Ketika Gema Takbir mulai Berkumandang, hampir seluruh anak kecil (di desa saya) mendekat ke masjid, berebut microphone dan atau bedhug. Mereka terlihat sangat bersemangat. Namun demikian, ada sebagian anak yang tidak hadir di masjid, karena sedang minta dibuatkan oncor-oncoran. Ada yang merengek minta ke tetangga, karena si Bapak tidak mau membuatkan. Ada juga yang rela pergi ke kebun untuk mencari bambu kecil bersama teman-temannya. Sungguh mengharukan. Tampaknya gema takbir dan oncor-oncoran menjadi satu kesatuan, paket lebaran yang membahagiakan untuk mereka. Oncor-oncoran ini juga menjadi salah satu tanda kemenangan pada penghujung bulan Ramadhan.

Anak-anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) belum terampil untuk membuat oncor atau obor. Mereka hanya mengandalkan orang tua, kakak atau saudara untuk membuatkannya. Di Desa saya, mulai ba’da ashar takbir sudah mulai berkumandang. Dengan penuh kebahagiaan, mereka berbondong-bondong menuju masjid Al-Hidayah untuk mendaftarkan diri mengikuti takbir keliling. Bagi mereka yang sudah mendaftar, nantinya tidak perlu membeli minyak tanah. Panitia sudah menyediakan minyak tanah untuk mengisi oncor mereka. Tradisi takbir keliling dengan membawa oncor-oncoran ini sampai sekarang masih dipelihara oleh para sesepuh di Desa saya.

Kartu Ucapan Lebaran

Ketika Gema Takbir telah Berkumandang, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H. Taqobalallahu Minna Wa Minkum. Mohon Maaf Lahir dan Bathin untuk seluruh teman-teman dunia Blog tercinta. Salam Persahabatan dari Banjarnegara. . . ^_*