Menu Segar Favoritku di Dapoer Central
Menu segar menjadi menu favoritku saat singgah di tempat makan. Kenapa menu segar? Alasannya simpel banget! Ngga membutuhkan waktu lama untuk menyantapnya. Terkadang,…
Menu segar menjadi menu favoritku saat singgah di tempat makan. Kenapa menu segar? Alasannya simpel banget! Ngga membutuhkan waktu lama untuk menyantapnya. Terkadang,…
Pertimbangan untuk memanfaatkan jasa jemput menuju Gua Pindul adalah pilihan yang tepat bagi kami, khususnya aku. Meski aku ngga ikut andil menentukan, tapi aku turut merasakan kepuasan atas sebuah pelayanan.
Tak banyak yang bisa kulakukan saat mendapat pelayanan maksimal dari sebuah jasa kecuali menuliskannya. Sekadar mendokumentasikan, sebagai pengingat, dan berbagi pengalaman. Siapa tahu bisa menjadi referensi juga bagi mereka yang membutuhkannya.
Aku tahu, memberi pelayanan maksimal sudah menjadi kewajiban bagi para penyedia jasa dalam bidang apa saja. Pun dengan ending yang memuaskan, membahagiakan bagi para pemakai jasa yang menjadi tujuan mereka. Memberikan pelayanan yang ngga nanggung, full service. Seperti saat piknik ke Gua Pindul, aku merasa puas dengan pelayanan dari jasa pemandu wisata Gelaran Indah.
Gelaran Indah (GI) adalah sebentuk kelompok sadar wisata (POKDARWIS) yang beranggotakan masyarakat Gelaran 1, Bejiarjo, Karangmojo, Gunung Kidul.

Jasa pemandu dari Gelaran Indah terdiri dari beberapa tim yang telah terbagi menjadi beberapa bagian. Sebagian besar anggota adalah lelaki yang sudah tidak muda lagi, tapi masih dalam usia yang produktif. Mereka yang sering menjadi pemandu cave tubing dan rafting. Sedangkan yang masih muda, mereka lebih aktif menjadi jasa penjemput, penerima wisatawan, dan menjaga basecamp.

“Kurang lebih tujuh puluh orang yang sama-sama bekerja untuk Gelaran Indah. Mulai dari bagian penjemputan di gerbang utama, pengambilang tubing, pemakaian pelampung, sampai pada mereka yang mengantar, mendampingi para wisatawan menikmati paket wisata yang kami sediakan.” Jelas Mas Hendri, Pemandu Wisata yang saat itu mendampingi kami susur Gua Pindul dan River Tubing Oyo.
Tujuh puluh orang yang terbagi menjadi sekian tim. Pantas saja, pelayanannya cepat. Karena, ada banyak tim yang siap memandu para wisatawan selama berwisata di Gua Pindul dan sekitarnya.


Ngomongin tentang kepuasan dari pelayanan wisata, ada sepuluh alasan, mengapa aku memilih dan merekomendasikan Gelaran Indah sebagai Jasa pemandu wisata gua pindul. Yaitu, karena:
Ya, jika Teman-teman punya rencana piknik ke Gua Pindul tanpa Biro Wisata, bisa banget dapat diskon hingga 15% dafi harga tiket normal Rp 35.000. Lumayan, kan? Ssst…aku pernah menikmati diskon tersebut. Nah, jika pesan tiket masuknya lewat aku, ntar bisa aku kasih tambahan diskon (lagi). *referalllllll**cari untung* Bhahaha

Ke sepuluh hal di atas cukup membuat kami, khususnya aku, merasa puas dengan layanan yang maksimal, sepenuh hati. Apalagi, dalam satu kelompok hanya terdapat tujuh wisatawan. Satu pemandu, tujuh wisatawan. Jadi, pemandu bisa fokus dan cukup ringan untuk terus memantau tujuh orang.
Jika Teman-teman ada rencana piknik ke Gua Pindul, bisa banget kontak aku, lho. Jangan khawatir, nanti aku beri diskon yang lumayan banget bisa untuk beli es cincau. ๐
Teman-teman bisa banget baca Pemandu Wisata Dieng. Ada diskonan juga di sana. Bhahaha
Mendambakan Dokter Kandungan yang Asyik untuk USG – Sebelum masuk ruang periksa, aku terlebih dahulu menimbang berat badan di ruang pendaftaran ulang. Kemudian, dilanjut dengan cek tekanan darah yang saat itu mencapai 120/90. Cukup kaget saat petugas menyampaikan bahwa tensiku yang biasanya rendah, kini telah menyentuh angka normal. Tapi kalau kata Tante, bisa dikarenakan saat tensi menggunakan tensimeter digital, bukan tensimeter manual. Berbeda alatย bisa jadi menghasilkan selisih.
Aku ngga terlalu pedul denganย hal tersebut. Karena, setelah berjumpa dengan Dokter Kandungan yang amat asyik, nyaman, aku melupakan apa yang aku rasa, lihat, di sekitar Panti Nugroho. Melupakan tempat parkir yang tidak cukup luas, fasilitas umum untuk pasien yang ย masih minim, dan kebersihan di sekitar RSKBD Panti Nugroho. ๐ *begitu mudahnya untuk melupakan*
Lelaki yang mengenakan kemeja kotak-kotak merah, berdiri tegap di hadapan kami dengan menampakkan wajahnya yang cukup serius. Aku lekas menunduk, tak berani memandangnya. “Bakal garing banget, nih. Sepertinya ngga bisa banyak konsultasi.” Batinku dengan perasaan yang sama sekali ngga bergairah.
“Heiiii…selamat sore. Perkenalkan, nama saya Trisno.” Mendengar sapaan yang tak biasa dari seorang Dokter, seketika aku menoleh ke arah Tante yang saat itu menemaniku memeriksakan kandungan. Aku dan Tante hanya bisa saling senyum, cengar-cengir maksimal saat Dokter Trisno menyapa kami. Pak Dokter pun mengulurkan tangan kanannya, dan kamiย pun berjabat tangan.

dr. Sutrisno, SpOG adalah Dokter spesialis kandungan satu-satunya di Rumah Sakit Khusus Bersalin Daerah (RSKBD) Panti Nugroho Purbalingga. Usai mendaftar, kemudian dilanjutkan dengan mendaftar ulang yang ternyata memerlukan banyak waktu, tibalah namaku dipanggil oleh mesin antrean untuk masuk ke dalam ruang yang bernama klinik.
“Heei…kalian kakak adik, ya? Ada perlu apa ke sini? Silakan duduk.” Kami, khususnya aku, masih agak terkejut menjumpai Dokter kandungan dengan style yang unik dan begitu ramah. Tutur kata dan tiap penjelasan yang diberikan olehnya, mampu memberikan rasa nyaman bagi kami. Terlebih, saat asistennya turut senyum dan menyapa kami. Terbayar sudah antrean yang tak sebentar, kurang lebih lima jam! Yaiyalaah…lamaa, orang aku mendapat antrean nomor 035. ๐
Aku datang ke RSKBD Panti Nugroho Purbalingga hanya untuk memeriksakan kandunganku yang kini masuk usia kandungan 24 minggu. Aku memang sudah lama berniat akan melakukan USG 4 Dimensi, jika usia kandungan masuk enam bulan. Aku sengaja melesat ke Purbalingga. Sebab, di Banjarnegara belum ada satupun Rumah Bersalin atau Rumah Sakit yang menyediakan USG 4 Dimensi. Dan Alhamdulillaah niatku terlaksana.
Periksa kandungan kali ini sangat berbeda dari biasanya. Obrolan dengan Dokter Kandungan sangat aktif. Aku yang biasanya mencari dan rajin bertanya, aku tak lagi banyak tanya saat diperiksa oleh dr. Trisno. Sebab, beliau banyak menjelaskan hal penting yang berkaitan dengan tumbuh kembang bayiku sampai usia 26 minggu. Menunjukkan, sekaligus menjelaskan secara detail anggota yang tampak secara penuh melalui monitor.

Saat tangan kiri Dedek belum kelihatan, aku cukup panik. Aku pun langsung menanyakannya, ketimbang penasaran, kan. Dan ternyata, karena keterbatasan jangkauan kamera, jadi enggak semua bisa langsung kelihatan. Tak lama kemudian, barulah beliau bisa menampilkan tangan kiri Dedek. Bahagianya…Mumumuaaah! ๐
“Lihat tuh, Dedek mengangkat tangan kirinya dan bilang HORE.” Seketika, aku, Tante, dan Mbak Perawat tertawa melihat ekspresi Pak Dokter yang ikut mengangkat tangan kirinya. *Pak Dokter enggak kreatif, ikut-ikutan Dedek*
Sedari awal hamil, aku mendambakan Dokter Kandungan yang seperti ini. Ngga membuat pasien merasa canggung, apalagi sungkan bertanya. Dokter yang pandai menciptakan komunikasi dengan baik, memberi saran, serta informasi-informasi penting terkait kesehatan Ibu dan Bayi.
Baca tentang Diet Aman untuk Ibu Menyusui.
Alamat: Jl. Letkol Isdiman No. 20, Purbalingga.
Telphone: (0281) 891434
E-mail: rskbdpantinugrohopurbalingga@yahoo.co.id
Biaya USG: Rp 90.000 (belum termasuk vitamin)
Siang itu, usai mengirim wesel pos, pas banget jam makan siang. Jika sudah berada di dalam kota, ngga akan susah mencari tempat makan.…
Tuhan Maha Tahu. Ibu hamil yang saat ini mulai merasa dikit-dikit lelah, dikit-dikit sumuk, sering ngos-ngosan dan juga makin doyan ngemil, diberi teman…
Masih terasakah suasana Iedul Adha di daerahmu, Kawan? Sepertinya banyak yang geleng-geleng, ya. ๐ Padahal baru Kamis lalu, belum lama. Suasana lebaran pada…
“Hari ini aku sengaja ngga masak. Kalian akan kami ajak jalan-jalan dan kulineran. Pertama, kita akan menikmati Saoto Bathok Mbah Katro. Belum pernah…
Satu kegiatan yang cukup membahagiakan bagiku adalah Barbeque. Aku yakin, teman-teman sudah ngga asing lagi dengan istilah tersebut. Terlebih bagi yang hidup di…
Ngga sedikit teman yang sering menanyakan hal yang sama kepadaku. Bukan tentang kehamilanku yang saat ini sudah masuk pada minggu ke 22, dimana…
River Tubing Oyo dalam Dua Musim – Tak hanya Gua Pindul, masih ada beberapa Gua dan wisata alam lainnya yang berlokasi tak jauh dari Pindul, sebuah wisata alam di Wonosari yang tiap hari makin banyak pengunjungnya. Sementara itu, aku baru tahu tiga objek saja, yaitu Gua Pindul, Gua Baru dan Kali Oyo. Masih ada Gua Sriti, Gua Glatik, dan Outbound, yang belum pernah aku kunjungi.
“Mumpung sudah sampai sini, sekalian nyobain rafting Kali Oyo, Pak. Dijamin asyik, puas.” Dengan mantap, seorang lelaki yang nampaknya adalah Pemandu Wisata, memberi jaminan kepada Pak Bos beserta anak buahnya. ๐ Dengan adanya jaminan, aku makin penasaran untuk nyobain rafting yang katanya bisa bikin pengunjung bahagia.
Aku belum punya pengalaman rafting di Kali Oyo. Belum pernah membaca ulasannya pula. Ngga tahu arusnya seperti apa, jeramnya asyik atau menggoda. Saat Pak Bos menawarkan tiket rafting kepada kami, rasanya kok mumpung banget, ya. Maksudnya, mumpung belum terlalu siang, kami pun menerima paket lanjutan Gua Pindul-Kali Oyo.

Harga tijet masuk Gua Pindul Rp 35.000 per orang. Sedangkan Rafting KalibOyo Rp 45.000 per orang. Menurutku, harga tersebut cukup terjangkau. Mengingat harga paket rafting di Kali Serayu Banjarnegara paling murah Rp 120.000 per orang. Meski terjangkau, tapi kalau seluruh anak buah digratisi akan menjadi berlipat juga, ya. 
Usai membayar tiket, Pemandu dari Gelaran Indah mempersilakan kami untuk mengenakan pelampung dan sepatu yang telah disediakan di rak dekat pontu masuk. Aku sok sibuk memilih sepatu yang pas di kakiku ini. Sepatu dengan ukuran yang ngga terlalu besar. Karena, sebagian besar sepatunya jumbo. *padahal sebaliknya*
Kalau masalah pelampung, sih, bisa diatur. ๐

Rafting Kali Oyo baru dimulai setelah susur Gua Pindul selesai ditempuh dalam waktu kurang lebih 45 menit. Dari pintu keluar Gua Pindul, kami berjalan tak lama, menyusuri pematang sawah, kemudian lanjut naik mobil pick-up menuju Kali Oyo.
Saking ngga sabarnya untuk rafting, perjalanan pun terasa cukup lama, padahal hanya 10 menit dari pintu keluar Gua Pindul. Mungkin karena laju mobilnya pelan, soalnya medan menuju Kali Oyo tak semulus kulit wajah Dian Sastro. Kata Pak Sopir, jalan menuju Kali Oyo sudah sering diperbaiki, namun cepat rusak. Grunjal grunjul ora genah. ๐

Aku mengira rafting di Kali Oyo ini seperti rafting pada umumnya, menggunakan alat bantu perahu karet dan juga dayung. Tapi, ternyata ngga! Tetap menggunakan tubing, bawaan Gua Pindul. ๐ Bukan rafting, namanya. Melainkan river tubing. Tapi, Pemandu tetap mengatakan rafting rafting dan rafting. Aah…sama aja ya, Kak. ๐
Ini pengalaman pertamaku susur kali hanya menggunakan pelampung dan ban dalam. Februari lalu, saat musim hujan, debit air Kali Oyo sedang tinggi. Melihat arus sungai yang cukup deras, aku agak was was. Padahal sudah ada bantuan pelampung, ya. Tapi, perasaan takut tetap menghampiri. *dasar penakut*
“Ini seperti Kali yang ada di Desaku, Mas Hendri. Airnya keruh.” Jelasku kepada Mas Hendri, pemandu wisata kami yang sedang mempersiapkan tubing untuk kami. Menurutnya, saat musim hujan justeru akan mendapat pengalaman river tubing yang tak biasa. Tebing di sepanjang Kali memang nampak ngga begitu indah, karena sangking tingginya air di Kali Oyo. Namun, air terjun pengantin makin cantik saat musim hujan. Begitu juga atraksi lompat dari tebing, makin banyak.


Kali atau Sungai sepanjang 2 km, kami tempuh dalam waktu kurang lebih 2 jam. Ya, dua jam berendam di air tanpa kedinginan, karena pancaran sinar matahari langsung menyapa tubuh. Dari baju yang basah karena man di bawah ari terjun, sampai baju kembali kering.
Saat river tubing ini, kami hanya mendapat satu jeram saja, saat awal terjun di Kali. Derasnya air, serta kedalaman sungai yang mencapai 10 meter, menggugah keinginanku untuk meringankan beban Mas Hendri dengan cara memisahkan diri dari tubing yang saling bergandengan. Sok-sok mau renang, gitu. Tapi, aku pikir ulang, waktu tempuh 2 jam di dalam air itu akan lama. Kemudian ingat punggung, tangan, nanti akan pegal semua. Hahaha Seketika aku mengurungkan niat untuk cipak-cipuk di Kali.
Satu pemandu, paling banyak bertanggungjawab atas tujuh pengunjung. Aku melihat Mas Hendri yang hanya memandu empat orang, iba rasanya. Menggeret kami, bak koper ukuran jumbo yang terisi penuh. ๐ Dia ngga nampak capek, sih. Aktif banget mengajak ngobrol, dan cerita tentang wisata Gunung Kidul sampai menghasilkan suatu project! Hahaha Makanya, perjalanan selama dua jam tak terasa lama.

Teman-teman melihat tebing cantik pada foto di atas, kan? Suasana berbeda kudapatkan saat aku berkunjung (lagi) ke Kali Oyo pada bulan ini, September. Ngga hanya di Banjarnegara saja, ternyata sampai Gunung Kidul pun sudah masuk musim kemarau.
Tebing-tebing sekitar Kali nampak indah dari kejauhan. Bersih. Pada beberapa titik, dasar sungai juga terlihat jelas, karena air sungai nampak lebih jernih dengan gradasi hijau tosca. Meski air sedang surut, aku yang saat itu mendapat pemandu spesial, yaitu Pak Tugiono, tetap mendapat pelayanan penuh. Begitu juga teman-teman kantorku. Nampak bahagia dan menikmati Office Trip. *istilahnya keren*

Ngga ada yang berbeda dari pelayanan sebelumnya. Arus sungai yang begitu tenang tidak menyurutkan semangat para pemandu river tubing. Hanya saja, saat musim kemarau, tugas pemandu terlihat makin berat. Ya…arus Kali, kan, ngga deras, tuh. Air lebih tenang, jika dibanding dengan musim hujan. Terasa beratnya menggeret beberapa orang (yang semuanya pasif) saat musim kemarau. Terlebih, mereka tiap harinya mengantar pengunjung minimal tiga kali. *usap-usap punggung pemandu*
Pengunjung yang memilih untuk lompat dari tebing pada musim kemarau ternyata masih tetap banyak. Ngga takut meski sungai nampak dangkal. Ada yang memilih dari jembatan bambu, dengan jangkauan lebih tinggi. Tak sedikit pula yang lompat di sekitar Air Terjun. Aku jadi ngebayangin terjun dari tebing bersama dedek yang masih di dalam perut. ๐ ๐ *geleng-geleng*
Dua kali River Tubing Oyo pada musim yang berbeda mendapat pengalaman yang tak sama. Namun, susur sungai dengan ditemani pemandu wisata yang sama, yaitu dari Gelaran Indah, tetap mendapat kepuasan yang sama. Bahkan, untuk musim kemarau ini lebih memuaskan. Banyak mendapat diskon tiket masuk dan fasilitas umum milik Gelaran Indah juga makin lengkap. ๐
Baca juga: