Langkah Baruku

Ketika Gema Takbir Berkumandang

Ketika Gema Takbir mulai Berkumandang, hampir seluruh anak kecil (di desa saya) mendekat ke masjid, berebut microphone dan atau bedhug. Mereka terlihat sangat bersemangat. Namun demikian, ada sebagian anak yang tidak hadir di masjid, karena sedang minta dibuatkan oncor-oncoran. Ada yang merengek minta ke tetangga, karena si Bapak tidak mau membuatkan. Ada juga yang rela pergi ke kebun untuk mencari bambu kecil bersama teman-temannya. Sungguh mengharukan. Tampaknya gema takbir dan oncor-oncoran menjadi satu kesatuan, paket lebaran yang membahagiakan untuk mereka. Oncor-oncoran ini juga menjadi salah satu tanda kemenangan pada penghujung bulan Ramadhan.

Anak-anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) belum terampil untuk membuat oncor atau obor. Mereka hanya mengandalkan orang tua, kakak atau saudara untuk membuatkannya. Di Desa saya, mulai ba’da ashar takbir sudah mulai berkumandang. Dengan penuh kebahagiaan, mereka berbondong-bondong menuju masjid Al-Hidayah untuk mendaftarkan diri mengikuti takbir keliling. Bagi mereka yang sudah mendaftar, nantinya tidak perlu membeli minyak tanah. Panitia sudah menyediakan minyak tanah untuk mengisi oncor mereka. Tradisi takbir keliling dengan membawa oncor-oncoran ini sampai sekarang masih dipelihara oleh para sesepuh di Desa saya.

Kartu Ucapan Lebaran

Ketika Gema Takbir telah Berkumandang, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H. Taqobalallahu Minna Wa Minkum. Mohon Maaf Lahir dan Bathin untuk seluruh teman-teman dunia Blog tercinta. Salam Persahabatan dari Banjarnegara. . . ^_*

18 thoughts on “Ketika Gema Takbir Berkumandang

  1. LJ

    selamat idul fitri buat iDah, Bapak, Ibu dan selauruh keluarga di Banjarnegara. Mohon maaf lahir dan batin.

    Sudah saya sampaikan kepada keluarga. Saling memaafkan,Bundo. . .^_*

    #masak apa buat besok Dah..? :P

    Pastinya ada rendang, resep nyomor dari LJ. :P Tapi entahlah, bisa empuk atau tidak. . . :lol:

  2. BlogS oF Hariyanto

    Gema Takbir Menyapa Semesta,
    Membesarkan dan Mengagungkan Yang Maha Esa nan Maha Suci,
    Bersihkan Hati Kembali Fitri di Hari Kemenangan,
    Terkadang Mata Salah Melihat dan Mulut Salah Berucap,
    Hati kadang salah menduga serta Sikap Khilaf dalam Berprilaku,
    Bila Ada Salah Kata, Khilaf Perbuatan dan Sikap,
    Bila Ada Salah Baca dan Salah Komentar,
    Mohon Dimaafkan Lahir dan Batin,
    Selamat Merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1434 H

    Saling memafkan ya, Om. Met Lebaran. ^_*

  3. Wisata Lombok

    “Taqoblallahu Mina Waminkum Syiamana Wa Syiaminkum… Mohon Maaf Lahir Bathin Keluarga, Sahabat & Rekan, Semoga Allah Memberkahi & Meridhoi Kita Semua, Aamiin..!” Semoga semua puasa kita di terima oleh Allah SWT & Semoga kita semua diberikan kesehatan & umur yang panjang untuk bisa dipertemukan kembali dengan Ramadhan tahun depan. Aamiinnn

    Aamiin. Saling memafkan ya, Om. . .^_*

  4. Guru Muda

    Takbiran full hingga subuh tiba saya lakukan di daerah yang tak jauh sama Mbak Idah, Purbalingga.
    Sungguh pengalaman baru yang tak akan saya lupakan.
    ***
    Semoga kita semua termasuk golongan ”MINAL AIDDIN WAL FAIZIN”

    Aamiin. Senang ya, Pak. Saling memafkan ya. . .^_*

  5. prih

    Tradisi oncor dan iring2an berlaku pula di daerah kami lereng Lawu. Selamat Idul Fitri, mohon maaf atas salah khilaf ya mbak Idah Ceris. Salam

    Sangat ramai pastinya ya, Bu. Sama2, saling memafkan ya, Bu Prih. . .^_*

  6. Susanti Dewi

    Dulu waktu saya kecil, obor masih banyak jika malam takbiran, tapi sekarang sudah susah utk dijumpai. Selamat Lebaran. Mohon maaf lahir dan bathin.

    Tradisinya udah ilang ya, Mba. Saling memaafkan ya, Mba Dew. . .^_*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Content security powered by Jaspreet Chahal