Menepi ke Taman Ruang Terbuka Hijau Bojong
Penat yang dirasa tiap orang sangat beragam. Begitu juga dengan cara mencari jalan keluar agar penat tidak terus melekat dalam diri. Berusaha untuk…
Penat yang dirasa tiap orang sangat beragam. Begitu juga dengan cara mencari jalan keluar agar penat tidak terus melekat dalam diri. Berusaha untuk…
Melihat kalender yang menempel dinding, ternyata tanggal 15 pada bulan ini jatuh pada hari Sabtu. *alhamdulillaah* Bahagianya… Memang ada apa dengan tanggal 15,…
Bagiku, perjalanan satu jam dari Jakarta menuju Bogor menggunakan moda trasportasi Commuter Line ngga terasa lama, apalagi merasa capek. Sekalipun kereta tersebut penuh…
“Usia kandungan kamu sudah berapa bulan?” Salah satu pertanyaan tersebut lazim dilontarkan oleh kerabat kepada seorang perempuan yang sedang hamil. Jika di Desa,…
“Sesampainya di Stasiun, kamu bisa melakukan deposit pada kartu Commuter Line yang akan dipakai selama kamu berada di Jakarta . Murah kok, hanya…
Semacam ada magnet kuat yang menyeret kami untuk segera memarkirkan mobil tepat di depan Rumah Makan (RM) Padang Jawa. Tempat parkir yang tidak…
Cara Menuju Telaga Dringo – Telaga tertinggi di Dataran Dieng, yang mana -menurut saya- Dringo merupakan Telaga yang paling memesona di kawasan Dataran Tinggi Dieng. Tidak hanya suguhan telaga yang didapat, namun ada dua objek lain yang wajib disambangi ketika sudah sampai Dringo. π
Untuk mencapai Telaga Dringo, kami lewat jalur timur, yaitu Wonosobo-Dieng. Kamu bisa banget lewat jalur barat, yang tak lain adalah arah Banjarnegara-Dieng. Akan tetapi, perjalanan akan terasa lebih dekat jika lewat jalur timur. Padahal, tempat tinggal kami di Banjarnegara. π Mungkin, ini karena kebiasaan. Ya, kami terbiasa berangkat lewat jalur timur. Barulan pulang lewat jalur barat. π
Beruntung, saat itu ada Mas Ivan yang sudah paham benar perihal akses menuju Telaga Drigo. Jadi, kami tidak banyak berhenti, langsung menuju Dringo.
Setibanya di Desa Pekasiran, Kec. Batur, Kab. Banjarnegara, yang tak lain adalah lokasi Telaga Dringo, saya cukup surprise dengan kondisi atau akses jalan-nya saat itu. Namanya telaga tertinggi, tak heran jika lokasinya pun cukup jauh, ya. Berada di pucuk Desa.

FYI, jika kamu berniat piknik ke Telaga Dringo, ada dua alternatif moda transportasi yang bisa kamu pilih. Pertama yaitu transportasi umum, dimana kamu harus ekstra sabar untuk mendapatkannya. Angkutan tersebut akan mengantarkan kamu sampai jalan utama Desa Pekasiran. Setelahnya, perjalanan bisa dilanjutkan dengan treking atau sewa jasa ojek.
Selain transportasi umum, kamu juga bisa mengendarai sepeda motor atau sewa mobil jeep. Tansportasi ini lebih menghemat waktu dan juga tenaga.
Jika ingin menggunakan sepeda motor, saya sarankan jangan menggunakan motor matic. Tapi, bukan berarti dengan menggunakan sepeda motor matic kamu ngga bisa sampai. Hanya saja, kasihan matic unyu punya kamu dipaksa untuk tancap gas terus di jalan rolak. π Ada baiknya kamu mengajak teman yang ahli nyetir.

Lalu, kenapa saya menyarankan Mobil Jeep atau mobil sejenisnya yang cukup tangguh? Karena memang tipe jalan-nya cocok banget untuk olahraga off road. Medannya cukup mendebarkan! Batu pecahan, dua tanjakan yang ngga biasa, dan satu jalan temurun, cukup memicu adrenalin. Ngga kebayang jika menggunakan honda jaz. Kasihan mobilnya, bukan? π
Sekadar informasi, jika menggunakan mobil, kamu hanya bisa memarkirkannya di jalan masuk kawasan Telaga Dringo. Sebab, untuk benar-benar sampai depan persis Telaga, hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki atau naik sepeda motor.
Perjuangan menuju Dringo tidak hanya sampai pada jalan utama yang belum beraspal itu. Kamu masih harus menyusuri hutan, melewati jalan setapak yang hanya cukup untuk jalan satu sepeda motor.
Saat hari mulai gelap dan kamu belum sampai Telaga, kamu tidak perlu was was atau takut saat perjalanan menuju Telaga. Ada banyak penduduk setempat yang bertani sampai sore hari. Terpenting, kamu harus bisa membawa, menjaga barang bawaan kamu dengan baik. Kalau bisa, seluruh bawaan masuk tas ransel supaya aman dan kamu lebih tenang menikmati perjalanan.
Kami mengunjungi Telaga Dringo pada waktu yang kurang tepat, dimana masih pada musim penghujan. Cukup banyak kabut di atas telaga dan risiko banget harus melewati jalan tanah becek, yang membuat motor keselip. Hanya motor Mas Ivan saja yang selamat, meski sempat ngetril saat ditanjakan karena kelebihan muatan. *lirik winda* π
Nah, buktikan kalau kamu memang berjiwa petualang. Taklukan medan menuju Telaga Dringo. Ngetril, motor macet, keselip, tuh hanya secuil pengantar dari sebuah perjalanan menuju Dringo. Setelahnya, kamu akan mendapat kejutan yang luar biasa dari Telaga Dringo, yang tak hanya sebatas Telaga.
Tadinya mau kasih sebutan “suka narsis.” Berhubung narsis termasuk level yang cukup tinggi, jadi ngga berani pakai label tersebut. Ya…meski aslinya doyan narsis…
Iyes, bahwa laki-laki itu tugasnya memasak. Sedang ngga bercanda, ini serius banget. Tapi, memasaknya bukan di dapur. π Jangan buru-buru mengatakan kalau gue…
Teman-teman ada yang kenal dengan BumBum, ngga? Bukan teman Nemo, lho. Melainkan panggilan untuk seorang perempuan yang saat ini sedang hamil 13 minggu…