Berlabuh Di Laundry Roemah Coeci

Berlabuh Di Laundry Roemah Coeci. Sebelum berlabuh, awal kisahnya seperti ini. Pernah saya katakan sebelumnya, hampir setiap akhir pekan sepupu imut tidur dengan saya. Jum’at malam, dia tidur dengan saya dan sangking nyenyaknya, dia tidak ngelilir sekalipun. Padahal, kalau ngelilir bakal dibuat heboh olehnya. Biasanya kalau ngelilir dia minta dibuatkan teh anget atau sekedar minum putih. Jum’at malam keadaan masih normal, sampai pagi menjelang.

***

Sabtu malam, tanpa meminta dia sudah tidur dan berselimut tebal punya saya. Malam itu dia beberapa kali bangun dan minta dibuatkan teh anget. Saya sudah wanti-wanti “Nanti kalau pingin pipis bangunin saya ya?” Dia pun menganggukkan kepala, tanda paham. Adzan subuh berkumandang, dia masih ngringkuk di dalam selimut. Saya mencoba cek baju dia, siapa tahu dia ngompol. Iya, dia memang sudah kelas 4 SD, tetapi kalau sebelum tidur ia minum terlalu banyak, sangat berpotensi untuk ngompol. 😆

Setelah subuhan, saya mencoba mengambil selimut yang dipakainya. Alhamdulillah, masih kering. Saya pun dengan tenang menyalakan laptop dan mulai input nilai ujian praktek komputer. Selang beberapa menit, dia bangun dan minta ke kamar mandi. “Mba, temenin ke kamar mandi, pingin pipis” Saya pun segera bergegas dan langsung ngusuh-ngusuh dia, takutnya dia ngompol di tempat.

Sesampainya di kamar mandi dia bilang “Mba, aku sudah ngompol” Hah? Hyaah, saya hanya bisa ndoplong dan melempar senyuman maut padanya.

Ara benar-benar terlihat malu, dia juga berkata lirih pada saya tentang kejadian ijin ke kamar mandi. Jadi, dia tuh merasa sudah ijin untuk pergi ke kamar mandi pada saya, eh malah kejadiannya hanya ada dalam mimpi. Saya tidak menyalahkan atas peristiwa seperti ini, karena dulu juga saya pernah mengalaminya saat masih kecil. Adalah perasaan dimana sudah bilang dan diantar pula oleh mama ke kamar mandi untuk pipis, eh ternyata tetap saja ngompol. 😆

***

Merasa bersalah, dia ingin mencucui selimut sendiri. Saya tidak mungkin tega, meski ia tetap ngeyel. Akhirnya selimut kami bawa ke Roemah Coeci.

Berlabuh Di Laundry Roemah Coeci

Roemah Coeci yakni laundry atau jasa cuci pakaian yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah kami. Kata Ara sih nyucinya bersih, harum, bisa ditunggu dan murah. 😆 Respsionis atau tempat penerimaan laundry lumayan kecil, kurang rapih tapi pelayanan ramah. 🙂 Berkaitan dengan harga, Roemah Coeci menyediakan paketan khusus, misalnya paket selimut, seprei, bad cover, keset, karpet dan lain sebagainya yang terlihat besar. Sedangkan yang ukuran kecil, berarti masuk dan dihitung per kilo. Untuk satu kilonya yaitu Rp. 6.000,- Nah, untuk selimut saya yang berbau ompol, harganya sama denga satu kilo pakaian. Murah atau mahal?

Slimut Tweety

Selimutnya tidak saya tunggu, karena kata mba resepsionis, laundry sedang lumayan penuh. Saya Berlabuh Di Laundry Roemah Coeci Jam 18.00 WIB. Lumayanlah, malamnya bisa berselimut tweety lagi. 😆

Apakah Anda pernah mengalami hal yang sama dengan sepupu saya, ijin dalam mimpi? 😆

Ulasan Buku: Cerita Di Balik Noda

Alhamdulillaah, akhirnya Buku Cerita Di Balik Noda sudah selesai saya baca. Geli juga sih sebenarnya, membaca satu buku saja, lamanya lima hari. Tidak bermaksud malas, tetapi pekerjaan sedang tidak bisa diajak kompromi.#Pekerjaan disalahke 😆

Ulasan Cerita Di Balik Noda

 Judul Buku

:

Cerita di Balik Nod. 42 kisah inspirasi jiwa

Penulis

:

Fira Basuki

Editor

:

Candra Gautama

Perancang Sampul

:

LOWE Indonesia

Penata Letak

:

Dadang Kusmana

Tebal

:

 xii + 235 halaman

ISBN

:

978-979-91-0525-7

Penerbit

:

Kepustakaan Populer Gramedia

Harga

:

Rp 40.000,-

Sudah pasti senang, ketika saya bisa menamatkan satu buku karya Fira Basuki ini. Dengan menamatkan buku ini, berarti saya bisa membuat ulasan buku cerita di balik noda. Fira Basuki adalah seorang penulis kelahiran Surabaya, 7 Juni 1972. Dia sudah menerbitkan puluhan buku best sellers. Tak heran, jika karyanya menjadi best sellers, karena dari kecil dia sudah hobi menulis. Ditambah lagi, dia adalah lulusan sarjana journalism dari Pittsburg State University dan di-lanjutkan jenjang master public relationsdi Wichita State University, Amerika Serikat. Keren ah, iri.  Setelah mengetahui secuil tentang penulis buku ini, sekarang langsung saja masuk pada isi dari Buku.

Selalu ada hikmah di dalam sepercik “noda”. Kata yang saya kutip di halaman pengantar Cerita Di Balik Noda memang bernar. Dalam buku ini, Fira Basuki membuat empat cerpen dengan judul Bos Galak, Foto, Sarung Ayah dan Pohon Kenangan. Sedangkan sisanya adalah karya para Ibu-ibu, yang diambil dari kontes yang diadakan oleh Rinso Indonesia melalui Facebook. Sebanyak 42 cerpen karya Fira Basuki dan Kawan-kawan di Buku Cerita Di Balik Noda, adalah sebagai berikut:

1.    Bos Galak

15.    Pohon Kenangan

29.  Master Piece

2.    Hidup Baru Danu

16.    Kado Ulang Tahun

30.  Penangkap Ikan Cupang

3.    Di Antara Sampah

17.    Tak Jadi

31.  Surat Untuk Bunda

4.    Foto

18.    Like Father Like Son

32.  Agi Tidak Pelit

5.    Dua Malaikat

19.    Rayhan’s Pet Siciety

33.  Baju Kreatif

6.    Celengan

20.    Koki Cilik

34.  Demi Sekantong Beras

7.    Tulisan di Kain Seprei

21.    100 Hari Menanti

35.  Dibalik Musibah

8.    Nasi Bungkus Cinta

22.    Baju Boneka

36.  Garuda di Dada Kiriku

9.    Seribu Cinta

23.    Batik Kreasi Ivan

37.  Lipstik Bunda

10.Untuk Papa

24.    Boneka Beruang Zidan

38.  Mobil-mobilan Si Panjul

11.Sarung Ayah

25.    Harta Sebenarnya

39.  Sebelum Menyesal

12.  Perban Nenek

26.    Imlek Buat Lela

40.  Sepatu Si Kembar

13.Siluman Tikus

27.    Kaki (Harus) Kotor

41.  Si Kaya dan Si Miskin

14.Untuk Bu Guru

28.    Kucing dan Rezeki

42.  Teman Sejati

Karya ibu-ibu Indonesia dalam buku ini sangat luar biasa. Kreatifitas mereka dalam berkarya melalui tulisan saya akui sangat cethar. Banyak makna yang tersirat dalam cerita pendek di buku ini. Hikmah atau Pelajaran yang saya petik dari sebuah cerita di balik noda, adalah sebagai berikut:

1. Perlunya Komunikasi dan Bersosialisasi.

Sebagai makhluk sosial, komunikasi merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan. Menurut pemahaman saya, jika komunikasi kita terbatas hanya dengan orang-orang tertentu, maka kemungkinan kita tidak bisa bersosialisasi dengan semua kalangan. Cerita tentang ditinggalkan oleh orang tercinta, membuat mereka hilang semangat. Misal; cerita Hidup Baru Danu. Danu adalah anak yang manja, serba kecukupan dan terbiasa hidup elite. Danu sekarang hidup bersama Bu Dhe-nya setelah ayahnya meninggal. Ibunya harus bekerja di luar kota untuk mencari nafkah.

Danu anaknya pendiam, ia sering melamun dan menangis jika ingat pada sosok ayahnya. Dia susah bersosialisasi, tidak pernah bermain dengan teman-temannya, dan memilih untuk berdiam diri di rumah. Untuk mengubah cara pandangnya, akhirnya Bu Dhe-nya mengajak dia untuk berdiskusi dan mencari titik temu untuk masa depannya.  Pindah ke sekolah alam, itulah keputusan . Dan sekaranga dia terlihat ceria, gembira, karena ia merasa menemukan hidup yang baru, dimana dia bisa bersosialisasi dengan baik, bermain di sekolah alam yang penuh dengan kegiatan luar, seperti; berkebun.

2. Indahnya saling membantu dan berbagi.

Saling membantu dan berbagi memang sangat indah jika dilakukan dengan penuh ikhlas. Seperti cerita Celengan. Tidak menyangka anak usia 7 Tahun ini, hatinya sudah terketuk untuk membantu dan berbagi. Deva namanya, dia masih duduk di Sekolah Dasar. Dia mempunyai celengan ayam yang hampir setiap hari diisi. Setelah membantu Ibu dan Kakeknya yang mempunyai usaha di warung, biasanya dia mendapatkan upah. Upah yang didapat langsung ia masukkan ke dalam celengan ayam. Dia berniat, jika celengan sudah cukup penuh, ia mau membeli sepeda lipat untuk pergi ke sekolah. Namun, niat itu tiba-tiba ia batalkan, karena warung kakek di bobol orang yang tidai punya hati. Seisi warung diambil oleh pembobol dan tentunya kakek sedih dengan kejadian tersebut. Deva, anak yang baik, ringan tangan dan murah hati, akhirnya turut membantu kakek. Tampaknya ia tidak mau melihat kakeknya larut dalam kesedihan.

Tanpa sengaja Deva telah mengingatkan pembaca untuk saling membantu dan berbagi dengan sesama. Bukankah jika kita saling menolog dan terus berbagi, Alloh akan memudahkan dan menambah rezeki kita?

3. Bangga terhadap kreatifitas anak.

Sebuah kreasi tidak harus mewah dan megah. Seseorang yang imajinasinya berjalan, tentu tidak bisa berdiam diri, selalu mencari dan terus menggali ide. Kemudian, ia akan membuat sesuatu tampak berbeda. Contohnya Batik Kreasi Ivan. Ivan adalah anak kecil yang baru berumur 4 tahun. Dia mepunyai satu adik laki-laki, yaitu Bima. Ayah Ivan berkerja di kuli bangunan, namun sekarang beristirahat di rumah, karena baru cidera karena kecelakaan. Ibunya sekarang menjadi tulang punggung keluarga dengan penghasilan yang tidak seberapa. Ibu Rini namanya, ia dengan tekad bulat meminjam uang koperasi desa untuk membiayai hidup keluarganya.

Seperti yang sudah saya katakan, ivan adalah anak yang penuh dengan ide. Ia bersama teman-teman membuat satu kreatifitas yang mempunyai arti. Membuat batik dengan lembaran daun. Ternyata ide tersebut dipakai oleh tetangganya, yang kemudian diikutkan dalam ajang festival Pekan Batik Nasional. Keberuntungan tertuju pada keluarga Ivan, karena kreasinya yang dipakai oleh tetangga mendapatkan juara. Hasilnya pun diserahkan kepada keluarga Ivan.

Harus bangga terhadap kreatifitas anak, bukan? Sekalipun mereka tidak menghasilkan apa, tetapi sebagai orang yang lebih dewasa, kita sudah seharusnya bangga terhadap segala macam kreatifitas anak, termasuk corat-coret dinding dan sprei. Bukankah corat-coret merupakan bentuk kreatifitas dan juga belajar?

4. Perlunya Berfikir Positif.

Banyak manfaat ketika kita mampu berfikir positif. Ketika membaca beberapa cerpen yang saya beri label “Perlunya Berpikir Positif” ini, tanpa disadari air mata saya jatuh. Cerpen berjudul Sarung Ayah, misalnya.

Hani ditinggal mati suaminya Hendro. Hani memiliki satu anak berumur 7 Tahun, Dewi namanya. Setelah ditinggal oleh suaminya, Hani benar-benar down. Ia hanya memikirkan dirinya, padahal Dewi masih butuh perhatiannya. Ia bisa seharian berada di kamar, tanpa memperhatikan aktivitas keseharian anaknya. Sangking tidak tahannya, Dewi pun akhirnya menangi sekeras-kerasnya. Ia menagis dan berselimutkan sarung almarhun ayah. Terus, bagaimana reaksi Ibunya?

Sudah seharusnya kita berpikir positif. Apapun yang terjadi, keluarga tetaplah keluarga, suami tetaplah suami dan anak tetaplah anak. Mereka selalu membutuhkan kasih sayang. Seburuk apapun sifat keluarga, tidak ada salahnya kita tetap berada disamping mereka dalam keadaan apapun. Mecoba untuk terus menemani dan teruslah berfikir positif untuk kehidupan kedepannya.

5. Perlunya Perhatian Untuk Keluarga.

Mobil-mobilan Si Panjul, membuat saya kagum pada sosok seorang Kakak yang sangat perhatian dengan adiknya. Rina, namanya. Diusia yang masih dini, 12 tahun, dia sudah memberikan contoh yang baik pada adiknya. Panjul, nama adiknya. Panjul masih kecil, berusia 5 tahun.

Jika melihat mainan milik teman, Panjul pasti menginginkannya. Rina sadar, kalau ia tidak mampu membeli, karena ekonominya dibawah . Melihat permanian terbaru, mobil-mobilan milik temannya, Panjul menangis dan ingin segera mendapatkan mainan serupa. Karena Rina adalah tipe Kakak yang perhatian dan penyayang, Rina berusaha semaksimal mungkin untuk bisa memiliki mobil-mobilan. Kira-kira, apa yang akan di lakukan oleh Rina untuk Adiknya, ya?

Meski dari keluarga yang kurang mampu, perhatian sangatlah perlu. Dan tidak seharusnya pasrah begitu saja, tetapi tetap berusaha untuk mendapatkan sesuatu untuk sebuah keinginan.

6. Lebih Dari Persahabatan

Pernah ada seorang teman saya berkata “Saya lebih nyaman berkeluh kesah dengan sahabat, ketimbang dengan keluarga”. Itu pun di alami oleh Adi, dalam cerpen Demi Sekantong Beras. Adi adalah tipe anak yang tidak mau menengadahkan tangan, sekalipun ia butuh. Adi masih duduk di kelas 4. Ia terlahir dari keluarga yang kurang mampu. Sepulang kerja ia pergi ke kebun untuk mencari Rebung untuk tambahan biaya. Dia memang pekerja keras.

Dia kurang beruntung pada hari itu, tugasnya membeli beras ternyata apes seketika. Beras yang sudah dibeli jatuh berceceran di kubangan lumpur, karena dia kesandung batu. Radya melihatnya. Radya adalah sahabat baik Adi. Radya dengan sergap langsung membantunya berdiri.Ternyata beras yang sudah masuk kubangan lumpur sudah tidak bisa diambil lagi karena kotor.
Radya mencoba memberikan sedikit uang kepada Adi, tapi Adi menolaknya, tentunya dengan alasan yang masuk akal. Kira-kira, apakah Adi mampu mengganti beras yang sudah berceceran itu?

Adi dan Radya, lebih dari sahabat, Mereka saling membantu satu sama lain, tanpa mengeluh dan tetap bersemangat.

7. Pentingnya Peran Seorang Ibu.

Pentingnya Peran seorang ibu, tergambar pada cerita Sepatu Si Kembar. Mempunyai anak kembar memang identik dibelikan barang yang kembar. Alasannya sih, supaya tidak ada kecemburuan. 😆 Ibunya adalah seorang Ibu Rumah Tangga yang mempunyai hobi menulis. Tulisan pertamanya yang dikirim berhasil dimuat di koran, jadi sang Ibu mendapatkan honor yang lumayan. Honor hasil menulis, ia gunakan untuk membeli sepasang sepatu untuk anaknya yang kembar. Saat memberikan sepatu, si kembar ekspresinya datar saja. Malah membandingkan dengan sepatu yang dikasih Ayahnya.

Sore hari, mereka sedang bermain bersama teman-temannya, Sepatu mereka jatuh ke selokan. mereka harus mengambilnya sendiri tanpa bantuan mamanya. Dan hasilnya, mereka belepotan lumpur. Tapi, ada hikmah dibalik blepotannya ini, Ibunya merasa lega. Berarti mereka suka dengan sepatunya.

Saya akui saya sensitif. Mungkin karena itu saya menjadi seorang penulis”. Dikutip dari cerpen Sepatu Si Kembar. Ah, jadi geli baca pengakuan yang ini. 😆

Masih banyak cerita inspirasi jiwa lainnya yang terdapat dalam Buku Cerita Di  Balik Noda. Jika saya ceritakan semuanya, berarti namanya bukan review, kan? :P. Meski review, tapi ini koq banyak sekali ya? 😆 Untuk menghemat memori, saya cukup membuat tujuh poin.

Saya memang bukan seorang penulis yang pintar. Saya masih terus belajar menulis. Tapi, tidak ada salahnya jika saya mengutarakan sebuah rasa, kan? Entah mengapa, saat membaca beberapa cerpen di atas ada satu rasa yang bernama “kurang pas”, baik dari salah ketik (hal. 25), salah menyebut nama, (hal.59) dan ejaan. Ada rasa yang kurang lagi dalam penyuguhannya. Ketika saya membaca cerita Siluman Tikus. Membaca judulnya koq rada geli gitu, terus kira-kira apa hubungannya dengan Berani Kotor itu Baik? Saya terus membaca dan mencoba memahami perkata. Dan ternyata ada hubungannya dengan berani kotor, hanya saja, judulnya terlebih dahulu membius saya. 😆

Untuk membuat sebuah judul memang sangat susah (menurut saya), karena saya pribadi sering mengalaminya. Terlebih, terciptanya buku ini awal mulanya dari sebuah kontes, di mana sangat beraneka macam ide tulisan dan cata berbahasa dari para Ibu-ibu. Sangat wajar, apabila ada perbedaan dalam penyampaian maksud. Seorang editor juga pasti sudah berusaha seteliti mungkin dalam mengerjakan tugasnya, tapi apalah daya, kesempurnaan hanyalah milikNya.

Saya sebagai pembaca Buku Cerita Di Balik Noda, hanya bisa menyampaikan ulasan, pendapat, saran dan kritik yang (semoga) bersifat membangun. Saya menyadari, meskipun saya sudah menyampaikan sebuah kritik di atas, *bisa dibilang sebuah kritik, kan? Saya belum tentu bisa menulis seperti Ibu-ibu yang penuh dengan ide dan kreatifitas itu. Dengan penuh semangat, mereka mencerikatan kisah keluarga yang benar-benar memberikan inspirasi bagi jiwa seluruh pembaca. Semgoa dengan hadirnya buku cerita di balik noda, bisa mengubah cara pandang para ibu terkait tingkah laku anak yang selalu ingin bermain dengan noda.

Ulasan Buku Cerita Di Balik Noda  ini saya tulis untuk mengikuti kontes blog Review Buku Cerita Di Balik Noda, yang di selenggarakan oleh Rinso Indonesia bersama Kumpulan Emak-emak Blogger.

KEB

SyntaxHighlighter Untuk WordPress.org

Long week end, it’s keeling me. :lovekiss: Sebenarnya bukan long weekend sih, lebih tepatnya menikmati libur hari natal sekaligus libur tahun baru. Mungkin ada beberapa sahabat yang sedang menikmati liburan dengan keluarga tercinta. Liburan kali ini sangat pas dihati. Untuk anak sekolah dan guru, sekarang sedang menikmati libur setelah Ujian Akhir Semester (UAS). Sedangkan untuk yang sudah bekerja, baik di kantor pemerintahan dan swasta ada yang sedang menikmati cuti bersama. Ya. . . meskipun musim salak berganti menjadi musim liburan, tetapi diusahakan tetap posting dan menulis di blog ipink-ipink ini. :gembira: Libur atau tidak, pastinya tidak mempengaruhi aktivitas ngeblog, kan? :mawar:

Rasanya sudah lama sekali tidak menulis di kategori Belajar Bersama. Sekedar memberitahukan, kalau saya baru tahu cara menulis source code di wordpress.org. :megaphone:  Memang memalukan sih, tapi itu adalah kenyataan. Saya mencoba bertanya sama Om Gugel, tapi belum nemu juga. Mungkin karena saya yang kurang asupan gizi, jadi loadingnya lama. :entahlah: Tidak mau menyerah nih, saya pun mencoba tanya sama Om Iswah, blogger yang jago se jago-jagonya.  :tepuktangan: Om Iswah memberi tau, kalau untuk menulis source code di wordpress.org memang harus install plugin khususuntuk syntax. Benar-benar ndeso saya. :entahlah: Sesuai petunjuk dari Om Iswah, akhirnya saya mencari di daftar plugin dan langsung saya install plugin SyntaxHighlighter. SyntaxHighlighter untuk wordpress.org, sebenarnya masih banyak plugin yang sejenis, tetapi saya mendapatkan rekomendasi plugin ini.

SyntaxHighlighter
SyntaxHighlighter

Ayye. . .setelah berhasil install plugin SyntaxHighlighter, kemudian saya mencoba untuk mulai menulis source code pada mode Text. Dengan metode trial and error, saya pun gagal dalam masa percobaan tersebut. Saya benar-benar ndeso, pinginnya sih tanya sama mastah-mastah *bahasa gaulnya master* tapi saat itu para mastah tidak ada yang online satupun. Terpaksanya ya belajar sama Om Gugel, tetapi apa yang saya cari saat itu tidak sesuai dengan harapan. Banyak tutorial yang membahas tentang cara penulisan source code, tetapi tutuorial tersebut untuk wordpress.com bukan wordpress.org. Akhirnya saya masuk pada settings dan berkunjung ke SyntaxHighlighter, ternyata di dalam SyntaxHighlighter, terdapat beberapa contoh penulisan source code untuk wordpress.org.

Penulisan Parameters
Contoh Penulisan Parameters

Dengan sangat terpaksa, malam ini saya senyum-senyum sendiri atas kendesoan saya. Tidak apa-apa, yang penting sekarang kendesoan saya berakhir dengan indah. Intinya, tidak apa-apa punya otak ndeso, yang penting tiap hari rajin diasah. Dengan harapan, semoga otak ndeso bisa seimbang dengan otaknya wong kutho. Pasti yang baca tulisan ini dan kebetulan orang ndeso banyak yang tidak setuju. Oleh karena itu, tulisan ini saya khususkan untuk orang ndeso yang mempunyai nama Idah Ceris. :komunis: Curhatan malam ini saya cukupi sampai di sini, semoga besok-besok bisa mulai nulis source code di rumah yang ipink-ipink ini. :lovekiss:

Contoh Penulisan Code Syntax

Untuk yang sedang belajar menulis syntax di wordpress.org, segeralah install plugin SyntaxHighlighter. :pelayan: #efek setelah duduk disamping orang aneh di Bus, saya jadi ikut-ikutan lebay dan aneh. Tolong jangan takut sama saya, ya? :tinju:

Pernik Cinta Oki Setiana Dewi: Sejuta Pelangi

Sejuta Pelangi
Sejuta Pelangi

Pernik Cinta Oki Setiana Dewi : Sejuta Pelangi adalah buku  karya Oki Setiana Dewi (OSD) yang kedua setelah buku bestseller pertamanya yang berjudul Melukis Pelangi.

“Judul buku kedua yang kutulis ini, tetap menggunakan kata yang sama dengan buku pertamaku: “PELANGI”. Siapa yang tak senang melihat pelangi berwarna-warni? Semua orang pasti senang melihatnya. Indah dan memesona. Seperti itulah orang-orang yang kutemui dalam perjalaan hidupku.”

Kutipan kalimat di atas terdapat pada halaman 19 Tentang Sejuta Pelangi. Buku ini terdiri dari 293 halaman, yang didalamnya berisi 22 kisah perjalanan hidup OSD bersama keluarga dan sahabat-sahabatnya. 22 kiasah ini terdiri dari 14 cerita perjalanan hidup OSD, yang kemudian dirangkum dalam sebuah catatan oleh OSD. Sedangkan 8 kisahnya menceritakan Pernik Cinta Oki Setiana Dewi bersama sahabat, anak-anak yayasan dan orang-orang yang berada di Narapidana.

Bermimpilah! Memeluk Bulan Sekalipun!” Judul tersebut ada dalam Catatan OSD yang ke lima. Kisah yang menceritakan tentang Akbar yang ingin menjadi orang besar.  Muhammad Sandi Ramadana Akbar, itu nama lengkapnya. Akbar adalah anak yatim, sedangkan Ibunya bekerja sebagai pemulung sampah. Akbar sangat bangga dengan namanya, nama yang diberikan oleh almarhum Bapaknya dulu. Akbar selalu menghubungkan namanya dengan mimpi-mimpinya. Maksudnya, dengan memiliki nama Akbar yang berarti besar, dia mempunyai mimpi untuk menjadi orang besar, menghasilkan sesuatu yang besar dan bermanfaat bagi orang banyak. Sungguh anak yang optimistis, bukan? Untuk mewujudkan cita-citanya, dia bertekad harus sekolah dan belajar.  Setelah lulus dari pendidikan Sekolah Dasar (SD), dia berjualan koran di terminal dan juga di sekeliling kampus OSD. Hasil dari jualan koran, ia berikan kepada Ibu dan sisanya ia tabung. Akbar sangat memahami kondisi keluarganya. Penghasilan Ibu yang pas-pasan ternyata tidak cukup untuk melanjutkan sekolah Akbar ke jenjang yang lebih tinggi yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMP). Walaupun demikian, ia tidak menyerah begitu saja. Setelah berjualan koran, ia dengan sengaja memanjat pagar SMP yang dekat dengan terminal untuk mendengarkan guru-guru yang sedang mengajar di kelas. Sekarang dia berusia 12 tahun, uang tabungan dari sisa jualan koran sekarang mencapai Rp. 720.000,-. Ia mempunyai rencana untuk melanjutkan sekolah ke SMP dekat termial.

Namaku Sandi, Muhammad Sandi Ramadana Akbar. Tapi aku lebih suka dipangil Akbar, agar banyak orang yang mendoakanku menjadi orang besar. Seperti cita-citaku, seperti cita-cita bapak dan ibu

Tanpa kita sadari, dibalik sebuah nama memang benar-benar dapat memberikan motivasi tersendiri untuk hidup kita. Apakah sahabat bisa menebak, kira-kira Akbar diterima di sekolah tersebut, tidak? :gembira:

Masih banyak kisah perjalanan hidup OSD yang membuat saya kagum dengannya. Buku yang ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami, OSD telah berhasil menghanyutkan pembaca, karena kisah-kisah yang ditulis terasa begitu menyentuh. Disetiap kisah yang diceritakan OSD, terserak banyak hikmah. Kisah-kisahnya benar-benar variatif dan inspiratif . Saya tidak pernah menyangka, kalau OSD adalah pribadi yang sangat berjiwa sosial. Ditengah kesibukannya, ia masih bisa meluangkan waktu untuk bersilaruahim ke penjara Anak, bermain dan berkenalan dengan anak-anak di yayasan penyandang cacat, bersilaturahim ke pesantren jiwa, berinteraksi dengan narapidana, menghadiri wisuda para penghafal Al-Qur’an setelah syuting dan masih banyak lagi kisah inspiratif lainnya.

Pernik Cinta Oki Setiana Dewi: Sejuta Pelangi, layak dibaca untuk mengisi waktu luang sahabat. Terlebih pada saat long weekend seperti ini, jangan biarkan waktu sahabat terbuang begitu saja, tanpa ada kegiatan. Terimakasih untuk Pakde, atas buku Sejuta Pelangi ini. :lovekiss: