Goa yang Paling Memesona di Goa Lawa
“Kenapa harus piknik ke Goa, sih? Aku takut kalau masuk Goa. Gelap, pengap dan susah mendapat udara segar di sana.” Tante sama sekali…
“Kenapa harus piknik ke Goa, sih? Aku takut kalau masuk Goa. Gelap, pengap dan susah mendapat udara segar di sana.” Tante sama sekali…
Bagiku, benda apapun yang beraroma karakter, tuh, lebih memikat. Memiliki ciri khas, dan akan lebih mudah diingat, karena ada karakter yang menempel pada…
Memasuki kawasan objek wisata Waduk Sempor, rencana mencicipi wisata kuliner mendoan dan tiga objek wisata harus aku babad tuntas. Niat banget, ya. Harus,…
Sahabat. Saudara perempuanku kekeuh dengan pendapatnya, bahwa di dunia ini ngga ada yang namanya sahabat. Memang benar adanya. Karena, sejauh ini aku belum pernah membaca atau mendengar kata “Sahabat” melekat pada nama seorang. Adanya tuh Idah, Ruby, Daisy, Rose, Neli, dan sederet nama cantik lainnya. 😀 *song_ong banget, ya*
Maksudku, dia selalu menekankan, bahwa di dunia ini yang ada hanyalah teman baik dan teman baik banget. Ngga ada sahabat di dunia ini. Entah awal mulanya karena apa, hingga ia berprinsip demikian.
Aku ngga pernah bertolak prinsip dengan saudaraku tentang arti dari sahabat. Sebab, aku sendiri jarang mengucap “dia sahabatku” kepada seorang yang dekat denganku. Hayoooh…ini jadi serius banget ngomongin arti dari Sahabat, ya. Sheila On 7 yang punya sahabat sejati saja ngga mempermasalahkan. 😀
“Sebagai hadiah persahabatan hari ulang tahun group kita yang ke satu. Semoga persahabatan kita kekal abadi.” Group yang aku ikuti di WhatsApp merayakan hari jadi yang pertama. Pertemanan kami genap satu tahun di group. Sebagai tanda kasih sayang, salah satu member berinisiatif untuk tukar kado secara acak.
Rangkaian kata yang begitu manis tertulis pada secarik kertas putih dengan tinta warna ungu muda. Aku merinding saat membacanya. Serius. Tulisan dari seorang perempuan yang belum aku ketahui namanya, otomatis membuatku penasaran. “Haaah! Aku dapat hadiah dari siapa, sih? Manis banget.”

MANIS BANGET. Ngga hanya ucapan yang tertulis, tapi hadiahnya juga tak kalah manis. Tas batik dengan label “Adiba Collection.”
Sebagai anak GAWL yang punya hobi berselancar, aku langsung searching melalui internet, mencari tahu tentang Adiba Collection. Googling! 😀 Aku kira dengan cara tersebut bisa tahu dari siapa hadiah tas cantik dengan warna merah menyala itu.
Aku menemukan beberapa situs online Adiba Collection, tapi alamat yang tertera pada web tidak memberikan signal lokasi tempat tinggal Teman-temanku. Semisal Adiba Collection adalah sebuah toko online dan atau offline yang berada di Jawa Timur, kan aku bisa memprediksi siapa yan mengirim tak batik. Hmmm…pecarian yang masih berujung pada teka-teki. 😀

Pencarian tak berhenti sampai di Google. Aku melihat member satu per satu pada group. Hanya terdiri dari dua puluh dua perempuan tangguh saja, sih. Tapi, tetap saja aku susah untuk mendeteksi. 😀
Titik terang tentang siapa pengirim tas batik aku dapat setelah hampir semua member menerima hadiah. Dari awal menerima hadiah, aku merasa surprise banget. Dan aku merasa terharu ketika si pemberi hadiah berkata “Ini tas batik pertama yang aku jahit sampai selesai lho, Dah.” Ya ampun…berasa spesial banget! Aku kira tas batik tersebut ia beli di toko. Ternyata tebakanku salah. 
Em(B)ak yang satu ini memang rajin banget bikin kreatifitas. Ngga hanya menjahit tas batik, banyak baju yang sudah ia jahit dengan berbagai model. Jahitannya pun rapih, rajin.
Tak hanya itu, Em(B)aknya juga rajin membuat makanan; kue dan rendang yang sudah punya label juga. Bahkan, baju sudah “terbang” sampai ke NYC. Tapi, aku ngga mau sebut label untuk keduanya, biar Teman-teman penasaran. 😛

Naah, sekarang ikut tebak nama, yuk. Bisa banget sekaligus order tas batiknya di Mbak Bla bla bla. Bagi yang benar tebakannya, nanti aku kirim Carica untuk lima penjawab pertama yang benar. 😀 *Jawaban dari Em(B)ak2 ngga diikutkan kuis* 😛 Aku tambah clue; Blogger perempuan yang maniez dan ceria, saat ini makin aktif mengikuti acara offline yang diselenggarakan komunitas dan juga brand. 😆
Buat Em(B)ak yang sudah memberiku hadiah, makasih bangeet, yaa. Tasnya sering aku pakai. ^-*
“Ini helm dibawa masuk, tak?” Tanya Citra kepadaku saat hendak masuk Kedai Woeloeng atau yang lebih kerap disebut dengan KW. Seorang lelaki yang…
“Barang-barang bayi memang lucu-lucu. Apalagi baju-bajunya. Rasanya ingin membeli semuanya! Tapi percaya, deh, kalau kamu kalap tak karuan, belakangan baru menyesal dan sadar,…
Singgah di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) Jompo mengingatkan aku kepada sebentuk SPBU sederhana di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Sayang banget, aku…
Hari Blogger Nasional (Harblognas) yang diperingati tiap tanggal 27 Oktober telah berlalu. Keramaian di twitter, dimana hastag yang menjadi trending topic spesial Hari Blogger Nasional pun sudah terganti dengan hastag lain. #TerimaKasihPungky, misalnya.
Ini kali pertama aku “turun”, turut memeriahkan Hari Blogger Nasional. Pertama sekaligus menjadi yang spesial, karena aku bisa hadir bersama keluarga kecilku, Dede cantik. 😆 Meski dalam keadaan hamil, aku memberanikan diri untuk ikut karena lokasi acara tidak begitu jauh dari tempat tinggalku.
Ya, aku memilih Purwokerto, lokasi terdekat acara Blogger Camp Indonesia Tahun 2015, yang menjadi acara khusus dalam memperingati Hari Blogger Nasional. Ada tiga kota lain yang ditunjuk sebagai tuan rumah, yaitu Makassar, Surabaya dan Jakarta.
Topik yang diangkat dalam acara ini yaitu tentang “Kredibilitas Web Blog“. Seberapa kredibelkah isi konten blog kamu?
Sesi sharing fokus diskusi tentang kredibilitas blog. Terkait dengan keaslian, kejujuran, kepercayaan dan pertanggungjawaban atas postingan yang sudah ditulis oleh para Blogger di Blognya masing-masing. Merinding juga, ya, kalau ngomongin kejujuran sampai dengan pertanggungjawabannya. 😀
Selain sesi sharing, masih ada beberapa catatan penting dalam acara ini. Catatan ini hanya ada di Blogger Camp Indonesia Tahun 2015 dari KORWIL Purwokerto. Hahaha (((KORWIL)))! Koordinasi Wilayah, maksudnya.

Adalah tentang RESOLUSI KETENGER. Ketenger, nama Desa di Baturraden, Purwokerto, menjadi saksi ikrar kami tentang sebuah resolusi. Resolusi bukan hanya untuk kami, para peserta Blogger Camp Purwokerto. Namun, ini resolusi dari kami, untuk seluruh Blogger yang tersebar di seluruh Indonesia.
Omong-omong tentang resolusi, lekat banget sama yang namanya tahun baru. Ya, ada banyak resolusi yang ditulis oleh Teman-teman Blogger saat pergantian tahun tiba. Iyaa, kaaan…Iya, kaaan…. 😛 Tapi, aku belum membaca satu pun resolusi dari Teman-teman Blogger saat Hari Blogger Nasional tiba. Kecuali Blog gretongan milik keluarga kecilku. 😀 *EfekBelumBW*
Blog gretongan, satu Blog banyak yang menulis. Dalam postingan spesial Hari Blogger Nasional yang diterbitkan oleh salah satu Admin dari keluarga kecilku, Ia menulis sebuah tuntutan dan juga harapan. Tuntutan yang simpel, bawha ia menuntut kepada para penulis Blog gretongan untuk segera bangun dari hibernasi. 😀
Hibernasi, sebuah keadaan dimana para hewan Beruang imut terlalu lama istirahat. Ngga cukup seminggu, dua minggu. Tapi, satu dua bulan fakum! Saking cintanya sama Bear, keluarga kecilku seringkali menyebut Beruang untuk panggilan. 😀
Resolusi/re·so·lu·si/résolusi/n putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tentang suatu hal. Berikut Resulusi Ketenger yang dibuat atas dasar musyawarah dan kemudian ditulis oleh Mbak Wening.
Semisal ada permintaan untuk live tweet atau live blog competition pada suatu event, tapi akses intenet sama sekali tidak mendukung. Bagaimana Blogger bisa tenang dan merasa nyaman? Yang ada, sih, panik duluan, ya. Hihihi Mungkin, hal ini ngga akan terjadi di kota besar. Jadi, pemerintah dan juga penyedia provider harus lebih memperhatikan lagi tentang jangkauan internet hingga pelosok nusantara. Akses internet adalah salah satu aset terbesar bagi tiap Blogger. Ngga hanya perkara untuk blog on the spot saja. Tapi, juga kegiatan Blogging tiap harinya. Spesial bagi para Blogger yang tinggal di pelosok Desa.
Tak kalah dari sebuah akses internet, Blogger Indonesia juga wajib untuk bela negara. Ini tuntuntan yang serius banget. Bagi Blogger yang rajin menulis tentang Politik, misalnya. Meski keadaan negara sedang “panas”, ada baiknya Blogger bisa menjadi “pendingin” dengan menulis pendapat-pendapat yang positif. Sekalipun sudut pandangnya berbeda, kemaslah dengan bahasa yang apik. Tidak mengandung unsur adu domba. Apapun fokus tulisan kita, dalam ranah apapun, ngga ada baiknya menjelekkan nama bangsa, Guys! 

Bisa dipahami untuk resolusi ketiga, kan? Aku ngga mampu berkata untuk poin ketiga ini. 😀 Hanya bisa berharap, semoga Blogger Indonesia bisa makin berdamai dengan hati masing-masing, ya. Mampu menjaga perasaan oranglain, menghargai dan saling menghormati. Tulis dan bagilah konten yang bermanfaat. 😉 *CatatanDiri* *SemogaAkuBisa*
Lebih mengenalkan sebuah profesi kepada masyarakat. Yaitu Blogger. Banyak masyarakat yang belum tahu tentang profesi ini. Ya, Blogger kini bisa dikatakan sebagai profesi. Tengoklah para Blogger senior. *lirik siapa, ya?* Beberapa dari mereka menjadi full time Blogger. Tawaran pekerjaan menulis di blog berdatangan, sampai benefitnya bisa dimanfaatkan untuk “menyambung hidup”.
Nah, kalau sudah sampai pada rejeki yang lebih dari lumayan, bukankah harus diketahui asal usulnya? Daripada nanti dikira ngga punya pekerjaan, kerjanya duduk di rumah, tapi bisa mencukupi kehidupan keluarga. Pasti banyak yang suudzon, kan? Makanya, selain ada peringatan Hari Blogger Nasional, perlu banget, tuh, tanggal 27 pada kalender diubah menjadi warna merah. 😛
Sebagai Blogger Indonesia, pasti kamu setuju banget. Aku lebih bahagia jika ada akses internet ke seluruh situs blog digratiskan, ketimbang akses ke http://0.facebook.com. gratis! Bagi Blogger yang tak sekadar punya hobi menulis, mereka yang punya hobi Blogwalking pasti akan terbantu banget. Situs blog saja, Kak. Ngga usah muluk-muluk sampai ke Youtubelah, ya. Tapi, ini khusus untuk Blogger Indonesia. Tentunya, dengan cara mendaftarkan Blog yang dipunya, kemudian mendapat kode unik untuk bisa akses interntet secara gratis. Pasti bisa, kan? Iya, kaan….iya, kaaan…. 

Lima Resolusi Ketenger di atas sudah disampaikan oleh Ketua Blogger Camp ID Purwokerto, Beauty Pungky, kepada sponsor utama Blogger Camp Indonesia Tahun 2015, yaitu Indosat dan Juara Agency.
Nah, untuk Teman-teman Blogger yang ngga ikut mengisi petisi Resolusi Ketenger, bisa banget menyebarkan link blog post ini melalui media apapun, lho. Ngga memaksa, hanya memohon. Siapa tahu pemerintah, provider, atau pihak terkait lainnya yang tercantum dalam resolusi akan mengabulkan Resolusi Ketenger. Serius. 😉
By the way, aku ingin tahu, setelah kita semua, KITA, para Blogger memperingati hari spesialnya, apakah Teman-teman Blogger mempunyai resolusi untuk Blognya?
BlogerCampID Ketenger – Ada banyak Blogger dari berbagai komunitas yang datang untuk berbagi kebahagiaan, pengalaman, baik dengan sesama Blogger maupun para pembicara dalam rangka memperingati Hari Blogger Nasional (Harblognas).
Teman-teman Blogger pasti tahu, dong, kalau tanggal 27 Oktober adalah Hari Bloger Nasional. Dan bahagianya, pada hari ini, tepatnya mulai kemarin sore, Harblognas diselenggarakan serempak di empat kota; Jakarta, makassar, Surabaya dan Purwokerto. Di empat kota tersebut, diselenggarakan pula Blogger Camp. Ya ampuun…asyik banget, kaan? 😀
Seperti yang sudah aku tulis di post blog sebelumnya, aku ikut di Purwokerto. Tepatnya di Desa Wisata Ketenger, Baturraden. Kota yang paling dekat dengan tempat tinggalku, Banjarnegara.
Nah, tahun 2015 adalah tahun ke 8 peringatan Harblognas. Aku baru tahu fakta ini dari seorang sahabat yang duduk di sebelahku, Mbak Lia, saat panitia melontarkan pertanyaan seputar Harblognas. 😆
Usai SENAM GOKIL, kami berkumpul di sebuah ruang yang begitu nyaman bagiku dan semoga bagi Teman-teman lain juga, ya. Di sini, kami duduk berdampingan, lesehan, sembari mendengarkan para pembicara berbagi pengalaman dalam dunia Blogging. Pengalaman yang sesuai dengan profesi mereka sebagai Blogger.
Hah? Profesi? Iya, Blogger sekarang kan sudah menjadi profesi, ya. Hanya saja, keberadaanya ngga disahkan secara KTP. Eh, ngga atau belum, sih? 😛
Lingkaran ini membuatku bahagia. Sirkulasi udara cukup baik. Ini juga membuatku makin betah duduk lama untuk mendengar sharing dari para Pembicara; Mas Pradna, Mbak Mira Sahid dan Mbak Eva.
Mas Pradna sebagai pembicara pertama berbagi tentang pemanfaatan internet untuk Desa. Sebagai Blogger, Beliau membantu pembuatan website untuk desa, sekaligus penggiat kegiatan, baik Desa yang ada di Kabupatennya, maupun Desa lain di Indonesia.
Menurutnya, pemanfaatan internet untuk Desa akan lebih tepat guna, karena informasi yang diberikan akan lebih relevan, akurat. Tidak mengada-ada, apalagi hanya isu belaka.
Mas Pradna juga memutar video yang berisi tentang sebuah prestasi yang begitu mengunspirasi. Prestasi dari salah satu Desa di Banyumas yang telah sukses memanfaatkan internet untuk kebuthan Desa, warga Desa.
Sesi berikutnya ada Mbak Mira dan Mabak Eva yang berbagi informasi seputar kredibilitas blog. Sharing dari mereka yang berangkat berdasarkan pengalaman, tuh, mengasyikkan. Sama halnya seperti Mas Pradna.
Menurut Mbak Mira, untuk mempertahankan kredibilitas blog, ada baiknya Blogger fokus dengan konten yang sesuai dengan kemampuan Blogger itu sendiri. Sesuai dengan personalnya. Supaya apa yang ditulis pada blog post lebih menarik dan membahagiakan pembaca. 😉
Saat Mbak Eva berbagi tentang cerita travelingnya. Dia menyampaikan, bahwa awal mula Mbak Eva menjadi Blogger, tuh, suka menulis fiksi. Namun, ia punya hobi lain, yaitu jalan-jalan atau traveling. Nah, karena dua hobi tersebut sangat berseberangan, ia pun membuat blog baru khusus untuk share tentang pengalamannya saat traveling.. Supaya pembaca blognya bisa membedakan, mana yang fiksi mana yang real. Biar ngga dikira piknik dalam angan-angan. 😀
Menurutnya, jika sudah berani terjun pada satu tema blog, kita harus konsisten. Boleh, sih, sesekali menyelingi dengan post blog lain, tapi nanti jadi blog gado-gado, ngga punya ciri khas. Etapiii… blog mau gado-gado, lotek, atau apalah, dikembalikan lagi pada si empunya Blog alias Blogger. Terpenting, kalau memang Blogger, ya rajin diupdate saja blognya dan bisa dipertanggungjawabkan semua blog post yang sudah ditulis.  😉
“Salah satu bentuk kebahagiaan bagi Ibu Hamil (BuMil) adalah perhatian khusus.” Iya, kan, Beib? 😛 Ngaku saja, ngaku! Bagi yang sedang hamil, lho,…