokuskan. Selain fokus objek, terdapat juga pengaturan untuk ketajaman objek, dan pencahayaan.

contoh-mode-miniatur-asus-zenfone
Mie Aceh ada di Banjarnegara! 🙂

Omong-omong, mode miniature ini kerap bikin aku bahagia karena hasil jepretan dengan mode ini, tuh, seakan-akan udah jago jepret foto kuliner. Padahal cukup gonta-ganti mode saja. 😀

FYI, ini kuliner Nusantara khas Aceh. Mie Aceh, namanya. Dulu, pertama makan Mie Aceh tuh di Tebet. Mie Aceh Jali-Jali. Sekarang kalau lidah kangen Mie Aceh, cukup mampir ke warung Bang Alba yang standby di depan Masjid Agung An-Nur Banjarnegara.

Mode Depth Of Field

Waainiii…Mode Depth Of Field (DOF) kamera smartphone ASUS ZenFone yang nyenengin. Tanpa pengaturan rumit, pengguna bisa menciptakan efek latar belakang blur.

mode-depth-of-field-asus-zenfone
Perlu nahan napah kalau pakai mode ini. . .wkwkwk

Yang perlu diperhatikan ketika menggunakan mode ini, saat memotret sedapat mungkin tenang, karena kamera akan mengambil gambar sebanyak dua kali jepretan. Kenapa dua kali? Karena cara kerjanya juga dua kali. Jepretan pertama yaitu untuk menangkap objek dengan fokus, dan jepretan kedua untuk membuat latar belakang blur.

A post shared by Idah (@idahceris) on

Selain tenang, selama proses pemotretan, usahakan tangan jangan bergerak, tetap stabil agar hasil foto maksimal. Jika Mode Auto tetap bisa berjalan tanpa menahan napas, maka pada mode aku kerap menahan napas beberapa detik sampai kamera kembali pada posisi semula alias standby. Ngga lama kok, hanya 3-4 detik.

Kenapa harus menyematkan foto saat promosi kuliner?

Jawabannya simpel banget! Karena pastinya akan terasa hambar, kurang informatif, jika mengunggah informasi kuliner tanpa ada visualisasi. Kurang greget, dan kurang meyakinkan juga, kan.

Kalian mau ngomong Mie Aceh Bang Alba enak banget, tapi ngga memperlihatkan foto kulinernya, yang lihat ngga bisa turut menikmati, dong. 😛 Lagipula ASUS sudah mendesain smartphone canggih, kenapa ngga memanfaatkannya?

Selain itu, sekarang kuliner Nusantara dapat dijumpai hampir di tiap kota. Di Banjarnegara, misalnya. Cukup banyak kuliner khas Nusantara bertebaran di kota kelahiranku ini. Tapi, belum banyak orang tahu tempat atau lokasi yang menjual kuliner enak, baik kuliner khas Banjarnegara, maupun khas Nusantara. Padahal, sekarang makin beragam kuliner di sini, lho. Asli.

Nah, dengan menyematkan atau mengupload foto, baik di akun media sosial, blog, atau media online lainnya, kuliner khas Nusantara bisa lebih dikenal banyak orang. Ini salah satu cara mudah memperkenalkan kuliner Nusantara lewat dunia online.

Gimana? Ternyata semudah ini mempromosikan kuliner Nusantara, ya. Semudah ini juga cara pamer, sekaligus memperkenalkan kuliner ke khalayak followers khususnya, dan pengguna internet umumnya.

Kalau kuliner Nusantara makin banyak dikenal orang, turut bangga, kan? Apalagi ngehitsnya sampai kancah dunia. Uwwwh…;)

Lalu, kenapa pakai ASUS ZenFone Series?

Jawabannya juga gampang banget! Karena mode kamera pada ASUS ZenFone ngga bikin ribet pengguna. By the way, ASUS menyematkan teknologi yang sama di semua seri Zenfone, yaitu ASUS PixelMaster Camera.

PixelMaster adalah sebentuk teknologi yang dikembangkan ASUS untuk kamera smartphone dengan menggabungkan tiga unsur, yakni software, hardware, dan desain lensa. Nah, karena teknologi ini lah hasil foto dan video yang diambil menggunakan smartphone ASUS bisa dibilang memuaskan. Ngga pandang siang, maupun malam.

DELAPAN BELAS Mode Kamera milik ASUS ZenFone. KECEEE!

Selain tiga mode yang sudah kutulis di atas, 15 mode lainnya juga sering kupakai. Wefie bersama keluarga, dan atau teman, misalnya. Tentu hasilnya makcling banget dengan mode kamera beautification, dong. Mode lain juga bersahabat banget jika digunakan pas piknik. Buat pepotoan objek wisata dengan mode panorama juga cantik banget karena dapat menghasilkan foto seluas 360 derajat. *njerit*

Motret pas malam hari juga hasilnya tetap bagus dengan mode night dan low light. Pokokya, ngga bakal bingung motret kalau pakai kamera smartphone ASUS.

Ternyata promosi kuliner itu gampang banget, ya!

Betuuullll. Cukup berbekal smartphone yang mumpuni seperti ASUS ZenFone dan Internet, promosi kuliner makin mudah. Mengenalkan kuliner Nusantara lewat media online semudah minta uang kepada suami. 😛 Iyaaa kan, Ayaah? Awal bulan, lho. 😆 😆

contoh-mode-dof-asus-zenfone
Sate Gombong di Banjarnegara pake mode Depth Of Field. Ngeblur bekgrooon. . .

Btw, apakah aku juga cuap-cuap sepanjang ini di depan para Jurnalis? Kagak laaah! Bisa-bisa aku ngga makan siang, ngga kulineran. 😀 Aku ngasih tahu hasil foto-fotonya, sama penggunaan mode yang pas. Kalau tulisan panjang ini ya buat bacaan kalian yang mau pada baca. Hahaha. 😛 😛

Makasih atas sharingnya, Mas Castro, Mas Uje, dan Mas Nur. Kapan-kapan, hunting kuliner bareng seru kalik, ya. Sambil belajar jepret kuliner dengan angel syalala, gitu. 🙂

Artikel ini diikutsertakan pada Blogging Competition Jepret Kuliner Nusantara dengan Smartphone yang diselenggarakan oleh Gandjel Rel

Aw, Ternyata Ada Kumpulan Resep Masakan Praktis

Gimana kalau BuIbu yang tiap hari langganan masakan catering, tiba-tiba suami atau anak minta dimasakin sesuai keinginan mereka? Kalau suami yang minta, sih, bisa kubelokkan ke ranjang. Nah ini, kalau nantinya Jasmine sudah mulai minta dibikinin makanan, atau camilan, sepertinya susah untuk menolak.  😀

Yakali…anak minta dibuatin makanan pasti ngga setiap hari. Apalagi kalau sudah kenal sama cikimiki, rotaro, toscito, yang bumbunya saja bikin nagih, gurihnya tak tertandingi. Bisa jadi akan berbalik, orang tua gigih menawarkan camilan homemade dengan dalih pingin anaknya makan makanan yang higienis. Qiqiqi

“Jasmine pingin Fuyunghai, tapi Ibu yang buat. Bukan koki Dapoer Central.” Entah mengetest Ibunya, atau memang ingin dimasakin. 😛 Ketika anak minta dimasakin makanan yang tak biasa, pusing, ngga?

Ya ngga laaah, ya! Sorry, sekarang kan udah zamannya #okegoogle, ngapain sampai pusiang hanya karena ngga tahu cara buat Fuyunghai. Hanya bakwan gedee, gituuu? Keciiiil! Ngga usah sampai terlihat bingung, apalagi gemetar di depan anak karena minta dibuatin camilan atau makanan favoritnya. Manfaatkan internet, tanya ke google atau langsung cari situs resep masakan lengkap. Syukur-syukur situsnya bisa digunakan sebagai acuan tiap hari. Sebagai rujukan.

Omong-omong, situs website yang bagus biasanya akan menjadi rujukan para pembacanya. Ya…meski kriteria bagus itu beragam, tapi setidaknya mudah dipahami dan simpel. Seperti situs website yang menyajikan informasi resep makanan. Untuk rujukan resep makanan, aku memilih website Resepkoki.co.

 

Foto kiriman CERIS Family (@cerisfamily) pada

Resepkoki.co adalah situs kumpulan resep-resep masakan Indonesia dan dunia. Resep Koki ini mengedepankan resep masakan yang mudah dan praktis. Cocok banget buat remaja, BuIbu yang lagi senang-senangnya belajar masak. Buat yang ngga terlalu suka dengan penyedap rasa, resep-resep di Resep Koki ini pas banget menjadi rujukan karena mereka meminimalkan penggunana penyedap rasa. 😉

Kenapa Resep Koki?

Pertama, karena  praktis.

Cukup pekerjaan kantor saja yang kadang susah dicari solusinya. Usahakan mencari resep makanan yang praktis. Baik dari segi bahan, maupun cara membuatnya. Di ResepKoki, resep-resep yang ada tuh serba praktis. Namun, hasilnya tidak kalah dengan menu masakan cateringan lah, ya. Bahan minimalis, hasil maksimal.

fuyunghai-resep-koki
Yang praktis gini yang dicari…

Kedua, banyak variasi menu masakan dan camilan.

Di rumahku, lauk yang bernama Tahu, Tempe, hampir tiap hari ada di meja makan. Sejauh ini, sih, apa yang ada di meja makan, diambil. Apapun hasilnya. Tapi setelah melihat variasi menu masakan, lauk yang ada di Resep Koki, rasanya pingin berkerasi. Ya…meski bahan dasarnya masi seputar tahu, tempe, telor, daging, tapi kalau bentuknya makin menarik, kan, lebih enak dilihat. *eh*

Ketiga, ada menu untuk anak-anak.

Yeeees! Resep koki bakal menjadi rujukan banget. Secara, di websitenya tersedia kreasi menu masakan dan camilan untuk anak-anak. Resep kue, puding, misalnya. Beragam banget. Udah gitu, bahan yang dibutuhkan mudah dicari. Coba saja klik halaman resep untuk anak. Ada banyak pilihan menu makanan untuk si kecil.

Keempat, website Resep Koki “ramah”.

Ini paling penting. Tampilan website sebagus apapun, kalau tidak didukung dengan keramahan kasihan para pembaca dong, ya. Masuk ke situs Resep Koki, pembaca akan diberi pilihan untuk berlangganan resep. Ini bisa yes or no. Kalau ngerasa butuh referensi resep makanan, silakan yes!

website-resep-koki

Hal lain yang kusmaksud dengan ramah adalah tentang navigasi atau petunjuk bagaimana pembaca bisa dengan mudah mengakses website. Pembaca ngga merasa bingung mencari resep makanan di Resep Koki melalui menu search yang ada di pojok atas kanan, atau sidebar kanan.

Kelima, ikut nimbrung di Resep Koki!

Ini paling menyenangkan. Silakan langsung cus ke menu Kirim Resep di website Resep Koki. Ada kejutan di sana! Ini sepesial banget bagi kamu yang suka masak, menciptakan menu masakan baru, atau modifikasi menu. 😉

resep-koki-shop

Yang lebih menyenangkan lagi nih, ya. Resep Koki punya Toko Online yang menjual alat-alat dapur & rumah tangga berkualitas dengan harga terjangkau. Resep Koki Shop, namanya. Perlatan yang ada di etalase, tuh, dari berbagai macam brand. Ini yang menjadi pertimbangan penting. Sebelum membelinya, bisa melihat peralatan lain yang sejenis, tapi beda brand. Membandingkan lah, ya.

Hal lain yang patut menjadi bahan pertimbangan, Resep Koki Shop kerap memberi diskon besar dan promo! Ampun deh, ya. Sumpah, ini godaan banget. Apalagi warna barangnya sebagian besar warna cerah, kan makin menggodaaaaa. Fufufufu.

Nyontek resep masakan di Resep Koki. Beli peralatan masak di Resep Koki Shop. Jodoh banget, ya. 😆 😀

Membuat Kue Kering dari Kulit Pisang yang Kaya Manfaat

Kulit pisang menjadi salah satu bahan kue kering. Kebayang enaknya, uniknya, atau anehnya? 😀 Awas…jangan merinding, dulu. Karena kulit pisang yang akan menjadi bahan kue kering di sini bukan kulit pisang utuh, melainkan kulit tersebut diolah terlebi dahulu. 😉

Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, kulit buah yang mempunyai kandungan vitamin dan kaya akan manfaat dapat dijadikan bahan makanan atau bahkan obat. Ini tidak masalah, ya. Selagi kulit buah tersebut tidak membahayakan.

Membuat kue kering dari bahan kulit pisang ini solusi banget bagi Bu Ibu yang ingin berkreasi membuat camilan, tapi memaksimalkan bahan. Setelah menggoreng pisang, lalu kulitnya dimanfaatkan untuk membuat kue kering.

Berikut bahan, peralatan, dan cara membuat kue kering yang dibutuhkan cukup sederhana, yaitu:

  • Kulit pisang 10 buah,
  • Tepung terigu 1 kg,
  • Tepung maizena ¼ kg,
  • Telur 4 butir,
  • Gula ½ kg,
  • Vanili,
  • Mentega,
  • Susu bubuk,
  • Keju, Chococips,
  • Plastik,
  • Cetakan,
  • Loyang,
  • Baskom,
  • Oven.

Cara membuat kue kering berbahan dasar kulit pisang ini juga sangat mudah. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Potong kulit pisang kecil-kecil agar lebih mudah saat di hancurka;
  2. Blender kulit dan usahakan jangan terlalu banyak kadar air. Karena adonan akan sulit matang dan kering;
  3. Campur tepung terigu, maizena, kulit pisang yang sudah halus, susu bubuk, gula, mentega, vanili, dan telur lalu aduk sampai benar-benar rata dan tercampur sempurna;
  4. Siapkan meja yang sudah diberi alas plastik, taburi dengan tepung terigu agar tidak lengket saat mencetak;
  5. Bagi adonan tersebut menjadi 4 bagian. Ambil bagian pertama, lalu gilas dengan alat penggilas atau jika tidak punya anda bisa menggunakan botol kaca. Gilas hingga pipih dan rata;
  6. Kamu bisa mencetak dengan menggunakan cetakan dengan cara menekan di atas adonan tersebut. Letakkan dan tata hasil yang sudah dicetak pada loyang;
  7. Lakukan hal yang sama hingga adonan habis;
  8. Tabur keju atau chococips di atasnya;
  9. Masukkan ke dalam oven sekitar 20 menit;
  10. Tata dalam toples saat sudah dingin;
  11. Camilan kue kering siap dinikmati.

Kue kering yang terbuat dari kulit pisang ini rasanya manis dan lezat. Cocok untuk menemani saat santai pagi atau sore, sambil minum teh. Selain rasanya nikmat, camilan ini juga sangat sehat karena berbahan dasar buah berkhasiat.

kue-kering-pisang
pict: teropongbisnis.com

Sama seperti buahnya, kulit dari buah berwarna kuning dan hijau ini memiliki manfaat dan kandungan gizi yang sangat melimpah. Salah satu diantaranya adalah kaya akan nutrisi bagi kesehatan kulit. Semua bahan yang terkandung di dalam kulit pisang, mampu menangkal radikal bebas dan bisa digunakan sebagai UV Protector.

Banyak manfaat yang bisa didapat dari kulit pisang, tentunya dengan cara diolah terlebih dahulu. Meskipun demikian, ternyata kulit pisang juga bisa digunakan tanpa diolah, fungsinya untuk mengobati jerawat dan memutihkan gigi. Sebagai pengganti pasta gigi. Sudah pernah mencoba? 😉

Vitamin B6, Vitamin C, Magnesium, Fosfor yang terkandung di dalam bagian terluar dari pisang ini sudah tidak perlu diragukan lagi, khususnya untuk menghaluskan wajah.

Begitu banyak manfaat dari kulit pisang, ya. Khususnya untuk camilan ini. Hayuuk…coba resep dan cara membuat kue kering berbahan dasar kulit pisang. Begitu mudah untuk praktikkan. 😉

Tetangga Produktif, Menambah Hidup Makin Semangat

Energi positif yang keluar dari tetangga, ternyata memberi pengaruh baik. Melihat mereka aktif, produktif, menambah hidup makin semangat.

Sebegitu hebatnya kontribusi lingkungan terhadap masa depan, ya. Qiqiqi…Aku mengatakan demikian, karena setelah lingkungan paling dekat yaitu keluarga, lingkungan sekitar rumah yaitu para tetangga memang juga banyak berperan dalam membentuk katakter KITA. Ya ya ya, kan?

Karakter aku, kamu, anak-anak, seluruh keluarga. Pribadi seseorang bisa menjadi baik atau sebaliknya bisa karena kondisi lingkungan. Setujuu, sih!

Ceritanya aku lagi kagum sama tetanggaku yang tidak “kok gitu, sih.” Qiqiqi…Justeru sebaliknya, mereka adalah tetangga yang gini: “luar biasa”. 😆

Gimana tidak luar biasa, ya. Mereka, khususnya Bu-Ibu, tuh, produktif banget tiap harinya. Produktif yang baru-baru ini terlihat yaitu berdiri satu meja panjang di depan rumah salah satu tetanggaku.

Meja panjang itu berisi aneka jajan anak, rujak buah dan pop ice. Jajanan yang nampaknya banyak peminatnya yaitu Sosis.

sosis-nuget

Sosis yang dijual mulai dari Rp 1.000 per buah ternyata banyak jenisnya. Dan aku baru tahu kalau ada sosis yang bisa digoreng langsung dengan selongsongnya atau kulit sosis devro Markaindo.

Pasti kamu bertanya, apakah aman masih ada kulitnya?

Tadinya aku penasaran dan sempat membatin juga. Karena, sejauh ini hanya melihat kulit sosis yang pakai plastik transparan, gitu. Tanpa nama identitas, apalagi yang kulit sosis kolagen.

Kulit sosis kolagen dapat langsung di konsumsi tanpa harus di kupas terlebih dahulu. Kulit sosis kolagen memiliki keunikan lainnya dibandingkan jenis kulit lainnya, yaitu memiliki tekstur yang kenyal, padat dan memiliki penampilan yang menarik.

Namun, sayangnya dalam menggunakan kulit sosis kolagen tidak bisa tahan lama. Kata tetanggaku yang telaten banget memenuhi keinginan pembeli, sih, satu hari hanya berani satu bungkus. Sebab, kulit sosis devro Markaindo yang kolage ini harga lebih mahal dari varian sosis lainnya.

Ini baru satu jajan anak, ya. Sosis. Belum lagi Nugget, Pop Ice dan Rujak.

Manusia memang unik, punya keahlian masing-masing. Duuh…tidak terbayang andai aku yang jualan Sosis atau Rujak Buah. Mana ada yang mau beli rujak, ya. Hasilnya pasti kurang ini itu. Ya maklum, bukan berarti tidak mau belajar, tapi memang bukan keahlianku. Hahaha…

bakso-bakar

Ini baru satu tetangga yang produktif, ya. Ada lagi yang berdagang tabung gas, membuka warung kecil di rumah, atau sekadar jadi asisten rumah tangga.

Banyak aktivitas yang dapat mereka kerjakan, tanpa mengesampingkan kewajibannya sebagai seorang Ibu. Ini salah satu yang membuatku makin semangat.

Dari mereka aku banyak belajar. Produktifnya tetangga membuatku semangat karena mereka memang luar biasa.

Tips Sukses Membuat Bekal Sederhana untuk Anak

Tips Sukses Membuat Bekal Sederhana untuk Anak – Rutinitasku tiap pagi yaitu menyiapkan sarapan, bekal dan mengantar empat ponakan ke Sekolah. Aktivitas yang menyenangkan dan sesekali bisa menegangkan jika harapan tidak sesuai dengan rencana.

Kolaborasi sukses dari bangun pagi yaitu bisa masak tepat waktu, membuat sarapan untuk keluarga dan menyiapkan bekal untuk anak dan orang terkasih. Bahagia banget banget banget. Repot dan capek. Itu yang aku rasakan pertama kali bangun jam 04.00 WITA untuk sekadar menyiapkan bekal untuk anak.

Aku kira menyiapkan bekal untuk anak adalah pekerjaan yang ringan. Apalagi, bekalnya amat sederhana. Belum sampai bikin Bento macam-macam, lho. Paling hanya membuat kreasi Nuget, Telor, dan Sayur. Tapi ternyata satu jam tidak cukup untuk membuat semua itu.

Baru selesai satu menu, tiba-tiba anak nongol dan sudah mengenakan seragam. Siap berangkat, sementara bekal belum jadi. Gagal jadi Koki ini. Hahaha

anak-sekolah-berangkat

Terus, gimana biar bisa sukses menyiapkan bekal buat anak sekolah?

Bekal sederhana, menarik, tanpa mengesampingkan nilai gizi adalah bekal yang tiap hari kusiapkan untuk anak. ~Gylang TR~

Sederhana. Menyiapkan masakan untuk bekal anak tidak perlu neko-neko, apalagi kalau waktunya sudah mepet. Bikin menu yang sederhana saja, tapi berkualitas dan bernilai gizi tinggi sesuai porsi.

Apalah artinya sup iga tanpa garam. Hambar, kan? Mending Nuget Tahu rasa Wortel. Terasa gurih. Atau, Bola-bola Tempe rasa Keju. Sedap! Kesukaan ponakan, nih.

Baca lagi Omelette Bekal Bernutrisi dan Praktis untuk Anak.

Ada banyak menu sederhana yang bisa dibuat untuk bekal harian anak. Tapi namanya manusia, kadang malas merencanakannya untuk esok hari. Padahal penting, agar lebih siap saat beraksi di dapur.

Saat otak sedang malas berkreasi tidak usah bingung, karena kini bisa mencari referensi menu melalui breaktime.

Breaktime.co.id adalah website lifestyle, di mana  kuliner  menjadi salah satu tema website tersebut. Ada banyak referensi menu masakan, baik yang dibuat secara sederhana, sampai rumit, ngeselin, karena hasilnya tidak sesuai dengan yang ada di website tersebut. Hahaha

breaktime

Tips makanan dan resep terbaru breaktime bisa didapat dengan mudah dengan cara aktif mengunjungi website breaktime atau berlangganan mendapat resep terbaru dari breaktime. Aku sering mengunjungi breaktime karena resep yang mereka sajikan simpel. Menunya sederhana, menarik, tanpa mengesampingkan kandungan gizi.

Selain resep makanan, breaktime juga memberikan referensi tempat makan yang menyajikan menu makan favorit dan khas. Seperti referensi sate yang maknyus di Jakarta.

Jadi, tip pertama yaitu jika tidak punya banyak waktu, buatlah menu bekal sekolah sesederhana mungkin agar bisa selesai tepat waktu.

Terarah. Kurang fokus atau tidak terarah ini yang membuat wajan tiba-tiba gosong. Atau, bumbu sup belum masuk, tapi sudah disajikan di meja makan. Alamaaak…

Aku pernah mengalami beberapa kali, sampai akhirnya memutuskan untuk meracik, menyiapkan seluruh kebutuhan yang akan dimasak pada malam hari agar esok hari tinggal osreeng, masukkan, aduk, goyang, tiriskan, kunyah, nyamiii, 😀

Tip kedua yaitu menyiapkan apa saja yang akan dimasak esok. Tidak hanya nasi beserta racikan lauk pauknya, tapi peralatan masak juga harus dipersiapkan. Biar tidak gagap.

Rapi. Salah satu hal yang membuat suasana dapur makin panas yaitu semrawut. Ada pisau di lantai yang baru digunakan untuk membelah gula aren, lupa tidak ditaruh pada tempatnya lagi.

 

Garam spesial untuk membuat bumbu, tiba-tiba berada di sebelah kanan atau belakang kompor. Mungkin membutuhkan waktu lima menit hanya untuk mencari garam. Sementara, lima menit di dapur  begitu berharga.

Tips ketiga yaitu taruhlah peralatan pada tempatnya. Khususnya yang baru dipakai. Agar suasana dapur tenang, tampak rapih, masak jadi tambah semangat.

Konsultasi. Bukan dengan dokter atau koki, melainkan dengan anak. Ini penting banget. Jangan sampai apa yang telah dimasak, dipersiapkan, akan mubadzir karena bekal yang dibuat tidak sesuai dengan keinginan anak saat itu. Jangan lupa berikan vitamin juga, ya.

Konsultasikan menu sederhana pada malam hari supaya esok siap. Waktu terbaik untuk konsultasi menu yaitu saat hendak tidur, atau usai mengerjakan tugas. Alasannya yaitu pada dua moment tersebut, ada kesiapan bagi anak untuk menjawab.

bekal-anak-sekolah

Membuat bekal anak sekolah dengan resep sederhana dan bergizi mungkin akan sukses membuatmu lebih enjoy saat di dapur. Tidak ada lagi garam ngumpet di belakang kompor, wajan gosong, atau pisau terbang. 😆 😉 😛

Baca juga Menu Ikan untuk Tambah Nutrisi Anak.

Saung Bu Mansur, Tempat Asyik Untuk Ngedate Sekaligus Makan-makan

Belum lama ini, aku bersama Kecemut, mengajak Tante dan Milzana ngedate. Nikmatnya orang mengajak, tuh, harus mau remfong. Tanggungjawab utama yaitu menentukan waktu, kemudian tempat, dilanjutkan dengan meeting point. Tanggungjawab gini dowang cipiiil, euy. *sombong*

Ngedate identik dengan jalan berdua bersama pasangan. Hanya berdua, tanpa tambahan orang. Tapi, itu tidak berlaku bagiku. *maaf, efek kagak pernah ada yang ngajakin gue ngedate* *tjurhat*

Sudah lama aku menggunakan istilah tersebut untuk mengajak Teman-teman berkumpul. Selain keluarga, saudara, berkumpul dengan Teman-teman begitu asyik dan selalu sukses membuatku bahagia.

Bertemu, bekumpul, bercerita, dan endingnya akan selalu ada hikmah setelah pertemuan. Sharing pengalaman, misalnya.

Membahagiakan orang lain saat ngedate, tuh, sederhana. Cukup dengan datang tepat waktu, memilih tempat yang teduh serta sajian yang santai. Ketiganya bisa didapat dengan mudah dan terjangkau. Apalagi, aku mengajak mereka ngedate di Saung Bu Mansur. Nyaam…asyiknya bahagia bersama dalam kehematan. 😀

Nah, berikut 7 hal yang membuat ngedate sekaligus makan-makan di Saung Bu Mansur makin asyik:

SAUNG BU MANSUR

1. Suasana Sekitar Saung

Sesampainya di pelataran Saung Bu Mansur, satu per satu Saung nampak syantieq dari area parkir yang lapang. Teduh yang kurasa. Makanya, tak sabar untuk segera menempatinya.

Terlepas dari udara yang bebas masuk-keluar, pemandangan di sekitar Saung bikin maknyes. Tidak hanya membuat batin adem, mata pun turut menikmati pepohonan hijau dan saung-saung mungil yang berdiri kokoh di atas kolam ikan.

SAUNG BU MANSUR BANJARNEGARA PELAYAN

Saat itu, di aula yang berada di lantai atas sedang berlangsung suatu acara. Alunan musik dan volume suara mereka berisik teratur karena -mungkin- yang punya hajat adalah orang tua. Musik dan lagu yang diputar adalah tembang lawas. Jadi, tidak begitu mengganggu. Suasana pun makin syahdu menggebu.

Notes: Aula Saung Bu Mansur cocok untuk acara yang kalem. Temu kangen, Reuni, Seminar, Workshop, dan lain sejenisnya. Tenang tapi tidak menghanyutkan. 😛

Aku pernah mengadakan acara buka bersama di Saung ini saat bulan Ramadhan. Beeuh…ramai banget, Bebies! Namun, karena pada dasarnya suasana Saung teduh, tenang, Tetamu tidak gaduh, apalagi SUMUK! Outdoor, gitcyu. 😉

2. Pramusaji Cepat Tanggap dan Paham Detail Menu 

Berapa banyak Pramusaji di Saung Bu Mansur? PULUHAN!

Tidak sedikit Pramusaji yang selalu standby di ruang kasir. Mereka berseragam, sehingga nampak rapih. Setiap Tetamu datang, satu Pramusaji akan mengantar sekelompok atau bahkan satu tamu menuju Saung yang masih kosong.

Sebelum menuju Saung, Pramusaji akan memberi pilihan Saung yang kosong, lengkap beserta lokasi tepatnya. Berada di ujung atau bagian atas, misalnya.

SAUNG BU MANSUR BANJARNEGARA CAMILAN

Aku kerap mendapat Pramusaji yang cekatan. Selalu mendapat yang terbaik menurutku. Bisa karena beruntung, atau memang seluruh waiters cepat tanggap. Yang jelas, aku salut dengan mereka yang  memberi referensi menu, menjelaskan detail menu yang tertera pada daftar menu.

Mas Ary, namanya. Terakhir ke Saung Bu Mansur, aku beserta Tante-tantenya Jasmine dilayani oleh Mas Ary.

Awalnya aku ingin memesan minuman tanpa Es. Tapi, tidak tahunya aku memilih minuman yang menurutnya harus menggunakan Es saat membuatnya. Mas Ary juga memberi perincian bahan yang digunakan untuk satu gelas minuman yang kupesan.

SAUNG BU MANSUR BANJARNEGARA MENU MANAKAN

Yaudah, aku memilih cokelat panas saja, Mas.” Pilihan akhir selalu jatuh pada cokelat. Minuman paling aman untuk Ibu menyusui. Hahaha…

Menu selanjutnya yang kupesan, yaitu telor dadar. Saat Pramusaji mencatat pesanan, dia menawarkan untuk menu telor.

Telornya pakai sambal ngga, Mbak? Pedas atau sedang?” 

Aku kira telor dadarnya standard rumahan, ternyata hampir mirip telor penyet. Aku mau banget ditawari telor selai cabai. 😀

3. Bebas, Tanpa Batas Waktu

“Maaf Mbak, mejanya saya bersihkan, ya. Maaf Buk, makannya sudah selesai? Mau saya bersihkan.”

Sedang asyik ngobrol, tiba-tiba waiters yang permisi untuk bebersih. Duuh…itu sama dengan mengusir secara halus! *TerBaper*

Tenang, kamu tidak akan menjumpai hal demikian di Saung Bu Mansur. Sejaih ini, aku belum pernah menjumpai waiters yang suka permisi akan bebersih, sementara Tetamu masih serius berbincang tentang resuffle Menteri. 😀

Menikmati pesanan sampai habis, pesan ulang, Saung tetangga sudah berganti tamu beberapa kali, tapi kami masih asyik selonjoran manja. Untung Saunh yang kami tempati cukup jauh dari kasir dan pantauan para Waiters. Aman!

Emm….tapi kalau hanya memesan dua cangkir cokelat dan teteap nyaman duduk berdua dari pagi sampai sore di Saung, sih, KETERLALUAN. Wkwkwk

4. Memesan Menu Lebih Praktis dan Cepat

Setelah mengantar Tetamu sampai Saung, Pramusaji segera memberi daftar menu.

Saung yang terkenal dengan menu ayam gorengnya memberi kemudahan bagi Tetamu dalam memesan menu makanan. Dengan sabar, Pramusaji menunggu Tetamu untuk order makanan.

Pramusaji harus menunggu, sebab pemesanan menu tidak lagi menggunakan ballpoint dan kertas, melainkan Tablet. Asyik banget, tulisan jeyekku tidak ketahuan. 😛 Nah, karena pemesanan menu telah dibantu sistem, maka pesanan pun cepat datang.

Selain itu, yang menjadikan pesanan lebih cepat yaitu karena antara Waiters yang mencatat pesanan dengan yang mengantar makanan berbeda. Ada bagian atau petugas tersendiri. Makanya, tanpa menunggu lama, pesanan tersaji di meja.

Syarat dan ketentuan berlaku, lho. Tidak berlaku saat bulan ramadhan di mana banyak remaja dan keluarga yang tumplek buka bersana di Saung Bu Mansur.

5. Fasilitas yang Ada Membuat Tetamu Lebih Tenang

Bagiku, mencuci tangan sebelum makan itu harus. Terlebih, jika menu makannya adalah daging dan juga sayur. Kurang greget kalau tidak menyentuhnya secara langsung. *menduakan sendok*

Hampir tiap Saung disediakan tempat mencuci tangan. Minimal, satu kompleks ada dua tempat cuci tangan plus dengan sabunnya.

Memang terlihat sepele. Tapi, bagiku penting. Cubanget kalau harus lari ke hutan untuk mencari air. 😛 Maksudnya, lari ke Toilet hanya untuk mencuci tagan.

Fasilitas lain yang penting dan sukses membuatku tenang tiap kali ngedate di sini yaitu Mushala, tempat wudhu dan toilet ada dalam satu deret. Semacam paket komplit ini. 😆 Tempatnya pun cukup bersih. Termasuk alat untuk ibadah. Cuma di sini, belum disediakan sarung. Baru mukena dengan jumlah yang tidak banyak.

Lalu, apakabar fasilitas penunjang, tapi penting. WiFi, misalnya. 😀

Kecepatan akses internet di sini cukup bikin bahagia. Aku tidak melakukan download dan tidak mencoba cek kecepatannya. Tapi, untuk PAMER di sosial media, tuh, wuuuuush banget!

Yaiyalaaa…username dan password masing-masing saung saja berbeda. Jadi, tidak rebutan signal. 😛

Oiya, di saung ini disediakan tempat bermain, gitu. Jadi, yang merasa asyik bukan hanya orang dewasa, anak-anak juga.

Sekadar informasi, di sini belum tersedia tempat khusus bagi para anak berkebutuhan khusus. Jadi, harus ada pendampingan lebih jika ada Tetamu ABK.

6. Ikan-ikan di Sekitar Saung Begitu Menggoda

Bagaimana rasanya bisa berbagi sesama makhluk ciptaaNya? Pastinya bahagia! Berbagi dengan sesama saja bahagia bangedd, ya. Apalagi ini berbagi dengan ikan-ikan seksi yang tak kenal mabok.

 

Jangan sampai jatuh ke tangan lain, selagi tangan kita mampu membahagiakannya. ??? #Moment #Saung #PakanIkan #IkanBawal #TanganSeksi @nelitanzila_

A photo posted by Idah (@idahceris) on

 

Aku, kamu, Pak Presiden, Ibu Sri Mulyani, bisa berbagi sisa makanan dengan ikan-ikan yang berada di kolam. Tidak ada kata mubadzir untuk makanan yang tidak habis. Tiap makanan yang tidak habis bisa banget dibagikan kepada ikan-ikan seksi. 😉

Salah satu kelebihan bisa memilih Saung yang berdiri di atas kolam, ya, bisa berbagi dengan ikan bawal. Lain suasana jika kamu meilih saung yang berada di lantai atas dan tidak ada kolamnya. Kurang “basah”. 😛

Saung yang berdiri di atas kolam ikan menjadikan ngedate sekaligus makan-makan di Saung Bu Mansur terasa lebih asyik dan menyenangkan.

7. Lokasi Mudah Dijangkau dengan atau Tanpa Transportasi

Keberadaanya memang tidak di tengah kota. Berlokasi cukup jauh dari jalan raya utama, tidak berpengaruh pada keinginan para penikmat kuliner untuk singgah di Saung Bu Mansur.

Kurang lebih 5 km dari Alun-alun Banjarnegara, 1 km dari Dieng Swalayan, atau 800 meter dari Terminal Induk Banjarnegara.

Jika menggunakan transportasi, kamu bisa lewat pertigaan Dieng Swalayan. Kurang lebih 5 menit menuju Saung Bu Mansur.

Alternatif lain, bisa mengambil dari arah pertigaan Gayam. Melewati jembatan baru yang menghubungkan kelurahan Krandegan dan Parakancanggah. Melalui jembatan ini, kamu akan sampai di Saung Bu Mansur dengan lebih mudah. Termasuk akses jalannya, lebih mudah. 🙂

Nah, kalau kamu singgah di Banjarnegara, kontak aku, ya. Bisa jadi aku ajak ngedate di Saung Bu Mansur. Tapi kamu yang bayar, ya. Seperti saat aku bersama Tante dan Milzana ke sini, mereka yang bayar. Wkwkwk 😛 *tipu banget*

Saung Bu Mansur Banjarnegara

  • Alamat: Jl. Kedasih No. 55, Tretek, Parakancanggah, Banjarnegara.
  • Jam Buka: 09.00-23.00 WIB.
  • Nomor Telephone: (0286) 595055
  • Menu Andalan: Ayam dan Gurameh.
  • Harga: Medium

 

 

SOPING Krandegan, Soto Asli Favorit Ibu

“Sotonya asli apa ngga? Kalau ngga, mending kita ngeBakso aja, deh.” Tiap kali aku mengajak Ibu nyaoto, pasti beliau tanya gitu. Padahal, Ibu tahu kalau aku sudah mulai ngga lahap makan bakso. KZL.

Kuliner Soto di Banjarnegara saat ini cukup banyak. Ada lebih dari 5 Warung Soto yang punya ciri khas masing-masing. SOPING atau Soto Pak Aping, misalnya. Soto ini -sepertinya- ngga ada yang nyamain. Sekilas hampir mirip dengan Soto Betawi. Tapi, Soping lebih sederhana penyajiannya.

Omong-omong tentang Soto asli, asli yang dimaksud di sini bukan asli dalam arti sebenarnya. Ini cuma Ibiku saja yang menggap bajwa Soto seperi sotonya Pak Aping adalah Soto asli. Sedangkan Soto lainnya? Emm…PALSU kalik, ya. Hahaha Ya…secara, kini makin banyak kreasi makanan indonesia yang satu ini, kan.

SOPING, berlokasi di Kelurahan Krandegan, Soto Pak Aping adalah satu-satunya Soto favorit Ibuku. Alasan kenapa SOPING menjadi Soto favorit yaitu karena pemilihan dagingnya.

SOTO KRANDEGAN
Warungnya sederhana gitu, deh. . .

Daging yang menjadi campuran Soto ini adalah daging sapi. Di warung soto ini, irisan daging sapinya lumayan berat, lho. Ibu lebih memilih Soto daging sapi ketimbang Soto ayam karena beliau punya potensi darah tinggi. Ya…andai ayam yang buat toping pelengkap itu adalah ayam kampung, sih, Ibu masih doyan. Kebanyakan ayam yang digunakan, kan, ayam petelur. Ibuku ogah banget makan ayam yang punya body montok itu. 😀

Dagingnya adalah daging sapi, itulah soto asli versi Ibuku. Selain dari daging, takaran asli menurut Ibuku yaitu dilihat dari kuahnya. Kuah untuk Soto umumnya ada dua jenis, yaitu kuah bening dan santan. Bagi Ibuku, Soto asli yaitu soto yang kuahnya pakai santan. Beeuh…lupakan sejenak kolesterol ya, Buk? 😆

Kuah Soto Aping ini cenderung legit. Dalam satu porsi berisi komposisi inti, yaitu; Ketupat, Daging Sapi, Kuah dan taburan berambang goreng. Tambahan lainnya yang bikin Soto makin sedap yaitu kecap dan sambal. Sederhana banget, kan? Ngga ada tomat, dedaunan macam selederi atau daun bawang. Ngga neko-neko, meski nampak pucat. So simple.

SOTO DAGING KRANDEGAN
Nampak sederhana, bukan?

Tampilan boleh sederhana lah, ya. Tapi, kalau Warung Soto yang letaknya persis di pinggir jalan raya selalu ramai pembeli, berarti ada hal lain yang telah membuat mereka ketagihan, dong.

Menurutku, Soto Aping ini seperti Soto rumahan yang mana aroma kuahnya harum. Aroma tersebut bukan semata dari berambang goreng, tapi dari bumbu yang sudah menyatu dengan kentalnya santan kelapa.

Bagi Ibuku, Soto asli ngga cukup hanya dengan daging dan kuah saja. Harus pakai ketupat! 😀 Menurut Ibu, makan Soto yang ngga pakai ketupa seperti sedang makan Sup. Ngga ada bedanya. :mrgreen:

Namanya selera memang unik, ya. Daging Sapi, Kuah Santan dan Ketupat, itu lah Soto asli menurut Ibuku. Soto yang hanya ada di Warung Soto Pak Aping, soto favorit Ibu. Warungnya memang sederhana, hanya terdapat empat meja saja. Warung yang berada tepat di tepi jalan ini membuat para pelamggan cukup susah untuk parkir kecuali nyempil jalan raya. Persis di depan warung. 😉

Teman-teman satu selera sama Ibuku? Coba lah sesekali makan SOPING. Dolan mBanjar. 😉

Soto Pak Aping, Krandegan

  • Alamat: Kompleks perempatan Krandegan. Jl. Mayjen Sutoyo, Banjarnegara, Jawa Tengah.
  • Harga: Rp 15.000 per porsi

Baca juga: Makan Soto di Pinggir Hutan

2 Resep Makanan Ini Cocok untuk Musim Hujan

Udah beberapa minggu ini, Banjarnegara rutin diguyur hujan after dzuhur. Sediih, pusing pala byerbie. Kasihan baju babyku. Uwuwuwu…Biar ngga larut dalam kesedihan, aku memilih untuk bersenang-senang. Bikin anget-anget di dapur. Masak-masak, maksudnya. :mrgreen:

Bagi Teman-teman yang gemar memasak, tentu lebih suka menyiapkan makanan sendiri untuk keluarga di ruma, kan? Di samping lebih hemat, makanan yang dimasak sendiri biasanya lebih bersih dan sehat.

Kelebihan memasak sendiri, tuh, bisa memasak dengan beragam variasi sehingga tidak membosankan. Dengan meluangkan sedikit waktu dan tenaga, berbagai makanan buatan sendiri untuk keluarga dapat segera tersaji di meja makan. Cling cling cliing! *usap-usap lampu ajaib*

Nah, berhubung saat ini lagi musim hujan, cocoknya ya masak makanan berkuah yang hangat dan segar. Berikut 2 resep makanan enak, sederhana dan praktis!

Bakso Tempe

Bakso biasanya dibuat dari bola-bola daging atau ikan. Tapi, ini lain. Karena sekarang lagi kurang suka daging, aku membuat baksonya menggunakan tempe!

Seluruh bahan makanan mentah yang digunakan bisa temukan di www.bukalapak.com. Berikut resep bakso tempe:

  • 1 buah tempe ukuran sedang,
  • 1 butir telur ayam,
  • 250 gram tepung kanji,
  • 50 gram tepung terigu,
  • 1 sendok teh garam halus,
  • 1 sendok teh merica bubuk,
  • 4 siung bawang putih (haluskan),
  • ½ sendok teh gula pasir,
  • Air secukupnya,
  • Daun bawang secukupnya.

STEAK TEMPE BERTABUR WIJEN

Cara membuatnya:

  • Tempe dikukus, tumbuk sampai halus.
  • Campur dengan tepung kanji, tepung terigu, telur, bumbu-bumbu dan uleni hingga rata.
  • Masukkan air sedikit demi sedikit hingga adonan tidak lengket di tangan.
  • Bentuk bulat.
  • Masak dengan air mendidih. Bila sudah mengambang, berarti bakso sudah matang.
  • Angkat bakso dan rendam dalam air yang sudah ditambah es batu sehingga bakso lebih kenyal.
  • Hidangkan dengan kuah kaldu.
Sup Ayam

Nah, masakan kedua ini adalah makanan favoritku. Adalah SUP! Srupuuut…Aku suka membuat Sup karena membuatnya sangat lah mudah dan simpel. Tapi, khusus kali ini, masaknya agak beda dikit pada bagian bumbu. Bumbu-bumbu yang biasanya dihaluskan, kali ink hanya digeprek atau dimemarkan agar kuah Sup bisa bening. 😉

Adapun bahan yang digunakan yaitu:

  • 250 gram daging ayam atau ceker ayam,
  • 1 butir tomat ukuran sedang,
  • 2 buah wortel,
  • 2 buah kentang,
  • 5 siung bawang merah,
  • 5 siung bawang putih,
  • 1 sendok teh merica halus,
  • Jahe, kayu manis, cengkeh, dan pala secukupnya,
  • ½ sendok teh gula pasir,
  • Daun seledri dan daun bawang secukupnya.

Cara membuatnya:

  • Iris tipis bawang merah dan bawang putih kemudian tumis sampai layu dan berbau harum.
  • Tambahkan jahe dan pala yang sudah di memarkan, Masukkan juga cengkeh kayu manis dan ayam.
  • Tambah dengan air dan rebus hingga setengah matang.
  • Masukkan wortel dan kentang yang sudah dipotong-potong. Bila wortel dan kentang sudah matang, tambahkan gula pasir, garam, merica bubuk dan irisan daun bawang.
  • Aduk dan masak hingga mendidih.
  • Terakhir, masukkan irisan tomat dan daun seledri.
  • Sajikan hangat-hangat.

SOTO KUDUS SEGAR

Bakso Tempe dan Sup Ayam, 2 pilihan menu makanan tersebut tambah nikmat jika disajikan saat hujan turun dan masih hangat. Emmmh…bukankah memberi kehangatan ngga melulu lewat pelukan, kan? *eh*

Soto, Bukan Sekadar Pelarian Semata

Bakso, Mie Ayam dan Soto. Teman-teman pasti ngga asing dengan tiga makanan, di mana dua diantaranya sering disebut dengan camilan. Secara, banyak yang bilang, bahwa perut orang Indonesia tuh perut nasi. Baru dikatakan makan kalau sudah menelan nasi. Iya, kan? 😆

Bakso, Mie Ayam dan Soto. Makanan cepat saji menjadi menu alternatif saat di rumah ngga ada lauk atau ngga masak. Aku menyebutnya makanan cepat saji yang super simpel. Mulai dari cara mendapatkannya, cukup dengan mengulurkan uang kepada penjual. Penyajiannya pun amat sederhana. Jarang banget aku menemui penyajian yang spesial, apalagi unik. Terlebih cara menyantapnya, sambil merem saja bisa habis. 😛

Dulu, saat ditanya atau menulis tentang makanan favorit di biodata, Bakso tak pernah lupa untuk kutulis. Makanan yang menurutku ngga bosenin ya Bakso. Apalagi bakso tulang yang selalu ngangnin. Beeeuuh…seminggu sekali harus membelinya.

Dulu, aku bisa langganan mie ayam dan kwie tiaw. Mie Ayam Telkom, di mana dari zaman aku MTs sampai sekarang istiqomah berjualan di samping SPBU kota, yang mana mienya merupakan home made adalah mie langgananku. Sedangkan Kwie Tiaw pojok selatan alun-alun Banjarnegara adalah mie favoritku.

SOTO DAGING KRANDEGAN
SOPING Krandegan. . .

Sekarang, perlahan aku mulai meninggalkan dua jajanan yang dulu menjadi makanan favorit. Ngga meninggalkan secara serius, sih. Hanya mengurangi konsumsi Bakso dan juga Mie. Paling banyak seporsi dalam sebulan. Malah kadang sampai lupa rasa mie bakso tuh seperti apa. *bohong banget*

Aku merasa agak malas makan Bakso dan Mie Ayam semenjak hamil. Melihat dua makanan tersebut tuh rasanya ngga menggairahkan. 😀 Mulai saat itu pula, aku lebih sering memilih SOTO atau SUP jika ngerasa lapar.

SOTO BROTO WONOSOBO
Soto Broto. . .

Kuah Soto dan Sup tuh lebih segar ketimbang Bakso. Menurutku, sih. Hingga kini, aku makin suka dan demen banget kulineran Soto. Tiap kali singgah ke luar kota atau masih dalam kota, makanan yang aku cari terlebih dahulu adalah Soto. *ndeso banget, ya* Ini bukan sekadar pelarian semata, tapi memang makin menjadi, nih, tresno sama Soto. Jadi, jangan pada bosan kalau nantinya banyak bertebaran aneka Soto di blog ini, ya. Hihihi

Baca juga Saoto Bathok Yogyakarta.

Bandeng Juwana, Ngga Hanya Duri Lunaknya yang Bikin Enak

Bandeng Juwana, Ngga Hanya Duri Lunaknya yang Bikin Enak – Oleh-oleh khas Semarang ngga melulu Tahu Bakso atau Lunpia. Ada yang lebih memikat dan juga nikmat, yaitu Bandeng Juwana. Teman-teman udah pada kenal dengan Bandeng yang paling hits di Semarang, kan?

Bandeng yang terkenal dengan duri lunaknya mulai diproduksi pada tahun 1981. Salah satu alasan, kenapa aku menjadikan Bandeng Juwana sebagai lauk favorit? Tak lain karena saat makan, aku ngga perlu repot-repot mengambil duri yang ada di dalam daging Bandeng. Karena sudah dipresto, duri telah lunak dan bisa turut dimakan.

Selain kering kentang dan abon yang sudah aku tulis di blog post sebelumnya, Bandeng juga termasuk lauk favoritku. Tapi, sayangnya hanya Bandeng Juwana saja yang memang sudah ngga diragukan lagi gurihnya. Bandeng lain kalau belum mencobanya, ya, ngga tahu berhasil menggodaku apa ngga. 😀

Harus Bandeng Juwana! Sombong banget, ya? Hahaha…jangan sombongnya yang disorot, dong. Ini hanya soal rasa dan selera. 😉 Aku pernah beberapa kali nyobain Bandeng lain, tuh, beneran belum nemu yang cocok.

Aku sering membeli Bandeng di Pasar Banjarnegara. Mencoba, siapa tahu ada yang cocok! 😉 Bandengnya memang ngga sebesar Bandeng Juwana yang isi sampai enam biji dalam satu bungkusnya. Hanya ukuran sedang, malah kadang menurutku termasuk kecil. Saat membeli, sih, masih dalam keadaan segar. Begitu juga dengan aromanya.

yang bikin napsu makan bertambah…

Sesampainya di rumah, aku menggorengnya dengan campuran telur. Olahan Bandeng yang mainstream banget! *pingin bisa membuat otak-otak Bandeng.* 😆 Tapi, setelah matang, kemudian dinikmati untuk lauk, aroma tanah baru terasa! Nyebelin, kan? Hiks…mungkin aku yang ngga bisa masak Bandeng kalik, ya. :mrgreen:

Berbeda dengan Bandeng Juwana. Bandeng yang punya nama produk ELRINA serius ngga tercium aroma tanah. Aku pernah mencari tahu tentang cara menghilangkan aroma tanah pada Bandeng. Tapi, malas mempraktikkannya. Yakali…ada yang sudah jadi. Pun lebih praktis.

BANDENG JUWANA SEMARANG
kemasan Bandeng Juwana

Omong-omong soal aroma, bukan hanya duri lunaknya yang bikin Bandeng Juwana makin enak. Aromanya yang sedap juga bikin kangen. Tentunya bukan aroma tanah. Bukan pula aroma anyir. Tercium aroma daun kemangi pada Bandeng Juwana. Ini yang bikin Bandeng makin enak.

Selain aroma, daging Bandeng Juwana lebih tebal ketimbang Bandeng lainnya. Terasa penuh dan mantap ketika menikmatinya. Makan setengahnya saja rasanya sudah cukup.

Duri lunak, ngga bau tanah, dagingnya tebal, ditambah dengan sambal. Paketan Bandeng yang lengkap dan selalu bikin aku pingin makan lagi dan lagiiii. 😛

yummi banget…

Aku merasa beruntung punya “orang tua” yang berdomisili di Semarang. Bapak, yang tiap minggu mudik acap kali membawa oleh-oleh. Entah itu oleh-oleh khas semarang, ataupun oleh-oleh lain titipan dari Ibu.

“Ini termasuk oleh-oleh khas Semarang. Kesukaan Bapak juga. Diterima, ya.”

“Ini ada titipan dari Ibu, semoga suka.”

“Ibu tadi bawain Bapak ini. Dicoba dulu, ya.”

“Ibu kemarin baru jalan-jalan, beli oleh-oleh ini. Bagikan buat Teman-teman juga, ya.”

Bapak, pimpinan kantor bisa banget bikin aku bahagia. 😀 Melalui beliau, pesan dari Ibu sampai. Melaui beliau, buah tangan dari Ibu selalu sampai ke tanganku. Beneran nikmat tak terkira. Makasih banget buat Bapak dan juga Ibu. 😉

Bandeng Juwana, ngga hanya duri lunaknya yang bikin enak. Karena datang dari tangan tertentu, Bandeng Juwana makin terasa enaknya. ^-*

Bandeng Juwana, Oleh-oleh Khas Semarang

Alamat: Jl. Pandanaran 57, Semarang
Telephone : +62248311488.
Fax : +6224841 2086
Website : http://www.bandengjuwana.com
Pin BB : 2B07911A
HP : +62811277575
Harga: Silakan cek di website.

Baca juga Kreasi Ikan Lele Bola-bola.