Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, Refreshing dan Belajar

Pintu Masuk TAHURA Ir. Juanda

Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda akan membuka percakapan saya dengan blog ini. Aaah, senangnya bisa membuka dasbor lagi, setelah beberapa hari yang lalu si Blog tidak bisa dibuka. Entah karena apa nih, mungkin kurang amal kali, ya? Pokoke senenglah, ketika bisa njemblang blog ini.

Untuk penduduk asli Bandung, Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda ini sudah tidak asing lagi. Bahkan, mungkin hampir akhir pekan dikunjungi, karena suasananya benar-benar sejuk, adem. Setelah posting tentang wisata alam pasar terapung Floating Market Lembang, kali ini posting lagi tentang wisata alam berupa Taman Hutan Raya.

Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. H. Djuanda berlokasi di Bandung. Tepatnya dikawasan Dago Pakar, Desa Ciburial. Saat itu, saya bersama SRW berangkat dari Terminal Cicaheum menggunakan jasa transportasi (angkot) menuju Tahura. Transportasi menuju tahura cukup mudah. Kalau dari terminal Cicaheum, dua kali naik angkot warna kuning. Route transportasi mulai dari Terminal Cicaheum-Terminal Dago Rp. 3.000,-. Kemudian jalan ke arah kampus apa *lupa*, naik angkot lagi dan berhenti di gang menuju Tahura Rp. 3.000,- .

Sebenarnya dari terminal ada jasa ojek yang bisa mengantarkan kami ke Tahura. Tapi kami memilih untuk jalan kaki. Kalau ditanya capek, ya pasti capek lah, ya. Apalagi setelah berpanas-panasan didalam angkot. Kalau bahasanya SRW tuh, tambah lethek. :mrgreen: Keputusan untuk berjalan kaki sangat tepat, karena akses jalan menuju Tahura cukup baik. Kami melewati beberapa undak-undakan dan pernafasan sempat kurang stabil,  ngos-ngosan. Setelah berjalan kurang lebih 2 km, akhirnya kami bisa melihat keindahan alam.

Jalan lagiiiii yooooooooook. . .

Lupakan jalan undak-undakan tadi, sekarang saatnya menikmati suasana alam yang indah dan udara yang sejuk. Masuk kawasan Tahura, cukup dengan membayar Rp. 8.000,-. Kalau dua orang Rp. 15.000,-. Karena saat itu sedang tidak ada kembalian. :mrgreen:

Saya membaca di situs resminya, Tahura Ir. Djuanda secara resmi dikelola oleh Dinas Kehutanan Propinsi Jawa Barat. Kawasan ini dirintis pembangunannya sejak tahun 1960 oleh Bapak Mashudi (Gubernur Jawa Barat) dan Ir. Sambas Wirakusumah. Pada tahun 1963 sebagian kawasan hutan lindung tersebut mulai dipersiapkan sebagai Hutan Wisata dan Kebun Raya. Pada tahun yang sama, Ir. H. Djuanda meninggal. Olehkarenanya, Hutan Lindung tersebut diabadikan namanya menjadi Kebun Raya Rekreasi Ir. H. Djuanda. Tentunya untuk mengenang jasa-jasanya dan saat itu juga jalan Dago dinamakan jalan Ir.H.Djuanda. Tapi, tetap saja lebih terkenal dengan Jalan Dagonya, ya.

Taman Hutan Raya seluas 526,98 hektar ini ditanami dengan tanaman koleksi pohon-pohonan yang berasal dari berbagai daerah. Tidak mungkin menghafalkan seluruh pepohonan yang sudah ditanah di sini. Bisa-bisa nggliyeng. Pohon yang mudah diingat dan berhasil di jepret oleh SRW, yaitu Pohon Sosis.

Sosis, Pohon bukan Cemilan :mrgreen:

Entah sudah berapa tahun Pohon Sosis ini hidup di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. Sepertinya kalau dipeluk tuh mareem. :mrgreen: Setelah dilihat diketerangan papan, buah dari Pohon Sosis ini memang mirip sekali dengan Sosis makanan. Bentuknya lonjong dan warnanya coklat.

Saat itu, saya tidak melihat buah dari pohon ini, mungkin belum berbuah. Pohon yang berasal dari Afrika ini mampu menyerap CO24 salah satu penyebab utama pemanasan global dan perubahan iklim. Selain pohonnya yang rindang, akar dari Pohon Sosis ini memiliki akar yang kuat dan mampu mencegah erosi. Manfaat atau kegunaan Buahnya, yaitu untuk mengobati penyakit kulit dan Malaria. Penasan dengan Buah dari Pohon sosis, tidak? Silakan saja googling. 😉

Setelah menikmati pepohonan nan hijau, kami kembali melanjutkan perjalanan ke beberapa objek wisata alam yang ada di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. Kami langsung mencari letak Monumen Ir. H. Djuanda.

Monumen Ir. H. Juanda
Mejeng di Monumen Ir. H. Djuanda

Monumen Ir. H Djuanda masih dikelilingi pepohonan yang rindang. Tak heran, jika kawasan monumennya banyak daun berjatuhan itu. Monumen ini tidak begitu jauh dari pintu masuk. Naik kira-kira 500 meter, belok kanan langsung bisa menjumpai Monumen ini. Di depan monumen terdapat taman bermain untuk anak-anak, sambil menikmati pemandangan bunga-bunga cantik. Setelah melihat Monumen, kami langsung menyusuri jalan menuju wisata alam Curug dan Gua yang ada di Tahura.

Untuk Anda yang suka berwisata alam, Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda bisa menjadi pilihan yang tepat untuk berwisata, refreshing sekaligus belajar. Benar-benar tidak merugi berwisata alam ke Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. 🙂 Kapan-kapan mau share Curug yang Cantik itu, Omas Omas Omas. . .

Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda

Kompleks Tahura
Ir. H. Djuanda No. 99
Dago Pakar – Bandung
Telepon: +62-22-2515895
Buka Setiap Hari, 08.00 s/d 16.00 WIB

You Might Also Like

18 Comments

  1. keke naima

    kalo banyak daerah yg punya hutan gini, enak, ya. Bakalan adem 🙂

    Semriwiing siliiir2, Teh. . . ^_*

  2. imamboll

    enaknya bisa jalan jalan terus si idah, hehe
    di tempat saya jarang ada hutan gitu mbak, ada juga jauh banget tempatnya, hehe

    Di sana ada Tahura juga ya, Mas? ^_*

  3. monda

    udah lama banget ke tahura ini…, masih jaman kuliah,
    syukurlah masih sangat terpelihara baik ya…
    hebat semangatnya jalan kaki 2 km..top

    Mumpung masih bisa jalan kakai, Bund. . . ^_*

  4. Lidya

    murah juga ya tiket masuknya

    Iya, seharga bakso satu porsi, Teh. . :D^_*

  5. Ila Rizky Nidiana

    mba idaaaaaaahhh, jeng-jeng terus sama jeng una. iriiii T.T
    btw, aku belum pernah ke sana.padahal sempet ke ITB. hadeh, ntar deh kapan-kapan main ke bandung lagi. 😀

    Lho, baru kali ini lho, Mba. Ciee, yang mau ke ITB. . .:) ^_*

  6. yulita

    Waduh,,baca ini jadi pengen nyoba kesana 😀

    Silakan, jangan lupa bawa minum yang banyak, ya. Hihihi ^_*

  7. Orin

    aku ga bosen2 jalan di sana Dah, pernah jalan kakinya dari Simpang-Dago *ga ada kerjaan* qiqiqiqi

    Pastinya gak bosen dong, kan sama si Akang. Hihihihi ^_*

  8. Heru Piss

    itu koq papan namanya pada karatan gak diganti ya,,,

    Belum diganti mungkin. .. :)^_*

  9. Ejawantah Wisata

    Wah,,,,,, di mana-mana Una selalu ada ya. Pasti perjalanannya seru deh bareng Una.

    Sama-sama ya Mba, saya juga minta maaf ila ada kata yang ihklaf menjelang bulan Ramadhan ini. Semoga kita dapat diberikan kelancaran untuk menunaikan ibadah puasa.

    Salam wisata

    Maklum, Pak. Dia kan artis Boliwud. Aamiin. .. ^_*

  10. Wisata Lombok

    Diliat dari foto2nya aja pasti perjalanannya seruu n segerrrr di tengah hutan… Lam kenal yaa 🙂

    Benar. Salam kenal kembali dari idah. . . ^_*

  11. yisha

    met puasa, ka idah, yisha mohon maaf lahir bathin……

    Sama2, Yish. . . ^_*

  12. naniknara

    Catet ah, kali aja kapan2 ada tugas ke bandung dan bisa mampir

    Cieee, yang selalu geratis kemana2, ya. .. ^_*

  13. Una

    Elek lu…

    haghaghag. . . ^_*

  14. ririe

    huuuuu…jln2 sama si dora lageeeee…hiks:(

    Kapan jalan2 bareng lagi, Mba? ^_*

  15. afan

    Suageerr pasti kalao siang2 jalan ke sana, apalagi ada es dawet 🙂

    Sriwing2 angine, Mas. . . ^_*

  16. ni made sri andani

    Saya baru tahu ada pohon namanya pohon Sosis…
    Menarik sekali ya bisa jalan-jalan ke tempat teduh seperti ini…

    Bunda belum pernah ke Tahura? 🙂 ^_*

  17. Ayi

    wah seru banget nih ..
    ntar nyempetin kunjungan ke sana ah ..

    Lagi di Bandung ya. . .^_*

  18. DiOntang-Anting Sampai Kawah Putih Ciwidey - ^_^ Langkah Baruku ^_^

    […] jalan-jalan ke Tahura Ir. Juanda, malam harinya saya dan Sitti menginap di kontrakan Mba Alaika. Rencana esok hari malanjutkan […]

Leave a Reply