Pegal dan Nyeri pada Telapak Kaki
Belum lama ini aku sering merasa pegal dan nyeri pada telapak kaki. Tiba-tiba aku ingat, beberapa bulan yang lalu Ibuku juga sering merasa…
Belum lama ini aku sering merasa pegal dan nyeri pada telapak kaki. Tiba-tiba aku ingat, beberapa bulan yang lalu Ibuku juga sering merasa…
Camilan Istimewa dari Umbi Talas – Bahagianya hidup di kampung, tuh, banyak kerabat yang senang berbagi hasil bumi. Iya, meski ngga punya sawah, kami masih bisa ikut menikmati hasil panen mereka. Banyak saudara dan juga tetangga yang membagikan hasil panennya. Salah satunya yaitu Umbi Talas.
Umbi Talas atau aku biasa menyebutnya Kimpul (dalam bahasa Jawa) menjadi camilan istimewa bagi keluargaku. Mulai dari daunnya yang biasa diolah menjadi buntil. Kemudian, akar atau umbinya bisa dikreasikan dalam berbagai macam camilan. Seperti; keripik, perkedel, dikukus, dan atau digoreng tanpa tepung.
Saat akhir pekan tiba, aku bersama Ibuku betah berlama-lama di dapur. Usai aktivitas memasak, kami sering iseng-iseng membuat camilan. Kali ini isengnya bikin Perkedel Talas.
Ini adalah kali pertama kami membuat Perkedel Talas. Agak was was dan ngga yakin kalau perkedel ini akan menjadi lebih istimewa ketimbang Talas yang digoreng biasa. Tahu sendiri, kan? Talas ini ngga seempuk Umbi Cilembu ketika sudah dikukus. Meski sama-sama dikukus, tapi Talas kalah empuk menul-menul. 
Namanya mencoba, semisal ngga jadi pasti rasanya down banget. *mudah lelah* Ngga tahu kenapa, aku malas googlig. Padahal, biasanya apa-apa cari di google. π Kali ini asal saja bikin perkedelnya. Tanpa panduan, hanya mengikuti alur pembuatan Perkedel Kentang. π Lima buah Talas ukuran sedang, bumbu hanya garam dan merica, ditambah satu butir telor.
Lalu, apakabar hasilnya? WAAAAARBIYASAAAH!

Hanya yang makan camilan ini yang bisa berkomentar. *yaiyalaaah* Setelah dijadikan perkedel, Talas menjadi lebih empuk. Pun dimakan saat sudah dingin. Berbeda saat Talas dikukus. Baru enam puluh menit sudah dingin, dan menjadi agak sedikit keras. Tapi, meski ngga empuk seperti saat masih hangat, Bapakku tetap memilih Talas yang dikukus, dengan alasan mengurangi MINYAK, KOLESTEROL.
Alasan lain yang tak kalah penting menurut Bapak, bahwa zat kaliumnya lebih sempurna jika dikukus. Nah, kalau ini spesial banget buat Ibuku. Meski sudah ada yang digoreng, Ibu tetap menyisakan barang dua biji untuk dikukus. Tak lain karena Umbi Talas ini cukup membantu membantu menstabilkan dan menurunkan tekanan darah. Aku pernah berceloteh, kalau Ibuku punya riwayat tekanan darah tinggi.
Nah, olahan dari Umbi Talas ini termasuk camilan istimewa bagi kami. Semua camilan yang bisa membuat lidah dan mulutku susah untuk berhenti mengunyahnya. Itulah camilan istimewa menurutku. Kalau menurut Teman-teman?
Baca juga:Β Kreasi Perkedel Tahu
Bepergian atau singgah ke suatu tempat, lalu menjumpai fasilitas umum yang “kita banget”, biasanya akan susah untuk meninggalkan tempat tersebut. Maksudnya, fasilitas yang…
Aku punya masalah serius tiap kali mendapat tugas ke Semarang. Harus sampai tujuan pukul 09.00 WIB, sesuai jadwal yang tertera pada undangan dinas.…
“Kenapa harus piknik ke Goa, sih? Aku takut kalau masuk Goa. Gelap, pengap dan susah mendapat udara segar di sana.” Tante sama sekali…
Bagiku, benda apapun yang beraroma karakter, tuh, lebih memikat. Memiliki ciri khas, dan akan lebih mudah diingat, karena ada karakter yang menempel pada…
Memasuki kawasan objek wisata Waduk Sempor, rencana mencicipi wisata kuliner mendoan dan tiga objek wisata harus aku babad tuntas. Niat banget, ya. Harus,…
Sahabat. Saudara perempuanku kekeuh dengan pendapatnya, bahwa di dunia ini ngga ada yang namanya sahabat. Memang benar adanya. Karena, sejauh ini aku belum pernah membaca atau mendengar kata “Sahabat” melekat pada nama seorang. Adanya tuh Idah, Ruby, Daisy, Rose, Neli, dan sederet nama cantik lainnya. π *song_ong banget, ya*
Maksudku, dia selalu menekankan, bahwa di dunia ini yang ada hanyalah teman baik dan teman baik banget. Ngga ada sahabat di dunia ini. Entah awal mulanya karena apa, hingga ia berprinsip demikian.
Aku ngga pernah bertolak prinsip dengan saudaraku tentang arti dari sahabat. Sebab, aku sendiri jarang mengucap “dia sahabatku” kepada seorang yang dekat denganku. Hayoooh…ini jadi serius banget ngomongin arti dari Sahabat, ya. Sheila On 7 yang punya sahabat sejati saja ngga mempermasalahkan. π
“Sebagai hadiah persahabatan hari ulang tahun group kita yang ke satu. Semoga persahabatan kita kekal abadi.” Group yang aku ikuti di WhatsApp merayakan hari jadi yang pertama. Pertemanan kami genap satu tahun di group. Sebagai tanda kasih sayang, salah satu member berinisiatif untuk tukar kado secara acak.
Rangkaian kata yang begitu manis tertulis pada secarik kertas putih dengan tinta warna ungu muda. Aku merinding saat membacanya. Serius. Tulisan dari seorang perempuan yang belum aku ketahui namanya, otomatis membuatku penasaran. “Haaah! Aku dapat hadiah dari siapa, sih? Manis banget.”

MANIS BANGET. Ngga hanya ucapan yang tertulis, tapi hadiahnya juga tak kalah manis. Tas batik dengan label “Adiba Collection.”
Sebagai anak GAWL yang punya hobi berselancar, aku langsung searching melalui internet, mencari tahu tentang Adiba Collection. Googling! π Aku kira dengan cara tersebut bisa tahu dari siapa hadiah tas cantik dengan warna merah menyala itu.
Aku menemukan beberapa situs online Adiba Collection, tapi alamat yang tertera pada web tidak memberikan signal lokasi tempat tinggal Teman-temanku. Semisal Adiba Collection adalah sebuah toko online dan atau offline yang berada di Jawa Timur, kan aku bisa memprediksi siapa yan mengirim tak batik. Hmmm…pecarian yang masih berujung pada teka-teki. π

Pencarian tak berhenti sampai di Google. Aku melihat member satu per satu pada group. Hanya terdiri dari dua puluh dua perempuan tangguh saja, sih. Tapi, tetap saja aku susah untuk mendeteksi. π
Titik terang tentang siapa pengirim tas batik aku dapat setelah hampir semua member menerima hadiah. Dari awal menerima hadiah, aku merasa surprise banget. Dan aku merasa terharu ketika si pemberi hadiah berkata “Ini tas batik pertama yang aku jahit sampai selesai lho, Dah.” Ya ampun…berasa spesial banget! Aku kira tas batik tersebut ia beli di toko. Ternyata tebakanku salah. 
Em(B)ak yang satu ini memang rajin banget bikin kreatifitas. Ngga hanya menjahit tas batik, banyak baju yang sudah ia jahit dengan berbagai model. Jahitannya pun rapih, rajin.
Tak hanya itu, Em(B)aknya juga rajin membuat makanan; kue dan rendang yang sudah punya label juga. Bahkan, baju sudah “terbang” sampai keΒ NYC. Tapi, aku ngga mau sebut label untuk keduanya, biar Teman-teman penasaran. π

Naah, sekarang ikut tebak nama, yuk. Bisa banget sekaligus order tas batiknya di Mbak Bla bla bla. Bagi yang benar tebakannya, nanti aku kirim Carica untuk lima penjawab pertama yang benar. π *Jawaban dari Em(B)ak2 ngga diikutkan kuis* π Aku tambah clue; Blogger perempuan yang maniez dan ceria, saat ini makin aktif mengikuti acara offline yang diselenggarakan komunitas dan juga brand. π
Buat Em(B)ak yang sudah memberiku hadiah, makasih bangeet, yaa. Tasnya sering aku pakai. ^-*
“Ini helm dibawa masuk, tak?” Tanya Citra kepadaku saat hendak masuk Kedai Woeloeng atau yang lebih kerap disebut dengan KW. Seorang lelaki yang…
“Barang-barang bayi memang lucu-lucu. Apalagi baju-bajunya. Rasanya ingin membeli semuanya! Tapi percaya, deh, kalau kamu kalap tak karuan, belakangan baru menyesal dan sadar,…