Saoto Bathok, Sajian Soto Segar yang Begitu Khas
“Hari ini aku sengaja ngga masak. Kalian akan kami ajak jalan-jalan dan kulineran. Pertama, kita akan menikmati Saoto Bathok Mbah Katro. Belum pernah…
“Hari ini aku sengaja ngga masak. Kalian akan kami ajak jalan-jalan dan kulineran. Pertama, kita akan menikmati Saoto Bathok Mbah Katro. Belum pernah…
Satu kegiatan yang cukup membahagiakan bagiku adalah Barbeque. Aku yakin, teman-teman sudah ngga asing lagi dengan istilah tersebut. Terlebih bagi yang hidup di…
Ngga sedikit teman yang sering menanyakan hal yang sama kepadaku. Bukan tentang kehamilanku yang saat ini sudah masuk pada minggu ke 22, dimana…
River Tubing Oyo dalam Dua Musim – Tak hanya Gua Pindul, masih ada beberapa Gua dan wisata alam lainnya yang berlokasi tak jauh dari Pindul, sebuah wisata alam di Wonosari yang tiap hari makin banyak pengunjungnya. Sementara itu, aku baru tahu tiga objek saja, yaitu Gua Pindul, Gua Baru dan Kali Oyo. Masih ada Gua Sriti, Gua Glatik, dan Outbound, yang belum pernah aku kunjungi.
“Mumpung sudah sampai sini, sekalian nyobain rafting Kali Oyo, Pak. Dijamin asyik, puas.” Dengan mantap, seorang lelaki yang nampaknya adalah Pemandu Wisata, memberi jaminan kepada Pak Bos beserta anak buahnya. π Dengan adanya jaminan, aku makin penasaran untuk nyobain rafting yang katanya bisa bikin pengunjung bahagia.
Aku belum punya pengalaman rafting di Kali Oyo. Belum pernah membaca ulasannya pula. Ngga tahu arusnya seperti apa, jeramnya asyik atau menggoda. Saat Pak Bos menawarkan tiket rafting kepada kami, rasanya kok mumpung banget, ya. Maksudnya, mumpung belum terlalu siang, kami pun menerima paket lanjutan Gua Pindul-Kali Oyo.

Harga tijet masuk Gua Pindul Rp 35.000 per orang. Sedangkan Rafting KalibOyo Rp 45.000 per orang. Menurutku, harga tersebut cukup terjangkau. Mengingat harga paket rafting di Kali Serayu Banjarnegara paling murah Rp 120.000 per orang. Meski terjangkau, tapi kalau seluruh anak buah digratisi akan menjadi berlipat juga, ya. 
Usai membayar tiket, Pemandu dari Gelaran Indah mempersilakan kami untuk mengenakan pelampung dan sepatu yang telah disediakan di rak dekat pontu masuk. Aku sok sibuk memilih sepatu yang pas di kakiku ini. Sepatu dengan ukuran yang ngga terlalu besar. Karena, sebagian besar sepatunya jumbo. *padahal sebaliknya*
Kalau masalah pelampung, sih, bisa diatur. π

Rafting Kali Oyo baru dimulai setelah susur Gua Pindul selesai ditempuh dalam waktu kurang lebih 45 menit. Dari pintu keluar Gua Pindul, kami berjalan tak lama, menyusuri pematang sawah, kemudian lanjut naik mobil pick-up menuju Kali Oyo.
Saking ngga sabarnya untuk rafting, perjalanan pun terasa cukup lama, padahal hanya 10 menit dari pintu keluar Gua Pindul. Mungkin karena laju mobilnya pelan, soalnya medan menuju Kali Oyo tak semulus kulit wajah Dian Sastro. Kata Pak Sopir, jalan menuju Kali Oyo sudah sering diperbaiki, namun cepat rusak. Grunjal grunjul ora genah. π

Aku mengira rafting di Kali Oyo ini seperti rafting pada umumnya, menggunakan alat bantu perahu karet dan juga dayung. Tapi, ternyata ngga! Tetap menggunakan tubing, bawaan Gua Pindul. π Bukan rafting, namanya. Melainkan river tubing. Tapi, Pemandu tetap mengatakan rafting rafting dan rafting. Aah…sama aja ya, Kak. π
Ini pengalaman pertamaku susur kali hanya menggunakan pelampung dan ban dalam. Februari lalu, saat musim hujan, debit air Kali Oyo sedang tinggi. Melihat arus sungai yang cukup deras, aku agak was was. Padahal sudah ada bantuan pelampung, ya. Tapi, perasaan takut tetap menghampiri. *dasar penakut*
“Ini seperti Kali yang ada di Desaku, Mas Hendri. Airnya keruh.” Jelasku kepada Mas Hendri, pemandu wisata kami yang sedang mempersiapkan tubing untuk kami. Menurutnya, saat musim hujan justeru akan mendapat pengalaman river tubing yang tak biasa. Tebing di sepanjang Kali memang nampak ngga begitu indah, karena sangking tingginya air di Kali Oyo. Namun, air terjun pengantin makin cantik saat musim hujan. Begitu juga atraksi lompat dari tebing, makin banyak.


Kali atau Sungai sepanjang 2 km, kami tempuh dalam waktu kurang lebih 2 jam. Ya, dua jam berendam di air tanpa kedinginan, karena pancaran sinar matahari langsung menyapa tubuh. Dari baju yang basah karena man di bawah ari terjun, sampai baju kembali kering.
Saat river tubing ini, kami hanya mendapat satu jeram saja, saat awal terjun di Kali. Derasnya air, serta kedalaman sungai yang mencapai 10 meter, menggugah keinginanku untuk meringankan beban Mas Hendri dengan cara memisahkan diri dari tubing yang saling bergandengan. Sok-sok mau renang, gitu. Tapi, aku pikir ulang, waktu tempuh 2 jam di dalam air itu akan lama. Kemudian ingat punggung, tangan, nanti akan pegal semua. Hahaha Seketika aku mengurungkan niat untuk cipak-cipuk di Kali.
Satu pemandu, paling banyak bertanggungjawab atas tujuh pengunjung. Aku melihat Mas Hendri yang hanya memandu empat orang, iba rasanya. Menggeret kami, bak koper ukuran jumbo yang terisi penuh. π Dia ngga nampak capek, sih. Aktif banget mengajak ngobrol, dan cerita tentang wisata Gunung Kidul sampai menghasilkan suatu project! Hahaha Makanya, perjalanan selama dua jam tak terasa lama.

Teman-teman melihat tebing cantik pada foto di atas, kan? Suasana berbeda kudapatkan saat aku berkunjung (lagi) ke Kali Oyo pada bulan ini, September. Ngga hanya di Banjarnegara saja, ternyata sampai Gunung Kidul pun sudah masuk musim kemarau.
Tebing-tebing sekitar Kali nampak indah dari kejauhan. Bersih. Pada beberapa titik, dasar sungai juga terlihat jelas, karena air sungai nampak lebih jernih dengan gradasi hijau tosca. Meski air sedang surut, aku yang saat itu mendapat pemandu spesial, yaitu Pak Tugiono, tetap mendapat pelayanan penuh. Begitu juga teman-teman kantorku. Nampak bahagia dan menikmati Office Trip. *istilahnya keren*

Ngga ada yang berbeda dari pelayanan sebelumnya. Arus sungai yang begitu tenang tidak menyurutkan semangat para pemandu river tubing. Hanya saja, saat musim kemarau, tugas pemandu terlihat makin berat. Ya…arus Kali, kan, ngga deras, tuh. Air lebih tenang, jika dibanding dengan musim hujan. Terasa beratnya menggeret beberapa orang (yang semuanya pasif) saat musim kemarau. Terlebih, mereka tiap harinya mengantar pengunjung minimal tiga kali. *usap-usap punggung pemandu*
Pengunjung yang memilih untuk lompat dari tebing pada musim kemarau ternyata masih tetap banyak. Ngga takut meski sungai nampak dangkal. Ada yang memilih dari jembatan bambu, dengan jangkauan lebih tinggi. Tak sedikit pula yang lompat di sekitar Air Terjun. Aku jadi ngebayangin terjun dari tebing bersama dedek yang masih di dalam perut. π π *geleng-geleng*
Dua kali River Tubing Oyo pada musim yang berbeda mendapat pengalaman yang tak sama. Namun, susur sungai dengan ditemani pemandu wisata yang sama, yaitu dari Gelaran Indah, tetap mendapat kepuasan yang sama. Bahkan, untuk musim kemarau ini lebih memuaskan. Banyak mendapat diskon tiket masuk dan fasilitas umum milik Gelaran Indah juga makin lengkap. π
Baca juga:
Caraku Menikmati Cave Tubing di Gua Pindul – Kemanapun kaki melangkah untuk tujuan piknik, jika tidak bisa menikmati apa yang ada di depan, bisa jadi akan susah untuk mendapatkan apa arti dari refreshing. Serius. Aku cukup sering menjumpai orang sedang berada di objek wisata, tapi nampak susah. Ada banyak hal yang melatarbelakangi. Bawaan dari rumah, atau emang suka bawa perasaan kemana pun pergi. π
Yang namanya piknik, entah solo trip, maupun gabungan, minimal memiliki tujuan untuk bersenang-senang, sekadar melepas penat. Ngga mungkin hanya untuk melebur uang, kan? Atau, malah menghabiskan anggaran bulanan. *horang kayah bener*
Selain ada suatu hal yang menyebabkan kurang nyaman, biasanya kita dihadapkan pada objek wisata dan atau fasilitas yang tidak sesuai dengan apa yang sudah ada dibenak kita. Seperti halnya saat aku Cave Tubing di Gua Pindul bersama tiga temanku.
Sebagian besar wisatawan yang bertandang ke Gunung Kidul, menjadikan Gua Pindul sebagai destinasi wisata alam yang akan dikunjungi. Ya…namanya saja termasuk wisata yang cukup hits di Yogyakarta, ya. Pasti banyak yang penasaran dan ingin mencoba Cave Tubingnya Gua Pindul. Terlebih, dengan tiket masuk Rp 35.000,- Cukup terjangkau, bukan?

Tapi nih tapi…ada beberapa hal yang menjadikan Cave Tubing di Gua Pindul ini begitu unik. Ngga seperti Cave Tubing pada umumnya. Berikut Empat hal yang menjadikan Cave Tubing di Gua Pindul makin asyik!
Pertama, kamu akan diantar oleh Sopir Pickup sampai lokasi pengambilan tubing atau ban dalam. Bagi yang belum pernah naik mobil full AC ini, kamu harus bisa menikmatinya, ya. Karena, mobil elegan tersebut merupakan alat transportasi satu-satunya menuju lokasi Gua Pindul.
Lalu, bagaimana cara menikmatinya? Kamu cukup memanfaatkan topi, bagi yang takut panas. Atau, menyediakan camilan agar perjalanan makain asyik. Jangan khawatir akan berlama-lama di bak mobil. Cukup sepuluh menit, kamu akan sampai lokasi pengambilan ban dalam. Sampai pada misi berikutnya adalah membawa ban dalam sampai pada mulut Gua. π
Baca juga tentang River Tubing Kali Oyo.
Kedua, ini tentang beban berat. Bukan beban berat seseorang, melainkan ban dalam yang akan kita bawa.
Ban dalam hanya berisi angin, namun cukup berat dan bikin lengan pegal. Lalu, bagaimana cara menikmatinya? Kamu bisa menaruh ban dalam di atas kepala agar beban terasa ringan. Sudsh terbayang, kan? Pasti kamu akan nampak cool! π


Ketiga, jika kamu datang saat weekend, antara pukul 08.00-12.00 WIB, maka kamu akan menjumpai antrean yang mengular. Lalu, bagaimana cara menikmatinya? Kamu cukup memainkan kamera! Ya…waktunya bernarsis di mulut Gua Pindul!
By the way, jika punya banyak waktu, mending ke Gua Pindul di atas pukul 13.00 WIB. Meski ngga mendapat “cahaya surga” dari dalam Gua Pindul, tapi kamu bisa mendapat kepuasan karena tidak terlalu banyak orang yang susur Gua. Tidak berdesak-desakan, longgar!

Jika kamu masih bisa kurang menikmati, atau malah justeru down sebelum susur Gua, karena melihat banyaknya antrean, mending kamu berenang-renang dahulu! Ya…melihat jernihnya air tepat di mulut Gua Pindul, bagi yang hobi berenang pasti ngga tahan kalau hanya dipandang, kan? Mending basah-basahan, bermain air, siapa tahu dapat teman baru! π
Bagi yang belum bisa renang, ngga perlu cemas. Karena, tiap pengunjung sudah diwajibkan mengenakan pelampung. Kamu ngga akan tenggelam dalam lautan luka dalam. π Lagipula, ada guide yang insya allah selalu mengawasi dan menjaga pengunjung.

Nah, jika sudah mulai susur Gua, kamu akan mendapat dongeng sejarah khusus dari jasa pemandu selama kuang lebih tiga puluh menit perjalanan tanpa macet. π Semisal kamu ngga suka dengan yang namanya sejarah, ya kamu bakal bosan banget. π Tapi, apa yang diceritakan oleh jasa pemandu, tuh, bernilai banget. Menambah pengetahuan, memperluas wawasan, dan menjadikan kita makin pandai bersyukur, menikmati tiap apa yang diciptakan olehNya.
Semoga Teman-teman yang nantinya punya rencana piknik ke Gua Pindul bisa menikmati tiap pergeseran tubingnya. Aku merasa enjoy banget saat Cave Tubing di sana. Soalnya, pemandu yang aku pilih, tuh, team yang benar-benar tanggung jawab, dan bisa menghibur, meski basicnya bukan pelawak. π
Baca juga Jasa Jemput Pengunjung ke Gua Pindul.
Tiap orang sepertinya punya cita-cita untuk memiliki rumah idaman. *seperti aku aku aku* Tapi, kriteria rumah idaman bagi tiap orang, tuh, berbeda. Ada…
Tiap akan melakukan perjalanan jauh, seringkali aku membayangkan capeknya dahulu pada saat perjalanan. Jarak tempuh sampai tujuan, panasnya di dalam mobil meski sudah…
Beberapa hari yang lalu, aku membaca informasi di koran pada kolom jual rumah. Tak menyangka, ternyata informasi yang disuguhkan ngga hanya informasi rumah…
Mendengar kata Mediator yang beberapa hari ini menjadi trending topic di tempat kerja, memoriku kembali berputar menuju belasan tahun silam. Tepatnya saat aku…
“Biasanya akan ada banyak orang yang menawarkan jasa, jika kamu melewati gerbang masuk kawasan Gua Pindul.” Seorang teman yang katanya pernah menjadi tarjet…